Tag: palmerah

  • Tips Aman Tinggalkan Mobil Listrik Berhari-hari di Garasi



    Jakarta

    Pakar kendaraan listrik dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Agus Purwadi membagikan tips atau cara aman meninggalkan mobil listrik berhari-hari di garasi rumah. Harapannya, insiden BYD Seal keluar asap di Palmerah, Jakarta Barat, tak terulang lagi di masa depan.

    Agus menjelaskan, ketika mobil listrik mau ditinggal lama, maka pastikan ruang garasinya tak panas atau lembab. Maka, pilihlah tempat yang sejuk dan berventilasi baik. Hal tersebut untuk menjaga suhu kendaraan tetap ideal.

    “Terkait tips umum agar lebih aman bila ingin EV (electric vehicle) ingin ditinggal cukup lama maka perlu diperhatikan kondisi area penyimpanan tidak panas maupun lembab tapi sejuk dan berventilasi baik,” ujar Agus Purwadi saat dihubungi detikOto, Kamis (15/5).


    Selain itu, kata Agus, ada satu komponen mobil listrik yang perlu mendapat perhatian lebih, yakni baterai. Dia mengingatkan, pastikan baterai tidak kosong atau terlalu penuh saat kendaraan ditinggal berhari-hari di garasi.

    “Kemudian (yang harus diperhatikan lagi), kondisi muatan baterai kendaraan tidak kosong ataupun terisi penuh. Pastikan muatan baterai di angka sekitar 50 persen atau sesuai rekomendasi dari pabrikannya,” ungkapnya.

    Proses pemadaman mobil listrik BYD Seal yang terbakar di dalam garasi rumah di Jakbar.BYD Seal mengeluarkan asap. Foto: Dok. istimewa

    Di kesempatan yang sama, Agus Purwadi juga menyampaikan analisisnya mengenai kasus BYD Seal yang mengeluarkan asap di Palmerah, Jakarta Barat. Dia mengira, ada tiga pemicu utama di balik insiden tersebut.

    Pertama, kata Agus, kepulan asap tersebut berasal dari baterai kendaraan. Sebab, komponen itu mudah bermasalah ketika overheat atau terlalu panas. Kerusakan pada baterai tak melulu memunculkan api, melainkan bisa hanya kepulan asap.

    Kedua, lanjut dia, ada kerusakan di sistem kelistrikan seperti hubung singkat. Kondisi tersebut bisa memicu panas berlebih dan menyebabkan asap atau kebakaran.

    “Lalu yang ketiga, komponen elektronika daya. Kerusakan pada komponen elektronika daya seperti inverter atau charger bisa juga menyebabkan masalah (di kendaraan),” ungkapnya.

    Meski punya analisis pribadi, namun Agus menyarankan agar publik menunggu hasil pemeriksaan tim BYD Indonesia. Sebab, perusahaan asal China itu berjanji akan melakukan investigasi secara menyeluruh.

    “Untuk lebih jelasnya maka sebaiknya bisa tunggu hasil investigasi Tim BYD yang pasti sedang menangani secara serius dan mendalam karena saat ini merupakan market leader baik di Indonesia maupun dunia,” kata dia.

    (sfn/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • Main ke Blok M Demi Jajanan Viral, Wajib Datang Jam Berapa Biar Tidak Antre?



    Jakarta

    Kawasan Blok M di Jaksel tidak pernah kehilangan magnet bagi warga Jakarta dan sekitarnya. Termasuk area sekitar Pasaraya Blok M yang saking seringnya memperoleh perhatian netizen hingga disebut gang viral. Selalu ada yang baru hingga menarik atensi warga Jakarta dan sekitarnya.

    detikTravel sempat mengunjungi kawasan gang viral Blok M pada Rabu (2/10/2025) pada sore selepas jam kantor. Area ini memang baru hidup di sore hari ketika matahari beranjak ke barat, setelah semua tenant mulai beroperasi menyapa pelanggan dari berbagai kelompok usia.


