Jakarta –
Saat awal ramadan, banyak orang telat bangun sahur sampai mepet subuh karena belum terbiasa. Jenis makanan ini disarankan oleh ahli gizi untuk dikonsumsi saat waktu sahur mepet.
Ketika bangun sahur mepet subuh, banyak orang berakhir makan tidak karuan atau malah tidak makan sama sekali. Alhasil, perut terasa tidak nyaman karena makan terburu-buru atau karena tidak ada isinya sama sekali.
Lantas, bagaimana solusinya? Apakah ada makanan yang direkomendasikan untuk dikonsumsi jika telat bangun sahur?
Masa awal puasa memang membutuhkan sedikit adaptasi. Tak sedikit orang yang telat bangun untuk sahur di masa awal puasa karena belum terbiasa kembali.
Sari buah bisa jadi andalan saat sahur sedang mepet untuk memberikan nutrisi bagi tubuh. Foto: Getty Images/habovka |
Alih-alih menyantap menu sahur dengan terburu-buru, Anda justru disarankan mengonsumsi makanan atau minuman padat energi saat bangun berdekatan dengan waktu imsak atau subuh.
“Kalau kepepet, sudah mau sebentar lagi imsak, biasanya kalau makan utuh takutnya buru-buru, nanti perutnya malah sakit. Coba cari makanan yang paling mudah untuk dikonsumsi dan padat energi,” ujar ahli gizi Fitri Hudayani yang berpraktik di RSUPN dr Cipto Mangunkusumo, Rabu (22/3), melansir Antara.
Salah satunya adalah minuman sari buah. Minuman ini, lanjut Fitri, mengandung padat energi dan mudah dicerna.
Selain sari buah, Fitri juga merekomendasi konsumsi sari kacang hijau, susu, atau makanan cair lainnya.
Fitri bahkan menyarankan agar Anda menyediakan makanan dan minuman di atas selama bulan Ramadhan jika dibutuhkan dalam kondisi mendesak seperti telat bangun sahur.
“Tapi, tentunya [dikonsumsi] dalam jumlah cukup. Jangan terlalu kurang, nanti tenaganya kurang,” ujar Fitri.
Selain sari buah, makanan cair seperti susu juga bisa jadi pilihan. Foto: Getty Images/CBAriansah |
Jika telat sahur dan hanya bisa mendapatkan sedikit asupan makanan, Anda juga disarankan untuk membatasi aktivitas harian. Fitri menyarankan untuk membatasi aktivitas yang terlalu banyak mengeluarkan energi.
Dengan begitu, diharapkan Anda tak perlu ‘balas dendam’ saat berbuka puasa dengan mengonsumsi makanan dalam jumlah banyak dan tak terkontrol.
“Kalau itu terjadi, nanti malah menjadi masalah kesehatan lain sehingga kita tidak bisa menjalankan ibadah puasa yang sempurna di esok harinya,” pungkas Fitri mengingatkan.
Artikel ini sudah tayang di CNN Indonesia dengan judul “Telat Bangun Sahur, Apa yang Sebaiknya Dimakan agar Puasa Lancar?“
(adr/odi)
![]() |
| Source : unsplash.com / Anna Pelzer |
![]() |
||
Source : unsplash.com / Anna Pelzer
Ikuti Tips Minum Air Putih Ini agar Tidak Dehidrasi Selama Puasa Jakarta – Saat berpuasa tubuh pasti mengalami kekurangan cairan. Karenanya, cukupi kebutuhan air putih harian selama Ramadan dengan tips ini! Menahan nafsu makan dan minum selama seharian tentu bukan hal yang mudah. Jika tidak cukup cairan saat sahur, tubuh akan mengalami dehidrasi yang berujung menyebabkan lemas. Umumnya, setiap orang disarankan untuk mengonsumsi air putih sebanyak 8 gelas per hari. Namun, karena waktu terbatas, mengonsumsi air putih pun jadi berkurang.
