Tag: mobil hybrid

  • Pentingnya Memilih Oli Mobil Hybrid yang Tepat, Kenali Kelebihannya


    Jakarta

    Mobil hybrid atau hibrida eksistensinya terus meningkat. Mobil hybrid adalah jenis mobil yang menggunakan dua sistem penggerak pada mesinnya, yakni bahan bakar minyak, dan motor listrik.

    Bisa disebut, mobil hybrid menggunakan 3 unit dasar yang berbeda yaitu mesin pembakaran internal atau internal combustion (IC), motor listrik, dan paket baterai.

    Oleh sebab itu, pemilihan olinya perlu diperhatikan. Oli mobil hybrid dirancang untuk mendukung efisiensi bahan bakar dan kinerja mesin yang optimal


    Apakah Mobil Hybrid Ganti Oli?

    Dilansir laman Valvoline Global, kendaraan hybrid memerlukan penggantian oli hybrid yang teratur dan konsisten.

    Dalam hal ini, penggantian oli mobil hybrid tidak harus dilakukan sesering mesin pembakaran internal biasa (terutama jika pengguna sering mengendarai mobil hibrida dengan kecepatan rendah di dalam kota).

    Menggunakan oli hibrida yang tepat sangatlah penting. Umumnya, mesin hibrida beroperasi di suhu yang lebih rendah.

    Karena motor listrik meringankan beban dari mesin IC, berarti mesin tidak bisa mencapai suhu operasi optimal yang diperlukan dalam menguapkan air yang terkondensasi dalam oli mesin.

    Karena oli dalam mesin hibrida juga beroperasi di suhu yang lebih rendah, seringnya oli tidak bisa melumasi semua komponen mesin dengan baik.

    Oli mesin hibrida dan oli mesin pembakaran internal biasa memiliki perbedaan. Meskipun banyak yang beranggapan kalau perbedaan ini dapat diabaikan.

    Faktanya, meskipun mesin IC yang digunakan dalam kendaraan hibrida (baik diesel maupun bensin) merupakan mesin pembakaran internal tradisional yang menggunakan oli biasa, produsennya pun menyediakan spesifikasi sama untuk oli hibrida dan oli biasa.

    Mesin pembakaran mobil hybrid tidak bekerja sepanjang waktu, karena motor listrik menangani sebagian besar daya, suhu pengoperasian mesin IC biasanya lebih rendah daripada kendaraan non-hibrida.

    Peralihan konstan dari mesin IC ke motor listrik ini bisa membuat jumlah start dingin mesin yang terlalu tinggi. Itulah mengapa mobil asan utama mengapa kami merekomendasikan penggunaan oli mesin hibrida ketimbang oli biasa.

    Inilah alasan utama mengapa kami merekomendasikan penggunaan oli hybrid ketimbang oli biasa.

    Kelebihan Oli Mobil Hybrid

    Menggunakan oli mobil hybrid yang tepat bermanfaat dalam:

    • Mengurangi keausan mesin secara signifikan
    • Pembentukan lumpur akan berkurang.
    • Mendorong umur mesin bisa lebih panjang.

    Oli hybrid dan pelumas transmisi untuk kendaraan hybrid perlu bersifat listrik dan konduktif yang berbeda dari oli kendaraan tradisional. Hal ini bertujuan untuk sepenuhnya kompatibel dengan bahan isolasi, dan pelapis yang akan bersentuhan dengannya.

    Oli hibrida punya sifat viskositas suhu optimal, sehingga mampu melindungi dari keausan dan korosi pada titik pelumasan penting dalam kondisi dingin.

    Pemilik mobil mobil hybrid disarankan untuk menggunakan oli mobil hybrid berikut:

    • Oli hibrida yang berkarakter pendinginan 0W atau 5W
    • Oli hybrid yang memiliki lapisan viskositas, dengan karakter halus SAE 20, 30 atau di bawahnya.

    (khq/fds)



    Sumber : oto.detik.com

  • Ini Jenis Oli yang Cocok Buat Mobil Hybrid



    Jakarta

    Varian mobil hybrid semakin banyak di Tanah Air. Berbeda dengan mobil konvensional, mobil hybrid punya tambahan berupa baterai, generator, dan motor listrik. Lantas dari segi oli mesin, adakah perbedaan antara oli mesin mobil hybrid dan mobil konvensional?

    Dijelaskan Osmar Wijaya dari Sunda Motor Express, oli mobil hybrid punya perbedaan dari oli mobil konvensional. Kata Osmar, mobil hybrid yang kerja mesinnya lebih ringan, tak perlu menggunakan oli yang terlalu kental.

    Innova Zenix Hybrid dan Innova Zenix.Ilustrasi mesin mobil hybrid Foto: dok. Toyota-Astra Motor

    “Kalau mesin hybrid butuh viskositas yang lebih encer, lebih tipis, karena kerja mesinnya kan nggak terlalu berat lagi,” ungkap Osmar dalam keterangannya, Selasa (24/9).


