Tag: nusa tenggara barat

  • Kata Siapa Drifting itu Sulit? Ini Cara Mudahnya



    Jakarta

    Tak semua pengendara bisa melakukan drifting. Untuk bisa ngedrift, memang butuh latihan yang tak singkat. Tapi bukan berarti tidak bisa, ada beberapa hal yang bisa dipelajari pengendara untuk melakukan drifting. Autochem menjelaskan ada lima teknik dasar dalam dunia drifting, penjelasannya sebagai berikut.

    1. Power Over

    Mengandalkan tenaga mesin yang besar, teknik ini dilakukan dengan menekan pedal gas secara agresif agar roda belakang berputar lebih cepat dari traksi yang tersedia. Akibatnya, mobil mengalami oversteer dan mulai ngepot. Teknik ini paling efektif digunakan pada mobil bertenaga besar dan high speed event.

    2. Feint Drift atau Scandinavian Flick

    Teknik ini melibatkan gerakan kemudi ke arah berlawanan sebelum masuk tikungan. Pengemudi membelokkan setir ke arah yang berlawanan sebelum mengarahkannya kembali ke jalur yang dituju. Pergeseran bobot yang terjadi membantu menciptakan oversteer, memungkinkan mobil untuk ngepot. Teknik ini sangat efektif dalam menghadapi tikungan tajam.


    3. Clutch Kick

    Teknik ini dilakukan dengan cara menekan dan melepas pedal kopling secara cepat sambil tetap mempertahankan tekanan pada gas. Metode ini menyebabkan roda belakang kehilangan traksi secara tiba-tiba, memicu mobil untuk mulai ‘bergerak liar’. Clutch kick sering dimanfaatkan untuk memulai atau mempertahankan drift di tengah tikungan.

    4. E-Brake Drift

    Teknik ini menggunakan rem tangan untuk mengunci roda belakang secara mendadak. Dengan menarik rem tangan saat masuk tikungan, roda belakang kehilangan traksi dan mobil mulai sideway. Metode ini sering diterapkan saat drift pada kecepatan rendah atau perlu menyesuaikan sudut mobil di tengah tikungan.

    5. Braking Drift

    Teknik ini memanfaatkan rem untuk mengalihkan bobot kendaraan ke bagian depan. Saat memasuki tikungan, pengemudi menekan pedal rem sehingga bagian depan mobil mengalami penurunan sementara traksi di roda belakang berkurang. Hal ini memudahkan mobil untuk memasuki oversteer. Teknik ini ideal untuk drifting pada kecepatan rendah hingga menengah.

    Drifting PrestoneDrifting Prestone Foto: dok. Prestone

    Autochem Industry Hadir di Ajang Mandalika Festival of Speed 2025 Seri ke-1

    PT Autochem Industry (AI) melalui produk unggulannya brake fluid Prestone dan radiator coolant Master, mendukung gelaran akbar motorsport Mandalika Festival of Speed (MFoS) 2025 Seri ke-1 yang berlangsung di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Sabtu-Minggu (10-11/5).

    Autochem bertindak sebagai salah satu sponsor acara Drift Camp yang bertujuan untuk mengedukasi dan menjaring drifter-drifter muda yang punya potensi, menyediakan fasilitas tire changer di area paddock sirkuit untuk memudahkan bongkar-pasang ban, serta menjadi sponsor pembalap Fitra Eri yang berlaga di one make race BRZ Super Series.

    “Lewat Prestone dan Master, PT Autochem Industry (AI) mendukung berbagai aktivitas motorsport di Indonesia karena percaya track balap merupakan ajang pembuktian keandalan dan ketangguhan berbagai komponen penting kendaraan, khususnya brake fluid dan radiator coolant. Selain itu, kami juga ingin dari ajang motorsport dapat muncul pembalap-pembalap muda berbakat yang akan mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional,” kata Henry Sada, Direktur Utama dan Marketing PT Autochem Industry (AI).

    Selanjutnya Drifting merupakan salah satu cabang olahraga yang sangat disukai anak muda zaman now, dimana PT AI melihatnya sebagai potensi untuk memperkenalkan produk cairan kendaraan Prestone dan Master. Bagian dari Mandalika Festival of Speed 2025 Seri ke-1, Drift Camp berlangsung di belakang paddock Sirkuit Mandalika.

    Drift Camp adalah latihan bersama yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan drifter-drifter muda sekaligus menjaring talenta baru untuk diorbitkan, terutama dari wilayah Lombok, Bali, dan sekitarnya. Konsep Drift Camp sendiri adalah menyediakan latihan drifting dengan tempat yang layak di sirkuit yang memiliki kualitas aspal sesuai kebutuhan balap.

