Tag: papua

  • Ini Aksi Peserta Audisi Emeron Hijab Hunt Jabodetabek 2024 Yang Bikin Beda

    Jakarta

    Audisi Emeron Hijab Hunt 2024 sedang berlangsung di Parkir Downtown Summarecon Mall Bekasi (27/7/2024). Ada yang bernyanyi campur sari hingga tarian daerah dari Papua. Penasaran seperti apa?

    Wolipop melihat semangat dan antusias dari peserta yang mengikuti audisi Emeron Hijab Hunt 2024 di Jabodetabek. Ada yang membawa properti pendukung dan sudah mengenakan busana sesuai dengan bakat masing-masing.

    Seperti Puri Ayu Lestari (32 tahun) yang tinggal di Jakarta Selatan akan unjuk gigi bakat medle tari nusantara, mulai dari tari Papua.


    Suasana audisi tahap pertama Emeron Hijab Hunt 2024 Jabodetabek di Summarecon Mall Bekasi (27/7/2024).Foto Puri yang unjuk gigi menari tradisional Papua di audisi tahap pertama Emeron Hijab Hunt 2024 Jabodetabek di Summarecon Mall Bekasi (27/7/2024). Foto: Gresnia/Wolipop

    “Harapannya dengan tarian Papua ini sebenarnya ingin menampilkan bakat dan menginspirasi generasi muda karena usianya banyak yang ikut. Dan hijabers muda bisa melestarikan budaya Indonesia karena kan berhijab juga bisa menari dan menginspirasi,” ucap Puri.

    Peserta audisi Emeron Hijab Hunt 2024 yang unik dan bisa memberikan inspirasi, seperti Mutiara Adi Winasti (18 tahun) yang memakai buaanaetnik kebaya Jawa.

    “Soalnya tanggal 24 Juli 2024 kemarin adalah Hari Kebaya Nasional, jadi aku pakai kebaya. aaku kepengen bernyanyi campur sari dan melestasikan lagu-lagu Jawa agar orang Kota bisa melihat kita itu bisa juga melestarikannya juga,” ungkap Muti.

    Dwike Nuraini (27) akan bernyanyi saat audisi Emeron Hijab Hunt 2024 Jabodetabek.Foto Dwike Nuraini (27) akan bernyanyi saat audisi Emeron Hijab Hunt 2024 Jabodetabek. Foto: Gresnia/Wolipop.

    Muti menyanyikan lagu Seu Kuto ciptaan Didi Kempot, ia menuturkan lagu ini selalu dikenang dan Didi Kempot merupakan seorang legend. “Harapannya dari akh sendiri ingin maju, yang terbaik semoga menang dan melestarikan budaya Indonesia,” pungkasnya.
    Selain campur sari, Muti juga mempunyai bakat Taekwondo, public speaking dan menguasai bahasa Arab, Indonesia dan Inggris.

    Ada juga peserta yang menampilkan suara indahnya yaitu Dwike Nuraini (27 tahun). Ia mengungkapan ingin mendapat umrah dari Emeron Hijab Hunt 2024.

    “Kepengennya sih melihat Emeron Hijab Hunt ini menjadi peluang aku untuk bisa lebih produktif dan mengembangkan bakat yang aku punya. Goalsnya menang terutama kepengen umrah itu kan menarik banget sih. Rasanya kepengen tampil depan juri pastinya deg-degan tapi haris optimis dan percaya diri,” tutur Dwike.

    Ibu satu orang anak ini menjelaskan tak sabar ingin menunjukkan bakatnya di depan juri dan kembali aktif.

    “Persiapannya pastinya cari lagunya yang sesuai dari penampilan dan mental aku pastinya. Mentalnya hal pertama itu meninggalkan anak dulu di rumah dan sudah lama vakum jadi harus persiapan banget,” ujarnya.

    Registrasi audisi Emeron Hijab Hunt 2024 Jabodetabek di Summarecon Mall Bekasi, Sabtu (27/7/2024).Registrasi audisi Emeron Hijab Hunt 2024 Jabodetabek di Summarecon Mall Bekasi, Sabtu (27/7/2024). Foto: Rifkianto Nugroho.

    Selain itu ada Yanti Permata Sari (27 tahun) akan penampilkan bakat sebagai pembawa acara dan menampilkan keahlian lainnya.

    Wanita yang akrab disapa Yanti ini mengatakan sudah banyak latihan, berdoa dan sering berbicara di depan cermin.”Aku latihan depan cermin, mengatur artikulasi dengan baik dan berdoa,” tuturnya.

    Ada juga Aisyah (18 tahun) yang akan bernyanyi di depan juri.”Rasanya deg-degan banget banyak persiapan dari kemarin. Persiapannya mulai dari latih pernafasan dan bernyanyi sendiri,” pungkasnya.

    Acara ini didukung oleh Emeron Hijab Shampoo, Shopee Indonesia, Bank Syariah Indonesia, Social Media KipasKipas, EZnet by Telkomsel Internet Mudah Murah Untuk Seisi Rumah dan GIS Travel Sahabat Umroh dan Haji Anda.

    (gaf/gaf)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • 5 Tips Mudik Pakai Mobil Listrik agar Aman dan Nyaman


    Jakarta

    Menjelang Hari Raya Idul Fitri, banyak masyarakat yang mulai pulang ke kampung halaman. Apabila kamu berniat mudik pakai mobil listrik, ada beberapa tips penting yang perlu diketahui.

