Detoks ternyata tak hanya dapat menurunkan berat badan saja, tapi juga menyehatkan rambut. Jika dikonsumsi rutin bisa mendapatkan rambut yang berkilau.
Rambut yang sehat ditandai dengan rambut berkilau, tak berketombe, dan tak mudah patah. Oleh karena itu, perawatan rambut penting dilakukan agar kesehatannya tetap terjaga.
Dilansir dari Food NDTV (17/4), selain menggunakan produk perawatan rambut, bisa juga dengan cara alami. Yaitu dengan mengonsumsi minuman sehat yang dapat digunakan sebagai detoks.
Berikut 5 minuman detoks yang menyehatkan rambut:
1. Mentimun dan Lidah Buaya
Minuman detoks untuk kesehatan rambut Foto: Getty Images/iStockphoto
Racikan minuman segar yang terbuat dari air mentimun dan tambahan lidah buaya ini dapat menghidrasi. Nutrisi penting yang terkandung di dalamnya juga bisa menjaga kesehatan rambut.
Mentimun diketahui mengandung silika yang dapat menurunkan tingkat kerontokan rambut dan menjadikannya lebih kuat. Lidah buaya juga dikenal memberikan manfaat untuk kesehatan rambut.
Jika digabungkan bersamaan, minuman detoks ini dapat membuat rambut menjadi indah dan kuat. Cara membuatnya dengan mencampurkan irisan mentimun dan gel lidah buaya ke dalam teko air dan biarkan meresap selama beberapa jam. Lebih nikmat kalau dinikmati dingin.
2. Rosemary dan Jus Lemon
Minuman detoks untuk kesehatan rambut Foto: Getty Images/iStockphoto
Minuman detoks untuk menyehatkan rambut juga bisa dibuat dari racikan jus lemon yang ditambahkan rosemary. Jus lemon yang kaya akan vitamin C ini dapat merangsang pertumbuhan rambut dan membersihkan kulit kepala secara alami.
Rosemary juga memiliki nutrisi penting yang baik untuk kesehatan rambut. Rempah ini dapat mencegah uban dini serta merangsang pertumbuhan rambut dan sirkulasi darah di kulit kepala rambut.
Untuk membuat minuman detoks ini, caranya mudah. Kamu bisa meracik 1 teko air dan tambahkan beberapa tangkai rosemary serta irisan lemon ke dalamnya. Biarkan minuman ini semalaman dan nikmati sepanjang hari.
3. Mint dan Teh Hijau
Minuman detoks untuk kesehatan rambut Foto: Getty Images/iStockphoto
Teh hijau terkenal dapat memberikan beragam manfaat yang menyehatkan. Minuman ini juga bisa dicampurkan bahan lainnya untuk dijadikan minuman detoks. Kamu bisa menggabungkannya dengan daun mint untuk manfaat kesehatan rambut.
Gabungan keduanya dapat menenangkan tubuh dan kulit kepala. Teh hijau kaya akan vitamin B dan C serta antioksidan yang dapat membuat rambut lebih sehat. Sedangkan mint terkenal dengan efek mendinginkannya sehingga mampu mengurangi iritasi pada kulit kepala.
Caranya dengan meracik teh hijau, lalu biarkan dingin. Kemudian, tambahkan daun mint segar ke dalam racikan teh dan biarkan semalaman.
4. Stroberi dan Basil
Minuman detoks untuk kesehatan rambut Foto: Getty Images/iStockphoto
Minuman detoks yang baik bagi kesehatan rambu lainnya adalah campuran antara stroberi dan basil. Stroberi dikenal kaya zat antioksidan dan vitamin C yang dapat membantu merangsang pertumbuhan rambut.
Nutrisi ini penting untuk produksi kolagen dan kekuatan rambut. Sedangkan, basil juga kaya akan mineral dan vitamin yang dapat menutrisi folikel rambut dan membuatnya lebih berkilau.
Untuk membuat air stroberi dan basil, iris beberapa stroberi dan daun basil ke dalam teko berisi air, dan biarkan meresap selama beberapa jam. Dinginkan minuman ini sebelum dinikmati.
5. Jeruk dan Jahe
Minuman detoks untuk kesehatan rambut Foto: Getty Images/iStockphoto
Racikan jeruk dan jahe juga bisa dijadikan minuman detoks yang menyehatkan. Selain itu, gabungan keduannya juga bisa menghasilkan rasa yang nikmat.