    Sebagai camp pelatihan, para peserta terutama yang baru, mendapatkan coaching clinic dan transfer ilmu dari drifter senior yang hadir. Inilah yang menjadikan ajang Drift Camp menarik untuk diikuti, terutama bagi para rookie yang umumnya berasal dari Gen-Z. Dengan kondisi track yang mendukung sesuai standar lomba, ditambah edukasi dari drift coach, para drifter pemula dapat memaksimalkan teknik drifting yang benar supaya mampu berlaga dengan mulus dan meraih poin tertinggi.

    “Kami ingin menyatukan drifter Lombok dan Bali yang selama ini latihan sendiri dengan membuatkan event Drift Camp. Tujuannya, supaya apa yang sudah mereka pelajari bisa dijadikan sebagai sarana berlomba dengan drifter dari luar, sehingga mentalnya terbentuk saat kompetisi. Autochem lewat Prestone dan Master juga mempunyai kontribusi yang positif karena selalu men-support aktivitas kami, dengan turut membantu menemukan bibit-bibit pembalap muda. Ke depan, semoga Autochem dapat terus berkolaborasi dengan kami di Sirkuit Mandalika,” jelas Denny Pribadi, Penyelenggara dan Pelatih Drift Camp di event Mandalika Festival of Speed 2025 Seri ke-1.

    (lth/dry)



    Sumber : oto.detik.com

  • 7 Lokasi Sunrise Lebih Spektakuler dari Bromo



    Jakarta

    Berburu sunrise di gunung menjadi salah satu daftar wajib pendaki. Tak cuma Bromo, gunung-gunung ini punya sunrise yang lebih spektakuler.

    Sunrise tentu berbeda dengan sunset. Ada esensi tersendiri yang dirasakan saat seseorang berburu sunrise di gunung.

    Gerak dramatis matahari muncul cari balik awan membuat cakrawala romantis tanpa bisa ditepis, layaknya samudera dengan suasana magis. Apalagi, butuh pengorbanan dalam mencapainya.


    Gunung Bromo menjadi tempat favorit untuk berburu sunrise. Kecantikannya yang disebut-sebut serupa Mars dan zaman purba itu membuat banyak turis internasional berbondong-bondong datang untuk melihatnya.

    Sebenarnya, Indonesia punya banyak gunung dengan sunrise yang tak kalah spektakuler dari Gunung Bromo.

    7 Lokasi Sunrise Lebih Spektakuler dari Bromo

    1. Gunung Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat

    – Lokasi: Taman Nasional Gunung Rinjani, Lombok
    – Waktu terbaik: Mei-September
    – Keunikan: Sunrise di atas danau kawah Segara Anak dengan latar belakang Gunung Barujari.

    2. Gunung Semeru, Jawa Timur

    – Lokasi: Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur
    – Waktu terbaik: Mei-September
    – Keunikan: Sunrise di puncak Mahameru dengan pemandangan Gunung Bromo dan laut awan.

    3. Gunung Jayawijaya (Puncak Jaya), Papua

    – Lokasi: Taman Nasional Lorentz, Papua
    – Waktu terbaik: Maret-Oktober
    – Keunikan: Sunrise di puncak Jayawijaya dengan pemandangan gletser dan pegunungan.

    4. Gunung Agung, Bali

    – Lokasi: Taman Nasional Gunung Agung, Bali
    – Waktu terbaik: Mei-September
    – Keunikan: Sunrise di puncak Gunung Agung dengan pemandangan Pulau Bali dan Gunung Batur.

    5. Gunung Tambora, Nusa Tenggara Barat

    – Lokasi: Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu, Provinsi NTB.
    – Waktu terbaik: Juli-Agustus
    – Keunikan: Sunrise di Gunung Tambora sangat memukau. Cahaya matahari yang menyembul di balik awan, dipadukan dengan siluet padang savana yang hijau. Setiap jalur pendakian resmi di Gunung Tambora menawarkan pengalaman sunrise yang berbeda.

    6. Gunung Merapi, Jawa Tengah

    – Lokasi: Taman Nasional Gunung Merapi, Jawa Tengah
    – Waktu terbaik: Mei-September
    – Keunikan: Sunrise di puncak Gunung Merapi dengan pemandangan Gunung Merbabu dan Kota Yogyakarta.

    7. Gunung Kerinci, Jambi

    – Lokasi: Taman Nasional Kerinci Seblat, Jambi
    – Waktu terbaik: Maret-September
    – Keunikan: Sunrise di puncak Gunung Kerinci dengan pemandangan Danau Gunung Tujuh dan hutan hujan tropis.

    (bnl/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • Sejarah Unik Pantai Duduk, Ternyata Berasal dari Upeti Kerajaan Lombok



    Lombok Barat

    Lombok tak hanya punya pantai Kuta Mandalika, ada juga pantai Duduk yang punya sejarah unik tentang upeti zaman kerajaan. Bagaimana kisahnya?

    Pantai yang hanya berjarak 20 menit dari Kota Mataram ini terletak di Dusun Duduk, Desa Batu Layar Barat, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB). Lokasi tepatnya berada setelah tikungan Batu Layar di depan Crystal Cafe.

