Tag: melayu

  • 20 Peserta Emeron Hijab Hunt 2024 di Solo Siap Unjuk Bakat di Depan Juri

    Solo

    20 peserta audisi Emeron Hijab Hunt 2024 di Solo siap menampilkan bakat di depan juri dan penonton yang hadir di Solo Paragon Lifestyle Mall, Solo, Jawa Tengah (8/8/2024).

    Ada yang sudah membawa biola, memakai hiasan kepala hingga menggunakan busana tradisional. Seperti Suharma yang mengenakan busana khas Melayu. Ia akan menyanyikan lagu dangdut Melayu berjudul Cindai. Suharma mengaku terharu bisa terpilih menjadi 20 besar.

    “Sebelumnya Masya Allah tabarakallah banget dangat bersyukur karena tidak menyangka banget pesertanya bagus-bagus semua dan ketika diumumin itu kaget banget sangat bersyukur bisa diberi kesempatan bisa masuk top 20 besar,” kata Suharma.


    Suharma mengungkapkan ada rasa grogi akan tampil di hadapan juri namun ia tetap optimis. Ia sudah mempersiapkan untuk tampil di di depan juri.

    “Apa pun hasilnya saya terima insya allah keputusan juri juga yang terbaik. Kalau untuk persiapan sebenarnya saya sudah siapin dari satu bulan yang lalu. Mulai dari pendaftaran sudah tahu saya akan mempersiapkan aja saja, dari kostum kebetulan dari Palembang dan songket saya dikirim dari Palembang ke Solo karena saya kuliahnya di UNS fakultas Pasca Sarjana jurusan Kesehatan Masyarakat,” lanjut Lestari.

    Lestari juga sudah latihan agar tampil maksimal di atas panggung. Ia juga ingin memberikan motivasi untuk muslimah lainnya.

    “Kalau latihan seminggu dua kali kebetulan saya sudah sering mengaji setelah magrib. Harapan saya semoga bisa memotivasi muslimah khususnya Sumatra Selatan apalagi yang datang dari berbagai daerah. Biar bakat Lestari yang bisa terlihat karena sebelumnya mungkin lomba tilawah dan ditampilkan di Emeron Hijab Hunt 2024,” lanjutnya lagi.

    Selanjutnya Wolipop berbincang dengan peserta yang bernama Widiya Ayu (19 tahun) merupakan mahasiswi UIN Raden Mas Said, Surakarta jurusan Psikologi Islam. Ia akan membawakan drama musikal puisi yang diiringi biola.

    “Bersyukur karena itu ridho Allah dikasih kesempatan untuk lolos dan bangga sama diri sendiri karena aku melihat kemampuannya juga bikin aku salut,” ujarnya.

    Ia mengaku usai mendapatkan predikat 20 besar, ia lanjut tampil untuk mengisi sebuah acara. Widia pun mengaku sudah mempersiapkan materi untuk tampil di audisi hari ini.

    “Dengan kepercayaan diri itu sudah ada nilai tambah tersendiri. Karena kebetulan habis audisi aku lanjut tampil acara maulid di Kartasura. Itu acara hajatan dan selawatan yang diiringi biola sampai jam 00.00 WIB, sampai pagi aku belum tidur khusus untuk Emeron Hijab Hunt karena puisi kebangkitan spiritual lagunya Linkin Park dan Bring Me To Life genre rock,” lanjut Widia.

    Wolipop melihat antusias para peserta yang optimis dan berlatih agar tampil maksimal di depan juri. Teman serta keluarga dari peserta juga terlihat hadir untuk memberikan dukungan.

    Selama audisi berlangsung, para pengunjung mall, peserta dan penonton audisi juga bisa menikmati fasilitas keramas gratis dari Emeron. Ada truk keramas yang bisa kamu kunjungi sambil mencoba berbagai produk Emeron yang membuat rambut kamu menjadi sehat dan bersinar.

    Acara Emeron Hijab Hunt 2024 dipandu oleh Trio Terawank yang menghibur lewat aksi kocaknya. Bagi Salmine, siap-siap ya! Karena Salma Salsabil bakal hadir mengisi audisi Emeron Hijab Hunt 2024 hari ini. Salma akan membawakan hits andalannya.

    Yuk ajak teman dan keluarga kamu untuk menyaksikan keseruan Emeron Hijab Hunt 2024!

    Acara ini didukung oleh Emeron Hijab Shampoo, Shopee Indonesia, Bank Syariah Indonesia, Social Media KipasKipas, EZnet by Telkomsel Internet Mudah Murah Untuk Seisi Rumah dan GIS Travel Sahabat Umroh dan Haji Anda.

