Dalam foto ini, Aaliyah, Yura Yunita dan Mahalini mengenakan busana dan hijab serba hitam. Sedangkan Sheila memakai hijab pashmina serba earth tone. Tampil berhijab, Aaliyah, Yura Yunita, Sheila, dan Mahalini terliht nyaman saat berhijab dan membuat penampilan mereka semakin memesona. Foto: Dok. Instagram @aaliyah.massaid & @yurayunita.
Tag: pasangan
-
Suami yang Bayar, Tapi Rumah Atas Nama Istri: Siapa Pemilik Sahnya?
Jakarta –
Seringkali terjadi fenomena suami mencicil rumah atas nama istri, atau juga sebaliknya, istri mencicil rumah atas nama suami. Namun, sebenarnya siapa yang justru memiliki rumah ini pada akhirnya?
Menurut Perencana keuangan dari Mitra Rencana Edukasi, Mike Rini, rumah tersebut menjadi pemilik dari nama yang tertera di dalam sertifikat rumah. Hal ini terlepas dari entah itu si suami, atau si istri yang melunasi cicilannya.
“Kalau rumah tersebut atas nama istri, suami yang mencicil. Berarti rumah tersebut sah atas nama istrinya. Jadi, atas nama siapa yang tercatat di sertifikat rumahnya. Namun begini, jika salah satu pasangan walaupun namanya tidak tercatat, bukan pemilik sahnya, tapi dia membayar cicilannya: secara moral dan finansial kontribusinya yang harus dihargai,” ujar Mike saat dihubungi detikcom, Sabtu (9/8/2025).
Menghargai kontribusi pasangan dalam memberikan tempat tinggal, meskipun bukan nama dia yang tercantum di sertifikat, perlu dilakukan untuk menghindari konflik rumah tangga. Mike menyarankan untuk mendokumentasikan kesepakatan antara suami-istri terkait kepemilikan rumah tersebut.
“Disarankan untuk mendokumentasikan kesepakatan mereka terkait kepemilikan atas rumah tersebut. Baik melalui perubahan sertifikat atau perjanjian tertulis. Jadi, sertifikatnya diubah jadi atas nama bersama, bukan atas nama satu orang. Itu bisa dilaksanakan. Ini prosesnya pasti keluar duit lagi,” beber Mike.
Mike bilang, hal itu perlu dilakukan untuk mengantisipasi konflik yang mungkin terjadi dengan memperhitungkan kontribusi moral dan finansial. Namun, ada opsi lain selain dari pengubahan nama pada sertifikat.
“Boleh bikin perjanjian tertulis, nanti dicatat di notaris. Bahwa walaupun rumah ini atas nama istri, tapi suami yang bayar, atau sebaliknya, rumah ini atas nama suami, tapi istrinya yang bayar. Itu dibikin perjanjian tertulis. Konsultasi ke notaris, mungkin bayar Rp 2,5 juta. Tapi bisa jadi lebih murah daripada sertifikat atas nama bersama,” terangnya.
Dalam perjanjian tertulis yang didampingi notaris, Mike bilang, bisa disampaikan bahwa antara suami atau istri yang menjadi pembayar rumah berkontribusi secara finansial meskipun tidak tercantum dalam sertifikat. Nantinya, surat perjanjian ini yang menjadi bukti kuat bahwa rumah tersebut adalah aset bersama, bukan punya salah satu orang saja.
“Di perjanjian tertulis di hadapan notaris ini, menyatakan bahwa kontribusinya itu dikenali, dihargai secara moral dan finansial, diakui sebagai harta bersama setelah pernikahan. Sehingga nanti ke depanya, akan diperhitungkan jika terjadi terkait dengan meninggal dunia, terkait dengan misalnya perceraian,” tutupnya.
(fdl/fdl)

Image : unsplash.com / towfiqu barbhuiya -
Punya Tabungan Rahasia dari Pasangan? Awas Selingkuh Finansial!
Jakarta –
Menjadi pasangan suami-istri ternyata perlu selalu punya transparansi, salah satunya soal finansial. Bisa jadi, baik suami atau istri timbul rasa curiga atau bahkan marah kalau tahu pasangannya punya tabungan tanpa sepengetahuannya. Istilah ini bisa disebut sebagai perselingkuhan finansial.
