Tag: los angeles

  • Profil 3 Finalis Audisi Online Emeron Hijab Hunt, Punya Segudang Prestasi

    Jakarta

    Emeron Hijab Hunt 2024 telah sukses mengadakan audisi offline di tiga kota dan juga online. Selanjutnya akan ada dua finalis yang mendapatkan golden ticket bagi peserta yang mengunggah bakatnya melalui KipasKipas.

    Audisi online berlangsung pada (14/8/2024) berlangsung meriah dan peserta antusias untuk mengikuti rangkaian audisi. Ada yang menampilkan bakat bermain bass, ukulele, teater, hingga sinden.

    Dari audisi online Emeron Hijab Hunt 2024, telah terpilih Az Zahra Tania Arifani, Aulia Hanifah dan Nakeisha Syifa. Yuk kenal lebih dekat dengan ketiga finalis.


    Tiga Finalis Audisi Online Emeron Hijab Hunt 2024 :

    1. Az Zahra Tania Arifani (@zahrataniaa)

    Nama Lengkap : Az Zahra Tania Arifani.
    Bakat : Menyanyi, Sinden Jawa/Macapat.
    Tanggal Lahir : 2 Oktober 2000
    Pekerjaan : PNS Kementerian Keuangan.

    Prestasi :

    1. Medali Perak Kemenkeu Got Talent 2023 di Kantor Pusat DJBC

    2. Juara 1 Solo Vokal Dirjen Perbendaharaan Kemenkeu 2023

    3. Juara I Singing Competition IAIN

    4. Juara 1 Solo Vokal Diversity Festival

    5. Juara 1 Solo Vokal Politeknik Kemenkes Bandung

    6. Juara 2 Lomba Solo Vokal Universitas Indonesia Tahun 2021.

    Az Zahra Tania Arifani sehari-hari bekerja di Kementerian Keuangan. Zahra membawakan lagu milik Celine Dion berjudul The Prayer saat audisi online Emeron Hijab Hunt 2024. Kemudian ia juga unjuk kemampuannya dalam sinden yang membuat juri kagum. Ia juga aktif di TikTok @zahrataniaaa dan Youtube @PinkBee.

    2. Aulia Hanifah (@auliahani_fah)

    Nama Lengkap : Aulia Hanifah.
    Bakat : Physical Theatre, Acting, Modelling.
    Tanggal Lahir : 1995-03-22.
    Kegiatan : Kreator Konten.

    Pada saat audisi online, Aulia Hanifah menampilkan physical theatre atau teater fisik dengan memakai busana yang terbuat dari limbah plastik. Aulia sudah mempersiapkan secara matang untuk mengikuti audisi Emeron Hijab Hunt 2024. Ketika nama Aulia terpilih, ia terlihat haru dan bersyukur.

    3. Nakeisha Syifa (@nakeishasyifa)

    Nama Lengkap : Nakeisha Syifa
    Bakat : Menyanyi
    Tanggal Lahir : 7 Mei 2008
    Kegiatan : Pelajar.

    Prestasi :

    1. Brand Ambassador Rabbani Profesor kerudung (Duta Pelajar Rabbani 2023).
    2. 3 Medals at World Championship of Performing Arts, Los Angeles, California, USA.
    3. Gold Medal at The Song Festival, Fiestalonia, Spain.
    4. Gold Medal at World Art Games, Spain.
    5. The Winner of Pop Royalty 2023.
    6. 3rd Winner of Citymall Rising Star 2023.
    7. Runner up Voice of Indonesia 2023.
    8. Top 10 CIMB Niaga Kejar Mimpi Rising Start ASEAN 2024.

    Saat audisi online Emeron Hijab Hunt 2024, remaja yang berusia 16 tahun ini mengeluarkan suaranya yang menggelegar lewat lagu Whitney Houston berjudul Greatest Love of All. Aksi Nakeisha yang bikin merinding langsung mendapatkan standing applause dari para juri Emeron Hijab Hunt 2024.

