Tag: muda

  • 4 Tutorial Hijab Pashmina Instan ala Paula Verhoeven, Bikin Awet Muda

    Jakarta

    Semenjak memutuskan berhijab usai umrah tahun lalu, gaya hijab Paula Verhoeven yang simpel menjadi inspirasi hijabers Tanah Air. Kali ini, Paula membagikan tutorial hijab pashmina instan di akun Instagram pribadinya @paula_verhoeven.

    Warganet kerap bertanya tentang tutorial hijab dan gaya hijab yang ia pakai sehari-hari. Oleh karena itu Paula membuat video tutorial hijab pashmina instan yang menjadi gaya andalannya.

    Hijab pashmina instan yang mudah dibentuk dan bisa membuat wajah kamu terlihat awet muda. Pilih warna yang sesuai dengan wajah kamu agar terlihat semakin berseri.


    Paula sendiri kerap memakai hijab pashmina instan dengan warna monokrom hingga earth tone. Ia membentuk hijab dengan simpel sehingga membuatnya tampil segar dan awet muda. Penasaran dengan tutorial hijab ala Paula Verhoeven?

    Berikut tutorial hijab pashmina instan ala Paula Verhoeven:

    1. Tanpa jarum pentul atau peniti

    Tutorial hijab pashmina instan ala Paula VerhoevenTutorial hijab pashmina instan ala Paula Verhoeven. Foto: Dok. Instagram @paula_verhoeven.

    Paula terlebih dahulu memakai inner ninja untuk menutupi bagian kepala. Langkah pertama, pakai hijab pashmina instan yang sudah terdapat innernya. Kemudian atur hijab hingga rapi. Sampirkan hijab sebelah kanan ke belakang dan putar ke depan. Lalu masukkan ujung hijab sebelah kanan di bawah leher. Hijab sebelah kiri bentuk ke depan dada.

    2. Gaya syari dengan jaket jeans

    Tutorial hijab pashmina instan ala Paula VerhoevenTutorial hijab pashmina instan ala Paula Verhoeven. Foto: Dok. Instagram @paula_verhoeven.

    Selanjutnya, ibu dari Kiano dan Kenzo ini membentuk kedua sisi hijab pashmina instan sama panjang. Ambil hijab sebelah kanan memutar ke belakang dan sisipkan ujung hijab ke bawah dagu hingga rapi. Kamu bisa pakai jaket jeans dan masukkan hijab ke dalam jaket, seperti gaya Paula ini yang menutupi bagian dada.

    3. Gaya hijab ikat rapi ke belakang

    Tutorial hijab pashmina instan ala Paula VerhoevenTutorial hijab pashmina instan ala Paula Verhoeven. Foto: Dok. Instagram @paula_verhoeven.

    Wanita kelahiran 18 September 1987 ini kerap mengenakan hijab pashmina dalam berbagai kesempatan. Mulai dari formal hingga non formal. Gaya ikat ke belakang menjadi andalannya. Langkah pertama, bentuk hijab sama panjang, lalu putar ke belakang dan ikat dengan rapi.

    4. Model Twist atau memutar hijab satu sisi

    Tutorial hijab pashmina instan ala Paula VerhoevenTutorial hijab pashmina instan ala Paula Verhoeven Foto: Dok. Instagram @paula_verhoeven.

    Paula membuat tutorial hijab pashmina instan dengan model twist atau memutar. Caranya pun bisa kamu ikuti di rumah. Pertama bentuk hijab hingga rapi, pegang kedua sisi hijab, lalu hijab sebelah kanan putar ke belakang. Tadaa, jadi deh gaya hijab seperti yang Paula pakai.

    Itu lah empat tutorial hijab pashmina instan ala Paula Verhoeven. Gaya hijab mana yang menjadi favorit kamu?

    (gaf/eny)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • Dear Anak Muda, Simak Tips Ini buat Putus Mata Rantai Generasi Sandwich


    Jakarta

    Generasi Sandwich menjadi persoalan yang dihadapi banyak keluarga saat ini. Kondisi ini biasa dialami oleh seseorang yang banyak menyisihkan penghasilannya untuk orang tua dan anak. Pada titik tertentu, kondisi ini akan membawa tantangan besar bagi kesiapan finansial seseorang.

