Tag: mundur

  • Mobil Lebih Kuat Lewat Tanjakan Jika Berjalan Mundur, Mitos atau Fakta?


    Jakarta

    Saat berkendara ke luar kota, detikers mungkin akan menemukan jalanan yang menanjak dan menurun. Jangan anggap remeh jalanan yang menanjak dan menurun karena banyak pengendara yang kesulitan saat melewatinya.

    Soalnya, sering terjadi kasus mobil gagal melibas tanjakan curam. Oleh sebab itu, banyak pengendara yang berpikir bagaimana cara melintasi tanjakan dengan benar dan aman.

    Nah, salah satu caranya adalah dengan berjalan mundur. Sebab, beberapa orang meyakini jika mobil berjalan mundur maka akan lebih kuat menanjak.


    Namun, apakah hal tersebut benar adanya? Simak pembahasannya dalam artikel ini.

    Apakah Mobil Berjalan Mundur Lebih Kuat Di tanjakan?

    Mengutip situs Spot Dem, sebenarnya mobil bisa lebih kuat menanjak dengan cara berjalan mundur jika mobil tersebut berpenggerak roda depan atau front wheel drive (FWD).

    Sebab, gigi mundur (reverse) memiliki rasio gigi yang lebih rendah daripada gigi maju (drive). Oleh sebab itu, mobil yang berjalan mundur mungkin akan lebih kuat melibas tanjakan.

    Saat mobil dalam gigi mundur, distribusi bobot juga berubah dengan beban yang lebih besar didistribusikan ke roda belakang. Mobil juga dapat menanjak dengan lebih mudah karena memiliki daya cengkeram yang lebih baik.

    Apakah Aman Mobil Berjalan Mundur saat Nanjak?

    Meski begitu, melintasi tanjakan dengan cara mundur dinilai kurang aman dan tidak efisien. Sebab, transmisi, mesin, dan komponen lainnya pada mobil disetel untuk bergerak maju dan berbelok, bukan mundur ke belakang.

    Selain itu, bergerak mundur dan menanjak dapat memberikan tekanan pada mesin dan transmisi mobil. Hal ini bisa menyebabkan mesin cepat panas sehingga mengalami overheat dan memicu kerusakan pada komponen lainnya.

    Dari segi keselamatan, berkendara mundur di tanjakan juga menyulitkan pengendara karena keterbatasan visual. Meski mobil keluaran terbaru sudah dilengkapi kamera belakang untuk mundur, tapi tetap saja berbahaya karena jarak pandangnya terbatas.

    Tips Melintasi Tanjakan dengan Mobil

    Daripada harus berjalan mundur yang bikin kamu repot sendiri, lebih baik bergerak maju ketika melewati tanjakan. Jika takut mobil tak kuat nanjak, ada sejumlah tips agar detikers lancar saat melalui tanjakan.

    Mengutip situs Astra Daihatsu, berikut tips melewati jalanan menanjak dengan berkendara mobil:

    1. Pakai Gigi Rendah

    Jika kamu menggunakan mobil manual, gunakan gigi rendah atau 1 saat melintasi jalanan tanjakan. Pada mobil matic, kamu bisa memindahkan gigi dari ‘D’ ke ‘L’ agar mendapatkan torsi yang besar untuk melibas tanjakan.

    2. Injak Gas Sesuai Kebutuhan

    Saat melintasi jalanan yang menanjak, injak pedal gas sesuai kebutuhan. Apabila tanjakan dirasa curam dan panjang, maka diperbolehkan menginjak gas dalam-dalam agar mobil bisa melalui tanjakan.

    Jika tanjakan tidak begitu curam, maka detikers tak perlu menginjak pedal gas terlalu dalam. Jadi, bisa disesuaikan dengan tanjakan yang dilalui.

    3. Aktifkan Hill Start Assist

    Beberapa mobil keluaran terbaru telah dilengkapi dengan fitur Hill Start Assist (HSA). Fitur keselamatan ini berfungsi untuk mengendalikan mobil agar tidak merosot ketika berada di posisi menanjak.

    Biasanya, mobil yang sedang berhenti di tanjakan dan akan mulai jalan kembali, mobil akan sedikit mundur sebelum dapat berjalan maju. Dengan mengaktifkan fitur HSA, maka mobil tidak akan mundur saat pengemudi akan kembali melaju.

