Tag: nano

  • Cara Bikin Cat Mobil Nggak Jadi ‘Bule’



    Jakarta

    Cat mobil bisa pudar sekalipun umur kendaraan belum tua. Rupanya hal tersebut diakibatkan dari pancaran sinar ultraviolet.

    Nah jika tidak ingin mengalami hal tersebut, detikers harus pandai-pandai merawat kendaraan ya.Jangan terlalu sering memarkirkan mobil di bawah sinar matahari langsung, serta jangan lupa melakukan perawatan berkala, atau mencuci kendaraan dengan baik dan benar. Akan tetapi ada juga lho cara yang mudah, yaitu dengan melapisi bodi mobil atau cat mobil dengan ‘Paint Protection’.

    Seperti yang disampaikan National Sales & Marketing Manager, PT Jaya Kreasi Indonesia (JKIND), Herrys Winata. Pemilihan Paint Protection menjadi langkah yang tepat untuk bisa melindungi cat mobil atau kendaraan.


    “Seperti menggunakan LLumar Paint Protection, LLumar PPF adalah produk film pelapis otomotif yang diproduksi oleh EASTMAN di Amerika Serikat. LLumar PPF memiliki tingkat elastisitas dan fleksibilitas yang sangat tinggi sehingga mampu menutup setiap lekuk area eksterior mobil secara sempurna sekalipun memiliki kelengkungan yang ekstrim,” ungkap Herrys.

    Tidak hanya melindungi cat, lanjut Herrys. Paint Protection juga bisa melindungi cat mobil dari kerikil dan batu kecil yang tajam.

    “Selain itu, produk ini memberikan perlindungan bagi cat mobil dari berbagai hal yang dapat merusak cat eksterior seperti, kerikil dan batu tajam yang berterbangan saat mobil dikendarai dengan kecepatan tinggi, hingga baretan akibat gesekan dan tusukan benda tajam. Bahkan, LLumar PPF mampu melindungi cat mobil dari pengaruh buruk sinar ultraviolet matahari, polusi, debu, dan kotoran serta minyak,” Herrys menambahkan.

    Herrys menjelaskan LLumar PPF tersedia dengan dua warna finishing yaitu glossy dan matte. Pada tampilan akhir LLumar PPF glossy yang telah teraplikasi memberikan tampilan warna asli mobil yang sangat mengkilap sehingga menimbulkan kesan mewah. Sedangkan pada LLumar PPF matte yang telah teraplikasi memberi kesan warna doff dari warna mobil sehingga memberi kesan modern.

    Dengan ketebalan 7,5 mil Thermoplastic Polyurethane (TPU), LLumar PPF memiliki sejumlah keunggulan antara lain self-healing yaitu kemampuan untuk memperbaiki permukaan film yang telah tergores dengan sendirinya setelah beberapa waktu, terutama setalah dipanaskan di bawah sinar matahari. Keunggulan lainnya yakni HydroGard™ Technology yaitu Teknologi Hidrofobik dari LLumar PPF, HydroGard™, memastikan air dan kotoran tidak mudah menempel, sehingga permukaan mobil lebih mudah dibersihkan dan tahan terhadap noda. Ini juga meningkatkan daya tahan film, memastikan perlindungan jangka Panjang. Terakhir LLumar PPF juga dapat diaplikasikan di bagian interior mobil.

    LLumar di GIIAS 2024LLumar di GIIAS 2024 Foto: dok. LLumar

    “Selain LLumar PPF, JKIND juga kembali memperkenalkan varian kaca film LLumar terbaru yakni LLumar Pinnacle. Produk ini dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan segmen pasar yang menginginkan kaca film dengan kualitas terbaik dan harga yang kompetitif dibandingkan dengan produk kompetitor di kelasnya,” kata Herrys.

    “LLumar Pinnacle memiliki kemampuan tolak panas yang superior dengan kemampuan Infra-Red Rejection (IRR) hingga 90% dan Total Solar Energy Rejection (TSER) mencapai 64%. Keunggulan lainnya yaitu dengan konsep Nano Ceramic Non-Metalized dapat memberikan kelancaran sinyal gawai telepon selular, tablet, Global Positioning System (GPS), hingga On Board Unit (OBU) eTol. Kami juga memberikan garansi kualitas produk dan pemasangan selama tujuh tahun,” Herrys menambahkan.

    LLumar Pinnacle adalah kaca film hitam elegan yang tersedia dalam tiga tingkat visibilitas. Pertama kaca depan yang ditawarkan Pinnacle30 visibilitas 40% dengan tingkat Visible Light Transmited (VLT) 33%, sedang untuk kaca samping dan belakang ditawarkan Pinnacle15 visibilitas 60% dengan tingkat VLT 20%, Terakhir ada Pinnacle05 visibilitas 80% dengan tingkat VLT 5%. Warna hitam selain memberikan penolakan yang baik, juga memberikan privasi bagi pengemudi dan penumpang di dalam mobil, serta meningkatkan kemewahan tampilan mobil.

