Sebagai pusat kendali tubuh, kesehatan otak harus dijaga dengan baik. Salah satu caranya yaitu dengan memperhatikan makanan yang dikonsumsi.
Berdasarkan penelitian, dilansir Mayo Clinic, asupan makanan mempengaruhi kinerja otak, terutama fungsi memori. Itu artinya, apa yang kita makan bisa berpengaruh terhadap daya ingat, tingkat konsentrasi, maupun efek pikun seiring bertambahnya usia.
Kita tentu tidak ingin kemampuan otak menurun, bukan? Pola makan sehat bisa diterapkan untuk menghindarinya. Konsumsi buah-buahan disebut mampu meningkatkan memori dan bantu cegah pikun, baik pada orang lansia maupun usia muda.
Kira-kira, apa saja buah untuk cegah pikun dan meningkatkan daya ingat?
Buah Anti Pikun untuk Tingkatkan Daya Ingat
Dari sekian banyak buah, beberapa di antaranya dapat bantu memaksimalkan memori dan mencegah pikun. Ada apa saja? Berikut daftar buah anti pikun:
1. Semangka
Semangka termasuk buah yang jadi sumber likopen. Likopen merupakan antioksidan yang dapat melawan stres oksidatif akibat radikal bebas yang merusak sel. Senyawa ini dapat meminimalisir risiko terkena penyakit Alzheimer yang menyebabkan penurunan daya ingat.
Likopen terbanyak ada pada semangka merah. Jenis semangka ini mengandung lebih banyak antioksidan daripada varietas kuning atau oranye.
2. Alpukat
Sebagai sumber lemak tak jenuh tunggal yang sehat, buah alpukat bantu menjaga kesehatan otak. Konsumsi jenis lemak ini bisa menurunkan tekanan darah. Dengan begitu, risiko penurunan kognitif juga dapat dihindari dan fungsi memori dapat meningkat.
Perlu diingat, alpukat juga mesti dikonsumsi dalam jumlah wajar. Karena asupan lemak tak jenuh tunggal yang terlalu banyak bukan malah menyehatkan tapi justru membahayakan kesehatan.
3. Jeruk
Jeruk kaya akan vitamin C. Dilansir Healthline, nutrisi ini dapat menjaga kesehatan otak dengan melawan radikal radikal bebas perusak sel otak. Dengan begitu, kemampuan dan kinerja otak bisa terlindungi.
Dalam sebuah penelitian juga, vitamin C yang tinggi dalam darah dikaitkan dengan peningkatan daya fokus, memori, dan perhatian.
4. Anggur
Anggur adalah sumber resveratrol yakni antioksidan kuat yang dapat meningkatkan daya ingat. Buah anggur varietas concord berwarna biru gelap keunguan juga tinggi polifenol yang bisa memaksimalkan fungsi otak secara keseluruhan.
5. Buah Beri
Buah beri seperti stroberi, bluberi, blackberry, dan murbei, kaya akan antioksidan. Senyawa antioksidan di dalamnya, meliputi antosianin, asam caffeic, katekin, dan quercetin.
Tak sedikit penelitian menyebut buah beri sebagai makanan yang bagus untuk otak. Karena, antioksidannya dapat meningkatkan kesehatan otak dengan mengurangi peradangan dan stres oksidatif.
6. Kurma
Buah kering seperti kurma dapat pula memaksimalkan fungsi otak. Dikutip dari Times of India, kurma kaya akan serat dan sejumlah nutrisi penting lain.
Gula alami dalam buah ini bisa memberikan dorongan untuk energi. Di sisi lain, kandungan seratnya memastikan pelepasan energi yang stabil dan menjaga otak tetap fokus. Kurma juga berperan sebagai antioksidan yang melindungi otak dari stres oksidatif.
7. Kismis
Anggur segar yang dikeringkan sehingga menjadi kismis juga pilihan baik untuk meningkatkan memori. Buah kering ini padat akan nutrisi seperti zat besi, potasium, dan antioksidan.
Dengan kandungannya itu, kismis menjaga agar aliran darah tetap sehat serta memastikan pasokan oksigen cukup untuk otak. Hasilnya, fungsi kognitif otak dan daya ingat jadi tetap optimal.
Nah, itu dia sederet buah “anti pikun” yang dapat cegah sering lupa dan meningkatkan memori serta fokus.
Kopi tidak hanya menawarkan manfaat untuk kesehatan tubuh secara umum, tetapi juga untuk kesehatan otak. Ini alasannya!
Banyak orang minum kopi karena manfaatnya yang bisa meningkatkan energi serta membuat lebih terjaga. Terlepas dari manfaat ini, kopi juga memiliki manfaat baik lain termasuk meningkatkan kesehatan otak.
Minum kopi dikaitkan dengan manfaatnya dalam menjaga fungsi otak dan meningkatkan daya ingat. Bagi sebagian orang, kopi dikenal menjadi sumber antioksidan nomor satu. Fitokimia antioksidan yang kuat di dalam kopi ini dapat membantu memblokir oksidasi otak dan meminimalkan efek penuaan.
Terdapat beberapa komponen lain di dalam minuman ini yang memberi manfaat untuk kesehatan otak. Jika penasaran dengan senyawa-senyawanya, simak penjelasan berikut, seperti yang dirangkum dari foodnetwork.com (10/01).