    “Jadi (mobil hybrid) butuh oli yang lebih encer. Biasa 0W, kalau yang paling kental mungkin 5W. Ada biasanya 0W-20 bahkan 0W-16. Daya pelumasan yang cepat dan mampu menjangkau bagian tersempit, membuat viskositas yang dibutuhkan rendah,” jelas Osmar lagi.

    Sementara untuk interval penggantian oli mesin mobil hybrid, umumnya sama, yakni setiap interval 10 ribu km atau per enam bulan sekali. Penggantian oli mobil hybrid juga bergantung beberapa faktor, seperti jarak tempuh, kondisi jalan, dan juga gaya mengemudi.

    “Melihat tren mobil hybrid yang terus berkembang, membuat Sunda Motor Express menyediakan beragam merek pelumas untuk mobil hybrid dari yang harganya terjangkau (budget oil) hingga merek premium,” ungkap Osmar.

    “Sunda Motor Express juga melayani penggantian oli, kuras oli transmisi matic, purging diesel, dan injector cleaner. Buat pengerjaan, lokasi kami bisa memuat 5-8 mobil yang bisa dikerjakan bersamaan. Prosesnya pun singkat, misal penggantian oli hanya butuh 15 menit dan pekerjaan injector cleaner hanya 1 jam,” tukas Osmar.

    (lua/dry)



    Sumber : oto.detik.com

  • Kapan Oli Mesin Mobil Hybrid Harus Diganti?



    Jakarta

    Sama seperti mobil konvensional, mobil hybrid juga masih memerlukan penggantian oli mesin. Oli mesin mobil hybrid tentunya juga wajib diganti secara berkala, apalagi jika mobil selalu digunakan setiap hari dengan jarak tempuh panjang dan kondisi macet-macetan.

    “Walaupun kendaraan elektrifikasi, mobil hybrid Toyota tetap membutuhkan perawatan berkala, di antaranya komponen hybrid seperti ECU, baterai, serta motor listrik. Tidak kalah penting adalah mesin bensin yang tetap diandalkan. Karenanya, AutoFamily wajib merawat mesin mobil hybrid secara berkala, khususnya mengganti oli mesin,” terang Yagimin, Chief Marketing Auto2000, dalam keterangannya, Senin (28/10/2024).

    Dampak Buruk Tidak Ganti Oli Mesin


    Seiring bekerjanya mesin hybrid, struktur senyawa kimia oli mesin pasti berubah dan kemampuannya dalam menjalankan tugas menurun. Karena tidak bisa bekerja secara optimal dalam melindungi komponen mesin, gesekan akan meningkat dan meninggalkan banyak kotoran alias residu.

    Kotoran akan menghambat kinerja mesin dan komponen di dalamnya rusak. Residu berlebihan turut mempengaruhi pompa dan filter oli mesin bahkan mampat. Fungsi oli lainnya seperti membantu melepaskan panas mesin ikut berkurang dan membuat kerja radiator semakin berat.

    Toyota Yaris Cross HybridToyota Yaris Cross Hybrid Foto: Toyota Astra Motor

    Sebaiknya tak membiarkan oli mesin tidak diganti meskipun mobil jarang dipakai. Seiring waktu, senyawa kimia di dalam oli mesin akan mengalami perubahan akibat proses oksidasi. Kandungan air akibat oksidasi pada oli mesin akan meningkat hingga mencapai level yang berbahaya jika didiamkan.

    Begitu mesin dinyalakan, kontaminasi air akan merusak formula oli dan kemampuannya turun. Alhasil, mesin mobil bermasalah akibat pelumas gagal melindungi komponen mesin. Ruang mesin juga punya potensi timbul karat yang akan merambat ke berbagai komponen mesin hybrid.

    Maka dari itu, walaupun mesin bensin di mobil hybrid Toyota jarang beroperasi karena efisiensi baterai dan motor listrik semakin tinggi, tetap membutuhkan ganti oli mesin setiap 6 bulan atau 10.000 km, tergantung mana yang tercapai lebih dahulu.

    Tips Ganti Oli Mesin Hybrid Toyota

    Pelajari dengan cermat jenis oli yang sesuai dengan spesifikasi mesin mobil hybrid di buku manual kendaraan. Diskusikan dengan service advisor bengkel Auto2000 untuk mendapatkan oli yang sesuai kebutuhan mesin mobil.

    Cek indeks kekentalan atau viskositas cairan yang ada pada oli mesin. Biasanya terdapat kode spesifikasi oli pada mesin mobil yang tertulis 0W-20, 0W-40, 10W-40, 20W-50 dan lain sebagainya. Sesuaikan dengan kebutuhan mesin hybrid Toyota supaya oli memberi perlindungan optimal dalam kondisi sangat ekstrem sekalipun.

    Kualitas oli mesin sudah diklasifikasikan berdasarkan jenis, masa pakai, teknologi, dan parameter lainnya. API (American Petroleum Institute) adalah institusi yang mengatur penetapan kualitas tingkat kemampuan oli untuk menjaga performa mesin. Pakai oli mesin dengan API service sesuai kebutuhan mesin agar daya tahannya terjaga.

