Tag: meksiko

  • Mengenal Khadija Omar, Miss Somalia Jadi Finalis HIjab Pertama Miss Universe

    Somalia

    Sosok Khadija Omar mencuri atensi publik di ajang Miss Universe 2024. Pasalnya, Khadija Omar menjadi wanita berhijab pertama yang menjadi kontestan ajang kecantikan dunia tersebut.

    Wanita yang berasal dari kawasan Middle East and North Africa (Mena) itu membuat gebrakan di dunia kontes kecantikan. Akun Instagram resmi Miss Universe @missuniverse mengumumkan Khadija Omar mewakili Somalia.

    Khadija Omar terpilih sebagai Miss Universe Somalia pada 17 September 2024. Dia pun melenggang ke ajang Miss Universe 2024 di Meksiko. Kehadiran Khadija Omar menandakan dirinya sebagai wanita berhijab pertama yang berpartisipasi dalam kompetisi Miss Universe.


    Memulai perjalanannya di kontes kecantikan dunia, Khadjia akan tampil di panggung internasional grand final Miss Universe ke-73 yang digelar pada 16 November 2024 mendatang. Berikut profilnya:

    Khadija Omar Lahir di Pengungsian

    Foto Khadija Omar, kontestan berhijab pertama di ajang Miss UniverseFoto Khadija Omar, kontestan berhijab pertama di ajang Miss Universe. Foto: Dok. Instagram @khadija.omarr

    Khadijah lahir di kamp pengungsi Hagadera, Kenya, yang dikelola oleh Kantor Lapangan UNHCR Alinjugur. Pada usia 10 tahun, dia dan keluarganya bermigrasi ke Kanada untuk mencari kehidupan yang lebih baik.

    Pengalaman ini mendorongnya untuk menjadi wanita seperti sekarang ini. Sebagai perempuan yang tangguh, ia menjadi bukti bagi gadis-gadis muda Muslim yang gigih melakukan perubahan.

    Khadija mempunyai beragam talenta yang menginspirasi. Dikutip dari Grazia, Khadija menjadi influencer, model kecantikan dan seorang wanita yang bangga dengan keterampilan tata riasnya.

    Alumnus Universitas New York jurusan community building and brand development ini kerap mengunggah berbagai kegiatannya di akun Instagram pribadinya @khadija.omarr. Salah satunya adalah hobinya di bidang fotografi.

    Khadija Omar Wanita Berhijab Pertama di Miss World 2021

    Foto Khadija Omar, kontestan berhijab pertama di ajang Miss UniverseFoto Khadija Omar, kontestan berhijab pertama di ajang Miss Universe Foto: Dok. Instagram @khadija.omarr

    Sebelum meraih gelar sebagai wanita berhijab pertama yang masuk Miss Universe, ia juga menjadi wanita berhijab pertama mengikuti Miss World pada 2021. Meskipun tidak menang, Khdijah tetap bangga sudah menorehkan sejarah.

    “Aku memiliki kesempatan terbaik di panggung Miss World untuk merepresentasikan tidak hanya negaraku tapi juga sebagai wanita berhijab dan gadis sepertiku. Aku sangat bersyukur membuat ini menjadi langkah besar dalam sejarah. Hari ini sejarah telah dibuat. Hari ini kami menunjukkan kepada dunia bahwa wanita berhiab dan semua gadis bisa melakukannya juga. Ini menjadi awal dari permulaan untuk sejarah lainnya,” ungkapnya di Instagramnya.

    Khadijah juga pernah meraih gelar di Miss Universe Kanada sebagai runner-up ke-3. Pada ajang kontes kecantikan tersebut, dia menjadi kontestan termuda, usia 23 tahun dan mendapatkan gelar Miss Photogenic.

    (gaf/eny)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • Dulu Wanita Berhijab Pertama di Miss Universe, Khadija Omar Kini Lepas Hijab

    Somalia

    Kabar mengejutkan datang dari Khadija Omar, wanita berhijab yang mencetak sejarah di ajang Miss Universe 2024. Dulu jadi wanita berhijab pertama yang menjadi finalis Miss Universe, kini Khadija memutuskan untuk tidak lagi memakai hijab.

    Wanita kelahiran Kenya ini pernah membuat gebrakan di dunia kontes kecantikan. Pada 2024, Miss Universe mengumumkan Khadija Omar mewakili Somalia.


