Tag: kurma ajwa

  • 3 Alasan Kenapa Makan Kurma Harus Ganjil, Termasuk Sunah Rasulullah SAW

    Jakarta

    Memakan kurma dengan jumlah ganjil merupakan kepercayaan umum di kalangan umat Islam. Makan kurma berjumlah ganjil juga dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

    Rasulullah SAW juga menganjurkan makan kurma dalam jumlah ganjil, seperti 1, 3, 5, 7, atau 9. Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

    Alasan Kenapa Makan Kurma Harus Ganjil

    Berikut adalah beberapa alasan di balik keutamaan makan kurma dalam jumlah ganjil:


    1. Bilangan Ganjil Kecintaan Rasulullah

    Al-Munawi dalam kitabnya Faidlul Qadîr menyebutkan bahwa Rasulullah memakan tujuh butir kurma yaitu karena kecintaan beliau kepada bilangan yang ganjil dalam segala urusan.

    Rasulullah pernah melakukannya saat berbuka puasa ataupun hendak berangkat salat Idul Fitri.

    Dalam hadits riwayat Imam Bukhari dan dikutip oleh At-Tabrizi (Muhammad bin Abdullah At-Tabrizi, Misykâtul Mashâbîh, Beirut, Al-Maktab Al-Islami, 1979), menyebutkan bahwa “Adalah Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallama tidak pergi untuk melaksanakan shalat Idul Fitri sampai beliau memakan beberapa butir kurma. Beliau memakannya ganjil.”

    2. Dipercaya Dijauhkan dari Terkana Racun ataupun Sihir

    Keutamaan makan kurma dalam jumlah ganjil juga dijelaskan dalam hadits shahih Bukhori dan Muslim. Diriwayatkan dari Shahabat Sa’ad bin Abi Waqqash, dari Rasulullah SAW beliau pernah bersabda:

    مَنْ تَصَبَّحَ بِسَبْعِ تَمَرَاتٍ عَجْوَةً، لَمْ يَضُرَّهُ ذَلِكَ الْيَوْمَ سُمٌّ وَلاَ سِحْرٌ

    “Barangsiapa mengkonsumsi tujuh butir kurma ajwa pada pagi hari, maka pada hari itu ia tidak akan terkena racun maupun sihir.”

    Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani rahimahullaah menukilkan omongan Imam Al-Khathabi mengenai keistimewaan kurma ajwa:

    “Kurma ajwa bermanfaat untuk mencegah racun dan sihir dikarenakan do’a keberkahan dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam terhadap kurma Madinah bukan karena dzat kurma itu sendiri.”

    Rasulullah SAW juga pernah bersabda:

    اَلْعَجْوَةُ مِنَ الْجَنَّةِ، وَهِيَ شِفَاءٌ مِنَ السُّمِّ

    “Kurma ajwa itu berasal dari Surga, ia adalah obat dari racun.” (HR Ibnu Majah dari Sahabat Jabir bin Abdillah dan Abi Sa’id, demikian juga At-Tirmidzi dalam sunnannya dari Abu Hurairah. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Misykatul Mashaabiih (IV/164/4163), yang juga dimuat oleh Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaly dalam Shahih Ath-Thibb An-Nabawy fi Dhau’il Ma’arif Ath-Thabiyyah wal Ilmiyyah Al-Haditsah).

    3. Memiliki Efek Baik bagi Tubuh

    Beberapa hasil penelitian juga mengungkapkan bahwa makan kurma dalam jumlah ganjil atau genap mampu memberi efek berbeda pada tubuh.

    Ada penelitian medis yang menerangkan bahwa mengkonsumsi buah kurma dalam bilangan genap misalnya 2, 4, 6, 8, dan seterusnya, mampu menghasilkan gula dalam darah dan potassium tanpa memberi banyak energi. Berbeda jika dimakan dalam jumlah ganjil.

    Sebuah penelitian yang dipimpin oleh Musthafa Mohamed Essa, Ph.D menerangkan kurma melindungi otak dari stres oksidatif dan peradangan.

    “Buah kurma adalah sumber serat makanan yang baik dan kaya fenolat total dan antioksidan alami, seperti anthocyanin, asam ferulat, asam protocatechuic, dan asam caffeic. Keberadaan senyawa polifenol ini dapat membantu dalam pengobatan penyakit Alzheimer,” terangnya.

    Penelitian lain yang dilakukan oleh Rock W. menyimpulkan kurma mempunyai efek menguntungkan pada asam lemak jenuh dan stres oksidatif. Ini sering dikaitkan dengan masalah jantung, dan berpotensi untuk mencegah atherogenesis yang mengarah ke penyakit kardiovaskular.

    “Kurma kaya berbagai phytochemical yang juga membantu mencegah penyakit jantung. Selanjutnya, kurma juga merupakan sumber potasium yang kaya. Terbukti kurma dapat mengurangi risiko stroke dan penyakit-penyakit yang berhubungan dengan jantung,” kata Rock.

    Dari beberapa penelitian tadi, bisa disebut bahwa dengan mengkonsumsi kurma dalam jumlah ganjil, tubuh bisa mengubahnya menjadi karbohidrat. Di mana, manfaat dari hal tersebut bisa menambah energi dalam tubuh dan mengembalikan stamina.