    Mudik jadi salah satu tradisi yang dilakukan masyarakat Tanah Air. Ada yang memilih menggunakan transportasi umum seperti bus, kereta api, dan pesawat, lalu ada juga yang mengendarai kendaraan pribadi.

    Bagi kamu yang berencana mudik dengan mengendarai mobil pribadi, khususnya yang bertenaga listrik, ada beberapa hal penting yang harus diketahui. Langkah ini agar tetap aman dan nyaman selama di perjalanan.


    Lantas, apa saja tips mudik pakai mobil listrik? Simak pembahasannya dalam artikel ini.

    Tips Mudik Pakai Mobil Listrik

    Dilansir situs Wuling Indonesia, berikut sejumlah tips mudik pakai mobil listrik agar aman dan nyaman sampai di tujuan:

    1. Merencanakan Perjalanan

    Tips yang pertama adalah merencanakan perjalanan sebelum berangkat mudik. Sebagai pemilik kendaraan, kamu wajib tahu soal kapasitas baterai, jarak tempuh yang mampu dicapai saat kondisi baterai penuh, dan waktu yang dibutuhkan untuk mengisi ulang baterai.

    Selain itu, detikers juga harus mengkalkulasikan jarak dan waktu perjalanan yang akan ditempuh selama mudik. Kamu bisa mengecek estimasi perjalanan di Google Maps, tetapi itu belum termasuk dengan waktu istirahat sejenak di rest area.

    2. Mengetahui Lokasi SPKLU

    Selain merencanakan perjalanan, kamu juga harus melakukan riset mendalam soal lokasi SPKLU pengisian baterai dengan jenis-jenis soket pengisian daya (port charging), seperti CHAdeMO, CCS, dan AC Charging.

    Pada umumnya, saat ini SPKLU terdiri dari empat kategori, mulai dari slow charging (≥ 7 kW), medium charging (≥ 25 kW), fast charging (≥ 50 kW), dan ultrafast charging (≥100 kW).

    3. Mengecek Kondisi Mobil

    Langkah yang paling penting sebelum mudik adalah mengecek seluruh kondisi mobil. Lakukan pemeriksaan terhadap tekanan ban, sistem pendingin, hingga kondisi baterai mobil listrik.

    Sebaiknya, lakukan pengecekan mobil listrik ke bengkel resmi yang terdekat dari rumah. Langkah ini guna memastikan bahwa mobil dalam kondisi prima, sehingga dapat mencegah terjadinya hal-hal yang tak diinginkan.

    4. Perhatikan Gaya Berkendara

    Selama perjalanan mudik, perhatikan juga kecepatan dan gaya berkendara. Berbeda dengan mobil konvensional yang lebih boros energi saat melaju dalam kecepatan rendah, khususnya di jalanan macet, mobil listrik justru lebih boros energi ketika digunakan dalam kecepatan tinggi seperti di jalan tol.

    Soalnya, mobil listrik mendapatkan torsi secara instan dengan semakin besarnya hambatan udara yang dihadapi kendaraan. Maka dari itu, hindari menyetir mobil secara agresif dan jaga rata-rata kecepatan mobil tetap stabil di rentang 60-80 km per jam.

    Selain lebih hemat energi agar tidak bikin baterai cepat habis, langkah ini juga untuk memberikan rasa aman selama perjalanan.

    5. Istirahat jika Sudah Lelah

    Selama mudik, detikers akan menempuh jarak hingga ratusan kilometer untuk bisa sampai di tempat tujuan. Hal ini terkadang membuat tubuh cepat lelah sehingga mudah kantuk.

    Kalau sudah lelah, segera melipir sejenak ke rest area untuk beristirahat. Pastikan kamu mencari rest area yang juga menyediakan SPKLU agar mobil bisa diisi ulang baterainya.

    Ketika badan sudah segar, baterai mobil listrik juga sudah kembali penuh. Kini, detikers tinggal melanjutkan perjalanan menuju ke kampung halaman.

    Cara Cek Lokasi SPKLU saat Mudik Lebaran

    Pemudik yang akan mengendarai mobil listrik tak perlu khawatir soal ketersediaan SPKLU. Sebab, PLN sudah menyiapkan 1.000 unit SPKLU di sepanjang jalur mudik Trans Jawa-Sumatera.

    Secara rinci, jumlah SPKLU di Sumatera sebanyak 431 unit, Jawa 2.448 unit, Bali 166 unit, Kalimantan 215 unit, Sulawesi 145 unit, Maluku 26 unit, Nusa Tenggara 72 unit dan Papua 26 unit.

    “Guna memastikan para pemudik nyaman dalam melakukan pengisian daya, PLN juga menyiagakan sebanyak 12 unit SPKLU mobile yang tersebar di jalur Trans Jawa-Sumatera. Keberadaan unit ini juga penting khususnya dalam membantu pemudik EV jika sewaktu-waktu kehabisan daya di perjalanan,” kata Direktur Ritel dan Niaga PLN Edi Srimulyani dikutip Antara, Jumat (14/3/2025).