1. Asam klorogenat mengurangi risiko penurunan kognitif
Asam klorogenat pada kopi menawarkan manfaat untuk mengurangi risiko penyakit otak, seperti demensia. Foto: Getty Images/iStockphoto/Luis Echeverri Urrea
Asam klorogenat (CGA) merupakan senyawa polifenol yang kuat dan protektif. CGA menjadi salah satu komponen utama kopi yang memiliki efek positif pada fungsi otak.
Menurut sejumlah penelitian, seperti yang disebutkan Food Network, konsumsi kopi secara teratur dapat mengurangi risiko demensia dan penurunan kognitif di kemudian hari. Seperti studi yang dilakukan FINE dan CAIDE.
Dalam studi CAIDE, para peneliti mengamati sekitar 1.400 orang dan menemukan bahwa minum 3 sampai 5 cangkir kopi setiap hari dikaitkan dengan penurunan risiko demensia dan penyakit alzheimer di kemudian hari.
Tinjauan dari 94 penelitian yang muncul di European Journal Nutrition juga menemukan, komponen anti-inflamasi pada CGA di kopi merangsang pembentukan neuron yang sehat dan mampu menghambat penumpukan kelompok protein amiloid di otak.
Asam klorogenat pada kopi juga dapat mengontrol kadar gula darah lebih baik sehingga bisa menjaga aliran nutrisi ke otak tetap stabil. Itu juga membantu meningkatkan fungsi pembuluh darah untuk menghindari stroke dan meningkatkan aliran darah otak.
2. Kafein dapat meningkatkan serotonin
Kafein pada kopi bisa bermanfaat pada kesehatan mental. Foto: Getty Images/iStockphoto/airdone
Salah satu senyawa utama dalam kopi adalah kafein. Kafein dikenal dengan manfaat meningkatkan produksi hormon serotonin. Bahan ini mengatur banyak tugas otak, dan dosis harian serotonin dapat bermanfaat bagi kesehatan mental.
Sebuah penelitian seperti yang disebut Food Network menemukan lebih dari satu juta orang mengaitkan konsumsi kopi berkafein dengan penurunan risiko penyakit Parkinson pada pria. Studi dalam Journal of Alzheimer’s Diseases juga menemukan efek perlindungan lebih kuat dari kafein terhadap penurunan kognitif pada wanita dibandingkan pria.
Namun, perlu diingat kafein dalam minuman lain tampaknya tidak memiliki manfaat kognitif yang sama dengan kafein di kopi. Perlu diingat juga, jika kafein membuat beberapa orang gelisah, cemas, dan menyebabkan insomnia, berarti manfaat kopi tidak lebih besar dari kerugiannya.
3. Kafein dapat mempertajam daya ingat
Kafein kopi juga diketahui mampu mempertajam daya ingat seseorang. Foto: Getty Images/iStockphoto/Luis Echeverri Urrea
Selain meningkatkan produksi hormon serotonin, kafein pada kopi juga dikenal dapat mempertajam daya ingat.
Mengutip ottencoffee.co.id, sebuah penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat menunjukkan manfaat kafein yang dapat mempertajam daya ingat. Jika seseorang konsumsi kafein, 24 jam setelahnya, daya ingat mereka lebih tajam.
Kafein dijelaskan dapat meningkatkan kualitas sirkuit memori di otak manusia. Sehingga, mampu bekerja dengan lebih maksimal dalam mengingat sesuatu.
Senyawa kopi lainnya yang baik untuk kesehatan otak bisa dilihat pada halaman berikut ini!
4. Senyawa anti-inflamasi dapat mengurangi stres di otak
Peradangan dan stres oksidatif di otak dapat mengarah kepada kondisi depresi, kecemasan, hilang ingatan, dan ketidakmampuan fokus. Kopi mengandung sejumlah besar senyawa anti-inflamasi yang dapat menenangkan stres oksidatif akibat radikal bebas.
Beberapa senyawa anti-inflamasi tersebut termasuk asam hidroksi sinamat. Senyawa ini berkeliaran di tubuh dan otak, mencari radikal bebas yang tidak stabil. Ketika senyawa fenol ini menemukan radikal bebas, mereka menetralkannya dengan menyumbang elektron. Sehingga, dapat mengurangi stres oksidatif di otak.
5. Minum kopi tiap hari bagus untuk otak
Minum kopi setiap hari memang dikaitkan dengan penurunan risiko demensia, penyakit Alzheimer, dan beberapa masalah kesehatan mental lainnya. Kopi juga dikaitkan dengan pencegahan penurunan kognitif.
Namun, kopi juga tidak boleh dikonsumsi berlebihan. FDA atau Food and Drug Administration Amerika Serikat merekomendasikan untuk konsumsi kafein tidak lebih dari 400 miligram setiap hari.
Cara paling sehat dan efektif mengonsumsi kopi yaitu dengan minum dalam jumlah lebih sedikit dan paling lambat pukul 14.00 siang.
Semakin bertambahnya usia, kapasitas memori umumnya semakin berkurang. Tapi tentu kamu tak ingin mulai pikun di usia muda.
Memori sendiri merupakan salah satu fungsi otak. Menjaga memori tetap kuat sama dengan menjaga fungsi otak tetap stabil.
Otak merupakan organ yang menggunakan banyak energi atau sekitar 20 persen dari kalori tubuh. Tak heran jika otak membutuhkan banyak bahan bakar untuk berkonsentrasi sepanjang hari.
