Tag: pascasarjana

  • Pendaftaran Pascasarjana Unair 2025 Dibuka, Cek Info Seleksinya!

    Pendaftaran Pascasarjana Unair 2025 Dibuka, Cek Info Seleksinya!



    Jakarta

    Universitas Airlangga (Unair) membuka pendaftaran calon mahasiswa baru program Pascasarjana dan Spesialis angkatan tahun 2025/2026. Kapan bisa mulai daftar?

    Pendaftaran program ini bisa dilakukan mulai 2 Oktober hingga 20 Oktober 2025. Adapun seleksinya akan berlangsung hingga Januari 2026.

    “Pendaftaran ini menjadi peluang bagi mereka yang ingin melanjutkan studi ke jenjang Pascasarjana maupun Spesialis di Unair. Dengan adanya beberapa gelombang, calon mahasiswa memiliki fleksibilitas waktu untuk mempersiapkan diri,” kata Ketua Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru, Dr Achmad Solihin SE MSi dikutip dari laman Unair, Jumat (3/10/2025).


    Berkas Syarat Daftar Pascasarjana & Spesialis Unair 2025

    • Pas foto dengan latar belakang merah dan pakaian putih berkerah (tidak memakai kacamata)
    • Kartu peserta ujian
    • Surat keterangan lulus S1 (untuk pendaftar S2) dan keterangan lulus S2 (untuk pendaftar S3)
    • Kartu keluarga
    • Surat pernyataan mematuhi aturan dan bebas dari NAPZA yang sudah ditandatangani dan dibubuhi materai Rp 10.000
    • Surat keterangan sehat dari rumah sakit
    • Surat pernyataan heregistrasi yang sudah ditandatangani materai Rp 10.000

    Tahap Seleksi Pascasarjana & Spesialis Unair 2025

    1. Pengisian biodata dan unggah berkas: 2-10 Oktober 2025

    2. Pembayaran biaya ujian: 2-13 Oktober 2025

    3. Verifikasi berkas: 14-15 Oktober 2025

    4. Tes kemampuan bahasa Inggris: penjadwalan akan diinformasikan pada laman https://regmaba.unair.ac.id

    5. Pengumuman hasil verifikasi berkas: pengumuman bisa dilihat pada laman https://regmaba.unair.ac.id

    6. Pengisian kuisioner: dilakkan setelah login https://mahasiswa.unair.ac.id
    Pembukaan rekening dan pengambilan KTM: pembukaan rekening dilakukan pada bank mitra

    7. Pembagian Letter of Acceptance (LoA): pengajuan LoA bisa didapatkan selama satu kali selama menjadi mahasiswa

    8. Pengukuhan mahasiswa baru: jadwal akan diinformasikan kemudian pada https://kemahasiswaan.unair.ac.id

    Biaya Pascasarjana & Spesialis Unair 2025

    – Biaya registrasi daftar ulang mahasiswa S2 dan S3: Rp 1.150.000

    – Biaya registrasi daftar ulang mahasiswa Profesi: Rp 800.000

    – Biaya pendidikan Profesi: bit.ly/biayastudi-profesiunair

    – Biaya pendidikan S2: bit.ly/biayastudi-S2unair

    – Biaya pendidikan S3: bit.ly/biayastudi-S3unair

    Demikian informasi pendaftaran mahasiswa baru Pascasarjana dan Spesialis Unair 2025/2026. Selamat mendaftar.

    (cyu/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • SKSG UI Tempat Bahlil S3 Digabung SIL-Ganti Nama, Jadi Apa?

    SKSG UI Tempat Bahlil S3 Digabung SIL-Ganti Nama, Jadi Apa?


    Jakarta

    Sekolah Kajian Stratejik Global (SKSG) dan Sekolah Ilmu Lingkungan (SIL) Universitas Indonesia digabungkan. Peresmian penggabungan keduanya dilakukan pada Rabu (22/10/2025).

    Sebagai informasi SKSG merupakan tempat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menempuh jenjang S3.

    SKSG-SIL Jadi Apa?

    Universitas Indonesia menetapkan nama baru gabungan SKSG dan SIL. Sekarang, keduanya tergabung menjadi Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan (SPPB)/Graduate School of Sustainable Development (GSSD).


    “Sebagai upaya memperkuat peran Universitas Indonesia dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan kebijakan berbasis keberlanjutan, UI resmi menggabungkan Sekolah Ilmu Lingkungan dan Sekolah Kajian Stratejik dan Global menjadi Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan,” tulis kampus, dikutip dari keterangan dalam Instagram resmi pada Rabu (22/10/2025).

    Update Kasus Disertasi Bahlil Lahadalia

    Sebelumnya di SKSG UI ramai polemik dugaan pelanggaran etik mahasiswa, yang melibatkan Menteri ESDM Bahlil. Namun, kasus ini dinilai tak semata-mata persoalan akademik, tetapi juga menyangkut kepentingan politik.

