Tag: Kuliner Bandung

  • Resep Seblak Bakso yang Pedas Menyengatnya Bikin Nagih

    Jakarta

    Saat ini banyak kreasi seblak menggunakan berbagai topping. Salah satunya seblak bakso yang bisa dipadukan dengan bumbu pedas menyengat.

    Seblak merupakan jajanan khas Jawa Barat yang populer di Bandung. Berupa sajian kerupuk lembek diolah dengan tambahan telur, topping, dan kuah pedas.

    Kuahnya berasal dari racikan bumbu bawang merah, bawang putih, kencur, dan cabe rawit. Konsistensi kuah bisa dibuat encer maupun agak kental.


    Untuk topping tambahan bisa menggunakan irisan bakso yang kenyal gurih. Tambahan sayur sawi hijau juga bisa ditambahkan ke dalam racikan seblak.

    Berikut resep dan cara memasak seblak bakso:

    Durasi Tingkat Kesulitan Porsi
    30 Mudah 2
    Daerah Asal Masakan : Jawa Barat
    Kategori Masakan : Jajanan

    Cara Memasak:

    1. Rendam kerupuk kanji dengan air panas hingga agak lembek. Kemudian, tiriskan.
    2. Tumis bumbu seblak dan daun jeruk hingga wangi dan matang.
    3. Masukkan kerupuk, bakso, dan kwetiau. Aduk sampai merata, lalu tuangkan telur yang telah dikocok lepas.
    4. Tambahkan potongan daun sawi dan tuang air.
    5. Masukkan bumbu kaldu ayam bubuk dan merica sebagai penyedap. Aduk merata.
    6. Masak seblak bakso ini sampai meresap dan kuahnya agak menyusut.
    7. Sajikan seblak bakso selagi panas.

    Tips memasak:

    1. Kwetiau pada racikan seblak bisa diganti dengan mie telur, makaroni, dan bahan lainnya.

    2. Tambahkan irisan sosis, otak-otak, hingga tulang ayam agar lebih enak.

    3. Level kepedasan bisa disesuaikan selera masing-masing.

    Simak Video “Video: Pedas Nikmat Mie Semeru di Lumajang dengan Berbagai Level
    [Gambas:Video 20detik]
    (yms/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Kafe Unik Konsep Jepang di Bandung Bikin Netizen Penasaran

    Kafe Unik Konsep Jepang di Bandung Bikin Netizen Penasaran

    Bandung

    Tempat nongkrong yang asyik di Bandung seakan tak ada habisnya. Ada satu tempat yang berhasil mencuri perhatian dan menjadi perbincangan, terutama di media sosial.

    Namanya Hahakohi, sebuah kafe kecil di kawasan Cilengkrang yang menawarkan konsep unik dan berbeda dari kafe lain pada umumnya. Berlokasi di tikungan jalan, Hahakohi justru memiliki daya tarik tersendiri.

    Nuansanya yang adem, terutama di pagi dan sore hari, membuat pengunjung betah berlama-lama. Menurut salah satu pengunjung, Gilang, tempat ini sangat cocok untuk bersantai.


    “Senang sih, nuansanya. Suasananya, meskipun di pinggir jalan di tikungan,” ujarnya.

    Hahakohi tidak hanya viral di media sosial. Banyak pengunjung yang datang kembali karena suka dengan menu dan suasana yang ditawarkan. Daya tarik utama kafe ini adalah konsepnya yang kental dengan nuansa jalanan Jepang.

    Hal ini terlihat dari dekorasi yang tidak biasa, seperti ornamen kaca cembung layaknya di setiap sudut jalanan Jepang dan mesin penjual otomatis (vending machine) yang otentik.

    Lutfi alias Adit, pemilik Hahakohi, menjelaskan bahwa konsep ini terinspirasi dari pengalamannya saat sering bolak-balik ke Jepang. Ia ingin membawa “vibe” urban street di sana ke Bandung.

    “Jadi, saya coba gambar, coba desain seperti ini. Nama Hahakohi sendiri punya makna yang tak kalah unik. Haha diambil dari bahasa Jepang yang artinya ibu, sementara kohi adalah kopi. Jadi, Hahakohi berarti kopi buatan ibu. Sederhananya, itu saja,” kata Adit sambil tertawa.

    Meskipun baru berusia empat bulan, kafe yang berdiri sejak Juni 2025 ini berhasil menarik berbagai kalangan, tidak hanya Gen Z yang menjadi target awal mereka. Millenial bahkan generasi Alpha pun ikut penasaran. Menurut Adit, hal ini tidak lepas dari peran media sosial. Berkat konten digital marketing yang kuat, Hahakohi bisa viral di luar ekspektasi.

    “Tantangan terbesar yang dihadapi Hahakohi adalah menyesuaikan selera rasa Jepang yang tidak terlalu manis dengan lidah orang Indonesia yang umumnya menyukai rasa manis. Namun, seiring berjalannya waktu, para pengunjung mulai memahami esensi rasa dari menu-menu yang disajikan,” jelas Adit.

    —-

    Artikel ini merupakan kiriman pembaca detikTravel. Anda bisa mengirim cerita perjalanan Anda melalui tautan ini



    Sumber : travel.detik.com