    (gaf/gaf)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • Tren Hijab Bahan Paris Jepang Model Melayu di Tanah Abang untuk Lebaran

    Jakarta

    Selain menjual aneka busana Lebaran, kamu juga bisa membeli hijab di pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat. Penasaran hijab apa yang menjadi tren di Tanah Abang?

    Pusat perbelanjaan terbesar di Asia Tenggara ini menyuguhkan beragam model dan warna hijab yang sesuai dengan keinginan. Berbelanja di Tanah abang, kamu juga bisa membeli satuan hingga kodi dengan harga yang spesial.

    Hijab bahan paris Jepang premium kini sedang naik daun, termasuk di Pasar Tanah Abang Blok B. Karakter bahan paris Jepang premium yang ringan, tipis dan mudah dibentuk bisa kamu pakai saat Lebaran.


    Toko Denish Collection Blok B LT. SLG LOS C No.69, Tanah Abang menjual koleksi hijab bahan paris premium.Toko Denish Collection Blok B LT. SLG LOS C No.69, Tanah Abang menjual koleksi hijab bahan paris premium. Foto: Dok. Gresnia/Wolipop.

    Di toko Denish Collection Blok B LT. SLG LOS C No.69, menyediakan aneka warna hijab bahan paris Jepang premium. Ada hijab yang polos dan sulam bordir manual. unik serta cantik.

    “Hijab bahan paris Jepang yang original, bahan dan seratnya berbeda dari paris biasa. Kita juga pakai sulam tangan sendiri. Harganya Rp 90 Ribu sampai Rp 200 Ribu yang sulam bordir,” ungkap Wati dari toko Denish Collection.

    Wati menuturkan hijab bahan paris Jepang premium bisa dipadupadankan dengan kebaya, gamis dan tunik. Warna yang paling laris diburu adalah burgundy.

    “Tahun kemarin warna biru, sekarang burgundy yang merah ke marun dan gelap. Kita juga bisa buat seragam untuk Lebaran tapi kalau sekarang sudah full karena mengerjakan pesanan sebelumnya,” ujarnya.

    Toko Denish Collection Blok B LT. SLG LOS C No.69, Tanah Abang menjual koleksi hijab bahan paris premium.Toko Denish Collection Blok B LT. SLG LOS C No.69, Tanah Abang menjual koleksi hijab bahan paris premium. Foto: Dok. Gresnia/Wolipop.

    Selanjutnya ada toko Ceragam Hijab Blok BLT.SLG LOS F No.42 yang menjual hijab bahan paris Jepang. Koleksi hijab bahan paris Jepang dengan bordir ukuran 120×120 cm, dijual dengan hargan Rp 150 Ribu.

    Toko Maheer Scarf di Blok B SLG LOS D N9. 93 menjual pilihan hijab paris dengan beragam karakter bahan dan harga. Warna burgundy menjadi incaran pembeli.

    “Warna burgundy segi empat bisa polos dan motif soalnya trennya warna. Yang paling banyak diminati bahannya paris ada yang Rp 100 Ribu dapat 3, Rp 50 Ribu dapat 2 atau 3. Paris premium dapat 2 hijab. Saat ini burgundy lagi habis di toko,” jelas Nung dari toko Maheer Scarf.

    Toko Maheer Scarf di Blok B SLG LOS D N9. 93, Tanah Abang menjual aneka hijab polos dan motif.Toko Maheer Scarf di Blok B SLG LOS D N9. 93, Tanah Abang menjual aneka hijab polos dan motif. Foto: Dok. Gresnia/Wolipop.

    Hijab dari bahan paris Jepang menjadi favorit karena berbeda dengan paris pada umumnya. Maka dari itu, kamu jangan sampai keliru.

    Tren hijab bahan paris Jepang premium ini, model hijabnya rata-rata bernuansa khas Melayu. Ada hijab ala Melayu dengan warna polos dan aneka bordir yang elegan.

    Menurut toko Denish Collection Blok B LT. SLG LOS C No.69, umumnya hijab model Melayu berukuran 115x115cm atau jika hijabers Malaysia menyebutkan ukurannya sekitar 45 inch.

    Di Tanah Abang Blok B, juga beredar hijab pashmina dan voal yang masih laris manis. Ada juga hijab pashmina meleyot dan pashmina instan.

