Tag: makanan alami

  • Waspadai 4 Hal Ini Sebelum Beli Tiram di Restoran


    Jakarta

    Banyak restoran mewah menawarkan tiram atau oyster. Meskipun menggiurkan, kamu perlu hati-hati karena tidak semua disajikan dalam keadaan segar.

    Oyster atau tiram merupakan salah satu jenis makanan laut yang semakin populer. Banyak restoran menawarkan tiram mentah dengan tingkat kesegaran dan kualitas yang baik.

    Penawaran tiram seperti ini membuat restoran tidak segan menjualnya dengan harga mahal. Pelanggan yang tertarik juga tidak ragu membelinya.


    Meskipun bagi sebagian orang tiram tampak sangat menggiurkan, tetapi jangan langsung termakan promosi.

    Kamu perlu hati-hati ketika membeli tiram di restoran. Sekalipun mereka mengklaim menyajikan tiram berkualitas, tetapi belum tentu terjamin.

    Menurut CDC (Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit) Amerika Serikat, tiram atau oyster mentah aman dimakan. Namun, fakta bahwa makanan laut ini tidak perlu dimasak menjadi suatu perhatian.

    Pengunjung yang membeli tiram di restoran tetap perlu berhati-hati. Sebab, terdapat beberapa alasan mengapa tiram di restoran bisa berbahaya.

    1. Jangan tergiur harga tiram murah

    oysterJangan mudah tergiur penawaran osyter mahal yang harganya menjadi sangat murah. Foto: Shutterstock/

    Tiram atau oyster termasuk ke dalam hidangan mewah yang harganya tidak murah. Umumnya, tiram di restoran seharga ratusan ribu sampai jutaan rupiah.

    Dengan harga yang mahal itu, restoran pun biasanya bisa menjamin kualitas tiram yang ditawarkan.

    Namun, beberapa restoran juga ada yang menawarkan tiram dengan harga lebih murah. Jika menemukan restoran seperti ini, kamu perlu memperhatikan dengan baik kualitas dan kesegarannya.

    Takutnya mereka mendapatkan pasokan tiram yang kualitasnya tidak baik hingga tidak ragu menjualnya murah.

    2. Perhatikan cara restoran menyajikan tiram

    Wanita Ini Dihujat karena Beri Tip Sedikit Usai Makan 48 Oyster MahalKamu bisa mengetahui tiram itu segar atau tidak dari visualnya. Foto: TikTok @equanaaa

    Tiram memiliki umur simpan lebih lama dibandingkan seafood lain. Departemen Kesehatan Negara Bagian Washington, Amerika Serikat memberi informasi, cangkang tiram yang tertutup rapat membuat tiram bisa disimpan lama di freezer, sekitar seminggu.

    Sedangkan tiram atau kerang biasa yang punya cangkang lunak, hanya bertahan tiga atau empat hari.

    Restoran atau bar spesialis tiram kemungkinan besar menerima pengiriman tiram segar setiap dua hari sekali. Sebab, mereka mungkin menjual lebih dari seribu tiram dalam satu malam.

    Perputaran yang konsisten ini biasanya menjadi indikasi bahwa tiram yang kamu makan aman.

    Untuk memastikan tiram itu aman atau tidak, bisa dilihat juga dari tampilan fisiknya. Jika sebuah restoran mengetahui cara mengupas tiram mentah dengan benar, bisa jadi ini tanda bahwa restoran sering mengupas dan menyajikan tiram.

    Para pegawai disana juga berarti sudah tahu cara menyajikan tiram yang aman.

    Meskipun hal ini tidak menjamin kesegarannya, tetapi bisa menjadi indikator ketelitian dan perhatian bagi pelanggan yang ingin membeli tiram di restoran.

    Hal yang perlu diwaspadai lainnya saat hendak membeli oyster di restoran bisa lihat halaman selanjutnya!

    3. Kenali ciri-ciri tiram segar

    oysterOyster juga perlu diperiksa ciri-cirinya agar kesegaran dan kualitasnya terjamin. Foto: Shutterstock/

    Sebelum terjebak dalam harga tiram mahal tetapi kesegaran dan kualitasnya tidak terjamin, kamu perlu paham ciri-ciri tiram yang segar.