    “Puluhan tahun JKIND telah bertransformasi menjadi perusahaan penyedia kaca film dan PPF terbaik di bidangnya dengan berbagai produk unggulan seperti kaca film LLumar, CPF1, dan juga paint protection film Duratect. Berbagai produk baru yang kami hadirkan pada gelaran GIIAS 2024 ini menjadi komitmen kami bagi pencinta otomotif di tanah air untuk memberikan produk inovatif terbaik yang menerapkan standar global namun dengan harga yang sangat kompetitif,” ujar Herrys.

    (lth/dry)



    Sumber : oto.detik.com

  • Rancang Baterai Super Cepat-Temukan Planet Asing

    Rancang Baterai Super Cepat-Temukan Planet Asing



    Jakarta

    India menjadi salah satu negara dengan industri teknologi yang maju di dunia. Ini karena India memiliki ekosistem yang saling mendukung antara pemerintah dan pendidikan, selama beberapa dekade.

    Mengutip laporan BBC, orang-orang India yang memiliki latar belakang pendidikan tinggi mulai berdatangan ke Amerika Serikat sejak 1960-an. Mereka datang sebagai ilmuwan, insinyur, dan pemrogram untuk belajar dan bekerja di bidang teknologi.

    Tak heran, jika di kemudian hari, India memiliki pusat teknologi seperti Silicon Valley di AS. Pusat inovasi dan teknologi terbesar di India antara lain di wilayah Bangalore, Hyderabad, Chennai, dan Thiruvananthapuram.


    Saat ini, teknologi dan sains juga terus berkembang. Ini ditandai dengan berbagai penemuan yang berhasil dilakukan oleh ilmuwan asal India pada 2025.

    Merancang Baterai yang Bisa Mengisi Daya Super Cepat

    Salah satu penemuan yang baru dilakukan oleh ilmuwan asal India yakni rancangan baterai yang dapat mengisi daya dengan cepat dan tahan lama. Penemuan ini telah dipublikasi di ‘Advanced Materials’ pada 7 April 2025.

    Tim peneliti di Jawaharlal Nehru Center for Advanced Scientific Research (JNCASR), sebuah lembaga otonom di bawah Departemen Sains dan Teknologi (DST), telah mengembangkan baterai ion natrium (SIB) pengisian super cepat berdasarkan bahan katoda dan anoda tipe NASICON. Baterai ini dapat mengisi daya hingga 80% hanya dalam enam menit dan bertahan lebih dari 3000 siklus pengisian daya.

    Baterai baru ini berbeda dengan baterai (SIB) konvensional yang pengisian dayanya lambat dan masa pakainya pendek. Ini karena baterai baru menggunakan perpaduan cerdas antara kimia dan nanoteknologi.

    Para ilmuwan yang dipimpin oleh Prof Premkumar Senguttuvan dan peneliti Ph D, Biplab Patra, merekayasa material baru untuk anoda yakni Na₁.₀V₀.₂₅Al₀.₂₅Nb₁.₅(PO₄)₃. Kemudian mengoptimalkannya dalam tiga cara penting yaitu:

    – Mengecilkan partikel hingga skala nano

    – Membungkusnya dengan lapisan karbon tipis

    – Menyempurnakan material anoda dengan menambahkan sedikit aluminium.

    “Perubahan ini membuat ion natrium bergerak lebih cepat dan lebih aman, sehingga memungkinkan kecepatan dan daya tahan,” tulis laporan dalam laman resmi Department of Science and Technology (DST), dikutip Kamis (16/10/2025).

    Penemuan ini menjadi penting karena baterai yang dibuat dengan natrium, alih-alih litium, dapat membantu India mencapai kemandirian dalam teknologi penyimpanan energi. Selain biaya, baterai ion natrium ini dapat memberi daya pada segalanya, mulai dari kendaraan listrik dan jaringan surya hingga drone dan rumah-rumah pedesaan, membuat energi bersih dapat diakses di tempat yang paling membutuhkannya.

    Menemukan Planet Asing Sangat Besar

    Di bidang astronomi, para ilmuwan India dari Laboratorium Penelitian Fisika (PRL) berhasil menemukan sebuah eksoplanet masif yang diberi kode TOI-6038A b. Planet ini diketahui memiliki ukuran 78 kali lebih besar dari Bumi, demikian melansir Times of India.

    Planet itu mengelilingi bintang tipe-F, yang lebih panas dan lebih terang dari Matahari. Untuk menyelesaikan satu revolusi penuh, planet TOI-6038A b hanya membutuhkan waktu 5,83 hari.

    Para ilmuwan berhasil menemukan planet ini berkat bantuan PARAS-2, yakni spektograf mutakhir yang dipasang pada teleskop 2,5 meter di Observatorium Gunung Abu PRL. Penemuan yang terbit di The Astronomical Journal, pada Maret 2025, menunjukkan kemajuan India dalam penelitian antariksa dan memiliki implikasi bagi teori pembentukan planet.

    (faz/nah)



    Sumber : www.detik.com