    Koleksi hijab di toko Ceragam Hijab Blok BLT.SLG LOS F No.42.Koleksi hijab di toko Ceragam Hijab Blok BLT.SLG LOS F No.42. Foto: Dok. Gresnia/Wolipop.

    (gaf/eny)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • 7 Rekomendasi Baju Lebaran One Set ala Melayu Hingga Brokat dari Brand Lokal

    Jakarta

    Setelan busana berupa atasan dan bawahan yang senada atau one set kini tengah tren dan bisa menjadi alternatif bagi kamu yang ingin tampil simpel saat Hari Raya Idul Fitri. Brand modest lokal pun banyak yang mengeluarkan one set edisi spesial Lebaran.

    One set kini jadi tren karena memudahkan tampil stylish dengan busana yang motifnya senada. Wolipop telah merangkum beberapa brand lokal yang menyediakan koleksi one set, mulai dari yang model baju kurung ala Melayu hingga bahan brokat yang elegan.

    Berikut rekomendasi baju one set wanita yang kekinian untuk Lebaran 2025:


    1. Baju One Set Wanita Giyomi (@giyomi.id)

    Rekomendasi one set cantik untuk Lebaran dari GiyomiRekomendasi one set cantik untuk Lebaran dari Giyomi Foto: Dok. Instagram @giyomi.id.

    Baju one set dari Giyomi ini memiliki ciri khas ala baju kurung Melayu. Koleksi ini dari bahan royal silk yang lembut dan flowy, serta cuttingannya yang loose bikin badanmu terlihat lebih jenjang dan slim. Terdapat embroidery ciri khas Giyomi. One set ini hadir dalam ukuran S-L dan dijual dengan harga Rp 375 Ribu. Sedangkan ukuran XL-XXL harganya Rp 385 Ribu.

    2. Baju One Set Atkey (@shopatkey)

    Rekomendasi one set cantik untuk Lebaran dari AtkeyRekomendasi one set cantik untuk Lebaran dari Atkey Foto: Dok. Instagram @shopatkey.

    Koleksi baju one set dari Atkey yang menggunakan bahan sequin lace dan katun dijual dengan harga Rp 390 Ribu. Atasan one set ini muat hingga ukuran lingkar dada 120 cm.

    3. Baju One Set Pulchra (pulchragallery)

    Rekomendasi one set cantik untuk Lebaran dari PulchraRekomendasi one set cantik untuk Lebaran dari Pulchra Foto: Dok. Instagram @pulchragallery.

    Tampil modest dan anggun juga nyaman dengan setelan celana dan atasan berpotongan tunik dengan detail khas kutu baru dari Pulchra. Bagian depan celana resleting dan kancing hook model celana kulot. Ada saku kanan dan kiri belakang karet. Koleksi one set dari Pulchra sedang diskon dari Rp 349 Ribu menjadi Rp 331 Ribu.

    4. Baju One Set Wanita Pulchra (@pulchragallery)

    Rekomendasi one set cantik untuk Lebaran dari PulchraRekomendasi one set cantik untuk Lebaran dari Pulchra Foto: Dok. Instagram @pulchragallery.

    Pulchra juga mengeluarkan koleksi one set dengan model oversized untuk atasannya dan skirt A Line. Bahan dari koleksi one set ini menggunakan rayon jacquard dengan sentuhan satin silk. Detail emboss jacquard membuat one set semakin mewah dan spesial di Hari Raya. Kamu bisa membeli koleksi ini dengan harga Rp 331 Ribu.

    5. Baju One Set Gamaleea (@gamaleea.id)

    Rekomendasi one set cantik untuk Lebaran dari GamaleeaRekomendasi one set cantik untuk Lebaran dari Gamaleea Foto: Dok. @gamaleea.id.

    Gamaleea merilis koleksi one set Hari Raya menggunakan bahan silk printing premium dan detail lengan terdapat kancing (wudhu friendly). One set ini dilengkapi dengan full kancing depan (busui friendly). One set dijual dengan harga Rp 209 Ribu dan memiliki ukuran XS, S, M, L, XL, 2XL hingga 5XL.

    6. Kami. (@kamiidea)

    Rekomendasi one set cantik untuk Lebaran dari KamiRekomendasi one set cantik untuk Lebaran dari Kami Foto: Dok. Instagram @kamiidea.

    Kami. membuat koleksi one set dengan bahan jacquard dan motif floral yang feminin. Lengan balon berkaret dan potongan longgar menambah kesan chic dan kenyamanan. Harga koleksi ini dijual Rp 799 Ribu.