Diketahui kalau jeruk kaya akan vitamin C yang dapat membantu meningkatkan kesehatan rambut, seperti mengurangi kerontokan. Jahe dikenal dengan sifat anti-inflamasinya yang dapat menenangkan iritasi pada kulit kepala.
Cara membuatnya dengan mencampurkan irisan jeruk dan jahe dalam teko dan didihkan airnya. Kemudian, racikan minuman ini didiamkan dalam lemari es selama beberapa jam agar meresap.
Rambut rontok jadi masalah mum jutaan orang di dunia. Temukan cara alami untuk menjaga kesehatannya dengan enam asupan makanan ini.
Faktor genetik dan perubahan hormonal memang berperan besar, namun pola makan sehari-hari tidak kalah penting dalam menjaga kekuatan rambut dan mencegah kerontokan dini. Rambut yang sehat tumbuh dari folikel yang membutuhkan asupan nutrisi secara konsisten, terutama protein, vitamin, dan mineral penting.
Tanpa gizi seimbang pertumbuhan rambut dapat melambat, helai rambut menjadi rapuh, mudah patah, hingga mengalami penipisan. Bahkan kekurangan nutrisi tertentu bisa mempercepat uban atau memicu kerontokan lebih parah.
Kabar baiknya, dengan memilih makanan yang tepat, kita dapat mendukung siklus pertumbuhan rambut secara alami. Dilansir dari Cosmed Hair Skin (29/09/2025), berikut enam makanan sehat untuk cegah rambut rontok.
1. Lemak Ikan
Salmon. Foto: iStock
Salmon, makarel, sarden, dan jenis ikan berlemak lainnya dikenal sebagai sumber terbaik asam lemak omega-3 yang sangat penting bagi kesehatan rambut. Kandungan lemak baik ini membantu menjaga kilau alami sekaligus memperkuat batang rambut, serta mendukung kesehatan kulit kepala.
Selain itu, ikan berlemak juga kaya protein berkualitas tinggi dan vitamin D yang berperan besar dalam menjaga folikel rambut tetap kuat.
Kekurangan kandungan omega-3 pada tubuh dapat memicu rambut kering, rapuh, bahkan kerontokan. Karena itu, para ahli gizi menyarankan untuk menambahkan ikan berlemak ke dalam menu makan sebanyak dua hingga tiga kali seminggu, agar manfaatnya terasa optimal pada rambut maupun kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Telur adalah salah satu sumber alami terbaik biotin dan protein, dua zat gizi utama yang penting untuk mencegah kerontokan. Biotin berperan dalam produksi keratin, yaitu protein penyusun rambut. Sedangkan protein itu sendiri menjadi bahan baku pertumbuhan rambut yang sehat dan kuat.
Tidak hanya itu, telur juga mengandung mineral seperti selenium, zat besi, dan zinc yang semuanya mendukung pertumbuhan rambut secara alami. Kombinasi lengkap nutrisi ini menjadikan telur pilihan sarapan ideal, terutama bagi mereka yang ingin memperkuat rambut sejak dari akar.
Menyantap telur secara rutin, baik direbus maupun diolah sehat lainnya, dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi rambut sehari-hari.
Sayuran hijau seperti bayam, kale dan sawi dikenal kaya akan zat besi, folat, serta vitamin A dan C. Kekurangan zat besi diketahui menjadi salah satu penyebab utama kerontokan rambut, khususnya pada perempuan. Sehingga menjadikan sayuran ini penting untuk dikonsumsi.
Vitamin C dalam sayuran hijau membantu tubuh menyerap zat besi lebih baik, sementara vitamin A mendukung produksi sebum, minyak alami yang menjaga kelembapan kulit kepala dan rambut.
Dengan memasukkan satu porsi sayuran hijau dalam menu harian, kebutuhan nutrisi rambut dapat terpenuhi dengan lebih seimbang, sekaligus mendukung kesehatan tubuh secara keseluruhan.
