Tag: kondisi

  • Benarkah Ban Jadi Mudah Kempes saat Musim Hujan?


    Jakarta

    Di musim hujan, ban jadi salah satu komponen kendaraan yang perlu diperhatikan sebelum melakukan perjalanan. Kondisinya harus prima dengan telapak ban cukup tebal dan tekanan anginnya sesuai agar dapat bekerja maksimal pada permukaan jalan basah dan licin.

    Namun, pengendara justru kerap mengeluhkan ban kempes selama musim hujan. Padahal, tekanan ban yang kurang rentan mengalami aquaplaning atau hilangnya cengkeraman pada permukaan jalan. Kondisi bisa berbahaya karena mampu membuat pengemudi kehilangan kontrol atas kendaraannya. Lantas, benarkah ban menjadi mudah kempes saat musim hujan?

    Apakah Ban Mudah Kempes saat Musim Hujan?

    Ban kendaraan biasanya mudah bocor atau kempes selama musim hujan. Terdapat sejumlah penyebab mengapa hal tersebut dapat terjadi. Dilansir Dilansir WBIR.com, Consumer Reports, dan Burt Brothers, berikut alasan ban menjadi mudah kempes di kala hujan.


    1. Air Hujan Membawa Sampah

    Sampah berupa benda tajam seperti puing-puing, paku, sekrup, hingga staples dari pinggir jalan atau tempat lainnya dapat terbawa air hujan sampai ke tengah jalan. Benda-benda itu berukuran kecil sehingga cukup sulit terlihat saat berkendara.

    Barang tajam tersebut dapat menancap di ban saat kendaraan melaju. Akibatnya, ban berlubang atau bocor dan angin di dalamnya lambat laun berkurang.

    Jikalau sampah tajam itu berukuran cukup besar sehingga terlihat, pengemudi bisa saja menghindarinya dan ban pun tidak akan bocor.

    2. Suhu Udara Dingin

    Ban memiliki tekanan udara di dalamnya. Selama musim hujan, suhu menurun sehingga udara cenderung terasa dingin. Pada suhu dingin, molekul tekanan udara internal ban tidak bergerak. Akibatnya, molekul itu tidak dapat mengisi ruang dalam ban.

    Jika ruang tersebut tidak terisi, dinding ban akan mengempis dan membuat tekanan udara ban di dalamnya menurun. Inilah yang menyebabkan ban kempes saat hujan.

    3. Karet Ban Mengeras

    Udara dingin juga mampu membuat karet ban menjadi keras dan menyebabkan kempes. Ketika mulai mengeras, ban tidak efektif dalam meredam guncangan dari permukaan jalan yang tidak rata. Akibatnya, pengendara bisa merasakan guncangan lebih kuat meski kendaraan telah dilengkapi suspensi.

    Saat ban mengeras dan rusak, komponen yang bersinggungan langsung dengan jalan ini mungkin tidak bisa kembali ke bentuk semulanya. Sehingga detikers perlu menggantinya sesegera mungkin untuk menghindari kerusakan lebih lanjut.

    Nah, itu tadi penyebab ban mudah kempes saat musim hujan. Semoga menjadi informasi bermanfaat!

    (azn/row)



    Sumber : oto.detik.com

  • Berapa Tekanan Ban Mobil Ideal saat Musim Hujan?


    Jakarta

    Tekanan angin ban termasuk hal penting yang perlu diperhatikan saat berkendara, terutama di musim hujan. Karena itu, pengendara diimbau mengecek tekanan ban sebelum bepergian.

    Ada yang mengatakan bahwa tekanan ban mobil mesti dikurangi saat musim hujan. Alasannya karena ban berisiko mengalami aquaplaning sehingga tekanan perlu disesuaikan agar cengkeramannya ke permukaan jalan lebih kuat. Namun, benarkah demikian?

    Apakah Perlu Menyesuaikan Tekanan Ban Mobil saat Musim Hujan?

    Tekanan udara ban mobil tidak perlu dikurangi atau dilebihkan selama musim hujan. Mengutip catatan detikcom, tekanan angin yang kurang atau berlebihan justru mampu mempengaruhi performa ban dan meningkatkatkan risiko aquaplaning.


    Aquaplaning merupakan kondisi ban kehilangan traksi atau penapakan pada permukaan jalan. Di kala hujan, jalan menjadi basah serta licin sehingga ban rentan mengalami kondisi tersebut. Aquaplaning bisa membuat pengemudi kehilangan kontrol atas kendaraannya.