    7. Aleza (@alezalabel)

    Rekomendasi one set cantik untuk Lebaran dari AlezaRekomendasi one set cantik untuk Lebaran dari Aleza Foto: Dok. Instagram @alezalabel.

    Terakhir ada koleksi one set dari Aleza yang menggunakan bahan satin dengan motif print warna pastel. Koleksi one set untuk Lebaran 2025 ini dijual dengan harga Rp 455 Ribu.

    (gaf/eny)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • Suku Anak Dalam Jambi, Asal-usul, Kehidupan, dan Tradisi



    Jakarta

    Suku Anak Dalam (SAD) merupakan salah satu kelompok etnis yang mendiami wilayah Indonesia. Mereka tinggal di Jambi dan memiliki tradisi tertentu.

    Melansir situs detikSumbagsel, Suku Anak Dalam hidup secara berkelompok di kawasan Taman Nasional Bukit Dua Belas (TNBD) yang tersebar di sekitar wilayah Jambi dan Sumatera Selatan.

    Mengutip informasi dari situs Komunitas Konservasi Indonesia Waris, Suku Anak Dalam disebut juga Suku Rimba atau Suku Kubu. Nama Rimba mengacu pada tempat tinggal mereka di hutan, sedangkan Kubu dalam bahasa Melayu bisa diartikan sebagai orang-orang kotor, primitif, dan terbelakang.


    Selain Suku Rimba dan Suku Kubu, Suku Anak Dalam juga ditujukan kepada beberapa suku lain yang mendiami area hutan Jambi seperti Suku Batin Sembilan dan Talang Mamak.

    Perbedaannya tampak dari pola hidup antara keduanya, Orang Rimba Hidup Secara Nomaden sedangkan Suku Batin Sembilan dan Talang Mamak hidup menetap dengan becocok tanam untuk memenuhi kebutuhan mereka.

    Asal-usul Suku Anak Dalam

    Melansir penelitian dari jurnal “Sejarah Sosial dan Kehidupan Ekonomi Suku Anak Dalam Muslim Kecamatan Air Hitam Kawasan Taman Nasional Bukit Dua Belas” bahwa asal-usul nama Suku Anak Dalam ini ditetapkan oleh Departemen Sosial pada 1970. Nama itu digunakan untuk membedakan masyarakat yang mendiami hutan dengan masyarakat umum yang disebut orang terang.

    Secara secara fisik, Suku Anak Dalam diyakini sebagai keturunan Etnis Weddoid. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya kesamaan ciri fisik antara Suku Anak Dalam dan Etnis Weddoid seperti, badan yang kecil, kepala berbentuk sedang, rambut keriting, kulit sawo matang, mata menjorok ke dalam, dan kaki kulit yang tebal.

    Adapun, secara kebudayaan, suku ini dikaitkan dengan Suku Minangkabau karena sistem Matrilenial yang mereka gunakan dan logat bahasa Suku Anak Dalam yang mirip dengan bahasa Melayu-Minang.

    Selain itu, banyak versi yang menulis mengenai asal-usul Suku Anak Dalam. Aliansi Masyarakat Nusantara menyebut bahwa nenek moyang suku ini adalah Maalau Sesaat yang melarikan diri dari keluarganya ke kawasan Air Hitam yang saat itu dikenal dengan Puyang Segayo.

    Sumber lain mencatat bahwa Suku Anak Dalam berasal dari keturunan orang Pagaruyung, Sumatera Barat. Kelompok ini diutus oleh Raja Pagaruyung saat itu untuk menjalankan sebuah tugas kerajaan. Namun, karena gagal dalam menjalankan tugas, mereka malu untuk kembali ke kerajaan dan memilih melarikan diri ke area hutan.

    Kehidupan Sehari-hari Suku Anak Dalam

    Suku Anak Dalam sudah menetap di kawasan hutan sejak lama, sehingga pola kehidupan mereka jauh dari pengaruh peradaban modern. Kondisi ini membentuk pola hidup khas yang menjadi bagian kearifan lokal dan diatur melalui hukum adat yang mereka percayai.

    Suku Anak Dalam menjalani kehidupan secara tradisional dengan bergantung kepada alam, suku ini terkenal menggunakan pola kehidupan nomaden.

    Suku ini akan berpindah tempat tinggal karena beberapa kondisi seperti, ada anggota keluarga yang meninggal, adanya pergantian musim yang memaksa mereka mencari tempat lain untuk berlindung dan menyesuaikan diri, juga karena kehabisan sumber makanan dari alam.