Survei dari Bankrate menunjukkan, sebesar 40% pasangan menikah di Amerika Serikat (AS) telah melakukan selingkuh secara finansial terhadap pasangan mereka. Menghabiskan terlalu banyak uang menjadi salah satu alasan perselingkuhan finansial ini.
Perencana keuangan dari Mitra Rencana Edukasi, Mike Rini, tidak menyarankan pasangan suami-istri memiliki tabungan rahasia satu sama lainnya. Alasan di balik dari timbulnya keinginan merahasiakan tabungan, bisa jadi kata Mike karena sifat pasangan yang agak ‘berbahaya’.
“Mungkin ada sifat dari pasangan yang menurut suami atau istri itu agak berbahaya, mungkin boros. Tapi merahasiakan itu ada tantangannya juga, ada negatifnya juga. Nah, kalau ada tabungan yang dirahasiakan sementara ada kebutuhan rumah tangga, itu jadi tidak bisa diakses. Apalagi kalau terjadi meninggal dunia,” ujar Mike kepada detikcom, Sabtu (9/8/2025).
Untuk menghindari merahasiakan tabungan karena alasan pasangan yang boros, Mike menyarankan tabungan investasi harus dilakukan atas nama suami-istri. Hal ini supaya arus keluar-masuknya uang bisa diketahui, dan dilakukan atas persetujuan satu sama lain.
“Sehingga suami atau istri yang boros atau punya sifat yang suka ambil (uang) sendiri, itu tidak bisa akses tanpa tanda tangan istrinya atau suaminya. Itu baru menomorsatukan keamanan dari pasangan sendiri,” terang Mike.
(fdl/fdl)

Image : unsplash.com / towfiqu barbhuiya -
Ide Destinasi Honeymoon Anti Mainstream Ala Gen Z: Banyuwangi
Jakarta –Keindahan Banyuwangi membuat pasangan Gen Z ini jatuh hati. Alih-alih memilih Bali, Yogyakarta atau destinasi mainstream bulan madu lainnya, mereka memilih mengeksplore keindahan Banyuwangi.
Itulah yang dilakukan Pingkan bersama suaminya dalam menciptakan memori bulan madu mereka. Naik kereta dari Jakarta ke Jawa Timur telah lama menjadi impian mereka.
“Banyuwangi destinasi yang pengen banget aku datengin karena belum pernah ke sana kan . Dan kita ingin naik kereta sampai ujung pulau Jawa aja sih niatnya,” ceritanya kepada detikTavel, Jumat (12/9/2025).
Sebelum datang ke Banyuwangi, Pingkan dan suaminya mencari referensi salah satunya melalui TikTok. Mulai dari rekomendasi wisata Banyuwangi, transportasi hingga akomodasi. Kemudian mereka akan memeriksa harga melalui platform OTA.
“Kita banyak mencari tahu melalui TikTok sih,” ujarnya.
Green Island Banyuwangi Foto: (Pingkan Anggraini/detikcom)Pakai jasa open trip
Salah satu cara mudah berkunjung ke destinasi adalah menggunakan jasa open trip. Ingin menikmati keindahan Banyuwangi yang tidak biasa, Pingkan memanfaatkan OT dan berkunjung ke Green Islland Banyuwangi.
Informasi nih untuk traveler, Green Island Banyuwangi merupakan hidden gem yang masih jarang orang ke sana lho. Pemandangan dengan hamparan pulau-pulau kecil di lautan sering di sangka orang-orang berada di Raja Ampat.
Dan untuk menuju ke sana traveler tidak bisa sendirian karena butuh guide dan harus menyeberang dengan kapal.
“Ada tempat wisata baru namanya Green Island dan belum banyak orang yang tahu. Ke sana tuh harus pakai guide atau harus open trip gitu karena kita berpindah-pindah dari pulau ke pulau naik kapal. Berhubung kita perginya weekday, jatuhnya private trip karena hanya ktia berdua saja. Namun biasanya saat weekend ramai (gabung dengan peserta lain) bisa satu kapal membawa hingga 7 orang,” cerita Pingkan.
Spot T yang instagrmable Foto: (Pingkan Anggraini/detikcom)Selain ke Green Island, Pingkan dan suaminya diajak naik kapal ke Spot T yang sangat Instagramable. Jadi kamu bisa berfoto di ujung kapal dengan latar di apit dua tebing pulau.
Setelah itu mereka pun menikmati sunset di Pulau Merah yang menawan.
