Tag: kotor

  • 8 Ciri-ciri Filter Oli Motor Matik Harus Diganti, Jangan Diabaikan!


    Jakarta

    Filter oli adalah tabung/ atau cartridge yang dilalui oli mesin guna menyaring kontaminan dan partikel keausan.

    Tapi seiring waktu, filter oli bisa mengalami penumpukan kotoran sehingga berisiko kehilangan efektivitasnya. Oleh karena itu, penting untuk tahu ciri-ciri filter oli motor matik yang harus diganti.

    Ciri-ciri Filter Oli Motor Matik Harus Diganti

    Dilansir Auto Zone, berikut adalah tanda-tanda perlu ganti filter oli motor matic:


    Tekanan oli menurun bisa disebabkan oleh penyumbatan di filter oli. Tekanan oli rendah bisa berakibat buruk bagi umur mesin.

    Lampu pada dasbor atau pengukur bisa menyala/berkedip ketika mesin dalam keadaan diam.

    2. Ketika Oli Mesin Terlihat Terlalu Gelap atau Kental

    Setiap bulan ketika pengendara memeriksa level dan kondisi oli mesin, oli akan tampak kecokelatan dan terasa halus di antara jari-jari.

    Indikasi adanya kontaminan dalam oli yang tidak tersaring dengan baik bisa dilihat dari oli yang terasa berpasir dan warnanya tampak hitam. Hal ini bisa membuat kontaminan dalam oli yang tidak tersaring dengan baik.

    Tanda tersebut merupakan salah satu tanda filter oli harus diganti sekaligus oli juga harus diganti.

    3. Mesin Terlalu Panas

    Oli mesin bisa berperan hingga 40% dalam pendinginan mesin. Namun, oli harus mengalir dengan baik melalui mesin ke pendingin oli, dan melalui filter.

    Kalau filter oli penuh dengan kontaminan, oli tidak akan bersirkulasi dengan baik sebagaimana mestinya. Hal ini mungkin membuat suhu akan mulai naik.

    Apabila suhu mencapai zona merah atau membuat lampu peringatan menyala, ini adalah ciri kalau oli tidak bersirkulasi cukup baik untuk menyebarkan panas.

    4. Asap Knalpot Kotor

    Filter oli yang tersumbat bisa membuat fluktuasi tekanan di dalam mesin. Selain itu, sejumlah kecil oli juga bisa masuk melewati ring piston dan ke dalam ruang pembakaran.

    Ketika terbakar, oli akan menghasilkan kotoran yang seperti berwarna hitam atau cokelat saat keluar dari knalpot.

    5. Adanya Kebocoran

    Tanda-tanda filter oli motor matic perlu diganti selanjutnya adalah saat filter oli bocor. Kalau pengendara melihat tetesan di bawah motor, bisa melacaknya hingga ke adaptor filter oli.

    Seringnya, gejala kebocoran filter oli berarti filter tidak menutup rapat flensa. Filter mungkin kendur, segelnya rusak, atau mungkin badan filter oli terbentur, serta bocor.

    6. Lampu Perawatan (Maintenance Light) Menyala

    Di era modern sekarang, sudah banyak kendaraan yang dilengkapi dengan monitor masa pakai oli atau sistem pengingat perawatan yang bisa memberitahu kapan oli harus diganti berikutnya.

    Nah, seringkali pengendara bisa menggunakan sistem ini sebagai pengingat untuk mengganti filter oli.

    7. Efisiensi Bahan Bakar yang Buruk

    Kurangnya pelumasan bisa membuat peningkatan resistansi di dalam mesin. Untuk membuatnya terus berputar sebagaimana mestinya, mesin membutuhkan lebih banyak energi.

    8. Penurunan Kinerja Mesin

    Resistansi lebih tinggi membuat tingkat kinerja yang lebih rendah bisa dideteksi. Pada mesin, hal ini utamanya berlaku untuk turbocharger dan supercharger.