    Selain itu, Hill Start Assist juga dapat mengendalikan mobil saat akan mulai menanjak agar akselerasi yang dihasilkan dapat berjalan mulus. Dengan begitu, roda mobil dapat berfungsi optimal dan meminimalisir terjadinya selip.

    Demikian penjelasan mengenai apakah mobil berjalan mundur lebih kuat ditanjakan. Semoga bermanfaat!

    (ilf/fds)



    Sumber : oto.detik.com

  • Sering Jadi Perdebatan, saat Tunggu Lampu Merah Gigi Mobil Matic ‘N’ atau ‘D’?


    Jakarta

    Posisi transmisi mobil matic saat lampu merah sering diperdebatkan. Benarkah harus di ‘N’ atau tetap di ‘D’ tak masalah? Begini penjelasannya.

    Mengendarai mobil matic memang lebih mudah. Pergantian gigi berjalan secara otomatis, tak perlu lagi menginjak pedal kopling. Apalagi kalau di jalanan macet, pengemudi tak perlu lagi pindah-pindah gigi.

    Tunggu Lampu Merah, Perlu Pindah ke N?


    Tapi bagaimana kalau lagi menunggu lampu merah? Ada yang menyebut saat menunggu lampu merah, sebaiknya tuas persneling dipindahkan ke ‘N’. Namun ada juga yang menyebut tak perlu dipindahkan, tetap di ‘D’ pun aman.

    Kepala Bengkel Auto2000 Jatiasih, Wahono, mengungkap ada baiknya memindahkan tuas transmisi ke posisi ‘N’. Satu alasan pentingnya adalah faktor keamanan, di samping menjaga keawetan transmisi.

    “Ini jadi perdebatan sih kalau di lampu merah nggak dinetralin atau di D. Yang benar apa? Netral, karena kalau nggak netral itu berbahaya. Kalau kita nggak konsen nginjek rem agak lengang, mobil jalan nabrak,” jelas Wahono saat ditemui di kantornya belum lama ini.

    “Terus kan ada komponen yang bekerja walaupun waktu ditahan transmisi nggak terlalu keras, tetap bekerja,” lanjut Wahono.

    Tak cuma saat menunggu lampu merah, tuas transmisi juga bisa dipindah ke N saat posisinya sedang macet dan berhenti lama.

    “Sebaiknya kalau emang berhenti (pindah ke N), nyamannya kita seperti apa. Kecuali macetnya jalan, kan tanpa gas bisa jalan sendiri. Kalau panjang ya sebaiknya itu, terutama untuk safety ya. Kalau komponen tidak terlalu, jauh lah efeknya panjang gitu lah, lebih ke safety,” terang Wahono.

    Sebagai informasi tambahan, di mobil matic pada bagian transmisi terdapat huruf dan angka yang memiliki fungsi berbeda. Kamu bisa cek arti huruf dan angka pada tuas mobil transmisi otomatis beserta fungsinya pada uraian di bawah ini.

    Macam-macam Kode Tuas Mobil Matic dan Artinya

    Berikut sejumlah huruf dan angka yang ada pada tuas mobil transmisi otomatis:

    • Huruf P artinya Parking atau parkir
    • Huruf R artinya Reverse atau jalan mundur
    • Huruf N artinya Neutral atau netral
    • Huruf D artinya Drive atau jalan maju
    • Huruf D1 atau L artinya Low (rendah)
    • Angka 2 atau S (Second) untuk jalan menanjak
    • Angka 3 atau D3 untuk maju dengan posisi gigi tertinggi dibatasi sampai gigi 3.

    Penting untuk diketahui bahwa kode yang ada dan artinya mungkin akan berbeda pada beberapa jenis mobil matic tertentu.

    (dry/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • Sering Lakukan Kesalahan Ini pada Mobil Matic? Awas Bisa Bahaya!


    Jakarta

    Mobil matic banyak disukai bisa dikemudikan hanya dengan menginjak gas dan rem. Namun jangan salah, ternyata masih banyak pengemudi yang melakukan kesalahan saat menggunakan mobil matic.

    Kesalahan ini bisa saja membuat komponen kendaraan, terutama bagian transmisi cepat rusak. Bahkan kesalahan fatal bisa menyebabkan kecelakaan.

    Simak artikel ini untuk mengetahui sejumlah kesalahan yang sering dilakukan pada mobil matic agar tidak membahayakan diri sendiri dan orang lain.