4. Alpukat
Avocado Toast agar lebih enak dan sehat Foto: Getty Images/iStockphoto
Alpukat kaya akan lemak sehat tak jenuh tunggal, vitamin E, serta biotin yang baik untuk pertumbuhan rambut. Vitamin E bekerja sebagai antioksidan kuat yang melindungi folikel rambut dari kerusakan akibat radikal bebas dan stres lingkungan. Lemak sehat dalam alpukat juga menjaga kelembapan kulit kepala serta menambah kilau alami rambut.
Kekurangan biotin kerap dikaitkan dengan kerontokan, sehingga alpukat bisa menjadi pilihan tepat untuk mencegahnya. Konsumsi alpukat secara rutin, baik sebagai jus, salad, atau olesan roti, memberikan manfaat gizi lengkap untuk menunjang kekuatan dan keindahan rambut dari dalam tubuh.
5. Kacang dan Biji-Bijian
Almond, kenari, biji rami, hingga biji chia merupakan camilan sehat kaya asam lemak esensial, vitamin E, dan zinc (seng). Kenari bahkan mengandung asam alfa-linolenat, sejenis omega-3 yang dapat membantu menutrisi rambut secara alami.
Sementara itu, biji labu kaya akan zinc yang berperan penting dalam pertumbuhan jaringan rambut serta memperbaiki sel yang rusak.
Cukup konsumsi segenggam campuran kacang dan biji-bijian setiap hari, rambut akan mendapat tambahan nutrisi penting. Selain praktis, camilan ini juga sehat bagi tubuh dan bisa menjadi alternatif pengganti camilan tinggi gula atau lemak jenuh.
6. Ubi Jalar
ubi jalar Foto: Getty Images/iStockphoto
Ubi jalar adalah sumber beta-karoten yang melimpah, zat yang akan diubah tubuh menjadi vitamin A. Vitamin ini penting bagi pertumbuhan sel, termasuk sel rambut, serta membantu produksi sebum yang menjaga kelembapan alami rambut. Berbeda dengan beberapa sumber vitamin A lain, beta-karoten dari ubi jalar relatif aman karena kecil kemungkinan menyebabkan kelebihan dosis.
Dengan rasa manis alami dan tekstur lembut, ubi jalar bisa menjadi pilihan menu sehat sekaligus enak untuk mendukung kesehatan rambut. Mengkonsumsinya secara rutin, baik direbus, dipanggang, maupun diolah menjadi sup, memberikan manfaat nyata bagi kekuatan dan keindahan rambut.
Populer digemari berbagai kalangan, minuman bersoda rupanya memiliki efek samping untuk kesehatan. Terutama bagi kesehatan rambut.
Minuman bersoda yang sehari-hari dinikmati jutaan orang kembali menjadi sorotan. Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan bahwa konsumsi soda dan minuman berkarbonasi secara rutin dapat meningkatkan risiko kerontokan rambut. Temuan ini dipublikasikan dalam Journal of Nutrition and Health oleh tim peneliti asal Portugal.
Dilansir dari Irish Star (27/08/2025), para peneliti menekankan bahwa pola makan dan asupan gizi memiliki peran penting terhadap kesehatan rambut. Vitamin D dan zat besi, misalnya, diketahui bermanfaat dalam menjaga kekuatan folikel rambut. Sementara alkohol dan minuman ringan justru tak disarankan.
Walau belum terbukti bahwa minuman soda secara langsung dapat menyebabkan rambut rontok, penelitian ini menemukan adanya keterkaitan antara konsumsi soda dengan kekurangan vitamin D.
Minuman bersoda. Foto: Istimewa
Soda, khususnya jenis kola seperti Coke atau Pepsi, mengandung asam fosfat yang dapat mengganggu metabolisme kalsium dan menurunkan kadar vitamin D. Selain itu kadar kafein yang tinggi dalam minuman ini berpotensi meningkatkan hormon kortisol, yang memicu stres.
Ditambah lagi kandungan gula berlebih pada soda dikaitkan dengan risiko gangguan peredaran darah dan peradangan, dua faktor yang dapat melemahkan folikel rambut dan memperparah kerontokan.
Penelitian sebelumnya juga pernah menyinggung hal serupa. Pada 2023, tim ilmuwan di China menemukan bahwa pria muda yang mengonsumsi minuman manis setiap hari memiliki risiko tiga kali lebih besar mengalami kebotakan dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsinya.
