Tag: matematika

  • Tak Ada Nobel Matematika, Tapi Ada Penghargaan Bergengsi Ini!

    Tak Ada Nobel Matematika, Tapi Ada Penghargaan Bergengsi Ini!


    Jakarta

    Setiap tahun, dunia menantikan siapa saja penerima hadiah Nobel, penghargaan paling bergengsi bagi mereka yang dianggap berkontribusi besar bagi kemanusiaan. Namun, dari semua kategori yang ada, mulai dari fisika, kimia, kedokteran, sastra, hingga perdamaian, ada satu bidang penting yang tak pernah masuk daftar, yaitu matematika.

    Lalu, mengapa matematika tidak masuk ke dalam kategori penerima Nobel, bukankah ilmu ini penting bagi keberlangsungan hidup manusia? Simak penjelasan berikut ini ya detikers!

    Asal-Usul Hadiah Nobel

    Hadiah Nobel pertama kali digagas oleh Alfred Nobel, penemu dinamit sekaligus industrialis asal Swedia.


    Dalam wasiatnya, Nobel mengamanatkan agar sebagian besar kekayaannya digunakan untuk memberikan penghargaan kepada individu yang memberi manfaat besar bagi umat manusia. Hal ini dilakukannya, karena ia memiliki visi untuk mendorong penemuan dan ide yang punya dampak nyata bagi masyarakat, bukan sekadar teori.

    Kenapa Matematika Tak Masuk Daftar?

    Meski matematika adalah “bahasa universal” ilmu pengetahuan, Nobel justru tidak memasukkan bidang ini ke dalam daftar penerima penghargaan. Sejumlah spekulasi pun bermunculan.

    Menurut catatan dari University of Waterloo, keputusan Nobel bukan karena alasan pribadi atau dendam seperti yang sering diceritakan dalam mitos populer. Banyak yang menduga Nobel bersaing dengan seorang matematikawan atau merasa cemburu, tapi tak ada bukti sejarah yang mendukung kisah itu.

    Penjelasan yang lebih masuk akal adalah, Nobel ingin fokus pada ilmu yang berdampak langsung bagi manusia, seperti fisika dan kedokteran. Pada zamannya, matematika dianggap terlalu abstrak dan belum banyak menunjukkan manfaat praktis.

    Selain itu, sejarawan juga menyebutkan bahwa pada masa tersebut, sudah ada penghargaan bergengsi di bidang matematika, yang dibuat oleh matematikawan Swedia Gösta Mittag-Leffler. Jadi, mungkin Nobel merasa tak perlu membuat versi lain.

    Matematika Tetap Diakui Lewat Bidang Lain

    Walaupun tidak ada kategori Nobel khusus Matematika, para matematikawan tetap mendapat pengakuan melalui bidang-bidang lain. Contohnya, John Nash, tokoh di balik teori permainan (game theory), menerima hadiah Nobel Ekonomi pada 1994. Karyanya membuktikan bagaimana konsep matematika bisa diterapkan dalam dunia nyata dan berdampak luas pada ekonomi modern.

    Medali Fields: “Nobel-nya Dunia Matematika”

    Untuk menutup kekosongan itu, komunitas matematika menciptakan penghargaan tersendiri. Salah satu yang paling bergengsi adalah Medali Fields, yang pertama kali diberikan pada 1936.

    Medali ini sering disebut sebagai “Hadiah Nobel untuk Matematika” karena prestisenya. Bedanya, penghargaan ini diberikan setiap empat tahun sekali kepada matematikawan berusia di bawah 40 tahun yang telah memberikan kontribusi besar, menurut International Mathematical Union (IMU).

    Hadiah Abel: Bentuk Penghormatan Seumur Hidup bagi Ahli Matematika

    Selain Fields, ada juga Hadiah Abel yang diberikan pertama kali pada 2002 oleh Akademi Sains dan Sastra Norwegia. Berbeda dari Medali Fields, Abel Prize tidak memiliki batasan usia dan diberikan setiap tahun sebagai penghargaan seumur hidup. Nilai hadiahnya pun hampir setara dengan Nobel.

    Kini, Medali Fields dan Hadiah Abel menjadi simbol tertinggi pengakuan dunia terhadap para matematikawan, memastikan bahwa kecemerlangan dalam bidang ini tetap dirayakan di panggung global.

    Jadi, meskipun tidak ada Hadiah Nobel untuk Matematika, para ahli matematika tetap memiliki wadah untuk dihargai dan dirayakan. Dua penghargaan besar, Medali Fields dan Hadiah Abel menjadi bukti bahwa peran matematika tetap krusial dalam kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dunia.

    Pada akhirnya, meski Nobel “melewatkan” matematika, dunia tidak pernah berhenti merayakan keindahan logika dan rumus yang membentuk peradaban manusia tersebut.

    Sekarang detikers sudah tahu kan, penyebab matematika tidak masuk dalam daftar penghargaan bergengsi Nobel.

    Penulis adalah peserta program PRIMA Magang PTKI Kementerian Agama di detikcom.

    (nah/nah)



    Sumber : www.detik.com

  • 10 Soal Matematika Ini Easy Banget! Tapi Banyak yang Salah Jawab, Kamu Termasuk?