    Kini, detikers bisa mengetahui lokasi SPKLU dengan mudah dan cepat lewat aplikasi Google Maps di smartphone. Berikut langkah-langkahnya:

    • Buka aplikasi Google Maps
    • Di bagian sub menu, geser layar ke kiri untuk memilih kolom ‘Lainnya’ atau ‘More’
    • Geser layar ke bawah dan pilih opsi ‘Charging stations’ atau tempat pengisian mobil listrik
    • Setelah itu, akan muncul lokasi SPKLU yang terdekat dari lokasi kamu saat ini.

    Demikian lima tips mudik pakai mobil listrik agar aman dan nyaman. Semoga bermanfaat!

    (ilf/fds)



    Sumber : oto.detik.com

  • Kesegaran Tersembunyi di Kaki Gunung Salak



    Sukabumi

    Traveler yang mencari kesegaran buat liburan di akhir pekan bisa bertualang ke kaki gunung Salak. Di sana ada satu curug atau air terjun yang masih tersembunyi.

    Kabut pagi masih menggantung di lereng Gunung Salak ketika suara gemericik air mulai terdengar dari balik kebun teh. Di ujung jalur setapak yang menurun tajam itu, air terjun jatuh dari tebing berlumut, memecah keheningan pedesaan Kabandungan.

    Warga sekitar menyebutnya Curug 3 Helipad, sebagian lain mengenalnya sebagai Curug Sentral III. Air terjun ini terdiri dari dua aliran besar yang mengucur sejajar dari tebing batu.


    Aliran air itu membentuk tirai putih di tengah dinding hijau lumut. Di bawahnya, kolam dangkal berwarna kehijauan memantulkan cahaya lembut dari langit. Wisatawan terlihat bermain air, sebagian lagi berfoto dengan latar curug yang megah.

    Di tepi sungai kecil yang menjadi aliran keluar, deretan sandal dan sepatu ditinggalkan begitu saja di atas batu berjejer rapi seperti barisan kecil yang menunggu pemiliknya kembali.

    Curug 3 Helipad SukabumiCurug 3 Helipad Sukabumi Foto: Syahdan Alamsyah/detikJabar

    Terletak di kawasan kebun teh Jayanegara, Desa sekaligus Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, curug ini menjadi tempat beristirahat bagi mereka yang ingin mengasingkan diri dari hiruk-pikuk kota.

    Dari atas kebun teh, hamparan hijau membentang sejauh mata memandang. Di kejauhan, perkampungan Kabandungan dan Kalapanunggal terlihat kecil di antara lipatan bukit.

    “Curug ini airnya langsung dari Gunung Salak. Banyak pengunjung datang untuk bermain air dan berfoto, apalagi pemandangan kebun tehnya jadi spot favorit,” ujar Andri (35), pengelola Curug Sentral III, Minggu (2/11).

    Andri duduk di bale-bale bambu di sisi jalan tanah yang menurun ke arah curug. Dari tempatnya berjaga, ia bisa melihat arus air yang mengalir deras di musim penghujan. Ia tahu persis kapan wisatawan harus diingatkan untuk menjauh.

    “Kami selalu awasi langsung, apalagi kalau debit air meningkat,” katanya.

    Fasilitas di kawasan ini sederhana. Beberapa warung kopi berdiri di tepi kebun, menyediakan mi instan, gorengan, dan teh hangat. Di dekatnya ada musala kecil dan MCK seadanya.

    Pengelola membatasi jam kunjungan wisatawan hingga pukul 17.00 WIB saja setiap harinya. Tiket masuknya murah, hanya Rp10.000 per orang, ditambah Rp3.000 untuk parkir motor.

    Sebagian wisatawan lain datang dari luar Sukabumi. Ada rombongan keluarga dari Bogor, sepasang mahasiswa dari Bandung, hingga pejalan tunggal dari Jakarta yang ingin berkemah di sekitar kebun teh.

    “Ada juga pengunjung yang datang jauh-jauh dari Papua,” kata Andri dengan bangga.

    Pada akhir pekan, suasana berubah lebih ramai. Tenda-tenda kecil kadang berdiri di pinggiran kebun teh, sementara petugas rescue dari Cicurug berjaga di lokasi.

    “Hari ini yang bertugas ada tiga orang, situasi aman dan terkendali,” kata seorang anggota tim penyelamat yang berjaga di bawah tebing.

    Salah satu pengunjung, Nadia (17), warga Cibadak, datang bersama empat temannya setelah menempuh perjalanan satu jam menggunakan sepeda motor. Wajahnya tampak cerah meski kaki basah oleh air dingin curug.

    “Senang banget bisa main air dan foto-foto bareng teman-teman di sini, pemandangannya keren,” ujarnya sambil tertawa.

    Bagi warga sekitar, curug ini bukan sekadar tempat wisata. Airnya menjadi sumber penghidupan. Warga memanfaatkan aliran sungai di bawahnya untuk mengairi kebun dan menyalakan turbin kecil pembangkit listrik rumahan.

    “Dari dulu air curug ini yang kasih hidup kampung,” tutur Eman (52), warga Jayanegara yang rumahnya di sekitar curug.

    Asal Usul Nama Curug Helipad

    Nama ‘Helipad’ sendiri muncul dari bentuk kawasan di atas curug yang lapang di tengah kebun teh. Permukaannya datar dan terbuka, menyerupai landasan helikopter.

    Warga setempat menyebutnya begitu sejak dulu, meski tak pernah benar-benar ada helikopter mendarat di sana. Lama-kelamaan, nama itu melekat, diwariskan dari mulut ke mulut wisatawan.

