Tag: makanan buruk

  • 5 Makanan Ini Berbahaya Jika Tidak Langsung Dimakan


    Jakarta

    Sebagian orang suka menyimpan makanan sisa agar bisa dinikmati kembali. Sayangnya, tidak semua makanan aman dikonsumsi dengan cara seperti itu, terutama 5 makanan ini.

    Banyak orang lebih suka membeli bahan atau membuat makanan yang bisa bertahan lama jika disimpan. Cara ini membuat mereka lebih hemat.

    Namun, pakar keamanan pangan mengatakan kepada DailyMail.com, beberapa makanan bisa memburuk kualitasnya hanya dalam satu atau dua hari, bahkan setelah dimasak.


    Dr. Tracey Brigman, ahli gizi dan profesor klinis di Departemen Ilmu Gizi Universitas Georgia mengungkap, sebagian besar sisa makanan akan bertahan dengan aman selama 3 atau 4 hari jika disimpan dalam kulkas.

    Namun, makanan sisa itu sebaiknya langsung disimpan di kulkas tidak lebih dari 2 jam setelah dinikmati. Makanan sisa ini juga perlu dikemas dalam wadah kedap udara.

    Meskipun begitu, ada beberapa bahan yang lebih rentan terhadap pertumbuhan bakteri dan mungkin perlu dikonsumsi lebih cepat. Jika makanan yang terkontaminasi bakteri itu dimakan, bisa menyebabkan penyakit berbahaya.

    Untuk menghindari hal ini, sebaiknya ketahui daftar makanan yang perlu langsung dimakan. Merangkum daillymail.co.uk (05/12/23), berikut makanannya!

    1. Telur rebus

    Makanan favorit Raja Charles III, Telur Rebus Hingga Daging DombaTelur rebus yang sudah dikupas cangkangnya harus segera dimakan. Foto: Getty Images/iStockphoto

    Jika ingin telur rebus bertahan lebih dari 24 jam, sebaiknya telur jangan dikupas dari cangkangnya terlebih dahulu.

    Menurut Departemen Pertanian AS (USDA), cangkang telur berfungsi sebagai lapisan pelindung untuk menangkal bakteri. Setelah lapisan dihilangkan, bakteri dapat dengan cepat masuk ke pori-pori telur dan mencemarinya.

    Pada 2019, CDC menyelidiki wabah listeria terkait dengan telur-telur ini, yang membuat setidaknya delapan orang di lima negara bagian sakit. Bakteri ini menyebabkan infeksi listeriosis.

    Makanan umum lainnya yang terkait dengan penyakit ini adalah susu yang tidak dipasteurisasi, sayuran, dan beberapa jenis daging.

    Gejalanya biasa dimulai dalam kurun waktu satu sampai empat minggu setelah terpapar. Gejala yang ditimbulkan, seperti sakit kepala, kebingungan, nyeri otot, hingga demam.

    Setelah telur direbus, USDA merekomendasikan segera mendinginkannya dalam wadah berisi es. Kemudian memasukkannya ke dalam kulkas dalam waktu dua jam.

    Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) juga memperingati untuk tidak meninggalkan telur matang atau hidangan telur di luar kulkas selama lebih dari dua jam.

    Jika masih dalam cangkang, telur rebus aman dikonsumsi kurang lebih satu minggu. Para ahli pun merekomendasikan hanya mengupas telur rebus saat siap dimakan.

    2. Daging giling

    cara menyimpan daging giling agar awetDaging giiling juga tidak tahan lama disimpan di kulkas. Sehingga perlu langsung dimasak dan dimakan. Foto: Getty Images/iStockphoto

    USDA juga memperingatkan jika daging giling hanya bertahan satu hari. Maksimalnya dua hari di kulkas, sebelum akhirnya mulai membusuk.

    Dr Brigman mengungkap, tingkat kelembaban tinggi membuat daging ini lebih mungkin menarik bakteri setelah disimpan dalam suhu dingin. Itu sebabnya daging giling harus dimasak sampai matang untuk membunuh bakteri atau virus tersebut.

    Selain salmonella, daging giling juga banyak tercemar dengan bakteri E.Coli. E.Coli adalah bakteri yang biasa ditemukan di susu hewan, seperti sapi, kambing, domba, hingga rusa.

    Meskipun sebagian besar tidak berbahaya, beberapa dapat menyebabkan sejumlah gejala gastrointestinal, termasuk kram perut, diare, dan muntah.

    3. Melon Cantaloupe

    Dr. Darin Detweiler mengungkap cantaloupe melon tidak boleh disimpan satu hari pun di kulkas karena patogen seperti salmonella dan listeria tumbuh dengan cepat.

    Ia mengungkap, “Cantaloupe sebaiknya dimakan segera setelah dibelah. Jangan pernah membeli cantaloupe yang sudah dipotong atau dibelah dua.”