    Umumnya tiram yang segar masih disajikan bersama cangkangnya. Kemudian disajikan juga di atas serpihan es batu dan dilengkapi potongan lemon.

    Jika ingin makan tiram mentah, pastikan tiram atau oyster tersebut masih dalam keadaan hidup. Jangan khawatir tiram kesakitan, karena mereka tidak punya sistem saraf pusat sehingga tidak merasakan sakit seperti hewan lain.

    Oyster atau tiram segar punya cangkang yang masih tertutup rapat dan tidak berlendir atau berbau busuk. Saat daging dilepas dari cangkang, teksturnya kenyal dan empuk.

    Perhatikan juga warna dagingnya. Jika daging warnanya tidak pucat berarti masih segar dan aman dikonsumsi.

    4. Ingat risikonya setelah menikmati tiram

    Tiram di restoran bisa saja belum terjamin keamanan, kesegaran, dan kualitasnya.

    Sebelum memesan tiram, kamu perlu ingat juga risiko kesehatan yang akan terjadi. Mengonsumsi tiram mentah memang umum dilakukan, tetapi tidak sepenuhnya aman.

    Banyak informasi salah mengenai tiram mentah. FDA (Food and Drug Administration) Amerika Serikat juga membantah beberapa klaim palsu terkait tiram.

    Hal terpenting jika ingin makan tiram yaitu memperhatikan ciri-ciri tiram dari tampilannya. Jika ragu, lebih baik tiram tidak dimakan dan ingat risikonya. Memakan tiram mentah yang tidak segar dapat mengakibatkan infeksi bakteri vibrio atau penyakit vibriosis. Hal ini bisa membuat seseorang sakit parah hingga meninggal dunia.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Jangan Simpan 5 Makanan Ini di Kulkas karena Bisa Beracun


    Jakarta

    Menyimpan makanan di kulkas memang bisa memperpanjang umur simpannya. Namun, ada beberapa makanan yang justru beracun jika disimpan di kulkas.

    Makanan yang disimpan dalam kulkas dipercaya bisa menjadi lebih awet. Suhu dingin di dalam kulkas mampu menahan pertumbuhan bakteri pada beberapa makanan sehingga membuatnya lebih tahan lama.

    Beberapa makanan memang lebih baik disimpan dalam kulkas, tetapi ada juga yang justru lebih baik disimpan di suhu ruang. Makanan-makanan ini jika disimpan dalam kulkas justru menjadi beracun.


    Untuk menghindari bahaya, penting mengetahui bahan makanan apa saja yang perlu dan tidak disimpan di kulkas.

    Dr. Dimple Jangda, dokter spesialis usus telah membagikan daftar makanan yang tidak boleh disimpan dalam kulkas. Melalui unggahan di Instagram, dirinya juga menyebut beberapa penelitian terkait hal ini.

    Berikut penjelasannya seperti dirangkum dari Times Of India (30/01).

    1. Bawang putih

    Manfaat Bawang Putih untuk JerawatMemasukkan bawang putih yang sudah dikupas ke dalam kulkas hanya membuatnya cepat berjamur. Foto: Getty Images/gerenme

    Dokter ini tidak menyarankan membeli bawang putih yang sudah dikupas dan menyimpannya dalam kulkas. Sebab, bisa memancing pertumbuhan jamur secara cepat.

    Bawang putih juga biasanya akan berubah warna. Teksturnya pun berubah seperti karet.

    Mengonsumsi bawang putih yang sudah berjamur juga dikaitkan dengan memicu penyakit kanker. Memasukkan bawang putih berjamur ke dalam makanan tidak hanya berbahaya, tetapi juga membuat rasa masakan hambar.

    Dr. Dimple Jongda menyarankan beli bawang putih yang masih ada kulitnya. Kupas kulitnya hanya saat kamu ingin menggunakan bawang tersebut. Bawang putih juga sebaiknya disimpan di luar kulkas.

