Tag: p

  • Cara Aman Jumper Aki Mobil, Lakukan dengan Benar!


    Jakarta

    Ada kalanya kondisi aki mobil sudah habis umur pemakaiannya atau soak. Sehingga, salah satu solusi terbaik untuk mengatasi kondisi ini adalah dengan cara jumper aki mobil.

    Jumper aki mobil dilakukan untuk memancing agar aki yang soak dapat bekerja lagi. Lantas, bagaimana cara jumper aki mobil yang benar dan aman?

    Cara Jumper Aki Mobil

    Jumper aki mobil adalah mengisi ulang kembali aku yang sudah habis usia pemakaiannya. Akan tetapi, perlu diketahui bawa aki yang dapat diisi ulang daya listriknya adalah aki yang soak.


    Untuk melakukan jumper aki, kamu membutuhkan aki lain untuk donor bagi aki yang soak. Kamu bisa mendapatkan ak tersebut dari mobil lain atau menggunakan ak yang memang tidak digunakan tapi dalam kondisi baik. Berikut cara jumper aki mobil mengutip laman Suzuki dan Auto2000:

    1. Persiapan

    • Untuk transisi otomatis, pastikan posisi tuas transmisi berada di posisi p, sementara untuk mobil transmisi manual, transmisi tuas ada di kondisi netral.
    • Bagi mobil yang mogok, jangan lupa mengaktifkan rem tangan atau parkir
    • Matikan semua komponen kelistrikan pada mobil. Lebih baik lagi jika kunci mobil dicabut. Lepaskan benda apapun di cigarette lighter semisal bluetooth receiver maupun aksesori lain
    • Cari posisi aki pada mobil. Ketahui di mana posisi kutub negatif dan posisi kutub positif
    • Cari kabel jumper berkualitas bagus supaya tidak terjadi kesalahan saat melakukan jumper.
    • Mencari kendaraan lain atau aki lain yang bagus.

    2. Atur Posisi Mobil

    Dekatkan mobil dengan lokasi aki donor. Buka kedua kap mobil, lalu posisikan saling berhadapan. Hal ini dilakukan karena biasanya kabel yang digunakan untuk jumper aki tidak terlalu panjang. Pastikan sekali lagi kondisi rem tangan mobil telah aktif dan kedua transmisi mobil berada di P atau netral.

    3. Hubungkan Kedua Aki dengan Kabel Jumper

    Hubungkan kedua aki menggunakan kabel jumper. Perlu diketahui bahwa kabel jumper memiliki penjepit di kedua ujungnya. Untuk menghubungkan keduanya, kamu perlu berhati-hati.

    Pahami dan teliti posisi kutub terminal positif dan negatif dari kedua aki. Posisi kutub aki biasanya ditandai dengan simbol (+) dan (-).

    Kutub terminal positif dihubungkan dengan terminal positif, begitupun sebaliknya. Kutub positif menggunakan kabel jumper warna merah dan negatif menggunakan jumper hitam. Pastikan penjepit kabel benar-benar telah terhubung pada kutub-kutub tersebut.

    4. Hidupkan Mesin Mobil

    Hidupkan mesin mobil yang menjadi pendonor arus listrik. Tunggu beberapa saat sekitar 1-2 menit. Injak gas tipis hingga 2.000 RPM untuk meningkatkan putaran mesin.

    Jika sudah stabil, lanjutkan dengan menghidupkan mobil yang akinya soak. Apabila belum berhasil, tunggu 2-3 menit dan coba hidupkan mesin lagi.

    5. Lepas Kabel

    Setelah mesin sudah menyala, biarkan selama kurang lebih 5 menit sambil menginjak pedal gas sampai putaran 2.000 RPM. Lepas semua kabel jumper yang digunakan.

    Cara melepasnya dimulai dari melepas bagian kabel negatif pada mobil yang soak sebelumnya. Lalu, lepas kabel negatif di mobil pendonor. Setelah itu, lepas kabel positif. Biarkan mesin menyala sampai 10 menit tapi dalam posisi idle.

    Itulah cara jumper aki mobil dengan aman. Sangat disarankan untuk menggunakan sarung tangan ketika melakukan jumper aki ya detikers. Semoga informasi ini membantumu.

    (elk/row)



    Sumber : oto.detik.com

  • Mobil Matic Jangan Pakai Gigi ‘N’ pada Kondisi Ini, Pokoknya Jangan!



    Jakarta

    Tuas transmisi di mobil matic memiliki fungsinya masing-masing. Misalnya saat tuas transmisi berada di posisi ‘N’ atau Netral, sebaiknya tidak dilakukan pada kondisi berikut.