Otak membutuhkan nutrisi tertentu agar fungsinya terus berjalan dengan baik, salah satunya terkait memori. Berikut beberapa makanan yang bikin otak tajam, merangkum berbagai sumber seperti dilansir CNN Indonesia (21/3):
1. Ikan sarden
ilustrasi sarden Foto: Getty Images/iStockphoto/
Ikan sarden merupakan salah satu sumber asam lemak omega-3. Nutrisi ini membantu membangun membran di setiap sel tubuh, termasuk sel otak. Asam lemak omega-3 dapat meningkatkan struktur sel-sel otak yang disebut neuron.
Melansir Medical News Today, sebuah studi menemukan, kadar omega-3 yang tinggi dapat menjaga kemampuan kognitif dan kemampuan berpikir yang lebih baik.
Selain sarden, kamu juga bisa mengonsumsi ikan salmon, ikan kembung, atau ikan tuna.
2. Dark chocolate
Kakao dalam dark chocolate mengandung senyawa antioksidan bernama flavonoid. Antioksidan sendiri berperan penting untuk kesehatan otak.
Sebuah penelitian menemukan, flavonoid dapat mendorong pertumbuhan neuron dan pembuluh darah di bagian otak yang terkait memori.
Beberapa penelitian juga menemukan, komponen flavonoid dapat mengatasi masalah ingatan pada siput. Namun, para ilmuwan belum mengujinya pada manusia.
3. Buah beri
Sama seperti dark chocolate, buah beri juga mengandung flavonoid. Buah beri menjadi salah satu makanan terbaik untuk otak.
Sebuah ulasan menemukan, buah beri memberikan banyak efek positif terhadap otak. Di antaranya meningkatkan komunikasi antar-sel otak, mengurangi peradangan, meningkatkan plastisitas yang membantu meningkatkan pembelajaran dan memori, dan mencegah penyakit neurodegeneratif terkait usia.
Makanan yang bikin otak makin tajam ada di halaman selanjutnya…
4. Kacang almond
kacang almond. Foto: Thinkstock
Kacang almond dikenal akan asam lemak omega-3 dan vitamin E. Keduanya punya manfaat untuk otak.
Sebuah ulasan menemukan, vitamin E berkontribusi pada peningkatan kognitif seseorang. Selain kacang almond, Anda juga bisa mengonsumsi biji bunga matahari.
5. Biji-bijian utuh
Mengonsumsi biji-bijian utuh adalah cara lain mendapatkan asupan vitamin E yang bermanfaat untuk otak. Anda bisa coba mengonsumsi beras merah dan gandum.
6. Kopi
Tak lain tak bukan, kopi menjadi salah satu minuman yang bikin otak semakin tajam. Kopi dikenal sebagai alat bantu konsentrasi. Banyak orang meminumnya untuk meningkatkan fokus.
Sebuah studi menemukan, kafein-seperti yang ditemukan pada kopi-dapat meningkatkan kapasitas otak untuk memproses informasi.
7. Alpukat
Alpukat merupakan salah satu sumber lemak sehat yang bisa mendukung otak. Alpukat bisa jadi makanan yang bikin otak tajam.
Selain alpukat, ada juga kacang almond, biji chia, minyak kedelai, dan ikan yang menjadi sumber lemak tak jenuh.
Daging merah yang disukai banyak orang ternyata memiliki efek samping untuk kesehatan otak. Setelah dilakukan banyak penelitian terkait, begini penjelasan ahli.
Daging merah yang berasal terutama dari sapi sering diandalkan sebagai asupan protein utama. Padahal banyak jenis daging yang dapat dikonsumsi manusia seperti unggas, ikan, dan masih banyak lainnya.
Daging juga menjadi makanan populer yang punya banyak penggemar. Apalagi ketika disajikan sebagai hidangan barbeque dengan pelengkapnya yang komplet.
Ternyata di balik kelezatan daging dan olahannya, ahli gizi punya pandangan lain. Ada beberapa penemuan yang diungkap berdasarkan efek samping dari konsumsi daging.
Konsumsi daging dan olahannya ditemukan ahli punya efek samping terhadap otak. Foto: Getty Images/iStockphoto/karandaev
Science Daily (15/1) mempublikasi penemuan terbaru dari penelitian ahli terhadap konsumsi daging merah. Adapun secara spesifik daging yang dimaksud ialah olahan seperti bacon, hot dog, sosis, salami, dan berbagai daging dengan proses pengolahan yang tinggi.
Ada 133.771 partisipan yang kemudian dibagi menjadi tiga kelompok dalam pengamatan tersebut. Semuanya dikategorikan berdasarkan jenis kelamin, usia, dan kondisi penyakit bawaan yang diidap sejak awal.
Adapun kelompok yang telah ditentukan akan diberi hidangan daging merah utuh dan daging merah olahan. Pada kelompok berisi konsumen daging merah utuh ditemukan bahwa tidak adanya pengembangan risiko demensia.
Tetapi ada laporan yang berbeda dari grup yang diberi asupan daging merah olahan. Ditemukan adanya peningkatan 14% dari kelompok yang mengonsumsi daging olahan rata-rata 0,25 porsi per hari.
Ada risiko demensia hingga penurunan kognitif pada konsumennya. Foto: Getty Images/iStockphoto/karandaev
Selain demensia, ada penurunan kognitif yang cukup signifikan pada hampir semua kelompok. Pada kelompok partisipan yang hanya mengonsumsi daging merah utuh ditemukan penurunan kognitif hingga 16%.