    Buah itu dapat terkena patogen dari tanah, hewan, atau air. Bagian luar melon memiliki permukaan terjaring yang dapat ditempeli mikroba.

    Cantaloupe juga dikaitkan dengan wabah salmonella, yang telah menginfeksi 117 orang Amerika. Akibatnya, 61 orang dirawat di rumah sakit dan menewaskan dua orang.

    Dr Detwiler mencatat gejala infeksi salmonella dapat berupa diare, kram perut, demam dalam waktu 12 hingga 72 jam setelah makan makanan yang terkontaminasi.

    Jenis makanan lain yang perlu langsung dimakan bisa dilihat pada halaman selanjutnya!

    4. Ayam mentah

    Tak Takut Keracunan, Pria Ini Lahap Makan Paha Ayam MentahKalau mau umur simpan ayam mentah lebih lama, jangan lupa dimasukkan ke dalam freezer, bukan kulkas. Foto: Site News

    Jika beli ayam mentah, jangan lupa segera memasaknya. Menurut USDA, ayam mentah hanya bisa disimpan di kulkas selama satu hingga dua hari sebelum membusuk.

    Bahkan setelah dimasak, USDA juga merekomendasikan untuk membuangnya selama empat hari.

    Unggas seperti ayam rentan terhadap salmonella karena kepadatannya kurang dibandingkan daging merah, seperti daging sapi. Karenanya bakteri lebih mudah masuk ke dalam.

    Ayam yang tak segar cenderung berwarna abu-abu kehijauan. Bintik-bintik berjamur juga dapat muncul, yang menandakan adanya bakteri. Teksturnya juga berlendir.

    Mencuci atau membilas ayam tidak akan menghilangkan bakteri.

    Oleh karena itu, ayam mentah sebaiknya disimpan dalam freezer saja, jangan di kulkas biasa. Jika di freezer, ayam mentah bisa disimpan selama sembilan bulan.

    5. Nasi matang

    Niat! Netizen Pakai Rumus Kimia untuk Buktikan Nasi Matang Harus DiadukNasi yang sudah matang juga bukanlah pilihan baik untuk disimpan lama-lama karena cepat busuk dan terkontaminasi. Foto: iStock

    Beras memang tahan lama, tetapi tidak dengan beras yang sudah dimasak jadi nasi. Nasi matang ini hanya punya waktu sekitar satu hari di kulkas sebelum akhirnya busuk.

    Nasi rentan terkena bakteri Bacillus Cereus, yang biasanya ditemukan dalam makanan mentah dan belum diolah. Misalnya, kentang, kacang polong, atau rempah-rempahan tertentu.

    Bakteri ini umum juga ditemukan di nasi yang disimpan dalam suhu ruangan atau dalam kulkas yang suhunya terlalu hangat. Namun, tidak menutup kemungkinan bakteri ini bisa ditemukan pada sisa nasi yang disimpan dalam suhu tepat.

    Memasak tidak membuat spora hilang dan terbunuh. Jika nasi dibiarkan di suhu ruangan, spora dapat berkembang biak dengan cepat dan menghasilkan racun berbahaya.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Konsumsi 5 Makanan Tinggi Kalori Ini Justru Disarankan Ahli Gizi

    Konsumsi 5 Makanan Tinggi Kalori Ini Justru Disarankan Ahli Gizi


    Jakarta

    Makanan tinggi kalori kerap dicap buruk untuk kesehatan. Namun, ahli gizi justru menyarankan beberapa jenisnya dikonsumsi karena bisa menambah nilai gizi.

    Tanpa disadari makanan berkalori tinggi mungkin seringkali dikonsumsi. Sayangnya, makanan ini kerap memiliki reputasi buruk.

    Makanan tinggi kalori biasanya mengandung gula dan lemak dalam jumlah banyak. Alhasil makanan ini tidak bisa menjadi bagian dari diet gizi seimbang.


    Terlebih ketika dikonsumsi berlebih, bisa meningkatkan berat badan dan risiko terkena penyakit jantung. Meskipun begitu, tidak semua makanan berkalori tinggi bahaya untuk kesehatan.

    Menurut para ahli ada beberapa makanan tinggi kalori yang layak dikonsumsi sehari-hari. Melansir EatingWell, berikut daftar makanannya!

    1. Kacang-kacangan

    kacang almondKacang almond termasuk salah satu jenis kacang-kacangan yang bisa dikonsumsi. Foto: iStock

    Di balik ukurannya yang kecil, kacang-kacangan punya kalori tinggi. Dalam 100 gramnya mengandung 576 kalori.

    Namun, kacang bagus dikonsumsi karena mengandung lemak sehat, seperti lemak tak jenuh tunggal dan lemak tak jenuh ganda.

    Kandungan lemak tersebut penting untuk fungsi otak dan kesehatan jantung.

