Tag: kementerian pendidikan

  • Ide Pakai ChatGPT Buat Tugas Kuliah Mahasiswa, Ingat Ini Caranya


    Jakarta

    Pemanfaatan teknologi AI seperti ChatGPT atau lainnya bisa membantu dalam banyak hal, jika digunakan dengan tepat dan bijaksana. Salah satunya adalah untuk membantu dalam menyusun tugas kuliah mahasiswa.

    Nah, etika penggunaan kecerdasan buatan generatif (generative AI/GenAI) di perguruan tinggi Indonesia sudah tertuang dalam panduan resmi yang dirilis Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Panduan ini berlaku bagi mahasiswa maupun dosen.

    Ada empat bidang etika penggunaan GenAI di dunia kampus, yaitu memerhatikan integritas akademik, keamanan dan keselamatan dalam pemanfaatannya, kesetaraan dan transparansinya, serta memerhatikan dampaknya pada lingkungan.


    Integritas Akademik

    Integritas akademik meliputi nilai kejujuran, kepercayaan, keadilan, sikap terhormat, tanggung jawab, dan keberanian, seperti dikutip dari Panduan Penggunaan Generative Artificial Intelligence (GenAI) pada Pembelajaran di Perguruan Tinggi oleh Kemendikburistek.

    Kejujuran dalam setiap interaksi pembelajaran memicu kepercayaan atas seseorang dan sesuatu di lingkungan akademik, rasa keadilan, perilaku saling menghormati, dan keberanian dalam mempertanggungjawabkan setiap perilaku dan tindakan pada civitas akademika.

    Simak rangkuman etika memakai AI di bawah ini di bidang menjaga integritas atau kejujuran secara akademik.

    Etika Memakai AI untuk Mahasiswa dan Dosen Bidang Integritas Akademik

    Sejumlah tools berfungsi untuk mendeteksi ketidakjujuran dalam menggunakan generative AI. Contohnya seperti Turnitin AI Detection, Copyleaks, GPTZero, dan lain-lain. Berikut cara menghindari ketidakjujuran dan lolos dari detector tools:

    • Tulis ulang setiap judul (kerangka tulisan) yang dihasilkan oleh generative AI dengan bahasa sendiri.
    • Pakai GenAI sebagai alat bantu penelusuran dan riset, bukan sebagai penghasil konten semata, sehingga mahasiswa tetap menjadi pemilik dan pengatur ide dan hasil pemikirannya sendiri.
    • Pertahankan gaya tulisan sendiri dan pertahankan sentuhan manusia dalam karya tulis dengan tidak sepenuhnya bergantung pada struktur kalimat yang dihasilkan oleh aplikasi seperti Grammarly.
    • Hindari aplikasi parafrase seperti Quillbot, susun kata-kata sendiri sehingga alur tulisan lebih terjaga, jelas dan koheren.
    • Pastikan struktur tulisan jelas, mulai dari pendahuluan, sitasi dan kesimpulan.
    • Pastikan sitasi benar saat mengutip argumentasi karya tulis lain agar tidak dianggap dan terdeteksi sebagai konten GenAI.
    • Hindari istilah, kata-kata kunci, maupun kata ganti yang sering dipakai generative AI.
    • Gunakan tools detector untuk cek manual dan menulis ulang bagian yang terdeteksi sebagai hasil GenAI itu sendiri.

    Etika Penggunaan AI oleh Mahasiswa untuk Dosen Bidang Integritas Akademik

    Sementara itu, terkait tugas mahasiswa dan pembelajarannya, dosen perlu:

    • Minta mahasiswa menggambarkan cara mereka menggunakan generative AI dalam menyelesaikan tugas, lalu tantangan, cara mengatasi, serta pengalaman penting yang didapat.
    • Minta mahasiswa berlatih membuat prompt yang efektif.
    • Minta mahasiswa kritis mengevaluasi hasil jawaban (output) generative AI dari sisi akurasinya, apakah dapat dipercaya atau ada bias, serta kualitasnya, dan lain-lain.
    • Wajibkan mahasiswa mengecek fakta, mengkritisi, menginvestigasi, dan mengedit/tulis ulang hasil jawaban generative AI.
    • Minta mahasiswa membandingkan hasil kerja mandiri dan hasil bantuan generative AI sehingga mereka dapat mengenali kelebihan, kecenderungan, dan perspektifnya sendiri, serta merefleksikan peran AI: gagal atau sukses berkontribusi dalam melengkapi pemikirannya.
    • Jelaskan ekspektasi atas tugas atau kegiatan yang diberikan secara tertulis, serta relevansinya.
    • Jelaskan kapan penggunaan generative Ai dibolehkan dan dilarang; saat dibolehkan, mahasiswa wajib mendokumentasikannya, mencantumkan atribusi, dan menunjukkan proses kritisnya dalam memverifikasi hasil jawaban generative AI.
    • Izinkan mahasiswa bersama-sama mengidentifikasi kesalahan, mengoreksi/revisi, dan merepresentasikan proses berpikirnya.
    • Buka kesempatan bagi mahasiswa untuk merevisi dan mengirim ulang tugasnya sehingga mendorong tumbuh-kembangnya.
    • Dorong komunikasi/penyampaian hasil tugas yang multimodal dan kreatif, misalnya berbentuk suara, memo, podcast, video, infografis, website, presentasi dan lain-lain.
    • Dorong mahasiswa untuk menghubungkan materi pembelajarannya dengan kehidupan nyata sehingga dapat lebih memotivasi mahasiswa untuk belajar dengan konteks personal.
    • Bangun “growth mindset” dengan melatih mahasiswa untuk menentukan sendiri sasaran belajarnya dan merefleksikan progres yang mereka capai sepanjang semester.

    (agt/agt)



    Sumber : inet.detik.com

  • Kemendikdasmen Sebut TKA Juga Punya Manfaat untuk Guru-Sekolah, Apa Saja?