Rambut rontok. Foto: Getty Images/Totojang
Riset lain bahkan menunjukkan bahwa mereka yang mengonsumsi lebih dari 3.500 mililiter soda per minggu atau setara dengan sekitar 11 kaleng lebih rentan mengalami kerontokan, terutama pada pria. Selain meningkatkan risiko kebotakan, minuman bersoda juga disebut berdampak buruk terhadap kepadatan, pertumbuhan, ketebalan dan kilau rambut.
Meski begitu, para ahli mengingatkan bahwa kerontokan rambut tidak bisa disebabkan oleh satu faktor saja. Kebotakan berpola pada pria misalnya, bisa dipengaruhi oleh faktor genetik, perubahan hormon, kondisi medis tertentu atau proses penuaan alami.
Namun mengurangi konsumsi minuman bersoda dinilai bisa menjadi langkah sederhana untuk menjaga kesehatan rambut, sekaligus mencegah berbagai masalah kesehatan lain.
Rutin makan sayur, seperti brokoli, wortel, dan bawang dapat mencegah pertumbuhan uban. Hal ini telah dibuktikan oleh sebuah penelitian. Begini penjelasannya!
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh University of Colorado Anschutz Medical Campus dan pendiri Pathways Bioscience Joe McCord, PhD menemukan manfaat dari brokoli, wortel, dan bawang.
Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Antioxidants menemukan adanya senyawa penting yang disebut sebagai luteolin pada ketiga jenis sayuran tersebut.
Dikutip dari Health (20/02/25) luteolin sebenarnya sudah umum ditemukan dalam makanan manusia, sehingga menarik untuk dikaji lebih lanjut dalam penelitian anti-penuaan.
1. Apa itu luteolin?
Ilustrasi uban atau rambut beruban Foto: Getty Images/iStockphoto/Manuel-F-O
Ahli gizi Toby Amidor, menjelaskan bahwa luteolin merupakan senyawa polifenol. Senyawa tersebut berperan sebagai antioksidan yang menghalau radikal bebas.
Salah satu manfaatnya adalah mampu mencegah penuaan dini, termasuk mampu mencegah peradangan, penuaan kulit, dan degenerasi makula terkait usia.
Karenanya peneliti ingin membuktikan apakah luteolin juga mampu mencegah pertumbuhan uban. Senyawa luteolin sendiri dapat ditemukan di beberapa jenis sayuran, seperti seledri, paprika hijau, brokoli, dan wortel.
2. Melakukan penelitian pada tikus
Untuk membuktikannya, para peneliti melakukan percobaan pada hewan tikus. Studi ini meneliti dampaknya terhadap pigmentasi rambut pada bulu tikus.
Hasilnya mengindikasikan bahwa senyawa luteolin memiliki pengaruh positif terhadap protein endotelin, yang berperan dalam menjaga keberadaan melanosit, sel yang mengandung pigmen rambut.
Sementara itu, studi lain menyebabkan bahwa mekanisme tumbuhnya uban pada tikus memiliki kesamaan dengan manusia. Perubahan itu disinyalir berkaitan dengan disfungsi endotel dalam melanosit.
Fakta tentang pertumbuhan uban ada di halaman berikutnya.
3. Pengaruh faktor genetik di setiap individu
Brokoli mengandung luteolin untuk mencegah pertumbuhan uban. Foto: tiktok/istock
Namun, para peneliti mengungkapkan bahwa efek mengonsumsi luteolin tidak selalu sama di setiap individu. Hal tersebut lantaran adanya pengaruh genetik pada masing-masing orang.
“Meskipun penelitian mengungkap bahwa luteolin dapat memengaruhi jalur pigmentasi, folikel rambut manusia berfungsi secara berbeda,” tutur Kristina Collins, MD, seorang dokter kulit.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa faktor genetik kemungkinan besar berperan paling dominan dalam menentukan kapan dan seberapa parah rambut seseorang berubah menjadi uban.
4. Faktor lain pemicu tumbuhnya uban
Rambut beruban identik dengan rambut orang tua karena faktor usia. Namun, di samping itu, tak sedikit juga orang di usia muda sudah bertumbuh uban.
Hal tersebut disebabkan karena beberapa faktor, termasuk stres oksidatif, kekurangan nutrisi, dan stres kronis. Ketiga faktor tersebut dikaitkan dengan munculnya uban prematur.