Dalam kondisi ini, ada tips minum air putih agar kebutuhan cairan tubuh tetap terpenuhi selama Ramadan, yakni dengan menerapkan pola 2-2-4. Dikutip dari laman resmi Kementerian Kesehatan (04/04/23), berikut caranya!1. 2 gelas air putih saat berbuka
Saat berbuka puasa hindari minum manis yang berlebihan. Akan lebih baik jika minum air putih untuk membantu mengganti cairan tubuh yang hilang setelah seharian berpuasa. Biasakan untuk berbuka puasa dengan air putih, baru kemudian dilanjutkan dengan mengonsumsi makanan lainnya. Paling sedikitnya, minumlah sebanyak 2 gelas. Kamu bisa membaginya, satu gelas saat adzan Maghrib, dan satu gelas lagi saat menjelang adzan Isya 2. 4 gelas saat makan malamMinum air putih saat malam hari harus dilakukan secara berkala. Setelah dua gelas saat berbuka, lalu bisa dilanjut dengan 4 gelas saat makan malam. Namun, jumlah itu dapat dibagi lagi waktunya menjadi 2 gelas pada saat makan, dan dua gelas lagi saat menjelang tidur. Selain mencukupi kebutuhan cairan tubuh, minum air putih sebelum dan setelah makan dapat membantu melancarkan proses pencernaan makanan. Tips minum air putih selama Ramadan ada di halaman berikutnya.3. 2 gelas air putih saat sahur
Sahur adalah waktu penting untuk mencukupi kebutuhan nutrisi tubuh, termasuk cairan. Apa yang kita makan saat sahur akan menjadi bekal energi selama berpuasa. Saat sahur, setidaknya kamu minum 2 gelas air, bisa dibagi dengan satu gelas saat bangun tidur. Lalu, satu gelas lagi setelah makan sahur. Jika kebutuhan cairan terpenuhi, maka tubuh tidak akan mengalami dehidrasi selama berpuasa. 4. Hindari minuman berkafeinJika sudah memenuhi kebutuhan air putih dengan menerapkan pola 2-4-2, sebaiknya hindari minuman yang akan menyebabkan dehidrasi. Salah satunya minuman yang mengandung kafein, seperti kopi dan teh. Minuman berkafein bersifat diuretik yang artinya kondisi yang menyebabkan buang air kecil berlebihan. Dengan begitu, cairan tubuh akan berkurang melalui urine. Hal ini berisiko menyebabkan tubuh kekurangan cairan, sehingga tubuh berpotensi merasa lemas saat berpuasa. (raf/odi) |
![]() |
||
Source : unsplash.com / Anna Pelzer
Tips Makan agar Tetap Bugar Selama Ramadan, Bonus BB Turun Jakarta – Selama ramadan, ada berbagai tips makan sehat yang bisa diikuti agar tubuh tetap bugar. Bonusnya juga bisa membantu usaha menurunkan berat badan! Berikut informasinya. Ramadan berarti muslim berpuasa sebulan penuh untuk menjalani rukun Islam yang ketiga. Perubahan pola makan dan pola tidur pun bakal terjadi selama bulan suci ini karena aktivitas sahur dan buka puasa. Agar tubuh tetap bugar, terdapat beberapa tips makan saat sahur maupun berbuka puasa. Utamanya soal memenuhi kebutuhan cairan tubuh agar tidah dehidrasi.
Selama puasa, kamu bisa mengikuti anjuran minum dengan pola 2-4-2. Artinya minum 2 gelas air putih saat berbuka puasa. Hindari konsumsi minuman manis berlebihan. Air putih lebih disarankan untuk bantu mengganti cairan tubuh yang hilang usai seharian berpuasa. Lalu saat makan malam, usahakan minum 4 gelas air putih. Jumlah ini dapat dibagi lagi menjadi 2 gelas saat makan dan 2 gelas lagi jealang tidur. Terakhir, minum 2 gelas air putih saat sahur. Bisa dibagi dengan minum 1 gelas saat bangun tidur. Lalu 1 gelas lagi setelah makan sahur.