    Namun begitu, ada banyak cara untuk memitigasi kondisi tersebut terjadi di kemudian hari. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui akun resmi Instagram yang dikelolanya @sikapiuangmu memberikan tips untuk menghindari himpitan generasi sandwich.

    Pertama, seseorang perlu memetakan prioritas keuangan. Hal itu penting dilakukan untuk memisahkan kebutuhan harian mendesak yang perlu dipenuhi dengan keinginan yang sifatnya sementara.


    “Buat kategori pengeluaran yang mendesak dan yang bisa ditunda, urutkan berdasarkan urgensi,” tulis unggahan @sikapiuangmu, Minggu (9/2/1015).

    Kedua, perlunya menyiapkan dana darurat dan dana pensiun. Hal ini perlu dilakukan dengan cara menyisihkan dana darurat dengan dana harian atau tabungan jangka panjang. Idealnya, 6 hingga 12 kali pengeluaran bulanan.

    Jika memiliki waktu bertahun-tahun sebelum pensiun, seseorang perlu menggunakan waktu ini untuk menabung atau berinvestasi untuk menghindari risiko generasi sandwich di masa mendatang.

    Ketiga, memiliki asuransi dan proteksi. Seseorang perlu menyiapkan diri untuk berasuransi yang ditujukan untuk biaya pengobatan yang tidak membebani keuangan keluarga. Begitu juga asuransi jiwa dan proteksi lainnya yang perlu segera disiapkan untuk mengurangi risiko finansial yang besar.

    Keempat, mulai melakukan komunikasi terbuka dengan keluarga. Langkah ini perlu dilakukan untuk memberi gambaran tentang kondisi finansial kepada orang tua dan pasangan. Dalam hal ini seseorang perlu membahas hal-hal prioritas dan apa saja pengeluaran yang dapat diubah maupun efisiensi.

    “Cari solusi bersama seperti pembagian tanggung jawab dengan anggota keluarga lainnya dalam memenuhi kebutuhan,” imbau OJK.

    Adapun risiko besar dari kondisi generasi sandwich berupa kerentanan finansial yang melempar seseorang pada posisi yang sulit menabung dan berinvestasi untuk masa depan. Selain itu, kondisi terhimpit akan menekan emosional dan finansial yang memicu stres.

    Risiko besar lain dari himpitan ini juga akan terus berulang lantaran tidak adanya rencana finansial yang dibangun. Karenanya, seseorang perlu segera menyiapkan keuangan sedini mungkin untuk menghindari kondisi sandwich ini.

    “Mulai atur keuangan dari sekarang agar lebih siap menghadapi tantangan ini,” tulis unggahan tersebut.

    (kil/kil)

    Sumber : finance.detik.com

    Alhamdulillah kaya raya uang اللهم صل على رسول الله محمد
    Image : unsplash.com / towfiqu barbhuiya
  • Misi Ambisius Pemain Muda Barcelona: Hat-trick ke Gawang Madrid


    Barcelona

    Pemain muda Barcelona Fermin Lopez berharap bisa mengulang ketajamannya melawan Olympiakos di El Clasico. Namun, Fermin memprioritaskan kemenangan Barca.

    Fermin Lopez jadi bintang Barca saat menggilas raksasa Yunani itu dengan skor 6-1 di lanjutan Liga Champions, tengah pekan ini. Gelandang berusia 22 tahun tersebut membobol gawang Olympiakos tiga kali alias mencetak hat-trick.

    Mengingat Dani Olmo masih cedera, Fermin Lopez diyakini akan kembali dimainkan saat Barcelona menantang Real Madrid pada Minggu (26/10/2025). Fermin akan rela tidak mencetak gol asalnya timnya memenangi El Clasico.


    “Mencetak hat-trick di El Clasico? Aku enggak tahu, itu memang akan jadi perasaan yang luar biasa,” sahut dia kepada Movistar Plus. “Semoga sih terjadi, tapi ini kan sebuah pertandingan yang sangat sulit.”