    Ada beragam huruf di tuas transmisi mobil matic. Ada P, ada N, ada D, ada L, ada juga R. Masing-masing punya fungsinya tersendiri. Misalnya tuas transmisi P, digunakan untuk mobil dalam posisi parkir. Selanjutnya ada R, digunakan saat mobil hendak mundur. Untuk menjalankan mobil, posisi tuas transmisi ada di D alias Drive. Pada posisi D, transmisi akan secara otomatis dan terus menerus mengubah rasio gigi tergantung pada kondisi jalan dan pengemudian.


    Selanjutnya ada ‘N’ atau Netral. Pada posisi ini, transmisi dibebaskan sama seperti posisi netral pada mobil bertransmisi manual. Dikutip dalam laman buku panduan manual Mitsubishi Xpander, gigi N ini hanya digunakan saat kendaraan diam dalam waktu yang lama selama mengemudi, contohnya saat jalanan macet.

    Perlu dicatat, di kondisi tertentu, sebaiknya tuas transmisi mobil tak diposisikan pada Netral. Misalnya saat sedang berkendara, jangan pindahkan tuas transmisi ke N.

    “Kecelakaan serius dapat terjadi karena Anda dapat secara tidak sengaja menggerakkan tuas selektor ke posisi ‘P’ atau ‘R’ atau Anda akan kehilangan pengereman mesin,” demikian dicuplik dari buku panduan manual tersebut.

    Begitu juga pada jalan miring, tuas transmisi sebisa mungkin ada di posisi ‘P’ jangan di posisi N.

    “Pada jalan miring, mesin sebaiknya dihidupkan pada posisi ‘P’ jangan pada posisi “N’. Pastikan menahan kaki Anda pedal rem ketika kendaraan di posisi ‘N’ atau ketika memindahkan ke atau dari posisi ‘N’” begitu penjelasannya.

    Selain itu diingatkan juga untuk mencegah kerusakan transmisi, jangan pernah memindahkan tuas transmisi ke posisi ‘D’ dari posisi ‘R’ ketika kendaraan masih berjalan.

    (dry/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • Ada Gigi L di Mobil Matic, Kapan Dipakai?


    Jakarta

    Ada gigi ‘L’ di transmisi mobil matic. Kapan dipakainya ya?

    Tuas transmisi mobil matic terdiri dari beberapa fungsi. Masing-masing fungsinya berbeda dan disimbolkan dengan huruf di sisinya. Paling atas biasanya huruf P yang berarti Park digunakan saat kendaraan parkir. Pada posisi ini, transmisi dikunci untuk mencegah kendaraan bergerak. Mesin juga dapat dihidupkan saat tuas transmisi berada di posisi ini.


    Gigi L di Mobil Matic, Kapan Dipakai?

    Di bawah P, biasanya ada R yang berarti Reverse. Pindahkan tuas transmisi kamu ke R saat memundurkan mobil. Selanjutnya ada N alias Neutral. Pada posisi N, posisi transmisi dibebaskan. Selanjutnya ada D yang berarti Drive. Tuas transmisi D digunakan saat mobil dikendarai dengan normal. Pada posisi ini, gigi akan diatur secara otomatis menyesuaikan dengan kecepatan kendaraan.

    Nah di beberapa mobil, di bawah D ada juga gigi L. Salah satunya di Mitsubishi Xpander. Tapi tahu nggak kamu L ini artinya apa dan kapan harus digunakan? Dikutip dari buku panduan manual Xpander, gigi L atau Low digunakan saat mengemudi di jalanan menanjak yang sangat curam. Selain itu bisa juga digunakan untuk pengereman mesin atau engine brake pada kecepatan rendah saat berkendara menuruni jalanan yang curam. Namun diingatkan agar tak memindahkan tuas transmisi ke L secara mendadak.

    “Pengereman mesin secara mendadak dapat menyebabkan ban slip. Pilih posisi ini sesuai dengan kondisi jalan dan kecepatan kendaraan,” demikian peringatannya.

    Laman JDPower juga menjelaskan posisi L pada mobil matic bisa digunakan dalam kondisi tertentu sebagai berikut:

    – Saat menarik beban berat
    – Mengemudi di jalan menanjak
    – Mengemudi di jalan menurun
    – Bermanuver pada kecepatan rendah
    – Kondisi jalan buruk

    Jangan Pakai Gigi L saat Berkendara Normal

    Perlu digarisbawahi, saat tuas transmisi berada di posisi L itu jangan digunakan untuk berkendara di kondisi normal. JDPower menyebut, memposisikan transmisi pada gigi rendah akan membuat mesin berputar lebih cepat dan menghasilkan RPM yang lebih tinggi. Alhasil, bahan bakar jadi lebih boros. Tak cuma itu, mesin dan transmisi juga jadi lebih cepat aus.

    “Jika kondisi tidak memerlukan mode ‘L’ selalu kembalikan transmisi ke posisi ‘D’” demikian penjelasannya.

    (dry/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • Jangan Asal Mindahin Gigi Mobil Matic CVT Kalau Nggak Mau Begini



    Jakarta

    Punya mobil matic dengan transmisi CVT nggak bisa asal. Ada beberapa hal yang haram dilakukan supaya transmisinya tetap awet.

