Tag: mudik lebaran 2024

  • Cara Terbaik Atasi Mobil Overheat, Jangan Sampai Mudik Terganggu



    Jakarta

    Tak terasa libur lebaran sebentar lagi, momen mudik ke kampung halaman jadi hal yang ditunggu-tunggu. Bertemu dengan keluarga tercinta dan menikmati makanan-makanan khas lebaran yang menggugah selera.

    Namun, sebelum menikmati kebersamaan itu tentunya perjalanan menuju kampung halaman jadi hal yang harus dijalani. Banyak dari pemudik yang pergi ke kampung halaman dengan berbagai moda transportasi, ada yang menggunakan fasilitas kendaraan umum atau pribadi.

    Jika menggunakan kendaraan pribadi seperti mobil atau motor, sudah pasti pemudik harus lebih ekstra untuk memperhatikan kendaraan sebelum dipakai untuk mudik. Karena kesiapan dan keadaan kendaraan prima memiliki pengaruh yang besar.


    Kita tak pernah tahu apa yang terjadi dalam perjalanan kita, tak terhindarkan masa-masa mudik ini membuat jalanan macet. Bahkan pernah terjadi kemacetan hingga beberapa kilometer yang menyebabkan arus kendaraan tidak bisa berkutik.

    Maka dari itu, mempersiapkan kendaraan adalah hal yang wajib sebelum mudik nanti. Jangan sampai saat dalam perjalanan kendaraan yang digunakan mengalami overheat dan tak bisa meneruskan perjalanan.

    Jika kamu menggunakan mobil pribadi untuk mudik nanti dan mengalami keadaan overheat jangan risau.

    Berikut cara penanganan mobil over heat:

    1. Berhenti dan Matikan Mesin
    Setelah mengetahui mobil yang kita kendarai mengalami overheat, pertama kali yang harus dilakukan adalah menepi dan mematikan mesin. Cara ini dilakukan untuk mencegah mobil tidak mengalami kerusakan yang lebih parah, setelah itu jangan lupa untuk mengawasi jarum temperature.

    2. Buka Kap Mobil untuk Mengeluarkan Suhu Panas
    Langkah ini bisa mengeluarkan suhu panas yang terdapat di ruang mesin. Dan ketika membuka kap mesin perlu kehati-hatian karena beberapa tuas pembuka kap berada di dekat radiator sehingga bisa berisiko tersengat panas radiator.

    3. Jangan Buka Tutup Radiator saat Mesin Panas
    Jika membuka tutup radiator yang masih dalam keadaan mesin masih panas, ini bisa mengakibatkan uap dan air bertekanan tinggi akan lepas dan bisa mengakibatkan luka bakar yang serius. Jadi hati-hati!

    4. Periksa Tabung Cadangan Air Radiator dan Isi Jika Perlu
    Setiap mobil memiliki cadangan air radiator yang terhubung ke bagian atas radiatornya. Ini untuk membantu melihat air radiator kurang atau tidak dan terdapat juga indikator ketinggian air. Saat air radiator kurang dan tidak segera diisi bisa sangat berbahaya untuk mesin.

    Untuk mencegah itu, tambahkan cairan pendingin hingga posisi garis atas, pengisian tersebut bisa dilakukan meskipun mesin masih panas. Dan jika mobil hanya memiliki radiator tanpa tabung cadangan, hal yang harus dilakukan adalah menunggu mesin terlebih dahulu sebelum membukanya.

    5. Cari Kebocoran pada Sistem Pendinginan
    Saat radiator atau kepala silinder rusak, kemungkinan adanya kebocoran dalam sistem pendinginan. Jika kamu mengerti tentang mesin periksalah radiator, blok mesin, atau kepala silinder di dekat gasket dan cek apakah terdapat kebocoran atau tidak. Sebaliknya, kalau tak mengerti sama sekali cari bantuan dan bengkel terdekat untuk melakukan tes tekanan sistem pendinginan.

    6. Ambil Keputusan Terbaik untuk Melanjutkan Perjalan atau Tidak
    Bila radiator hanya mengalami kekurangan cairan tinggal atasi dengan pengisian ulang dan kami bisa melanjutkan perjalanan.

    Namun ada kalanya mobil mengalami over heat sudah terlalu parah. Jangan khawatir, tetap tenang, dan lakukan hal ini:

    • Jika air terlihat kering, jangan jalankan mobil
    • Jika bantuan mudah didapat, panggil derek jangan memaksakan melanjutkan perjalanan
    • Jika tidak ada bantuan atau kondisi tidak memungkinkan karena tidak aman, teruskanlah demi keselamatan diri.