    Kabut tipis turun perlahan, menyapu pucuk-pucuk teh yang berbaris di lereng. Suara air terjun berpadu dengan canda pengunjung yang tak jemu memotret keindahan alam di hadapan mereka.

    Di sela gemuruh air, terdengar samar suara serangga dari balik rimbun dedaunan tanda alam yang masih hidup dan terjaga di kaki Gunung Salak.

    ——–

    Artikel ini telah naik di detikJabar.

    (wsw/wsw)

    Sumber : travel.detik.com

    Alhamdulillah اللهم صلّ على رسول الله محمد wisata mobil
    image : unsplash.com / Thomas Tucker
  • 6 Kota Favorit untuk Liburan Slow Travel di Indonesia


    Jakarta

    Slow travel jadi tren liburan terkini yang ingin lebih menikmati pesona destinasi wisata. Slow travel identik dengan kegiatan yang lebih mengenal (ngeblend) kebiasaan, kebudayaan, dan karakter masyarakat sekitar. Penikmat slow travel biasanya tinggal lebih lama di kota tujuan.

    Kota Favorit Slow Travel

    Destinasi wisata populer ternyata menjadi tujuan utama penikmat slow travel. Berikut rekomendasi kota tujuan slow travel

    Kalegowa, Sulawesi Selatan

    Lahan sawah di CirebonIlustrasi sawah Kalegowa (dok. Fahmi Labibinajib)

    Kota ini dinobatkan sebagai kota terbaik kedua untuk slow travel di Asia versi Agoda. Kalegowa terkenal dengan sejarahnya yang panjang sebagai lokasi pertama benteng kerajaan Gowa. Kota ini juga punya pesona sawah hijau, pohon rindang, arsitektur Bugis masih lestari, serta warga lokal yang hangat dan ramah.


    Yogyakarta, DI Yogyakarta

    Tahukah traveler ada yang unik jika berkunjung ke Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Setiap pengunjung yang datang akan diperlakukan selayaknya tamu raja.tempat penyambutan pengunjung Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat Foto: Arawinda Dea Alisia

    Penikmat slow travel bisa memilih destinasi wisata dan lokasi menginap yang jauh dari pusat. Selain Yogya, kamu bisa memilih lokasi wisata di Bantul, Gunung Kidul, Kulon Progo, dan daerah lagi di Yogyakarta. Untuk lokasi wisata, kamu sebaiknya memilih museum, candi, situs sejarah dan budaya lain yang bisa dinikmati tanpa harus buru-buru.

    Purwokerto, Jawa Tengah

    Wisata Baturaden, Baturraden, PurwokertoWisata Baturaden, Baturraden, Purwokerto Foto: Ari Saputra

    Ibu kota Kabupaten Banyumas ini kerap disebut mirip Yogya, namun tidak seramai kota tersebut. Purwokerto terkenal dengan hawa sejuk, adem, minim macet, masyarakat ramah, dan biaya hidup murah. Kendati begitu, Puwokerto tidak sulit diakses internet dan sangat adaptif pada perkembangan teknologi.

    Bandung, Jawa Barat

    Suasana Braga, Kota Bandung di momen libur panjang Waisak 2025.Suasana Braga, Bandung Foto: Rifat Alhamidi

    Kota Bandung secara umum adalah destinasi wisata populer karena dekat Jabodetabel dan mudah diakses. Namun, Bandung menyediakan tempat bagi penikmat slow travel yang ingin berlama-lama meniknati keindahannya. Kamu bisa memilih destinasi wisata alam, sejarah, dan budaya yang tidak terlalu ramai pengunjung.

    Raja Ampat, Papua Barat Daya

    Laguna berbentuk bintang di Raja AmpatLaguna berbentuk bintang di Raja Ampat Foto: Johanes Randy

    Potongan surga dunia ini sangat disayangkan jika tidak bisa dinikmati berlama-lama. Slow travel sangat direkomendasikan agar bisa menikmati keberagaman flora dan fauna Raja Ampat, hewan endemik, pasir putih, air laut biru hijau yang jernih. Selain itu, sungguh disayangkan jika harus meninggalkan Raja Ampat tanpa tahu kekayaan budaya dan sejarah masyarakatnya.

    Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur

    Kapal-kapal wisata di perairan Labuan Bajo yang digunakan wisatawan kala berkunjung ke Taman Nasional Komodo, Manggarai Barat, NTT.Kapal-kapal wisata di perairan Labuan Bajo Foto: Ambrosius Ardin/detikBali

    Destinasi wisata ini adalah gerbang menuju habitat asli komodo di Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur. Di sini ada beragam spot wisata yang bisa kamu nikmati tanpa harus terburu-buru yaitu Goa Rangko, Air Terjun Cunca Rami, Bukit Sylvia, Sawah Lingko, dan Kampung Compang To’e Melo untuk mengenal budaya lokal Labuan Bajo.

    Sebelum memilih destinasi wisata untuk slow travel, pastikan kamu sudah menyusun itinerary yang tepat sehingga waktu liburan terasa lebih efisien.

    (row/fem)

    Sumber : travel.detik.com

    Alhamdulillah اللهم صلّ على رسول الله محمد wisata mobil
    image : unsplash.com / Thomas Tucker
  • 7 Spot Tercantik di Raja Ampat yang Wajib Kamu Lihat Sebelum Terlambat


    Jakarta

    Raja Ampat belakangan ramai diperbincangkan karena menjadi lokasi tambang nikel. Eksploitasi ini berdampak buruk pada kebersihan lingkungan, keanekaragaman hayati, keberlangsungan pulau, dan kehidupan masyarakat Raja Ampat.