    Pantai Duduk memadukan wisata pantai yang penuh dengan ketenangan, keindahan alam, kuliner dan aktivitas wisata yang seru. Dengan segala keunggulan itu, pantai Duduk patut masuk daftar kunjungan jika liburan ke Lombok.


    Sejarah Pantai Duduk

    Banyak orang mengira bahwa pemberian nama ‘duduk,’ berkaitan dengan tersedianya banyak tempat duduk oleh warung atau lapak yang berjualan di Pantai Duduk.

    Namun siapa sangka, nama ‘duduk’ sendiri berasal dari kata ‘dudukan,’ yang bagi warga lokal diartikan sebagai ‘pungutan’ dalam bahasa Indonesia.

    Kasirim, salah satu warga lokal, mengatakan bahwa kata ‘Dudukan’ tersebut merujuk pada tindakan kerajaan pada masa lampau.

    Pada zaman itu, orang-orang selalu mengambil pungutan terhadap warga yang memasuki kawasan Pantai Duduk setiap kali mereka akan beraktivitas.

    “Dudukan itu bagi kami adalah pungutan, ya semacam upeti lah yang dipungut oleh pihak kerajaan pada zaman dulu ke nenek moyang kita yang memasuki kawasan ini, karena ini dulu hutan sebenarnya. Makanya disebut Dusun Duduk, Pantai Duduk Sekarang,” jelas pria berusia sekitar 70 tahun tersebut, Minggu (10/8).

    Mantan Kepala Dusun Duduk periode 2003-2018 itu mengatakan, bahwa sejarah penamaan tersebut merupakan cerita yang sudah turun temurun diwariskan dari orang tua zaman dahulu di wilayah itu.

    Daya Tarik Wisata Pantai Duduk

    1. Sunset dengan View Gunung Agung

    Pantai Duduk tidak hanya memberi ruang bagi siapa pun untuk sekadar duduk, menarik napas panjang, dan membiarkan alam bercerita lewat sisiran ombak, pasir, dan langit biru.

    Pantai ini menawarkan panorama alam yang memukau. Pesona utamanya adalah pemandangan matahari terbenam yang indah, berpadu dengan siluet megah Gunung Agung di Bali yang terlihat jelas dari bibir pantai.

    2. Bisa Sewa Kuda

    Jika bosan dengan aktivitas duduk dan hanya menatap senja, tenang! Karena pantai ini juga menyediakan aktivitas lain yang tak kalah serunya.

    Pantai duduk sendiri menyediakan tempat penyewaan kuda bagi siapapun yang hendak menjajaki bibir pantai sembari menikmati angin laut. Fasilitas penyewaan ini juga sudah didampingi profesional, sehingga pengunjung tak perlu khawatir jika masih tergolong pemula dalam hal menunggangi kuda.

    3. Wisata Kuliner

    Kurang afdal rasanya jika hanya duduk dan sekedar menatap senja. Sebab, Pantai Duduk juga menyediakan berbagai macam kuliner yang bisa disantap sembari menikmati suasana.

    Mulai dari hidangan laut bakar, kelapa muda segar, kopi hingga jajanan ringan lainnya, siap memanjakan lidah pengunjung.

    4. Bisa Kemah di Pantai Duduk

    Pantai Duduk sangat dikenal dengan kebersihan lingkungannya, sehingga membuat pengunjung betah berlama-lama menikmati suasana.

    Pantai ini juga menyediakan area perkemahan yang dapat digunakan oleh wisatawan yang ingin menikmati suasana hingga malam hari di tepi pantai.

    Harga Tiket dan Jam Buka Pantai Duduk

    Dengan kombinasi panorama yang memanjakan mata, aktivitas seru, kuliner yang beragam, dan kebersihan yang terjaga. Pantai Duduk layak menjadi salah satu pilihan utama bagi wisatawan.

    Suasana pantainya tenang, namun tetap menawarkan pengalaman wisata yang lengkap. Tak seperti pantai Kuta Mandalika yang sudah mainstream, pantai Duduk layak disebut hidden gem.

    Cukup dengan membayar tiket masuk Rp 10.000 per mobil dan Rp 5.000 per motor, pengunjung sudah bisa memasuki kawasan pantai ini.

    Pantai ini buka setiap hari mulai pukul 07.00 Wita sampai 21.00 Wita. Waktu terbaik untuk berkunjung adalah pagi hari ketika udara masih sejuk dan sore hari menjelang matahari terbenam.

    ——-

    Artikel ini telah naik di detikBali.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Nonton Balapan 300 Km/Jam Sambil Menikmati Budaya Lombok-Sumbawa

    Nonton Balapan 300 Km/Jam Sambil Menikmati Budaya Lombok-Sumbawa



    Jakarta

    Penonton MotoGP Mandalika tak hanya disuguhi balapan motor dengan kecepatan tinggi yang bisa melebihi 300 km per jam, tapi juga bisa melihat berbagai budaya di Mandalika Experience Gallery, Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

    Kegiatan pameran budaya yang dilakukan oleh Museum Negeri Nusa Tenggara Barat (NTB) mewarnai ajang kejuaraan dunia balap sepeda motor MotoGP Mandalika 2025.