    Dewan Guru Besar (DGB) UI menemukan dari penelusuran mereka, terdapat konflik kepentingan antara promotor disertasi Bahlil, Chandra WIjaya yang juga merupakan pemegang saham di perusahaan tambang. Di sisi lain Bahlil sebagai mahasiswa bimbingan adalah Menteri ESDM.

    Merujuk pada Putusan PTUN No 190/G/2025/PTUN.JKT, pihak tergugat yang dalam hal ini rektor UI, menyorot adanya indikasi konflik kepentingan dalam disertasi Bahlil.

    Dalam waktu tersebut, Chandra disebut mempunyai hubungan afiliasi bisnis dan jabatan di sejumlah perusahaan yang secara langsung maupun tidak langsung, ada dalam lingkup kewenangan atau kebijakan Bahlil sebagai pejabat publik dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

    Kini kasus tersebut telah memasuki babak baru. Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) telah membatalkan sanksi administrastif terhadap promotor dan ko-promotor disertasi Bahlil Lahadalia, yakni Prof Chandra Wijaya dan Athor Subroto, PhD pada Rabu (1/10/2025).

    Sanksi tersebut sebelumnya tercantum dalam Keputusan Rektor UI Nomor 473/SK/R/UI/2025 tertanggal 7 Maret 2025. Berdasarkan SK itu, Chandra diberhentikan sebagai promotor Bahlil.

    Chandra dikenakan larangan mengajar, menerima bimbingan mahasiswa baru, serta menguji mahasiswa selain bimbingannya selama 3 tahun, kemudian penundaan kenaikan pangkat/golongan dan/atau jabatan akademik selama 3 tahun, juga pelajaran menjabat struktural atau manajerial selama 3 tahun.

    Namun, Chandra masih dikenakan kewajiban menyelesaikan bimbingan akademik dan tugas akhir kepada mahasiswa yang sedang dalam bimbingan. Ia juga diwajibkan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada UI dan masyarakat.

    Chandra Wijaya serta Athor Subroto secara terpisah mengajukan gugatan atas SK Rektor UI soal sanksi yang dijatuhkan. Dari Putusan PTUN No 190/G/2025/PTUN. JKT, gugatan Chandra dikabulkan sebagian, yang salah satunya pembatalan atas sanksi tersebut. UI pun banding atas putusan PTUN ini.

    (nah/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • SKSG-SIL UI Digabung dan Ganti Nama, Mahasiswa Khawatirkan Akreditasi

    SKSG-SIL UI Digabung dan Ganti Nama, Mahasiswa Khawatirkan Akreditasi



    Jakarta

    Universitas Indonesia (UI), resmi meluncurkan Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan (SPPB)/Graduate School of Sustainable Development (GSSD) pada hari ini, Rabu (22/10/2025) di Kampus UI Depok, Jawa Barat.

    SPPB ini merupakan hasil penggabungan dari Sekolah Ilmu Lingkungan (SIL) dan Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG). Penggabungan dilakukan dalam rangka mengembangkan ilmu pengetahuan dan kebijakan berbasis lingkungan.

    “Sebagai upaya memperkuat peran Universitas Indonesia dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan kebijakan berbasis keberlanjutan, UI resmi menggabungkan Sekolah Ilmu Lingkungan dan Sekolah Kajian Stratejik dan Global menjadi Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan,” tulis Instagram @sksg_ui dikutip Rabu (22/10/2025).


    Keputusan Tidak Transparan-Minim Dialog

    Penggabungan dan perubahan nama SKSG serta SIL UI ini ternyata menuai kekhawatiran dari kalangan mahasiswa pascasarjana. Forum Mahasiswa Doktoral dan Magister Sekolah Ilmu Lingkungan UI (FMDM SIL UI) menilai proses tersebut dilakukan secara tidak transparan dan minim partisipasi.

    Dalam pernyataan sikap yang diterima detikEdu, FMDM SIL UI menyebut langkah penggabungan sekolah ini belum memiliki kejelasan prosedur, sebagaimana yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 75 Tahun 2021 tentang Statuta Universitas Indonesia.

    Mereka juga menyoroti terbatasnya ruang dialog dengan mahasiswa sebagai bagian dari sivitas akademika. Sehingga keputusan penggabungan ini terkesan satu arah.

    “Selain itu, dialog dan sosialisasi yang melibatkan mahasiswa sebagai bagian dari sivitas akademika juga terbatas dan bersifat satu arah. Sehingga keputusan ini terkesan sepihak dan belum mencerminkan prinsip keterbukaan yang seharusnya dijalankan,” tulis FMDM SIL UI.

    Imbas Perubahan: Akreditasi Ulang-Penyesuaian Ijazah

    Hasil kajian yang dilakukan forum FMDM SIL UI juga menunjukkan perubahan nama dan penggabungan sekolah berpotensi menimbulkan dampak signifikan, utamanya dalam ranah akademik.