    Manfaatkan oli sintetis dengan formula aditif yang diracik sesuai dengan kebutuhan mesin hybrid. Formulanya dibuat agar memiliki kadar penguapan yang rendah, tahan gesekan supaya dapat melumasi komponen dengan baik, tahan oksidasi untuk mencegah karat, dan punya daya pembersih tinggi.

    Silakan gunakan Toyota Motor Oil (TMO) yang telah disesuaikan dengan karakter dan spesifikasi dapur pacu mobil hybrid Toyota dan kondisi iklim tropis Indonesia karena membutuhkan spesifikasi oli yang spesial.

    (lua/rgr)



    Sumber : oto.detik.com

  • Ketahu Penyebab Transmisi Matic Overheat



    Jakarta

    Buat detikers yang hendak pergi liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, ada baiknya segera melakukan pengecekan kendaraan terlebih dahulu. Jangan sampai saat libur natal, malah mengalami kendala karena kendaraan menjadi rusak.

    Nah kejadian yang kerap merugikan saat libur panjang seperti libur Nataru yang diakibatkan macet berkepanjangan ialah kondisi overheat. Kondisi ini bisa dicegah dengan mengecek oli transmisi. Pastikan kondisinya masih bagus, sebelum kendaraan dibawa pergi jauh.

    “Salah satu komponen mobil yang bekerja keras adalah transmisi otomatis atau matic. Begitu mesin dinyalakan, oli transmisi matic langsung bersirkulasi dan baru akan berhenti ketika mesin dimatikan kembali. Padahal, mesin akan bekerja dalam jangka waktu lama dalam kondisi berkendara yang berat,” kata Komisaris Utama PT Autochem Industry Richard Sada dalam siaran persnya.


    Richard menambahkan, gesekan dari komponen roda gigi transmisi matic dan sirkulasi tanpa henti ini memicu panas berlebih di dalam girboks bila berlangsung terus menerus tanpa ada waktu untuk istirahat. Komponen transmisi bisa mengalami overheat atau panas berlebih.

    “Perilaku lain yang membuat transmisi matic cepat kepanasan adalah sering menahan pedal gas saat berhenti di tanjakan. Ketika melakukan itu, perlu tekanan besar untuk menahan gear dan kampas kopling transmisi otomatis. Kelebihan tekanan terus menerus ini bisa memicu overheat kalau dibiarkan,” kata Richard.

    “Selain itu, penyebab panas berlebih pada transmisi matic adalah akibat selip di bagian transmisi. Clutch atau kopling yang aus jadi salah satu pemicunya. Salah satu cirinya adalah kehilangan ketika mobil berakselerasi. Sehingga, dibutuhkan pelumas transmisi otomatis yang sanggup berfungsi optimal dalam tekanan kerja yang berat di masa liburan Nataru 2025. Prestone Automatic Transmission Fluid Series hadir untuk memastikan liburan Nataru kamu dapat berjalan dengan aman dan nyaman,” Richard menambahkan.

    Prestone Automatic Transmission Fluid Series

    Menurut Ricard, pemilihan pelumas transmisi juga menjadi hal penting, seperti yang ditawakan Prestone Automatic Transmission Fluid (ATF) Series sangat cocok digunakan oleh kendaraan-kendaraan transmisi otomatis segala usia, baik bensin maupun diesel. Bahan dasar Synthetic dan Fully Synthetic diformulasikan supaya dapat memenuhi spesifikasi Multi-Vehicle pada berbagai merek mobil yang beredar di Indonesia.

    Prestone ATF memastikan proses perpindahan gigi yang lancar dan halus dalam segala kondisi berkendara, khususnya di lalu lintas perkotaan dengan situasi stop and go yang tinggi. Panas komponen transmisi dapat dilepaskan dengan baik, sehingga suhu kerjanya tetap stabil.

    Respons transmisi dapat lebih sigap ketika harus berpindah cepat saat mobil dipacu. Penggunaan bahan berkualitas memberikan pelumasan dan perlindungan menyeluruh pada komponen transmisi otomatis dari keausan akibat gesekan antar komponen.

    Dengan pengalaman panjang mengembangkan ATF di Indonesia, formula kimianya memiliki kesesuaian yang sangat baik dengan material transmisi otomatis sehingga umur parts lebih panjang. Ditambah, kemampuan menekan oksidasi untuk menghambat korosi di ruang transmisi.

    Berikut daftar produk Prestone ATF Series terbaru:

    1. Prestone Automatic Transmission Fluid High Viscosity (HV) Synthetic

    Prestone Automatic Transmission Fluid High Viscosity (HV) Synthetic diklaim sangat cocok untuk mendukung kinerja transmisi otomatis di lingkungan kerja yang berat setiap hari.
    Pelumas yang dikembangkan untuk mobil yang beroperasi di Amerika, Eropa, dan Asia ini, memberikan perpindahan gigi transmisi yang halus dan minim hentakan, baik untuk mobil dengan jarak tempuh rendah maupun tinggi. Bahannya diriset agar dapat menambah usia pakai transmisi berkat perlindungan maksimal yang diberikan.

