Tag: kopi instan

  • Pro dan Kontra Kopi Instan, Jenis Kopi Populer Karena Praktis


    Jakarta

    Kopi instan dalam bentuk sachet banyak digemari karena lebih praktis dan murah. Namun, meskipun populer ada beberapa pro dan kontra soal kopi ini.

    Penikmat kopi mungkin merasa rumit jika perlu menyeduh dan meracik kopi sendiri. Terlebih, tidak banyak waktu dan keterbatasan peralatan untuk melakukan hal tersebut.

    Karena alasan ini, akhirnya banyak orang lebih memilih untuk menikmati kopi instan. Kopi instan hanya perlu diseduh dengan air panas lalu dinikmati, tanpa repot-repot meraciknya dengan gula atau tambahan bahan lain.


    Bentuknya yang praktis, mudah larut dan harganya lebih terjangkau ini membuat para penikmat kopi beralih ke kopi instan.

    Namun, konsumsi kopi instan kerap menimbulkan perdebatan. Banyak pro dan kontra terkait jenis kopi ini yang mungkin akan membuatmu orang berpikir dua kali sebelum mengonsumsinya.

    Merangkum espresso-works.com, berikut pro dan kontra kopi instan yang perlu kamu ketahui!

    1. Apa itu kopi instan?

    kopi instanBegini tampilan dalam kopi instan yang sering jadi pilihan karena dianggap lebih praktis. Foto: Getty Images/AsherDB

    Sebelum mengetahui pro dan kontranya, ketahui dulu jenis kopi satu ini. Kopi instan adalah kopi dalam bentuk bulir yang biasa dikemas dalam kemasan sachet.

    Kopi instan bisa diseduh dalam beberapa menit saja. Hanya perlu menambah air panas, mengaduknya agar tidak ada gumpalan, dan bisa langsung dinikmati.

    Sayangnya, kopi instan terbuat dari kopi yang diproses dengan metode direhidrasi. Pengolahan dengan suhu tinggi yang membuat bubuk kopi menjadi sangat halus, bahkan mudah larut dalam air.

    Kopi instan pun mengandung kafein yang sebenarnya lebih sedikit dari bubuk kopi yang digiling segar. Dalam 226 gram kopi segar mengandung 145 mg kafein. Sedangkan dalam takaran yang sama, kopi instan hanya mengandung sekitar 63 mg kafein.

    Profil rasa kopi instan sebenarnya bervariasi. Kopi instan mayoritas terbuat dari biji kopi robusta yang kandungan gula dan lemaknya lebih sedikit daripada biji kopi Arabika yang baru digiling.

    Saat kopi diseduh, kamu mendapatkan hasil akhir kopi yang kurang beraroma dan cenderung rasa kopinya pahit, bukan asam. Namun, secara keseluruhan, rasanya cenderung manis. Sebab, kopi instan biasanya sudah dicampur dengan gula atau krimer.

    2. Kelebihan minum kopi instan

    kopi instanTerdapat beberapa kelebihan mengonumsi kopi instan. Foto: Getty Images/AsherDB

    Dari sisi positif, kopi instan ternyata tetap menjadi sumber antioksidan yang baik. Kopi sendiri sudah kaya akan polifenol. Dari semua makanan dan minuman lain yang dikonsumsi, kopi akan menyumbang 47% dari seluruh polifenol.

    Artinya, kopi instan sekalipun tetap menawarkan polifenol yang berperan terhadap aktivitas antioksidan.

    Meskipun jumlahnya lebih sedikit, kopi instan tetap mengandung kafein. Kafein dikaitkan dengan manfaat yang dapat membantu meningkatkan fungsi otak. Bahkan, berpotensi mencegah penyakit, seperti Alzheimer dan Parkinson.

    Selain itu, konsumsi kopi instan juga disebut dapat meningkatkan metabolisme, sehingga membantu dalam membakar lemak.

    Menurut penelitian yang disebut Espresso Work, minum kopi dalam jumlah sedang dapat merangsang bagian tertentu di tubuh yang memiliki banyak jaringan adiposa di dalamnya. Tubuh pun dapat memetabolisme makronutrien dengan lebih cepat.

    Kontra kopi instan bisa dilihat pada halaman selanjutnya!

    3. Kontra minum kopi instan

    kopi instanNamun, kopi instan juga punya kekurangan atau banyak kontranya karena sejumlah hal. Foto: Getty Images/AsherDB

    Kopi instan tentu memiliki sisi negatifnya. Kopi instan diketahui memiliki jumlah akrilamida jauh lebih tinggi. Akrilamida merupakan senyawa hasil cemaran yang dapat terbentuk selama proses penyaringan kopi.