Selain dehidrasi, ‘musuh’ utama saat puasa adalah tubuh lemas. Hal ini bisa dicegah dengan memilih asupan makanan yang tepat. Pilih sumber karbohidrat kompleks, pangan tinggi protein, dan makanan yang secara keseluruhan bersifat padat nutrisi. Salah satu menu andalan saat sahur dan buka puasa adalah kurma. Buah ikonik saat ramadan ini merupakan sumber karbohidrat, protein, vitamin B6 dan mineral termasuk kalium, magnesium, tembaga, mangan dan zat besi. Rasa manis kurma bisa memberikan dorongan energi instan saat buka puasa. Konsumsi juga telur karena bahan makanan serbaguna ini sumber protein yang sangat baik. Konsumsi telur dapat membuat perut kenyang lebih lama dan tubuh tetap berenergi. Selain mengonsumsi makanan yang disarankan, hindari beberapa makanan saat sahur karena efeknya bikin lemas seharian. Salah satunya ayam goreng. “Meskipun hidangan ini enak, memakannya bisa membuat orang merasa lesu. Makanan yang digoreng, seperti ayam goreng, bisa sulit dicerna dan cenderung lebih ke makanan ‘berat’. Kombinasi lemak dan garam yang digunakan bisa membuat orang terbebani dan tidak merasa segar,” jelas Lauren Manaker, ahli diet dan penulis, seperti dikutip Eat This, Not That!. Batasi pula konsumsi roti tawar atau atau roti kemasan lain. Roti tawar biasanya terbuat dari biji-bijian rafinasi yang sudah kehilangan banyak nutrisi selama proses. Berbeda dengan roti dari biji-bijian utuh yang masih mempertahankan kandungan serat, vitamin dan mineral pada kulitnya. “Biji-bijian rafinasi seperti roti putih dan pasta putih berkontribusi pada penurunan energi. Mereka cepat dicerna, membuat kadar gula darah melonjak. Saat gula darah mendadak turun, tingkat energi menurun,” jelas Lisa Young, ahli gizi.
Kabar baik bagi yang sedang berusaha menurunkan berat badan, puasa juga bisa membantu berat badan turun maksimal. Ada tips diet yang patut dicontoh. Pertama, kurangi konsumsi kalori. Kamu dapat mengurangi asupan 300-500 kalori per hari untuk menurunkan berat badan di bulan bulan puasa. Kalori bisa dikurangi dengan mengurangi porsi makanan saat buka dan sahur serta tidak mengonsumsi camilan. Lalu hindari makanan olahan. Makanan tinggi gula, garam, dan lemak ini biasanya rendah nutrisi dan tinggi kalori yang dapat meningkatkan berat badan. Sebaiknya konsumsi makanan sehat saat sahur dan berbuka puasa. Informasi lengkap seputar tips makan sehat selama puasa, dapat kamu lihat DI SINI. (adr/odi) |
![]() |
| Source : unsplash.com / Anna Pelzer |
![]() |
||||
Source : unsplash.com / Anna Pelzer
Bye Buncit! Ini 6 Tips Makan Saat Puasa untuk Hempas Lemak Perut Jakarta – Puasa di bulan ramadan juga bisa dimanfaatkan untuk membantu usaha penurunan berat badan. Perut buncit pun bisa disingkirkan dengan menerapkan tips makan sehat saat puasa berikut ini. Umat muslim di seluruh dunia kini sedang menjalankan ibadah puasa di bulan ramadan. Selain sebagai waktu untuk memperdalam spiritualitas, puasa juga bisa dimanfaatkan untuk memperbaiki pola makan dan kesehatan tubuh, termasuk mengurangi lemak perut tanpa perlu berolahraga intensif. Lemak perut yang terlalu banyak bisa membuat buncit yang tentunya mengganggu penampilan. Untuk mengatasinya, ada tips makan yang bisa dipraktikkan demi menghilangkan lemak perut saat berpuasa tanpa perlu olahraga.