    2. Prestone Automatic Transmission Fluid Low Viscosity (LV) Fully Synthetic

    Prestone Automatic Transmission Fluid Low Viscosity (LV) Fully Synthetic dapat dipakai oleh pemilik mobil yang sering berkendara di jalan yang lebih moderat. Low Viscosity Formula yang lebih encer, dapat membantu menghemat konsumsi bensin.

    Pelumas ini dilengkapi formula yang dapat meningkatkan daya tahan gesekan supaya menghasilkan performa perpindahan gigi yang mulus. Dengan segala keunggulannya, ATF jenis LV ini memiliki usia pakai yang panjang.

    3. Prestone CVT Fluid Fully Synthetic

    Saat ini, adopsi transmisi CVT kian luas yang mencakup mesin dengan cc kecil hingga besar. Prestone CVT Fluid Fully Synthetic dengan bahan dasar berkualitas, meningkatkan perlindungan dari keausan dan korosi pada sabuk, rantai, dan puli CVT.

    Pelumas ini mendukung perubahan rasio yang lebih halus dan pelepasan panas yang lebih optimal, serta memberikan konsumsi BBM lebih ekonomis bersama respons yang superior. Cairan ini dapat dipakai oleh mobil hybrid yang umumnya memanfaatkan transmisi CVT.

    (lth/dry)



    Sumber : oto.detik.com

  • Ini yang Harus Disiapkan Supaya Mudik Lancar



    Jakarta

    Mudik Lebaran Idul Fitri di depan mata. Bagi detikers yang berencana ‘pulang kampung’ dengan mobil hybrid, ada beberapa hal yang perlu dicek agar perjalanannya lancar.

    Menurut Toyota Astra Motor, perawatan rutin mobil hybrid sejatinya mirip dengan perawatan rutin mobil konvensional.

    “Meskipun menyandang nama HEV yang dikenal canggih dan kompleks, bukan perkara sulit dalam perawatan rutin mobil hybrid Toyota. Anda hanya perlu servis berkala setiap 6 bulan atau 10.000 km, sama dengan mobil Toyota pada umumnya, di bengkel resmi Toyota terdekat,” tulis Toyota Astra Motor di laman Toyota Pressroom.


    Berangkat dari hal tersebut, pemilik mobil hybrid, khususnya Toyota, tentu tidak perlu khawatir jika berencana membawa kendaraannya untuk perjalanan jauh khas mudik lebaran. Beberapa hal yang perlu dicek kurang-lebih sama dengan mobil bensin konvensional.

    Cek Oli Mesin dan Transmisi

    Sebelum mudik, pengecekan mobil hybrid bisa dimulai dari cek oli mesin dan transmisi. Toyota menyarankan untuk selalu menggunakan oli yang direkomendasikan oleh pabrikan agar sesuai dengan spesifikasi mesin hybrid.

    Periksa Bagian Sistem Pendingin

    Mobil hybrid, seperti mobil bensin, menggunakan sistem pendingin cairan (radiator) untuk menjaga suhu ruang mesin. Pastikan radiator dalam kondisi baik dan cairan pendingin terisi sesuai takaran.

    Kisi Pendingin Baterai Hybrid Kijang Innova Zenix HEVKisi Pendingin Baterai Hybrid Kijang Innova Zenix HEV Foto: dok. Toyota Astra Motor

    Pastikan Sistem Pendingin Baterai Optimal

    Untuk mobil hybrid Toyota seperti Kijang Innova Zenix HEV, ada sistem pendingin baterai yang perlu mendapat perhatian khusus. Pendingin ini berbentuk kisi-kisi yang menyalurkan udara langsung ke baterai, terletak di bawah jok depan.

    Pastikan bagian ini tidak tertutup dan rutin dibersihkan agar pendinginan tetap optimal. Toyota menekankan bahwa menutup air intake duct di bawah jok penumpang depan bisa mengganggu pendinginan, bahkan memicu indikator peringatan baterai hybrid menyala di panel instrumen.

    Cek Kondisi Rem

    Hal lain yang perlu dicek dan dipastikan kesiapannya sebelum mudik adalah bagian pengereman. Mobil hybrid umumnya punya fitur pengereman regeneratif untuk membantu mengisi daya baterai saat mobil deselerasi.

    Menurut Toyota, sistem ini membutuhkan perawatan agar tidak terjadi masalah seperti aus pada kampas rem atau gangguan pada sistem pengereman regeneratif itu sendiri.

    Pastikan Kesiapan Perlengkapan Mobil

    Selain kondisi mesin dan sistem hybrid, pastikan juga perlengkapan kendaraan dalam kondisi siap pakai, seperti:

    • Ban serep dan alat penggantinya
    • Perlengkapan darurat seperti segitiga pengaman dan dongkrak
    • Alat Pemadam Api Ringan (APAR)
    • Kotak P3K dan perlengkapan kesehatan lainnya

    Terakhir, jangan lupa periksa tekanan angin ban, kesiapan lampu penerangan, cairan washer, cairan radiator, dan kondisi aki sebelum berangkat.