    Khadija Omar terpilih sebagai Miss Universe Somalia pada 17 September 2024. Dia pun melenggang ke ajang Miss Universe 2024 di Meksiko. Kehadiran Khadija Omar menjadikan dirinya sebagai wanita berhijab pertama yang berpartisipasi dalam kompetisi Miss Universe ke-73 yang digelar pada November 2024.

    Foto Khadija Omar.Foto Khadija Omar. Foto: Dok. Instagram @khadija.omar.

    Sebelum menjadi wanita berhijab pertama yang masuk Miss Universe, ia juga menjadi wanita berhijab pertama mengikuti Miss World pada 2021.

    Khadijah lahir di kamp pengungsi Hagadera, Kenya, yang dikelola oleh Kantor Lapangan UNHCR Alinjugur. Pada usia 10 tahun, dia dan keluarganya bermigrasi ke Kanada untuk mencari kehidupan yang lebih baik.

    Pengalamannya itu mendorongnya untuk menjadi wanita seperti sekarang ini. Sebagai perempuan yang tangguh, ia menjadi bukti bagi gadis-gadis muda Muslim yang gigih melakukan perubahan.

    Khadija mempunyai beragam talenta yang menginspirasi. Dikutip dari Grazia, Khadija menjadi influencer, model kecantikan dan seorang wanita yang bangga dengan keterampilan tata riasnya.

    Khadija Omar Putuskan Lepas Hijab

    Dikutip melalui akun Instagram pribadinya @khadija.omarr, ia mengunggah foto OOTD dengan tidak menggunakan hijab. Pada Maret 2025 ini, dia memperlihatkan rambut panjangnya yang terurai.

    Tepat pada ulang tahunnya, Khadija mengumumkan perjalanan kariernya dalam ajang kecantikan dunia. Ia pun mengucapkan terima kasih terhadap dukungan yang sudah diberikan untuknya.

    “21 Maret, saya berusia 24 tahun. Selama beberapa bulan terakhir, saya telah meluangkan waktu untuk merenungkan perjalanan saya tentang pertumbuhan, tantangan, dan evolusi siapa saya,” tulis Khadija di akun Instagramnya.

    “Menjadi Miss Universe Somalia dan mewakili gadis-gadis Somalia dalam kontes kecantikan telah menjadi salah satu kehormatan terbesar dalam hidup saya. Saya akan selamanya berterima kasih atas dukungan yang saya terima dari komunitas saya dan kesempatan untuk membuka pintu yang pernah ditutup untuk kami,” ucapnya.

    Khadija memutuskan untuk melepas hijab setelah memikirkan secara matang dan mempertimbangkannya. Baginya keputusan melepas hijab tidaklah datang dengan mudah.

    “Hari ini, saya membagikan keputusan yang sangat pribadi: saya telah memilih untuk tidak lagi mengenakan hijab. Pilihan ini tidak datang dengan mudah, itu datang setelah bertahun-tahun mencoba yang terbaik, menghadapi pertempuran internal, dan masih sangat menghormati apa yang diwakili oleh hijab. Tetapi saya telah datang ke tempat di mana saya siap untuk merangkul pertumbuhan, perubahan, dan melakukan apa yang terasa benar bagi saya di kehidupan ini,” tuturnya.

    “Kepada setiap gadis Somalia, setiap gadis berhijab: perjalanan kamu adalah milik kamu sendiri. Bagaimana kamu memilih untuk berpakaian atau tampil di dunia sepenuhnya adalah keputusan kamu, dan bukan milik orang lain. Aku melihatmu, aku mencintaimu, dan aku akan selalu membela hakmu untuk memilih sendiri,” jelas Khadija lagi.

    Dalam foto yang diunggah, Khadija terlihat mengenakan busana pengantin tradisi khas Somalia rancangan @erewor_by_priye. Dia menjelaskan makna dari busananya tersebut.

    “Terima kasih kepada @erewor_by_priye untuk gaun khusus yang indah ini yang memadukan kain Somalia dan desain Nigeria untuk menandai babak baru ini, dan untuk @pytartistry untuk kemewahan yang menakjubkan. Ini untuk melanjutkan misi menciptakan lebih banyak kesempatan bagi gadis-gadis Somalia terutama di ruang-ruang seperti pageantry. Kita baru saja memulai,” ucap Khadija.

    Postingan Khadija Omar yang memutuskan melepas hijabnya itu sudah mendapatkan 280 komentar dan mendapatkan beragam reaksi netizen.