    Jika terpaksa berkendara dalam keadaan overheat, langkah yang harus kamu lakukan adalah:

    1. Matikan AC
    2. Nyalakan heater untuk mengurangi panas mesin
    3. Awasi selalu petunjuk temperature, menepi, dan matikan mesin jika perlu
    4. Matikan mesin, namun segera putar kunci kembali ke ‘on’ agar kipas radiator tetap berputar untuk mendinginkan air radiator
    5. Jalankan mobil dengan stabil
    6. Jangan melanjutkan perjalanan saat macet, lebih baik menunggu hingga kemacetan berkurang.

    (din/din)

    Sumber : oto.detik.com

    Alhamdulillah mobil Otomotif اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / obi
  • 7 Komponen Mobil yang Perlu Diperiksa Sebelum Diajak Mudik



    Jakarta

    Musim mudik lebaran 2024 bakal segera tiba. Bagi Anda yang ingin melakukan perjalanan ke kampung halaman menggunakan mobil pribadi, jangan lupa memeriksa beberapa komponen penting pada mobil. Hal ini perlu dilakukan demi kelancaran perjalanan Anda sekeluarga.

    Dijelaskan Astra Daihatsu Motor (ADM) dalam keterangan resminya, berikut 7 tips perawatan mobil untuk mudik supaya perjalanan lebih aman, nyaman, serta menyenangkan.

    1. Ganti Oli Mobil


    Sebagai pelumas penting komponen dalam mesin, periksa dan ganti oli mesin bila diperlukan sebelum pergi mudik, mulai oli mesin, oli gardan, oli rem, oli power steering, dan lain-lain. Pastikan pilih oli terbaik sesuai dengan spesifikasi mesin.

    2. Cek Kondisi Ban

    Sebagai penggerak utama mobil, kondisi ban wajib diperhatikan secara berkala. Selain mengukur tekanan ban, spooring dan balancing sangat penting dilakukan untuk
    menyeimbangkan kembali sudut-sudut roda supaya bisa berputar dengan seimbang. Terlebih, komponen penting ini memiliki peran besar dalam keselamatan dan kenyamanan selama berkendara.

    3. Periksa Komponen Rem

    Periksa sistem pengereman dan pastikan dalam keadaan baik, mulai dari kualitas minyak (oli) rem, kondisi kampas rem, dan piston rem.

    4. Ganti Air Radiator

    Air radiator meredam panas pada dinding silinder ketika terjadi pembakaran dari kerja mesin. Oleh karena itu, mobil berkompresi tinggi dihimbau untuk menggunakan air radiator khusus agar kinerja pendingin mesin lebih optimal dan mampu mencegah karat pada sela mesin.

    5. Periksa Aki dan Sistem Kelistrikan Mobil

    Aki mobil adalah sumber daya utama kelistrikan pada mobil. Aki yang bagus akan menjaga kinerja lampu, Audio, dan mesin berjalan dengan optimal. Sebaliknya, aki yang jarang dirawat atau bahkan tidak pernah di check dalam jangka waktu lama, dapat menyebabkan kinerja yang kurang maksimal atau mogok pada saat kendaraan akan digunakan.

    6. Lampu dan Wiper

    Komponen ini dapat dirawat melalui servis rutin sebelum mudik. Jika karet wiper fungsinya tidak bekerja dengan baik, segera lakukan ganti dengan yang baru agar dapat
    menyapu air dengan baik dan menjaga visibilitas ketika berkendara dalam kondisi hujan.

    7. Filter Pendingin dan AC

    Mobil dengan suhu yang dingin dan sejuk memberikan kenyamanan selama perjalanan. Lakukan pengecekan filter pendingin pada AC, termasuk pembersihan kondensor dan evaporator agar kinerja AC tetap optimal.

    (lua/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • Mudik Pakai Mobil Listrik, Tekanan Ban Juga Wajib Dicek



    Jakarta

    Mobil listrik menjadi opsi baru untuk mudik Lebaran. Nah buat kamu yang berencana mudik pakai mobil listrik ada beberapa hal yang harus diperhatikan, termasuk tekanan ban.

    Mobil listrik makin populer. Dengan jarak tempuh yang makin jauh, mobil listrik juga menjadi opsi untuk dikendarai saat mudik Lebaran. Terlebih Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) juga jumlahnya makin banyak. Meski begitu, mudik pakai mobil listrik tetap butuh persiapan. Hal ini dilakukan supaya perjalanan mudik kamu tetap lancar.

    “Suhu lingkungan akan mempengaruhi jarak tempuh kendaraan listrik dan kinerja baterai. Jangkauan yang lebih luas dimungkinkan pada suhu lingkungan sedang. Sebaliknya, dalam cuaca yang sangat panas atau dingin, jangkauan mobil listrik akan berkurang,” ungkap Deputy Head of Original Equipment (OE) Bridgestone Indonesia, Fisa Rizqiano dalam siaran persnya.


    Nah buat kamu yang berencana mudik pakai mobil listrik, berikut ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar perjalanan tetap lancar.