    Dengan melakukan pengecekan menyeluruh ini, perjalanan mudik dengan mobil hybrid akan lebih nyaman, aman, dan bebas kendala. Selamat mudik, detikers!

    (mhg/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • Habis Dipakai Long Weekend, Ini 10 Komponen Mobil Hybrid yang Perlu Diperiksa



    Jakarta

    Bagi Anda yang bepergian menggunakan mobil pribadi saat momen long weekend pekan lalu jangan lupa mengecek sepuluh komponen yang ada di kendaraan Anda, apalagi jika mobil yang digunakan adalah jenis hybrid. Hal ini bertujuan untuk memastikan mobil hybrid Anda tetap terjaga kondisinya dan siap digunakan lagi buat aktivitas harian.

    10 Komponen Mobil Hybrid yang Perlu Diperiksa

    Dijelaskan Auto2000 dalam keterangan resminya, berikut 10 komponen mobil hybrid yang perlu diperiksa setelah digunakan untuk perjalanan jauh:

    1. Ban

    Selain menopang bobot mobil beserta penumpang dan barang, ban juga bertugas menyalurkan akselerasi dan memberikan pengereman yang optimal. Ban harus dapat pula dibelokkan dengan mudah untuk membantu manuver di jalan.


    Cek kondisi ban dengan memperhatikan tekanan pada ban sesuai arahan pabrikan, dan cek tanda keausan pada tapak ban. Bersihkan alur ban dari kerikil dan pastikan tidak ada yang sobek atau benjol. Perhatikan pula kondisi dinding ban dari risiko kerusakan serupa. Segera ganti ban yang bermasalah.

    2. Kaki-kaki

    Shock absorber tak boleh ada kebocoran, termasuk karet-karet penyangga yang getas dan robek. Pastikan juga kemudi tetap bisa bekerja dengan baik tanpa kendala. Jangan sampai kerusakan pada part kaki-kaki malah mengganggu saat berkendara harian maupun saat menemani wisata libur panjang.

    3. Motor Listrik

    Komponen lain yang wajib dicek adalah motor listrik mobil hybrid. Karena meneruskan tenaga terus-menerus, kerja motor listrik terbilang berat, apalagi kalau mobil melewati jalan banjir atau rusak. Pastikan tidak ada masalah pada parts penting ini dengan melakukan servis berkala.

    4. Baterai Hybrid

    Meskipun memiliki pelindung yang kuat, lokasi baterai di bawah dek penumpang cukup rawan masalah seperti terkena benturan, panas, juga air. Cek baterai dan rumahnya, termasuk kisi-kisi pendingin seperti milik Kijang Innova Zenix HEV yang berada di bawah jok penumpang depan. Jangan sampai lubang udara tersebut tertutup karena akan membuat baterai overheat.

    Kemudian jangan lupa juga bagi mobil hybrid Toyota yang jarang digunakan, jangan hanya rutin memanaskan mobil, tapi juga menjalankan mobil, supaya performa baterai tetap terjaga.

    5. Rem

    Waspada kebocoran pada selang rem, jangan lupa periksa kondisi kampas rem yang bekerja paling berat untuk mengurangi laju mobil. Segera ganti kampas rem jika sudah sampai titik aus supaya tidak gagal bekerja di jalan.

    Pastikan volume cairan rem tidak berkurang, serta tidak ada perubahan warna dan endapan lumpur. Cairan rem yang kurang merupakan salah satu tanda kampas rem mulai menipis. Tambah cairan rem bila kurang.

    6. Oli Mesin

    Mesin mobil hybrid butuh perawatan oli supaya dapat bekerja dengan baik. Cek takaran oli mesin lewat dipstick dan pastikan tidak kurang. Perhatikan apakah ada perubahan warna oli mesin, kalau berubah coklat susu merupakan indikator tercampur air. Ganti oli mesin setiap 6 bulan bersamaan dengan servis berkala.

    7. Radiator Coolant

    Pastikan warna radiator coolant tidak berubah apalagi sampai keruh karena ada risiko masalah, seperti tercampur kotoran yang dapat membuatnya mampat. Periksa selang dan rumah radiator karena ada kemungkinan terkena lontaran kerikil yang dapat membuat cairan radiator habis.

    8. Cairan Kendaraan Lainnya

    Jangan lupakan cairan mobil penting lainnya seperti minyak kopling mobil manual, air pembersih kaca, oli transmisi, serta cairan power steering hidrolis untuk mobil non EPS. Pastikan volumenya tidak berkurang dan tidak ada perubahan warna sebagai indikator masalah.

    9. Kabin

    Gunakan vacuum cleaner untuk mengangkat kotoran, keluarkan karpet, dan bersihkan seluruh area kabin, termasuk rongga dan celah hingga kolong kabin. Bersihkan pula bagasi dari potensi kotor supaya perjalanan terasa nyaman dan tidak ada bau aneh.