    “Khadija. Kami mencintaimu. Di mana hijabmu? Itu identitasmu, kamu sudah meninggalkannya? Benarkah?” ucap pengguna TikTok @sleek_blessing.

    “Semoga Allah membuat memakai hijab lebih mudah untukmu dan semua wanita Muslim dan menghilangkan segala perjuangan yang menyertainya. Kalian semua cantik dengan hijab kalian!” ujar akun @Rudebwoyy_00.

    “Kamu adalah putri Tuhan dan dia mencintaimu apa adanya. Dan itu adalah antara kamu dan yang maha besar dan maha penyayang. Tidak ada yang bisa menilai kecuali dia. Kamu ikuti hatimu, hidup ini adalah perjalananmu dan tidak ada orang lain,” saut akun @therealsilviasacademy.

    “Hijabmu membuatmu berbeda di sana. Banyak pecinta kontes mengikutimu hanya karena itu,” timpal akun @Andramover.

    (gaf/eny)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • Cara Mengatasi Region Lock HP Tecno Saat Dibawa ke Luar Negeri

    Jakarta

    Sejumlah pengguna HP Transsion mengeluhkan masalah region lock saat membawa perangkat mereka ke luar negeri. Masalah ini baru-baru ini dialami oleh salah satu pengguna bernama Ari Wahyudi.

    Dalam postingan di Facebook Himpunan Teknologi (Himputek), dia mengaku beli Tecno Camon 40 5G di Indonesia dan membawanya ke Meksiko. Begitu tiba di sana, saat mode pesawat dimatikan dan perangkat terhubung ke WiFi, HP langsung terkunci.

    Menanggapi hal tersebut Senior PR Manager Tecno Indonesia, Dessy Triani, region lock bisa terjadi dalam beberapa kondisi. “Salah satunya misalnya kita bawa handphone Tecno yang belum kita aktifkan di Indonesia ke luar negeri,” ujarnya saat ditemui usai acara peluncuran Tecno Spark 40 Pro Series, Kamis (21/8/2025).


    Dessy menjelaskan bahwa fitur region lock ini sebenarnya dirancang untuk melindungi unit perangkat di masing-masing wilayah. Tujuannya adalah mencegah penjualan lintas wilayah, seperti dari Afrika ke Indonesia atau sebaliknya, yang bisa merugikan pasar resmi.

    “Sebenarnya itu cara kamu untuk melindungi unit region masing-masing. Jadi misalnya kalau dulu ada black market, itu sebenarnya untuk menghindari hal-hal seperti itu,” katanya.

    HP Region LockHP Region Lock Foto: X.com

    Meski demikian, Dessy menegaskan bahwa kasus ini bersifat case-by-case. Ada pengguna yang aman membawa HP Tecno ke luar negeri, tapi ada juga yang terdeteksi dan terkunci.

    “Mostly seperti itu, kebanyakan handphone region Indonesia dibawa ke luar negeri tapi dia belum aktifin gitu,” tambahnya. Ia juga membantah anggapan bahwa region lock hanya menyasar perangkat murah, karena kebijakan ini diterapkan secara umum untuk menghindari black market.

    Untuk mengatasi region lock, Tecno menyediakan solusi melalui Carlcare, layanan resmi mereka. Proses unlock dilakukan secara software dan bersifat by request. Berikut adalah cara mengatasinya:

    1. Via Situs Web Carlcare

    • Kunjungi situs resmi Carlcare: https://www.carlcare.com/global/appeal-unlock/
    • Klik menu Dukungan dan pilih Banding Membuka Kunci Telepon.
    • Masuk dengan akun Carlcare Anda (atau buat jika belum punya).
    • Lengkapi formulir dengan informasi yang diperlukan, termasuk IMEI 1 (IMEI utama).
    • Klik Kirim.
    • Untuk memeriksa status, klik Periksa Banding Saya.

    2. Melalui Aplikasi Mobile Carlcare

    Buka aplikasi Carlcare dan masuk (buat akun jika diperlukan).

    • Pergi ke tab “Saya”.
    • Ketuk Pengaturan.
    • Pilih Daya Tarik Membuka Kunci Telepon.
    • Isi formulir.
    • Klik Kirim.
    • Untuk memeriksa status, ketuk Banding Saya di sudut kanan atas.
    Tecno Spark 40 ProSenior PR Manager Tecno Indonesia, Dessy Triani (Kanan) Foto: Adi Fida Rahman/detikINET

    Dessy juga memberikan tips pencegahan: Pastikan HP Tecno sudah digunakan cukup lama di Indonesia sebelum dibawa ke luar negeri.