    Dalam kehidupan sehari-hari pembagian tugas antara laki-laki dan perempuan dibagi berdasarkan peran alami dan kebutuhan komunitas. Kaum laki-laki biasanya bertugas untuk berburu dan mencari sumber makanan.

    Mereka berburu berbagai jenis hewan seperti babi hutan, rusa, kancil, ikan, hingga monyet. Sedangkan kaum perempuan biasanya berperan dalam memasak, mengasuh anak, dan mengumpulkan bahan makanan dari alam seperti buah-buahan, sayur-sayuran, atau umbi-umbian.

    Dalam proses adat dan sosial, Suku Anak Dalam menerapkan seloko adat, yaitu sistem nilai dan tatanan sosial yang tumbuh serta dipatuhi oleh masyarakatnya.

    Terdapat beberapa istilah penting yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari Suku Anak Dalam, sebagai berikut:

    1. Bertubuh Onggok atau Bermukim

    Istilah ini menggambarkan Suku Anak Dalam yang mulai menetap di satu tempat dan tidak lagi hidup secara nomaden. Mereka mulai membangun tempat tinggal sederhana di sekitar hutan atau di kawasan yang disediakan pemerintah. Meski masih memegang tradisi lama, kelompok ini sudah mulai berinteraksi dengan masyarakat.

    2. Berpisang Cangko atau Bercocok Tanam

    Berpisang Cangko merujuk kepada kegiatan bercocok tanam yang dilakukan Suku Anak Dalam. Hal ini menunjukkan bahwa mereka mulai beradaptasi dengan pola hidup agraris dan tidak hanya bergantung pada hasil berburu.

    3. Beratap Tikai atau Beratap Daun Kayu

    Beratap Tikai merujuk pada rumah atau tempat tinggal Suku Anak Dalam. Rumah-rumah yang mereka tinggali bersifat sederhana, hanya memanfaatkan bahan dari alam seperti daun dan kayu yang digunakan untuk pondasi dan atap rumah.

    4. Berdinding Baner

    Rumah yang ditinggali Suku Anak Dalam biasanya terbuat dari dinding kulit kayu hutan yang biasa disebut dengan istilah Baner.

    5. Melemak Buah Betatal

    Melemak Buah Betatal berarti mengolah buah betatal sebagai sumber makanan. Buah Betatal merupakan jenis buah hutan yang dijadikan sebagai bahan makan yang mengandung minyak dan lemak nabati.

    6. Minum Air dari Bonggol Kayu

    Untuk mendapatkan sumber mata air, Suku Anak Dalam biasanya meminum air yang keluar dari pohon. Selain untuk menghilangkan dahaga, minum air dari bonggol kayu ini dipercaya memiliki khasiat sebagai obat.

    Tradisi dan Kebudayaan Suku Anak Dalam

    Melansir situs detikSumbagsel, berikut beberapa tradisi dan kebudayaan yang berlaku di masyarakat Suku Anak Dalam:

    1. Budaya Melangun

    Budaya Melangun adalah tradisi masyarakat Suku Anak Dalam yang dilakukan sebagai bentuk penghormatan dalam masa berkabung. Dalam tradisi ini, mereka meninggalkan tempat tinggal dan pindah ke wilayah lain untuk menenangkan diri selama masa duka.

    Dahulu, Melangun bisa berlangsung selama 10 hingga 12 tahun, namun kini masyarakat Suku Anak Dalam hanya melakukan Budaya Melangun selama 4 bulan hingga 1 tahun.

    2. Seloko dan Mantera

    Seloko dan Mantera merupakan aturan adat dan pedoman hidup untuk mengambil keputusan dalam kehidupan sehari-hari. Seloko menjadi prinsip dan moral kehidupan yang mereka percaya.

    Contohnya seperti ungkapan, “Di mano bumi dipijak di situ langit dijunjung” yang memiliki arti di mana kita berada, selalu ada adat yang kita junjung tinggi, kita dituntut untuk menyesuaikan diri.

    3. Besale

    Besale merupakan upacara adat yang dilakukan dengan duduk bersama-sama meminta permohonan kepada tuhan untuk diberi kedamaian dan kesehatan, serta dilindungi dari bahaya.

    Selain itu, Besale juga dilakukan sebagai upcara pengobatan atau tolak bala. Upacara ini dilakukan pada malam hari, dilengkapi dengan sesajen yang terdiri dari kemenyan, bunga, dan sajen perkawinan.

    (fem/fem)

    Sumber : travel.detik.com

    Alhamdulillah اللهم صلّ على رسول الله محمد wisata mobil
    image : unsplash.com / Thomas Tucker