    Selain kalori, kacang-kacangan juga kaya akan serat, protein, dan berbagai vitamin, serta mineral. Salah satu kacang yang direkomendasikan yaitu kacang almond.

    Menurut ahli gizi Melissa Rifkin, MS, RDN, CDN, kacang almond bisa menyehatkan jantung dan dapat mengurangi peradangan, serta stres oksidatif bagi penderita diabetes tipe-2.

    Kacang almond juga memiliki indeks glikemik rendah dan kandungan lemak sehat, serat, dan magnesium tinggi untuk meningkatkan kontrol gula darah.

    Ahli diet Rifkin juga menyoroti hubungan asupan kacang almond dengan kesehatan usus.

    “Almond mengandung serat, polifenol, dan lemak tak jenuh yang semuanya berperan dalam mendukung kesehatan usus,” ujarnya.

    Namun, tetap asupannya perlu diperhatikan. Para ahli merekomendasikan konsumsi 28 gram (segenggam kecil) atau sekitar 23 butir kacang almond per hari.

    Disarankan juga untuk mengonsumsi kacang almond tanpa garam tambahan atau pemanis buatan supaya mendapat kesehatan maksimal.

    2. Telur

    tips masak telur rebus yang mudah dipraktekkanTelru juga padat kalori tetapi mengandung banyak nutrisi lainnya. Foto: Getty Images/iStockphoto

    Telur termasuk makanan yang padat kalori. Dalam satu butir telur terkandung 71 kalori. Sedangkan di dalam 100 gramnya terkandung 155 kalori.

    Meskipun begitu, kalori di dalam telur mengandung nutrisi yang kuat.

    Ahli gizi Megan Huff, RD, LD mengungkap kalau telur penuh dengan mikronutrien penting, seperti kolin, vitamin B12, vitamin D, dan selenium. Telur juga merupakan sumber protein yang baik.

    Banyak yang beranggapan kandungan kolesterol telur menyebabkan kadar kolesterol darah meningkat. Namun, sebagian besar studi epidemiologi yang disebut situs Eating Well menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara mengonsumsi satu telur setiap hari dengan kadar kolesterol darah dan risiko kardiovaskular.

    Daftar makanan berkalori tinggi lainnya dan disarankan bisa dilihat pada halaman selanjutnya!

    3. Produk susu

    Alternatif Susu Pengganti Susu SapiMinum susu sapi juga tidak sepenuhnya buruk karena kandungan lemaknya tidak sebanyak yang dikira. Foto: Getty Images

    Menurut ahli gizi Sarah Hester, MS, RD, tidak semua susu mengandung banyak lemak.

    Meskipun memang dalam 250 ml susu sapi mengandung 100-150 kalori, tetapi menurutnya, susu murni di rak-rak toko hanya mengandung 3,25% lemak.

    Sekalipun mengandung lemak, tetapi di dalamnya juga terdapat nutrisi penting.

    Selain itu, produk olahan susu berlemak tinggi juga bisa membuat seseorang kenyang lebih lama.

    Data yang dipublikasikan dalam Nutrition Research menyoroti bahwa makanan olahan susu, terlepas dari kandungan lemaknya, tidak berdampak negatif pada kesehatan kardiometabolik (sekelompok kondisi kesehatan yang memengaruhi sistem kardiovaskular dan metabolisme), dan justru mampu meringankan faktor risiko kardiometabolik tertentu.

    4. Keju

    Keju CheddarKeju juga padat kalori tetapi sebenarnya bernutrisi. Foto: Shutterstock/

    Keju juga mendapat reputasi buruk karena kandungan lemaknya. Di dalam 100 gram keju, khususnya keju cheddar terkandung 402 kalori.

    Namun, menurut ahli gizi Patricia Kolesa, beberapa keju sebenarnya bermanfaat untuk diet.

    Keju merupakan sumber protein yang baik. Dalam setiap onsnya mengandung sekitar 7 gram protein yang dapat membantu memperbaiki otot, mendukung transportasi sel, dan meningkatkan rasa kenyang.

    Di dalam keju juga terkandung mikronutrien yang merupakan sumber kalsium baik untuk kesehatan otot dan menjaga tulang tetap kuat.

    5. Kentang

    Reputasi buruk juga didapat oleh kentang karena tinggi kalori. Dalam satu kentang rebus berdiameter 6,5 cm mengandung sekitar 118 kalori.

    Meskipun begitu, kentang juga kaya akan nutrisi penting, seperti kalium, vitamin C, dan serat. Nutrisi ini membantu mendukung kesehatan jantung, kekebalan tubuh, kesehatan usus, dan masih banyak lagi.

    Meskipun makanan yang disebutkan di atas dianggap buruk karena kalorinya, tetapi kalori bukan satu-satunya penentu nilai gizi makanan.

    Makanan yang disebutkan di atas juga menawarkan banyak manfaat gizi, mulai dari vitamin dan mineral esensial berkualitas tinggi.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com