    2. Bawang bombai

    bawang bombayBawang bombai juga sebenarnya tidak boleh disimpan dalam kulkas karena bisa menimbulkan bahaya. Foto: Getty Images/Saharrr

    Bawang bombai merupakan bahan alami yang tahan terhadap suhu rendah. Jika kamu memasukkannya ke dalam kulkas, patinya mulai berubah menjadi gula dan memicu pertumbuhan jamur.

    Jika menemukan bagian bawang bombai yang sudah berjamur, kebanyakan orang memilih untuk memotong bagian tersebut. Kemudian menyimpan sisanya di dalam kulkas.

    Namun, cara itu tidak disarankan karena mengundang bakteri tidak sehat yang datang dari lingkungan sekitar, dan akhirnya memicu pertumbuhan jamur.

    3. Jahe

    5 Makanan Kaki Lima Ini Sudah Ada Ratusan Tahun, Bir Jahe dan Belut RebusJahe juga khasiatya tidak main-main. Namun, cara penyimpanannya perlu diperhatikan secara teliti. Foto: Ilustrasi iStock/Site

    Jahe juga sebaiknya tidak disimpan dalam kulkas. Dr. Jangda mengungkap, menyimpan jahe dalam kulkas hanya akan mengundang pertumbuhan jamur sangat cepat.

    Jika mengonsumsi jahe berjamur dikaitkan dengan kegagalan ginjal dan hati. Oleh karena itu, sebaiknya kamu menyimpan jahe di suhu ruangan saja.

    Supaya lebih tahan lama, kulit jahe jangan dikupas terlebih dahulu.

    Daftar makanan lain yang sebaiknya tidak boleh dimasukkan ke kulkas bisa dilihat pada halaman selanjutnya!

    4. Nasi

    Beberapa orang suka menyimpan nasi di kulkas agar tahan lebih lama. Sebagian juga percaya, nasi yang disimpan dalam kulkas memiliki pati resisten.

    Menurut banyak orang, nasi ini mampu membantu menurunkan kadar kolesterol dan gula darah. Namun, cara ini tidak disarankan.

    Faktanya, nasi merupakan salah satu bahan yang paling cepat terkena jamur. Jika ingin disimpan dalam kulkas, sebaiknya tidak lebih dari 24 jam.

    5. Kunyit

    Selain 4 bahan yang disebutkan Dr. Jongda, ada salah satu bahan yang juga sebaiknya tidak disimpan dalam kulkas, yaitu kunyit.

    Seperti jahe, kunyit juga tidak bisa disimpan dalam kulkas karena suhu dingin membuat pertumbuhan jamur lebih cepat. Menurut dokter Zaidul Akbar, freon di dalam kulkas ini juga yang membuat kunyit menjadi mudah berjamur.

    Oleh karena itu, lebih baik menyimpan kunyit di suhu ruang normal. Dokter Zaidul Akbar juga memberi tips dalam menyimpan kunyit, yaitu dengan cara dikeringkan.

    Setelah kering, kunyit sebaiknya disimpan di dalam wadah. Tinggal direbus saja jika ingin dipakai dalam masakan.

    (aqr/adr)

    Sumber : food.detik.com

    Alhamdulillah Makan Minum Makanan Minuman Sehat Wal Afiyat di JumatBerkah.Com اللهم صلّ على محمد
    Source : unsplash / Ella Olsson

  • Banyak Makan Santan? Ini 7 Cara Menetralisir Tubuh secara Alami

    Banyak Makan Santan? Ini 7 Cara Menetralisir Tubuh secara Alami

    Jakarta

    Makanan bersantan memang menggugah selera. Berbagai makanan khas Indonesia juga dibuat dengan santan, seperti rendang, opor, dan gulai.

    Meski demikian, mengonsumsi makanan bersantan terlalu banyak bisa membuat perut tidak nyaman. Tak perlu khawatir, ada sejumlah cara yang bisa dilakukan untuk menetralisir tubuh setelah makan makanan dengan banyak lemak.