    Ketiga finalis terpilih selanjutnya akan menjalani masa karantina sebelum melaju ke grand final. Mereka akan bersaing dengan 11 finalis lainnya memperebutkan gelar juara Emeron Hijab Hunt 2024.

    Acara ini didukung oleh Emeron Hijab Shampoo, Shopee Indonesia, Bank Syariah Indonesia, Social Media KipasKipas, EZnet by Telkomsel Internet Mudah Murah Untuk Seisi Rumah dan GIS Travel Sahabat Umroh dan Haji Anda.

    (gaf/gaf)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • Sedih, Penumpang Pesawat Qatar Airways Meninggal Akibat Tersedak Daging

    Sedih, Penumpang Pesawat Qatar Airways Meninggal Akibat Tersedak Daging



    Jakarta

    Seorang penumpang maskapai Qatar Airways meninggal akibat tersedak daging dalam penerbangan Los Angeles-Colombo. Penumpang bernama Dr Asoka Jayaweera tersebut sudah memesan makanan berbasis tanaman (vegan) dalam penerbangan selama 15,5 jam ini.

    Namun permintaan Jayaweera dicuekin maskapai, sehingga pria 85 tahun itu terpaksa makan menu reguler dengan daging. Pramugari maskapai malah menyuruhnya memakan makanan yang ada, karena menu yang diminta Jayaweera mahal. Saat sedang makan inilah, tragedi terjadi pada pensiunan dokter jantung ini.

    “Saat makan, Jayaweera mulai tersedak hingga kehilangan kesadaran. Kru penerbangan mencoba menolong dan berkonsultasi dengan dokter secara remote. Namun kondisi Jayaweera makin buruk hingga penerbangan harus berhenti mendadak di Edinburg,” tulis NDTV dikutip detikTravel pada Sabtu (11/10/2025).


    Sementara dilansir dari Independent, Jumat (10/10/22025) insiden ini terjadi pada tanggal 1 Agustus 2023. Dalam pengaduan keluarga di pengadilan, disebutkan bahwa Asoka telah meminta makanan vegetarian kepada pramugari. Pramugari mengatakan makanan khusus tersebut telah habis dan tersisa yang mengandung daging saja. Lalu pramugari memberinya makanan biasa dengan daging dan menginstruksikannya untuk ‘memakan sekitar’ daging tersebut.

    “Saat mencoba ‘memakan sekitar’ daging dalam makanan yang disediakan, Asoka Jayaweera mulai tersedak tak lama kemudian,” demikian bunyi pengaduan tanpa merinci apa sebenarnya yang menyebabkan dia tersedak.

    Awak kabin melakukan penyelamatan pertama dan menghubungi MedAire melalui telepon, yang memiliki dokter UGD terlatih yang siap memandu staf maskapai dari jarak jauh melalui keadaan darurat medis dalam penerbangan.

    “Sekitar pukul 02:46 UTC, Asoka Jayaweera dipantau dengan tingkat saturasi oksigen 69 persen,” kata pengaduan tersebut.

    Tingkat saturasi oksigen di bawah 88 persen dan dianggap berbahaya. Meskipun pesawat saat itu sedang melewati Wisconsin, awak pesawat memberi tahu rekan seperjalanan Jayaweera, bahwa kapten tidak dapat mengalihkan penerbangan karena mereka sudah berada di atas Lingkaran Arktik dan akan menyeberangi Samudra Arktik.

    Awak kabin memberikan oksigen kepada Asoka, tetapi tidak berhasil dan tingkat saturasinya tidak pernah lagi melebihi 85 persen. Kemudian Asoka kehilangan kesadaran sekitar pukul 07:30 dan diberi obat-obatan. Dia kehilangan kesadaran selama 3,5 jam hingga pesawat mendarat di Edinburgh.

    “Baru sekitar pukul 11.00 UTC pesawat itu turun di Edinburgh, Inggris, dan Asoka Jayaweera dibawa ke rumah sakit. Asoka Jayaweera meninggal dunia di Edinburgh pada 3 Agustus 2023, akibat pneumonia aspirasi yaitu infeksi yang disebabkan oleh menghirup makanan atau cairan ke dalam paru-paru, alih-alih menelannya,” tulis gugatan.