    10 Soal Matematika Ini Easy Banget! Tapi Banyak yang Salah Jawab, Kamu Termasuk?


    Jakarta

    Matematika bukan sekadar hitung-hitungan, tapi juga latihan untuk melatih logika dan ketajaman berpikir. Dengan mengasah otak lewat berbagai soal matematika, kamu bisa meningkatkan konsentrasi sekaligus kemampuan memecahkan masalah.

    Merasa jago matematika? Coba tantangan asah otak berikut dan lihat seberapa cepat kamu bisa menemukan jawabannya!

    10 Teka-Teki Matematika untuk Menguji Keterampilan Berhitung

    Perhatikan 10 soal berikut dengan teliti. Buktikan kamu pintar matematika.


    1. Coba isi kotak yang kosong dengan tepat. Pastikan hasilnya benar.

    Senam Otak Akhir Pekan, Bisa Bikin Pikiran Makin FokusSenam Otak Akhir Pekan, Bisa Bikin Pikiran Makin Fokus Foto: Atilah Tia Abelta/detikHealth

    2. Geser satu angka agar hasilnya benar. Fokus ya.

    Senam Otak Akhir Pekan, Bisa Bikin Pikiran Makin FokusSenam Otak Akhir Pekan, Bisa Bikin Pikiran Makin Fokus Foto: Atilah Tia Abelta/detikHealth

    3. Isi angka yang kosong. Sebelumnya tebak dulu pola yang ada di setiap bagian.

    Tebak dulu pola yang ada di tiap bagian.Tebak dulu pola yang ada di tiap bagian. Foto: Firdaus Anwar

    4. Isi dua lingkaran yang kosong dengan 2 melon. Pastikan jumlahnya jadi 10 ya.

    Kamu harus berpikir kreatif untuk memecahkan teka-teki ini.Kamu harus berpikir kreatif untuk memecahkan teka-teki ini. Foto: Firdaus Anwar

    5. Berapa hasilnya?

    3-3×0+3:3=

    6. Perhatikan angka-angka berikut:

    3, 2, 4= 10
    4, 3, 5= 17
    5, 4, 6= 26
    6, 5, 7= 37
    7, 6, 8=?

    Temukan pola dari mana angka-angka tersebut.

    7. Lihat pertanyaan ini. Ketahui apa yang dihitung di antara gambar-gambar tersebut.

    asah otak healthasah otak health Foto: detikHealth

    8. Isi kotak yang kosong dengan operasi tambah, kurang, kali, atau bagi.

    asah otak healthasah otak health Foto: detikHealth

    9. Kembali lagi dengan pola yang harus ditebak. Coba isi angka yang hilang.

    Bagi kamu yang ingin mengasah ketajaman berpikir, teka-teki ini bisa jadi latihan yang tepat. Benar semua berarti kamu jago matematika.Bagi kamu yang ingin mengasah ketajaman berpikir, teka-teki ini bisa jadi latihan yang tepat. Benar semua berarti kamu jago matematika. Foto: detikhealth/Firdaus Anwar

    10. Jawab perkalian di deret bilangan ini.

    37×3=111
    37×6=222
    37×9=333
    37×12=444
    37×27=???

    Jawaban Teka-teki Matematika

    Berikut jawaban dari 10 soal matematika. Jawabanmu benar semua tidak?

    1. Apa kamu menjawab benar? atau punya cara yang lain?

    Senam Otak Akhir Pekan, Bisa Bikin Pikiran Makin FokusSenam Otak Akhir Pekan, Bisa Bikin Pikiran Makin Fokus Foto: Atilah Tia Abelta/detikHealth

    2. 2 pangkat 5 adalah 32, dikurangi 28 jadi 4.

    Senam Otak Akhir Pekan, Bisa Bikin Pikiran Makin FokusSenam Otak Akhir Pekan, Bisa Bikin Pikiran Makin Fokus Foto: Atilah Tia Abelta/detikHealth

    3. Jawabannya adalah 3. Polanya yaitu angka di ‘kepala’ merupakan hasil penjumlahan dua angka di bawah. Angka 20 sama dengan 10 ditambah 10, sementara 30 sama dengan 17 ditambah 13.

    4. Balik melon angka 9 menjadi 6. Kamu terkecoh tidak?

    Balik melonnya. Ubah 9 menjadi 6.Balik melonnya. Ubah 9 menjadi 6. Foto: Firdaus Anwar

    5. Dahulukan perkalian dan pembagian.

    3-3×0+3:3
    3(0)+1
    3+1=4

    6. Jawabannya yaitu:

    3, 2, 4= 10
    4, 3, 5= 17
    5, 4, 6= 26
    6, 5, 7= 37
    7, 6, 8= 50

    Kuncinya yaitu dua angka pertama dikalikan, lalu ditambah angka ketiga.

    7. Angka dihitung berdasarkan titik temu antara garis.

    asah otak healthasah otak health Foto: detikHealth

    8. Ingat, kerjakan perkalian/pembagian dulu sebelum penjumlahan/pengurangan.

    asah otak healthasah otak health Foto: detikHealth

    9. Jika dijumlahkan, angka di setiap lingkaran memiliki hasil 30. Jadi, angka yang hilang adalah 14.

    10. Hasilnya adalah 999. Setiap angka pengali naik 3, hasilnya naik 111

    (elk/suc)



    Sumber : health.detik.com