    Dampak tersebut bisa berupa kemungkinan perlunya akreditasi ulang, penyesuaian ijazah hingga perubahan kurikulum. Selain itu, potensi gangguan terhadap proses belajar-mengajar dan administrasi penerima beasiswa pun bisa terjadi.

    Mahasiswa Minta Keputusan Ini Ditunda

    Atas dasar itu, FMDM SIL UI menyampaikan dua poin sikap utama. Pertama, mereka meminta pimpinan Universitas Indonesia dan SIL UI menunda peresmian sekolah yang baru.

    “Meminta kepada pimpinan Universitas Indonesia (UI) dan Sekolah Ilmu Lingkungan UI (SIL UI) untuk menunda peresmian nama sekolah baru atas dasar penggabungan 2 sekolah pascasarjana hingga ada mekanisme yang jelas dan partisipatif,” tulis forum.

    Kedua, FMDM SIL UI mendesak adanya forum terbuka yang melibatkan seluruh sivitas akademika. Hal ini penting agar aspirasi mahasiswa dapat didengar dan dipertimbangkan secara serius.

    “Kami tidak menolak perubahan, namun kami menolak proses yang tidak partisipatif dan transparan,” tegas FMDM SIL UI.

    Mahasiswa berharap pimpinan UI dapat membuka ruang dialog yang bermartabat. Sebagai bagian dari SIL UI, mereka juga ingin dilibatkan dalam pengambilan keputusan untuk kebaikan almamater mereka.

    “Kami berharap pimpinan SIL UI dan Universitas Indonesia dapat mendengarkan suara mahasiswa dan membuka ruang dialog yang bermartabat demi masa depan almamater tercinta,” kata forum.

    (cyu/nah)



    Sumber : www.detik.com

  • Eks Direktur SIL Sebut SPPB UI Tanpa Payung Hukum, Begini Respons Kemdiktisaintek

    Eks Direktur SIL Sebut SPPB UI Tanpa Payung Hukum, Begini Respons Kemdiktisaintek



    Jakarta

    Mantan Direktur Sekolah Ilmu Lingkungan (SIL) Universitas Indonesia (UI) Tri Edhi Budhi Soesilo ungkap kehadiran Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan (SPPB) UI dibentuk saat ketiadaan regulasi resmi terkait restrukturisasi unit akademik. Ia juga menyebut kehadiran SPPB dilakukan tanpa dasar hukum yang memadai.

    UI dinilai belum memiliki aturan yang jelas tentang penggabungan atau pembubaran program studi, fakultas, atau sekolah. Budhi bahkan menyatakan surat pembubaran SIL belum pernah diterimanya.

    Terkait hal itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Sesjen Kemdiktisaintek) Togar Mangihut Simatupang mencoba menjawabnya. Menurut Togar, proses merger baik tingkat program studi (prodi), fakultas, maupun universitas adalah hal yang biasa.


    Walaupun UI belum memiliki payung hukum terkait penggabungan Sekolah Ilmu Lingkungan (SIL) dan Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG), Togar menyebut ada aturan serupa. Salah satunya terkait aturan merger universitas.

    “Ya tentunya bisa aja (penggabungan SIL dan SKSG), kita bilang belum ada ininya (payung hukum) ya, tapi kan mereka sudah punya intensi, dan payung hukumnya itu bisa kita dapatkan dari yang lain, bahkan untuk merger universitas juga sudah ada, jadi itu hal yang biasa,” tutur Togar.

    Hal itu disampaikan Togar usai acara Peluncuran Program Beasiswa Atlet Berprestasi Tahun 2025 di Graha Diktisaintek Gedung D Lantai 2, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (22/10/2025).

    Togar menyatakan akan ada masa transisi dalam proses kehadiran SPPB UI yang juga akan dipantau Kemdiktisaintek. Jika ada kekurangan terkait masalah hukum, pihaknya akan meminta UI untuk memenuhinya.

    “Jadi kalau nanti masih ada kekurangan di sana, kita akan penuhi. Sehingga, kepatuhan atau compliance itu tetap bisa kita jaga,” sambungnya.

    Rektor UI Terbuka Akan Kritik

    Tidak hanya tentang payung hukum, kehadiran SPPB UI diiringi dengan sejumlah poin kritik. Salah satunya yakni kurangnya dialog dengan mahasiswa, tenaga pendidik, dan alumni, yang meminta ada forum terbuka sebelum peresmian. Rektor UI Heri Hermansyah telah menjawab hal ini.

    Tidak terjadi satu pihak, kehadiran SPPB UI dilakukan melalui rapat empat organ UI selama berbulan-bulan. Sehingga, pembentukkan sekolah ini sudah memenuhi seluruh regulasi yang ditetapkan.

    “Kita sudah melalui semua proses dengan baik, dengan melibatkan empat organ UI. Ada paniti yang dibentuk pihak universitas, yang menjalankan ini. Kemudian juga di-quality control oleh Senat Akademik, itu ibaratnya mirip DPR dan kolega kita di situ ada perwakilan seluruh fakultas yang terdiri dari guru besar dan rektor kepala. Jadi ini sudah melalui proses yang proper sesuai dengan regulasi yang ada di Universitas Indonesia,” kata Heri dikutip dari arsip detikEdu.