    “Aku senang jika tim menang. Aku tidak peduli apakah aku mencetak gol atau tidak. Kuharap aku bisa bermain dengan bagus dan kami menang,” Fermin Lopez melanjutkan.

    Tak sekadar gengsi, El Clasico antara Real Madrid vs Barcelona nanti turut mempertaruhkan puncak klasemen Liga Spanyol. Barca cuma terpaut dua poin dari Madrid di singgasana.

    “Kami tahu ini adalah pertandingan yang sangat penting, untuk kami, untuk klub, terutama untuk fans. Ini adalah sebuah pertandingan yang semua pemain ingin bermain, semua pemain memiliki gairah dan antusiasme itu. Mudah-mudahan kami bisa menunjukkan penampilan terbaik dan menang,” lugas dia.

    Fermin Lopez toh cukup produktif meski jadi pemain pelapis Barcelona. Sudah lima gol disumbangkan pemain internasional Spanyol ini dalam tujuh pertandingan Barcelona di LaLiga dan Liga Champions. Sementara itu, Fermin Lopez baru mencetak satu gol saja untuk Barca dalam enam El Clasico yang dijalaninya.

    (rin/aff)



    Sumber : sport.detik.com

  • Barcelona Tak Bisa Akali Aturan Daftarkan Bardghji ke Tim Muda


    Barcelona

    LaLiga menegaskan Barcelona takkan bisa mengakali aturan dengan mendaftarkan Roony Bardghji di tim cadangan. Ia belum bisa didaftarkan karena masalah beban gaji.

    Roony Bardghji merapat ke Barcelona dari FC Copenhagen musim panas ini dengan nilai transfer 2,5 juta euro. Namun, Barghji belum bisa dimainkan El Barca dalam tiga laga awal LaLiga musim ini.

    Hal ini terjadi karena Bardghji tak bisa didaftarkan Barcelona ke LaLiga. Masalah registrasi pemain terus membayangi Barcelona karena beban gaji mereka yang masih terlalu tinggi dari batas aman sesuai aturan financial fair play.


    Barcelona kabarkan berusaha mengakali situasi ini dengan mendaftarkan Bardghji sebagai pemain reserve tim atau tim muda. Mengingat usia pemain asal Swedia ini masih berusia 19 tahun ini. Pemain reserve tim bisa sewaktu-waktu dipromosikan ke tim utama.

    Namun pihak LaLiga dilaporkan menegaskan bahwa Barcelona takkan bisa mengakali regristrasi Bardghji di tim utama dengan mendaftarkannya ke tim cadangan. Manajer Perusahaan LaLiga, Javier Gomez, mengatakan Barcelona harus tetap membuktikan memiliki ruang di batas gaji untuk bisa mendaftarkan Bardghji.

    “Jika seorang pemain muda berada di sistem pembinaan pemain muda klub, atau di tim cadangan, dan klub ingin dia bermain untuk tim utama, mereka harus mengajukan visa, dan kami akan membubuhkan stempelnya. Untuk membubuhkan stempel, ada memo dari tahun 2022 yang mengatakan ‘Saya akan mengizinkannya, tetapi ini tidak boleh menjadi celah untuk melanggar fair play,” ujar Gomez dikutip dari Barca Blaugranes.

    “Jadi, berapa penghasilan pemain ini? Apakah dia mendapatkan gaji yang sama dengan pemain tim cadangan? Itu tidak akan masalah. Apakah gajinya mendekati gaji di tim utama? Ini untuk persetujuan untuk memberi Anda visa, [tetapi] saya akan menghitungnya sebagai pemain di tim utama,” jelasnya.

    (pur/krs)



    Sumber : sport.detik.com

  • Real Madrid Muda Lagi


    Jakarta

    Real Madrid perlahan meremajakan skuadnya. Menyambut musim 2025/2026, rata-rata skuadnya berusia 25,07 tahun. Cukup muda!

    Dilansir dari Tribuna, Real Madrid kini punya rata-rata skuad 25,07 tahun. Itu merupakan skuad dengan rata-rata usia termuda dalam dua dekade terakhir.

