Tag: kebebasan finansial

  • Mau Merdeka Finansial di Masa Depan? Ini Langkah Emas yang Harus Dilakukan


    Jakarta

    Masih dalam suasana Hari Kemerdekaan RI ke-80, langkah apa saja yang sudah kamu lakukan untuk mewujudkan Indonesia yang lebih sejahtera dan maju menuju Indonesia Emas 2045?

    Di era digital dan keterbukaan seperti saat ini, kita sebagai generasi penerus bangsa tentunya memiliki kendali seutuhnya atas manajemen keuangan pribadi. Dengan langkah emas yang tepat, Merdeka finansial bukan lagi sekadar impian, tetapi bisa jadi kenyataan.

    Lantas di era penuh tantangan ekonomi seperti saat ini, bagaimana mewujudkannya? Dikutip dari berbagai sumber berikut tipsnya:


    Menyiapkan Rencana Finansial dengan Baik

    Langkah awal untuk mengendalikan finance adalah menyusun perencanaan finansial yang tepat dan akurat sehingga hasil akhirnya lebih efektif dan efisien.

    Susun secara terstruktur mulai dari sumber penghasilan dan nilainya, pengeluaran rutin bulanan yang wajib dan yang masih bisa dikesampingkan, serta target finansial jangka pendek dan panjang.

    Melakukan Pekerjaan Sampingan

    In this economy, pekerjaan sampingan atau freelance bisa dilakukan untuk menambah pundi-pundi rupiah sesuai skill yang dimiliki. Namun, bila memiliki skill berwirausaha maka kamu bisa memulai bisnis sembari bekerja di kantor.

    Investasi

    Jika sudah memiliki dana darurat dan menyelesaikan tanggung jawab utang, sisihkan sebagian uang untuk berinvestasi. Salah satu langkah sederhana tapi powerful untuk menuju kemerdekaan finansial adalah membangun kebiasaan menabung emas.

    Emas sudah lama dikenal sebagai instrumen investasi yang aman, stabil, dan tahan terhadap inflasi. Cocok bagi kamu yang ingin menjaga nilai uang dan menyiapkan masa depan lebih pasti.

    Berinvestasi emas bisa dimulai dari nominal kecil. Dengan menabung emas secara konsisten, kamu bisa perlahan-lahan membangun aset tanpa harus terbebani.

    Kabar baiknya, kini investasi emas lebih mudah dengan emas digital di aplikasi Pegadaian Digital. Cukup gunakan promo Gajian Emas di Pegadaian, kamu bisa mendapatkan berbagai promo menarik GAJIAN EMAS.

    Jadi, jangan tunggu nanti untuk mulai. Langkah kecil seperti menabung emas bisa jadi fondasi penting menuju kebebasan finansial yang diimpikan.

    Yuk, manfaatkan momen kemerdekaan ini buat ambil kendali atas keuanganmu. Karena sejatinya, merdeka itu bukan cuma urusan negara-tapi juga tentang bebas dari tekanan finansial dan punya kendali penuh atas masa depan.

    (akn/ega)

    Sumber : finance.detik.com

    Alhamdulillah kaya raya uang اللهم صل على رسول الله محمد
    Image : unsplash.com / towfiqu barbhuiya
  • Financial Freedom Jadi Target Banyak Orang, Bagaimana Cara Menggapainya?


    Jakarta

    Financial freedom alias kebebasan finansial menjadi target banyak orang. Saat kebebasan finansial dicapai, seseorang bisa memiliki ketenangan pikiran karena kondisi keuangan yang stabil dan semua kebutuhan pokok terpenuhi.

    Salah satu cara untuk menempuh kebebasan finansial adalah dengan cara mencari pemasukan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sekaligus tabungan. Namun nyatanya, terkadang saat seseorang pendapatannya naik terus tapi kehabisan finansialnya tak kunjung tercapai.