    Kemendikdasmen Sebut TKA Juga Punya Manfaat untuk Guru-Sekolah, Apa Saja?



    Jakarta

    Direktur Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan dan Pendidikan Guru Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen GTKPG Kemendikdasmen) Nunuk Suryani sebut Tes Kemampuan Akademik (TKA) tidak hanya bermanfaat untuk murid, tetapi juga guru. Apa manfaat yang dimaksud?

    Bagi siswa, hasil TKA akan menunjukkan profil akademik yang terstandar dari tiap anak. Hasil akhir TKA tidak hanya nilai, tetapi juga penggambaran proses pembelajaran termasuk tentang kekuatan dan kelemahan mereka.

    “Misalnya lemah di literasi dan numerasi tapi kuat di desain. Jadi, ini akan menjadi bahan refleksi pribadi. Apakah strategi belajarnya sudah efektif atau perlu perbaikan,” ungkap Nunuk dikutip melalui postingan Instagram resminya, Selasa (30/9/2025).


    Sedangkan untuk guru, Nunuk menilai hasil TKA bisa menjadi cerminan kualitas pembelajaran. Jika hasilnya TKA siswa baik, berarti mencerminkan lima tugas pokok guru berhasil.

    “Dan jika nilai rapor tinggi tapi TKA rendah, ini jadi bahan refleksi. Guru bisa melakukan evaluasi apakah soal di kelas terlalu mudah atau fokus pembelajarannya masih hafalan. Ini untuk refleksi guru,” sambung Dirjen Nunuk.

    TKA Jadi Umpan Balik Merancang Metode Mengajar

    Lebih lanjut, Nunuk menyebut TKA bisa memberikan umpan balik atau feedback untuk guru dalam merancang metode mengajar. Ke depan, guru diharapkan bisa menggunakan metode mengajar yang lebih mendorong pemahaman konseptual dan keterampilan berpikir kritis siswa.

    “Jadi bukan hanya sekedar untuk siswa tapi bagi guru feedback yang luar biasa untuk bahan refleksi bagi guru. Sebenarnya itu sudah berhasilkah saya mendampingkan anak,” urai Nunuk lagi.

    Selain siswa dan guru, TKA juga bisa memberikan manfaat untuk sekolah. Hasil TKA bisa digunakan untuk memetakan mutu antar sekolah dan menjadi dasar sekolah menyusun program remedial, pengayaan, atau penguatan kurikulum.

    “Data TKA ini bisa dipakai sekolah untuk berdialog dengan orang tua tentang capaian akademik yang objektif. bukan hanya berdasarkan rapor internal,” tegasnya.

    Pada jangka panjang, Kemendikdasmen menegaskan hasil TKA akan sangat membantu sekolah dalam menjaga integritas penilaian. Sehingga, nilai rapor murid bisa selaras dengan kemampuan mereka di dunia nyata.

    Seperti yang diketahui, pendaftaran TKA masih dibuka hingga 5 Oktober 2025 mendatang. Siswa yang ingin mengikuti TKA bisa melakukan pendaftaran ke sekolah masing-masing.

    (det/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Mengenal TKA, Syarat Penentu Kelulusan Murid Sekolah Informal

    Mengenal TKA, Syarat Penentu Kelulusan Murid Sekolah Informal



    Jakarta

    Kini nilai rapor tidak hanya menjadi satu-satunya penentu di kelulusan Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Kini, nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) akan menjadi piranti tambahan dalam proses tersebut. Hal ini diungkapkan oleh Plt Kepala Pusat Asesmen Pendidikan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Rahmawati. Ia mengatakan jika TKA akan dijadikan alat validasi untuk membuktikan kualitas nilai rapor peserta.

    “Sudah ada kesepakatan dengan Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri bahwa mereka akan menggunakan TKA sebagai alat validator rapor,” kata Rahmawati dalam webinar “Kupas Tuntas TKA jenjang SMA dan Paket C Tahun 2025” di YouTube Direktor SMA, Kamis (28/8/2025).

    Lebih lanjut, Rahmawati menyebut jika sertifikat hasil Tes Kemampuan Akademik akan menjadi penentu kelulusan murid pendidikan informal. Seperti ditulis detikEdu, pendidikan informal dalam hal ini adalah murid homeschooling yang tidak belajar di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) atau sanggar belajar. Pendidikan informal, SHTKA akan memuat informasi tentang pernyataan murid itu lulus atau tidak.


    Nantinya, Sertifikat Hasil TKA atau SHTKA akan memperlihatkan skor dan kategori yang akan memetakan kemampuan murid. Beberapa kategorinya antara lain mahir, baik, cakap, memadai, dan kurang.

    Meski demikian, pihaknya menegaskan jika TKA tidak akan secara signifikan mengganti kriteria-kriteria yang sebelumnya jadi standar kelulusan SNBP. TKA hanya memvalidasi nilai rapor siswa.

    “Ternyata ada anak yang oke banget ternyata nilai literasi dan numerasi di AN biasa-biasa aja. Tapi sebaliknya ada juga ya, nilai rapornya ternyata biasa-biasa aja dari sekolah yang standarnya ketat dan cukup tinggi tapi begitu di tes dengan literasi numerasi AN, ternyata oke sekali,” kata Rahmawati.

    Lalu sejauh mana hal ini akan memberi dampak sistem pendidikan Indonesia? Sejauh mana para murid terdampak atas aturan ini? Ikuti diskusinya dalam Editorial Review.

    Beralih ke Sumatera Utara, detikSore akan mengulas polemik soal aturan penggunaan plat BK dan BB di sana. Hal ini berkaitan dengan adanya video yang beredar yang menampilkan Asisten Administrasi Umum Setda Sumut Muhammad Suib memberhentikan sebuah truk plat BL dan meminta diganti ke plat BK di Kabupaten Langkat.