    “Jadi emang udah pasti, handphonenya emang handphone Indonesia, yang emang udah dipake dulu cukup jangka panjang, terus abis itu baru dibawa ke luar negeri,” sarannya.

    Catatan penting:

    • Pastikan mengirimkan IMEI 1 saat mengisi formulir.
    • Jika tidak memiliki detail penerbangan (misalnya, jika HP adalah hadiah atau dibeli melalui layanan penerusan), tetap bisa mengajukan banding. Setelah submit, kirimkan detail seperti Nomor Layanan, Waktu Pengiriman, Perangkat IMEI, dan Status Buka Kunci ke pihak Carlcare untuk bantuan lebih lanjut.

    Tecno menekankan bahwa kemungkinan region lock masih ada di masa depan, terutama untuk unit baru yang belum diaktifkan. Jika mengalami masalah serupa, pengguna disarankan langsung menghubungi Carlcare untuk proses unlock. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan pengguna bisa menikmati HP Tecno tanpa hambatan saat bepergian ke luar negeri.

    (afr/afr)



    Sumber : inet.detik.com

  • Turis Nyaris Kena Rabies gegara Gemas Pegang-pegang Hewan di Pantai

    Turis Nyaris Kena Rabies gegara Gemas Pegang-pegang Hewan di Pantai



    Mexico City

    Seorang wisatawan melihat seekor hewan lucu di sebuah pantai. Ia gemas dan ingin membelainya, yang tidak ia ketahui bahwa hewan ini menggigit!

    Hewan lucu itu adalah endemik dari Amerika Tengah dan Selatan, namanya coati, spesies omnivora yang masih satu keluarga dengan rakun.

    Turis itu melihat coati saat dalam perjalanan menuju pantai di Meksiko. Ia terlihat menggemaskan dengan tinggi selutut orang dewasa saat mereka berdiri.


    Coati coklat itu mendekat pada turis tersebut, si turis berupaya untuk membelainya namun tak berhasil, seperti dikutip dari Yahoo News pada Rabu (1/10).

    Setelah bertanya tentang coati pada penduduk sekitar, ia merasa ketakutan. Ternyata coati adalah hewan yang suka menggigit. Bahayanya lagi, gigitannya menyebabkan rabies.

    Lewat videonya, ia memberikan peringatan kepada wisatawan lain untuk tidak melakukan kesalahan yang ia buat. Ia mengunggahnya di TikTok @bookthevacation.

    “Jangan lakukan apa yang saya lakukan. Ya mereka membawa rabies dan ya mereka menggigit,” tulisnya dalam caption.

    Coatis, atau Coatamundi telah menghadapi peningkatan habitat dalam beberapa tahun terakhir karena deforestasi dan pertanian. Akibatnya, mereka semakin berinteraksi dengan manusia.

    Sebelumnya di tahun ini, seorang pejalan kaki di Arizona harus menerima vaksin rabies di rumah sakit setempat setelah coati liar menyerangnya di jalan setapak. Interaksi hewan juga dapat menyebabkan eutanasia untuk hewan, agar serangan tidak berlanjut.

    (bnl/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • ‘Naga Mini’ Ini Salah Satu Amfibi Paling Langka di Dunia

    ‘Naga Mini’ Ini Salah Satu Amfibi Paling Langka di Dunia


    Jakarta

    Hewan menyerupai naga yang aneh dapat ditemukan bersembunyi di dasar sebuah danau di Meksiko. Dikenal sebagai salamander achoque, amfibi misterius ini termasuk yang paling langka di dunia, hanya ditemukan di Danau Pátzcuaro.

    Kini, sebuah proyek ambisius baru telah memasang microchip pada makhluk-makhluk ini untuk pertama kalinya, sehingga memudahkan identifikasi individu. Adam Bland, Asisten manajer tim amfibi di Kebun Binatang Chester menyebutkan achoque sangat sulit dibedakan hanya dengan penglihatan.


    “Bekerja sama dengan para dokter hewan di Kebun Binatang Chester, kami mengembangkan cara untuk memasang mikrochip dengan cepat di bawah kulit mereka, tetapi kami perlu memastikannya tetap terpasang dan tidak menimbulkan efek negatif pada salamander,” ujar Bland, dikutip dari IFL Science.