    1. Rencanakan Perjalanan

    Bila mudik menggunakan mobil berbahan bakar konvensional tentu akan memudahkan untuk mengisi bahan bakar. Sementara mobil listrik, meski jumlah SPKLU kian bertambah namun masih terbatas. Kalaupun tersedia di rest area, jumlahnya paling cukup untuk mengecas tiga mobil listrik. Untuk itu, diperlukan perhitungan matang jarak tempuh dan tentukan titik SPKLU sebelum melakukan perjalanan.

    2. Gaya Berkendara

    Gaya berkendara yang antisipatif, santai, dengan kecepatan stabil atau dikenal dengan Eco Driving, akan mengoptimalkan jangkauankendaraan. Sebaliknya, akselerasi yang agresif dan sering, kecepatan tinggi, yang disertai pengereman yang mendadak (hard braking) akan menghabiskan lebih banyak energi. Jika kondisi memungkinkan, gunakan cruise control untuk membantu kecepatan kendaraan yang konstan dan mengantisipasi kecepatan tinggi yang akan berdampak negatif terhadap jarak tempuh.

    3. Kondisi Jalan

    Pada kondisi jalan yang lebih datar, motor listrik pada kendaraan tidak perlu bekerja terlalu keras sehingga meminimalkan penggunaan energi baterai listrik. Sebaliknya, motor listrik akan bekerja lebih keras dalam kondisi jalan menanjak, sehingga membutuhkan daya listrik lebih besar. Hal ini tentunya terjadi pada semua kendaraan, terlepas dari jenis tenaga penggeraknya. Namun bagi pengguna mobil listrik, hal ini patut mendapat perhatian lebih, mengingat menghemat daya sangat penting karena masih terbatasnya SPKLU.

    4. Perhatikan Regenerative Braking

    Pada saat Anda melepaskan kaki dari pedal gas, sistem pengereman regeneratif yang cerdas akan memperlambat kendaraan dengan nyaman sekaligus mengubah tenaga yang dihasilkan untuk mengoptimalkan jangkauan baterai. Beberapa kendaraan listrik memiliki regeneratif pedal angkat yang dapat disesuaikan dan pengaturan maksimum biasanya memungkinkan mengemudi satu pedal.

    Perlu dicatat, meskipun menghemat baterai, praktik pengereman ini akan menimbulkan efek negatif pada ban, yang mana ban akan mendapatkan gesekan terhadap permukaan jalan yang lebih sehingga dapat menyebabkan umur ban lebih pendek karena aus tidak rata. Beberapa model kendaraan listrik memiliki fitur Eco Mode. Eco mode adalah cara sederhana untuk mengoptimalkan jangkauan Anda selama perjalanan, yang termasuk pengaturan termasuk suhu kabin dan resirkulasi udara untuk menghemat energi dan memaksimalkan jangkauan.

    5. Perhatikan Tekanan Ban

    Tekanan ban yang rendah meningkatkan konsumsi energi, karena hambatan gelinding (rolling resistance) yang lebih besar membutuhkan daya gerak yang lebih besar. Untuk kendaraan listrik dengan ban ketahanan gelinding rendah, ini sangat penting untuk memastikan tekanan angin ban cukup untuk mengurangi hambatan berlebihan. Bacalah rekomendasi ukuran tekanan ban pada kendaraan yang biasanya terdapat pada kusen pintu samping kiri depan), simpan pengukur tekanan ban di dalam laci, dan periksa tekanan ban secara teratur.

    Bila tidak memiliki pengukur tekanan ban, maka bisa melakukan pengecekan di bengkel. Kamu juga bisa mengunjungi Toko Model (TOMO) Bridgestone. Selain memeriksa tekanan angin, kondisi fisik ban juga akan diperiksa untuk memastikan ban Anda layak digunakan, khususnya untuk bepergian jauh.

    (dry/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • Mudik Pakai Mobil Listrik, Lakukan 5 Hal Ini



    Jakarta

    Mobil listrik bakal menjadi salah satu kendaraan yang meramaikan perjalanan mudik lebaran 2024. Menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil listrik dari produsen ke distributor (wholesales) pada Januari 2024 melonjak sebesar 684% dibandingkan Januari 2023.

    Nah, bagi Anda para pengguna mobil listrik yang juga ingin melakukan perjalanan mudik lebaran 2024, perlu melakukan beberapa tips yang dibagikan produsen ban, Hankook, berikut ini:

    1. Merencanakan Perjalanan


    Sebelum mudik, pengguna mobil listrik harus mengetahui kapasitas baterai, jarak tempuh yang mampu dicapai saat kondisi baterai penuh, serta waktu yang dibutuhkan untuk mengisi ulang baterai. Pengemudi juga harus mengkalkulasikan jarak perjalanan yang akan ditempuh.

    Saat ini mobil listrik tersedia dalam varian standard range (100-300 km) dan long range (di atas 300-600 km), dengan kapasitas baterai di rentang 30-100 kWh. Langkah ini akan menyelamatkan pengendara dari range anxiety, yaitu kekhawatiran mobil tidak bisa mencapai jarak tertentu dengan sisa daya baterai yang tersimpan.