    “Seluruh kendaraan yang beroperasi di Sumatera Utara, dan berusaha di Sumatera Utara, berharap bahwa semua pelat kendaraannya hendaknya pelat kendaraan Sumatera Utara agar pajak kendaraannya menjadi penyumbang PAD Sumatera Utara,” kata Asisten Administrasi Umum Pemprov Sumut Muhammad Suib dalam video yang diterima detikSumut, Senin (29/9).

    Lalu bagaimana kabar terbaru atas polemik ini? Apakah ada tindak lanjut dari pihak-pihak yang berkepentingan terkait hal ini? Ikuti laporannya dalam Berita Nusantara.

    Dalam rangka memperingati Hari Batik, detikSore akan menghadirkan pengrajin Batik Marunda. Nama Irma G. Sinurat dikenal tidak hanya pengrajin tetapi juga pembina para pengrajin Batik Marunda yang semakin mendunia.

    Sebagai pemberdaya perempuan di kawasan utara Jakarta, kinerja Irma G. Sumirat diakui mendorong perekonomian masyarakat. Lewat tangan-tangan perempuan pengrajin yang ia dampingi, kain-kain seni itu bisa bernilai jutaan rupiah. Bagaimana dirinya menciptakan ekosistem Batik di Jakarta? Temui Irma dalam Sunsetalk.

    Ikuti terus ulasan mendalam berita-berita hangat detikcom dalam sehari yang disiarkan secara langsung langsung (live streaming) pada Senin-Jumat, pukul 15.30-18.00 WIB, di 20.detik.com dan TikTok detikcom. Jangan ketinggalan untuk mengikuti analisis pergerakan pasar saham jelang penutupan IHSG di awal acara. Sampaikan komentar Anda melalui kolom live chat yang tersedia.

    “Detik Sore, Nggak Cuma Hore-hore!”

    (far/vys)



    Sumber : www.detik.com

  • Pendaftaran KIP Kuliah 2025 Bakal Tutup Oktober Ini, Jangan Sampai Terlewat!

    Pendaftaran KIP Kuliah 2025 Bakal Tutup Oktober Ini, Jangan Sampai Terlewat!



    Jakarta

    Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) telah meluncurkan bantuan pendidikan bagi mahasiswa bernama Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Untuk tahun ini, pendaftaran KIP Kuliah akan segera ditutup pada 31 Oktober 2025.

    Bantuan KIP Kuliah adalah beasiswa yang diberikan kepada mahasiswa baru dari latar belakang ekonomi kurang mampu. Dengan bantuan ini, mahasiswa bisa kuliah gratis hingga lulus.


    Ingin mendaftar KIP Kuliah? Cek informasinya di bawah ini.

    Besaran Bantuan KIP Kuliah

    Menurut Pedoman Pendaftaran KIP Kuliah 2025, bantuan KIP Kuliah termasuk:

    Biaya Pendidikan

    – Prodi dengan akreditasi Unggul atau A atau internasional maksimal Rp 8.000.000 dan khusus kedokteran Rp 12.000.000
    – Prodi akreditasi Baik Sekali atau B maksimal Rp 4.000.000
    – Prodi akreditasi Baik atau C maksimal Rp 2.400.000

    Biaya Hidup

    Biaya hidup dibedakan menjadi lima klaster sesuai wilayah perguruan tinggi, yakni:

    – Klaster 1: Rp 800.000
    – Klaster 2: Rp 950.000
    – Klaster 3: Rp 1.100.000
    – Klaster 4: Rp 1.250.000
    – Klaster 5: Rp 1.400.000

    Syarat Penerima KIP Kuliah 2025

    1. Lulusan SMA/SMK/sederajat pada tahun berjalan atau maksimal 2 tahun sebelumnya
    2. Lulus seleksi penerimaan mahasiswa baru lewat semua jalur pada PTN vokasi atau PTN akademik yang terakreditasi secara resmi
      – Mahasiswa dari panti sosial atau panti asuhan
      – Mahasiswa yang pendapatan gabungan orang tuanya maksimal Rp 4 juta tiap bulan dan jika dibagi untuk semua anggota keluarga maksimal Rp 750.000
      – Memiliki surat keterangan tidak mampu (SKTM) yang dikeluarkan pemerintah disertai bukti foto rumah dan rekening listrik

    Cara Daftar KIP Kuliah 2025

    1. Masuk ke laman https://kip-kuliah.kemdiktisaintek.go.id dan buat akun
    2. Masukkan data Nomor Induk Kependudukan (NIK), Nomor Induk Siswa Nasional (NISN), dan Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN)
    3. Masukkan email yang aktif
    4. Sistem KIP Kuliah akan memvalidasi NIK, NISN, dan NPSN
    5. Jika proses berhasil, sistem akan mengirimkan nomor pendaftaran dan kode akses ke email
    6. Masuk kembali ke laman KIP dan masukkan nomor pendaftaran dan kode akses
    7. Isi data-data yang diperlukan
    8. Pilih jenis masuk PTN (SNBP/SNBT/seleksi mandiri)
    9. Submit data
    10. Mahasiswa tinggal menunggu verifikasi dari sistem dan perguruan tinggi

    Jika diterima sebagai penerima KIP Kuliah, akan diinformasikan lebih lanjut oleh perguruan tinggi

    Jadwal Seleksi KIP Kuliah 2025

    Pendaftaran: 3 Februari-31 Oktober 2025

    Seleksi KIP di perguruan tinggi: 1 Juli-31 Oktober 2025

    Penetapan penerima baru: 31 Oktober 2025

    Demikian informasi mengenai pendaftaran KIP Kuliah 2025. Jangan sampai terlewat, ya!

    (nir/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Kemdiktisaintek Buka Program Magang Perencanaan dan Kerja Sama 2025, Daftar Yuk!

    Kemdiktisaintek Buka Program Magang Perencanaan dan Kerja Sama 2025, Daftar Yuk!