    Kalau kendaraan kekurangan oli, turbocharger dan supercharger bisa rusak atau keausan. Tentunya hal tersebut akan mengurangi kinerja mesin.

    Apa Akibatnya jika Filter Oli Tidak Diganti?

    Akibat jika filter oli tidak diganti adalah bisa membuat media di dalam filter menjadi jenuh, yang pada akhirnya filter akan berhenti berfungsi.

    Selain itu, bahan kimia dan kotoran yang tersisa dari pembakaran juga bisa menumpuk di dalam oli.

    Menurut situs iMotorbike, bahkan disarankan kalau setiap kali mengganti oli juga harus mengganti filter oli. Tujuannya agar tidak mengontaminasi oli baru yang akan dimasukkan ke dalam mesin.

    Filter oli berperan dalam menjaga oli mesin tetap bersih, sehingga bisa mengurangi hambatan antara komponen yang bergerak.

    (khq/fds)



    Sumber : oto.detik.com

  • 4 Penyebab Oli Cepat Hitam Meski Baru Diganti, Catat!


    Jakarta

    Oli yang menjadi hitam mengindikasikan sudah kotor akibat mendukung kinerja mesin setiap hari. Dalam kondisi ini, pemilik motor harus segera mengganti oli.

    Jika tidak ganti oli secepatnya, kinerja mesin berisiko turun bahkan rusak. Kendati begitu, saatnya oli menjadi hitam meski baru ganti yang mengindikasikan ada masalah di mesin atau komponennya.

    4 Penyebab Oli Cepat Menghitam Meski Baru Diganti

    Oli yang lebih cepat menghitam bisa menjadi pertanda ada gangguan dari motor. Mengutip laman Astra Motor, berikut beberapa penyebab oli cepat menghitam.


    1. Gas Sisa Pembakaran Masuk ke Karter

    Biasanya gas sisa pembakaran mesin motor mengandung banyak kerak dan kotoran. Akibatnya, oli menjadi mudah hitam saat gas masuk karter. Namun, mudahnya oli menjadi hitam mengindikasikan ada bagian motor yang perlu perbaikan.

    Penyebab gas sisa pembakaran masuk ke karter antara lain boring motor aus, ring piston terbalik, ring piston aus, hingga gap piston yang berada segaris karena salah pemasangan. Menghadapi masalah ini, ada beberapa solusi yang bisa dilakukan.

    Pertama, pilih pelumas yang berkualitas dan kadar yang cukup. Di samping itu, kamu juga bisa memilih tipe oli yang sesuai dengan motor. Pemilik motor juga disarankan rutin melakukan pemeliharaan untuk menjaga kinerja mesin.

    2. Saringan Oli yang Rusak

    Saringan oli yang rusak juga bisa menyebabkan oli cepat menghitam. Fungsi dari saringan oli adalah untuk menyaring kotoran, Jadi, jika filter ini rusak, maka oli bisa cepat menghitam.

    Upayakan untuk mengecek saringan oli pada motor. Jika saringan oli sudah rusak, maka ganti di tempat servis motor terdekat. Pilih saringan oli yang berkualitas.

    3. Ada Komponen Mesin yang Kotor

    Oli berfungsi untuk melumasi seluruh mesin. Jika area yang dilumasinya dalam keadaan kotor, kotoran yang ada pun bisa ikut terbawa.

    Sehingga, setelah dibongkar,cuci motor agar komponen bersih kembali. Dengan begitu, oli tidak akan cepat menghitam dan awet digunakan.

    4. Mesin yang Overheat

    Mesin yang overheat atau terlalu panas juga bisa membuat oli cepat menghitam. Penyebab dari mesin overheat di antaranya setelan kopling motor yang kurang pas, jadi mengakibatkan selip dan menyebabkan oli cepat menguap.