    Saat berkendara jarak jauh seperti mudik, pengendara juga disarankan untuk mengisi ulang baterai hingga 80%, ketimbang penuh 100%. Hal ini untuk menjaga kesehatan baterai dalam jangka panjang. Ini juga akan lebih menghemat waktu, karena pengisian daya baterai 80%-100% relatif lebih lambat dibandingkan dengan 0%-80%.

    2. Memetakan Lokasi SPKLU

    Pemudik yang menggunakan mobil listrik, harus melakukan riset terlebih dahulu lokasi SPKLU pengisian baterai dengan jenis-jenis soket pengisi daya (port charging), seperti CHAdeMO, CCS, dan AC Charging. SPKLU umumnya terbagi menjadi empat kategori meliputi, slow charging (≥ 7 kW), medium charging (≥ 25 kW), fast charging (≥ 50 kW), dan ultrafast charging (≥100 kW).

    Baru-baru ini, PT Jasa Marga (Persero) Tbk mengumumkan 25 stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) di sepanjang Tol Trans Jawa untuk mendukung kelancaran mudik lebaran tahun ini. Anda juga bisa mengetahui keberadaan lokasi SPKLU melalui aplikasi PLN Mobile.

    3. Perhatikan Gaya Berkendara

    Perhatikan kecepatan dan gaya berkendara. Berbeda dengan mobil konvensional yang lebih boros energi saat melaju dengan kecepatan rendah di jalanan macet, mobil listrik justru lebih boros energi saat digunakan di kecepatan tinggi seperti di jalan tol. Sebab, mobil listrik mendapatkan torsi secara instan dengan semakin besarnya hambatan udara yang dihadapi kendaraan. Maka, hindari menyetir secara agresif dan jaga rata-rata kecepatan Anda secara stabil di rentang 60 hingga 80 km per jam. Selain untuk menghemat energi, juga senantiasa aman di jalan karena sesuai dengan anjuran rambu lalu lintas.

    4. Pakai Ban Khusus

    Gunakan ban khusus mobil listrik. Ban ini membantu performa mobil listrik secara optimal. Mobil listrik membutuhkan karakteristik ban khusus yang berbeda dengan ban mobil konvensional. Ban mobil listrik memiliki rolling resistance yang lebih baik ketimbang ban mobil konvensional. Selain itu, ban mobil listrik juga mampu bergulir lebih senyap dan didesain kuat untuk menahan beban mobil listrik yang cukup berat karena adanya baterai yang berukuran rata-rata 200-500 kg.

    5. Periksa Tekanan Angin Ban

    Hal ini perlu dilakukan sebelum berangkat untuk menjaga kinerja dan keamanan kendaraan. Tekanan angin ban mobil berbeda-beda bergantung jenis, dimensi mobil, dan bobot muatan. Pastikan untuk mengikuti rekomendasi tekanan angin yang diberikan oleh pabrikan. Pada umumnya tekanan angin ban yang direkomendasikan berkisar:

    • Mobil city car: (30-36) Psi
    • Mobil sedan: (30-33) Psi
    • Mobil MPV: (33-36) Psi
    • Mobil SUV: (35-40) Psi

    Jika membawa muatan lebih, maka tekanan angin ban belakang dapat ditambahkan sedikit. Pengendara disarankan periksa ban dalam kondisi dingin untuk hasil yang akurat, mengingat perjalanan jauh dapat meningkatkan tekanan angin secara alami.

    (lua/rgr)



    Sumber : oto.detik.com

  • 4 Komponen Ban yang Harus Diperiksa Sebelum Mobil Dibawa Mudik


    Jakarta

    Bagi detikers yang hendak melakukan perjalanan mudik Lebaran 2024 bersama keluarga dengan mobil pribadi, tentu sudah bisa mulai mempersiapkan kendaraannya. Tak cuma mesin, kesiapan ban juga penting untuk dicek.

    Dijelaskan oleh Bridgestone Tire Indonesia, ada beberapa hal dari ban mobil yang perlu diperhatikan sebelum memulai perjalanan jauh.

    1. Tekanan Angin Ban

    Tekanan angin ban sejatinya harus diperiksa sebelum memulai berkendara. Kita dapat menggunakan alat pengukur tekanan ban untuk memastikan kondisi anginnya sesuai dengan rekomendasi produsen kendaraan.


    Menurut Brigestone Tire Indonesia, ban dengan tekanan angin lebih rendah dari rekomendasi dapat membuat pengendalian mobil lebih sulit. Selain itu, diklaim membuat penggunaan bahan bakar lebih boros.

    2. Kondisi Permukaan Ban

    Masa pakai ban terbatas. Salah satu indikator yang dapat menjadi tanda bahwa ban mobil sudah harus diganti adalah dari kondisi permukaannya.

