Tag: menteri pertanian

  • Hutan Durian Terbesar Asia Tenggara, Ada di Desa Wisata Ini



    Trenggalek

    Mau pesta durian? Di desa ini mungkin bisa. Desa Wisata Duren Sari Sawahan dikenal sebagai hutan durian terbesar se-Asia Tenggara.

    Berlokasi di Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, desa ini menawarkan ribuan pohon durian produktif yang tumbuh di area ratusan hektare, sekaligus menjadi destinasi wisata edukasi, kuliner, dan alam yang menarik.

    Desa satu ini dikenal luas sejak meraih predikat Desa Wisata Terbaik Nasional 2020. Berbasis Community Based Tourism (CBT), desa ini dibangun atas semangat warga yang ingin menjaga lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan.


    Pada awalnya, kondisi sungai kurang bersih dan hasil pertanian sulit dipasarkan. Namun berkat komitmen masyarakat, terbentuklah Pokdarwis Duren Sari pada 2015, yang kemudian diresmikan dengan SK Dinas Pariwisata Trenggalek pada 2017.

    Nama “Duren Sari” bukan sekadar julukan. Desa ini berada di kawasan International Durio Forestry (IDF), hutan durian terluas se-Asia Tenggara seluas 650 hektare, yang ditetapkan Menteri Pertanian pada 2016.

    Sebagian besar pohonnya berusia ratusan tahun sejak masa penjajahan dan tetap terjaga kesuburannya hingga kini. Setiap musim panen, durian tampak menggunung di teras rumah warga, menjadi daya tarik utama wisatawan dari berbagai daerah dan mancanegara.

    Desa Wisata Duren Sari Sawahan menawarkan pengalaman lengkap bagi pengunjung, mulai dari hamparan hutan durian yang rimbun, suasana pedesaan yang asri, hingga beragam aktivitas edukasi dan kuliner. Setiap sudut desa menghadirkan pesona khas yang membuat wisatawan betah berlama-lama.

    IDF menawarkan pengalaman trekking di tengah rindangnya pohon durian tua sambil mengenal berbagai varietas durian lokal. Saat musim panen, pengunjung dapat mencicipi durian yang jatuh langsung dari pohonnya, mulai dari durian Ripto hingga durian khas lain dengan rasa unik.

    Selain durian, buah manggis juga melimpah dan dipanen bersamaan. Udara sejuk, oksigen segar hutan, dan keramahan petani durian menjadi pengalaman tak terlupakan bagi wisatawan.

    Untuk memenuhi minat beragam wisatawan, Desa Wisata Duren Sari menawarkan paket wisata alam, edukasi, budaya, kuliner, outbound, dan live-in. Dengan homestay yang nyaman, wisatawan dapat tinggal bersama penduduk lokal.

    Lalu, merasakan suasana akrab layaknya keluarga, sekaligus belajar kehidupan pedesaan. Hidangan khas seperti wedang jeser (campuran jahe, sere, dan gula aren), sompil, tiwul jambul, hingga nasi luwak siap melengkapi kunjungan Anda.

    Jumlah wisatawan terus meningkat, peluang usaha lokal bertambah, dan lingkungan desa menjadi lebih bersih serta sehat. Keterlibatan warga, termasuk mantan tenaga kerja migran yang menjadi pemandu multilingual, membuat desa ini semakin siap menyambut wisatawan dari seluruh dunia.

    Artikel ini sudah tayang di detikJatim. Klik di sini untuk membaca selengkapnya.

    (ddn/ddn)

    Sumber : travel.detik.com

    Alhamdulillah اللهم صلّ على رسول الله محمد wisata mobil
    image : unsplash.com / Thomas Tucker
  • Profil Amran Sulaiman, Mentan Lulusan Unhas yang Diangkat Jadi Kepala Bapanas

    Profil Amran Sulaiman, Mentan Lulusan Unhas yang Diangkat Jadi Kepala Bapanas



    Jakarta

    Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman resmi menjabat sebagai Kepala Badan Pangan Nasional Indonesia (Bapanas). Amran Sulaiman menggantikan Kepala Bapanas sebelumnya, Arief Prasetyo Adi.

    Bapanas adalah lembaga pemerintah nonkementerian yang memiliki tugas merumuskan kebijakan, koordinasi, dan pelaksanaan urusan pangan nasional untuk mencapai kedaulatan, ketahanan, dan kemandirian pangan. Kewenangan utama Bapanas, antara lain ketersediaan pangan, stabilisasi pasokan dan harga, hingga kerawanan pangan dan gizi, demikian dikutip laman resmi Bapanas.

    Lantas seperti apa profil Amran Sulaiman yang memimpin Bapanas sekarang?


    Profil Amran Sulaiman dan Pendidikannya

    Amran Sulaiman lahir di Bone, Sulawesi Selatan pada 27 April 1968. Ia dikenal sebagai tokoh Sulsel yang menjabat di pemerintahan.

    Pendidikannya banyak dihabiskan di Makassar dengan menempuh studi bidang pertanian. Dengan gelarnya, ia memiliki nama lengkap Dr Ir H Andi Amran Sulaiman, MP.

    Berikut pendidikan tingginya.

    1. S1 di Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin (1988-1993)

    2. S2 Pertanian Universitas Hasanuddin (2002)

    2. S3 Ilmu Pertanian (2008-2012)

    Amran menyelesaikan gelar doktoralnya dengan predikat terpuji atau cumlaude. Kiprahnya di bidang pertanian pun mendapatkan penghargaan.

    Dikutip dari detikNews, Amran mendapatkan penghargaan dari Presiden RI berupa Tanda Kehormatan Satyalancana Pembangunan di Bidang Wirausaha Pertanian. Ia juga pernah mendapatkan penghargaan FKPTPI Award di Bali dan Bintang Mahaputera Adipradana dari Presiden RI pada 2020.

    Karier Amran Sulaiman

    – Berkarier di PTPNXIV

    – Direktur dan Founder Tiran Group

    – Menteri Pertanian (Mentan) periode 2014-2019

    – Dosen Universitas Hasanuddin

    – Anggota ex-officio MWA Unhas sebagai Ketua IKA Unhas

    – Mentan periode ke-2 Presiden Jokowi (2023)

    – Mentan Kabinet Merah Putih

    – Kepala Bapanas (2025)

    (faz/nwk)



    Sumber : www.detik.com