    Solusi untuk masalah ini adalah dengan memasang oli cooler atau yang biasa disebut selang hawa pada mesin motor. Namun, ganti saringan oli yang sudah gosong terlebih dahulu.

    Itulah beberapa penyebab oli cepat menghitam meski baru diganti. Jangan lupa untuk rutin dalam mengganti oli dan perhatikan jenis oli yang digunakan.

    (elk/row)



    Sumber : oto.detik.com

  • Kenapa Motor Tidak Bisa Digas? Ini 9 Penyebab dan Penanganannya


    Jakarta

    Sepeda motor normalnya akan melaju ketika digas. Namun motor dengan masalah tertentu, terkadang akan ngempos atau loyo saat digas. Bahkan terkadang mesin akan mati saat digas.

    Simak artikel ini untuk mengetahui kenapa motor tidak bisa digas secara optimal, dan justru ngempos atau mesinnya mati saat digas.

    Alasan Motor Tidak Bisa Digas

    Ada beberapa kemungkinan motor loyo atau mati saat digas. Berikut ini beberapa alasan kenapa motor tidak bisa digas dan cara penanganannya, dikutip dari situs Astra Otoshop:


    1. Busi Kotor atau Rusak

    Busi berfungsi untuk menghasilkan percikan api dalam proses pembakaran di mesin. Jika busi sudah kotor atau rusak, maka proses pembakaran akan terganggu.

    Jika busi tidak diganti, maka motor tidak akan berjalan baik saat digas. Bahkan mesin bisa mati saat digas secara mendadak. Untuk itu, pemeriksaan busi harus dilakukan berkala.

    2. Aki Sudah Lemah atau Rusak

    Aki digunakan sebagai sumber tenaga listrik pada motor, misalnya digunakan untuk sistem starter dan sistem injeksi. Jika arus listrik motor lemah atau tidak stabil, maka motor mungkin tidak mau melaju dengan baik saat digas.

    Lakukan pemeriksaan berkala pada aki motor, dan pastikan sistem pengisiannya bekerja dengan baik. Ini sangat penting dilakukan agar mencegah motor mati mendadak. Jika aki sudah habis atau rusak, maka harus segera diganti baru.

    3. Filter Udara Kotor

    Pembakaran di mesin terjadi akibat bahan bakar, api, dan udara. Udara yang masuk ke mesin akan melalui filter atau saringan terlebih dahulu. Tetapi jika filternya kotor, maka akan menghambat aliran udara yang masuk ke mesin.

    Hal tersebut akan membuat proses pembakaran tidak optimal. Udara yang kotor atau jumlahnya yang tidak cukup dapat menyebabkan motor brebet dan mati saat digas. Pastikan untuk membersihkan atau mengganti saringan udara secara berkala.

    4. Tangki BBM Kotor

    Tangki BBM juga sebaiknya selalu dicek dan dibersihkan untuk menjaga performa motor. Jika tangki bahan bakar kotor, maka bisa memunculkan endapan yang kemudian akan menghambat aliran bahan bakar ke mesin. Ketika alirannya terhambat, maka motor bisa brebet atau mati saat digas.

    5. Oktan BBM Tidak Sesuai

    Pemilihan jenis BBM juga harus disesuaikan dengan motor kamu. Belum tentu BBM beroktan tinggi lebih optimal dipakai di motormu. Begitu pula BBM oktan rendah jangan dipakai pada jenis kendaraan seperti motor sport. Sesuaikan dengan pabrikan untuk menjaga kinerja mesin.

    6. Masalah Katup Mesin

    Katup mesin bisa saja bermasalah. Hal ini bisa menyebabkan proses pembakaran tidak sempurna. Selanjutnya, mesin juga bisa mati saat digas. Lakukan servis katup mesin secara berkala untuk mengetahui masalah dan mengatasinya.