    Jakarta

    Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) buka pendaftaran program Magang Perencanaan dan Kerja Sama (Marenma) 2025 batch 1. Pendaftaran secara daring hingga 12 Oktober 2025.

    Marenma menjadi program magang Kemdiktisaintek yang dikhususkan untuk mahasiswa aktif, terutama yang memiliki mata kuliah wajib magang atau salah satu syarat kelulusan. Selama magang, mahasiswa diharuskan datang ke kantor pada Senin-Jumat selama periode magang Oktober 2025-Januari 2026.

    Dikutip dari postingan Instagram Kemdiktisaintek, Selasa (7/10/2025) berikut informasinya.


    Syarat Daftar Marenma Kemdiktisaintek 2025

    Syarat Umum

    • Mahasiswa aktif pada perguruan tinggi di bawah Kemdiktisaintek.
    • Memiliki mata kuliah wajib untuk mengikuti Program Kerja Lapangan atau magang dari perguruan tinggi masing-masing atau magang sebagai salah satu persyaratan untuk kelulusan.
    • Dapat bekerja secara individual ataupun dalam tim.
    • Diutamakan memiliki alat kerja pribadi sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.
    • Diutamakan berdomisili di area Jabodetabek dan siap untuk datang ke kantor.

    Syarat Dokumen

    • Surat pengantar yang ditandatangani oleh pimpinan perguruan tinggi dan ditujukan kepada Substansi Hubungan Masyarakat, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dengan menyertakan posisi magang yang dilamar.
    • CV yang memuat pas foto terbaru.
    • Surat kesediaan diri untuk mengikuti program magang hingga selesai dan menjalankan semua tugas dengan baik yang ditandatangani di atas meterai.

    Syarat Khusus

    • Menguasai bahasa Indonesia dengan baik dan benar sesuai ejaan yang disempurnakan (EYD).
    • Menguasai Microsoft Office (Word, Excel, PowerPoint, dan lainnya).
    • Menguasai berbagai program desain diutamakan Photoshop dan Canva.
    • Menguasai dan mampu mengaplikasikan prinsip dasar desain visual.
    • Mampu membuat visualisasi dari pesan yang ingin disampaikan.
    • Memiliki pengetahuan/pengalaman terkait konten-konten laman (untuk website) akan menjadi nilai tambah.
    • Memiliki kemampuan bahasa Inggris yang baik.

    Cara Daftar Marenma Kemdiktisaintek 2025

    Berkas persyaratan administratif/dokumen dapat dikirimkan secara daring dengan cara:

    1. Kunjungi tautan https://bit.ly/Magang_Birorenkerma.

    2. Isi data yang dibutuhkan, dari nama lengkap, alamat, jenis kelamin, nama perguruan tinggi, dan nomor induk mahasiswa (NIM).

    3. Unggah dokumen yang disyaratkan, seperti:

    • Surat pengantar yang ditandatangani oleh pimpinan perguruan tinggi dan ditujukan Kepada Biro Perencanaan dan Kerja Sama, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
    • Kartu Tanda Mahasiswa dan Kartu Rencana Studi yang melampirkan Mata Kuliah Magang/KKL/Job Training/dan lainnya.
    • CV yang memuat pas foto terbaru.
    • Surat kesediaan diri untuk mengikuti program magang hingga selesai dan menjalankan semua tugas dengan baik yang ditandatangani diatas materai.

    4. Klik “Submit” untuk mengirim lamaran.

    Jadwal Pendaftaran Marenma Kemdiktisaintek 2025

    • Pendaftaran: hingga 12 Oktober 2025 pukul 23.59 WIB
    • Seleksi berkas: 13-14 Oktober 2025
    • Wawancara: 15 Oktober 2025
    • Penetapan tim Marenma Batch 1 Tahun 2025: 18 Oktober 2025

    Demikianlah informasi tentang program magang Marenma Kemdiktisaintek 2025. Selamat mendaftar detikers!

    (det/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Sekolah Garuda Diresmikan Hari Ini, Tersebar di 16 Titik

    Sekolah Garuda Diresmikan Hari Ini, Tersebar di 16 Titik


    Jakarta

    Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) resmi meluncurkan Sekolah Garuda pada hari ini, Rabu (8/10/2025). Sekolah Garuda terletak di 16 titik lokasi di seluruh Indonesia.

    Sekolah Garuda ini terdiri dari SMAN 10 Fajar Harapan Banda Aceh, SMAS Unggul Del Toba, MAN Insan Cendekia (IC) Ogan Komering Ilir, SMAN Unggulan (SMANU) MH Thamrin Jakarta, SMA Cahaya Rancamaya Bogor, dan SMA Pradita Dirgantara Boyolali.

    Kemudian, ada juga SMA Taruna Nusantara Magelang, SMA Banua Kalsel Banjarbaru, SMAN Siwalima Ambon, MAN IC Gorontalo, SMA Averos Sorong, dan SMAN 10 Samarinda.


    Di Jakarta, peluncuran Sekolah Garuda dilakukan di SMAN Unggulan MH Thamrin. Peresmian dilakukan langsung oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti.

    “Kami melakukan pengenalan ya, Sekolah Garuda harapan baru untuk pendidikan unggul di Indonesia. Ya tentu ini adalah salah satu program dari Bapak Presiden,” ujar Brian di SMAN Unggulan MH Thamrin, Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (8/10/2025).

    Sekolah Persiapan Masuk Kampus Terbaik Dunia

    Sekolah Garuda merupakan salah satu program unggulan dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) atau Quick Win Presiden Prabowo Subianto yang berfokus pada pengembangan talenta di bidang sains dan teknologi di Indonesia.

    Brian mengatakan ada dua skema Sekolah Garuda, yakni Sekolah Garuda baru dan Sekolah Garuda hasil transformasi dari sekolah-sekolah yang ada.

    “Harapannya bisa mencetak SDM-SDM unggul untuk berkompetisi dengan SDM-SDM dari negara lain,” ujarnya.