    10. AC

    AC bekerja mendinginkan kabin mobil di tengah kemacetan dan cuaca panas sehingga ada risiko kemampuannya menurun. Filter kabin juga bekerja keras memastikan udara di kabin tetap bersih, sedangkan ada kemungkinan kotoran ikut bersirkulasi. Kotoran yang terbawa ke dalam kabin akan membuat penumpang tidak nyaman dan berpotensi membawa bibit penyakit.

    Langkah pemeriksaan dan perbaikan di atas belum tentu dapat dilakukan sendiri, khususnya komponen elektrifikasi seperti motor listrik dan baterai hybrid. Daripada salah, solusinya adalah servis berkala di bengkel Auto2000 yang sudah memenuhi standar Toyota global untuk mengurus mobil hybrid.

    Servis berkala sanggup menjaga performa mobil dan selalu hemat bensin. Kegiatan ini dapat segera mendeteksi potensi masalah supaya dapat diperbaiki. Sehingga, biaya lebih besar karena kerusakan semakin berat atau mobil mogok dapat dihindari.

    “Silakan booking servis berkala mobil hybrid Toyota sebagai persiapan berkendara harian dan wisata di masa libur sekolah. AutoFamily juga bisa memanfaatkan armada THS – Auto2000 Home Service siap memberikan layanan servis berkala kendaraan elektrifikasi Toyota di lokasi pelanggan,” ucap Nur Imansyah Tara selaku Marketing Division Head Auto2000.

    (lua/dry)



    Sumber : oto.detik.com

  • Mobil Hybrid Servis Bulan Pertama, Komponen Apa Saja yang Diperiksa?



    Jakarta

    Anda baru saja membeli mobil hybrid? Jangan lupa untuk melakukan servis berkala 1 bulan atau 1.000 km pertama setelah serah terima kendaraan. Apa saja komponen mobil hybrid yang diperiksa pada servis satu bulan pertama ini?

    “Servis berkala satu bulan pertama disebut sebagai Servis Berkala Internal (SBI). Ketentuan SBI juga berlaku untuk pembelian mobil baru Toyota di cabang Auto2000. Pun dengan jenisnya, baik mobil pembakaran dalam (ICE) maupun mobil hybrid tetap direkomendasikan untuk servis berkala ini guna memastikan kondisinya selalu prima,” jelas Yagimin, Chief Marketing Auto2000, dalam keterangan resminya.


    Yagimin menjelaskan, pada servis pertama mobil hybrid ini teknisi akan memeriksa item-item pada komponen mesin, sasis, dan juga bodi mobil. Proses ini dilakukan karena kendaraan masih sangat baru dan presisi. Namun ketika mulai digunakan, ada keterkaitan antar komponen, kondisi lingkungan, dan pemakaian.

    Jika sampai ada kerusakan awal yang tidak terdeteksi, bisa langsung diperbaiki agar terhindar dari biaya perbaikan. Gratis tanpa dipungut biaya, SBI menjadi syarat warranty mobil. Klaim atas kerusakan tidak bisa diberikan kalau terbukti alpa melakukan servis berkala satu bulan pertama.

    Pemeriksaan pada Servis Berkala 1 Bulan Pertama

    Bagian yang diperiksa meliputi fungsi dari seluruh komponen interior atau ruang kemudi, seperti sistem kemudi, keamanan, fungsi kelistrikan, AC dan head unit. Bagian eksterior meliputi bodi, pintu, dan fungsi penunjang seperti lampu mobil dan wiper.

    Dilanjutkan pemeriksaan mesin meliputi oli mesin, volume air radiator, minyak rem, fluida-fluida lainnya, dan pengecekan fungsi mesin secara umum. Setelah itu, sistem penggerak seperti transmisi HEV yang dikenal dengan EV transaxle. Serta bagian sasis yakni shock absorber dan rem mobil.

    Jangan lupa, mobil hybrid Toyota memiliki komponen elektrifikasi seperti motor listrik dan baterai berikut komponen pendukung lainnya. Jika ada kerusakan, langsung dilakukan penggantian parts secara gratis. Tentu untuk komponen yang dijamin oleh warranty Toyota dan bukan kerusakan akibat salah perlakuan oleh pemilik mobil.

    “Sejalan tiga pilar Life is Easy with Auto2000: Dekat, Nyaman, dan Lengkap, kami menyiapkan layanan pasca pembelian mobil baru Toyota, seperti servis berkala ‘jemput bola’ ke rumah AutoFamily dengan menghadirkan THS – Auto2000 Home Service. Layanan ini memberikan pengalaman total ownership experience dan one stop solution yang berkualitas, bikin AutoFamily merasa nyaman dalam mobilitas,” terang Yagimin.

    Saat ini Auto2000 memiliki 126 cabang yang tersebar di hampir seluruh wilayah Indonesia, 26 workshop Body & Paint (BP Center), 38 Small SP atau Cabang Pembantu, dan 524 armada THS – Auto2000 Home Service yang siap melayani pelanggan dengan segala kemudahan yang dimiliki, bahkan hingga ke pelosok wilayah.