Penilaiannya berdasarkan dari hasil tes mengingat dan menyelesaikan masalah yang dilakukan. Namun ditemukan asupan makanan yang dapat mengatasi penurunan kognitif tersebut.
Para peneliti mencoba mengganti asupan daging dengan biji-bijian dan kacang-kacangan utuh. Hasilnya ditemukan risiko penurunan kognitif yang lebih rendah hingga 19%.
“Mengurangi asupan daging merah pada seseorang dengan menggantinya berupa protein nabati dapat menjadi acuan untuk menangkal penurunan kesehatan kognitif,” ujar Dong Wang juru bicara dalam penelitian yang dilakukan.
Jurnal yang dilakukan oleh American Academy if Neurology dan didukung National Institutes of Health disebut oleh Wang, masih butuh pendalaman. Alasannya dikhawatirkan hasilnya hanya berdampak pada ras, jenis kelamin, dan kondisi biologi terbatas dari partisipannya saja.
Kesehatan otak perlu dijaga, salah satunya dengan memilih asupan makanan yang tepat. Hindari 8 makanan terburuk untuk kesehatan otak dan pilihlah alternatif sehatnya.
Menjaga kesehatan otak penting untuk memastikan fungsi kognitif, memori, dan kesehatan mental secara keseluruhan juga baik. Ada banyak faktor yang mempengaruhi kesehatan otak dan pola makan memainkan peran penting.
Konsumsi beberapa makanan bisa menimbulkan efek buruk untuk kesehatan otak, berpotensi menyebabkan masalah seperti penurunan kognitif, kehilangan ingatan, dan bahkan peningkatan risiko penyakit neurologis.
Mengutip Times of India (24/5/2024), berikut daftar 8 makanan yang merugikan kesehatan otak, beserta alternatifnya yang lebih sehat:
1. Minuman manis
Minuman manis seperti soda, minuman energi, dan jus buah kemasan memang terasa nikmat, tapi batasi konsumsinya karena minuman ini tinggi fruktosa. Kelebihan asupan fruktosa dapat menyebabkan resistensi insulin, inflamasi, dan fungsi otak yang terganggu.
Untuk pilihan lebih sehat, coba minum infused water dimana air putih diberi perasa alami seperti irisan lemon, mentimun, atau daun mint. Teh herbal dan air kelapa juga bisa jadi pilihan untuk menghidrasi tubuh tanpa mengasup gula tambahan.
2. Karbohidrat olahan
Foto: Mary Holand
Makanan dengan karbohidrat olahan juga banyak ditemukan di sekitar kita. Rasanya enak-enak seperti roti, pastry, dan aneka makanan olahan. Waspadai konsumsinya karena jenis makanan ini mengandung indeks glikemik tinggi.
Mengonsumsi karbohidrat olahan dapat menyebabkan lonjakan gula darah dengan cepat yang meningkatkan risiko gangguan kognitif. Sebaiknya beralih ke sumber karbohidrat lebih sehat seperti quinoa, beras merah, dan roti gandum. Makanan ini memiliki indeks glikemik yang lebih rendah dan memberikan energi yang stabil sehingga mendukung fungsi otak yang lebih baik.
3. Lemak trans
Untuk menjaga kesehatan otak, kamu juga perlu membatasi asupan makanan yang mengandung lemak trans. Umumnya ditemukan pada margarin, makanan panggang kemasan, dan gorengan. Konsumsinya dapat meningkatkan inflamasi dan stres oksidatif di otak.
Dalam jangka panjang, konsumsi lemak trans terkait dengan risiko penyakit Alzheimer dan penurunan kognitif yang lebih tinggi. Untuk pilihan sumber lemak sehat, coba perbanyak konsumsi alpukat, kacang-kacangan, dan minyak zaitun. Jenis lemak ini menurunkan risiko inflamasi dan menyediakan asam lemak esensial untuk tubuh.
4. Makanan olahan
Foto: lovefood.com
Makanan olahan, seperti keripik, mie instan, dan makanan cepat saji, sering kali mengandung kadar gula yang tinggi, lemak tidak sehat, dan zat aditif. Hal ini dapat mengganggu fungsi otak dan meningkatkan risiko masalah kesehatan mental.
Sebaiknya kamu beralih pada makanan utuh yang tidak diolah. Buah-buahan segar, sayuran, protein tanpa lemak, dan biji-bijian dapat jadi pilihan terbaik untuk kesehatan otak.
Selengkapnya di halaman selanjutnya.
5. Aspartam
Hindari juga konsumsi aspartam kalau kesehatan otak ingin terjaga. Aspartam adalah pemanis buatan yang banyak ditemukan dalam soda dan produk bebas gula.
Konsumsinya telah dikaitkan dengan masalah perilaku dan kognitif. Beberapa penelitian menunjukkan hal itu dapat meningkatkan stres oksidatif di otak. Alternatif yang sehat termasuk pemanis alami seperti stevia, buah, dan erythritol, yang memberikan rasa manis tanpa potensi efek negatif pada kesehatan otak.
6. Minuman alkohol
Foto: Istock
Konsumsi alkohol berlebihan dapat menyebabkan penyusutan otak, gangguan fungsi neurotransmitter, dan gangguan kognitif. Minum alkohol secara kronis meningkatkan risiko pengembangan demensia dan kondisi neurologis lainnya.