    10 Kesalahan yang Sering Dilakukan pada Mobil Matic

    Dilansir dari laman buku panduan Innova dan situs Toyota-Astra, berikut ini 10 kesalahan yang sering dilakukan saat mengemudikan mobil matic:

    1. Tidak Tahu Fungsi Tuas Transmisi

    Jika tidak terbiasa menggunakan mobil matic, detikers mungkin masih belum tahu fungsi dari masing-masing tuas. Perhatikan fungsinya berikut ini:

    • P = park atau parkir, yakni agar mobil tidak bergerak.
    • R = reverse atau gigi untuk bergerak mundur.
    • N = netral, yakni tidak bisa digas, namun bisa bergerak karena didorong atau kondisi jalan miring.
    • D = drive atau jalan maju dengan kecepatan 1 sampai tertinggi.
    • D2 = drive dengan gigi tertinggi di gigi 2.
    • L atau D1 = drive dengan gigi tertinggi di gigi 1.

    2. Mobil Dibiarkan Mundur tapi Tuas di Posisi D

    Gunakanlah tuas transmisi sesuai dengan arah gerakan mobil. Jangan membiarkan mobil maju tetapi tuas berada di R. Ini mungkin terjadi ketika mobil didorong.

    Hal ini juga berlaku sebaliknya. Jangan membiarkan mobil mundur tetapi tuas berada di D. Jika terjadi demikian, maka bisa menyebabkan mesin tidak bekerja, menyebabkan rem dan kemudi melemah. Akibatnya bisa merusak komponen maupun kecelakaan.

    3. Transmisi di P saat Melaju

    Saat melaju, jangan sampai menggeser tuas transmisi ke posisi P. Hal ini bisa menyebabkan kerusakan transmisi dan mengakibatkan kendaraan kehilangan kontrol.

    4. Memindahkan Transmisi Sambil Injak Gas

    Saat memindahkan transmisi, jangan sampai menginjak pedal gas. Ketika memindahkan ke gigi selain P atau N, maka berisiko menyebabkan percepatan kendaraan tak terduga yang bisa menimbulkan kecelakaan.

    5. Berhenti di Lampu Merah dengan Posisi Transmisi D

    Saat berhenti di lampu merah, sebagian orang tetap memposisikan tuas transmisi di D sambil menginjak rem. Posisi ini membuat torque converter tetap bekerja menghubungkan mesin dan transmisi, padahal posisi mobil berhenti.

    Hal ini bisa menyebabkan mesin dan transmisi cepat panas. Rem pun akan cepat panas, sehingga komponen cepat rusak. Maka gunakanlah tuas N saat berhenti di lampu merah.

    6. Injak Pedal Rem Pakai Dua Kaki

    Jika belum terbiasa pakai mobil matic, detikers mungkin tidak sengaja menginjak rem dengan dua kaki. Akibatnya pengereman menjadi terlalu dalam menjadi seperti rem mendadak, sehingga bisa menyebabkan kecelakaan.

    7. Tidak Mengkombinasikan Transmisi

    Saat melaju, usahakan untuk mengkombinasikan posisi transmisi D, D1, dan L sesuai kondisi jalan dan kecepatan. Misalnya jika cuma menggunakan transmisi L maka kopling transmisi jadi panas karena gigi tertahan di 1.

    Atau misalnya saat berada di turunan, tuas D2 yang tidak dipindah lebih rendah akan mengurangi efek engine brake. Akibatnya mobil bisa meluncur cepat dan blong.

    8. Tidak Injak Rem Saat Menyalakan Mesin

    Untuk alasan keamanan, detikers harus menginjak rem saat menyalakan mesin. Jika tidak, maka ada risiko mobil melompat karena tuas masih di D. Pastikan tuas berada di P sebelum menyalakan mesin.

    9. Parkir Paralel dengan Posisi P

    Saat parkir paralel, jangan memposisikan tuas transmisi di P. Hal ini menyebabkan mobil tidak bisa didorong, sehingga mungkin menyulitkan mobil lain saat mau keluar.

    Pastikan tuas transmisi dipindah ke N dengan terlebih dahulu menekan tuas shift lock. Bebaskan tuas rem parkir. Namun pastikan mobil tidak bergerak karena berada di jalan turunan.

    10. Kurang Hati-hati Saat Memindahkan Transmisi

    Kurang berhati-hati saat memindahkan transmisi bisa berakibat fatal. Detikers mungkin ingin maju tetapi memasukkan gigi R atau sebaliknya. Banyak kejadian seperti ini yang menyebabkan kecelakaan.