    Rekor skuad dengan rata-rata usia termuda belum terpecahkan. Itu terjadi pada musim 1998/1999 dengan rata-rata usia 24,88 tahun!


    Menilik skuad Real Madrid saat ini, ada beberapa pemain di bawah usia 25 tahun. Mereka adalah Dean Huijsen (20 tahun), Raul Asencio (22 tahun), Eduardo Camavinga dan Jude Bellingham (sama-sama 22 tahun), Arda Guler (20 tahun), Endrick (19 tahun), dan Gonzalo garcia (21 tahun).

    Madrid juga sudah datangkan dua pemain remaja yakni Franco Mastantuono (17 tahun). Madrid masih memegang penuh kebijakan untuk tidak merekrut pemain di atas usia 30 tahun.

    Kebijakan itu sudah lama diterapkan presiden klub, Florentino Perez. Walau ada beberapa pengecualian seperti merekrut Ricardo Carvalho (tahun 2010), Diego Lopez (tahun 2013), dan Joselu (tahun 2023). Perekrutan itu disebut terpaksa demi melapisi skuad.

    Real Madrid pun belum berhenti mencari talenta-talenta muda di berbagai belahan dunia.

    (aff/nds)



    Sumber : sport.detik.com

  • Anak Muda Harus Bergerak Hadapi Krisis Dunia Lewat Riset

    Anak Muda Harus Bergerak Hadapi Krisis Dunia Lewat Riset



    Jakarta

    Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Tri Laksana Handoko, mengajak generasi muda agar menjadikan pendidikan dan penelitian sebagai senjata dalam menghadapi berbagai tantangan global.

    Ia menilai, di tengah perubahan iklim, krisis kesehatan, dan disrupsi digital, inovasi berbasis ilmu pengetahuan menjadi harapan untuk masa depan yang lebih baik.

    “Perubahan iklim terus mengganggu alam sekitar kita dan ekonomi. Krisis kesehatan global mengingatkan kita tentang ketergantungan kita. Masalah kesejahteraan makanan dan energi menjadi masalah yang menekankan setiap hari,” ujar Handoko saat memberikan sambutan dalam Week of Indonesia-Netherlands Education and Research (Winner) 2025 secara daring di Jakarta, Selasa (7/10/2025).


    Dunia Hadapi Krisis, Saatnya Anak Muda Bergerak

    Tri Handoko juga menyoroti dunia yang kini tengah menghadapi tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Selain perubahan iklim dan krisis pangan, menurutnya disrupsi digital jadi kesenjangan baru.

    “Dan di tengah-tengah semua hal ini, perubahan dinamik geopolitik menjadi masalah kesejahteraan global,” katanya.

    Namun, di balik krisis tersebut, ia melihat peluang besar bagi generasi muda untuk tampil sebagai penggerak perubahan melalui pendidikan dan riset.

    “Pendidikan menyelamatkan karakter dan kreativitas anak-anak kita. Ia menunjukkan nilai penasaran, resiliensi, dan bertanggungjawab. Penelitian memberikan pengetahuan dan bukti,” tegasnya.

    Riset Kolaboratif Kunci Menuju Dunia Lebih Baik

    Lebih lanjut Handoko menekankan pentingnya kolaborasi lintas negara untuk menjawab tantangan global. Ia mencontohkan kerja sama panjang antara Indonesia dan beberapa negara.

    Dalam forum bersama periset Belanda tersebut, Tri Handoko teringat pada masa-masa lalu ketika generasi muda masih banyak yang menempuh pendidikan di Negeri Kincir Angin tersebut.

    “Selama berabad-abad, pelajar Indonesia telah belajar di universitas Belanda, dan banyak penelitian Belanda telah bekerja bersama-sama dengan rakan-rakan Indonesia,” ujar Tri Handoko.

    Forum Winner 2025, menurut Handoko, menjadi wadah penting untuk mempertemukan akademisi, ilmuwan, industri, dan pembuat kebijakan dalam bertukar ide serta menantang perspektif lama.

    “Ini berasal bukan hanya dari perhubungan sejarah lama kita, tetapi juga dari nilai dan komitmen kita untuk membangun pertemanan yang lebih maju,” katanya.