    Heri menegaskan juga terbuka berkomunikasi dengan mahasiswa, termasuk soal pendirian SPPB UI. Pintu ruangannya di gedung rektorat juga terbuka untuk memudahkan proses komunikasi.

    “Jadi tidak benar saya tidak bisa diajak komunikasi. Justru any time pintu rektor bisa diakses. Bukan hanya mahasiswa, tapi seluruh stakeholder bisa dengan mudah berkomunikasi dengan saya karena saya yakin komunikasi merupakan awalan yang baik untuk kesuksesan. Seluruh aktivitas, komunikasi dengan baik. Tak kenal maka tak sayang. Nanti diinfokan saja ke mahasiswanya, any time Rektor nunggu,” tandasnya.

    (det/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Sekolah Kedinasan Polstat STIS Bakal Bangun Kampus Baru, Berlokasi di Mana?

    Sekolah Kedinasan Polstat STIS Bakal Bangun Kampus Baru, Berlokasi di Mana?


    Jakarta

    Sekolah kedinasan di bawah naungan Badan Pusat Statistik (BPS), Politeknik Statistika STIS, mendapat lahan baru seluas 9,7 hektare. Lokasinya di Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

    Penyerahan lahan berstatus Barang Milik Negara (BMN) tersebut secara resmi dilakukan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kepada BPS pada Rapat Koordinasi Nasional di Ballroom The Grand Platinum, Jakarta, Rabu (22/10/2025).


    Kepala BRIN Laksana Tri Handoko mengatakan lahan 9,7 hektare tersebut merupakan bagian dari kawasan riset BRIN di Cibinong. Lahan tersebut kini akan dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia statistik melalui Politeknik Statistika STIS.

    “Kawasan kami di Cibinong bersifat terbuka dan kami berharap keberadaan Politeknik Statistika di sana dapat memperkaya ekosistem riset di kawasan tersebut,” kata Handoko, dikutip dari laman BRIN, Kamis (23/10/2025).

    Lahan Baru Sekolah Kedinasan BPS

    Sekolah kedinasan Politeknik Statistika STIS mendapat lahan baru 9,7 hektare. BPS berencana mengembangkan kampus baru modern di lahan tersebut.BRIN dan BPS meneken Nota Kesepahaman (MoU) kerja sama di samping penyerahan lahan, Rabu (22/10/2025). Foto: Dok BRIN

    Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan hibah lahan ini membuka peluang pembangunan kampus Politeknik Statistika STIS yang modern, inklusif, dan berwawasan global di Gunung Sindur, Kabupaten Bogor.

    “Hibah ini merupakan bentuk nyata kolaborasi antara BRIN dan BPS untuk memperkuat sistem statistik dan riset nasional yang saling menopang,” ucapnya.

    Ia menjelaskan, kampus STIS berdiri di Jalan Otto Iskandardinata (Otista), Jatinegara, Jakarta sejak 1958. Sekolah kedinasan di bawah BPS ini berperan dalam mencetak ahli statistik dan ilmuwan data nasional.

    Namun, ia mengakui, lahan kampus STIS di Otista yang hanya seluas 0,5 hektare memiliki keterbatasan ruang belajar dan fasilitas penunjang.

    “Bayangkan, kampus kami berdiri di atas lahan hanya 5.000 meter persegi, sementara jumlah mahasiswa mencapai 1.851 orang, didukung 74 dosen dan 40 tenaga kependidikan,” ucapnya.

    Ia merinci, sementara memiliki perpustakaan, klinik kesehatan, masjid, dan auditorium, kampus ini belum dilengkapi asrama mahasiswa, lapangan upacara, dan ruang terbuka hijau.

    Desain Kampus Baru Politeknik Statistika STIS

    Amalia mengatakan, kampus baru Politeknik Statistika STIS akan didesain sebagai pusat unggulan atau center of excellence bidang statistik, big data, dan artificial intelligence (AI).

    “Kampus ini juga akan menjadi tuan rumah UN Regional Hub on Big Data and Data Science for Asia and Pacific, karena Indonesia telah dipercaya oleh PBB sejak tahun lalu untuk memegang peran strategis ini,” ungkap Amalia.

    Kampus STIS Jakarta Bisa Jadi Kampus Pascasarjana

    Kampus baru Politeknik Statistika STIS akan meningkatkan daya tampung mahasiswa. Ia mengatakan, pembangunan kampus baru memungkinkan kampus di Otista diubah menjadi kampus pascasarjana STIS.

    Sementara itu, kampus baru di Gunung Sindur rencananya akan dikembangkan dengan konsep smart campus dan green campus. Fokusnya pada pembelajaran kolaboratif dan digitalisasi pendidikan.

