Tag: mindful eating

  • Mengunyah Makanan Pelan-pelan Bisa Turunkan Berat Badan, Ini Faktanya


    Jakarta

    Banyak orang masih mengunyah makanan dengan cepat dengan alasan buru-buru. Padahal, mengunyah makanan pelan-pelan punya manfaat termasuk, bisa bantu turunkan berat badan.

    Hal yang jarang disadari orang adalah makan terburu-buru ternyata bisa meningkatkan berat badan. Sebaliknya, makan perlahan dan mengunyah lebih lama justru bisa menurunkan berat badan.

    Melansir Healthline, orang yang makan lebih cepat memiliki kemungkinan 115 persen lebih besar mengalami obesitas. Berat badan mereka cenderung bertambah seiring berjalannya waktu.


    Sebuah penelitian terhadap lebih dari 4.000 orang dewasa paruh baya diketahui bahwa mereka yang makan lebih cepat cenderung lebih berat. Bahkan mengaku mengalami kenaikan berat badan sejak 20 tahun terakhir.

    Studi lain juga menemukan bahwa orang yang makan cepat mengalami kenaikan berat badan dua kali lebih cepat. Hal ini dibandingkan dengan mereka yang makan lebih lambat. Studi tersebut dilakukan terhadap 529 pria selama 8 tahun.

    Manfaat makan pelan-pelan

    Saat kamu mencoba makan lebih lambat, itu berarti juga mengunyah lebih lama. Hal ini bisa membantu kamu mengurangi asupan kalori dan menurunkan berat badan.

    Sebuah studi yang dilakukan terhadap 45 orang pernah dilakukan. Mereka diminta untuk makan pizza hingga kenyang dan mengunyah dengan kecepatan yang berbeda.

    Mulai dari kecepatan normal, mengunyah lebih banyak dan perlahan, hingga sangat banyak dan sangat pelan. Hasilnya, mereka yang mengunyah agak banyak dan perlahan asupan kalorinya menurun hingga 9,5 persen. Sementara mereka yang mengunyah lebih banyak lagi kalori menurun hingga 15 persen.

    Para ahli menyarankan untuk mengunyah setiap gigitan makanan selama 30 detik. Dengan begitu, bisa mengalami penurunan berat badan yang cukup signifikan.

    Ilustrasi Makan SehatMakan secara perlahan efektif untuk menurunkan berat badan. Foto: Getty Images/iStockphoto/miya227

    Cara mengatur kecepatan makanan

    Jika selama ini kamu termasuk dalam golongan makan cepat dan ingin mengubahnya jadi lebih lambat, memang bukan perkara mudah. Apalagi jika hal itu sudah jadi kebiasaan.

    Tapi, bukan hal yang mustahil mengubah kecepatan makan dan mengunyah. Ada beberapa cara untuk memulainya, berikut caranya:

    1. Pakai timer

    Menukil Sydney Morning Herald, Idealnya Anda harus meluangkan waktu 20 menit setiap kali makan. Hal ini bisa terjadi jika kamu mengunyah lebih lambat. Cobalah pasang timer, untuk memastikan seberapa cepat kamu makan.

    2. Hilangkan gangguan

    Makan sambil menonton atau bermain handphone sudah jadi bagian hidup sebagian besar orang. Tapi hal ini justru mengurangi esensi mengunyah dan membuat kamu makan sangat cepat.

    Cobalah berhenti makan sambil menonton atau bermain ponsel. Hal ini bisa membuat Anda lebih fokus dengan makanan.

    3. Jangan makan sambil berdiri

    Makan sambil duduk di meja makan, dengan suasana tenang bisa membuat kamu lebih fokus pada apa yang dimakan. Hal ini bisa membantu kamu makan dan mengunyah lebih lambat dari biasanya.

    (dfl/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Mengenal ‘Mindful Eating’ agar Tak Makan Berlebih, Begini Kata Pakar


    Jakarta

    Mindful eating atau makan dengan penuh perhatian adalah cara makan yang dianjurkan agar seseorang terhindar dari lapar emosional yang memicu makan berlebih. Ini kata pakar soal mindful eating.

    Pola makan sehat begitu luas spektrumnya. Tak hanya soal memilih makanan bernutrisi dan bergizi seimbang, tapi juga memperbaiki hubungan diri dengan makanan.

    Salah satu caranya dengan menerapkan mindful eating atau berarti makan dengan penuh perhatian. Makan dengan kesadaran penuh disebut pakar dapat menjaga kondisi kesehatan, termasuk mengurangi asupan kalori akibat makan berlebih.


    Mengutip South China Morning Post (24/4/2024), mindful eating bertujuan memfokuskan perhatian otak sepenuhnya pada tindakan makan, serta sensasi dan sinyal tubuh yang dihasilkan.