Destinasi lain yang juga dia kunjungi yaitu Taman Nasional Baluran dan Djawatan Forest (Hutan Djawatan) yang instagramble. Tentu dua destniasi ini tak asing bagi traveler, bukan?
Sisi lain Banyuwangi
Selama di Banyuwangi, Pingkan memilih bepergian dengan menyewa motor. Walau destinasi Banyuwangi membekas di hatinya, namun jarak antar destinasi yang jauh cukup memakan waktu dan tenaganya.
“Sehari kita bisa motoran 100 km karena destinasi wisata di sana jaraknya jauh-jauh. Tapi perjalanan di sana tuh enak, nggak macet, semua tertib lalu lintas dan warganya juga ramah. Dan juga makanan di sana masih murah-murah dan nggak pernah kita kena getok harga ataupun pemalakan. Juga masih asri,” cerita Pingkan.
Menikmati sore di Pulau Merah Banyuwangi Foto: (Pingkan Anggraini/detikcom)Selama menyusun dan menyiapkan itinerary, Pingkan mengaku tak kesulitan menemukan penginapan karena banyak pilihan di OTA dengan harga yang terjangkau, namun dapat fasilitas premium. Serta juga mudah menemukan penyewaan motor untuk keliling Banyuwangi.
“Semua informasi tuh kita dapat di TikTok, mulai dari sewa motor, open trip dan segala macam dapatnya dari TikTok. Untuk sewa motor kemarin kita sewa motor PCX Rp 105 ribu per hari dan harga hotel kita rata-rata Rp 300-400 ribuan,” ujarnya.
Berapa budget honeymoon ke Banyuwangi?
Terkait budget honeymoon seminggu ke Banuwangi, Pingkan dan suami menghabiskan Rp 8 jutaan. Semuanya sudah termasuk tiket kereta PP, biaya open trip (@Rp 425 ribu), akomodasi (berpindah-pindah 4 hotel), sewa motor dan uang makan.
“Berhubung kita mau menikmati wisata, jadi kita press uang makan,” tutupnya.
Nah, cerita Pingkan di Banyuwangi ini bisa menjadi referensi nih untuk traveler yang ingin liburan ataupun honeymoon ke Banyuwangi.
Wisatawan berjalan di area Hutan De Jawatan Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu (24/11/2024). Hutan De Djawatan yang ditumbuhi pohon trembesi (Samanea saman) berusia ratusan tahun sejak zaman penjajahan Belanda itu, dahulu merupakan tempat penimbunan kayu (TPK) milik Perhutani dan sejak 2018 dibuka sebagai tempat wisata yang kini menjadi salah satu tempat wisata unggulan di Banyuwangi. ANTARA FOTO/Budi Candra Setya/tom. Foto: ANTARA FOTO/Budi Candra SetyaBerikut pilihan wisata Banyuwangi yang bisa kamu kunjungi saat liburan ke sana:
1. Green Island Banyuwangi
2. Pulau Merah
3. Spot T
4. Taman Nasional Baluran
5. Djawatan Forest (Hutan Djawatan)
6. Goa Bedil
7. Kawah Ijen(sym/wsw)

image : unsplash.com / Thomas Tucker -
Mengenal Menara Doa Sinatapan, Tempat Menikah dengan Latar Danau Toba
Samosir –Pesona danau Toba memang tiada duanya. Traveler yang mau menikah dengan latar danau cantik ini bisa mencobanya di Menara Doa Sinatapan.
Menara Doa Sinatapan adalah destinasi wisata yang relatif baru di Samosir, Sumatera Utara. Dari spot ini, traveler bisa mengadakan acara pernikahan dengan berlatarkan kecantikan danau Toba.
Menara Doa Sinatapan dibangun pada 20 Desember 2017. Menara ini berfungsi sebagai tempat doa sekaligus destinasi wisata rohani dengan pemandangan menakjubkan Danau Toba dari ketinggian.
Lokasi tepatnya berada di desa Partungko Naginjang, Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir. Kata ‘Sinatapan’ sendiri berarti ‘melihat’ atau ‘menatap’ dalam bahasa Batak.
Bangunan sederhana nan cantik ini pun sarat akan makna religius, serta mencerminkan tempat untuk merenung sambil menatap kebesaran ciptaan Tuhan.
Menara Doa Sinatapan lantas semakin dikenal luas berkat pesona alam Danau Toba yang dapat dinikmati dari menara setinggi 10 meter.