    “Kampus baru ini akan menjadi rumah bagi generasi muda statistik Indonesia: tempat mereka belajar, berinteraksi, berinovasi, dan tumbuh dalam lingkungan yang lebih luas, hijau, dan modern,” ucap Amalia.

    “Misi kami adalah menjadikan STIS pusat unggulan di bidang statistik dan data science, baik secara nasional maupun regional. Dengan fasilitas modern dan ruang terbuka luas, mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan akademik, sosial, dan kepemimpinan mereka,” sambungnya.

    Ia menjelaskan, pembangunan kampus baru Politeknik Statistika STIS sejalan dengan transformasi BPS di tingkat kelembagaan. Dalam hal ini, BPS sedang memperkuat kapasitas SDM statistik untuk siap menghadapi era AI for statistics dan pengelolaan big data.

    “Kami berharap lulusan STIS ke depan bukan hanya ahli metode statistik, tetapi juga memiliki literasi digital yang tinggi, kemampuan analitik, etika data yang kuat, dan jejaring global,” katanya.

    Kerja Sama BRIN-BPS

    Dalam acara tersebut, BRIN dan BPS juga meneken Nota Kesepahaman (MoU) kerja sama penyediaan, pengonsultasian, dan pengembangan data serta informasi statistik di lingkungan BRIN untuk riset nasional berbasis data akurat.

    Handoko mengatakan kerja sama ini antara lain bertujuan pada pengembangan metodologi baru, survei-survei inovatif, serta riset yang dapat mendukung pengambilan kebijakan berbasis data, dan merespons tantangan AI dan big data.

    Ia menambahkan, BRIN menyediakan skema Degree by Research jenjang S2 dan S3 reguler maupun terapan. Skema ini menurutnya bisa dimanfaatkan untuk penelitian mahasiswa dan percepatan kualifikasi dosen Politeknik Statistika STIS.

    (twu/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Beasiswa S2-S3 Fulbright Dibuka, Tanpa Batas Usia

    Beasiswa S2-S3 Fulbright Dibuka, Tanpa Batas Usia


    Jakarta

    American Indonesian Exchange Foundation (AMINEF) membuka pendaftaran Fulbright Master’s Degree Scholarship dan Fulbright Doctoral Degree Scholarship hingga 18 Februari 2026. Beasiswa S2 dan S3 Fulbright bagi Warga Negara Indonesia ini tanpa batas usia.

    Beasiswa Fulbright S2 mendanai studi 1-2 tahun jenjang magister di Amerika Serikat. Peminat beasiswa bisa melamar pada bidang studi apapun, kecuali bidang kedokteran yang terkait perawatan pasien atau kontak klinis dengan pasien.

    Ketentuan bidang studi di atas juga berlaku bagi peminat beasiswa program PhD. Proposal bidang humaniora, seni, ilmu sosial, serta sains, teknologi, engineering, matematika (STEM), dan kesehatan dapat diterima.


    Beasiswa Fulbright S2-S3

    Dikutip dari laman AMINEF, beasiswa ini meliputi:

    • Biaya kuliah
    • Tiket pesawat pulang pergi
    • Tunjangan menetap
    • Tunjangan buku
    • Tunjangan komputer
    • Biaya aplikasi visa J-1 (untuk penerima beasiswa) dan biaya aplikasi visa J-2 (untuk tanggungan)
    • Tunjangan bagasi berlebih (setelah menyelesaikan program)
    • Tunjangan hotel (setelah menyelesaikan program)
    • Tunjangan hidup bulanan (stipend) untuk menutupi biaya akomodasi dan hidup
    • Tunjangan kesehatan Fulbright (ASPE).

    Perlu digarisbawahi, tunjangan hidup Fulbright dari AMINEF tidak menanggung biaya hidup tanggungan. Jika ingin membawa pasangan dan anak (maksimal usia 21 tahun), permohonan dapat dilakukan setelah menyelesaikan semester pertama dengan menunjukkan kemampuan finansial yang mendukung hidup dan asuransi selama tanggungan berada di AS.

    Syarat Beasiswa Fulbright 2026

    Terdapat sejumlah perbedaan antara syarat beasiswa S2 dan S3 Fulbright. Simak syarat beasiswa per jenjang di bawah ini.