    Kondisi ban masih layak pakai adalah yang kedalaman tapaknya lebih dari 1,66 mm. detikers dapat menggunakan alat pengukur kedalaman ban atau melihat tread wear indicator (TWI) yang umumnya ditandai dengan simbol segitiga.

    3. Kondisi Dinding Ban

    Selain memperhatikan kondisi permukaan ban, cek juga kondisi dindingnya. Kerap kali, ban yang sudah harus diganti mengalami masalah retak bagian dindingnya. Hal ini bisa disebabkan oleh kondisi berkendara yang kurang ideal seperti underinflasi, overloading, hingga abrasi.

    “Karet mungkin juga telah rusak oleh faktor lingkungan seperti paparan berlebihan terhadap panas atau ozon. Bila ini terjadi, ban Anda mungkin rentan terhadap kerusakan,” tulis Bridgestone Tire Indonesia.

    4. Cek Kondisi Pentil Ban

    Lantas bagian lain dari ban mobil yang harus dicek sebelum melakukan perjalanan mudik Lebaran 2024 adalah pentilnya. Meski terkesan sederhana, nyatanya pentil ini punya peran vital bagi kondisi tekanan angin pada ban.

    Menurut Bridgestone Tire Indonesia, cara mudah untuk mengecek kondisi pentil ban adalah membasuhnya dengan air sabun. Jika terdapat gelembung udara, maka terjadi kebocoran pada pentil. Tentu kondisi ini mengharuskan pemilik kendaraan untuk menggantinya dengan yang baru.

    (mhg/rgr)



    Sumber : oto.detik.com

  • Mudik Pakai Mobil Matic Lewat Tanjakan Curam, Pakai Gigi Apa?



    Jakarta

    Mobil matic banyak digunakan saat mudik. Kalau kebetulan lewat tanjakan curam, pakai gigi apa ya?

    Mobil bertransmisi otomatis belakangan kian digemari. Pengendaraannya cenderung lebih mudah, apalagi kalau jalanan macet nggak bikin pengendara mudah lelah. Ketika jalanan lancar tinggal ngegas dan begitu padat hanya perlu menginjak pedal rem. Tidak heran mobil matic jadi favorit untuk dibawa mudik.

    Nah buat kamu yang berencana mudik menggunakan mobil matic, ada beberapa hal yang perlu disiapkan. Selain fisik pengendara yang prima, kendaraan juga wajib diperhatikan kondisinya. Technical Team Aftersales Support Dept. Auto2000 Gesang Pranoto mengingatkan agar pemilik mobil memastikan kendaraan tersebut memang layak untuk diajak berpergian jarak jauh.


    “Untuk kendaraan matic diperiksa kualitas dan kuantitas oli matic tersebut. Ketika sudah cukup kendaraan tersebut dapat dinyatakan layak jalan. Apalagi kalau sudah melakukan servis rutin,” ungkap Gesang dalam Bincang Mudik yang disiarkan akun Instagram Auto2000.

    Untuk memastikan kondisi mobil, pengendara juga bisa melakukan servis berkala di bengkel terdekat. Dengan servis berkala, bila ada indikasi masalah pada mobil maka bisa segera diatasi.

    “Jadi sebelum perjalanan mudik bisa melakukan servis berkala dan jika memang diperlukan penggantian oli. Setelah mudik kembali lagi bisa melakukan pemeriksaan kembali,” lanjut Gesang.

    Bila kondisi mobil sudah dipastikan prima, kamu juga sebaiknya melakukan perencanaan sebelum melakukan perjalanan. Kamu bisa memetakan jalur yang akan dilalui sekaligus mencari alternatif bila terjadi kepadatan. Pemetaan jalur juga sekaligus menghindari pemudik mengalami hal yang tak diinginkan seperti nyasar atau melintas di medan sulit.

    Kalaupun harus melintas di jalanan yang medannya sulit seperti menanjak atau turunan curam, kamu juga harus mengetahui posisi tuas transmisi. Gesang mengatakan bila posisi jalan menanjak dan tidak terlalu curam, posisi tuas transmisi bisa tetap di D. Tapi akan berbeda kondisinya jika tanjakan atau turunan yang dilintasi terlalu curam.

    “Akan tetapi ketika kondisi tanjakan curam, mungkin bisa menggunakan di posisi 2 atau 3. Karena di posisi 2 atau 3, ketika menuruni jalanan di perbukitan, transmisi ini akan memberikan efek engine brake jadi nggak langsung nyelonong, ada ketahanan dari sistem transmisi itu menahan laju kendaraan. Tapi kalau nggak kuat, tanjakan cukup ekstrem bisa di posisi Low,” terang Gesang.

    (dry/rgr)



    Sumber : oto.detik.com

  • Tips Aman Tinggalkan Vespa di Rumah saat Mudik Lebaran


    Jakarta

    Lebaran tinggal hitungan hari, bagi Anda yang sudah merencanakan perjalanan pulang kampung dengan transportasi publik atau mobil pribadi, tentunya harus memahami tips meninggalkan kendaraan di rumah saat mudik panjang.