    Bahkan, bukan tidak mungkin pulau-pulau di Raja Ampat menghilang akibat abrasi karena penggalian nikel terus menerus. Nah, sebelum kondisi Raja Ampat berubah karena penggalian tambang ada baiknya detikers segera menikmati pesona kepulauan ini.

    7 Spot Tercantik di Raja Ampat

    Dikutip dari arsip detiktravel, berikut destinasi wisata yang bisa dikunjungi secepatnya sebelum keindahan Raja Ampat berubah


    1. Pulau Wayag

    Gugusan pulau karst di Raja AmpatGugusan pulau karst di Raja Ampat Foto: (Anton Chandra/d’Traveler)

    Di antara banyak pulau di Raja Ampat, Pulau Wayag bisa dikatakan menjadi yang paling ikonik. Pulau Wayag terkenal dengan puncak karang lancip di tengah laut biru hijau yang mempesona. Pemandangan indah Pulau Wayag makin sempurna jika disaksikan dari atas bukit.

    2. Pulau Piaynemo

    bukit karst piaynemoBukit karst Piaynemo Foto: Kata Waktu

    Nama Pulau Piaynemo makin dikenal setelah kerap disebut nama kasus tambang nikel Raja Ampat. Piaynemo mirip Wayag sehingga kerap disebut Wayag Mini karena memang berukuran lebih kecil. Bukit karang dan laut hijau-biru bikin turis berdecak kagum serta tidak bosan.

    3. Pulau Misool

    MisoolPulau Misool (Ryan Febrian/d’Traveler)

    Misool adalah bagian dari kawasan Segitiga Terumbu Dunia (Coral Triangle) dengan biodiversity flora dan fauna. Tak heran jika Misool menjadi destinasi wisata paling populer untuk diving dan snorkeling. Menyelam di laut Pulau Misool akan jadi pengalaman tak terlupakan seumur hidup.

    4. Telaga Bintang

    Piaynemo dan Telaga Bintang Raja AmpatTelaga Bintang (star lagoon) Raja Ampat Foto: Ahmad Masaul Khoiri/detikcom

    Lanskap alam ini adalah danau air laut yang tidak terlalu besar (lagoon) berbentuk bintang. Danau dikelilingi karang dengan air laut sangat jernih. Spot ini cocok untuk wisatawan yang ingin merasakan sejuknya air laut dengan berenang, atau menikmati kekayaan hewan dan tumbuhan bawah laut.

    5. Batu Pensil

    Batu Pensil di Teluk Kabui Raja AmpatBatu Pensil di Teluk Kabui Raja Ampat (Wahyu Setyo Widodo)

    Seperti namanya, karang ini menjulang tinggi dengan ujung agak lancip mirip ujung pensil. Dengan bentuk yang khas ini, Batu Pensil menjadi ikon Raja Ampat dan sangat populer sebagai spot foto. Spot Batu Pensil ini makin menonjol karena dikelilingi laut biru jernih.

    6. Pasir Timbul

    Pasir timbul Raja AmpatPasir Timbul Raja Ampat (Gema Bayu Samudra/d’Traveler)

    Di Raja Ampat, pasir pantai bisa ditemukan muncul di tengah lautan. Pasir Timbul ini bisa terlihat saat air laut surut menjadi daratan sendiri, seperti fenomena Tanah Lot di Bali. Seperti Batu Pensil, Pasir Timbul menjadi spot ikonik Kepulauan Raja Ampat di Papua Barat Daya.

    7. Desa Wisata Arborek

    Desa Wisata ArborekDesa Wisata Arborek (Kampung Wisata Arborek/Instagram)

    Kawasan ini menyimpan informasi budaya asli masyrakat Raja Ampat. Wisatawan bisa nginep di homestay yang dikelola warga setempat, sambil melihat dari dekat aktivitas mereka sehari-hari. Tentunya Dewa Wisata Arborek dikelilingi pantai indah dengan laut jernih dan pasir putih.

    Pemerintah belakangan telah mencabut Izin Usaha Pertambangan (IUP) perusahaan di Raja Ampat. Namun IUP satu perusahaan belum dicabut, meski pemerintah mengatakan akan mengawasi ketat. Dengan kondisi ini, tak ada salahnya kamu menempatkan Raja Ampat dalam wish list liburan kamu.

    (row/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Pesona Batang Pele di Raja Ampat, Hutan Lindung yang Dikepung Tambang


    Jakarta

    Batang Pele atau kerap ditulis Batangpele adalah pulau kecil di kawasan Raja Ampat yang kaya nikel dan sumber daya alam hayati. Dengan luas hanya 2.000 hektare atau kurang lebih 20 km2, Batang Pele berperan penting dalam konservasi alam di Raja Ampat.