    Lantas apa yang salah? Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam unggahan resmi di akun Instagram @kontak157, Minggu (2/11/2025), disebutkan ada beberapa hal yang jadi kesalahan banyak orang sehingga kebebasan finansial sulit dicapai. Salah satunya adalah cara pengelolaan uang yang berantakan.


    “Terkadang, bukan uangnya yang kurang tapi caramu mengelola keuangan yang berantakan. Jangan tunggu nanti buat siapin dana darurat dan investasi,” tulis OJK dalam unggahan resminya.

    OJK merangkum setidaknya ada lima kesalahan umum yang membuat seseorang tak mampu meraih financial freedom. Pertama, gaya hidup yang terus naik saat pendapatan sedang naik.

    Kedua, tak punya rencana keuangan yang matang. Ketiga, kebiasaan berutang untuk kebutuhan konsumtif dan membayarnya dengan uang gaji. Keempat, seringkali tak menyiapkan dana darurat. Terakhir, latah berinvestasi tanpa melihat risikonya.

    Bicara financial freedom sendiri, menurut OJK, setiap orang bisa mengartikan masing-masing di posisi seperti apa financial freedom itu tercapai. Misalnya saja ada orang yang beranggapan kebebasan finansial telah tercapai saat punya uang untuk hidup tanpa banyak bergantung pada gaji.

    Ada lagi yang beranggapan kebebasan finansial telah tercapai saat hidup bisa tenang tanpa utang dan banyak tagihan. Ada juga yang bilang bebas finansial adalah saat seseorang bisa belanja dan membeli apapun sesukanya tanpa perlu takut uang habis.

    Semua orang bebas mengartikan. Namun, apapun definisinya, yang jelas mengatur rencana keuangan itu penting.

    “Uang nggak bisa beli bahagia… tapi bisa bikin hidup nggak banyak drama,” tulis OJK dalam unggahannya.

    (kil/kil)



    Sumber : finance.detik.com

  • In This Economy, Begini Cara Biar Uang Nggak Habis Dilibas Inflasi


    Jakarta

    Inflasi dapat membuat nilai sebuah mata uang menurun dari waktu ke waktu. Uang dalam jumlah tertentu bisa membeli dua atau lebih barang, namun dengan adanya inflasi bisa jadi uang dengan jumlah yang sama cuma bisa membeli satu barang.

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan tips yang bisa meminimalisir uang tabungan yang ada saat ini dari dampak inflasi. Untuk menjaga nilai, investasi bisa jadi pilihan.

    “Inflasi memang nyata, tapi ada cara biar kamu bisa minimalisir dampaknya. Caranya, mulai berinvestasi dari sekarang,” tulis OJK dalam unggahan resmi di akun @kontak157, Minggu (7/9/2025).


    “Investasi adalah salah satu cara mencapai kebebasan finansial di masa depan. Yuk jadi investor cerdas!” tambah OJK dalam keterangan unggahannya.

    Ada setidaknya 5 hal menurut OJK yang dapat menjadi alasan kuat mengapa masyarakat harus mulai melek investasi. Pertama, investasi mampu melindungi nilai uang dari inflasi.

    Kedua, investasi dapat membantu menumbuhkan aset yang dimiliki masyarakat. Ketiga, investasi dapat mengantarkan seseorang menuju gerbang tujuan finansial yang jelas.

    Keempat, investasi dapat membuka peluang pendapatan sampingan alias passive income. Terakhir, investasi dapat mendukung pengembangan diri dan karier.

    (kil/kil)



    Sumber : finance.detik.com

  • 7 Kesalahan Ini Bikin Orang Susah Jadi Kaya!

    Jakarta

    Investor ternama sekaligus penulis buku “Rich Dad Poor Dad”, Robert Kiyosaki, ada sejumlah kesalahan pengelolaan keuangan yang sering dilakukan anak muda. Semisal tidak menginvestasikan uang yang ada karena merasa masih muda dan memiliki banyak waktu di masa mendatang.