    Sekolah Garuda dirancang sebagai lembaga pendidikan prauniversitas dengan sistem berasrama setingkat SMA. Sekolah ini menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis science, technology, engineering, and mathematics (STEM).

    “Sehingga nantinya mereka-mereka itu akan bisa menimba ilmu dari tempat-tempat yang memang memiliki keunggulan,” kata Brian.

    Diketahui, tujuan utama Sekolah Garuda adalah menyiapkan generasi muda Indonesia agar mampu bersaing dan melanjutkan pendidikan ke universitas-universitas terbaik, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

    Dalam perencanaannya, Sekolah Garuda diharapkan menjadi wadah bagi siswa berprestasi untuk mengasah kemampuan akademik sekaligus karakter kepemimpinan dan kemandirian. Melalui kurikulum berbasis penelitian dan teknologi, sekolah ini diharapkan dapat melahirkan inovator masa depan yang mampu menjawab tantangan zaman.

    4 Sekolah Garuda Baru, Punya Asrama

    Selain itu, lingkungan berasrama akan menjadi sarana pembentukan disiplin, tanggung jawab, serta semangat kebangsaan bagi para peserta didik.

    Untuk tahun ajaran 2026/2027, Sekolah Garuda direncanakan akan mulai dibangun di empat lokasi strategis di berbagai wilayah Indonesia. Keempat titik pembangunan tersebut dipilih dengan mempertimbangkan pemerataan akses pendidikan berkualitas di berbagai daerah.

    Adapun empat lokasi pertama yang akan menjadi tempat berdirinya Sekolah Garuda adalah: Belitung Timur di Kepulauan Bangka Belitung, Timor Tengah Selatan di Nusa Tenggara Timur, Konawe di Sulawesi Tenggara, serta Bulungan di Kalimantan Utara.

    Pemilihan keempat daerah tersebut diharapkan dapat menjadi titik awal penyebaran pusat-pusat pendidikan unggulan yang mampu melahirkan generasi muda berprestasi di berbagai penjuru Indonesia.

    “Jadi nantinya harapannya anak-anak dari SMA-SMA Garuda, baik transformasi maupun yang sekolah unggulan Garuda, bisa menjadi masyarakat di sekolah-sekolah perguruan tinggi-perguruan tinggi unggulan di dunia,” ujarnya.

    (cyu/twu)



    Sumber : www.detik.com

  • Materi Simulasi TKA SMA 2025, Cek Buat Referensi Belajar

    Materi Simulasi TKA SMA 2025, Cek Buat Referensi Belajar



    Jakarta

    Simulasi TKA SMA 2025 telah dimulai pada Senin (6/10) lalu. Sebagai referensi belajar, cek daftar materi simulasi TKA SMA di sini.

    Seperti diketahui, Tes Kemampuan Akademik (TKA) merupakan metode baru dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk menilai pemahaman siswa se-Indonesia. Namun, berbeda dengan Ujian Nasional (UN) ataupunAsesmen Nasional (AN),TKA tidak wajib diikuti dan bukan merupakan syarat kelulusan.


    Selain itu, TKA dijadikan syarat dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan bisa digunakan untuk mengikuti seleksi PTN lainnya. Tak heran jika siswa ramai-ramai mengikuti tes terstandar ini.

    Sebelum mengikuti TKA, para siswa wajib mengikuti simulasi TKA yang sudah digelar pada Senin (6/10) lalu. Nah, apa saja materi simulasi TKA SMA 2025 yang harus dipelajari? Simak di bawah ini.

    Materi Simulasi TKA SMA 2025

    Mata Pelajaran Wajib

    1. Matematika

    Bilangan
    Aljabar
    Geometri dan pengukuran
    Data dan peluang
    Trigonometri.

    2. Bahasa Indonesia

    Teks informasi berbentuk tunggal maupun jamak yang berisi fakta, konsep, prosedur, dan metakognisi dari berbagai bidang atau topik, genre, dan konteks pada skala lokal, nasional, dan global
    Teks informasi berupa realisme atau absurd, dengan latar cerita konkret atau abstrak, tokoh dengan karakter bulat, konflik tunggal atau jamak dengan penyelesaian terbuka, alur campuran, dan sudut pandang campuran.
    Karakteristik kosakata: kata khusus dan kata umum, kata berimbuhan kompleks, kata abstrak, makna denotatif, istilah teknis, konotatif konteks luar
    Karakteristik kalimat: 8-12 kata per kalimat dengan kalimat kompleks berbagai pola dan kalimat intervensi.
    Karakteristik wacana: konjungsi antarparagraf makanan “pertentangan” dan “sebab akibat”, serta tanda baca untuk mendukung ungkapan dan makna, dengan panjang teks 250-300 kata (kecuali teks puisi).

    3. Bahasa Inggris

    Teks descriptive
    Teks recount
    Teks narrative
    Teks procedure
    Tek analytical exposition.

    Mata Pelajaran Pilihan

    1. Matematika Tingkat Lanjut

    Aljabar
    Geometri dan pengukuran
    Kalkulus.

    2. Bahasa Indonesia Tingkat Lanjut

    Teks informal tunggal maupun jamak
    Teks fiksi realisme atau absurd
    Kosakata
    Kalimat kompleks berbagai pola
    Wacana.

    3. Bahasa Inggris Tingkat Lanjut

    Teks exposition
    Teks discussion.

    4. Fisika

    Kinematika
    Dinamika
    Fluida
    Gelombang
    Kalor dan termodinamika

    Kelistrikan
    Fenomena fisika
    Makhluk hidup
    Teknologi
    Percobaan/penyelidikan.