    Nah, meski mobil matic cenderung mudah, ternyata ada banyak hal yang tetap perlu dipelajari. Jangan sampai kesalahan kita menyebabkan kecelakaan pada diri sendiri dan orang lain.

    (bai/row)



    Sumber : oto.detik.com

  • Berapa Hari Lagi 2026? Ini Jadwal-jadwal Penting yang Perlu Diketahui Anak Sekolah

    Berapa Hari Lagi 2026? Ini Jadwal-jadwal Penting yang Perlu Diketahui Anak Sekolah


    Jakarta

    Tahun 2025 semakin mendekati akhir. Artinya, sebentar lagi kita akan kembali menyambut tahun baru.

    Saat ini sudah banyak orang yang menghitung-hitung berapa hari lagi 2026. Bagi anak sekolah, bulan-bulan menuju pergantian tahun juga perlu dicek agar kalian tahu apa saja agenda penting menuju akhir 2025 dan pada awal 2026 nanti.

    Berapa Hari Lagi 2026?

    Hari ini, Kamis (9/10/2025), maka artinya tersisa 83 hari menuju 1 Januari 2026. Masih tersisa sekitar 2 bulan 22 hari sebelum kita memasuki 2026.


    Pada akhir tahun ini, anak sekolah juga akan mendapatkan libur semester. Untuk itu, simak beberapa jadwal penting mendatang bagi anak sekolah di berbagai provinsi.

    Kalender Pendidikan Anak Sekolah 2025/2026

    Dikutip dari kalender akademik provinsi masing-masing, seperti ini jadwal ujian akhir semester hingga libur semester ganjil 2025/2026:

    1. DKI Jakarta

    • Penilaian akhir semester: 1-5 Desember 2025
    • Pembagian buku laporan (rapor): 19 Desember 2025
    • Libur semester: 22 Desember 2025-3 Januari 2026
    • Hari pertama sekolah dan awal semester genap: 5 Januari 2026

    2. Banten

    • Penilaian akhir semester: 1-6 Desember 2025
    • Penyerahan buku laporan: 19 Desember 2025
    • Libur semester: 20 Desember 2025-3 Januari 2026

    3. Jawa Barat

    • Asesmen nasional SD/SDLB/sederajat tahap I: 28-31 Oktober 2025
    • Prakiraan uji kompetensi kelas XII dan XIII SMK: 24 November-14 Desember 2025
    • Prakiraan penilaian sumatif akhir semester: 1-14 Desember 2025
    • Tanggal penetapan rapor semester I: 22 Desember 2025
    • Pembagian rapor semester I: 24 Desember 2025
    • Libur dan cuti bersama Natal 2025: 25-26 Desember 2025
    • Libur semester I: 29 Desember 2025-10 Januari 2026
    • Hari pertama masuk sekolah: 12 Januari 2026

    4. Jawa Tengah

    • Perkiraan penilaian sumatif akhir semester untuk 5 hari sekolah: 24 November-5 Desember 2025
    • Perkiraan penilaian sumatif akhir semester untuk 6 hari sekolah: 24 November-6 Desember 2025
    • Persiapan penyerahan buku laporan hasil belajar semester gasal: 18 Desember 2025
    • Penyerahan buku laporan hasil belajar semester gasal untuk 5 hari sekolah: 19 Desember 2025
    • Penyerahan buku laporan hasil belajar semester gasal untuk 6 hari sekolah: 20 Desember 2025
    • Libur akhir semester gasal untuk 5 hari sekolah: 22 Desember 2025-2 Januari 2026
    • Libur akhir semester gasal untuk 6 hari sekolah: 22 Desember 2025-3 Januari 2026
    • Hari pertama masuk semester genap: 5 Januari 2026

    5. Daerah Istimewa Yogyakarta

    • Penilaian sumatif akhir semester ganjil: 3-10 Desember 2025
    • Penerimaan rapor: 19 Desember 2025
    • Libur akhir semester ganjil: 22-31 Desember 2025
    • Awal masuk semester genap: 2 Januari 2026

    6. Jawa Timur

    • Libur semester ganjil: 22-31 Desember 2025
    • Awal masuk semester genap: 2 Januari 2026.

    Sebagai informasi, 2026 bukan tahun kabisat. Maka, Februari 2026 hanya punya 28 hari. Bagaimana detikers, siap menyambut libur sekolah 2 bulan lagi?

    (nah/nwk)



    Sumber : www.detik.com