    Makanya saat berbuka puasa, dianjurkan berbuka dengan kurma karena bisa jadi solusi untuk mendongkrak energi secara instan, setelah seharian berpuasa.

    Di sisi lain, hasil kesimpulan penelitian tahun 2019 bertajuk Effect of Eating Even or Odd Number of Dates, on Blood Glucose Level oleh Al-Robaiaay, dkk., bahwasanya tidak terdapat perbedaan antara konsumsi daging kurma ganjil dan genap jika ditinjau dari glikemik terhadap kadar glukosa pada keadaan puasa dan postprandial.

    Walaupun Rasulullah memakan kurma dengan jumlah ganjil, bukan berarti kita tidak boleh memakan kurma berjumlah genap.

    Di samping sebagai sunah Rasulullah SAW yang bisa menjadi amal ibadah jika dilakukan dengan niat yang benar, buah kurma juga memiliki manfaat untuk kesehatan.

    (khq/inf)



    Sumber : food.detik.com

  • Menu Nusantara Jemaah Haji 2024, Mulai Orek Tempe sampai Tongseng Daging


    Jakarta

    Kementerian Agama (Kemenag) telah menyajikan berbagai menu nusantara dalam penyelenggaraan ibadah haji 1445 H/2024 M.

    Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri (Diryanlu) Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Subhan Cholid mengatakan penyusunan menu ini juga mempertimbangkan kebutuhan gizi dan ketersediaan bahan baku makanan di Arab Saudi.

    “Jemaah haji mendapatkan menu Nusantara selama di Saudi. Tentunya, kami belum bisa memenuhi selera 213 ribu lebih lidah jemaah. Tetapi, menu yang disiapkan sudah sesuai dengan kebutuhan gizi jemaah haji,” ujar Diryanlu Subhan Cholid di Jakarta, Selasa (17/9/2024).


    Menu yang disiapkan, menurut Subhan Cholid, juga disusun oleh ahli gizi dari berbagai lembaga-lembaga yang kredibel. “Dari Sekolah Tinggi Pariwisata, Kementerian Kesehatan, menyusun menu itu. Kemudian disesuaikan dengan ketersediaan bahan baku yang ada di pasar Arab Saudi sehingga menu-menu itu tentu sudah melalui pertimbangan yang sangat matang,” ungkap Subhan.

    Berdasarkan catatan Direktorat Pelayanan Haji Luar Negeri, menu Nusantara yang disajikan selama di Makkah dan Madinah di antaranya orek tempe cabe hijau, telur dadar, semur ayam, sambal goreng kentang, keripik kentang mustofa, tumis timun wortel, ikan patin balado, terong balado, rendang daging, dan opor ayam.

    Menu khas Nusantara juga disajikan kepada jemaah saat masa puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Misalnya, rendang ayam, telur orak arik daging cincang, ikan patin bumbu kuning, dan daging sapi bumbu tongseng.

    Ia menambahkan, selama di Arab Saudi jemaah haji mendapatkan konsumsi sebanyak tiga kali sehari.

    “Setiap jemaah mendapatkan kurang lebih 127 kali makan. Kalau ditotal dengan jumlah jemaah yang 213.320 itu totalnya lebih dari 27 juta paket konsumsi selama berada di Arab Saudi,” kata Subhan Cholid menambahkan.

    Selain itu, mulai tahun ini, Indonesia juga menggunakan makanan siap saji dalam layanan katering jemaah haji. Makanan ini didatangkan dari Indonesia, total ada sekitar 1,7 juta box, dan diistribusikan di Makkah dan saat puncak haji di Armuzna. Makanan siap saji ini tentu juga memenuhi cita rasa nusantara.

    Tahun ini juga telah dilakukan ekspor sebanyak 70 ton bumbu Nusantara untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jemaah haji Indonesia di Arab Saudi. Kedua hal ini menjadi upaya memberikan layanan konsumsi yang optimal sekaligus membangun ekosistem ekonomi haji.

    Berikut Daftar Menu Nusantara Jemaah Haji 1445H/2024 M Selama di Makkah dan Madinah:

    1. Minggu:

    – Pagi: Nasi Kuning, Telur Dadar Daun Bawang Cabe Merah, Tumis Kembang Kol Wortel, Air Mineral.
    – Siang: Nasi Putih, Daging Sapi Masak Habang, Oseng/Orek Tempe Cabe Hijau, Air Mineral, Pear.
    – Malam: Nasi Putih, Semur Ayam, Sambal Goreng Kentang, Air Mineral, Jeruk Affandi

    2. Senin:

    – Pagi: Nasi Putih, Ayam Panggang, Acar Timur Wortel, Air Mineral.
    – Siang: Nasi Putih, Ikan Tuna Cabe Hijau, Tumis Wortel Kacang Polong, Air Mineral, Kurma Ajwa/Sukari
    – Malam: Nasi Goreng Putih, Bistik Daging Sapi, Tumis Jamur Cabe Hijau, Air Mineral, Pisang.