    5. Kimia

    Kimia dasar
    Kimia analitik
    Kimia fisik
    Kimia organik
    Proses ilmiah
    Konsep dan teori kimia
    Interpretasi data ilmiah
    Evaluasi bukti ilmiah
    Perkembangan ilmu kimia
    Proses kimia di rumah tangga
    Kimia dalam makanan dan minuman
    Kimia dalam kesehatan dan kecantikan
    material dan sifatnya
    Perubahan kimia dan fisika di lingkungan sekitar
    Polusi air, udara, dan tanah
    Efek rumah kaca dan perubahan iklim
    Hujan asam
    Penipisan lapisan ozon
    Pengelolaan limbah kimia
    Energi alternatif dan berkelanjutan
    Proses pembuatan bahan kimia dasar
    Industri petrokimia
    Industri makanan dan minuman
    Industri farmasi
    Prinsip-prinsip teknik kimia.

    6. Biologi

    Keanekaragaman hayati
    Sel metabolisme
    Proses-proses pada makhluk hidup
    Keterampilan proses
    Topik kesehatan, lingkungan, pertanian, maupun sosiokultural.

    7. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

    Pancasila
    Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945
    Bhinneka Tunggal Ika
    Komitmen terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.

    8. Ekonomi

    Konsep dasar ilmu ekonomi
    Ekonomi mikro dan makro
    Ekonomi internasional
    Akuntansi keuangan dasar.

    9. Geografi

    Wilayah tempat tinggal dan lingkungan sekitar
    Proses-proses yang memengaruhi lingkungan fisik dan sosial
    Interaksi antar faktor/gejala fisik alam dan manusia yang berdampak bagi kehidupan
    Cara mitigasi dan adaptasi terhadap bencana alam di lingkungan tempat tinggal dan negaranya
    Fenomena geografi dalam kehidupan sehari-hari dan menarik manfaatnya.

    10. Sosiologi

    Sosiologi sebagai ilmu
    Hubungan dan gejala sosial
    Penelitian sosial
    Kelompok sosial
    Perubahan sosial dan globalisasi.

    11. Sejarah

    Pengantar ilmu sejarah
    Periode kerajaan Hindu-Buddha dan Islam
    Perlawanan terhadap bangsa Eropa
    Pergerakan nasional sampai proklamasi kemerdekaan
    Revolusi kemerdekaan indonesia sampai demokrasi terpimpin
    Orde baru sampai reformasi.

    12. Antropologi

    Pengantar dan ruang lingkup antropologi
    Etnografi
    Masyarakat multikultural
    Perubahan sosial budaya
    Antropologi sosial dan antropologi budaya
    Kearifan lokal dan tradisi lisan.

    13. Bahasa Prancis

    Ungkapan salam dan berpamitan
    Ungkapan selamat dan harapan
    Menyatakan opini
    Kosakata angka
    Pemberitahuan
    Perkenalan diri dan aktivitas sehari-hari
    Keberadaan orang dan benda
    Instruksi tanda dan rambu
    Karakteristik seseorang
    Kosakata benda dan bangunan publik.

    14. Bahasa Jerman

    Teks tulis sederhana berbentuk naratif, deskripsi, dan dialog
    Teks fungsional, seperti formulir, kartu identitas, jadwal pelajaran, email, pemberitahuan, iklan singkat, papan petunjuk, agenda kegiatan/buku harian, tiket perjalanan, jadwal perjalanan, resep makanan, brosur, statistik sederhana, dan rencana pembelajaran.

    15. Bahasa Jepang

    Teks interpersonal/transaksional, pengumuman, pesan singkat, deskripsi orang dan tempat.
    Topik yang meliputi persalaman, perkenalan diri, waktu, keluarga, kemampuan, kehidupan sekolah, rumah, kehidupan sehari-hari, hobi, dan waktu senggang.

    16. Bahasa Mandarin

    Mengidentifikasi Hanyu Pinyin, kosakata, guratan, serta makna kata dalam kalimat sederhana
    Menemukan dan memahami informasi penting yang disajikan secara eksplisit dalam teks tingkat dasar
    Melengkapi kalimat atau teks rumpang
    Menyusun kosakata menjadi kalimat sederhana
    Mengurutkan kalimat acak menjadi teks sederhana
    Menyimpulkan informasi implisit dari teks atau gambar
    Menganalisis penggunaan tata bahasa dalam kalimat.

    17. Bahasa Korea

    Memahami huruf Hangeul dan tata bahasa dasar pada kata, frasa, atau kalimat sederhana
    Memahami fakta/informasi tersirat pada kalimat atau teks sederhana
    Menyusun urutan kata atau kalimat
    Mengkategorikan fakta/informasi dari kalimat atau teks sederhana
    Menyimpulkan fakta/informasi tersirat
    Menyimpulkan hubungan sebab akibat atau perbandingan
    Mengaplikasikan penggunaan tata bahasa.

    18. Bahasa Arab

    Mengidentifikasi informasi tersurat dalam teks
    Menentukan sinonim atau antonim kata dalam suatu kalimat
    Menentukan arti kosakata dalam konteks kalimat tertentu
    Mengurutkan kalimat acak
    Menyimpulkan informasi atau makna tersirat dalam teks
    Menjelaskan topik atau ide pokok
    Menyimpulkan makna teks berdasarkan gramatika bahasa Arab.

    19. Produk atau Projek Kreatif dan Kewirausahaan SMK dan MAK

    Kegiatan produksi, pemasaran, dan distribusi
    Pengelolaan usaha.

    Informasi lebih lengkap terkait kisi-kisi ini bisa diakses melalui tautan https://pusmendik.kemendikdasmen.go.id/tka/tka/view/mata-pelajaran-wajib/sma.