    Suasana gang viral Blok M pada hari kerja ternyata tidak seramai saat hari libur. Pengunjung tak perlu antri terlalu lama untuk menikmati kudapan viral. Kondisi ini jadi tips yang disarankan Revan, salah satu pengunjung Blok M bagi yang ingin menikmati jajanan viral.

    “Biasanya antre, terutama saat weekend. Saran aku, kalau mau menghindari antrean datang saja pas awal buka sekitar pukul 10 pagi dan hari biasa jangan weekend,” kata Revan yang baru pulang kerja saat ditemui detikTravel.

    Selain menghindari keramaian, memilih waktu yang tepat untuk main ke Blok M memungkinkan pengunjung menikmati kuliner dan vibe yang ditawarkan Blok M. Misal kafe yang Instagrammable, tersedia photobooth, dihiasi pernak-pernik lucu, dan punya desain yang menarik perhatian.

    gang viral blok mlapak di gang viral Blok M (dok. Qonita Hamidah/detikTravel)

    Worth it banget buat dikunjungi,” kata Ira, salah satu pengunjung gang viral Blok M dari Lenteng Agung. Saat ditemui detikTravel, Ira sedang menikmati semangkuk es krim di lapak yang sempat viral dengan aneka rasa tak biasa dari produk turunan susu ini.

    Hal serupa diungkapkan Indah, seorang pekerja asal Jakarta Selatan yang memilih main ke Blok M selepas jam kerja. Indah sedang kongkow bersama sekelompok temannya sambil menikmati hidangan berat, aneka camilan, dan berbagai minuman di sore hari menjelang malam.

    “Makan di sini worth it (nyenengin) karena makanannya enak dan pelayanannya cepat juga,” kata Indah yang bekerja di sebuah perusahaan swasta. Selepas jam kerja adalah waktu yang tepat karena tidak terlalu ramai sehingga bisa benar-benar menikmati gang viral Blok M.

    Sebelum memilih kafe atau resto yang bakal jadi tempat nongkrong detikers bisa survey lebih dulu, atau menyimak review dari warganet. Selain pilihan menu dan vibe kafe, ketersediaan tempat duduk, meja, dan area konkor patut jadi pertimbangan.

    “Di sini tempat duduknya lumayan banyak, ada outdoor-nya juga,” kata Indah salah satu pekerja dari Palmerah yang datang ke Blok M bersama teman-temannya. Indah memilih suatu kafe yang menjual aneka hidangan Asia Tenggara untuk menikmati sore hari sebelum malam.

    gang viral blok mlapak di gang viral Blok M (dok. Qonita Hamidah/detikTravel)

    Pertimbangan dari para pengunjung gang viral Blok M tentu bisa jadi pertimbangan detikers. Blok M kini telah menjelma jadi kawasan wisata urban dengan berbagai pilihan wisata. Dengan pemilihan waktu yang tepat, detikers bisa memaksimalkan waktu untuk jalan-jalan sambil makan berbagai kuliner viral.

    (row/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • Main ke Blok M Demi Jajanan Viral, Wajib Datang Jam Berapa Biar Tidak Antre?



    Jakarta

    Kawasan Blok M di Jaksel tidak pernah kehilangan magnet bagi warga Jakarta dan sekitarnya. Termasuk area sekitar Pasaraya Blok M yang saking seringnya memperoleh perhatian netizen hingga disebut gang viral. Selalu ada yang baru hingga menarik atensi warga Jakarta dan sekitarnya.

    detikTravel sempat mengunjungi kawasan gang viral Blok M pada Rabu (2/10/2025) pada sore selepas jam kantor. Area ini memang baru hidup di sore hari ketika matahari beranjak ke barat, setelah semua tenant mulai beroperasi menyapa pelanggan dari berbagai kelompok usia.