    Jadi, jangan sampai motor yang ditinggal mudik malah bikin masalah setibanya Anda pulang dari mudik. Salah satu kendaraan roda dua yang perlu diperhatikan adalah Vespa Matic.

    Radyan Mahandya Putra dari Scooter VIP memberi beberapa tips jika meninggalkan Vespa Matic di rumah saat mudik lebaran. Berikut langkah-langkahnya.


    1. Kunci Setang

    Pencurian di masa mudik lebaran menjadi salah satu momok menakutkan yang perlu diwaspadai masyarakat. Oleh karena itu, agar Vespa Matic tidak menjadi incaran maling, jangan lupa mengunci setang, menggunakan alarm dan pengaman tambahan di disk brake. Meskipun tidak menjamin 100% aman, namun, dengan adanya pengamanan tambahan, maling akan kesulitan membobolnya.

    2. Lepas Aki/Battery

    Vespa Matic yang ditinggal lebih dari seminggu bisa menimbulkan masalah pada bagian kelistrikan, terlebih jika ditinggal lama dan jarang dipanasi. Aki yang terus menerus terpasang pada motor tanpa dipanaskan dapat menurunkan performanya. Biasanya hal ini ditandai sulit distarter saat akan digunakan kembali. Terutama kalau Vespa Matic yang produksi di bawah tahun 2019, ditakuti bisa timbul distorsi kelistrikan. Maka dari itu sangat disarankan buat mencopot aki pada Vespa Matic apabila ditinggal lama oleh pemiliknya.

    3. Melakukan Servis Berkala

    Sebelum ditinggal untuk mudik, ada baiknya lakukan service berkala Vespa Matic di bengkel terdekat dan gantilah pelumas mesin maupun pelumas gardan. Tujuannya, agar motor lebih mudah dihidupkan saat akan digunakan kembali.

    4. Gunakan Standar Tengah dan Alasi dengan Karpet/Keset

    Saat menyiapkan Vespa Matic untuk ditinggal lama, baiknya jangan lupa juga untuk memakai standar tengah atau center stand. Kemudian dialasi dengan alas keset/karpet. Tujuannya agar motor dalam keadaan balance, sehingga tidak mudah terjatuh jika terjadi sesuatu kejadian di luar dugaan seperti bencana alam contohnya gempa kecil agar tidak terjadi friksi kasar pada permukaan lantai garasi rumah.

    5. Pastikan Tangki Bensin Penuh

    Saat meninggalkan Vespa Matic dalam waktu lama sebaiknya penuhkan tangki bensin. Sebab, ketika tangki bahan bakar penuh, maka tidak ada ruangan lagi untuk terjadi pengembunan. Pengembunan atau kondensasi di dalam tangki itu salah satu penyebab adanya air di dalam tangki.

    6. Lebihkan Tekanan Udara pada Ban Vespa Matic

    Tekanan udara ban Vespa Matic yang berdiam lama di rumah akan berkurang lebih cepat ketimbang ban yang dipakai setiap hari. Baiknya angin ban sedikit lebih tinggi dari rekomendasi pabrikan, tambahkan sekitar 5 psi, supaya tekanan ban tidak cepat berkurang bahkan hingga habis total.

    7. Titipkan Kunci

    Langkah terakhir, titipkan kunci Vespa Matic tersebut ke tetangga yang tidak mudik atau ke pengurus RT. Hal ini bertujuan agar bila terjadi sesuatu, misalnya kebakaran, atau banjir, dan lain-lain, maka Vespa Matic Anda juga bisa dipindahkan.

    (lua/lth)



    Sumber : oto.detik.com

  • Mau Pasang Roof Box untuk Mudik Lebaran? Perhatikan 3 Hal Ini Dulu


    Jakarta

    Roof box adalah koper besar yang biasa dipasang di atap mobil. Benda ini dipasang untuk memberi ruang ekstra, agar bagasi tidak terlalu berantakan sehingga lebih lega.

    Roof box digunakan untuk membawa barang-barang seperti tas, macam peralatan, ataupun koper. Sebelum membeli atau memasang kotak atap (roof box), ini beberapa hal yang perlu diperhatikan.

    Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Memasang Roof Box

    Dikutip dari Start Rescue, berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan dan dipertimbangkan sebelum membeli roof box untuk mudik Lebaran:


    1. Kualitas

    Kualitas roof box akan menentukan keamanan, ketahanan, dan kenyamanan. Yup, semakin mahal maka semakin baik juga kualitasnya.

    Biasanya, roof box yang lebih murah mungkin terbuat dari plastik dan tipis. Tentunya, akan berpotensi menyebabkan kotak bergetar saat tertiup angin di perjalanan dan mungkin tidak bertahan lama.