    Syarat Beasiswa S2 Fulbright

    • Memiliki gelar sarjana (S1)
    • IPK minimal 3,0 dari 4,00
    • Mampu berbahasa Inggris, dibuktikan dengan skor TOEFL ITP minimal 550, atau skor TOEFL iBT minimal 80, atau skor IELTS minimal 6.5, atau skor Duolingo minimal 125
    • Merupakan warga negara Indonesia, bukan penduduk tetap AS atau saat ini tinggal di AS
    • Memiliki kualitas kepemimpinan
    • Menunjukkan pengalaman dalam pelayanan masyarakat
    • Punya persiapan dan komitmen nyata terhadap bidang studi yang dituju
    • Memiliki prestasi akademis yang luar biasa
    • Menunjukkan secara realistis dapat menyelesaikan studi pascasarjana penuh waktu atau melakukan penelitian di AS
    • Menunjukkan komitmen kuat untuk kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan program beasiswa Fulbright
    • Bersedia bekerja minimal 5 tahun sebelum pensiun, setelah menyelesaikan program beasiswa

    Syarat Beasiswa S3 Fulbright

    • Menyandang gelar master (S2)
    • IPK minimal 3,0 dari skala 4,0
    • Mahir berbahasa Inggris, dibuktikan dengan skor TOEFL ITP minimal 575, skor TOEFL iBT minimal 90, skor IELTS minimal 7.0, atau skor Duolingo minimal 135
    • Berencana mengambil atau kembali ke posisi akademis setelah menyelesaikan gelar
    • Merupakan warga negara Indonesia; bukan penduduk tetap AS atau saat ini tinggal di AS
    • Memiliki kemampuan kepemimpinan
    • Menunjukkan pengalaman dalam pelayanan masyarakat
    • Memiliki persiapan dan komitmen nyata terhadap bidang studi yang dipilih
    • Memiliki prestasi akademis yang luar biasa
    • Menunjukkan dapat secara realistis menyelesaikan studi pascasarjana penuh waktu atau melakukan penelitian di AS
    • Menunjukkan komitmen yang kuat untuk kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan program beasiswa Fulbright
    • Bersedia bekerja minimal 5 tahun sebelum pensiun, setelah menyelesaikan program beasiswa

    Cara Daftar Beasiswa Fulbright

    • Buat akun di https://stu.aminef.or.id/grantee/
    • Mulai proses pendaftaran
    • Simpan draf aplikasi atau perbarui sesuai kebutuhan hingga pengajuan
    • Cek kembali sebelum mengajukan pendaftaran final karena tidak dapat diubah.
    • Peminat beasiswa disarankan mengajukan lamaran lebih awal agar tidak terkendala sistem di periode akhir pendaftaran.
    • Link beasiswa Fulbright S2, klik DI SINI
    • Link beasiswa Fulbright S3, klik DI SINI

    Semoga bermanfaat, detikers!

    (twu/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • BNI Buka Lowongan Kerja untuk Fresh Graduate, Ini Syaratnya

    BNI Buka Lowongan Kerja untuk Fresh Graduate, Ini Syaratnya


    Jakarta

    PT Bank Negara Indonesia Persero Tbk atau BNI tengah membuka lowongan kerja untuk fresh graduate sarjana dan magister. Lowongan kerja dibuka hingga 31 Oktober 2025 mendatang.

    BNI membuka lowongan kerja melalui Office Development Program (ODP) Global Analyst Program (GAP). Program ini sejalan dengan visi BNI untuk menarik talenta berkualitas tinggi di seluruh negeri.

    “Anda akan berada dalam lingkungan kerja yang luar biasa dan menantang, dikelilingi oleh rekan kerja dan pemimpin yang bersemangat untuk membantu Anda mengembangkan dan meningkatkan keterampilan Anda,” tulis BNI, dikutip dari laman kariernya, Jumat (24/10/2025).


    ODP Global Analyst Program bertujuan untuk mempersiapkan peran kepemimpinan di berbagai fungsi dan level di BNI. Nantinya, peserta program akan mendapatkan pelatihan yang komprehensif. Program GAP sendiri akan mulai diterapkan pada 2026.

    Persyaratan Minimum

    Kualifikasi

    1. S1/S2 dari universitas terkemuka dengan bidang studi yang relevan dengan IPK minimum:

    – S1: 3,00 atau setara

    – S2: 3,25 atau setara

    2. Usia maksimum untuk mendaftar:

    – S1: 25 tahun

    – S2: 28 tahun

    3. Mahir berbahasa Inggris dan melampirkan skor TOEIC minimal 700/ TOEFL IBT 60/IELTS 6.0 dalam aplikasi. Skor yang diberikan harus dari lembaga resmi/berwenang dan valid.

    4. Tidak ada anggota keluarga inti yang saat ini bekerja di BNI (misalnya, orang tua, saudara kandung).

    5. Lajang, belum pernah menikah, dan bersedia untuk tidak menikah selama program ini berlangsung

    6. Bersedia ditempatkan di seluruh Indonesia.

    Keahlian yang Diperlukan

    – Proaktif dan sangat inisiatif

    – Sangat baik dalam interpersonal dan komunikasi

    – Berorientasi pada kepuasan pelanggan

    – Baik dalam berpikir kritis & analitis

    Fasilitas dan Tunjangan

    1. Cuti Liburan Berbayar

    2. Program Manfaat Pensiun

    3. Asuransi Kesehatan/Medis

    4. Asuransi Jiwa

    5. Lain-Lain

    Setelah berhasil menjadi ODP BNI, akan mendapatkan manfaat berikut (sesuai ketentuan perusahaan):