Berikut informasinya melansir VN Express: 1. Makan kimchi
Kimchi merupakan makanan fermentasi khas Korea, kaya akan probiotik yang bermanfaat untuk kesehatan pencernaan. Mengonsumsi kimchi dapat membantu menurunkan berat badan karena rendah kalori dan tinggi serat, sehingga memberikan rasa kenyang lebih lama dan mencegah makan berlebihan. Anda bisa menambahkan kimchi sebagai pelengkap menu sahur atau berbuka untuk variasi yang sehat. 2. Batasi asupan gula tambahan
Selama Ramadan, berbagai hidangan manis sering disajikan saat berbuka. Namun, penting untuk membatasi konsumsi gula tambahan yang terdapat dalam minuman manis, kue, dan makanan olahan, karena dapat meningkatkan risiko penumpukan lemak perut. Sebagai gantinya, pilihlah buah segar yang mengandung gula alami serta serat dan nutrisi penting lainnya. 3. Tambah asupan protein berkualitas
Protein membantu meningkatkan rasa kenyang dan mendukung metabolisme tubuh. Selama sahur dan berbuka, pastikan Anda mengonsumsi sumber protein berkualitas seperti telur, ikan, daging tanpa lemak, kacang-kacangan, dan produk susu rendah lemak. Protein nabati seperti tahu dan tempe juga merupakan pilihan yang baik bagi vegetarian. 4. Tingkatkan konsumsi seratSerat tidak hanya baik untuk pencernaan tetapi juga membantu mengontrol nafsu makan dan mengatur kadar gula darah. Usahakan untuk mengonsumsi 30 gram serat per hari dengan memilih roti gandum utuh, nasi merah, sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Mengonsumsi makanan berserat saat sahur dapat membantu Anda merasa kenyang lebih lama sepanjang hari. 5. Minum teh hijau usai berbuka
Teh hijau mengandung antioksidan katekin yang dapat meningkatkan metabolisme lemak dan membantu penurunan berat badan. Mengonsumsi teh hijau setelah berbuka dapat menjadi kebiasaan baik untuk mendukung upaya mengurangi lemak perut. Namun, pastikan untuk tidak mengonsumsinya terlalu dekat dengan waktu tidur untuk menghindari gangguan tidur. 6. Tambahkan asupan omega 3Asam lemak omega-3 banyak terdapat dalam ikan berlemak seperti salmon, sarden, dan makarel bisa membantu mengurangi lemak tubuh dan meningkatkan kesehatan jantung. Menambahkan ikan berlemak dalam menu berbuka atau sahur dapat menjadi pilihan yang lezat dan sehat. Artikel ini sudah tayang di CNN Indonesia dengan judul “Tips Hempas Lemak Perut Tanpa Olahraga Saat Puasa, Bye Perut Buncit” (aqr/adr) |
![]() |
||||||
Source : unsplash.com / Anna Pelzer
![]() 7 Makanan Terburuk untuk Sahur, Bikin Badan Lemas dan Cepat Haus Jakarta – Saat sahur, penting memilih asupan makanan yang tepat agar tidak cepat lemas dan haus. Hindari pula konsumsi jenis makanan berikut ini agar puasa lebih nyaman. Sahur merupakan waktu makan penting selama ramadan. Tak hanya untuk mengisi energi secara fisik, tapi juga merupakan amalan yang mengundang keberkahan. Sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadits, dari Anas bin Malik RA, Rasulullah SAW bersabda,
تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السُّحُورِ بَرَكَةً Artinya: “Makan sahurlah kalian karena sesungguhnya di dalam sahur itu terdapat berkah.” (HR Bukhari) Dalam memilih makanan saat sahur, ada baiknya memperhatikan kandungan gizinya. Jangan sampai keliru karena bisa menyebabkan efek samping, seperti mudah lemas dan cepat lapar. Hindari daftar makanan terburuk untuk sahur berikut ini: 1. Makanan tinggi garamMakanan tinggi garam atau asin memang nikmat disantap, tapi sebaiknya dihindari saat sahur. Konsumsinya tak hanya menaikkan tekanan darah, tapi juga membuat kamu cepat haus selama puasa, seperti diungkap situs Masnad Health Clinic (4/3/2025). Makanan tinggi garam bukan hanya makanan rumahan yang ditambahkan banyak garam, melainkan juga mie instan, makanan olahan seperti keripik kentang, nugget, pizza, dan banyak lainnya. Cobalah untuk mengurangi garam pada makanan dan bandingkan informasi nutrisi makanan kemasan untuk melihat mana yang mengandung lebih sedikit garam. Pastikan kandungan natriumnya 120 mg atau kurang per 100 gramnya. 2. Makanan tinggi lemak