    7 Cara Menetralisir Tubuh setelah Makan Santan

    Minum air putih, makan buah-buahan, hingga menghindari makanan dingin merupakan sejumlah cara menetralisir tubuh setelah makan santan. Begini penjelasanya.


    1. Minum Air Putih

    Minum air putih membantu membuang racun, membantu pencernaan, dan menjaga tubuh berfungsi dengan lancar. Untuk mendapat manfaat tambahan, coba minum air hangat.

    Mengutip laman Reset, air hangat bisa membantu pencernaan melarutkan lemak lebih cepat. Kamu juga bisa menambahkan biji adas ke dalam satu liter air hangat dan meminumnya sepanjang hari. Biji adas dikenal dengan khasiatnya untuk pencernaan dan bisa mengurangi kembung dan rasa tidak nyaman.

    2. Makan Buah-buahan

    Enzim pencernaan berperan penting dalam memecah makanan yang masuk ke tubuh, terutama lemak dan minyak. Setelah makan makanan berat, tubuh mungkin memerlukan bantuan ekstra untuk mencernanya.

    Buah-buahan tertentu seperti nanas, pepaya, dan kiwi kaya akan enzim pencernaan. Masing-masing dari buah-buahan ini mengandung bromelain, papain, dan aktinidin, enzim yang membantu mencerna protein. Sehingga, mengonsumsi buah-buahan ini setelah makan berat bisa mendukung sistem pencernaan dan membantu tubuh merasa lebih baik.

    3. Lakukan Aktivitas Ringan

    Setelah makan berat, sebaiknya mulailah bergerak. Aktivitas fisik yang ringan seperti berjalan bisa mencegah penumpukan lemak. Berjalan juga membantu untuk merangsang pencernaan dengan meningkatkan aliran darah dan memperlancar pergerakan makanan melalui saluran pencernaan.

    Tapi, tunggu setidaknya dua jam setelah makan. Hal tersebut memungkinkan tubuh untuk fokus pada pencernaan tanpa mengalihkan aliran darah dari sistem pencernaan. Jalan cepat selama 20-30 menit akan membantu tubuh menghindari rasa kembung.

    4. Konsumsi Makanan Kaya Serat

    Serat begitu penting untuk melancarkan pencernaan, terutama setelah mengonsumsi makanan yang berat. Serat membantu mengatur pergerakan usus, mencegah sembelit, dan memasikan kelancaran sistem pencernaan.

    Sayuran seperti yang berdaun hijau, kacang-kacangan, biji-bijian utuh, dan buah-buahan seperti apel dan pir mengandung banyak serat. Asupan ini bisa membantu tubuh membuang kotoran dengan lebih efisien dan mengurangi rasa tidak nyaman setelah makan berat.

    5. Konsumsi Makanan Kaya Probiotik

    Probiotik merupakan bakteri baik yang membantu menjaga keseimbangan mikroorganisme yang sehat dalam sistem pencernaan. Sehingga, probiotik sangat penting dikonsumsi setelah mengonsumsi makanan berminyak atau berat.

    Contoh dari makanan yang kaya probiotik di antaranya yogurt, kefir, dan sayuran fermentasi, seperti kimchi. Makanan-makanan ini bisa membantu menenangkan pencernaan dan mencegah kembung.

    6. Istirahat setelah Makanan

    Setelah makan makanan berat seperti yang bersantan, beri tubuh waktu untuk istirahat. Untuk santapan berikutnya, kamu bisa mengonsumsi sesuatu yang ringan, seperti buah-buahan segar, sayuran, salad, dan biji-bijian utuh. Makanan ini mudah dicerna dan tidak berbahaya untuk perut.

    7. Hindari Makanan Dingin

    Makanan dingin seperti es krim yang dikonsumsi tepat setelah mengonsumsi makanan berat bisa berdampak buruk pada hati, lambung, dan usus. Mengutip laman Healthsouth, jika mengonsumsi makanan dingin, proses pencernaan akan mengalami tekanan yang berlebihan. Hal tersebut bisa menyebabkan gangguan pencernaan dan kembung yang parah.

    (elk/row)



    Sumber : food.detik.com