    Mengemudikan mobil matic memang cenderung lebih mudah ketimbang mobil bertransmisi manual. Tak ada pedal kopling yang diinjak dan pergantian gigi juga dilakukan secara otomatis.


    Kendati demikian, tetap ada beberapa hal yang harus diperhatikan, utamanya saat mengubah posisi tuas transmisi. Sebab, kalau asal-asalan memindahkan transmisi, justru bisa merusaknya.

    Dikutip dari laman buku panduan manual Kijang Innova Zenix, saat mengubah transmisi mobil matic. Berikut ini hal yang haram dilakukan saat mengubah posisi transmisi mobil matic.

    Pertama, jangan membiarkan kendaraan bergerak mundur ketika tuas transmisi dalam posisi pengendaraan atau bergerak maju ketika tuas transmisi dalam posisi ‘R’. Melakukan hal tersebut bisa membuat mesin tidak bekerja dan juga menyebabkan kemampuan kemudi lemah.

    Kedua, jangan menggeser tuas transmisi ke posisi ‘P’ selama kendaraan sedang berjalan melakukannya dapat mengakibatkan kerusakan pada CVT dan kendaraan hilang kontrol. Selanjutnya, jangan menggeser tuas transmisi ke posisi ‘R’ selama kendaraan sedang bergerak maju. Selanjutnya jangan juga menggeser tuas transmisi ke posisi D saat mobil bergerak mundur.

    “Melakukannya dapat mengakibatkan kerusakan pada Continously Variable Transmission dan dapat menyebabkan kendaraan kehilangan kontrol,” demikian penjelasannya.

    Jangan menggeser tuas transmisi ke N ketika kendaraan sedang bergerak akan mematikan mesin dari CVT. Dijelaskan bahwa pengereman mesin tidak tersedia ketika N dipilih.

    Terakhir jangan memindahkan tuas transmisi saat pedal akselerasi ditekan. Melakukan hal tersebut bisa membuat percepatan kendaraan tak terduga dan memicu terjadinya kecelakaan serius. Nah itu tadi hal-hal yang harus diperhatikan saat mengendarai mobil matic CVT. Pastikan kamu menghindari hal tersebut ya supaya transmisi bisa tahan lama sekaligus mencegah kerusakan.

    (dry/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • 5 Cara Print Excel Agar Tidak Terpotong, Bisa Full Page hingga Tabel

    Jakarta

    Proses print dokumen Excel akan lebih mudah, kalau detikers mengetahui cara memilih area yang akan dicetak. Hal ini berguna untuk memastikan bahwa dokumen excel yang akan dicetak sesuai, tanpa kesalahan format atau layout.

    Microsoft Excel, kamu bisa mencetak seluruh atau sebagian lembar kerja, buku kerja, satu per satu, hingga beberapa sekaligus. Simak pilihan cara print excel agar tidak terpotong di bawah ini.

    1. Print Satu dan Beberapa Buku Kerja di Excel

    Dilansir laman Support Microsoft, cara print excel untuk satu atau beberapa lembar kerja adalah sebagai berikut.


    • Pilih lembar kerja di excel yang ingin dicetak
    • Pilih File > Cetak atau bisa langsung tekan Ctrl + P
    • Klik tombol Cetak. Kamu juga bisa menyesuaikan Pengaturan sebelum memilih tombol Cetak.

    2. Print Semua (Full Page) atau Sebagian Lembar Kerja

    • Klik lembar kerjanya
    • Pilih rentang data yang ingin diprint
    • Pilih File
    • Klik Cetak
    • Pilih panah di samping Cetak Lembar Aktif di Di bawah Pengaturan
    • Pilih opsi yang sesuai
    • Lalu, klik Cetak.

    3. Print Tabel Excel

    Apabila data yang ingin kamu print berada dalam tabel excel, kamu bisa mencetak hanya tabel Excel. Berikut langkahnya:

    • Pilih sel dalam tabelnya
    • Pilih File
    • Pilih Cetak
    • Pilih panah di samping Cetak Lembar Aktif, lalu pilih Cetak Tabel yang Dipilih
    • Pilih Cetak.

    4. Cara Print File Excel Satu atau Beberapa Buku Kerja

    • Pastikan file buku kerja yang ingin dicetak dalam folder yang sama.
    • Pilih File > Buka
    • Tombol CTRL ditekan terus, lalu klik nama setiap buku kerja untuk dicetak
    • Pilih Cetak.

    5. Mencetak Buku Kerja ke File

    • Buka file
    • Pilih Cetak atau tekan Ctrl + P
    • Pilih Cetak ke File di bagian Printer
    • Pilih Cetak
    • Masukkan nama file di kotak dialog Save Print Output As, kemudian pilih OK
    • Nantinya, File akan disimpan di folder Documents.

    (khq/fds)



    Sumber : inet.detik.com