    Handoko juga menyoroti pentingnya menjaga nilai kemanusiaan di tengah perkembangan teknologi dan geopolitik dunia yang dinamis. Ia menegaskan, tidak ada satu negara pun yang bisa berjalan sendiri dalam menghadapi krisis global.

    “Tantangan-tantangan ini mungkin terasa berat, tetapi sesungguhnya juga mempersatukan kita. Mereka mengingatkan kita akan kemanusiaan yang sama dan bahwa tidak ada satu bangsa pun yang dapat menyelesaikan masalah ini sendirian. Kita saling membutuhkan,” tuturnya

    (cyu/faz)



    Sumber : www.detik.com

  • Tugu Muda Ikon Semarang Ternyata Pernah Dipindahkan, Begini Kisahnya

    Tugu Muda Ikon Semarang Ternyata Pernah Dipindahkan, Begini Kisahnya



    Semarang

    Tugu Muda, ikonnya kota Semarang ternyata pernah dipindahkan. Lokasinya yang sekarang bukanlah lokasi pertama monumen tersebut. Bagaimana kisahnya?

    Tugu Muda merupakan sebuah monumen untuk memeringati Pertempuran Lima Hari Semarang. Saat ini, Tugu Muda berdiri di tengah persimpangan lima jalan utama di Semarang. Lokasinya berada di depan bangunan bersejarah Museum Mandala Bhakti.

    Namun tahukah kamu, ternyata Tugu Muda aslinya pertama kali dibangun di lokasi yang kini dikenal sebagai Alun-alun Kota Semarang. Namun pemerintah saat itu kemudian memutuskan untuk memindahkan lokasi tugu itu.


    Pegiat sejarah di Kota Semarang, Kesit Widjanarko, mengatakan lokasi Tugu Muda saat ini memang lebih memiliki landasan sejarah dibandingkan dengan titik pembangunan awal. Menurutnya, di sekitar Kawasan Tugu Muda itu lah pertempuran hebat terjadi.

    “Kalau kemudian berbicara Pertempuran Lima Hari di Semarang, Tempat yang sekarang itu memang lebih relevan karena pertempuran hebat terjadi sepanjang Jalan Kalisari sampai Jalan Pemuda,” kata Kesit saat ditemui di Rumah Po Han, Minggu (13/10).

    “Kemudian mulai Jepang merebut kembali Gedung Markas Kempetai yang hari ini menjadi Museum Mandala Bhakti, terus kemudian merebut Lawang Sewu dari tangan pemuda itu korbannya banyak,” tambahnya.

    Mulanya, pada 28 Oktober 1945, Tugu Muda sempat dibangun di tempat yang kini dikenal sebagai Alun-Alun Masjid Agung Kota Semarang. Namun hanya berjalan tiga minggu, pertempuran kembali meletus dan proyek ini terhenti.

    “Lokasinya di Alun-Alun Semarang. Hari ini (alun-alun itu berada) di sekitar wilayah antara Pasar Johar dan Masjid Kauman,” jelas dia.

    Tugu Muda Dipindahkan Pada 1951

    Usai pertempuran melawan sekutu mereda, pembangunan Tugu Muda kembali dilanjutkan pada 1951. Namun, pemerintah memutuskan untuk memindahkan lokasi pembangunannya.

    “Pada tahun 1951 oleh Wali Kota Semarang waktu itu, Hadisoebeno Sosrowerdojo, Tugu Muda diboyong ke lokasi yang sekarang dan mulai dibangun lagi,” ungkap Kesit.

    Kesit menerangkan lokasi baru Tugu Muda awalnya merupakan ruang terbuka hijau. Kawasan ini juga dikatakannya sempat dinamai Taman Merdeka.

    “Persimpangan yang kita kenal sekarang tempat berdirinya Tugu Muda, dulu namanya wilhelminaplein. Sebuah ruang terbuka hijau berbentuk bundar, berumput-rumput,” ujar Kesit.

    “Menurut beberapa jejak digital, sempat ada penamaan Taman Merdeka sebelum akhirnya jadi Taman Tugu Muda,” sambungnya.

