Tag: omoda

  • Pesta Pengguna Chery dari Seluruh Dunia Dimulai

    Pesta Pengguna Chery dari Seluruh Dunia Dimulai



    Wuhu, China

    Chery Group bersiap memasuki babak baru dalam perjalanannya dengan menyelenggarakan Chery International User Summit 2025 di Wuhu, China, yang mulai berlangsung pada Jumat (17/10/2025) kemarin.

    detikOto melakukan perjalanan total sekitar 12 jam menggunakan pesawat dan bus menuju kota Wuhu yang juga menjadi markas besar dari Chery untuk menghadiri hajatan akbar berskala global yang dihadiri peserta dari berbagai negara.

    Hajatan ini bukan sekadar pameran teknologi, melainkan sebuah puncak perayaan bagi lebih dari 17,72 juta pengguna Chery di seluruh dunia.


    Melalui ajang tersebut, Chery menegaskan evolusinya dari produsen kendaraan menjadi rekan pencipta ekosistem gaya hidup global, yang berpusat pada visi “People · Cars · Family”.

    Chery International User Summit 2025 menjadi momen krusial dimana Chery dan jutaan penggunanya akan merefleksikan pencapaian bersama dalam sejarah pabrikan yang sudah berumur 28 tahun ini.

    Chery Group bersiap memasuki babak baru dalam perjalanannya dengan menyelenggarakan Chery International User Summit 2025 di Wuhu, China.Chery Group bersiap memasuki babak baru dalam perjalanannya dengan menyelenggarakan Chery International User Summit 2025 di Wuhu, China. Foto: Dadan Kuswaraharja/detikCom

    Dari pantauan detikOto, Chery International User Summit diikuti oleh semua brand di bawah Chery Group, dari merek Chery sampai high end seperti Lepas.

    Chery juga menampilkan inovasi lainnya seperti AiMOGA Robotics dan robot anjing Argos, hingga pengembangan produk gaya hidup hasil ko-kreasi yang mengubah imajinasi pengguna menjadi fitur nyata.

    Puncak dari seluruh inovasi Chery akan tersaji melalui Chery International Eco-Exhibition, yang menjadi pusat perhatian utama dalam rangkaian acara Chery International User Summit 2025.

    Pameran ini akan menampilkan keseluruhan matriks ekosistem WCWL (With Chery With Love), dimana pengunjung akan diajak menyelami perjalanan globalisasi dan evolusi multi-brand, serta menyaksikan secara langsung Chery Super Hybrid (CSH) sebagai teknologi hybrid terdepan dunia.

    Setiap area dalam pameran dirancang untuk menampilkan kekuatan dan keunikan dari setiap sub-merek, mulai dari Chery, OMODA & JAECOO, EXCEED, LEPAS, hingga iCAR dengan filosofi “classic never fades”.

    Bagi pecinta gaya hidup elegan, LEPAS Global Boutique Store sebagai butik global pertama Chery yang akan menghadirkan pengalaman personal yang menonjolkan keunikan gaya hidup modern, dirancang untuk berbagai karakter dan aspirasi pengguna.

    (ddn/lth)



    Sumber : oto.detik.com

  • Kenalin! Ini Omoda O4, SUV Baru yang Pas Buat Anak Muda

    Kenalin! Ini Omoda O4, SUV Baru yang Pas Buat Anak Muda



    Wuhu

    Omoda Jaecoo mengenalkan calon SUV anyar Omoda O4. SUV entry level dari Omoda Jaecoo ini membidik anak muda di seluruh dunia.

    Omoda akhirnya mengungkap selubung dari calon SUV terbarunya untuk pasar global. Adalah Omoda O4 yang sebelumnya dipamerkan sebagai Omoda 3. Bakal jadi versi produksi, Omoda O4 punya wheelbase yang lebih panjang ketimbang Omoda 3. Tak cuma itu, Omoda Jaecoo juga punya alasan tersendiri di balik pergantian nama dari 3 ke 4.

    “Saat kami berdiskusi dengan rekan dan kolega, 3 sepertinya kurang cukup menggambarkan mobil ini. 4 lebih baik dan kami juga ingin memiliki seperti 3+1 dan bisa lebih berkreasi dengan konsumen kami. Setelah mendapat pesan tersebut, kami rasa 4 lebih cocok menggambarkan SUV ini,” ungkap CEO Omoda & Jaecoo International Shawn Xu saat Omoda 4 Global Preview di Wuhu, China.