    Suasana gang viral Blok M pada hari kerja ternyata tidak seramai saat hari libur. Pengunjung tak perlu antri terlalu lama untuk menikmati kudapan viral. Kondisi ini jadi tips yang disarankan Revan, salah satu pengunjung Blok M bagi yang ingin menikmati jajanan viral.

    “Biasanya antre, terutama saat weekend. Saran aku, kalau mau menghindari antrean datang saja pas awal buka sekitar pukul 10 pagi dan hari biasa jangan weekend,” kata Revan yang baru pulang kerja saat ditemui detikTravel.

    Selain menghindari keramaian, memilih waktu yang tepat untuk main ke Blok M memungkinkan pengunjung menikmati kuliner dan vibe yang ditawarkan Blok M. Misal kafe yang Instagrammable, tersedia photobooth, dihiasi pernak-pernik lucu, dan punya desain yang menarik perhatian.

    gang viral blok mlapak di gang viral Blok M (dok. Qonita Hamidah/detikTravel)

    Worth it banget buat dikunjungi,” kata Ira, salah satu pengunjung gang viral Blok M dari Lenteng Agung. Saat ditemui detikTravel, Ira sedang menikmati semangkuk es krim di lapak yang sempat viral dengan aneka rasa tak biasa dari produk turunan susu ini.

    Hal serupa diungkapkan Indah, seorang pekerja asal Jakarta Selatan yang memilih main ke Blok M selepas jam kerja. Indah sedang kongkow bersama sekelompok temannya sambil menikmati hidangan berat, aneka camilan, dan berbagai minuman di sore hari menjelang malam.

    “Makan di sini worth it (nyenengin) karena makanannya enak dan pelayanannya cepat juga,” kata Indah yang bekerja di sebuah perusahaan swasta. Selepas jam kerja adalah waktu yang tepat karena tidak terlalu ramai sehingga bisa benar-benar menikmati gang viral Blok M.

    Sebelum memilih kafe atau resto yang bakal jadi tempat nongkrong detikers bisa survey lebih dulu, atau menyimak review dari warganet. Selain pilihan menu dan vibe kafe, ketersediaan tempat duduk, meja, dan area konkor patut jadi pertimbangan.

    “Di sini tempat duduknya lumayan banyak, ada outdoor-nya juga,” kata Indah salah satu pekerja dari Palmerah yang datang ke Blok M bersama teman-temannya. Indah memilih suatu kafe yang menjual aneka hidangan Asia Tenggara untuk menikmati sore hari sebelum malam.

    gang viral blok mlapak di gang viral Blok M (dok. Qonita Hamidah/detikTravel)

    Pertimbangan dari para pengunjung gang viral Blok M tentu bisa jadi pertimbangan detikers. Blok M kini telah menjelma jadi kawasan wisata urban dengan berbagai pilihan wisata. Dengan pemilihan waktu yang tepat, detikers bisa memaksimalkan waktu untuk jalan-jalan sambil makan berbagai kuliner viral.

    (row/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • Kabar Gembira! Arsitek DKI Siap Bantu Warga Gaji UMR Bangun Rumah Tanpa Biaya

    Kabar Gembira! Arsitek DKI Siap Bantu Warga Gaji UMR Bangun Rumah Tanpa Biaya



    Jakarta

    Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jakarta memperkenalkan Lembaga Bantuan Arsitektur (LBA) yang ditujukan untuk masyarakat yang tidak memiliki dana untuk memakai jasa arsitek ketika membangun rumah. Program ini diprioritaskan untuk warga Jakarta yang berpenghasilan rendah atau yang penghasilannya UMR.

    “Untuk yang berpenghasilan rendah kami siap bantu, paling tidak indikatornya bahwa mereka penghasilannya di bawah UMR. Mereka (driver) Gojek, atau mereka karyawan, atau office boy, dan sebagainya. Selama mereka bisa membuktikan atau memakai surat pernyataan bahwa mereka memang penghasilannya di bawah UMR, kami siap bantu mendampingi. Tanpa biaya tentunya,” kata Ketua IAI Jakarta Teguh Aryanto kepada detikcom, pada Sabtu (18/10/2025).

    Masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) bisa melakukan konsultasi dalam hal desain, pemilihan material, hingga detail lainnya dengan arsitek profesional dari IAI Jakarta secara gratis.


    Selain membantu masyarakat yang hendak membangun rumah, IAI Jakarta juga membuka kesempatan untuk MBR yang rumahnya rusak karena kebakaran dan hendak membangun ulang. Syaratnya masih sama, yakni lahannya harus berada di Jakarta dan termasuk dalam MBR. Selain itu, lahan yang akan dipakai untuk dibangun ulang harus milik sendiri dan telah bersertifikat. Lalu, luasnya tidak lebih dari 45 meter persegi.

    “Kita akan bantu atau kita dampingi warga yang terkena kebakaran. Kita bantu secara desain lebih baik begini. Untuk berikutnya, bangun (rumah) jangan yang rentan kebakaran. Baik dari denah ruangan, organisasi ruang, ataupun bahan material. Kita akan dampingi, kita akan suggest, jangan memilih bahan material yang rentan kebakaran gitu lah, edukasi atau pendampingan,” jelas Teguh.

    LBA juga berlaku untuk membantu konsolidasi lahan. Pihaknya melihat di Jakarta banyak sekali permukiman padat yang tidak memiliki sirkulasi udara yang baik atau ruang terbuka. Lewat program LBA, pihaknya akan membantu memberikan solusi untuk mewujudkan hunian yang nyaman dan sehat.

    “Katakanlah dalam satu area, satu RT ada 20 rumah misalkan. Rumahnya himpit-himpitan gitu ya. Kita akan merenovasi atau merehabilitasi atau merekonstruksi ulang dengan vertikal. Jadi dengan 20 rumah itu, kita akan buat vertikal, buat ke atas. Misalkan yang tadinya mereka 20 rumah itu ada 1 atau 2 rantai saja, kita akan bantu desain. Artinya 20 keluarga itu, kita akan pertemukan, kita akan diskusi sehingga mereka akan dapat rumah tapi vertikal. Ya kayak rumah susun lah bahasanya. Artinya dengan digantikan secara vertikal, akan ada lahan terbuka,” terangnya.

    Konsep konsolidasi lahan ini mirip dengan yang terjadi Kampung Kunir dan Konsolidasi Tanah Vertikal (KTV) di Palmerah.

    Teguh menjelaskan bagi MBR di Jakarta yang butuh bantuan arsitek untuk rumahnya, bisa segera mengunjungi Jakarta Architecture Festival (JAF) 2025 yang berlangsung pada 16-26 Oktober di Blok M Hub.

    Nantinya di sana akan dijelaskan mengenai cara dan prosedur untuk mendapatkan bantuan dari LBA ini. Teguh menyebut hingga saat ini sudah ada sekitar 10-20 arsitek yang siap untuk memberikan konsultasi gratis.

    “Kita akan membuka open participant dan saya rasa anggotanya 10-20 arsitek bisa kami kumpulkan, tetapi tidak menutup kemungkinan juga bisa lebih kalau memang banyak yang kita harus bantu. Karena kami sendiri di Jakarta itu memiliki arsitek kurang lebih 1.500 arsitek,” sebutnya.

    Adapun syarat masyarakat yang bisa mendapat layanan bantuan arsitek, sebagai berikut.

    1. Warga Jakarta dan memiliki tanah di Jakarta

    2. Masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan dapat dibuktikan

    3. Ingin membangun rumah atau membangun ulang

    4. Status tanah milik sendiri dan memiliki sertifikat tanah

    5. Luas tanah maksimal 45 meter persegi.

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com