    Sementara, roof box yang lebih mahal cenderung dibuat dari plastik yang lebih tebal dengan standar yang lebih tinggi.

    2. Jenis Bukaan

    Roof box hadir dalam beberapa jenis bukaan. Ada yang bisa dibuka hanya dari samping, ada juga yang memiliki sistem engsel ganda.

    Biasanya, roof box dengan sistem engsel ganda akan lebih nyaman. Pasalnya, membuat kita bisa mengakses barang bawaan dari kedua sisi mobil.

    3. Kapasitas

    Terakhir, pertimbangkan kapasitasnya agar bisa disesuaikan dengan penggunaannya. Jika kamu merencanakan beberapa perjalanan darat sekitar dua mingguan, lebih baik pilih roof box yang lebih besar.

    Sementara jika untuk liburan akhir pekan saja, kamu bisa pilih roof box yang berkapasitas lebih kecil. Roof box yang dijual di pasaran tersedia dengan berbagai kapasitas, mulai dari 250 liter sampai 600 liter.

    Namun, perlu diketahui bahwa semakin tinggi kotaknya makan semakin besar pula hambatan anginnya. Jadi, lebar dan panjang menjadi salah satu penentu kegunaan roof box dibandingkan tingginya.

    Cara Memasang Roof Box

    Dalam memasang roof box pada mobil, kita perlu memasang sistem rak atap dahulu agar bisa dikunci. Berikut merupakan dua sistem pemasangan rak atap yang paling umum di pasaran saat ini:

    Sistem U-bolt

    Baut berbentuk U akan dipasang melingkari penampang batang atap. Di dalam roof box, ada tutup sekrup yang menahan seluruh perlengkapan pada tempatnya.

    Roof box yang pakai baut berbentuk U kompatibel dengan semua jenis roof bar. Oleh sebab itu, kamu mungkin perlu berinvestasi pada adaptor T-track khusus jika membeli palang atap sayap tertentu.

    Secara umum, dibutuhkan sekitar 10 menit untuk memasang roof box menggunakan sistem baut-U.

    Pemasangan Klik Daya

    Roof box yang dipasang dengan sistem ini akan menggunakan grip pada palang rak atap. Biasanya, waktu yang dibutuhkan untuk menyesuaikannya yaitu sekitar 5 menit.

    Sebelum berangkat, pastikan roof box dipasang dengan aman di atas mobil. Jika kamu ingin melepas roof box untuk waktu yang lama, sebaiknya simpan semua komponen pemasangan di dalamnya juga. Hal ini untuk berjaga-jaga, agar kamu tidak kehilangan komponen tersebut di lain waktu.

    Itu tadi beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum memasang roof box untuk mudik Lebaran. Pastikan kamu mempertimbangkan hal-hal tadi, agar perjalanan Lebaran bisa aman, nyaman, dan selamat sampai tujuan.

    (khq/inf)



    Sumber : oto.detik.com

  • Cara Hitung Estimasi BBM untuk Perjalanan Mudik Lebaran



    Jakarta

    Banyak hal yang perlu dipersiapkan sebelum melakukan mudik Lebaran 2024. Salah satunya adalah menghitung estimasi bahan bakar minyak (BBM) yang akan digunakan sepanjang perjalanan.

    Lantas untuk menghitung estimasi bahan bakar yang akan habis sepanjang perjalanan adalah dengan mengetahui terlebih dahulu konsumsi BBM rata-rata kendaraan kita.

    Dilansir dari laman Astra Daihatsu, ada dua cara untuk mengetahui konsumsi BBM rata-rata kendaraan, yakni dengan metode full to full dan pengukuran melalui MID.


    Cara menghitung konsumsi BBM rata-rata dengan metode full to full adalah dengan mengisi tangki BBM hingga penuh, lalu berkendara dengan mencatat total jarak tempuh, dan terakhir mengisi kembali tangkinya hingga penuh.

    Setelah mengetahui jarak tempuh dan jumlah bensin yang harus diisi untuk memenuhi tangki BBM-nya, kita tinggal membagi jarak tempuh dengan jumlah liter BBM-nya. Lalu hasil konsumsi bahan bakar rata-ratanya akan didapat dengan angka km/liter.

    Sebagai ilustrasi, sebelum berkendara tangki BBM kita isi penuh. Lalu kendaraan tersebut kita bawa sejauh 100 km. Selanjutnya kita mengisi ulang tangki BBM hingga penuh dan dibutuhkan bahan bakar sebanyak 8 liter. Maka konsumsi BBM rata-rata kendaraan kita adalah 12,5 km per liter.

    Cara lain untuk mengetahui konsumsi BBM rata-rata kendaraan kita adalah dari informasi yang tersedia di layar instrumen kluster. Namun tak semua kendaraan punya fasilitas yang dapat menampilkan informasi ini.