    3. Selasa:

    – Pagi: Nasi Putih, Telur Orak-arik Mix, Sambal Goreng Kentang, Air Mineral.
    – Siang: Nasi Gurih, Ayam Gulai, Terong Teri Balado, Air Mineral, Apel.
    – Malam: Nasi Putih, Ikan Filet Dori Goreng Bumbu Rica, Oseng/Orek Tempe Cabe Merah, Air Mineral, Pear.

    4. Rabu:

    – Pagi: Nasi Uduk, Telur Dadar Balado, Tumis Timun Wortel, Air Mineral.
    – Siang: Nasi Putih, Ikan Patin Bumbu Balado, Keripik Kentang Mustofa, Air Mineral, Jeruk Affandi.
    – Malam: Nasi Putih, Gepuk Daging Sapi, Tumis Mix Vegetables, Air Mineral, Kurma Ajwa/Sukari.

    5. Kamis:

    – Pagi: Nasi Putih, Ayam Goreng Bumbu Kecap, Tumis Wortel Mie, Air Mineral.
    – Siang: Nasi Putih, Rendang Daging, Terong Balado, Air Mineral, Pisang.
    – Malam: Nasi Goreng, Ikan Patin Goreng, Tumis Jamur Cabe Merah, Air Mineral, Apel.

    6. Jumat:

    – Pagi: Nasi Putih, Telur Orak-arik Cabe Merah, Tumis Labu Air Paprika, Air Mineral.
    – Siang: Nasi Arab, Ayam Goreng Saus Mentega, Kembang Kol Goreng Tepung, Air Mineral, Pear.
    – Malam: Nasi Putih, Ikan Fillet Dori Goreng Bumbu Asam Manis, Kacang Teri Balado, Air Mineral, Pisang.

    7. Sabtu:

    – Pagi: Nasi Putih, Ayam Opor, Tumis Jamur Paprika, Air Mineral
    – Siang: Nasi Putih, Ikan Tuna Cabe Hijau, Keripik Kentang Mustofa, Air Mineral, Jeruk Affandi.
    – Malam: Nasi Goreng Kampung, Semur Daging, Tumis Jamur Kembang Kol, Air Mineral, Pisang.

    1. 8 Zulhijjah

    – Siang: Nasi Putih, Lauk Siap Saji Rendang Ayam, Jeruk Afandi, Puding/Kue Manis/Cup Cake, Air Mineral.
    – Malam: Nasi Putih, Siap Saji Gulai Ikan, Apel, Biskuit Manis (Krim)/Cup Cake, Air Mineral.

    2. 9 Zulhijjah:

    – Nasi Kuning, Telur Orak-arik Daging Cincang, Terong Teri Balado, Pisang, Susu Kotak Cokelat/Strawbery, Air Mineral.
    – Siang: Nasi Putih, Siap Saji Rendang Daging, Apel, Puding/Kue Manis/Cup Cake, Air Mineral.
    – Malam: Nasi Putih, Siap Saji Ayam Saus Tiram, Pear, Biskuit Manis (Krim)/Cup Cake, Air Mineral.

    3. 10 Zulhijjah:

    – Pagi: Nasi Putih, Siap Saji Daging Saus Tiram, Pisang, Susu Kotak Cokelat/Strawbery, Air Mineral.
    – Siang: Nasi Putih, Daging Sapi Lada Hitam, Tumis Timun Wortel, Pear, Puding/Kue Manis/Cup Cake, Air Mineral.
    – Malam: Nasi Putih, Ayam Goreng Mentega, Sayur Campur Goreng, Jeruk Afandi, Puding/Kue Manis/Cup Cake, Air Mineral.

    4. 11 Zulhijjah:

    – Pagi: Nasi Putih, Telur Orak-arik Daging Cincang, Tumis Wortel Kacang Polong, Pear, Susu Kotak Cokelat/Strawberry, Air Mineral.
    – Siang: Nasi Putih, Semur Daging, Tumis Sayur Jagung, Jeruk Afandi, Puding/Kue Manis/Cup Cake, Air Mineral.
    – Malam: Nasi Putih, Ikan Tuna Cabe Hijau, Tumis Jamur Paprika Merah, Apel, Biskuit Manis (Krim)/Cup Cake, Air Mineral.

    5. 12 Zulhijjah:

    – Pagi: Nasi Putih, Ikan Patin Goreng Bumbu Kuning, Capcay, Pear, Puding/Kue Manis/Cup Cake, Air Mineral.
    – Siang: Nasi Kuning, Siap Saji Ayam Asam Manis, Apel, Susu Kotak Cokelat/Strawbery, Air Mineral.
    – Malam: Nasi Putih, Ikan Tuna Cabe Merah Paprika, Tumis Kacang Panjang, Jeruk Afandi, Puding/Kue Manis/Cup Cake/Air Mineral.

    6. 13 Zulhijjah:

    – Pagi: Nasi Putih, Daging Sapi Bumbu Tongseng, Tumis Timun Wortel, Apel, Susu Kotak Cokelat/Strawbery, Air Mineral.

    (lus/lus)



    Sumber : www.detik.com