    Kepala Museum NTB Ahmad Nuralam mengatakan bahwa partisipasi museum bertujuan untuk memperkenalkan warisan budaya, sejarah, dan peradaban masyarakat Lombok-Sumbawa kepada wisatawan domestik maupun mancanegara yang hadir di arena balap.


    “Kehadiran Lombok Sumbawa Museum of Civilization di MotoGP Mandalika merupakan upaya untuk mempertemukan sport tourism dengan cultural tourism,” ujarnya di Lombok Tengah, seperti dilansir dari Antara, Sabtu (4/10/2025).

    Museum NTB memamerkan naskah Babat Lombok yang menceritakan letusan Gunung Samalas, Arca Siwa Mahadewa, maket Gunung Rinjani, maket Gunung Tambora, serta beberapa koleksi kain dari Sumbawa dan Bima, kemudian ada beberapa juga lukisan maupun kerajinan.

    Melalui pameran yang berlangsung pada 2-5 Oktober 2025 tersebut, Museum NTB ingin menunjukkan bahwa Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa tidak hanya memiliki keindahan alam, tetapi juga kekayaan budaya yang mendalam.

    Nuralam mengatakan kehadiran museum lewat Lombok Sumbawa Museum of Civilization menjadi momentum untuk mendukung visi Nusa Tenggara Barat sebagai destinasi wisata olahraga kelas dunia yang selaras dengan promosi budaya dan pariwisata berkelanjutan.

    “Wisata olahraga tidak boleh berdiri sendiri. Ia harus ditopang oleh kekayaan budaya lokal agar wisatawan tidak hanya datang untuk menonton balapan, tetapi juga merasakan pengalaman otentik tentang siapa kita, dan apa tradisi kita,” ucap Nuralam.

    Lebih lanjut Nuralam berharap Museum Lombok Sumbawa of Civilization dapat menjadi jembatan edukasi budaya, ruang dialog identitas, serta medium promosi di tengah pagelaran MotoGP.

    “Kami berharap ini dapat menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan Nusa Tenggara Barat dalam konteks pariwisata berkelanjutan”, pungkasnya.

    (ddn/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • Terinspirasi Budaya Indonesia, Pebalap Ini Pakai Motif Batik-Komodo di Helmnya

    Terinspirasi Budaya Indonesia, Pebalap Ini Pakai Motif Batik-Komodo di Helmnya



    Jakarta

    Pebalap MotoGP pabrikan Red Bulll KTM, Enea Bastianini, punya sesuatu yang menarik saat balap di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat. Helmnya bermotifkan batik dan gambar komodo.

    Ya, helm milik Bastianini merupakan helm spesial yang digunakan di Sirkuit Mandalika. Dikutip dari akun sosial pribadinya, Sabtu (4/10/2025) warna merah dan biru tua jadi warna dominan untuk motif batik yang dipasang di bagian atas dan samping helm.


    Dan untuk di bagian belakang helm terdapat gambar komodo yang dibalut dengan warna merah. Semua itu dilakukan karena terinspirasi dari kekayaan budaya Indonesia.

    “Helm ini spesial untuk Enea Bastianini di GP Indonesia. Terinspirasi dari motif, warna, dan simbol dari budaya Indonesia, desain unik diciptakan untuk memberikan dukungan dari seluruh masyarakat di lintasan,” tulis Enea pada akun Instagramnya.

    Helm pembalap Enea Bastianini bermotif batik dan komodoHelm pebalap Enea Bastianini bermotif batik dan komodo. (Instagram/@starlinedesigners)

    Sayangnya pebalap asal Italia ini memulai aksinya di Sirkuit Mandalika dengan kurang maksimal. Dalam starting grid besok, dia berada di posisi ke-17. Marco Bezzecchi sukses meraih pole position usai dengan mencatat catatan waktu terbaik 1 menit 28.832 detik di sesi kualifikasi MotoGP Mandalika 2025.

    Di Sprint Race yang berlangsung tadi, Enea Bastianini mengalami crash setelah terjatuh ketika memasuki tikungan ke-16.

    (upd/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • Mantap! Okupansi Hotel di Mataram Selama MotoGP Mandalika 100%

    Mantap! Okupansi Hotel di Mataram Selama MotoGP Mandalika 100%



    Jakarta

    Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), mengklaim bahwa okupansi hotel di Mataram selama kejuaraan MotoGP Indonesia di Sirkuit Mandalika pada 3-5 Oktober 2025, tercatat melampaui target. Kepala Dispar Kota Mataram Cahya Samudra mengatakan berdasarkan laporan dari Asosiasi Hotel Mataram (AHM) okupansi hotel di Mataram selama agenda MotoGP mencapai 100 persen.