    Karena gaya hidup akuatik dan biologi regeneratifnya yang unik, amfibi dan khususnya salamander tidak selalu mudah ditandai, diberi cincin, atau diberi tanda. Mikrochip menawarkan alternatif, tetapi karena biologi aneh yang sama, spesies amfibi diketahui menyerap mikrochip ke dalam tubuh mereka dan mengeluarkannya atau mendorongnya kembali melalui kulit mereka yang permeabel seiring waktu.

    Melawan segala rintangan, tim konservasionis dari Kebun Binatang Chester berhasil menanamkan chip identitas kecil ke tubuh 80 salamander achoque. Proses pemasangan chip ini tentu saja rumit. Untungnya, bantuan datang dari sumber yang tak terduga, yakni sekelompok biarawati.

    Ya, para biarawati di Monasterio de la Virgen Inmaculada de la Salud memiliki sejarah panjang dengan salamander achoque. Dulu, mereka digunakan untuk membuat obat batuk tradisional. Tetapi ketika jumlahnya mulai menurun drastis, para biarawati mulai mengembangbiakkannya. Kini, mereka merawat ratusan salamander hidup di dalam akuarium di biara dan telah menjadi penyelamat bagi spesies yang terancam punah ini.

    Diperkirakan hanya tersisa 150 achoque dewasa di habitat eksklusif mereka, Danau Pátzcuaro, di negara bagian Michoacán, Meksiko. Itulah sebabnya mereka juga dikenal sebagai salamander Danau Pátzcuaro, tetapi nama ilmiahnya adalah Ambystoma dumerilii.

    Kemampuan mengidentifikasi salamander achoque secara individual di Danau Pátzcuaro akan membantu upaya konservasi, tetapi pertama-tama tim perlu memeriksa apakah metodologi pemasangan mikrochip tersebut aman. Jadi, sebelum mereka membawa mikrochip seukuran beras tersebut ke populasi liar, mereka mengunjungi biara tersebut.

    Para biarawati mampu menyediakan 28 salamander untuk penelitian ini, dan individu selanjutnya didaftarkan dari Kebun Binatang Chester, Centro Regional de Investigaciones Pesqueras Pátzcuaro, dan Universidad Michoacana de San Nicolás de Hidalgo.

    “Kami memotong 80 ekor Ambystoma dumerilii untuk memastikan metode ini berhasil untuk achoque liar,” kata Bland.

    “Kami memotongnya dengan para biarawati mengawasi dengan saksama. Ini demonstrasi nyata tentang bagaimana siapa pun dapat terlibat dalam konservasi. Orang-orang dari berbagai latar belakang bekerja untuk menyelamatkan spesies ini,” sambungnya.

    Salamander-salamander tersebut diperiksa 20 hari setelah pemasangan chip, dan pemantauan ini berlanjut selama empat bulan berikutnya. Untungnya, tim tidak menemukan perubahan signifikan sebagai respons terhadap chip, dan tidak ada dampak kesehatan jangka panjang yang dilaporkan pada 80 salamander tersebut, dan yang lebih baik lagi, semua chip tetap berada di tempatnya.

    Para konservasionis kini berencana menangkap achoque liar agar kesehatan dan jumlah mereka dapat dipantau secara andal. Pekerjaan ini mungkin akan kotor dan rumit, tetapi hasilnya akan sepadan.

    “Membuat orang tertarik pada salamander yang hidup 12 meter di lumpur dasar danau memang sulit, tetapi mereka sungguh menarik dan memiliki banyak nilai budaya bagi masyarakat setempat. Ada peluang nyata untuk memberikan dampak konservasi yang positif bagi achoque dan spesies lain yang kurang dipahami,” kata Bland.

    (rns/rns)



    Sumber : inet.detik.com

  • Bumi ‘Diserang’ dari Luar Angkasa? Pakar IPB Ingatkan Pertahanan Planet

    Bumi ‘Diserang’ dari Luar Angkasa? Pakar IPB Ingatkan Pertahanan Planet


    Jakarta

    Jatuhnya meteor di Cirebon, Jawa Barat menjadi pengingat bahwa ruang angkasa tidak sekosong dan setenang yang orang kira. Ada potensi bahaya dari ruang angkasa yang bisa sewaktu-waktu berdampak pada manusia di Bumi.