Mulai sekarang, kurangi asupan minuman alkohol dan pilih minuman seperti teh herbal, air soda, atau kombucha. Pilihan ini menyegarkan dan mendukung hidrasi tanpa berdampak negatif pada kesehatan otak.
7. Makanan tinggi sodium
Waspadai konsumsi makanan tinggi sodium yang banyak terdapat di makanan olahan dan makanan kalengan. Konsumsinya dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, mengurangi aliran darah ke otak, dan mengganggu fungsi kognitif.
Pilih makanan segar dan utuh. Lalu gunakan rempah sebagai bumbu masak alami daripada garam. Konsumsi bumbu seperti bawang putih, kunyit, dan kemangi tidak hanya menambah rasa tetapi juga memberikan manfaat kesehatan.
8. Sumber lemak jenuh
Foto: iStock
Satu lagi makanan yang perlu dihindari untuk menjaga kesehatan otak yaitu makanan sumber lemak jenuh. Biasanya terdapat pada daging merah, mentega, dan produk susu berlemak. Konsumsinya dikaitkan dengan peningkatan peradangan dan risiko penurunan kognitif.
Sebaliknya, pilihlah protein tanpa lemak seperti ikan, ayam, dan protein nabati seperti kacang-kacangan dan lentil. Pilihan ini memberikan nutrisi penting tanpa lemak jenuh tingkat tinggi.
Kalian gampang lupa? Menurut penelitian, pola makan berpengaruh terhadap memori lo!
Sebuah studi terbaru dari para peneliti Fakultas Kedokteran University of North Carolina (UNC), yang diterbitkan dalam jurnal Neuron, mengungkap informasi tentang bagaimana makanan cepat saji mengubah pusat memori otak dan menyebabkan risiko disfungsi kognitif. Penelitian ini membuka pintu bagi intervensi dini yang dapat mencegah hilangnya memori jangka panjang yang terkait dengan obesitas.
Penelitian ini diketuai oleh profesor farmakologi dari Fakultas Kedokteran UNC, Juan Song, PhD, dan penulis pertama dari Departemen Farmakologi, Taylor Landry, PhD. Para peneliti menemukan sekelompok sel otak khusus di hipokampus, yang disebut interneuron CCK, menjadi terlalu aktif setelah mengonsumsi makanan tinggi lemak (HFD) karena kemampuan otak untuk menerima glukosa (gula) terganggu.
Aktivitas berlebih ini mengganggu proses memori di hipokampus, bahkan setelah beberapa hari mengonsumsi makanan tinggi lemak. Jenis pola makan ini menyerupai makanan cepat saji khas Barat yang kaya lemak jenuh seperti burger keju dan kentang goreng. Penemuan ini juga menunjukkan protein bernama PKM2, yang mengontrol bagaimana sel-sel otak menggunakan energi, memainkan peran kunci dalam permasalahan ini.
“Kami tahu pola makan dan metabolisme dapat memengaruhi kesehatan otak, tetapi kami tidak menyangka akan menemukan kelompok sel otak yang spesifik dan rentan seperti itu, interneuron CCK di hipokampus, yang secara langsung terganggu oleh paparan pola makan tinggi lemak jangka pendek,” kata Song, yang merupakan anggota Pusat Neurosains UNC.
“Yang paling mengejutkan kami adalah seberapa cepat sel-sel ini mengubah aktivitasnya sebagai respons terhadap berkurangnya ketersediaan glukosa, dan bagaimana perubahan ini saja sudah cukup untuk mengganggu memori,” lanjutnya, dikutip dari Science Daily.
Ringkasan Studi
Model tikus diberi pola makan tinggi lemak yang menyerupai makanan cepat saji berlemak sebelum memulai pengujian perilaku. Dalam 4 hari setelah mengonsumsi makanan tinggi lemak, hasil penelitian menunjukkan interneuron CCK di pusat memori otak menjadi aktif secara abnormal.
Hasil penelitian menunjukkan makanan cepat saji berlemak dapat memengaruhi otak hampir seketika, jauh sebelum timbulnya kenaikan berat badan atau diabetes. Temuan penelitian juga menyoroti betapa sensitifnya sirkuit memori terhadap pola makan. Hal ini menggarisbawahi pentingnya nutrisi dalam menjaga kesehatan otak.
Pola makan tinggi lemak, yang kaya akan lemak jenuh, kemungkinan dapat menyebabkan peningkatan risiko penyakit neurodegeneratif, seperti demensia dan Alzheimer, menurut penelitian tersebut.
Penelitian ini juga menunjukkan, memulihkan kadar glukosa otak justru menenangkan neuron yang terlalu aktif dan memperbaiki masalah memori pada tikus. Penelitian ini menemukan intervensi seperti modifikasi pola makan atau pendekatan farmakologis mungkin efektif dalam menjaga kesehatan otak untuk neurodegenerasi terkait obesitas. Khususnya, para peneliti menemukan intervensi pola makan seperti periode puasa intermiten setelah diet tinggi lemak cukup untuk menormalkan interneuron CCK dan meningkatkan fungsi memori.
“Penelitian ini menyoroti bagaimana apa yang kita makan dapat dengan cepat memengaruhi kesehatan otak dan bagaimana intervensi dini, baik melalui puasa maupun pengobatan, dapat melindungi daya ingat dan menurunkan risiko masalah kognitif jangka panjang yang terkait dengan obesitas dan gangguan metabolisme,” kata Song.