    Selain itu dirinya juga selalu menyarankan para kaum muda untuk tidak memprioritaskan keinginan mereka dengan hanya melakukan pekerjaan yang disukai daripada membangun kekayaan sejak dini.

    Melansir New Trader U, Sabtu (22/2/2025), ini 7 kesalahan pengelolaan uang ala Robert Kiyosaki:


    1. Terlalu Fokus pada Pekerjaan yang Disukai

    Menurutnya saat ini terdapat banyak anak muda tumbuh dengan keyakinan bahwa kunci menuju kesuksesan dan kehidupan yang memuaskan adalah menemukan pekerjaan yang disukai.

    Namun, ia berpendapat hanya melakukan apa yang disukai dapat menghambat seseorang dalam membangun kekayaan dan mencapai kebebasan finansial.

    Kiyosaki berargumentasi bahwa generasi muda harus fokus terlebih dahulu pada investasi, perolehan aset, dan membangun aliran pendapatan pasif dibandingkan hanya mengejar passion dalam karir mereka.

    2. Tak Investasi Sejak Dini

    Kiyosaki mengatakan banyak konglomerat yang memperoleh kekayaan mereka dari aset yang menghasilkan pendapatan di luar pekerjaan sehari-hari mereka. Aset yang dimaksudnya ini seperti real estat, bisnis, royalti, dan investasi.

    Menurutnya seringkali generasi muda hanya fokus pada jenjang pendidikan yang baik dan meniti karier di perusahaan alih-alih berinvestasi pada aset yang sesuai dan memperoleh pendapatan pasif.

    3. Mengutamakan Semangat Dibanding Kebebasan Finansial

    Kaum muda saat ini cenderung fokus pada karier yang mereka sukai. Namun Kiyosaki memperingatkan bahwa hasrat ini dapat membawa mereka ke jalur finansial yang salah.

    Dia menyoroti bahwa terkadang Anda harus menunda kepuasan dan melakukan kerja keras yang mungkin tidak Anda sukai dalam jangka pendek untuk membangun kekayaan dalam jangka panjang.

    Sebagai contoh Kiyosaki sendiri tidak tertarik mempelajari ilmu akuntansi, hukum bisnis, dan investasi. Namun ia tahu bahwa memperoleh pengetahuan ini terkait hal-hal ini akan mempercepat kemampuannya menghasilkan pendapatan pasif dari aset seperti real estat dan kepemilikan bisnis.

    5. Hanya Bergantung pada Karier

    Kiyosaki menyarankan kaum muda untuk berinvestasi pada apa yang disukai daripada hanya mengejar karir di bidang yang mereka minati.

    “Meskipun Anda mungkin menyukai menulis atau seni, berinvestasi lah secara finansial pada aset yang dapat meningkatkan kekayaan Anda sehingga Anda dapat mengejar minat Anda sebagai karier,” tulis New Trader U dalam laporannya.

    Bagi Kiyosaki dengan cara seperti ini yang bersangkutan dapat menjalani pekerjaan yang disukai sambil tetap membangun kariernya sebagai wirausaha.

    6. Beralasan Masih Muda

    Kiyosaki mengatakan banyak orang menggunakan masa muda mereka sebagai alasan untuk menunda menginvestasikan waktu dan tenaga untuk membangun kekayaan.

    Mereka berpikir akan selalu ada waktu di masa depan setelah karier mereka mapan. Namun, ia menggarisbawahi bahwa semakin dini mulai memperoleh aset dan mengembangkan kecerdasan finansial, semakin mudah untuk membangun kekayaan besar seiring berjalannya waktu.

    7. Tak Banyak Luangkan Waktu untuk Belajar

    Kiyosaki menyoroti betapa sedikitnya waktu yang digunakan oleh kebanyakan orang untuk mempelajari ilmu keuangan dan investasi. Padahal menurutnya berbagai macam pengetahuan ini penting untuk mulai berinvestasi sejak dini.