    (lua/dry)



    Sumber : oto.detik.com

  • Membedah Fitur Keamanan Daihatsu Rocky Hybrid yang Bikin Konsumen Tenang

    Membedah Fitur Keamanan Daihatsu Rocky Hybrid yang Bikin Konsumen Tenang

    Fitur keamanan di kendaraan merupakan teknologi yang sangat krusial. Sebab, fungsinya berkaitan langsung dengan keselamatan pengemudi dan penumpang. Hal tersebut yang sangat diperhatikan Daihatsu saat meluncurkan Daihatsu Rocky Hybrid di Indonesia.

    Sebagai pengingat, Daihatsu Rocky Hybrid secara resmi meluncur di pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show atau GIIAS 2025. Meski berstatus sebagai kendaraan hibrida yang didatangkan utuh dari Jepang, namun mobil tersebut dibanderol menarik, yakni tak sampai Rp 300 juta.

    Butuh kalimat panjang untuk mengurai kelebihan yang ditawarkan Daihatsu Rocky Hybrid. Maka, mari kita meringkasnya menjadi dua tajuk utama: fitur keamanan dan garansi kendaraan.

    PT Astra Daihatsu Motor (ADM) membawa Daihatsu Rocky hybrid dalam ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 di ICE BSD City, Tangerang, Rabu (23/7/2025).PT Astra Daihatsu Motor (ADM) membawa Daihatsu Rocky hybrid dalam ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 di ICE BSD City, Tangerang, Rabu (23/7/2025). (Foto: Rifkianto Nugroho/detikOto)

    Sebagai mobil hybrid pemula atau entry level, Daihatsu Rocky Hybrid menawarkan safety features atau fitur keamanan yang terbilang lengkap. Misalnya, enam SRS airbag (kantung udara) yang terpasang di sejumlah titik: dua di depan, dua di sisi kiri-kanan dan dua lainnya di sepanjang pilar A dan B.

    Kemudian kursi belakangnya sudah menggunakan ISO-FIX, yakni sistem pengaman standar internasional untuk memasang kursi bayi (child car seat) secara presisi dan lebih aman. Selain itu, ada immobilizer yang mencegah kendaraan dapat dinyalakan tanpa kunci asli yang terverifikasi.

    Di luar itu, pabrikan membekali Daihatsu Rocky Hybrid dengan fitur keselamatan lain, misalnya ABS (Anti-lock Braking System) dan EBD (Electronic Brakeforce Distribution) untuk memaksimalkan performa pengereman, VSC (Vehicle Stability Control) untuk menjaga stabilitas kendaraan dan HSA (Hill Start Assist) yang dapat mencegah mobil mundur ketika berhenti di tanjakan selama beberapa saat.

    Rocky Hybrid juga dibekali 8 fungsi ASA (Advanced Safety Assist), seperti Collision Warning & Avoidance Assist Brake yang dapat mengurangi resiko kecelakaan dari depan dan mampu mendeteksi sepeda motor dan pejalan kaki. Lane/Roadside Departure Warning & Lane Departure Prevention Control membantu menjaga kendaraan tetap di jalur dan mampu mengoreksi arah kemudi.

    Kemudian ada Pedal Misoperation Control untuk mencegah kecelakaan akibat kesalahan pengoperasi pedal, Front Departure Alert yang memberikan peringatan saat kendaraan lain di depan mulai bergerak maju, dan Stagger Alarm sebagai peringatan untuk beristirahat saat mendeteksi pola berkendara yang tidak stabil akibat kelelahan.

    Garansi Daihatsu Rocky Hybrid

    PT Astra Daihatsu Motor (ADM) membawa Daihatsu Rocky hybrid dalam ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 di ICE BSD City, Tangerang, Rabu (23/7/2025).PT Astra Daihatsu Motor (ADM) membawa Daihatsu Rocky hybrid dalam ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 di ICE BSD City, Tangerang, Rabu (23/7/2025). Foto: Rifkianto Nugroho

    Selain fitur keamanan, faktor lain yang memberikan ketenangan ke pemilik kendaraan adalah warranty atau garansi unit.

    Perlindungan dan ketenangan pelanggan selama masa kepemilikan Rocky Hybrid dijamin dengan garansi baterai Hybrid selama 8 tahun atau 160.000 KM, garansi kendaraan selama 3 tahun atau 100.000 KM, serta gratis jasa servis 5 kali hingga 50.000 KM.

    Seluruh bengkel resmi Daihatsu siap melayani perawatan dan penanganan teknis sepanjang periode kepemilikan. Hal tersebut tentu membuat konsumen Rocky Hybrid merasa tenang dan tak perlu merasa khawatir.



    Sumber : oto.detik.com

  • Geely Bakal Luncurkan Mobil Hybrid Pertamanya di Indonesia, Ini Bocorannya

    Geely Bakal Luncurkan Mobil Hybrid Pertamanya di Indonesia, Ini Bocorannya



    Jakarta

    Geely siap meluncurkan produk keduanya di Indonesia. Jika produk pertama mereka di Tanah Air adalah mobil listrik full baterai, EX5, maka produk kedua pabrikan asal China yang akan diperkenalkan di Indonesia itu adalah mobil berjenis plug-in hybrid alias PHEV.