    Sport segmen Business Manager Michelin Indonesia, Refil Hidayat, menjelaskan mengapa aquaplaning bisa terjadi jika tekanan ban dikurangi. “Karena dia bebannya tidak ditampung dengan baik oleh bannya jadi ketika lewat jalan basah dia akan memiliki tingkat floating tinggi, sehingga saat floating terjadi antara karet dan aspal itu ada jarak, makanya tekanannya harus benar.”

    Begitu juga sebaliknya, tekanan angin yang dilebihkan saat musim hujan membuat ban berisiko bergelembung di tengahnya. “Sehingga yang napak ke aspal tengahnya saja, kanan kiri akan memiliki jarak dengan aspal,” jelas Refil.

    Di sisi lain, ban tidak perlu dikurangi atau dilebihkan tekanannya untuk berkendara di jalan raya saat hujan karena kontur jalanan aspal itu rata dan keras. Untuk mendapatkan cengkeraman yang kuat pada jalan basah akibat diguyur hujan, tekanan angin yang diperlukan sesuai dengan rekomendasi.

    Tekanan Ban Mobil Ideal saat Musim Hujan

    Tekanan angin ban yang ideal untuk mobil adalah mengikuti standar pabrik kendaraan. Rekomendasi tekanan udara produsen sudah melalui proses penghitungan dengan teliti sehingga cocok di kondisi jalan basah maupun kering.

    “Tekanan ideal adalah yang sesuai dengan rujukan dari produsen mobil. Tidak ada istilahnya harus menurunkan tekanan ban. Justru menurunkan tekanan ban di bawah rekomendasi yang sudah ditentukan akan sangat membahayakan,” ujar Rifat Sungkar, Direktur Rifat Drive Labs.

    Tekanan ban untuk tiap-tiap mobil dapat berbeda. Untuk Toyota Avanza contohnya. Dikutip dari laman Auto2000, tekanan angin yang dianjurkan untuk mobil Low MPV ini sekitar 30-32 Psi. Rujukan tekanan udara yang pas dapat dilihat di bagian pilar B atau dekat dengan pintu di kursi pengemudi.

    (azn/row)



    Sumber : oto.detik.com

  • 4 Cara Cek Kondisi Baterai HP Android, Bocor Gak Ya?


    Jakarta

    Kondisi kesehatan baterai pada HP Android perlu untuk dicek secara berkala. Hal tersebut menjadi penting karena seperti diketahui, baterai merupakan komponen utama pada HP.

    Baterai pada HP umumnya akan mengalami penurunan kapasitas seiring berjalannya waktu. Nah, Anda dapat mengecek berkala kondisi baterai, serta apakah ada indikasi kebocoran pada baterai tersebut.

    Berikut beberapa cara yang dapat digunakan untuk mengecek kondisi baterai:


    1. HP Samsung

    Pengguna HP Samsung dapat mengecek kesehatan baterai dengan mengunduh aplikasi Samsung Members. Aplikasi ini tersedia di Galaxy Store atau Play Store.

    2. Menu ‘Settings’

    Pengguna Android dapat menggunakan menu ‘settings’ untuk melihat kondisi baterai dengan cara memilih opsi ‘Battery’ dan ‘Battery usage’.

    3. Dial Code

    Berikut cara melihat kondisi baterai melalui dial code:

    • Buka ponsel dan masukkan kode “#*#4636#*# – Berikutnya akan terbuka menu terkait beberapa informasi, pilih Battery Information.
    • Namun jika menu itu tidak terlihat, artinya HP Anda tidak bisa menggunakan metode tersebut.
    • Battery Information akan memperlihatkan informasi seperti level charge, health dan suhu.

    4. Aplikasi Pihak Ketiga

    Jika metode yang sudah diuraikan di atas tidak memberikan informasi yang Anda butuhkan, maka Anda memiliki masih punya cara lain, yaitu dalam bentuk aplikasi pihak ketiga. Aplikasi yang dinilai bagus untuk tugas mengecek kondisi baterai HP Android ini antara lain AccuBattery dari Digibites, CPU-Z dari CPUID, dan Battery dari MacroPinch.

    Aplikasi-aplikasi tersebut akan menampilkan detail termasuk kapasitas baterai, suhu, dan informasi penggunaan. Itulah cara melihat kondisi baterai untuk pengguna Android. Jangan lupa cek berkala kondisi baterai kamu ya detikers!

    *Artikel ini ditulis oleh Dita Aliccia Armadani, peserta Program Magang Bersertifikat Kampus Merdeka di detikcom.

    (fyk/fyk)

    Sumber : inet.detik.com

    Alhamdulillah اللهم صل على رسول الله محمد teknologi
    ilustrasi gambar : unsplash.com / Jannis Brandt