    Hutan Lindung Batang Pele

    Batang Pele yang termasuk pulau kecil bahkan sangat kecil ini hampir separuhnya adalah hutan lindung. Dikutip dari situs lembaga nonprofit Mongabay, hutan lindung Batang Pele punya spesies endemik dan yang dilindungi. Beberapa spesies tersebut adalah

    1. Pohon pelangi

    Tumbuhan dengan nama ilmiah Eucalyptus deglupta atau rainbow eucalyptus ini dikenal juga dengan nama pohon leda. Seperti namanya, kulit pohon ini berwarna seperti pelangi bukan coklat seperti pohon kebanyakan. Tanaman ini adalah flora endemik di Papua Niugini, Papua, Pulau Seram, Maluku, dan Sulawesi.


    2. Pohon trembesi

    Trembesi dengan ciri tajuk yang sangat lebar ini adalah penyerap CO2 paling baik dibanding pohon lain. Pohon dengan nama ilmiah Samanea saman ini dikenal juga sebagai pohon hujan atau kihujan. Daun trembesi otomatis menutup saat mendung atau hujan, sehingga air yang turun bisa langsung sampai ke lahan. Trembesi biasa ditanam di ruang publik karena butuh area yang luas.

    3. Pohon parijoto

    Parijoto dianggap sebagai tanaman hutan terindah dengan daun yang selalu hijau dan buah berwarna merah ungu. Saat masih muda, warna buah parijoto adalah merah muda sehingga terlihat sangat cantik dan kontras dengan batangnya yang berwarna coklat. Parijoto tumbuh liar di gunung hutan dan dibudidayakan sebagai tanaman hias.

    4. Cantigi gunung

    Flora dengan nama latin Vaccinium varingiafolium ini tumbuh di ketinggian 1.800-3.340 meter. Ukuran pohon ini memang kecil dengan tinggi hanya 2,5-5 meter dan diameter 50 cm, namun akar dan kayunya sangat kuat. Saking kuatnya, pendaki biasa berpegangan pada cantigi saat melewati lahan terjal. Cantigi dicirikan dengan daun hijau lonjong yang berwarna kemerahan saat muda.

    Batang Pele di Tengah Konsesi Tambang

    Kekayaan Batang Pele tersimpan juga di perut bumi berupa nikel. Data GeoRIMA ESDM menjelaskan potensi nikel Batang Pele sebagai berikut:

    • Bijih terukur: 5.378.000 ton
    • Logam terukur: 52.327,94 ton.

    Pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) Batang Pele adalah PT Mulia Raymond Perkasa (MRP) melalui pemerintah daerah setempat. Padahal, Batang Pele sebagai pulau kecil tak seharusnya bisa dieksploitasi apalagi statusnya adalah hutan lindung.

    Pemerintah memang telah mencabut IUP yang diperoleh PT MRP, namun bukan tidak mungkin tambang kembali mengancam kelestarian hutan lindung Raja Ampat. Karena itu, masyarakat harus memastikan Batang Pele benar-benar terlindung dari keserakahan yang tidak bertanggung jawab.

    (row/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • 7 Lokasi Sunrise Lebih Spektakuler dari Bromo



    Jakarta

    Berburu sunrise di gunung menjadi salah satu daftar wajib pendaki. Tak cuma Bromo, gunung-gunung ini punya sunrise yang lebih spektakuler.

    Sunrise tentu berbeda dengan sunset. Ada esensi tersendiri yang dirasakan saat seseorang berburu sunrise di gunung.

    Gerak dramatis matahari muncul cari balik awan membuat cakrawala romantis tanpa bisa ditepis, layaknya samudera dengan suasana magis. Apalagi, butuh pengorbanan dalam mencapainya.


    Gunung Bromo menjadi tempat favorit untuk berburu sunrise. Kecantikannya yang disebut-sebut serupa Mars dan zaman purba itu membuat banyak turis internasional berbondong-bondong datang untuk melihatnya.

    Sebenarnya, Indonesia punya banyak gunung dengan sunrise yang tak kalah spektakuler dari Gunung Bromo.

    7 Lokasi Sunrise Lebih Spektakuler dari Bromo

    1. Gunung Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat

    – Lokasi: Taman Nasional Gunung Rinjani, Lombok
    – Waktu terbaik: Mei-September
    – Keunikan: Sunrise di atas danau kawah Segara Anak dengan latar belakang Gunung Barujari.

    2. Gunung Semeru, Jawa Timur

    – Lokasi: Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur
    – Waktu terbaik: Mei-September
    – Keunikan: Sunrise di puncak Mahameru dengan pemandangan Gunung Bromo dan laut awan.

    3. Gunung Jayawijaya (Puncak Jaya), Papua

    – Lokasi: Taman Nasional Lorentz, Papua
    – Waktu terbaik: Maret-Oktober
    – Keunikan: Sunrise di puncak Jayawijaya dengan pemandangan gletser dan pegunungan.

    4. Gunung Agung, Bali

    – Lokasi: Taman Nasional Gunung Agung, Bali
    – Waktu terbaik: Mei-September
    – Keunikan: Sunrise di puncak Gunung Agung dengan pemandangan Pulau Bali dan Gunung Batur.

    5. Gunung Tambora, Nusa Tenggara Barat

    – Lokasi: Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu, Provinsi NTB.
    – Waktu terbaik: Juli-Agustus
    – Keunikan: Sunrise di Gunung Tambora sangat memukau. Cahaya matahari yang menyembul di balik awan, dipadukan dengan siluet padang savana yang hijau. Setiap jalur pendakian resmi di Gunung Tambora menawarkan pengalaman sunrise yang berbeda.