    Omoda 4Omoda 4 Foto: Dina Rayanti

    Shawn menjelaskan SUV entry level dari Omoda Jaecoo akan masuk jalur produksi mulai tahun depan. Namun dia tak menjelaskan detail soal tanggal peluncurannya. Bakal menjadi model global, Omoda O4 tampaknya akan memiliki ragam opsi mesin mulai dari ICE, hybrid, plug-in hybrid, atau full listrik. Mengingat Omoda Jaecoo juga sudah memiliki teknologi powertrain lengkap.

    Omoda 4Omoda 4 Foto: Dina Rayanti

    Kalau melihat dari desainnya, Omoda O4 tampak lebih agresif dengan lampu depan menyipit yang terinspirasi dari petir menyambar. Selanjutnya di bagian interior, sang desainer mengaku terinspirasi dari pesawat luar angkasa. Paling mencolok dan unik ada keberadaan flap merah yang harus diangkat ke atas untuk menekan tombol engine start/stop. Desain tersebut mirip dengan yang ada pada Lamborghini Urus.

    Selanjutnya ada layar besar di bagian tengah. Tampak juga terlihat masih ada beberapa tombol fisik untuk mengakses pengaturannya. Berbekal desain tersebut, Omoda O4 diposisikan untuk menggaet anak muda di banyak negara, tak terkecuali di Indonesia. Ya, Shawn mengungkap tak menutup kemungkinan mobilnya juga dijual di Indonesia tahun depan.

    “Tentu (masuk ke Indonesia), kalau Anda suka,” pungkasnya.

    (dry/riar)



    Sumber : oto.detik.com

  • Jaecoo J5 Ada Versi Hybrid, Mau Dibawa ke Indonesia

    Jaecoo J5 Ada Versi Hybrid, Mau Dibawa ke Indonesia



    Wuhu

    Jaecoo J5 ternyata ada versi hybridnya. Apakah SUV irit ramah lingkungan itu bakal dibawa ke Indonesia?

    Jaecoo punya banyak amunisi di segmen SUV. Di Indonesia, sudah ada empat model SUV Jaecoo yang dijual yaitu J8 SHS Ardis, J7 SHS, J8 Ardis, dan J7 AWD. Terbaru, Jaecoo juga sudah membuka pemesanan terhadap SUV listrik J5 di Indonesia usai diluncurkan di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025. Mobil itu bisa dipesan dengan harga pre-booking mulai Rp 350 juta hingga Rp 450 juta.

    Jaecoo J5 dibangun di atas platform yang sama dengan Omoda E5. Jaecoo J5 EV ini dibekali baterai berkapasitas 60,9 kWh yang bisa membuat mobil melaju hingga jarak 461 km dalam satu kali pengecasan. Tenaganya 155 kW atau 208 daya kuda dan torsi 288 Nm. Akselerasi 0-100 km/jam dapat ditempuh dalam waktu 7,3 detik.


    Jaecco J5 rupanya tak hanya tersedia dalam versi listrik. J5 juga punya varian hybrid yang mengusung teknologi Super Hybrid System khas Jaecoo. Akankah Jaecoo J5 Hybrid itu ikut dijual di Indonesia bersama dengan versi listriknya? Head of Product Jaecoo Indonesia Ryan Ferdiean Tito mengungkap peluang untuk mendatangkan mobil ramah lingkungan nan irit itu sangat terbuka. Sayang dia belum blak-blakan membeberkan rencana ke depan perusahaan soal model barunya.

    “Kalau rencana ada, tapi untuk waktunya ditunggu saja,” kata Ryan ditemui di Wuhu, Anhui, China, Minggu (19/10/2025).

    Jaecoo J5 HybridJaecoo J5 Hybrid Foto: Dina Rayanti/detikcom

    Adapun dari sisi dimensi, Jaecoo J5 hybrid itu punya panjang 4.380 mm, lebar 1.860 mm, dan tinggi 1.650 mm. Sama seperti Jaecoo J5 EV, kapasitas tempat duduknya juga lima orang.

    Namun urusan dapur pacu sepenuhnya berbeda. Mobil ini menggabungkan mesin 1.5 turbo bertenaga 105 kW pada 5.200 rpm dan torsi 215 Nm pada 2.500 rpm dan motor listrik 150 kW serta torsi 310 Nm. Secara gabungan, sistem bisa menyemburkan tenaga 165 kW dan torsi 295 Nm. Akselerasi 0-100 km/jam ditempuh dengan waktu 7,9 detik. Konsumsi bahan bakarnya 5,3 l/100 km. Kalau dikonversi, konsumsi bahan bakarnya itu 18,86 km/liter.