    Atas kejadian tersebut, anak Jayaweera melayangkan gugatan pada Qatar Airways karena pengabaian layanan makan dan keterlambatan respons medis. Dalam tuntutannya, maskapai dinilai gagal menyediakan pesanan menu vegetarian dan kegawatdaruratan yang dialami Jayaweera.

    Insiden ini mempertanyakan tanggung jawab maskapai pada layanan pesan makanan. Bukan kali pertama maskapai besar cuek pada kebutuhan makanan penumpangnya. Pengabaian ini tidak hanya merugikan penumpang tapi juga mempertaruhkan profesionalisme dan nama besar maskapai.

    (row/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • Pesawat Hantam Benda Asing di Ketinggian 36.000 Kaki, Pilot Terluka

    Pesawat Hantam Benda Asing di Ketinggian 36.000 Kaki, Pilot Terluka



    Jakarta

    Sebuah insiden menyebabkan kaca depan kokpit penerbangan maskapai United Airlines hancur. Pilot terluka.

    Penerbangan bernomor UA1093 itu membawa 140 penumpang dari Denver menuju Los Angeles (LA), Amerika serikat (AS). Saat berada di ketinggian sekitar 36.000 kaki, kapten melaporkan melihat sesuatu dari atas menghantam kaca depan kokpit pesawat.

    Pilot juga melaporkan tertimpa pecahan kaca. Sebagian tubuhnya terluka.


    Akibat insiden tersebut, pesawat Boeing 737 MAX itu dialihkan ke Salt Lake City dan berhasil mendarat dengan selamat.

    Setelah peristiwa itu muncul berbagai spekulasi benda apa yang mungkin menabrak pesawat pada ketinggian tersebut, mulai dari puing-puing antariksa hingga meteor.

    Kini, penyebab peristiwa itu mulai teridentifikasi. John Dean, salah satu pendiri dan CEO WindBorne Systems, perusahaan teknologi asal AS yang mengembangkan balon pintar (smart weather balloons) untuk memantau cuaca dan atmosfer secara real time, mengatakan benda tersebut kemungkinan besar adalah salah satu balon cuaca yang diluncurkan perusahaannya.

    “Pada Kamis, 16 Oktober, Foreign Object Debris (FOD) menghantam kaca depan UA1093, pesawat 737 MAX, pada ketinggian sekitar 36.000 kaki. WindBorne mulai menyelidiki insiden ini pada Minggu, 19 Oktober, dan kami yakin FOD tersebut kemungkinan besar adalah balon WindBorne,” pernyataan perusahaan WindBorne Systems, seperti dilansir Stuff, Kamis (23/10/2025).

    “Kami bersyukur sampai saat ini, sepengetahuan kami, tidak ada cedera serius dan tidak ada kehilangan tekanan kabin,” pernyataan perusahaan itu.

    “WindBorne telah meluncurkan lebih dari 4.000 balon hingga saat ini. Kami telah berkoordinasi dengan FAA sepanjang sejarah perusahaan dan mengajukan NOTAM (Notice to Air Missions-peringatan penerbangan) untuk setiap balon yang kami luncurkan. Sistem ini dirancang agar aman jika terjadi tabrakan di udara,” pernyataan ditambahkan.

    Dean kecewa atas insiden yang melibatkan balon cuaca milik perusahaannya. Dia sangat cemas terhadap para penumpang penerbangan UA1093.

    “Saya terkejut melihat kaca di bagian dalam pesawat pecah. Ini benar-benar mengkhawatirkan dan tidak bisa diterima, apa pun peraturannya. Apalagi sampai menyebabkan pilot terluka. Saya sama sekali tidak bisa menerima hal ini,” tulis Dean di platform X.

    Perusahaan tersebut juga menambahkan bahwa mereka bekerja sama dengan Dewan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB) dan Administrasi Penerbangan Federal (FAA) untuk investigasi lebih lanjut.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com