Keindahan pulau Samosir yang tampak jelas ditambah dengan hamparan bukit hijau, menjadikan kawasan ini destinasi rohani sekaligus wisata alam yang banyak dikunjungi.
Salah satu pasangan yang melangsungkan acara pernikahan di Menara Doa Sinatapan adalah Hendry Donald Hanesty Sinurat, B.Eng., M.Sc dan Efriska Ginasti Mayangsari Br. Nadeak, S.KPm., M.Si.
Mereka memilih Menara Doa Sinatapan sebagai lokasi pernikahan karena kedekatan emosional terhadap tanah leluhur.
Meskipun keduanya bukan berasal dari Samosir, tapi rasa kedekatan itu mendorong keputusan mereka untuk menggelar acara pernikahan di sana.
“Ini adalah wujud syukur kami sekaligus bentuk kepedulian untuk ikut melestarikan keindahan alam dan budaya Samosir. Kami berharap semakin banyak generasi muda yang juga mencintai tanah leluhur,” ujar Efriska.
Fenomena pernikahan dengan latar nuansa alam diyakini akan terus berkembang dan jadi tren, seiring meningkatnya kesadaran akan pentingnya pelestarian budaya dan alam.
Lokasi-lokasi yang menawarkan nilai spiritual serta keindahan panorama menjadi pilihan yang banyak dipertimbangkan pasangan muda. Terlebih ketika tempat tersebut sarat makna bagi sejarah dan budaya keluarga mereka.
(wsw/wsw)

image : unsplash.com / Thomas Tucker -
Tradisi Potong Jari, Bukti Cinta dan Kesetiaan Mama-mama Suku Dani
Wamena –Rasanya, tak ada yang bisa mengalahkan perempuan Suku Dani dalam urusan cinta dan kesetiaan. Mereka membuktikan luka di hati dengan tradisi potong jari.
Suku Dani di Lembah Baliem, Provinsi Papua Pegunungan mempunyai satu cara dalam mengungkapkan duka yang mendalam. Mereka rela memotong jari saat pasangan atau keluarga meninggal dunia. Selain itu, tradisi itu dilakukan saat mereka kecewa karena cinta. Semakin banyak jari yang dipotong, pertanda jumlah saudara yang meninggal atau dalamnya duka.
Biasanya tradisi itu dilakukan oleh perempuan atau mama-mama Suku Dani. Dalam arsip detikcom tradisi potong jari dilakukan ketika salah satu anggota keluarga mereka, yaitu ayah, ibu, anak, atau adik yang meninggal dunia.
Penduduk Suku Dani percaya memotong salah satu jari tangan adalah sebagai simbol dari rasa sakit ketika ditinggal selamanya oleh anggota keluarga yang mereka cintai. Selain untuk mengungkapkan kesedihan dan persaudaraan yang erat, cara itu dilakukan sebagai doa agar hal yang sama tidak terulang kembali.
Tradisi itu lebih banyak dilakukan oleh perempuan. Para lelaki menunjukkan kesedihan dengan memotong kulit telinga untuk menunjukkan kesedihan mereka ketika kehilangan salah satu anggota keluarga mereka.
Yang memilukan lagi, alat yang digunakan untuk menjalankan tradisi tersebut. Bagi yang mau potong jari, digunakan alat tradisional yang disebut kapak batu. Berbeda dengan pisau dapur yang tipis dan tajam, kapak batu lebih tumpul keras.
Sementara itu, untuk menjalankan tradisi potong daun telinga digunakan semacam bambu runcing yang digunakan untuk mengiris bagian kuping yang ingin dipotong.
Tradisi potong jari Suku Dani itu sudah diwariskan turun temurun dan hingga saat ini masih dilakukan. Kendati pemerintah Papua dan Jayawijaya telah melarang untuk melakukan tradisi itu, namun penduduk Suku Dani tetap melakukannya hingga saat ini.
(bnl/fem)
-
Mengenal Budaya Madura, Tradisi Unik dan Keindahan Kesenian Lokal
Madura –Madura, pulau di timur Jawa yang dikenal dengan julukan ‘Pulau Garam’. Inilah pesona Madura yang unik.
Menurut situs resmi Kemendikdasmen pada Rabu (30/7/2025), Madura memiliki kebudayaan yang unik dan tradisi yang sudah mendunia. Suku Madura menjadi salah satu suku terbesar Indonesia.