Lemak memang diperlukan tubuh, tapi jenis lemak yang tak sehat apalagi dalam jumlah banyak, tidak disarankan. Hindari gorengan dan makanan lain yang secara alami tinggi lemak seperti mentega, keju, dan daging olahan. Konsumsi makanan tinggi lemak bisa menyebabkan nyeri ulu hati, memperparah refluks asam lambung dan peradangan, serta menambah asupan kalori. Penyebab terakhir inilah yang membuat berat badan kamu mungkin bertambah saat ramadan. Menghindari makanan tinggi lemak juga bisa menguntungkan kesehatan jantung. Sebaiknya beralih ke sumber lemak sehat, seperti minyak zaitun, alpukat, serta sumber omega 3 dan omega 6 seperti ikan dan kacang-kacangan. 3. Makanan manisAneka es buah, kolak, hingga kue yang manis-manis kerap disantap saat sahur maupun buka puasa. Konsumsi jenis makanan ini bisa membuat kamu merasa sangat lemas, bahkan hanya selang 1-2 jam setelah sahur. Sebab makanan manis ini mengandung gula sederhana yang melepaskan energi dengan sangat cepat dan dalam waktu singkat. Makanan manis juga cepat meningkatkan kadar gula darah yang menyebabkan pelepasan insulin dalam jumlah besar sehingga membuat kamu merasa lelah. Hindari juga sumber makanan manis lain, seperti sereal olahan, roti, nasi, dan pasta karena makanan ini mengandung gula sederhana dan rendah serat yang membuat kamu cepat lapar. 4. Minuman manis
Tak hanya makanan manis, waspadai juga konsumsi minuman manis saat sahur. Misalnya jus buah kemasan, yogurt kemasan, minuman soda, atau minuman energi yang mungkin menarik selera. Tingginya kandungan gula pada minuman manis bisa membuat kenaikan kadar gula darah dalam waktu singkat. Alhasil kamu jadi cepat lapar meski sudah makan cukup saat sahur. Selengkapnya di halaman selanjutnya. 5. Makanan pedas dan banyak rempahSaat sahur, hindari konsumsi makanan pedas atau yang dibuat dengan banyak rempah. Makanan ini bisa bikin perut tak nyaman, seperti meningkatkan asam lambung dan memicu efek maag lainnya, seperti diungkap Times of India. Terlebih jika makanan tersebut dikonsumsi pagi hari. Besar kemungkinan akan menimbulkan risiko lain seperti sakit perut, mulas, atau mual. 6. Sumber kafein
Konsumsi kafein memang bisa mendorong energi, tapi jika berlebihan maka akan merugikan saat puasa. Minuman kafein, seperti kopi dan teh, sebaiknya dikonsumsi tak lebih dari 1 cangkir per hari. Kafein bisa membuat kamu dehidrasi karena bersifat diuretik. Intensitas buang air kecil pun bakal lebih sering selama seharian berpuasa. 7. Makan terlalu banyakTak hanya jenis makanannya, porsi makan juga perlu diperhatikan ketika sahur. Jika makan terlalu banyak, maka perut bisa jadi malah kembung dan terasa tak nyaman. Saat sahur lebih baik konsumsi makanan porsi kecil dan bergizi seimbang. Dengan begitu tingkat energi akan dilepas secara stabil dan kamu tidak mudah merasa lemas. (adr/odi) ![]() Buka Puasa dengan yang Manis Bisa Bikin Badan Lesu, Ini 5 Faktanya! Jakarta – Berbuka puasa dengan yang manis memang menyenangkan. Namun, tahukah kamu bahwa hal tersebut bisa menyebabkan tubuh mudah lesu? Ini faktanya! Berangkat dari seruan “Berbukalah dengan yang manis” membuat banyak orang selalu menyediakan makanan manis untuk berbuka puasa. Mulai dari minuman, kolak, es campur hingga kue-kue. Rasa manis tersebut agaknya dapat mengembalikan energi yang terkuras setelah seharian berpuasa. Namun, jika berlebihan, justru bisa menyebabkan tubuh menjadi lesu.