    7. Sensor Injeksi Bermasalah

    Pada motor injeksi, sensor injeksi digunakan untuk mengontrol jumlah bahan bakar yang disemprotkan ke mesin. Ketika sensor injeksi bermasalah, maka aliran bahan bakar ke mesin tidak lancar.

    Hal tersebut membuat motor tidak bisa digas dengan baik, bahkan bisa mati mendadak. Sensor yang sering bermasalah antara lain Sensor Throttle Position (TPS) dan Sensor Oksigen (O2 Sensor).

    8. Injektor Tersumbat

    Dalam sistem injeksi, injektor berfungsi untuk menyemprotkan bahan bakar ke mesin. Jika injektor tersumbat kotoran, maka aliran bahan bakar menjadi terhambat, dan menyebabkan motor terasa berat saat digas. Bagian ini harus dibersihkan secara berkala.

    9. Jarang Diservis

    Kemungkinan terakhir motor tidak bisa digas adalah karena jarang diservis. Pentingnya servis berkala adalah untuk memastikan seluruh komponen berfungsi dengan baik. Mekanik biasanya juga akan membersihkan komponen penting agar proses pembakaran berjalan baik.

    Dengan mengetahui 9 alasan kenapa motor tidak bisa digas secara optimal tersebut, detikers bisa mencegahnya mulai sekarang. Untuk perawatan lebih mudah, kalian bisa langsung datang ke bengkel terpercaya agar dilakukan pengecekan dan pembersihan menyeluruh.

    (bai/row)



    Sumber : oto.detik.com

  • Oli Cepat Hitam Meski Baru Ganti? Ini 4 Penyebab dan Solusinya


    Jakarta

    Mengganti oli termasuk cara merawat kendaraan. Oli baru diganti umumnya berwarna kuning jernih. Beda hal jika warnanya hitam pekat yang menandakan oli sudah kotor akibat pemakaian sehari-hari.

    Namun, tak sedikit pengendara mengeluhkan oli cepat menghitam padahal belum lama diganti dan pemakaian motornya tidak terlalu sering. Kira-kira apa ya penyebabnya?

    Penyebab Oli Cepat Hitam dan Solusinya

    Mengutip situs Astra Motor dan Federal Oil, berikut penyebab oli cepat hitam menghitam walau baru diganti dan cara mengatasinya:


    1. Komponen Mesin Kotor

    Selain sebagai pelumas, oli berfungsi sebagai pembersih. Oli akan membersihkan permukaan dinding silinder dari oksidasi, kerak-kerak yang timbul akibat proses pembakaran, hingga pembersihan karbon. Apabila mesin motor kotor maka kotoran akan ikut terbawa oli.

    Oleh sebab itu, ruang mesin hendaknya sekaligus dibersihkan saat jadwal servis agar tidak kotor. Dengan begitu, oli akan awet dan tidak cepat hitam.

    2. Gas Sisa Pembakaran Masuk Karter

    Ketika boring motor aus dan ring piston susut atau terbalik, gas sisa pembakaran yang mungkin mengandung kerak dan kotoran dapat masuk ke karter. Akibatnya, oli yang tertampung mudah menghitam saat gas masuk ke karter. Begitu juga ketika gap ring piston berada segaris akibat pemasangan salah atau ring yang longgar.

    Untuk mencegah komponen cepat aus, penting memilih pelumas yang bagus dan sesuai agar performa mesin tetap optimal.

    3. Mesin Overheat

    Setelan kopling yang kurang pas bisa menyebabkan selip sehingga oli cepat menguap. Akibatnya, mesin kendaraan bisa mengalami overheat atau terlalu panas yang pada akhirnya membuat oli mudah menghitam.

    Jika hal ini terjadi, oil cooler dapat dipasang di belakang radiator atau dekat filter agar memperoleh udara maksimal untuk menjaga oli mesin tetap dalam kondisi dingin. Saat oli dingin maka kekentalannya meningkat dan membuat komponen mesin terhindar dari keausan.