Keeksotisan budayanya membuat Madura semakin tersohor. Banyak wisatawan lokal dan internasional yang datang ke pulau itu untuk mengenal tentang budaya dan tradisi Madura.
Selain itu, orang Madura juga dapat dikenali dengan mudah karena memiliki logat bicara yang sangat kental dengan dialek bahasa tradisional. Bahkan, saat berbicara dengan bahasa Indonesia pun juga mudah diketahui lewat logatnya yang menjadi ciri khas.
Kebudayaan Suku Madura yang Populer
Suku Madura memiliki sejumlah kebudayaan yang populer. Mengutip catatan detiktravel, berikut beberapa kebudayaan suku Madura:
1. Karapan Sapi
Salah satu kebudayaan suku Madura yang populer adalah Karapan Sapi. Dalam perlombaan ini, sepasang sapi menarik semacam kereta dari kayu yang dipacu dalam lomba adu cepat melawan pasangan sapi lain. Trek pacuan tersebut biasanya sepanjang 100 meter.
Lomba Karapan Sapi dapat berlangsung sekitar 10 detik hingga 1 menit. Sejumlah kota di Madura menyelenggarakan Karapan Sapi pada Agustus dan September setiap tahun.
Tak hanya perlombaan, Karapan sapi menjadi ajang pesta rakyat dan acara yang prestisius bagi masyarakat Madura. Bahkan status sosial pemilik sapi karapan terangkat jika sapinya menjadi juara.
2. Carok
Carok merupakan kebudayaan suku Madura yang juga populer. Carok adalah duel sampai mati dengan menggunakan senjata tajam yaitu celurit. Hal ini dilakukan karena orang Madura memiliki watak keras dan mengedepankan harga diri, sehingga diselesaikan dengan cara kekerasan.
Carok umumnya terjadi menyangkut masalah-masalah terkait kehormatan atau harga diri bagi orang Madura, seperti perselingkuhan dan harkat martabat atau kehormatan keluarga. Meski mayoritas suku Madura beragama Islam, tapi secara individual banyak yang masih memegang tradisi carok.
3. Rokat
Rokat merupakan upacara petik laut yang biasa disebut Rokat Tase. Tradisi ini merupakan ungkapan rasa syukur atas karunia dan nikmat yang diberikan Tuhan. Tradisi ini dipercaya dapat memberikan keselamatan dan kelancaran rezeki.
Tradisi rokat dimulai dengan acara pembacaan istighosah dan tahlil bersama masyarakat yang dipimpin pemuka agama. Setelah itu, masyarakat menghanyutkan sesaji ke laut sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan. Isi dari sesaji itu adalah tumpeng, ketan berwarna-warni, dan ikan-ikan.
4. Toktok
Kebudayaan suku Madura berikutnya adalah Toktok. Tradisi ini adalah kompetisi aduan sapi, jadi dua sapli saling berhadapan dan saling seruduk.
Biasanya, sapi yang digunakan untuk mengadu adalah sapi jantan. Kedua sapi lalu beradu kekuatan hingga salah satu sapi menyerah atau lari dari lawannya.
Aduan Toktok harus didampingi oleh wasit selama pertandingan berlangsung. Namun, tidak sembarang orang bisa menjadi wasit. Soalnya, aduan Toktok dapat membahayakan orang lain yang sedang menonton.
Demikian pembahasan mengenai ciri khas suku Madura dan sejumlah kebudayaannya yang populer. Tertarik untuk jalan-jalan ke Madura?
(bnl/fem)
-
Kisah Pilu Air Mata Ibu Madura, dari Legenda Kesedihan Jadi Wisata Religi
Jakarta –Air Mata Ibu di Kabupaten Bangkalan, Madura adalah kompleks makan sejumlah tokoh penting dalam sejarah Madura, terutama dari dinasti Cakraningrat. Namun lebih dari sekadar makam, kompleks ini menyimpan kisah bakti dan pengorbanan seorang istri pada suami.
Kerap ditulis sebagai Pasarean Aer Mata, salah satu kuburan di situs ini adalah makam Rato Ebhu atau Ratu Ibu. Dikutip dari Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur, Ratu Ibu adalah istri Raden Praseno seorang penguasa Madura bergelar Cakraningrat I.