    Ia mendesak generasi muda untuk mengambil tanggung jawab atas pendidikan keuangan mereka daripada menyerahkannya ke tangan sekolah tradisional. Dedikasikan waktu yang konsisten untuk mempelajari pengelolaan uang, penganggaran, dan investasi cerdas untuk membangun kekayaan.

    (fdl/fdl)



    Sumber : finance.detik.com

  • Apakah Financial Freedom Cuma Sekadar Mimpi buat Pekerja?


    Jakarta

    Untuk mencapai kebebasan secara finansial, bagi sebagian orang dirasa hampir tidak mungkin. Ditambah, jika gajinya tidak berbanding jauh dengan upah minimum regional (UMR). Namun, perencana keuangan justru menyatakan bukan tidak mungkin untuk bisa mencapai kebebasan finansia di masa pensiun, meskipun gaji tak terpaut jauh dari UMR.

    Perencana Keuangan Perencana Keuangan dari Tatadana Consulting, Tejasari, bilang bahwa berapapun besaran gaji kita, bisa jadi langkah buat mencapai kebebasan finansial yang kita inginkan. Hal ini lantaran kebebasan finansial atau financial freedom sangat berbeda buat tiap-tiap orang.

    “Financial freedom sangat berbeda untuk setiap orang, baik dalam jumlah Rupiah maupun kebebasan finansial yang mereka inginkan. Kalau kita menilainya secara finansial atau secara uang, maka tidak akan pernah ada batasan limit di langit ‘kan, ya,” ucapnya kepada detikcom.


    Menurut Tejasari, bagi setiap orang, kebebasan finansial sebenarnya bahkan bisa sangat sederhana. Tejasari bilang, berapapun gajinya, kebebasan finansial bisa digapai asalkan punya perencanaan dan komitmen yang baik.

    “Bagi setiap orang, sebenarnya kebebasan finansial bisa sangat sederhana sekali. Jadi, berapapun gajinya, asal kita bertekad membuat rencana dan mengejarnya, pasti akan bisa,” tambah Tejasari.

    Tejasari menyampaikan beberapa tips yang bisa diterapkan buat songsong masa pensiun dengan tenang. Salah satunya, dengan menyisihkan 20% dari nominal gaji untuk diinvestasikan yang sesuai dengan profil risiko kita.

    “Sisihkan di awal gajian 20% dari penghasilan kita, dan tempatkan di produk investasi yang sesuai dengan profil risiko kita. Kalau Rp 1 juta (20% dari gaji UMR Jakarta yang di kisaran Rp 5 juta), 30 tahun, target return 6% per tahun, maka future value-nya sekitar Rp 1 miliar,” terangnya.

    Tejasari mengelaborasi lebih lanjut, jika kita bisa meningkatkan profil risiko investasi kita, maka nominal Rp 1 juta untuk jangka waktu investasi 30 tahun dengan target return 10% per tahun, maka future value-nya menjadi Rp 2,2 miliar.

    “Lakukan secara konsisten setiap bulan pastinya, langsung saat kita menerima gaji dan ditempatkan di produk investasi yang legalitasnya jelas dan aman. Berikutnya, tentukan aset aktif apa yang kita ingin capai dalam financial freedom kita,” beber Tejasari.

    Aset aktif yang dimaksud Tejasari bisa berupa aset properti, surat berharga, atau pun bisnis. Tejasari bilang, dari aset aktif yang dipilih juga akan memberikan penghasilan secara rutin di masa pensiun.

    “Berikutnya, buat juga dana darurat dan bijak dalam mengambil utang. Pilih hanya utang produktif, jangan gunakan utang konsumtif. Karena, financial freedom dapat kita capai apabila kita memiliki dana darurat yang cukup, dan tentunya tanpa utang,” tandasnya.