    (dry/rgr)



    Sumber : oto.detik.com

  • C5 CSH, Irit Tapi Dahsyat

    C5 CSH, Irit Tapi Dahsyat



    Wuhu

    Nggak ada habis-habisnya mobil baru Chery untuk Indonesia. Info paling anyar adalah mobil Chery C5 CSH, nama yang akan digunakan untuk pasar Indonesia bagi mobil hybrid terbarunya.

    Di Chery International User Summit yang sedang berlangsung di Wuhu, China, mobil disebut sebagai Omoda 5 Hybrid, namun Chery memilih nama ‘C5 CSH’ untuk lebih mendekati konsumen Indonesia.

    Chery C5 CSHChery C5 CSH Foto: Dadan Kuswaraharja/detikcom

    “Mobil akan diluncurkan di Indonesia tahun ini,” ujar Rifkie Setiawan, Head of Brand Department PT Chery Sales Indonesia, saat ditemui di Wuhu, China.


    Chery C5 CSH mengusung konsep “One Car, Two Vibes,” atau 1 mobil 2 nuansa. Artinya mobil punya kemampuan yang irit bahan bakar tapi juga bertenaga.

    Mobil memiliki mode eco yang membuat mobil jadi efisiensi bahan bakarnya. Mode kedua adalah mode sport yang menawarkan performa lebih bertenaga.

    Chery C5 CSHChery C5 CSH Foto: Dadan Kuswaraharja/detikcom

    Menurut Rifkie, mobil ini akan mengunggulkan tiga poin utama: Super Power atau akselerasi, pengalaman berkendara yang halus (smooth), dan daya jelajah yang tinggi (range).

    Dia menjelaskan mobil mampu berakselerasi dari 0-100 km/jam hanya dalam 7,95 detik. Berkat Primary E-Drive Mode, mobil memberikan pengalaman berkendara yang halus pada kecepatan 60 Km/jam.

    Chery mengklaim mobil sanggup menjelajah sampai 1.000 km.

    Powertrainnya datang dari mesin 1.500 turbo hybrid generasi kelima dengan efisiensi termal yang mencapai 44,5 persen. Tenaga ini disalurkan melalui transmisi hybrid DHT.

    Spek utama Chery C5 CSH

    – Mesin hybrid generasi kelima, dengan efisiensi termal 44,5 persen
    – Daya maksimal 165 kW
    – Transmisi DHT
    – Motor Peak Power 150 kW
    – Motor Peak Torque 310 Nm

    (ddn/rgr)



    Sumber : oto.detik.com

  • Orang RI Masih Banyak yang Ragu Beli Mobil Listrik, PHEV Bisa Jadi Solusi

    Orang RI Masih Banyak yang Ragu Beli Mobil Listrik, PHEV Bisa Jadi Solusi



    Wuhu

    Orang Indonesia rupanya masih banyak yang ragu membeli mobil listrik. Untuk itu, mobil PHEV dinilai menjadi solusi atas keraguan tersebut.

    Mobil listrik kian banyak masuk pasar otomotif Indonesia. Opsi buat masyarakat yang mau beli mobil listrik pun makin banyak. Kendati demikian, di tengah masifnya mobil listrik yang masuk ke dalam negeri, rupanya masih banyak keraguan untuk membelinya.

    Keraguan itu bukan tanpa alasan, mobil listrik punya jarak tempuh tertentu sesuai dengan kapasitas baterainya. Hal ini bikin keraguan bagi penggunanya.


    “Banyak orang yang masih ragu karena pengecasan, misalnya saat mereka harus pergi jarak jauh. Kalau tiba-tiba habis, itu akan menyulitkan mereka,” ujar CEO of Omoda & Jaecoo International Shawn Xu ditemui di OJ Building, Wuhu, Anhui, Selasa (21/10/2025).

    Menurut Shawn, salah satu solusi atas keraguan tersebut adalah mobil berteknologi PHEV (Plug-in Hybrid). Sebab, mobil PHEV menawarkan rasa berkendara layaknya mobil listrik murni, namun tak perlu khawatir soal jarak tempuhnya.

