Tag: kondisi tubuh

  • Kapan Waktu yang Tepat untuk Istirahat di Rest Area saat Mudik?


    Jakarta

    Mudik dengan kendaraan pribadi masih menjadi opsi yang dipilih banyak masyarakat. Namun, dibutuhkan kondisi fisik yang prima agar perjalanan mudik tetap aman dan nyaman.

    Jika sudah lelah dan kantuk, itu tandanya detikers harus melipir ke rest area untuk beristirahat sejenak. Namun, beberapa orang lebih memilih melanjutkan perjalanan dengan alasan agar bisa sampai di tempat tujuan dengan cepat.

    Padahal, keputusan tersebut sangat berisiko karena tubuh yang sudah lelah dapat mengganggu konsentrasi berkendara. Bukan tidak mungkin bisa menyebabkan terjadinya kecelakaan bahkan merenggut korban jiwa.


    Lantas, kapan waktu yang tepat untuk istirahat di rest area saat perjalanan mudik? Simak pembahasannya dalam artikel ini.

    Kapan Harus Istirahat di Rest Area?

    Saat mudik, detikers mungkin harus menempuh perjalanan jauh hingga ratusan kilometer. Jika tidak diimbangi dengan istirahat sejenak, maka tubuh bisa kelelahan akibat berkendara terlalu lama.

    Founder dan Lead Instructor Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu mengatakan, pemudik disarankan untuk segera beristirahat di rest area jika sudah kantuk. Kondisi itu menyebabkan menurunnya refleks saat berkendara hingga berisiko terjadi microsleep.

    “Mengemudi dalam keadaan lelah sangat berbahaya karena dapat mengurangi konsentrasi dan respons terhadap situasi di jalan,” kata Jusri dalam keterangan resminya yang diterima detikcom.

    Selain menurunnya waktu reaksi saat berkendara, kondisi tubuh yang lelah dan kantuk juga dapat mengganggu konsentrasi. Hal ini berdampak dalam pengambilan keputusan di jalan raya, apakah harus menyalip, mengerem, atau memacu kendaraan.

    “Kelelahan membuat pengemudi lambat merespons kejadian mendadak, seperti kendaraan yang tiba-tiba mengerem. Pengemudi yang lelah juga cenderung melakukan kesalahan, seperti salah memperhitungkan jarak atau kecepatan,” ungkap Jusri.

    Apabila tubuh sudah lelah, sebaiknya segera mencari rest area terdekat untuk beristirahat sejenak. Istirahat minimal 15-30 menit, setelah itu pemudik bisa melanjutkan perjalanan ke kampung halaman.

    Tips Mencegah Kelelahan saat Berkendara

    Jusri juga membagikan sejumlah tips kepada pemudik untuk mencegah kelelahan saat mengemudi. Berikut sejumlah tipsnya:

    • Istirahat setiap 2-3 jam sekali selama perjalanan.
    • Jika pergi mudik bersama keluarga, ajak salah satu anggota untuk dijadikan sopir cadangan. Jika pengemudi utama lelah, sopir cadangan bisa menggantikan sementara.
    • Minum air putih yang cukup. Tubuh yang terhidrasi akan mudah lelah dan sulit berkonsentrasi.
    • Apabila sudah sangat mengantuk dan sulit ditahan, lebih baik melipir ke rest area untuk tidur sejenak.

    Sebagai catatan, jangan istirahat terlalu lama di rest area saat periode mudik Lebaran. Soalnya, ada banyak pemudik yang juga ingin menggunakan fasilitas di rest area. Jadi, sebaiknya bergantian dengan orang lain.

    Demikian penjelasan tentang waktu yang tepat untuk istirahat di rest area saat mudik Lebaran. Hati-hati di jalan!

    (ilf/fds)



    Sumber : oto.detik.com

  • Turis Polandia Tewas di Bali, Diduga Malnutrisi

    Turis Polandia Tewas di Bali, Diduga Malnutrisi



    Jakarta

    Seorang turis Polandia ditemukan meninggal dunia dalam resort Sumberkima Hill di Bali. Turis itu diduga mengalami malnutrisi.

    Dikutip dari The Sun pada Kamis (9/10/2025), turis itu bernama Karolina Krzyzak. Kondisi Karolina memang tampak tidak baik-baik saja sejak check in di Sumberkima Hill.

    Staf hotel mengatakan bahwa Karolina terlihat sangat kurus dengan mata cekung saat check in itu. Di sekitar mata terlihat lingkaran berwarna hitam disertai tulang yang terlihat menonjol di seluruh tubuh.


    Staf hotel Sumberkima Hill menyatakan Karolina menyampaikan tentang persyaratan diet yang ketat yang dijalaninya. Mereka diminta untuk hanya menyajikan buah-buahan dan mengantarkannya langsung ke pintu kamarnya.

    Staf hotel mengatakan bahwa permintaan makanan vegan bukanlah hal yang aneh karena banyak turis yang melakukan langkah serupa. Hotel tersebut merupakan sebuah resor yang memang berorientasi pada gaya hidup sehat (wellness).

    Namun, staf hotel sudah mencurigai kondisi Karolina tidak baik-baik saja. Saat ditemui di lobi hotel, kondisinya terlihat lebih lemah ketimbang saat check in.

    Bahkan, pada suatu malam dia harus dibawa kembali ke kamarnya oleh petugas karena sudah tidak mampu melakukannya sendiri. Karena khawatir, staf hotel berulang kali menyarankan agar Karolina segera mencari pertolongan medis atau menemui dokter. Sayangnya, setiap permohonan tersebut selalu ditanggapi dengan penolakan.

    Tiga hari setelah kedatangannya, staf hotel menerima pesan dari seorang teman Karolina di Bali yang khawatir karena tidak mendengar kabar darinya. Staf segera memeriksa kamar dan menemukan Karolina sudah kaku. Dia tewas sendirian di kamarnya.

    Dari keterangan rekan-rekannya, Karolina menerapkan pola makan dengan hanya mengonsumsi buah sehari-hari. Dia berharap bisa menjaga kesehatan melalui raw and clean eating food. Sayangnya, gaya hidup itu membuat tubuh Karolina justru kekurangan nutrisi hingga menurunkan kondisi tubuh dan meninggal dunia.

    Teman-temannya menyebut bahwa Karolina berada ke Bali sejak Desember 2024. Dia menuju Bali untuk bisa bertemu dengan orang yang sama-sama menerapkan gaya hidup fruitarian.

    (row/fem)



    Sumber : travel.detik.com