“Dalam jangka panjang, strategi semacam itu dapat membantu mengurangi beban demensia dan Alzheimer yang semakin meningkat terkait dengan gangguan metabolisme, menawarkan perawatan yang lebih holistik yang memperhatikan tubuh dan otak,” imbuhnya.
Penelitian ini sedang berlangsung untuk lebih memahami bagaimana neuron sensitif glukosa ini mengganggu ritme otak yang mendukung daya ingat. Para peneliti berencana untuk menguji apakah terapi yang ditargetkan ini dapat diterapkan pada manusia dan bagaimana pola makan tinggi lemak dapat menjadi faktor penyebab penyakit Alzheimer.
Intervensi berbasis gaya hidup juga akan dieksplorasi, seperti pola makan yang menstabilkan glukosa otak, untuk melihat apakah pola makan tersebut menawarkan manfaat perlindungan.
Manusia pada umumnya menghabiskan hampir sepertiga hidup untuk tidur. Aktivitas diam ini memiliki manfaat yang penting terutama untuk memulihkan tubuh dan otak. Namun, peran penting tidur akan sirna jika seseorang mengabaikan kualitas dan durasinya. Ternyata masih banyak yang menyepelekan durasi dan kualitas tidur.
Abigail Dove, seorang peneliti pascadoktoral dan seorang Neuroepidemiologi di Karolinska Institutet mengatakan ketika tidur terganggu, otak akan merasakan konsekuensinya. Dampaknya bahkan bisa lebih buruk dari yang dibayangkan.
Dove dan rekan-rekan meneliti perilaku tidur dan menganalisis data detail dari hasil pemindaian MRI otak pada lebih dari 27.000 orang dewasa di Inggris. Mereka berusia antara 40 hingga 70 tahun.
“Kami menemukan bahwa orang dengan kualitas tidur buruk memiliki otak yang tampak jauh lebih tua daripada usia mereka yang sebenarnya,” kata Dove, dikutip dari Science Alert.
Bagaimana Bisa Otak Tampak Lebih Tua?
Dove mengatakan usia otak memang bisa diketahui lewat pola dalam hasil MRI. Peneliti bisa menaksirnya lewat kondisi jaringan otak, penipisan korteks atau tingkat kerusakan pembuluh darah.
“Dalam studi kami, usia otak diperkirakan menggunakan lebih dari 1.000 penanda pencitraan dari hasil MRI. Pertama, kami melatih model pembelajaran mesin menggunakan data peserta paling sehat,” kata Dove.
Dove menjelaskan usia otak seseorang yang tidak memiliki penyakit besar seharusnya sesuai dengan usia biologisnya. Jika usia otak ternyata melebihi usia biologis, artinya ada proses penuaan yang tidak sehat.
“Penelitian sebelumnya telah mengaitkan otak yang tampak lebih tua dengan penurunan kognitif lebih cepat, risiko demensia lebih besar, dan bahkan risiko kematian dini yang lebih tinggi,” jelas Dove.
Kurang Tidur Sebabkan Usia Otak 1 Tahun Lebih Tua
Dalam penelitiannya, Dove mengaku tidak ada ukuran pasti untuk menggambarkan kesehatan tidur seseorang. Sehingga, studi Dove mengambil lima fokus sebagai aspek ukuran.
Tim mengambil aspek jenis kronotipe mereka (apakah “orang pagi” atau “orang malam”), durasi tidur sehari-hari, apakah memiliki insomnia, apakah mendengkur, dan apakah merasa sangat mengantuk di siang hari.
Dove dan tim menggabungkan lima aspek tersebut. Jika seseorang memiliki 4-5 aspek, maka tidurnya digolongkan ke dalam tidur sehat.
Jika mempunyai 2-3 aspek saja, maka digolongkan ke dalam menengah. Lalu, jika 1 atau 0 maka termasuk buruk.
“Saat kami membandingkan usia otak berdasarkan profil tidur, perbedaannya jelas. Kesenjangan antara usia otak dan usia kronologis melebar sekitar enam bulan untuk setiap penurunan satu poin skor tidur sehat,” beber Dove.
Hasil penelitian Dove mengungkap orang-orang dengan profil tidur buruk memiliki otak yang hampir satu tahun lebih tua daripada usia kronologisnya. Sementara pada orang yang tidurnya sehat tidak ada kesenjangan usia.
“Kami juga menilai kelima karakteristik tidur secara terpisah: kronotipe malam dan durasi tidur abnormal muncul sebagai faktor terbesar yang mempercepat penuaan otak,” katanya.
Dampak Kurang Tidur: Demensia-Gangguan Kognitif
Dove menyebut penuaan lebih satu tahun pada otak ini tidak boleh disepelekan. Jika penuaan otak menumpuk seiring waktu, maka bisa menyebabkan gangguan kognitif, demensia, dan kondisi neurologis lainnya.
“Bukti yang semakin banyak menunjukkan bahwa gangguan tidur meningkatkan kadar peradangan dalam tubuh. Pada gilirannya, peradangan dapat merusak otak dengan berbagai cara: merusak pembuluh darah, memicu penumpukan protein beracun, dan mempercepat kematian sel otak,” jelasnya.
Namun, bukan berarti orang yang waktu tidurnya masih minim tidak bisa berubah. Dove yakin orang-orang dengan kualitas tidur yang tidak sehat ini dapat mengubah kebiasaan.