    Dia mengatakan sebelum MotoGP Mandalika 2025 dihelat target okupansi hotel di Mataram yang ditetapkan sebesar 80 persen.

    “Kami bersyukur, meskipun Kota Mataram menjadi daerah penyangga, namun tingkat hunian hotel bisa mencapai 100 persen,” katanya setelah membaca hasil evaluasi dan laporan okupansi hotel di Mataram selama perhelatan internasional tersebut dilansir Antara, (7/10/2025).


    Sementara itu, Ketua Asosiasi Hotel Mataram (AHM) I Made Adiyasa Kurniawan mengatakan bahwa okupansi hotel di Mataram yang menembus 100 persen itu didapatkan pada malam Minggu (4/10) atau malam sebelum race MotoGP.

    “Malam minggu itu, hotel-hotel besar di Mataram penuh,” kata dia.

    Menurutnya, okupansi hotel 100 persen itu untuk hotel bintang tiga dan empat di Kota Mataram, bahkan hotel bintang tiga dan empat kekurangan kamar. Adapun, untuk hotel bintang satu dan bintang dua, okupansi di atas 90 persen. Untuk hotel bintang satu dan satu rata-rata penuh juga sebab kamar hotel tidak bisa dijual semua.

    “Setiap hotel harus siapkan kamar cadangan, sebagai antisipasi ketika ada kamar yang rusak atau bermasalah,” kata dia.

    Okupansi hotel tersebut mengulang perhelatan MotoGP tahun 2024, namun keterisian kamar tahun lalu sudah penuh lebih awal atau sejak tiga minggu sebelum MotoGP dilaksanakan.

    Sementara tahun ini, tingkat hunian terjadi secara bertahap yakni pada tanggal 3 Oktober okupansi 80 persen, meningkat menjadi 90 persen pada tanggal 4, dan pada 5 Oktober sampai 100 persen.

    Adiyasa mengungkapkan bahwa kendati tahun ini hotel di Kota Mataram kembali terisi penuh, harga kamar hotel tahun ini dipatok lebih murah dibandingkan gelaran MotoGP 2024.

    Jika tahun lalu harga kamar sesuai dengan Peraturan Gubernur (Pergub) NTB Nomor 9 Tahun 2022 pengusaha hotel diperbolehkan menaikkan harga kamar hotel sampai tiga kali lipat, yaitu khusus untuk hotel yang berada di zona satu atau seputar Mandalika.

    Kemudian di zona dua untuk Kota Mataram dan Senggigi boleh menaikkan harga kamar dua kali lipat dari harga yang di-publish. Dia mengatakan tidak terjadi lonjakan harga sesuai dengan aturan tersebut.

    Kalau tahun lalu semua hotel menaikkan harga kamar hingga 100 persen. tapi sekarang tidak dilakukan karena tamu datang langsung ke hotel memesan kamar tanpa melalui agen.

    “Kondisi itu, tentu positif karena tidak terjadi lonjakan harga signifikan dan tamu yang menginap di Kota Mataram juga penuh,” kata dia.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Viral karena Berjoget di Puncak Rinjani, si Pendaki Bilang Apa?

    Viral karena Berjoget di Puncak Rinjani, si Pendaki Bilang Apa?



    Jakarta

    Pendaki perempuan RN yang viral berjoget di puncak Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat (NTB) merespons kritik warganet. Dia menegaskan video diambil dalam posisi aman dan keberatan di-bully.

    Video seorang pendaki perempuan berjoget dan nyaris terjatuh ke jurang diunggah ulang oleh akun Instagram @rinjaniindonesia. Video itu direspons beragam oleh warganet, sebagian mengkritik tindakannya itu karena sangat berbahaya dan tdiak patut. Ada pula warganet yang membela pendaki itu.

    Pendaki yang kemudian diketahui berinisial RN itu keberatan videonya diunggah ulang.


    “Saya nggak suka video saya diambil orang. Apalagi sampai membuat asumsi yang tidak benar,” ujar RN kepada detikbali, Rabu (8/10/2025) malam.

    Pendaki perempuan asal Lombok Barat itu mengaku tidak mempermasalahkan videonya diunggah ulang asalkan sudah meminta izin. Namun, dia keberatan jika video tersebut diunggah untuk mengumbar kebencian.

    “Ini malah aku saja yang di-bully netizen,” kata dia.

    RN menuturkan video viral itu diambil saat mendaki Gunung Rinjani melalui pintu Kandang Sapi, Bawak Nao, Desa Sajang, pada 16 September lalu. Kala itu, dia ditemani oleh pemandu pendakian dan porter.

    Menurut RN, proses pengambilan video di puncak Rinjani itu dilakukan dalam posisi yang aman dan tidak terlalu ke pinggir jurang seperti yang diasumsikan oleh warganet. RN menjelaskan dia sudah beberapa kali naik gunung.

    “Jadi saya tahu banget mana tempat aman dan tidak. Masa iya sengaja gitu mau mencari perkara dan membahayakan diri sendiri?” kata RN.