Peneliti menyarankan untuk menjalani pola makan sehat, termasuk rutin konsumsi sayuran yang mengandung luteolin, seperti brokoli, bawang, dan wortel untuk mencegah munculnya uban.
Ceker ayam sering diabaikan karena tak memiliki banyak daging. Tak jarang juga ada yang merasa jijik. Padahal ceker menyimpan 5 manfaat sehat lho!
Ceker ayam merupakan salah satu bagian organ yang dipandang sebelah mata. Tak jarang orang membuangnya karena merasa jijik dengan penampilannya.
Sebagian orang ada juga yang menyukai ceker karena sensasi kenyal dagingnya. Ceker ayam sebenarnya bisa dijadikan sup ataupun dimasak bumbu manis maupun pedas.
Meski tampilannya tak begitu menggugah selera, ceker dapat memberikan manfaat sehat jika dikonsumsi rutin dan tak berlebihan. Baik menjadi sumber protein hingga kolagen yang tinggi.
Dikutip dari Health Line (19/10/2020), kandungan nutrisi pada 2 ceker ayam (70 gram) di antaranya ada 150 kcal, 14 gram protein, 10 gram lemak, 0,14 gram karbohidrat, 5 persen kalsium, 5 persen fosfor, 2 persen vitamin A, dan 15 persen folat.
Berikut 5 manfaat sehat dari mengonsumsi ceker ayam dilansir dari Health Line dan Tariq Halal Meats:
1. Menyehatkan Kulit
Ceker ayam punya kandungan kolagen yang tinggi. Adanya kandungan ini bermanfaat dalam meningkatkan kesehatan kulit, seperti hidrasi, elastisitas, dan kepadatan tekstur kulit.
Sebuah studi mengungkapkan wanita yang memiliki selulit bisa berkurang secara signifikan jika mengonsumsi kolagen secara rutin. Dalam hal ini, salah satu sumber kolagennya adalah ceker ayam.
Ceker ayam yang mengandung kolagen ini juga dapat dikonsumsi untuk menghalau kerutan pada wajah yang biasanya disebabkan karena radiasi UV. Kolagen ini juga dapat bekerja sebagai peningkat kadar asam hialuronat, molekul yang mencegah penuaan kulit.
2. Melancarkan Pencernaan
manfaat konsumsi ceker ayam untuk pencernaan Foto: Getty Images/gionnixxx
Ceker ayam juga diketahui mengandung gelatin, zat protein yang diekstrak dari kolagen. Kandungan gelatin ini bermanfaat untuk sistem pencernaan.
Gelatin pada ceker ayam dapat menenangkan lapisan pencernaan. Manfaat lainnya juga dapat meningkatkan penyerapan nutrisi, sehingga kerja usus berperan baik secara keseluruhan.
Manfaat ceker ayam lain ada di halaman selanjutnya…
3. Mengurangi Nyeri Sendi
Menurut Health Line, ceker ayam juga memiliki manfaat dalam mengurangi nyeri sendi. Manfaat ini didapatkan dari kandungan kolagen.
Kolagen dapat merangsang regenerasi jaringan untuk mengurangi gejala osteoartritis. Artritis atau peradangan sendi yang dibiarkan dapat mengikis atau merusak tulang rawan yang menyebabkan nyeri hingga kesulitan bergerak pada sendi.
4. Meningkatkan Kesehatan Rambut
Kolagen juga bermanfaat dalam meningkatkan kesehatan rambut. Selain menggunakan kosmetik untuk perawatan, ceker ayam dapat menjadi pilihan asupan untuk menjaga kesehatan rambut.
Ceker ayam mampu memicu produksi keratin. Keratin dibutuhkan guna menjaga helaian rambut yang kuat dan tak mudah rontok.
5. Mengontrol Gula Darah
Bagi penderita diabetes, ceker ayam juga dapat bermanfaat baik dalam mengontrol gula darah. Hal ini karena kandungan kolagennya yang tinggi.
Dalam sebuah studi pada hewan, menunjukkan protein ceker ayam ini dapat meningkatkan kadar gula darah dengan merangsang glukagon-like peptide-1 (GLP-1). Kandungan tersebut merupakan hormon yang mengaktifkan produksi insulin.