“Meski tidak semua masalah tidur mudah diperbaiki, strategi sederhana seperti menjaga jadwal tidur teratur, membatasi konsumsi kafein, alkohol, dan penggunaan gawai sebelum tidur, serta menciptakan lingkungan tidur yang gelap dan tenang dapat meningkatkan kesehatan tidur dan melindungi kesehatan otak,” sarannya.
Otak sebagai salah satu organ vital dipengaruhi oleh penuaan. Agar tetap tajam dan jernih berpikir, orang dewasa perlu rutin mengonsumsi makanan ini.
Otak termasuk organ vital yang fungsinya dapat menurun seiring degenerasi atau penuaan. Karena itu butuh nutrisi yang cukup untuk menjaga otak tetap tajam dan dapat berpikir jernih.
Pada orang dewasa, menjaga ketajaman otak dapat dilakukan dengan konsumsi makanan tertentu. Mulai dari buah-buahan, kacang-kacangan, hingga camilan sehat yang disarankan pakar kesehatan.
Berikut 5 makanan untuk menjaga ketajaman otak, dilansir dari Medical News Today:
Minyak ikan mengandung Omega-3 yang baik untuk menjaga ketajaman otak. Foto: Getty Images/fcafotodigital
1. Minyak Ikan
Sebagian ikan memiliki kandungan lemak atau minyak ikan yang dibutuhkan oleh tubuh. Minyak ikan memiliki kandungan omega-3 yang dapat meningkatkan aliran darah menuju otak.
Para peneliti telah mengidentifikasi adanya kaitan asupan omega-3 yang tinggi dengan perbaikan kognisi atau kemampuan berpikir pada orang dewasa.
Beberapa jenis ikan yang disarankan ialah salmon, mackerel, tuna, herring, dan sarden. Selain itu, ada juga omega-3 dari sumber nabati yang dianjurkan seperti kacang kedelai.
2. Dark Chocolate
Dibanding jenis cokelat lain, dark chocolate memiliki kandungan kakao yang paling tinggi. Kakao memiliki flavonoid yang merupakan bagian dari antioksidan.
Asupan antioksidan yang cukup dibutuhkan otak untuk menjaga kesehatannya. Antioksidan dapat membantu mencegah stres oksidatif yang berkontribusi pada penurunan otak karena penuaan.
Pada penelitian tahun 2013, flavonoid dalam kakao terbukti mampu meningkatkan neuron dan pertumbuhan pembuluh darah yang membantu ketajaman memori orang dewasa.
3. Buah Berry
Walaupun ukurannya kecil, tetapi buah berry memiliki khasiat yang besar. Berbagai jenis buah berry memiliki kandungan flavonoid yang mirip seperti dark cokelat.
Peneliti menyarankan konsumsi buah berry lebih rutin jika ingin menjaga kesehatan otak. Antioksidan di dalam buah berry antara lain anthocyanin, asam kafeat, katekin, dan quercetin.
Pada pengamatan tahun 2014, konsumsi buah berry rutin ditemukan memberikan efek positif terhadap otak. Mulai dari meningkatkan komunikasi antara sel otak, mengurangi inflamasi, hingga mencegah penyakit yang mengganggu otak terkait penuaan.
Kacang-kacangan juga menjadi salah satu asupan omega-3 nabati yang disarankan pakar kesehatan. Foto: Getty Images/fcafotodigital
4. Kacang-kacangan
Seperti yang disebutkan sebelumnya, pakar kesehatan menyarankan asupan omega-3 nabati dari kacang-kacangan.
Pada penelitian tahun 2014 ditemukan konsumsi kacang-kacangan berpengaruh baik pada fungsi otak yang menurun sebab degenerasi.
Kandungan vitamin E dalam kacang juga berkontribusi mencegah risiko Alzheimer. Beberapa biji-bijian dan kacang-kacangan yang direkomendasikan, misalnya kuaci, almond, dan hazelnut.
5. Kopi
Meningkatnya popularitas kopi ternyata juga memberikan efek positif pada kesehatan. Kandungan kafein pada kopi dapat memblokir adenosin dalam otak yang membuat konsumennya merasa mengantuk.
Penelitian tahun 2018 menyatakan kopi dapat diandalkan untuk membangunkan otak. Hal ini lantaran efek kafein pada otak dapat membantu meningkatkan kapasitas memproses informasi.
Banyak penelitian tentang efek kopi pada otak yang dilakukan ahli. Beberapa penemuan di antaranya dapat mencegah kegagalan kognitif, stroke, Parkinson, hingga Alzheimer.
Elon Musk dikenal sebagai salah satu tokoh paling jenius dan berpengaruh di dunia teknologi. CEO Tesla, SpaceX, dan Neuralink ini dikabarkan memiliki IQ 160, setara dengan ilmuwan ternama seperti Albert Einstein.
Versi perhitungan CogniDNA, IQ Musk diperkirakan mencapai 160. CogniDNA menghitung IQ Musk menggunakan nilai mahasiswa jurusan fisika dan UPenn sebagai proksi.
Musk menunjukkan kecerdasannya secara berbeda dibandingkan ilmuwan tradisional. Tidak seperti Einstein yang berfokus pada fisika teoretis, Musk menerapkan ide-ide ilmiahnya di berbagai bidang.
Salah satu kelebihan dari Elon adalah dirinya yang dianggap memiliki daya ingat luar biasa. Bahkan, untuk detail-detail kecil, seperti nama orang, peristiwa, dan lainnya.