    – Bonus tahunan

    – Pinjaman karyawan

    – Program untuk mendukung pengembangan diri yang berkelanjutan

    – Kesempatan beasiswa pascasarjana luar Negeri

    Cara Lamar Lowongan Kerja di BNI

    1. Pergi ke laman https://recruitment.bni.co.id

    2. Pilih dan klik lowongan kerja yang tersedia

    3. Baca semua persyaratannya

    4. Klik “Lamar Sekarang” dan selesaikan prosesnya

    BNI mengimbau kepada seluruh pelamar kerja untuk mewaspadai penipuan rekrutmen yang mengatasnamakan BNI. Untuk bisa mengecek rekrutmen asli, bisa cek di laman bni.co.id (Berkarier di BNI) atau di media sosial resmi BNI.

    (faz/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Bank Mandiri Buka Lowongan Kerja 2025 untuk Lulusan S1-S2 , Cek Syaratnya!

    Bank Mandiri Buka Lowongan Kerja 2025 untuk Lulusan S1-S2 , Cek Syaratnya!



    Jakarta

    Kabar gembira bagi detikers, terutama yang baru lulus kuliah atau tengah mencari tantangan baru. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk kembali membuka rekrutmen untuk lulusan strata satu (S1) hingga strata dua (S2).

    Dalam keterangan resminya, Bank Mandiri menyebutkan bahwa peluang karier ini terbuka bagi kandidat fresh graduate maupun profesional berpengalaman.

    Rekrutmen kali ini difokuskan pada posisi-posisi strategis yang berperan penting dalam mendukung transformasi digital serta memperkuat layanan kepada nasabah.


    Sejumlah posisi yang dibuka meliputi Officer Development Program (ODP), Teller, Customer Service, serta Business Banking Officer di berbagai wilayah Indonesia.

    Batas pendaftaran lowongan ini dibuka hingga Oktober 2025. Apa saja posisi yang tersedia?

    Daftar Posisi dan Syarat Loker Bank Mandiri 2025

    1. Officer Development Program Regional Business

    Posisi ini bisa dilamar sebelum 31 Oktober 2025. Adapun syarat yang harus dipenuhi untuk daftar posisi ini antara lain:

    • Lulusan Sarjana (S1) atau Magister/Pascasarjana (S2) dari universitas terkemuka lokal atau internasional di bidang studi yang relevan
    • IPK untuk lulusan S1 minimal 3,00
    • IPK untuk lulusan S1 minimal 3,20
    • Usia maksimal saat daftar untuk lulusan S1 25 tahun sedangkan lulusan S2 27 tahun
    • Memiliki sikap profesional dengan keterampilan jaringan dan komunikasi yang baik
    • Lancar berbahasa Inggris, baik komunikasi tertulis maupun lisan
    • Tidak ada anggota keluarga inti yang saat ini bekerja di Bank Mandiri (yaitu orang tua, saudara kandung)
    • Lajang, belum pernah menikah, dan bersedia untuk tetap melajang selama tahun pertama perjalanan program
    • Bersedia direlokasi ke seluruh Indonesia

    2. Banking Staff

    Posisi ini bisa dilamar sebelum 31 Oktober 2025. Adapun syarat yang harus dipenuhi untuk daftar posisi ini antara lain:

    • Pendidikan minimal Sarjana (S1), dengan IPK minimal 2,75 dari bidang studi yang relevan
    • Usia maksimal saat melamar 24 tahun untuk fresh graduate dan 26 tahun untuk yang telah memiliki pengalaman bekerja minimal 2 tahun
    • Berpenampilan menarik dengan kemampuan komunikasi yang baik, baik lisan maupun tertulis
    • Untuk kandidat fresh graduate, diutamakan masih lajang dan belum pernah menikah
    • Tidak ada anggota keluarga inti yang saat ini bekerja di Bank Mandiri (yaitu orang tua atau saudara kandung)

    Cara Lamar Lowongan Kerja Bank Mandiri 2025

    Proses rekrutmen Bank Mandiri terdiri dari pendaftaran online, penyaringan profil, tes psikometri, wawancara, tes kesehatan hingga penawaran. Pendaftaran bisa dilakukan secara online pada link https://www.bankmandiri.co.id/en/mandiri-career

    Dalam proses seleksi, detikers harus berhati-hati atas dari penipuan yang bisa terjadi. Informasi penerimaan hanya akan diinformasikan oleh email yang berdomain @bankmandiri.co.id

    Untuk Officer Development Program (ODP) akan mendapatkan pelatihan sebelum mulai bekerja. Sementara itu, untuk posisi lainnya, pelatihan akan dilaksanakan sebagai bagian dari pengembangan karyawan dan diberikan setelah bergabung dengan Bank Mandiri.