Hal tersebut disampaikan oleh Ahli gizi asal Malaysia Mohd Siddeq Azha Azahari, alih-alih berbuka dengan yang manis lebih baik berbuka dengan menu seimbang. Dikutip dari Sinar Daily (01/03/25) berikut faktanya!1. Apa itu makanan seimbang?
Mohd Siddeq menjelaskan bahwa makanan seimbang adalah makanan yang mengandung semua nutrisi. Mulai dari karbohidrat kompleks, protein, lemak sehat, dan serat. Makanan yang dipenuhi nutrisi tersebut dapat menjaga energi agar tetap stabil, dan ini diperlukan saat menjalani ibadah puasa. Ketika berbuka, tubuh pun tetap berenergi. Menurut Mohd Siddeq, selama menjalani ibadah puasa, sistem metabolisme tubuh berfungsi seperti pada hari-hari biasa. 2. Bahaya berbuka dengan yang manisNamun, ketika berbuka puasa sering kali mengakibatkan peningkatan asupan karbohidrat yang cukup signifikan. Hal ini dipicu dari kebiasaan makan makanan manis. Makanan manis tersebut dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah secara cepat. Lalu, diikuti dengan penurunan tajam, sehingga menyebabkan tubuh menjadi lesu dan lelah. “Banyak orang yang mengalami masalah ini setiap tahun akibat mengonsumsi karbohidrat berkualitas rendah yang berlebihan,” tutur Mohd Siddeq. Kesalahan saat buka puasa dan tipsnya ada di halaman selanjutnya.3. Kebiasaan buka puasa yang salah
Lebih lanjut, Siddeq juga menjelaskan kebiasaan buka puasa yang salah. Banyak orang yang selalu mengonsumsi makanan ringan terlebih dahulu saat berbuka puasa. “Kesalahan yang sering terjadi selama buka puasa adalah makan makanan ringan, seperti martabak lalu dipasangkan dengan minuman manis dalam jumlah yang banyak,” tuturnya. Kebiasaan makan seperti ini dapat menyebabkan penumpukan kalori dalam waktu sekejap. “Kuncinya adalah makanan seimbang untuk menjaga tubuh tetap berenergi,” lanjutnya. 4. Menu buka puasa seimbangSiddeq mengatakan bahwa pendekatan terbaik untuk buka puasa adalah melengkapi dengan serat dan protein. Itu bagus untuk energi dan sistem pencernaan yang lancar. Alih-alih makan kudapan saat berbuka, lebih baik pilih makanan utama yang seimbang terlebih dahulu. Dengan ini kamu bisa merasakan seberapa kenyang. “Lalu bisa memutuskan apakah perlu ngemil lagi atau tidak. Kalau makan camilan dulu bisa kenyang duluan tanpa dapat nutrisi,” tutur Siddeq. 5. Mengikuti sunnah Nabi
Jika ingin yang lebih sederhana, Siddeq menyarankan agar mengikuti praktek sunnah Nabi Muhammad SAW, yakni mengonsumsi kurma dalam jumlah ganjil. “Kurma menyediakan serat, ini bisa membantu memberikan rasa kenyang dan mencegah makan berlebihan,” tuturnya. Siddeq menegaskan bahwa jika mengandalkan makanan yang digoreng dan tinggi gula saat berbuka tidak akan memberikan rasa kenyang yang tahan lama. (raf/odi) ![]() Bolehkah Minum Kopi saat Sahur? Begini Efek Sampingnya