    Seperti tampak dalam undangan Geely Auto Indonesia yang diterima oleh redaksi detikOto, pada 29 Oktober 2025 Geely Auto Indonesia akan memperkenalkan produk kedua mereka di Indonesia.


    Produk tersebut mengusung teknologi PHEV dengan efisiensi super hybrid, performa unggul, dan teknologi terkini. Nama mobil tersebut adalah Geely Starray EM-i, yang hadir sebagai standar baru mobilitas cerdas dan berkelanjutan.

    Sebelumnya model ini sudah dipajang di arena GIIAS 2025. Sekadar informasi, EM-i merupakan singkatan dari E-Motive Intelligence, menggabungkan tenaga listrik dan mesin bensin secara cerdas untuk menghasilkan efisiensi bahan bakar yang lebih baik, performa lebih bertenaga, sekaligus menekan emisi gas buang.

    Salah satu keunggulan mobil ini adalah penggunaan mesin dengan efisiensi termal tertinggi di dunia buat kendaraan bermesin bensin produksi massal, hingga mencapai angka 46,5%.

    Selain itu, teknologi ini dilengkapi SiC (Silicon Carbide) Intelligent Electric Control yang memungkinkan mobil tetap bertenaga dan juga responsif bahkan saat kapasitas baterai rendah. Dengan kombinasi tangki bensin penuh dan baterai terisi maksimal, Geely Starray EM-i diklaim mampu menempuh jarak lebih dari 1.000 km.

    Dari sisi keselamatan, Starray EM-i hadir dengan sistem L2 ADAS (Advanced Driver Assistance System) yang mencakup fitur-fitur modern seperti Adaptive Cruise Control, Lane Keeping Assist, hingga Automatic Emergency Braking.

    Jadi penasaran, kira-kira bakal dijual dengan harga berapa ya di Indonesia?

    (lua/rgr)



    Sumber : oto.detik.com

  • Mobil Hybrid Chery Sekali Isi Bahan Bakar Tembus 1.403 Km!

    Mobil Hybrid Chery Sekali Isi Bahan Bakar Tembus 1.403 Km!



    Wuhu

    Jajaran mobil Chery membuktikan keiritan bahan bakarnya. Dalam road test yang melibatkan jajaran kendaraan premium TIGGO 7 CSH, TIGGO 8 CSH, dan TIGGO 9 CSH mobil sanggup menempuh perjalanan ribuan kilometer.

    Diselenggarakan pada 16 Oktober 2025 (Waktu Beijing) di Wuhu, China, uji ketahanan berskala internasional ini menjadi penutup dari perjalanan panjang Chery CSH yang melintasi tiga provinsi, yaitu Shanxi, Henan, dan Anhui.

    Melalui konvoi internasional yang diikuti peserta dari berbagai negara, seluruh kendaraan diuji di bawah standar ketat dengan tangki bahan bakar diisi penuh dan disegel secara resmi sebelum perjalanan dimulai.


    Prosedur ini memastikan tidak ada pengisian ulang bahan bakar selama pengujian berlangsung, sehingga hasil yang diperoleh benar-benar mencerminkan efisiensi dan performa kendaraan dalam kondisi sesungguhnya.

    Tantangan ini dilakukan di berbagai jenis jalan, mulai dari jalan tol dan jalur pegunungan hingga rute pedesaan. Perjalanan ini juga turut disiarkan langsung agar penonton di seluruh dunia dapat menyaksikan kemampuan teknologi Chery Super Hybrid secara transparan.

    Perjalanan konvoi dimulai dari Taiyuan dan berlanjut ke beberapa kota bersejarah seperti Luoyang dan Suzhou. Di setiap kota yang disinggahi, peserta tidak hanya menguji kendaraan, tetapi juga menikmati perpaduan antara budaya tradisional dan kemajuan teknologi.

    Ketika konvoi melewati Kawasan Wisata Ying Tianmen, sistem Automated Parking Assist (APA) pada kendaraan Chery berhasil melakukan parkir mundur otomatis hanya dalam waktu 9 detik.

    Melalui seluruh perjalanan tersebut, TIGGO 9 CSH mencatat jarak tempuh gabungan hingga 1.403 kilometer.

    Road trip ini merupakan bagian dari program Endless Horizon Worry-Free Voyage CSH Global Endurance Test yang telah melintasi lebih dari 20 negara dengan jarak tempuh lebih dari 20.000 kilometer.

    “Tes ini menunjukkan kemampuan luar biasa dari teknologi hybrid China melalui performa nyata di dunia sesungguhnya. Penutupan ini bukanlah akhir, melainkan sebuah awal baru. Chery akan terus berjalan beriringan dengan para pengguna di seluruh dunia untuk mendorong perkembangan inovatif dalam ekosistem mobilitas hijau dan cerdas,” ujar Zhu Shaodong, Executive Vice President of Chery International pada acara penutupan yang dihadiri media internasional.

    (ddn/rgr)



    Sumber : oto.detik.com