    Badan Perlindungan Lingkungan (EPA) telah menghubungkan akrilamida dengan penyebab kanker dan menyatakan jika itu bersifat karsinogenik.

    Penelitian yang disebut Espresso Work juga menunjukkan, kadar akrilamida dalam kopi instan lebih banyak dua kali lipat dari kopi biasa. Oleh karena itu, sebelum memilih kopi instan, sebaiknya pertimbangkan risikonya.

    Selain itu, kafein lebih sedikit dalam kopi instan dikaitkan mampu mengurangi manfaatnya. Manfaat seperti metabolisme hingga meningkatkan fungsi otak mungkin mungkin tidak diterima secara optimal.

    Untuk mendapatkan manfaat dari kafein tersebut, kamu perlu dosis yang lebih besar. Sayangnya, hal ini bukanlah ide yang tepat, mengingat kadar akrilamida yang didapat akan lebih tinggi.

    Kopi instan juga banyak yang sudah ditambah gula atau pemanis tambahan. Jika dikonsumsi dalam jumlah terlalu banyak hanya akan menimbulkan risiko penyakit tekanan darah tinggi, kerusakan otot, hingga diabetes.

    4. Saran terbaik mengonsumsi kopi

    Setelah melihat pro dan kontra ini, dapat disimpulkan jika kopi biasa lebih baik daripada kopi instan. Mulai dari segi kesehatan maupun intensitas rasa.

    Kopi instan memang lebih mudah disiapkan dan harganya lebih terjangkau, tetapi tidak memungkinkan kamu mengatur takaran untuk seberapa banyak kopi atau bahan lain yang diinginkan.

    Sedangkan, dengan menyeduh kopi biasa, kamu memiliki kendali penuh atas bagaimana rasa kopi diekstraksi di setiap langkah proses persiapan.

    Kamu bisa memilih jenis biji kopi yang diinginkan, menggilingnya sendiri, bahkan menyeduh dengan berbagai macam metode. Mulai dari pakai mesin espresso, french press, dan lain sebagainya.

    (aqr/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Apa Benar Minum Kopi Instan Picu Risiko Kanker?

    Apa Benar Minum Kopi Instan Picu Risiko Kanker?


    Jakarta

    Berbagai paparan zat bisa menimbulkan risiko kanker, termasuk zat pada kopi. Contohnya zat akrilamida pada kopi instan. Namun, apakah benar bisa timbulkan kanker?

    Kanker merupakan jenis penyakit yang kompleks dengan penyebab yang tidak menentu. Mulai dari makanan, pola hidup, atau paparan zat lain bisa jadi pemicunya.

    Bahkan, minum kopi juga telah dikaitkan dengan risiko kanker. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa ada salah satu jenis kopi yang paling berisiko menyebabkan kanker.


    Melansir beberapa sumber, berikut penjelasannya.

    1. Kandungan kopi dan kaitannya dengan kanker

    Biji kopiKandungan kopi berupa zat akrilamida bisa menyebabkan kanker. Foto: iStock

    Biji kopi yang sudah dipanggang mengandung zat akrilamida, produk sampingan dari proses pemanggangan.

    Menurut medicalnewstoday.com (30/05/2023), International Agency for Research on Cancer (IARC) mengklasifikasikan akrilamida sebagai karsinogen potensial golongan 2A. Berarti ada bukti kuat menunjukkan bahwa akrilamida dapat menyebabkan kanker pada hewan.

    Namun, bukti lebih lanjut perlu dilakukan untuk menentukan apakah zat ini juga meningkatkan risiko kanker pada manusia.

    Selain itu, menurut American Cancer Society (ACS), akrilamida juga bisa hadir karena kemasan makanan, paparan rokok, hingga metode memasak.

    2. Faktor pemicu kanker

    Slurrp! 5 Racikan Kopi Hitam Nol Kalori yang Cocok Untuk DietJika kopi diminum berlebihan, bisa sebabkan kanker atau penyakit lainnya. Foto: Getty Images/Narong KHUEANKAEW

    Sejumlah faktor bisa meningkatkan kemungkinan seseorang terkena kanker. Misalnya karena jalani pola makan tidak sehat dan kurang berolahraga.

    Lantas, bagaimana dengan kopi? Minum kopi merupakan kebiasaan banyak orang. Jika diminum dalam batas wajar, kopi sebenarnya tidak menimbulkan risiko kesehatan. Namun, konsumsi kopi berlebihan dapat menyebabkan masalah kesehatan.

    Terlepas dari kanker, kandungan kafein di dalam kopi bisa membuat otak lebih waspada dan meningkatkan tekanan darah sementara. Minum kopi juga bisa menganggu tidur berkualitas.