Jakarta – Sahur adalah waktu penting bagi umat Islam yang akan menunaikan ibadah puasa. Selain bernilai ibadah, makanan dan minuman yang dikonsumsi saat sahur menjadi sumber energi hingga waktu buka puasa tiba. Bagi penikmat kopi, sahur bisa menjadi dilema untuk mengonsumsi minuman favoritnya. Apakah tepat minum kopi ketika sahur? Berikut penjelasan dari para ahli yang bisa menjadi informasi berharga. Bolehkah Minum Kopi saat Sahur?Kopi adalah salah satu minuman yang sebaiknya tidak dikonsumsi saat sahur. Minuman ini berisiko mengakibatkan tubuh kekurangan cairan, hingga menjadi lemas saat puasa.
Pengajar Prodi Kedokteran Keluarga FKUI dr Marinda Asiah Nuril Haya, MMed Sci, PhD mengatakan, kopi bisa membuat kita lebih sering buang air kecil. Hal ini karena sifat diuretik dalam kafein yang membuat kopi lebih dapat memicu produksi urine yang cenderung lebih banyak. Sehingga tubuh lebih sering ingin buang air kecil. Saat puasa cairan terus berkurang, sehingga minum kopi bisa menyebabkan risiko dehidrasi menjadi besar. Sifat booster yang dimiliki kopi bisa diterima tubuh. Meski begitu, tubuh juga akan mengeluarkan banyak cairan dalam waktu beberapa jam. “Mungkin efek kafeinnya bisa stay selama beberapa jam, tapi setelah itu efek buang air kecilnya justru bikin lemas kekurangan cairan dan dehidrasi. Oleh karena itu sebaiknya dihindari,” ujar dr Nuril. Kapan Sebaiknya Minum Kopi di Bulan Puasa?Saat bulan puasa, kopi sebaiknya dikonsumsi saat tiba waktu berbuka. Artinya, penikmat kopi harus menggeser sedikit waktu konsumsi minuman favorit yang biasa dilakukan di pagi hari. Dengan cara ini, cairan yang mungkin keluar setelah minum kopi bisa segera terganti. Penikmat kopi yang puasa tidak perlu mengalami dehidrasi dan lemas selama beribadah. Bagi yang tetap ingin mengonsumsi kopi di waktu sahur, dr Nuril menghimbau untuk memastikan kecukupan air di dalam tubuh. Kecukupan konsumsi air putih bisa menanggulangi efek diuretik kopi. “Jadi pas sahur itu minum sekitar dua gelas air putih. Terus nanti pas buka juga satu gelas air putih, satu gelas usai Sholat Maghrib. Terus dari Isya sampai sahur lagi bisa tiga sampai empat gelas, sehingga kebutuhan cairannya itu tetap terpenuhi,” kata dr Nuril. Selain menggeser waktu minum kopi, cara lain adalah mengurangi jumlah konsumsi harian. Dokter gizi klinik dr Tirta Prawita Sari, MSc, SpGK, mencontohkan, jika biasa minum dua sendok kopi maka saat bulan puasa menjadi satu sendok. Hal ini untuk menekan risiko terjadinya dehidrasi dan gangguan kesehatan pencernaan. (elk/row) |

