    Cara Mengikuti Simulasi TKA 2025

    1. Buka https://pusmendik.kemdikbud.go.id/tka/simulasi_tka.

    2. Pilih jenjang pendidikan SD, SMP, SMA, MI, MTs, MA, SMK, MAK, atau yang sederajat sesuai jenjang siswa saat ini.

    3. Pilih jenis mata pelajaran wajib atau mata pelajaran pilihan.

    4. Pilih nama mata pelajaran yang ingin disimulasikan

    5. Klik “Mulai Simulasi”.

    6. Sistem memberi username dan password, klik”Login”, lalu klik simpan username dan password

    7. Salin token, ketikkan nama dan tanggal lahir, tempel token, lalu klik “Submit”.

    8. Muncul pop-up “Konfirmasi Tes”, cek kembali nama tes, status tes, waktu tes, dan alokasi waktu tes 15 menit, lalu klik “Mulai”.

    9. Jawab soal hingga selesai.

    10. Muncul pop-up”Konfirmasi Tes” setelah selesai simulasi, klik “Selesai Tes” untuk menyudahi atau klik “Kembali” untuk kembali ke halaman tes.

    11. Siswa dialihkan ke halaman awal Simulasi TKA.

    Itulah bocoran materi simulasi TKA SMA 2025. Selamat belajar!

    (nir/twu)



    Sumber : www.detik.com

  • Ilmuwan Top 2% Dunia dari UGM Bagi Pesan buat Calon Anak STEM, Siap Pilih Jurusan?

    Ilmuwan Top 2% Dunia dari UGM Bagi Pesan buat Calon Anak STEM, Siap Pilih Jurusan?


    Jakarta

    Jelang pendaftaran seleksi perguruan tinggi berupa Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), calon mahasiswa baru mungkin tengah mempertimbangkan berbagai opsi jurusan.

    Salah satu World’s Top 2% Scientist versi Stanford University dan Elsevier dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Eka Noviana memiliki pesan buat calon mahasiswa baru 2026, supaya tidak salah jurusan.

    Selain menggali minat dan bertanya kepada orang-orang lain yang sudah lebih berpengalaman dalam suatu jurusan, ia menyarankan untuk melakukan perbandingan.


    “Kita bisa compare nih, kalau misalnya bekerja di sini itu butuhnya apa gitu, kira-kira menarik nggak buat kita,” jelasnya kepada awak media di Fakultas Farmasi UGM dalam rangka acara “Blusukan: Mengunjungi Dosen Inspiratif” pada Sabtu (11/10/2025) yang diadakan oleh ParagonCorp, bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

    Tips untuk Calon Mahasiswa Baru yang Pilih STEM

    Bagi yang nantinya memilih jurusan bidang science, technology, engineering, and mathematics (STEM), Eka mengingatkan di bidang STEM selalu ada trial (percobaan) dan pasti banyak mengalami kegagalan, tetapi itu tidak apa-apa.

    “Sebenarnya kegagalan itu kan kita belajar ya, pasti ada hal yang kita pelajari. Setidaknya kita belajar untuk tidak melakukan hal yang tidak seharusnya kita lakukan,” ucap lulusan University of Arizona itu.

    “Jadi nggak apa-apa dinikmati aja, kalau capek ya nggak apa-apa,” pesannya.

    Eka mengingatkan agar para mahasiswa STEM kelak menikmati prosesnya saja karena sudah berangkat dengan tujuan mulia.

    “Sekali lagi tujuan kita kan tadi mulia ya. Kita mau mengembangkan sesuatu yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Jadi kayak niat kita aja udah mulia, jadi prosesnya ya dinikmati aja, kegagalan itu dinikmati aja karena itu satu tahap kita menuju kesuksesan nantinya,” ungkapnya.

    Apa yang Perlu Disiapkan Jika Ingin Masuk Farmasi?

    Bagi calon mahasiswa baru yang ingin masuk STEM, Eka menyampaikan untuk tidak perlu khawatir, yang penting sudah punya gambaran terkait jurusan ini.

    “Jadi ketika mau daftar farmasi, (cari tahu) besok sebenarnya farmasi tuh apa aja sih kesempatan kerjanya, kira-kira menyenangkan nggak, kira-kira sesuai passionnya nggak,” ujar Eka.

    (nah/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Insentif Guru Honorer Naik Jadi Rp 400 Ribu per Bulan pada 2026

    Insentif Guru Honorer Naik Jadi Rp 400 Ribu per Bulan pada 2026


    Jakarta

    Ada kabar baik untuk para guru honorer dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Pada 2026, Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan insentif guru honorer naik menjadi Rp 400 ribu per bulan.

    Menteri Mu’ti menyebut, insentif bagi guru honorer merupakan suatu hal baru yang ada di 2025. Tahun ini, insentif diberikan untuk lebih dari 300 ribu guru yang masing-masingnya menerima Rp 300 ribu.

    “Tahun ini untuk 7 bulan diberikan satu kali pada bulan Juli yang lalu, sehingga masing-masing guru honorer menerima Rp 2,1 juta untuk tahun 2025,” tutur Mu’ti dalam acara Taklimat Media Setahun Kemendikdasmen di Plaza Insan Berprestasi, Gedung A Kemendikdasmen, Jakarta pada Rabu, (22/10/2025).


    Ditambah Rp 100 Ribu

    Untuk tahun anggaran 2026, Mendikdasmen mengucapkan terima kasih atas perjuangan Komisi X DPR RI karena tunjangan atau insentif guru honorer naik Rp 100 ribu. Dengan demikian, mulai 2026, guru honorer akan mendapatkan insentif Rp 400 ribu per bulan yang ditransfer ke rekening masing-masing.

    “Ini merupakan terobosan-terobosan yang Alhamdulillah dapat kita lakukan mulai tahun-tahun ini dan tahun-tahun yang akan datang,” jelasnya.

    Dalam paparan yang disampaikan oleh Menteri Mu’ti, pada 2025 bantuan insentif telah disalurkan sebesar Rp 736,31 miliar kepada 347.383 guru. Target dari bantuan ini pada dasarnya 363.680 guru, sehingga tingkat capaian dari program ini di 2025 adalah 95,5%.