    “PHEV adalah paduan seimbang. Ini adalah solusi terbaik, di satu sisi Anda bisa merasakan berkendara ala EV dan bisa mengecas di rumah ataupun di tempat pengecasan. Anda bisa pergi jalan-jalan, belanja dan mirip dengan EV. Di Indonesia juga biaya listrik lebih murah dari bensin,” tambah Shawn lagi.

    “Kalaupun tidak, Anda bisa berkendara seperti biasa. Jadi ini adalah solusi terbaik,” lanjut Shawn.

    Atas dasar hal itu, Shawn percaya bahwa mobil PHEV ke depan akan lebih banyak diburu. Meski begitu, bukan berarti Omoda Jaecoo melupakan mobil listrik. Menurut Shawn dia tetap memberi dukungan terhadap perkembangan mobil listrik di dalam negeri.

    “Jadi kami percaya mobil PHEV makin laris ke depannya,” pungkas Shawn.

    (dry/rgr)



    Sumber : oto.detik.com

  • Fokus Jualan SUV, Ini Beda Mobil Omoda dan Jaecoo

    Fokus Jualan SUV, Ini Beda Mobil Omoda dan Jaecoo



    Wuhu

    Omoda dan Jaecoo berada di bawah bendera yang sama. Namun dua merek itu mengincar konsumen yang berbeda.

    Ada beberapa merek di bawah naungan Chery Group. Salah satunya adalah Omoda & Jaecoo. Kedua merek tersebut berdiri di bawah bendera yang sama. Kendati demikian secara produk Omoda dan Jaecoo berdiri sendiri.


    Namun yang jelas keduanya fokus di model SUV dan Crossover. Tapi urusan segmentasi, Omoda dan Jaecoo berbeda.

    “Jadi dari pandangan saya, khusus Omoda kami lebih percaya diri dengan crossover, sementara Jaecoo lebih elegan dan kental nuansa off road,” kata CEO of Omoda & Jaecoo International Shawn Xu ditemui di OJ Building, Wuhu, Anhui, Selasa (21/10/2025).

    Di Indonesia, Jaecoo sudah berdiri sendiri dan memiliki empat model yang dijual secara resmi. Keempat model itu adalah Jaecoo J8 SHS Ardis, Jaecoo J7 SHS, Jaecoo J8 Ardis, dan Jaecoo J7 AWD. Jaecoo bakal membidik konsumen premium yang mencari SUV dengan kapabilitas off road.

    “Desainnya (Jaecoo) unik, berbeda dengan model lainnya. Identitas kuat itu bikin konsumen jadi lebih percaya diri,” lanjut Shawn.

    Kalau Jaecoo sudah berdiri sendiri, Omoda sebelumnya dijual di bawah bendera Chery. Omoda mengincar konsumen yang lebih muda. Hal itu juga bisa dilihat dari desainnya yang agresif, cocok buat anak muda.

    “Dari mobilnya kami menargetkan konsumen muda. Seperti kemarin kami meluncurkan Ultra pada Omoda O4. Mobil itu mendapat sambutan positif dari banyak pihak,” terang Shawn.

    “Kami tidak hanya membuat mobil yang memiliki fungsi dengan baik tapi juga membangun komunikasi dengan konsumen jadi mereka tidak hanya menikmati mobilnya, tapi juga suasananya. Jadi hal inilah yang kami upayakan,” pungkasnya.

    (dry/rgr)



    Sumber : oto.detik.com

  • Masa Depan Cerah Mobil PHEV di Indonesia

    Masa Depan Cerah Mobil PHEV di Indonesia



    Wuhu

    Mobil PHEV diramal bakal banyak peminatnya di Indonesia. Ini lantaran mobil PHEV lebih irit BBM dan menjanjikan jarak tempuh yang jauh.

    Mobil berteknologi PHEV dipercaya punya masa depan cerah di Tanah Air. Padahal dulu, mobil PHEV sepi peminat. Penjualannya seret, karena harganya mahal dan dikenakan pajak tinggi lantaran mengusung mesin serta baterai. Mobil dianggap menggendong dua mesin.

    Namun semakin ke sini, mobil PHEV mulai berdatangan lagi. Terutama dari pabrikan China seperti Chery dan juga Jaecoo yang mulai menjual mobil listriknya di dalam negeri. Meski belakangan mobil listrik mulai banyak peminat, tapi ke depan mobil PHEV diramal bakal laris manis.


    “Di masa depan PHEV akan berkembang pesat di Indonesia,” ujar CEO of Omoda & Jaecoo International Shawn Xu ditemui di OJ Building, Wuhu, Anhui, Selasa (21/10/2025).