    Konsumsi BBM Mitsubishi Triton UltimateIlustrasi data konsumsi bbm rata-rata di panel kluster Foto: Muhammad Hafizh Gemilang / detikOto

    Umumnya konsumsi BBM rata-rata di kendaraan kita hadir dengan satuan km per liter. Tapi tak sedikit kendaraan yang juga dapat menampilkan data ini dengan satuan liter per 100 km.

    “Cara menghitung konsumsi BBM ini melibatkan jarak tempuh. Jadi, komputer juga bakal melakukan pembaruan dengan interval waktu yang lebih lama. Salah satu tips menghitung konsumsi BBM menggunakan MID adalah dengan melakukan jarak tempuh yang agak jauh, misalnya 100 km,” tulis Astra Daihatsu.

    Nah! Setelah mengetahui berapa konsumsi BBM rata-rata kendaraan, maka mudah bagi kita untuk menghitung estimasi BBM yang akan digunakan untuk perjalanan mudik Lebaran 2024. Caranya tinggal mengkali mengalikan antara jarak tempuh yang akan dituju dengan konsumsi BBM rata-ratanya.

    Contoh kita akan melakukan perjalan dari Jakarta menuju Semarang dengan jarak tempuh sekitar 450 km. Maka jika mobil kita konsumsi BBM rata-ratanya di angka 12,5 km per liter, estimasi BBM yang dibutuhkan untuk perjalanan ini adalah sekitar 36 liter.

    Lantas jika dikonversi ke harga BBM, contoh kita akan menggunakan bensin Pertamax yang harga per liternya Rp 12.950, maka kita harus menyiapkan anggaran minimal Rp 466.200 untuk bensin perjalanan mudik dari Jakarta ke Semarang.

    Perlu diingat juga, banyak faktor yang dapat membuat penggunaan BBM kendaraan kita jadi lebih boros. Faktor tersebut umumnya datang dari kondisi lalu lintas, tekanan angin ban, hingga muatan yang dibawa selama perjalanan. Sehingga penting untuk mempersiapkan anggaran lebih untuk kondisi tertentu.

    ====

    Ikuti berita-berita terkini arus mudik dan arus balik di BRI Teman Mudik pada tautan ini.

    (mhg/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • Modal Sabar dan Hindari Konflik



    Jakarta

    ‘Semoga selamat sampai tujuan’ jadi sepenggal doa yang biasa diucap saat mudik dan balik dari kampung halaman. Demi tercapainya perjalanan yang aman, perlu menyiapkan safety driving dan defensive driving.

    Safety Driving adalah perilaku mengemudi yang mengacu pada standar keselamatan berkendara yang berlaku di suatu negara.

    Kemudian defensive driving adalah perilaku mengemudi yang dapat menghindarkan kita dari masalah, baik yang disebabkan oleh orang lain maupun diri sendiri.


    Jadi bisa dikatakan bahwa Defensive Driving merupakan versi mengemudi yang lebih komprehensif karena tidak hanya butuh keterampilan tapi juga perilaku yang baik.

    Andry Berlianto dari Praktisi Keselamatan Berkendara Global Defensive Driving Consulting (GDDC) membagikan 5 tips yang bisa dilakukan buat mereka yang melakukan perjalanan mudik membawa kendaraan sendiri.

    1. Pribadi sehat fisik dan mental

    Tekanan tinggi pada perjalanan mudik memaksa pemudik harus dalam kondisi fit dan bugar guna mengantisipasi bahaya dan risiko yang mungkin terjadi selama perjalanan.

    Pastikan fisik dan mental siap untuk berada di belakang kemudi.

    2. Kendaraan yang sehat dan laik jalan

    Perjalanan panjang menuntut kendaraan berperforma maksimal tanpa hambatan karena kondsi tersebut dapat menurunkan risiko terjadinya insiden di tengah perjalanan.

    3. Atur waktu perjalanan

    Atur rute dan jam perjalanan serta turunkan risiko kecelakaan serendah mungkin. Utamakan istirahat dan hindari mengemudi saat tubuh sudah kelelahan.

    4. Devensive Driving dan Riding

    • Ikuti arahan dan himbauan petugas saat berada di perjalanan karena itu adalah arahan untuk keselamatan diri Anda dan keluarga.
    • Atur barang bawaan agar tidak melebihi batas muatan pada kendaraan
    • Mengemudilah sewajarnya dan hindari membuka ruang konflik di perjalanan
    • Pantau batas kecepatan, jaga jarak aman antar kendaraan
    • Bersabar

    5. Evaluasi

    Evaluasi kembali perjalanan yang sudah dilakukan saat berangkat dan pelajari hal-hal apa saja yang perlu dikoreksi atau perlu ditingkatkan karena masih akan ada perjalanan pulang kembali ke kota asal

    Pastikan mampu mengantisipasi bahaya dari risiko target Zero Accident saat mudik dan balik

    (riar/din)



    Sumber : oto.detik.com