    Pakar kesehatan telah lama meneliti manfaat mindful eating. Beberapa di antaranya adalah pencernaan yang lebih baik, pilihan makanan lebih sehat, mengambil keputusan yang lebih pintar, mengurangi stress, meningkatkan kepuasan, manajemen berat badan, hingga membuat seseorang lebih menghargai makanan.

    Mindful eating disebut sebagai kunci untuk mengubah hubungan seseorang dengan makanan. Hal ini sangat dibutuhkan banyak orang di kota-kota besar karena biasanya mereka makan terburu-buru dengan pilihan makanan seadanya yang tidak sehat.

    Tantangan ‘mindful eating’

    7 Tips Makan Enak Tanpa Naik BB yang Mudah Dicontek, Intip Yuk!Foto: Getty Images/Hispanolistic

    Di balik sejuta manfaatnya, menerapkan mindful eating harus diakui tidak mudah. Pertama, praktik ini tidak terkait langsung dengan penurunan berat badan.

    Praktik mindful eating tidak secara langsung berhubungan dengan asupan kalori lebih rendah. Praktik ini lebih berkaitan dengan menikmati pengalaman makan.

    Kedua, mindful eating butuh latihan dan praktik. Namun tidak semua orang punya kesabaran untuk itu. Misalnya untuk melihat dulu makanan yang akan disantap selama 10 menit sebelum makan.

    Pakar kesehatan di Hong Kong, Dr Dalinda Isabel Sanchez Vidaña dan Douglas Affonso Formolo pun mengatakan ada kebiasaan lebih kecil yang merupakan cara lebih mudah untuk menerapkan mindful eating.

    Kebiasaan kecil memulai mindful eating

    Cara pertama adalah mengenali perbedaan antara lapar biologis dan emosional. Caranya dengan ambil napas dalam-dalam selama beberapa menit.

    Pada masa ini, rasa lapar biologis akan terlihat melalui hal-hal seperti kelemahan fisik, air liur, dan perut kosong. Jika tidak muncul, maka itu berarti lapar emosional. Coba atasi dengan cara lain seperti ambil istirahat singkat atau jalan-jalan sebentar.

    “Saat kita cemas atau stres, kita mendambakan yang manis-manis. Ini karena makanan manis secara biologis dapat mengurangi respons stres kita. Namun kebiasaan ini menciptakan lingkaran setan karena saat kita stres lagi, keinginan yang sama akan muncul,” kata Formolo.

    Ia mengatakan, otak perlu alasan yang baik untuk mendukung perilaku. “Jika melakukan satu hal memberikan hasil positif, itu akan menjadi pengaturan default. Tujuannya di sini adalah membuat mode default baru melalui pemrograman ulang otak kita,” lanjut Formolo.

    Cara kedua adalah dengan tetap berpegangan pada jadwal makan sehingga tubuh tidak terjerumus ke dalam rasa lapar biologis. Sanchez Vidaña menyarankan jika memang sudah waktu makan siang, tapi belum lapar, maka kamu tidak perlu menghabiskan semua makanan.

    “Makanlah setengah piring atau camilan. Anda tidak perlu menghabiskan semuanya,” kata Sanchez Vidaña.

    Sanchez Vidaña menambahkan praktik-praktik terkait mindful eating perlu dilakukan secara teratur untuk melihat perubahan.

    “Ini seperti menyikat gigi. Kita tidak suka melakukannya ketika masih muda, tapi kita melihat manfaatnya nanti dan melakukannya tanpa mempertanyakannya. Selama proses tersebut, Anda bahkan mungkin mempelajari sesuatu yang baru,” tutur Sanchez Vidaña.

    Jangan lupa makan enak

    mindful eatingFoto: iStock

    Di sisi lain, para ilmuwan menyarankan hal-hal lain di luar aturan ketat ini. Formolo mengatakan mindful eating perlu dilakukan secara hati-hati karena bisa berbahaya jika dilakukan tanpa pikir panjang.

    Ia mengatakan jangan lupa memanjakan diri dengan makan enak dan melakukan aktivitas yang memperkuat saraf vagus, bagian dari sistem parasimpatis yang menghubungkan otak dan usus serta mengontrol pencernaan, suasana hati, dan detak jantung.

    Menjaga bagian sistem saraf ini tetap bahagia, katanya, membantu meredam pola makan emosional. Selain itu, mengambil napas dalam-dalam dan perlahan melalui perut juga membantu, diimbangi dengan menciptakan mikrobioma usus yang sehat melalui konsumsi makanan utuh, biji-bijian, dan probiotik.

    (adr/odi)

    Sumber : food.detik.com

    Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد
    Source : unsplash.com / Jannis Brandt