    Shawn mencontohkan fenomena yang terjadi di China. Bila sebelumnya mobil listrik laris manis karena mendapat dukungan penuh dari pemerintah, kini situasinya justru berbalik. Mobil PHEV malah laris lantaran tak ada lagi dukungan buat mobil listrik.

    “Kami percaya dengan mobil listrik dan pemerintah Indonesia juga memberikan dukungan. Tapi menurut saya mobil PHEV juga memberi banyak keuntungan buat konsumen, seperti di China,” jelas Shawn.

    “China dulu pemerintahnya juga mendorong mobil listrik dengan membangun infrastruktur yang baik. Tapi Anda bisa lihat sekarang dalam beberapa tahun terakhir mobil listrik sudah stabil tapi PHEV atau hybrid bertumbuh dengan cepat,” tambah Shawn.

    Pertumbuhan mobil listrik yang cenderung stagnan itu menurut Shawn didasari adanya kekhawatiran akan jarak tempuh. Seperti diketahui, mobil listrik memang memiliki jarak tempuh berbeda tergantung dari spesifikasi baterainya. Meski ada mobil listrik yang menawarkan jarak tempuh jauh, namun kekhawatiran untuk mengecas baterai itu tetap ada.

    “Banyak orang yang punya kekhawatiran soal pengecasan. Mereka khawatir tempat pengecasannya saat pergi jauh. Jika tiba-tiba berhenti, itu akan menyulitkan mereka. Tapi PHEV adalah kombinasi yang paling seimbang,” beber Shawn.

    (dry/rgr)



    Sumber : oto.detik.com

  • Comeback Chery Sempat Tak Dipercaya Orang RI: Nyari Dealer Bagus Susah!

    Comeback Chery Sempat Tak Dipercaya Orang RI: Nyari Dealer Bagus Susah!



    Wuhu

    Comeback ketiga kalinya Chery ke RI rupanya sempat tak dipercaya orang Indonesia. Tapi sekarang lain ceritanya.

    CEO of Omoda & Jaecoo International Shawn Xu pernah menakhodai merek Chery di Indonesia. Kini dia memegang kendali untuk merek mobil Jaecoo dan Omoda untuk pasar global, termasuk di pasar Indonesia.

    Dia cukup percaya diri dengan merek Omoda & Jaecoo untuk berkecimpung di pasar otomotif Tanah Air. Sebab, dua merek yang berada di bawah payung Chery International itu sudah punya fondasi yang kuat di dalam negeri.


    Shawn menceritakan pengalamannya saat memimpin Chery dua tahun lalu. Menurutnya saat itu Chery masih sulit mendapat kepercayaan dari masyarakat. Bahkan tak ada dealer yang mau menjual mobil Chery di Indonesia.

    “Chery sudah punya fondasi bagus di Indonesia tidak seperti sebelumnya seperti saya pertama kali memimpin untuk pasar Indonesia kami sangat lemah,” urai Shawn kepada awak media di kantornya, Wuhu, China, Selasa (21/10/2025).

    “Kami tidak bisa mendapatkan dealer yang bagus tapi sekarang kami punya fondasi kuat dan dealer percaya kami,” lanjutnya lagi.

    Chery saat ini memang menjadi satu pabrikan yang patut diperhitungkan. Penjualannya terus merangkak bahkan pada bulan September sudah masuk ke jajaran 10 mobil terlaris bersama dengan beberapa produsen Jepang lain. Bermodalkan hal itu, Shawn cukup percaya diri dengan perkembangan merek Jaecoo dan Omoda di Tanah Air.

    Sebagai informasi tambahan, kalau dulu mobil Omoda di Indonesia berada di bawah naungan Chery, saat ini berada di bawah payung Omoda & Jaecoo International. Untuk merek Jaecoo saat ini sudah menjajakan empat model mobil di Indonesia yaitu Jaecoo J8 SHS Ardis, Jaecoo J7 SHS, Jaecoo J8 Ardis, dan Jaecoo J7 AWD. Terbaru, Jaecoo J5 EV sudah meluncur di GIIAS 2025 dan sudah bisa dibuka pemesanan.

    “Jadi kami kondisinya bagus dan akan menggaet dealer-dealer yang punya fasilitas bagus untuk layanan purnajual. Dengan begitu, kami juga bisa memberikan nuansa premium. Itulah yang kami kerjakan saat ini,” tutup Shawn.

    (dry/rgr)



    Sumber : oto.detik.com