    4. Filter Oli Rusak

    Filter oli berperan menyaring kotoran dalam mesin agar tidak bercampur dengan oli. Jika komponen ini rusak, maka tidak lagi bisa menjalankan fungsinya dengan maksimal. Akibatnya, oli akan kotor dan menghitam. Mesin juga tidak dapat terlindungi dengan baik sehingga risiko gesekan antar komponen dan keausan meningkat.

    Karena itu, jangan lupa cek kondisi filter oli saat servis motor. Periksa apakah komponen ini harus diganti atau cukup dibersihkan saja. Jika rusak, sebaiknya ganti filter oli dan pasang dengan benar agar berfungsi optimal.

    (azn/row)



    Sumber : oto.detik.com

  • Kota di Pinggir Laut Mediterania, Venice hingga Alexandria

    Kota di Pinggir Laut Mediterania, Venice hingga Alexandria


    Jakarta

    Laut Mediterania dikenal sebagai tempat yang menyimpan sejarah panjang peradaban manusia. Wilayah-wilayah di sekitar Laut Mediterania, menjadi saksi peradaban zaman Romawi hingga Ottoman. Ada kota apa saja di sana?

    Lau Mediterania terletak di antara Eropa, Afrika, dan Asia. Sebagai tempat bersejarah, ada banyak kota-kota yang memiliki peninggalan berharga dan menjadi tempat wisata yang menarik.

    Keindahan Kota di Sekitar Laut Mediterania

    Beberapa kota di pesisir Mediterania dikenal karena keindahan sekaligus nilai sejarahnya. Misalnya Valletta di Malta, kota benteng dengan arsitektur Baroque dari abad ke-16.


    Ada juga Kotor di Montenegro, kota kecil dengan teluk dramatis dan kota tua bergaya Venetian yang masuk daftar UNESCO. Sementara di Italia, Trieste menampilkan perpaduan jejak sejarah sebagai persimpangan budaya dan semangat modernisasi, sebagaimana dikutip dari National Geographic.

    7 Kota Ikonik di Sekitar Laut Mediterania

    1. Venice, Italia

    Kota kanal yang dulu merupakan pusat perdagangan dunia, dan kini ikon wisata dengan arsitektur Gothic dan Renaissance.

    2. Dubrovnik, Kroasia

    Dijuluki Pearl of the Adriatic, dengan kota tua berbenteng abad pertengahan yang masih terjaga.

    3. Valletta, Malta

    Kota benteng abad ke-16 yang kaya akan arsitektur Baroque dan warisan budaya.

    4. Kotor, Montenegro

    Kota kecil yang romantis di teluk spektakuler, terkenal dengan benteng Venetian.

    5. Alexandria, Mesir

    Kota kuno yang didirikan Aleksander Agung, pernah jadi pusat ilmu pengetahuan dunia.

    6. Barcelona, Spanyol

    Pusat seni dan budaya dengan karya Gaudí, serta pelabuhan penting di Mediterania.

    7. Trieste, Italia

    Persimpangan budaya Eropa dan Mediterania yang kini berkembang sebagai kota kosmopolitan.

    Meski indah dipandang, namun banyak kota pesisir Mediterania kian menghadapi ancaman serius. Mengutip Smithsonian Magazine, kenaikan permukaan laut dapat merusak situs bersejarah seperti Dubrovnik dan Tyre.

    Penyebabnya, karena perubahan iklim yang mempercepat erosi pantai dan mengancam identitas kota-kota kuno, demikian menurut Scientific American. Sejak lama, UNESCO dan pemerintah lokal mengupayakan pelestarian, sambil tetap membuka ruang bagi pembangunan modern.

    Pendekatan ini diharapkan mampu menjaga pesona kota-kota Mediterania agar tetap hidup dan dapat dinikmati generasi mendatang.

    (faz/faz)



    Sumber : www.detik.com