    3. Kandungan akrilamida pada kopi instan pemicu kanker

    5 Efek Samping Sering Konsumsi Kopi Instan yang Perlu DiwaspadaiKandungan akrilamida di di dalam kopi instan diketahui dua kali lipat lebih banyak. Foto: Getty Images/Stockah

    Kopi instan sering dikonsumsi banyak orang karena praktis dan harganya lebih murah.

    Sayangnya, para ahli yang disebut dalam situs dailymail.co.uk (14/11/2024), memperingatkan bahwa minum terlalu banyak kopi instan bisa meningkatkan risiko kanker.

    Itu karena minuman berkafein ini mengandung akrilamida 2 kali lebih banyak daripada kopi bubuk. Zat ini telah dinyatakan sebagai karsinogen manusia yang dapat menimbulkan masalah.

    Pengujian laboratorium sempat mengungkap kalau akrilamida dalam makanan bisa memicu kanker paru-paru dan reproduksi pada hewan. Menurut Badan Standar Pangan (FSA), para ilmuwan pun sepakat bahwa zat ini juga berpotensi menyebabkan kanker pada manusia.

    Sebuah penelitian di Polandia tahun 2013 menganalisis 42 sampel kopi, termasuk sepuluh kopi instan. Mereka mengungkap kalau kopi instan memiliki jumlah akrilamida 2 kali lipat lebih banyak daripada kopi yang baru digiling. Namun, risikonya baru terlihat ketika seseorang minum sekitar sepuluh cangkir kopi instan sehari.

    Meskipun mengandung akrilamida, di sisi lain kopi instan mengandung lebih banyak antioksidan daripada kopi bubuk. Antioksidan itu bisa melindungi kerusakan sel.

    Dr Pál Maurovich-Horvat, direktur pencitraan medis di Universitas Semmelweis di Budapest mengungkap bahwa di dalam kopi instan terkandung Melanoidin, antioksidan yang meningkatkan keragaman bakteri di usus, dan juga membantu melindungi diri dari penyakit.

    Jenis kopi terbaik bisa dilihat pada halaman selanjutnya!

    4. Jenis kopi paling baik

    Kopi instan mungkin bisa menimbulkan risiko kanker karena kandungan akrilamida 2 kali lipat lebih banyak daripada kopi bubuk. Sebagai alternatif, bisa mengonsumsi jenis kopi lain yang memang terbukti lebih baik untuk kesehatan.

    Melansir dailymail.co.uk (14.11/2025), filter coffee dan espresso dianggap sebagai minuman kopi paling sehat untuk dikonsumsi pagi hari.

    Pasalnya, filter coffee dibuat dengan proses melewatkan biji kopi giling dan air panas melalui penyaring kertas atau logam. Ditemukan bahwa minum kopi ini berkontribusi terhadap rendahnya angka penyakit arteri, seperti serangan jantung.

    Kopi berbasis espresso, seperti cappucino, latte, dan flat white juga dianggap bermanfaat bagi otak dan telah dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit Alzheimer.

    Sebuah studi tahun 2017 juga menemukan hubungan antara konsumsi satu cangkir kopi sehari dengan menurunkan risiko kanker hati dan kanker dinding rahim.

    Sejalan dengan itu, studi tahun 2018 menemukan hubungan antara konsumsi kopi dengan menurunnya risiko kematian pada penderita kanker usus besar, serta menurunkan risiko kanker payudara setelah menopause.

    5. Minum kopi instan tak pasti sebabkan kanker

    5 Fakta Kopi Instan yang Disukai Banyak Orang, Kamu Sudah Tahu?Namun, minum kopi isntan tidak pasti sebabkan kanker. Foto: Getty Images/iStockphoto/eskymaks

    Sebenarnya belum ada studi secara pasti yang menunjukkan bahwa minum kopi instan bisa sebabkan penyakit kanker. Meskipun ada, hasilnya ditunjukkan ketika seseorang minum sekitar 10 cangkir kopi instan dalam sehari yang mana sudah tidak dalam batas wajar.

    Penelitian terkini juga juga menunjukkan bahwa kopi tidak menyebabkan kanker, justru bisa mengurangi risiko berkembangnya beberapa kanker.

    Meskipun begitu, sebagai bagian dari pola makan sehat, lebih baik batasi asupan kopi sehari-hari. Jangan minum lebih dari 4 cangkir kopi dalam sehari jika tidak ingin menimbulkan risiko penyakit kanker atau penyakit berbahaya lainnya.

    Akan lebih baik juga bila minum kopi hitam tanpa tambahan gula, susu, krimer, atau pemanis lainnya.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com