    Hal tersebut diungkapkan Guru Besar Fisika Teori IPB University, Prof Husin Alatas.

    “Ruang angkasa dipenuhi objek yang bergerak dalam kecepatan tinggi. Ketika salah satu di antaranya keluar dari orbit stabilnya dan kemudian tertarik oleh gravitasi Bumi, maka potensi tumbukan menjadi nyata,” jelasnya, dikutip dari laman IPB University, Kamis (16/10/2025).


    Ancaman Langit

    Kepunahan Massal

    Ia mencontohkan, 66 juta tahun lalu, asteroid raksasa yang menghantam Semenanjung Yucatan, Meksiko menyebabkan kepunahan dinosaurus.

    Merespons peristiwa tersebut, lembaga-lembaga angkasa luar dunia seperti Badan Antariksa AS (NASA) mengembangkan sistem pertahanan planet agar dampaknya tidak terulang.

    “Misi Double Asteroid Redirection Test (DART) yang berhasil mengubah orbit asteroid pada 2022 menjadi tonggak utama dalam upaya perlindungan Bumi,” kata Husin.

    Kelumpuhan Listrik dan Sistem Komunikasi

    Sementara itu, aktivitas Matahari seperti letupan besar atau solar flare yang mengirimkan partikel bermuatan tinggi dapat melumpuhkan jaringan listrik serta sistem komunikasi di Bumi. Salah satunya terjadi di Quebec, Kanada, sehingga mengalami listrik padam massal berjam-jam pada 1989. Ia mengatakan, kendati medan magnet Bumi melindungi manusia, kekuatannya tebatas.

    “Angin Matahari ekstrem bisa menembus dan memicu kerusakan sistem teknologi modern,” jelasnya.

    Sistem Navigasi Terganggu

    Sampah antariksa yang bertambah setiap tahun juga menurutnya menjadi salah satu ancaman. Berdasarkan data Badan Antariksa Eropa (ESA), ada sekitar 26.000 puing besar berukuran lebih dari 10 cm di antariksa, sedangkan 1,2 juta objek sampah lainnya berukuran lebih dari 1 cm, yang juga dapat menimbulkan kerusakan.

    Husin menjelaskan, ribuan serpihan logam dan puing satelit di orbit dapat menabrak wahana antariksa aktif. Alhasil, tabrakan ini mengganggu sistem navigasi global.

    Radiasi Kosmik

    Ledakan bintang supernova atau fenomena galaksi jauh bisa memicu radiasi kosmik dengan energi tinggi. Kendati jauh, Husin mengatakan, partikel berenergi sangat tinggi dari ledakan atau fenomena tersebut tetap menimbulkan bahaya bagi astronaut dan satelit di luar orbit rendah.

    Pengampu mata kuliah teori relativitas tersebut menambahkan, berdasarkan keterangan sejumlah astronom, bintang Betelgeuse di konstelasi Orion menunjukkan tanda-tanda akan meledak.

    Dikutip dari laman Science NASA, bintang super raksasa merah-oranye ini adalah bintang terbesar di alam semesta. ‘Letusan’ Betelgeuse pada 2019 memuntahkan massa ke angkasa luar dengan bobot beberapa kali lipat Bulan.

    Pada musim gugur 2019 tersebut, cahaya Betelgeuse sempat tiba-tiba meredup drastis sekitar 60 persen, kendati cerah lagi pada April 2020. Momen peredupan itu diduga astronom sebagai fase pra-supernova atau sebelum meledak.

    Pentingnya Riset Pertahanan Planet

    Dari ancaman di atas, ia menegaskan potensi ancaman dari langit dalam waktu dekat dapat berupa tumbukan asteroid berukuran sedang, badai Matahari ekstrem, serta paparan radiasi kosmik.

    Husin menilai, kemajuan teknologi pemantauan dan kolaborasi internasional saat ini mampu mendeteksi risiko lebih dini. Selaras dengan peningkatan kesadaran global terhadap ancaman luar angkasa tersebut, ia mengajak masyarakat ilmiah dan pemerintah untuk memperkuat riset pertahanan planet.

    “Perlindungan Bumi bukan hanya dilakukan dari dalam, tetapi juga dari luar. Menjaga rumah kita berarti memahami dan mengantisipasi ancaman dari semesta,” ucapnya.

    (twu/nwk)



    Sumber : www.detik.com