    Pembangunan Tugu Muda berlangsung sekitar dua tahun. Pada 20 Mei 1953, tugu ini diresmikan oleh Presiden Soekarno.

    “Langsung diresmikan Bung Karno. Di situ juga turut hadir Gubernur Wongsonegoro dan Wali Kota Hadisoebeno serta disaksikan masyarakat Kota Semarang,” jelas Kesit.

    Diberitakan sebelumnya, awal mula rencana pembangunan Tugu Muda sempat disiarkan melalui sebuah koran. Berita itu mengabarkan jika Tugu Muda akan dibangun di tempat yang kini dikenal sebagai Alun-Alun Masjid Agung Kota Semarang.

    “Lokasinya di Alun-Alun Semarang. Hari ini (alun-alun itu berada) di sekitar wilayah antara Pasar Johar dan Masjid Kauman,” kata pegiat sejarah di Kota Semarang, Kesit Widjanarko saat ditemui detikJateng, Minggu (12/10).

    “Dari arsip berita Warta Indonesia tanggal 27 Oktober 1945 itu beritanya ada. Bahwa untuk memperingati para pejuang-pejuang yang telah gugur, maka akan di bangun sebuah monumen bernama Tugu Muda,” tambah Kesit.

    ———

    Artikel ini telah naik di detikJateng.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Stroke Bisa Menyerang Usia Muda, Ini Tanda Peringatan yang Harus Dikenali

    Stroke Bisa Menyerang Usia Muda, Ini Tanda Peringatan yang Harus Dikenali


    Jakarta

    Stroke bisa menyerang siapa pun, termasuk orang dewasa berusia 30-an dan 40-an, hingga anak-anak. Perubahan gaya hidup dan faktor seperti stres berkontribusi pada peningkatan kasus stroke yang lebih muda.

    Sehingga, harus diketahui bahwa stroke tak hanya menyerang lansia. Tanda peringatannya perlu dikenali agar kondisi tidak semakin memburuk.

    Mengapa Stroke Bisa Menyerang Usia Muda?

    Dikutip dari laman Times of India, faktor risiko stroke, seperti diabetes, tekanan darah tinggi, koleserol tinggi, obesitas, merokok, hingga kurang olahraga tidak hanya dialami oleh lansia, tapi juga orang dewasa muda.


    Sementara itu, ada juga faktor lainnya seperti stres, gangguan tidur, migrain, depresi, hingga paparan polusi lingkungan yang menjadi penyebab penting stroke pada orang yang lebih muda.

    Tanda-tanda Peringatan Stroke yang Harus Diwaspadai Usia Muda

    Mengenali tanda-tanda stroke sejak dini sangatlah penting. Pada orang dewasa muda, gejalanya kadang samar atau salah diartikan. Berikut beberapa anda peringatan yang perlu diwaspadai:

    • Mati rasa atau lemas mendadak, terutama di satu sisi tubuh, memengaruhi wajah, lengan, atau kaki. Gejalanya bisa berupa mulut yang terkulai atau tidak bisa mengangkat lengan sepenuhnya.
    • Kesulitan berbicara, bicara tidak jelas, atau kesulitan memahami percakapan.
    • Penglihatan kabur secara tiba-tiba, penglihatan ganda, atau kehilangan penglihatan sementara pada satu atau kedua mata
    • Sakit kepala hebat tiba-tiba tanpa diketahui penyebabnya. Terkadang disertai muntah dan pusing
    • Kehilangan keseimbangan secara tiba-tiba, kesulitan berjalan.

    Gejala ringan atau sementara pun harus diwaspadai. Mengabaikannya bisa menyebabkan komplikasi serius, termasuk cacat permanen atau kematian.

    Bagaimana Cara Mencegah Stroke?

    Meski beberapa faktor risiko tidak bisa diubah, pilihan gaya hidup bisa mengurangi risiko stroke secara signifikan. Mulai dari menjaga pola makan seimbang, olahraga secara teratur, menghindari alkohol, mengelola stres, dan mengendalikan kondisi kronis, seperti diabetes dan hipertensi menjadi strategi pencegahan yang utama.

    (elk/kna)



    Sumber : health.detik.com