    Sebagai informasi, beberapa waktu lalu HSBC Indonesia mengungkapkan riset soal nasabah tajir di Indonesia menganggap dana sebesar US$ 340.000 atau Rp 5,5 miliar (1 US$ = Rp 16.231) menjadi jumlah ideal untuk memasuki masa pensiun. Dana ini hanya cukup untuk keperluan sehari-hari.

    (hns/hns)



    Sumber : finance.detik.com

  • Dari Buruh Pengupas Mete Jadi Wisudawan Terbaik UB, Ini Kisah Annes

    Dari Buruh Pengupas Mete Jadi Wisudawan Terbaik UB, Ini Kisah Annes



    Jakarta

    Senyum bangga dan bahagia terlihat di wajah gadis ini saat momen wisuda di Universitas Brawijaya (UB). Namanya adalah Try Bhuwaneswari yang dinobatkan sebagai wisudawan terbaik prodi Pendidikan Teknologi Informasi UB.

    Perempuan yang akrab disapa Annes ini bukan datang dari keluarga berada. Ia berhasil meraih prestasi tersebut berkat perjuangannya dan keteguhan hati.

    “Saya bukan berasal dari keluarga berkecukupan. Sejak ayah meninggal saat saya berusia sembilan tahun, saya harus berjuang bersama keluarga untuk memenuhi kebutuhan hidup,” tutur Annes dikutip dari laman UB, Selasa (14/10/2025).


    Sudah Terbiasa Bekerja dari Kecil

    Sejak kecil, Annes sudah terbiasa menanggung tanggung jawab besar. Di usia ketika sebagian anak sibuk bermain, ia justru harus bekerja demi memenuhi kebutuhan hidupnya.

    Semasa SMA, Annes menghabiskan hari-harinya sebagai buruh kacip-pekerja pengupas mete-sembari tetap berjuang menuntaskan sekolah. Ketekunannya tak berhenti di situ. Berbekal kecerdasan dan semangat belajar tinggi, ia membuka les privat bagi anak-anak di sekitar rumahnya.

    “Pekerjaan itu memang berat, tapi saya jalani dengan ikhlas,” tutur Annes. “Saya tahu, satu-satunya jalan keluar dari keterbatasan adalah pendidikan.”

    Dari Jerih Payah Kini Jadi Prestasi

    Kerja keras itu akhirnya berbuah manis. Annes berhasil menyelesaikan kuliahnya dengan IPK 3,94 dan resmi menyandang gelar Wisudawan Terbaik Universitas Brawijaya Periode IV.

    Hal yang jauh lebih membanggakan adalah kini dirinya sudah bekerja di bidang yang sejalan dengan jurusannya. Dari sana ia kemudian semakin yakin bahwa perjuangan dan konsistensi tak pernah sia-sia.

    “Awalnya saya hanya ingin kuliah di bidang pendidikan saja, karena sejak SMA saya sudah sering menjadi asisten mengajar dan guru les. Tapi setelah masuk jurusan ini, saya justru jatuh cinta pada dunia teknologi,” kata Annes.

    Pekerjaan sekarang bagi Annes sangat membuatnya tertarik. Ia merasa sudah cukup banyak belajar selama 4 tahun di kampus untuk menjalankannya.

    “Butuh waktu hampir empat tahun untuk benar-benar bisa menikmati dunia baru ini,” tambahnya.

    Cita-Cita Sederhana, Semangat Luar Biasa

    Annes sudah melewati masa-masa sulitnya selama SMP, SMA dan kuliah. Setelah lulus, ia ingin memaksimalkan apa yang sudah dia peroleh dari bangku kuliah.

    Harapan Annes sekarang adalah ingin meraih kebebasan finansial (financial freedom). Besar harapan, Annes ingin menjadi orang yang memberikan inspirasi bagi banyak orang.

    “Cita-cita saya sederhana saya ingin anak-anak saya nanti tidak merasakan kesulitan seperti yang saya alami dulu,” harapnya.

    (cyu/pal)



    Sumber : www.detik.com