    6. Gunung Merapi, Jawa Tengah

    – Lokasi: Taman Nasional Gunung Merapi, Jawa Tengah
    – Waktu terbaik: Mei-September
    – Keunikan: Sunrise di puncak Gunung Merapi dengan pemandangan Gunung Merbabu dan Kota Yogyakarta.

    7. Gunung Kerinci, Jambi

    – Lokasi: Taman Nasional Kerinci Seblat, Jambi
    – Waktu terbaik: Maret-September
    – Keunikan: Sunrise di puncak Gunung Kerinci dengan pemandangan Danau Gunung Tujuh dan hutan hujan tropis.

    (bnl/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • Tradisi Potong Jari, Bukti Cinta dan Kesetiaan Mama-mama Suku Dani



    Wamena

    Rasanya, tak ada yang bisa mengalahkan perempuan Suku Dani dalam urusan cinta dan kesetiaan. Mereka membuktikan luka di hati dengan tradisi potong jari.

    Suku Dani di Lembah Baliem, Provinsi Papua Pegunungan mempunyai satu cara dalam mengungkapkan duka yang mendalam. Mereka rela memotong jari saat pasangan atau keluarga meninggal dunia. Selain itu, tradisi itu dilakukan saat mereka kecewa karena cinta. Semakin banyak jari yang dipotong, pertanda jumlah saudara yang meninggal atau dalamnya duka.


    Biasanya tradisi itu dilakukan oleh perempuan atau mama-mama Suku Dani. Dalam arsip detikcom tradisi potong jari dilakukan ketika salah satu anggota keluarga mereka, yaitu ayah, ibu, anak, atau adik yang meninggal dunia.

    Penduduk Suku Dani percaya memotong salah satu jari tangan adalah sebagai simbol dari rasa sakit ketika ditinggal selamanya oleh anggota keluarga yang mereka cintai. Selain untuk mengungkapkan kesedihan dan persaudaraan yang erat, cara itu dilakukan sebagai doa agar hal yang sama tidak terulang kembali.

    Tradisi itu lebih banyak dilakukan oleh perempuan. Para lelaki menunjukkan kesedihan dengan memotong kulit telinga untuk menunjukkan kesedihan mereka ketika kehilangan salah satu anggota keluarga mereka.

    Yang memilukan lagi, alat yang digunakan untuk menjalankan tradisi tersebut. Bagi yang mau potong jari, digunakan alat tradisional yang disebut kapak batu. Berbeda dengan pisau dapur yang tipis dan tajam, kapak batu lebih tumpul keras.

    Sementara itu, untuk menjalankan tradisi potong daun telinga digunakan semacam bambu runcing yang digunakan untuk mengiris bagian kuping yang ingin dipotong.

    Tradisi potong jari Suku Dani itu sudah diwariskan turun temurun dan hingga saat ini masih dilakukan. Kendati pemerintah Papua dan Jayawijaya telah melarang untuk melakukan tradisi itu, namun penduduk Suku Dani tetap melakukannya hingga saat ini.

    (bnl/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Pesona Keanekaragaman Hayati Indonesia Timur, Cocok untuk Traveler dan Patut Dijaga



    Waisai

    Indonesia Timur dikenal sebagai salah satu kawasan dengan kekayaan alam paling luar biasa di dunia. Dari bawah laut Raja Ampat yang sering dijuluki sebagai surga dunia hingga lebatnya hutan Papua yang menyimpan banyak flora dan fauna langka.

    Wilayah itu menawarkan pengalaman yang tak hanya memanjakan mata, tapi juga sangat penting untuk kelestarian lingkungan.

    Tak heran jika banyak pelancong, baik dari dalam maupun luar negeri, menjadikan kawasan ini sebagai destinasi impian. Raja Ampat yang terletak di Papua Barat Daya, dikenal sebagai pusat keanekaragaman hayati laut dunia.


    Di sana, hamparan terumbu karang menjadi rumah bagi ratusan spesies ikan dan biota laut lainnya yang jarang ditemukan di tempat lain. Menyelam di perairan tersebut seperti masuk ke dunia lain yang menakjubkan.

    Keindahan serupa juga bisa dinikmati di Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Kawasan ini kini berkembang menjadi pusat penelitian kelautan dan destinasi edukasi ekowisata yang semakin menarik perhatian traveler.

    Tak hanya bawah lautnya yang memesona, daratan Indonesia Timur pun menyimpan sejuta keindahan. Taman Nasional Komodo di Nusa Tenggara Timur menjadi salah satu ikon pariwisata yang menggabungkan panorama savana, bukit-bukit eksotis, serta laut jernih berwarna biru kehijauan.

    Namun yang paling terkenal tentu saja adalah Komodo, kadal raksasa purba yang hanya bisa ditemukan di sana. Sementara itu, Papua menyuguhkan hutan hujan tropis yang menyimpan kekayaan hayati luar biasa.

    Burung cenderawasih, yang dikenal dengan bulunya yang indah, serta beragam tanaman endemik, menjadikan wilayah ini sangat penting bagi upaya pelestarian alam secara global.

    Sayangnya, pesona alam yang luar biasa ini tidak lepas dari berbagai ancaman. Aktivitas pertambangan, penangkapan ikan berlebihan, serta dampak negatif dari pariwisata massal menjadi tantangan besar.