    Berbagai Tunjangan Guru Kemendikdasmen di 2025

    Kemendikdasmen memberikan berbagai tunjangan untuk guru ASN maupun Non ASN di 2025, adapun rinciannya adalah:

    Aneka Tunjangan Guru Non ASN

    1. Tunjangan Profesi Guru (TPG)

    Telah disalurkan Rp 6,56 triliun kepada 395.967 guru dari target 392.802 guru. Tingkat capaian dari program ini adalah 100,8%. TPG di 2025 naik dari semula Rp 1,5 juta/bulan menjadi Rp 2 juta/bulan yang disalurkan langsung ke rekening guru.

    2. Tunjangan Khusus Guru (TKG)

    TKG untuk guru di daerah 3T telah disalurkan sebesar Rp 337,28 miliar kepada 26.763 guru dari target 28.892 guru. Tingkat capaian dari program ini adalah 92,6%.

    3. Bantuan Insentif

    Telah disalurkan Rp 736,31 miliar kepada 347.383 guru dari target 363.680 guru. Tingkat capaian 95,5%. Insentif guru non ASN diberikan kepada guru non ASN yang belum memiliki sertifikasi pendidik.

    Bantuan ini dilakukan perluasan cakupan penerima insentif guru yang semula 57 ribu guru menjadi 363.680 guru.

    4. Bantuan Subsidi Upah (BSU)

    Telah disalurkan Rp 143,44 miliar kepada 239.061 guru PAUD Nonformal dari target 253.407 guru. Tingkat capaian 94,3%. Pendidik PAUD nonformal nonASN menerima BSU sebesar Rp 600 ribu sebagai bagian dari kebijakan stimulus ekonomi.

    Aneka Tunjangan Guru ASN

    1. Tunjangan Profesi Guru (TPG)

    Telah disalurkan Rp 34,70 triliun kepada 1.460.952 guru.

    2. Tunjangan Khusus Guru (TKG)

    TKG untuk guru di daerah 3T telah disalurkan sebesar Rp 1,15 triliun kepada 56.134 guru.

    3. Dana Tambahan Penghasilan (DTP)

    Untuk guru ASN Daerah telah disalurkan Rp 220,75 miliar kepada 147.245 guru.

    (det/faz)



    Sumber : www.detik.com

  • Sekolah Bakal Punya 6 Papan Interaktif Digital per 2029

    Sekolah Bakal Punya 6 Papan Interaktif Digital per 2029



    Jakarta

    Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah mendistribusikan sebanyak 64.072 Interactive Flat Panel (IFP) atau papan interaktif digital ke sekolah-sekolah di seluruh di Indonesia.

    IFP adalah perangkat yang digunakan untuk mendukung pembelajaran agar lebih interaktif dan kolaboratif. IFP menjadi media pembelajaran yang relevan dengan perkembangan digital saat ini.

    Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan pihaknya menargetkan sebanyak sebanyak 6 IFP sudah disalurkan ke masing-masing sekolah pada 2029.


    “Tahun berikutnya dua (2027-2029). Sehingga, diharapkan dalam rentang waktu lima tahun ada enam (IFP) di masing-masing sekolah,” katanya di Plaza Insan Berprestasi, Gedung A Kemendikdasmen, Jakarta pada Rabu, (22/10/2025).

    Penambahan IFP Dimulai Tahun Depan

    Ditambahkan oleh Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ulhaq, pengadaan IFP merupakan bagian dari program digitalisasi pendidikan yang menjadi salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto.

    Rencananya, IFP akan mulai ditambah ke sekolah-sekolah mulai 2026. Layar pintar ini khususnya menyasar sekolah di wilayah terluar, terdalam, dan tertinggal (3T).

    “Dalam rapat kabinet tadi sore, beliau meminta agar jumlah IFP ditambah pada tahun depan agar semakin banyak sekolah di seluruh daerah, termasuk wilayah 3T, bisa menikmati pembelajaran digital yang setara,” kata Fajar dalam keterangannya, Selasa (21/10/2025).

    Wamen Fajar: IFP Dukung Deep Learning

    Menurut Fajar, IFP tak didatangkan ke sekolah begitu saja. Selain mendorong pembelajaran secara lebih digital dan adaptif, IFP juga akan membantu pembelajaran mendalam (deep learning).

    IFP menurut Fajar akan terintegrasi dengan platform pembelajaran dan mengajar lain seperti Rumah Pendidikan. Platform tersebut berisikan sistem yang terintagrasi seperti materi belajar, portal data, alat kolaborasi guru dan siswa, serta lainnya.

    “Rumah Pendidikan bisa diunduh di perangkat masing-masing. Kontennya sudah dikurasi, dan menjadi ‘otaknya’ IFP. Dua platform ini saling melengkapi, membentuk super apps pembelajaran nasional,” kata Wamen Fajar.

    Tak hanya IFP, program digitalisasi pembelajaran di sekolah juga mendatangkan internet satelit, dan solar panel (cadangan listrik). Keduanya langsung disediakan oleh PLN.

    “Bapak Presiden meminta agar setiap anak di negeri ini memiliki akses yang sama terhadap teknologi dan ilmu pengetahuan. Digitalisasi pendidikan adalah cara kita memperkuat keadilan sosial dan menyiapkan generasi unggul untuk masa depan bangsa,” pesannya.

    Target Penyebaran IFP di Sekolah-sekolah

    Berdasarkan data Kemendikdasmen per 22 Oktober 2025, dari 64.072 IFP yang disebarkan, sebanyak 54.578 perangkat sudah diinstal media pembelajaran sehingga siap digunakan.
    Sembunyikan kutipan teks

    Adapun target sekolah sasaran penerima perangkat digital ini sebanyak 288.865 sekolah yang terdiri dari 64.191 PAUD, 149.268 SD, 43.520 SMP, 14.829 SMA, 11.697 SMK, 2.360 SLB, dan 3.000 SKB dan PKMB.

    (cyu/twu)



    Sumber : www.detik.com