Dikutip dari Times of India, kunci dari mengingat sesuatu dari Elon Musk adalah dengan memberi makna pada setiap kejadian. Dengan ini, maka kecil kemungkinan otak akan melupakan hal tersebut.
Misalnya, jika ingin mengingat nama orang, cobalah kaitkan sesuatu yang istimewa atau berhubungan dengan orang tersebut. Bisa jadi hobi mereka, cerita lucu, atau gaya bicaranya.
Ini akan menciptakan hubungan mental yang kuat, sehingga nama akan mudah diingat. Hubungan yang bermakna ini akan membantu otak manusia lebih terprogram untuk mengingat cerita dan emosi lebih baik daripada fakta acak.
Mengaitkan dengan sesuatu yang lucu mungkin bisa menjadi cara paling ampuh untuk mengingat sesuatu. Ini karena otak sendiri menyukai hal-hal yang tidak biasa dan mengejutkan.
Trik mengingat dari pendiri X Corp ini ternyata bisa dibuktikan lewat sains. Para ahli memori menjelaskan bahwa otak kita menyimpan informasi lebih baik jika dikaitkan dengan emosi atau gambaran mental yang kuat.
Hal ini karena bagian otak yang emosional dan visual membantu menciptakan memori yang bertahan lama.
Dalam kesehatan otak, banyak orang telah mencoba berbagai makanan dan perubahan gaya hidup. Tetapi, satu hal terlintas dalam pikiran adalah minuman antioksidan mana yang paling ampuh untuk otak.
Kebanyakan orang percaya kopi adalah cara terbaik menyegarkan otak dan tetap fokus pada pekerjaan. Itu membantu pekerjaan tanpa merasa mengantuk sepanjang hari.
Beberapa orang mengatakan bahwa teh hijau lebih baik karena meningkatkan energi, membuang racun tubuh, dan membantu fungsi kognitif yang lebih baik. Lalu, mana yang lebih efektif?
Dikutip dari Times of India, ahli saraf Dr Robert Lowe menjelaskan manfaat dari kedua minuman tersebut.
1. Secangkir Kopi dapat Meningkatkan Kinerja Otak
Kopi lebih dari sekadar ritual pagi, tetapi bisa bermanfaat untuk otak. Bagi sebagian orang, secangkir kopi segar tanpa tambahan gula mungkin satu-satunya cara untuk memulai pagi.
Penelitian telah menunjukkan bahwa konsumsi kopi secara teratur dikaitkan dengan penurunan penumpukan plak, yang menjadi salah satu indikator utama penuaan dan penyebab penyakit Alzheimer.
Sebuah penelitian yang dipublikasikan di PubMed Central, menyatakan bahwa kopi mengandung lebih dari 1.000 senyawa bioaktif. Itu termasuk kafein, polifenol, antioksidan, dan trigonelin, yang banyak di antaranya memiliki efek antiinflamasi, antioksidan, neuroprotektif, anti kanker, dan pelindung jantung.
Selain itu, kopi dapat mengurangi kemungkinan Alzheimer hingga 65 persen dan Parkinson 29 persen. Tetapi, ada pula kekurangannya yaitu dapat mengganggu penyerapan zat besi, pengobatan osteoporosis, dan beberapa antibiotik.
2. Teh Hijau Meningkatkan Kognitif yang Lebih Tenang
Teh hijau memiliki manfaat tersendiri untuk meningkatkan kinerja otak, dan juga memberikan energi yang menenangkan. Sebuah studi yang dipublikasikan dengan judul ‘Studi kohort longitudinal yang menunjukkan efek menguntungkan dari konsumsi teh hijau dan kopi dalam jumlah sedang terhadap pencegahan demensia: Studi Kesehatan Mental JPHC Saku’ menyimpulkan bahwa 2-3 cangkir teh hijau per hari secara signifikan mengurangi risiko penurunan kognitif.
Namun, hal ini hanya diamati pada individu yang lebih tua. Tidak ada efek signifikan yang ditemukan pada seluruh sampel yang mencakup orang yang lebih muda.
Ini untuk mengingatkan bahwa lebih banyak tidak selalu lebih baik. Tetapi, dosis teh hijau yang lebih tinggi (lebih dari 4 cangkir) tidak meningkatkan manfaatnya.
Menurut Robert Lowe, kopi merupakan peningkatan kognitif, terutama karena kandungan kafein yang membantu meningkatkan fokus, daya ingat, dan rentang perhatian. Kopi juga kaya polifenol, senyawa yang memberi warna gelap pada kopi, yang bermanfaat untuk kesehatan usus, mikroba usus yang terkait dengan fungsi otak.
Sementara teh hijau, selain membantu menyeimbangkan energi, minuman ini mengandung L-theanine, asam amino yang meningkatkan ketenangan dan relaksasi. Teh hijau juga ramah usus dan mengandung polifenol, seperti kopi yang mendukung kesehatan usus dan pada gilirannya menutrisi otak melalui poros usus-otak.
Kesimpulannya, kopi maupun teh hijau menawarkan manfaat yang kuat. Tetapi, kopi mungkin sedikit lebih merangsang energi, sementara teh hijau memberikan energi yang lebih halus dan lebih tenang.
Namun, pada akhirnya semua kembali ke pilihan yang nyaman untuk tubuh masing-masing.