    Contohnya, penolakan terhadap tambang nikel di sekitar Raja Ampat beberapa waktu lalu menjadi pengingat bahwa ekosistem di kawasan tersebut sangat rentan. Traveler yang datang ke Indonesia Timur diharapkan tak hanya menikmati keindahan alamnya, tapi juga ikut menjaga keberlanjutannya.

    Mulai dari memilih operator wisata yang peduli lingkungan, mematuhi aturan konservasi, hingga menghormati budaya lokal. Semua ini adalah langkah sederhana yang bisa memberi dampak besar.

    Membawa botol minum sendiri, menghindari penggunaan plastik sekali pakai, serta membeli produk kerajinan lokal juga merupakan bagian dari perjalanan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

    Musim kemarau, yang biasanya berlangsung dari Mei hingga September, disebut sebagai periode terbaik untuk berkunjung. Cuaca cenderung cerah dan laut lebih tenang, sehingga aktivitas wisata pun lebih nyaman.

    Namun, mengingat setiap daerah memiliki karakter cuaca yang berbeda, ada baiknya traveler selalu mengecek prakiraan cuaca terkini sebelum berangkat.

    (upd/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Rute Menuju Kampung Dongeng Tangsel dengan KRL dan Kendaraan Pribadi


    Jakarta

    Kampung Dongeng Tangsel bisa jadi alternatif liburan keluarga warga Jabodetabel dan sekitarnya. Di sini, anak dan orang tua bisa ikut berbagai kegiatan yang diselenggarakan komunitas dongeng, Tak hanya mendengarkan, anak juga bisa bebas bercerita sesuai imajinasinya.

    Kampung Dongeng Tangerang Selatan berlokasi di Jalan Musyawarah nomor 99, RT 04/RW 01, Kelurahan Sawah Lama, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan. detikTravel sempat mengunjungi destinasi liburan ini pada Kamis (9/10/2025) ketika suasana Kampung Dongeng tidak terlalu ramai.


    Kampung Dongeng TangselPapan penunjuk arah menuju Kampung Dongeng Tangsel (dok. Qonita Hamidah/detik travel)

    Lokasi dan lingkungan sekitar Kampung Dongeng Tangsel tentunya sangat sejuk, asri, dan menyenangkan. Berikut pilihan transportasi dan akses menuju Kampung Dongeng Tangsel

    1. KRL

    Pengguna KRL bisa turun di Stasiun Cisauk atau Rawa Buntu lalu transportasi online menuju Kampung Dongeng Tangsel. Lokasi Kampung Dongeng Tangsel agak jauh dari jalan utama, sehingga anak dikhawatirkan capai atau rewel jika harus jalan jauh.

    2. Kendaraan pribadi

    Pengunjung dari arah Kecamatan Ciputat Timur bisa mengarahkan kendaraannya menuju Jl. WR Supratman, lalu belok kiri menuju Jl. Menjangan Raya

    Selanjutnya, pengunjung bisa lurus terus menuju pertigaan dan Jl. Merpati Raya kemudian Jl. Elang Raya lalu Jl. Elang IV. Di sini, pengunjung akan menemukan petunjuk jalan menuju Kampung Dongeng Tangsel.

    3. Angkutan kota (angkot)

    Pengunjung bisa naik angkot D 08 jurusan BSD dan turun di seberang Jalan Cici. Perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 850 meter menuju Kampung Dongeng. Angkot yang sama bisa diakses dari Stasiun Pondok Ranji.

    Saat detikTravel berkunjung, suasana Kampung Dongeng Tangsel sangat tenang dan rindang. Sangat berbeda dengan kondisi Ciputat yang sangat panas dan riuh dengan berbagai kegiatan manusia.

    Kondisi ini mungkin sedikit berbeda pada akhir pekan saat ramai pengunjung. Perbedaan ini tak mengurangi pesona Kampung Dongeng Tangsel sebagai pilihan liburan akhir pekan bersama keluarga.

    Konsep dan Program Kampung Dongeng Tangsel

    Konsep utama Kampung Dongeng Tangsel adalah pembangunan karakter anak melalui kegiatan storytelling. Awam Prakoso selaku Founder Kampung Dongeng Indonesia berharap perkembangan sifat dan hubungan anak-orang tua dapat diperkuat melalui dongeng.

    Kegiatan mendongeng yang jadi bagian dari keseharian selanjutnya bisa terus lestari antar generasi. Di Kampung Dongeng Tangsel, berbagai kegiatan terus dilakukan untuk memasyarakatkan dongeng. Salah satunya program Kampung Dongeng Keliling di seluruh Indonesia.

    Kampung Dongeng TangselKampung Dongeng Tangsel (dok. Qonita Hamidah/detik travel)

    “Program Kampung Dongeng Keliling ini tersebar di beberapa titik, baik dari program sendiri atau dengan undangan. Kegiatan kelilingnya bisa lintas pulau, seperti ke Gorontalo, Kalimantan, bahkan Papua, juga ke daerah-daerah sekitar dengan menggunakan mobil Kampung Dongeng Keliling,” kata Awam.

    Berdiri sejak 18 Mei 2009, Kampung Dongeng Indonesia telah menjadi alternatif anak mengembangkan imajinasi dan kreativitasnya. Proses ini tentu akan lebih menyenangkan jika ditemani orang tua di lingkungan yang teduh, tenang, dan nyaman seperti Kampung Dongeng Indonesia.

    (row/row)



    Sumber : travel.detik.com