    Ya, video pendaki perempuan hampir terjatuh saat berjoget di puncak Gunung Rinjani, Lombok Timur, viral di media sosial. Warganet menilai aksi tersebut berbahaya, terlebih perempuan itu menari di tepi jurang.

    Video tersebut diunggah oleh akun Instagram @rinjaniindonesia. Perempuan dalam video itu tampak kehilangan keseimbangan dan hampir terjatuh sebelum akhirnya kembali berdiri.

    “Beruntung masih diberi teguran dan peringatan, kalau tidak nyawa sudah melayang dan Tim SAR pun datang. Mohon sekali lagi etika dijaga dimanapun kaki berpijak. Hormati adat istiadat dan budaya yang ada di Rinjani. Jadikan pembelajaran agar kita sebagai tamu lebih menjaga sikap dan tau batasan ketika bertamu ke Rinjani,” tulis akun @rinjaniindonesia dalam unggahannya.

    Mulai 1 Oktober 2025, Gunung Rinjani masuk kategori Grade IV atau tingkat kesulitan tinggi. Artinya, gunung itu tidak cocok untuk pendaki pemula dan hanya pendaki berpengalaman dengan perlengkapan memadai, didampingi pemandu bersertifikat, serta memiliki asuransi yang diizinkan untuk melakukan pendakian.

    ***

    Selengkapnya klik di sini.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Sampah Masih Jadi Momok Pariwisata, Ini yang Bisa Dilakukan

    Sampah Masih Jadi Momok Pariwisata, Ini yang Bisa Dilakukan



    Jakarta

    Masalah sampah masih jadi momok bagi sektor pariwisata. Dari Gili Trawangan hingga Gunung Gede Pangrango, semuanya bermasalah dengan sampah.

    Sampah tidak bisa dilepaskan dari kehidupan manusia, termasuk pariwisata. Kedatangan wisatawan turut dibarengi dengan datangnya sampah yang ditinggalkan. Dari Gili Trawangan hingga Gunung Gede Pangrango berjibaku dengan sampah.

    Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pagngrango (BBTNGGP) bahkan sampai mengumumkan penutupan pendakian sementara terkait masalah sampah. Pengumuman ini disampaikan lewat akun BBTNGGP. Penutupan ini berlaku mulai 13 Oktober 2025 hingga pemberitahuan lebih lanjut.


    “Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pagngrango (BBTNGGP) resmi mengumumkan sementara kegiatan pendakian penutupan melalui Siaran Pers Nomor PG. O6/T.2/TU/B/10/2025, berlaku mulai 13 Oktober 2025 hingga pemberitahuan lebih lanjut,” tulis BBYNGGP.

    Penutupan tersebut merupakan langkah strategis untuk menyelesaikan permasalahan sampah pendakian serta memperbaiki tata kelola dan sistem pelayanan pendakian dalam upaya mewujudkan Zero Waste Wisata Pendakian di TNGGP.

    Gili Trawangan di Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB) juga menghadapi krisis sampah. Dengan jumlah kunjungan wisatawan yang terus meningkat, sistem pengelolaan limbah harus mampu mengikuti laju pertumbuhan aktivitas di pulau cantik itu agar keindahan alamnya tetap terjaga dan tidak berubah menjadi beban ekologis.

    Saat ini, mesin inseminator hanya dapat mengelola 5-10 ton sampah per hari. Front Masyarakat Peduli Lingkungan (FMPL) pun mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB untuk segera menganggarkan mesin mixer atau pencacah sampah.

    “Dari mesin insinerator di sini, sampah yang bisa dikelola hanya 5-10 ton per hari. Tapi, sampah di Gili Trawangan per hari saja bisa mencapai 18 ton. Jadi sampah yang belum bisa diolah terpaksa menumpuk dan akhirnya menjadi gunung sampah,” kata Ketua FMPL Malik di Mataram.

    Permasalahan sampah juga dihadapi oleh Kabupaten Tangerang. Mereka pun menggelar kampanye Ayok Tangerang Langit Biru (TLB) yang sudah dilakukan sejak Maret 2025 dengan fokus kegiatan di Kecamatan Sindang Jaya.

    Kegiatan yang dilakukan antara lain edukasi soal sampah di sekolah-sekolah, lokakarya dengan warga, membersihkan masjid, kunjungan sekolah ke TPST dan sosialisasi dengan warga sekitar. Ada juga jalan sehat sejauh 2,4 Km sambil plogging (memungut sampah) dengan 2.000 peserta.

    “Kampanye Langit Biru merupakan langkah nyata dalam mitigasi perubahan iklim dan pengendalian pencemaran udara. Kementerian LHK terus mendorong seluruh kabupaten dan kota di seluruh Indonesia untuk menangani dan mengelola sampah secara konsisten, terintegrasi dan sesuai dengan regulasi. Program ini menjadi titik balik dalam memperbaiki kualitas lingkungan secara menyeluruh. Kami mendorong agar pengelolaan sampah dilakukan secara konsisten, terintegrasi, dan sesuai regulasi untuk mencegah pembakaran sampah ilegal yang merusak udara,” ucap Staf Ahli Menteri LHK, Nurhadi Wardoyo.