Situs makam Air Mata Ratu Ibu (dok. BKP3 Bangkalan)Ratu Ibu yang punya nama asli Syarifah Ambani adalah keturunan Sunan Giri pendakwah kharismatik anggota Wali Songo. Pasangan Ratu Ibu dan Cakraningrat I dianugrahi tiga anak yaitu RA Atmojonegoro, Ri Undagan, dan Ratu Mertoparti. Keduanya dikenal sebagai pasangan dengan karakter yang baik, termasuk pada penguasa setempat.
Raja Cakraningrat I dikisahkan sebagai pemimpin cerdas, bijak, dan sangat kuat. Dengan kelebihan ini, Raja Cakraningrat I banyak menghabiskan waktu di Mataram membantu Sultan Agung. Ratu Ibu tentunya sangat senang dengan peran suaminya pada kemajuan Kerajaan Mataram.
Namun, Ratu Ibu juga sangat sedih karena kurangnya waktu Cakraningrat I bersama keluarga. Ratu Ibu kemudian banyak menghabiskan waktu di pertapaannya di Desa Buduran, Kecamatan Arosbaya. Dia mendoakan kesuksesan Cakraningrat I dan anak-anaknya.
Ratu Ibu memohon agar anak-anaknya bisa menjadi pemimpin Madura hingga 7 turunan. Selang beberapa waktu, Cakraningrat I kembali ke Madura yang disambut Ratu Ibu dengan sangat gembira. Ratu Ibu lantas menceritakan pertapaannya dan doa pada 7 turunannya kelak.
Alih-alih ikut senang, Cakraningrat marah karena dia ingin semua turunannya menjadi pemimpin Madura selamanya. Ratu Ibu kaget, sedih, sekaligus merasa bersalah hingga merasa sangat pilu. Perasaan ini lantas dibawanya ketika kembali bertapa dan berdoa.
“Dengan perasaan pilu, Ratu Ibu merasa bersalah pada suaminya. Dia berdoa sesuai keinginan Raja Cakraningrat I serta mohon ampun atas kesalahan diri dan suaminya. Selama bertapa Ratu Ibu terus menangis, lalu air matanya tidak berhenti hingga meninggal dunia,” tulis situs tersebut.
Kini, air mata Ratu Ibu dikenal sebagai sendang atau mata air yang tidak pernah kering. Air ini dianggap keramat dan dipercaya bisa menyembuhkan penyakit serta mendatangkan berkah. Situs makam Ratu Ibu saat ini menjadi salah satu wisata religi populer di Madura.
Air Mata Ibu Sebagai Destinasi Wisata Religi
Kompleks makam Ratu Ibu dibangun pada abad ke-17 Masehi, seperti dijelaskan dalam tugas akhir Perancangan Buku Cerita Air Mata Ebhu di Kabupaten Bangkalan Madura untuk Promosi Objek Wisata Religi karya Ikhwanul Kirom Al Muflih. Situs berada di Bukit Budur ketinggian kurang lebih 20 mdpl.
Tulisan dari Sekolah Vokasi, universitas Sebelas Maret (UNS) ini menjelaskan pengunjung harus naik 46 anak tangga untuk mencapai kompleks makam. Kompleks ini punya lima cungkup atau area pemakaman sebagai berikut
- Cungkup I dengan 20 makam termasuk Ratu Ibu
- Cungkup 2 dengan 46 makam termasuk Pangeran Cakraningrat II
- Cungkup 3 dengan 24 makam termasuk PPA Cakraningrat dan RA Moh Roslan Cakraningrat
- Cungkup 4 dengan 11 makan termasuk Tumenggung Meloyo
- Cungkup 5 dengan 10 makam termasuk Kolonel Suryo Diningrat.
Pengunjung bisa berziarah ke Situs makam Ratu Ibu setiap saat karena kompleks ini buka 24 jam dan gratis. Pengunjung wajib menjaga kebersihan dan sopan santun selama melakukan kegiatan di Pasarean Aer Mata.
Tips Berziarah ke Makam Air Mata Ibu
Berziarah ke tempat suci harus dengan rasa hormat dan menjaga tata krama yang baik. Berikut tips beretika saat berziarah ke makam ini:
- Memakai pakaian yang sopan.
- Menjaga kebersihan dan ketertiban.
- Bertutur kata sopan.
Makam Air Mata Ibu di Madura menjadi destinasi wisata religi yang menyimpan kisah penuh makna. Selain berziarah, pengunjung juga bisa merasakan nilai spiritual dan sejarah yang melekat di tempat ini.
(row/row)