    Jalan-jalan sambil pungut sampahJalan-jalan sambil pungut sampah Foto: (dok. Istimewa)

    Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni turut senang dengan perhatian dari Veritas Edukasi Lingkungan dan Alam Sutera Group untuk menjadikan Banten lebih baik lagi. Ia menyadari pentingnya mengedukasi anak-anak untuk mengenal pengolahan sampah agar tercipta generasi yang peduli lingkungan sehat.

    “Praktek-praktek pengelolaan sampah ilegal merugikan masyarakat apalagi pembakaran sampah, berdasarkan data KLH, terdapat 8.000 ton sampah setiap hari dimana hanya 13% yang baru bisa diolah. Pengelolaan sampah secara baik dan benar adalah tugas kolektif, apalagi jika sampah rumah tangga memiliki nilai ekonomis. Tentu saja kedepannya program ini akan digalakkan sedemikian rupa guna menciptakan Tangerang Langit Biru yang kita semua inginkan,” ungkap Andra Soni.

    “Membuat Indonesia bersih kembali adalah hal yang mungkin. Melalui festival ini kami memberdayakan generasi muda untuk mengambil tindakan dalam menghadapi krisis sampah,” kata Benedict Wermter, Direktur Veritas Edukasi Lingkungan, pemilik akun sosial media @bulesampah sekaligus jurnalis asal Jerman yang secara konsisten membuat konten dan mengedukasi soal pengelolaan sampah.

    Langkah yang Bisa Dilakukan

    Selain edukasi, dibutuhkan kolaborasi dengan banyak pihak karena pengelolaan sampah adalah masalah yang kompleks. Dilansir dari detikFinance, Wakil Menteri Pekerjaan Umum (Wamen PU) Diana Kusumastuti mengakui pengelolaan sampah di Indonesia belum bisa tertangani sepenuhnya.

    Mengatasi permasalahan sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, tapi juga pemerintah daerah hingga masyarakat. “Banyak hal yang mesti harus kita lakukan bersama, kita harus masif,” kata dia.

    Salah satunya caranya dengan memilah sampah-sampah sesuai jenisnya. Dengan begitu, memudahkan pemerintah dalam mengelola sampah.

    “Tapi kalau dipilahnya, kemudian diambilnya sesuai dengan waktunya itu akan memudahkan kita pemerintah daerah untuk melakukan pengelolaan sampah sehingga saya berharap ini, kita harus bersama-sama, tidak bisa kita sendiri. Tidak bisa pemerintah pusat sendiri, tapi pemerintah pusat bersama pemerintah daerah bersama masyarakat dan juga kita sendiri masing-masing di lingkungan juga harus mengelola sampah itu bersama-sama secara masif,” jelasnya.

    Sementara itu, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) akan memperbanyak kolaborasi untuk mengatasi sampah. Untuk sampah di sungai, mereka akan berkolaborasi dengan Komunitas Peduli Sungai.

    “Ciliwung komunitasnya cukup besar dan Cisadane. Jadi dalam waktu segera kita akan menetapkan komunitas-komunitas sungai itu. Karena tanpa dukungan mereka sepertinya hampir tidak masuk akal kita bisa menyelesaikannya, mereka perlu rekognisi,” kata Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Kawasan Hutan di Gunung Rinjani Kembali Terbakar!

    Kawasan Hutan di Gunung Rinjani Kembali Terbakar!



    Lombok Timur

    Kebakaran hutan kembali terjadi di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR). Tim pengendalian kebakaran hutan (dalkarhut) langsung dikerahkan.

    Hutan di TNGR yang terbakar itu berada di dalam kawasan hutan Gelogor Paok, Sembalun, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Tim yang diterjunkan sedang berjibaku untuk mencegah meluasnya kobaran api di kawasan hutan tersebut.

    Kepala Balai TNGR, Yarman, menjelaskan informasi kebakaran dilaporkan warga pada Kamis (16/10/2025) sore. Setelah menerima laporan tersebut, tim dalkarhut langsung bergerak menuju titik kebakaran di kawasan hutan Gelogor Paok.


    “Laporan dari masyarakat kami terima tadi sore sekitar pukul 15.45 Wita, lokasi kejadiannya di kawasan hutan Gelogor Paok. Itu masuk dalam kawasan TNGR,” ujar Yarman saat dikonfirmasi, Kamis (16/10) malam.

    Yarman mengungkapkan tim Dalkarhut TNGR Resor Sembalun saat ini masih berada di titik lokasi kebakaran. Ia menyebut api telah berhasil dipadamkan setelah beberapa jam berjibaku menjinakkan si jago merah.

    “Informasi terbaru dari tim di lapangan, bahwa api sudah berhasil dipadamkan tadi sekitar pukul 19.00 Wita,” ujarnya.

    Yarman belum bisa memberikan keterangan detail terkait luas dan penyebab kebakaran. Ia berjanji segera memberi informasi lengkap setelah pendataan rampung.

    “Nanti kami sampaikan lebih rinci setelah dapat info detail dari lapangan, karena tim masih di lokasi,” pungkasnya.

    ——-

    Artikel ini telah naik di detikBali.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Forum Wisata Lingkar Rinjani Dukung Kenaikan Tarif Pendakian, asal Ada Timbal Balik

    Forum Wisata Lingkar Rinjani Dukung Kenaikan Tarif Pendakian, asal Ada Timbal Balik



    Jakarta

    Ketua Forum Wisata Lingkar Rinjani (FWLR), Royal Sembahulun, mendukung rencana kenaikan tarif pendakian Gunung Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Namun, Royal meminta ada timbal balik buat pendaki.

    Royal menilai kenaikan tarif pendakian tersebut akan berdampak pada peningkatan penerimaan negara bukan pajak (PNBP). Ia berharap pemerintah dapat mengalokasikan sebesar 30 persen dari PNBP tersebut untuk perbaikan tata kelola pendakian Gunung Rinjani.

    “Kami meminta kepada pemerintah minimal 30 persennya (dari PNBP) itu kembali lagi ke Rinjani untuk perbaikan tata kelola dan fasilitas di Gunung Rinjani,” kata Royal kepada detikBali, Selasa (21/10/2025).


    Royal menyebut selama ini pendapatan di Gunung Rinjani langsung disetor kepada pemerintah pusat dan dialokasikan untuk sektor lain. Padahal, masih banyak fasilitas yang perlu diperbaiki di Rinjani. Misalkan perbaikan jalur, pengelolaan sampah, ketersediaan toilet, hingga peralatan evakuasi.

    “Selama ini tidak ada (perbaikan fasilitas). Jadi harapan kami harus ada dong untuk Rinjani dalam bentuk yang nyata, baik itu untuk peningkatan fasilitas maupun pengembangan sumber daya masyarakat. Sehingga Rinjani benar-benar kelas dunia,” kata dia.

    Di sisi lain, Royal mengatakan kenaikan tarif pendakian di Gunung Rinjani tidak serta merta berdampak langsung terhadap peningkatan perekonomian para penyedia jasa wisata seperti porter maupun pemandu lokal. Dia mengatakan para penyedia jasa wisata akan merasakan dampaknya dalam jangka panjang.

    “Ketika Rinjani terus dilakukan perbaikan dan fasilitas lengkap, maka ini akan berdampak pada kualitas teman-teman pengusaha jasa wisata,” ujarnya.

    Sosialisasi Lebih Dulu

    Royal meminta Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) untuk melakukan sosialisasi terlebih dahulu sebelum kenaikan tarif pendakian ditetapkan. Sehingga, dia melanjutkan, para pengusaha jasa wisata bisa menyesuaikan harga paket wisata yang akan dijual kepada para calon pendaki.

    Ya, tiket masuk ke kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) naik mulai November 2025. Kenaikan tarif itu diatur dalam Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 17 Tahun 2025 tentang Pembagian Kelas Tiket Masuk Pengunjung ke Taman Nasional dan Taman Wisata Alam untuk PNBP.

    Ketua Kelompok Kerja (Pokja) World Class Mountaineering Balai TNGR, Budi Soesmardi, mengatakan kenaikan tarif tersebut mulai berlaku 30 hari setelah aturan diundangkan pada 3 Oktober 2025.

    “Jadi seyogianya tanggal 3 November 2025 mulai berlaku. Saat ini masih melakukan sosialisasi untuk melihat masukan para pelaku wisata lingkar Rinjani,” kata Budi, Senin (20/10).

    Berikut daftar tarif masuk kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani terbaru:

    Kawasan Pendakian Kelas I
    Wisatawan mancanegara (wisman): Rp 250 ribu per orang per hari.
    Wisatawan nusantara (wisnus): Rp 50 ribu per orang per hari.
    Rombongan pelajar atau mahasiswa nusantara minimal lima orang dikenakan tarif Rp 25 ribu per orang per hari.

    Kawasan Pendakian Kelas II
    Wisatawan mancanegara: Rp 200 ribu per orang per hari.
    Wisnus Rp 20 ribu per orang per hari.

    Wisata Nonpendakian
    Wisatawan mancanegara Rp 150 ribu per orang per hari.
    Wisnus Rp 10 ribu per orang per hari.
    Rombongan pelajar atau mahasiswa Rp 25 ribu per orang per hari.

    Sebagai catatan, tiket masuk wisnus dan rombongan pelajar/mahasiswa akan naik 150 kali lipat dari harga normal saat hari cuti bersama atau hari raya.

    ***

    Selengkapnya klik di detikbali.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com