    Keuntungan Bekerja di Bank Mandiri

    Selain mendapat gaji pokok, pegawai Bank mandiri juga akan memperoleh:

    1. Bonus kerja
    2. Cuti sakit berbayar
    3. Asuransi jiwa
    4. Asuransi kesehatan dan medis
    5. Rancana manfaat pensiun
    6. Tunjangan hari raya
    7. Tunjangan perjalanan cuti
    8. Sertifikat
    9. Pelatihan dan pengembangan profesional
    10. Rencana medis, resep, gigi atau penglihatan

    Tunggu apalagi, segera coba lowongan ini detikers. Semoga beruntung ya!

    (cyu/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Jepang Bakal Ubah Sistem Kuliah, Gabungkan S1 dan S2 Jadi Satu Jalur!

    Jepang Bakal Ubah Sistem Kuliah, Gabungkan S1 dan S2 Jadi Satu Jalur!


    Jakarta

    Pemerintah Jepang berencana mengubah sistem Pendidikan tinggi secara massal. Perubahan yang dilakukan adalah dengan menerapkan program terpadu sarjana-magister (S1-S2) selama lima tahun guna meningkatkan jumlah mahasiswa pascasarjana dan juga melahirkan tenaga profesional unggul di tengah krisis tenaga kerja.

    Rencana ini disampaikan oleh Kementerian Pendidikan Jepang dalam sidang sub komisi Dewan Pendidikan Pusat pada Rabu (9/10/2025). Implementasinya ditargetkan mulai tahun ajaran 2026.

    Kuliah S1 dan S2 Hanya 5 Tahun

    Dalam sistem pendidikan Jepang saat ini, mahasiswa menempuh 4 tahun kuliah sarjana (S1) dan 2 tahun magister (S2).


    Namun, lewat reformasi baru di bidang pendidikan, total Waktu belajar bisa dipangkas menjadi 5 tahun. Mahasiswa mulai diizinkan mengambil mata kuliah tingkat magister saat masih berstatus sebagai mahasiswa S1, sehingga waktu studi lebih efisien.

    Program semacam ini sebenarnya sudah diuji coba di beberapa kampus ternama Jepang seperti Keio University dengan program S1-S2 4 tahun, Hitotsubashi University dengan program 5 tahun, dan University of Tokyo, yang berencana meluncurkan program “4+1” di College of Design pada 2027.

    Langkah ini diambil karena jumlah mahasiswa berusia 18 tahun di Jepang terus menurun, seiring populasi yang menua. Pemerintah menginginkan universitas dapat mencetak lebih banyak spesialis daripada generalis, agar tenaga kerja di masa depan memiliki keahlian dengan kualitas tinggi dan sesuai kebutuhan industri dan riset.

    Selain itu, pemerintah berharap sistem baru ini menarik lebih banyak mahasiswa internasional sehingga meningkatkan daya saing global Jepang, terutama di bidang teknologi dan inovasi.

    Kementerian Pendidikan Jepang mencatat, hanya 12,6% mahasiswa S1 yang melanjutkan ke jenjang S2 pada tahun ajaran 2024, jauh lebih rendah dibandingkan negara-negara Barat.

    Tingkat lanjut studi juga bervariasi antar bidang:

    • Sains dan teknik: 40% mahasiswa S1 lanjut ke S2.
    • Humaniora: hanya 4,5%.
    • Ilmu sosial: sekitar 2,8% (data 2023).

    Angka ini menunjukkan masih minimnya minat studi lanjut di bidang nonsains.

    Khawatir Kurangi Kualitas Riset Tugas Akhir

    Walaupun dianggap solutif dan inovatif, para ahli mengingatkan supaya percepatan masa studi tidak serta merta menurunkan mutu akademik.

    Ada kekhawatiran jika nantinya mahasiswa kesulitan menyelesaikan dua penelitian (skripsi dan tesis) dalam waktu yang lebih singkat, sehingga menyebabkan menurunya kualitas riset.

    Selain itu, reformasi ini harus didukung perubahan pola rekrutmen kerja. Jika perusahaan tidak memberi nilai tambah bagi lulusan S2, mahasiswa akan tetap enggan menempuh studi lanjutan meskipun durasinya lebih singkat.

    Rencana penerapan program S1-S2 terpadu lima tahun di Jepang menandai langkah besar dalam modernisasi sistem pendidikan tinggi.

    Namun, kesuksesannya akan bergantung pada sinergi antara pemerintah, universitas, dan dunia industri, agar percepatan pendidikan tidak mengorbankan kualitas, serta benar-benar mampu melahirkan tenaga ahli unggul untuk masa depan Jepang.

    Penulis adalah peserta program PRIMA Magang PTKI Kementerian Agama di detikcom.

    (nah/nah)



    Sumber : www.detik.com

  • Foto SPPG Polri Pejaten yang Sudah Terapkan Rapid Test, Jaga Kualitas Makanan

    Foto SPPG Polri Pejaten yang Sudah Terapkan Rapid Test, Jaga Kualitas Makanan


    Jakarta

    Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri di Pejaten menjadi salah satu contoh penerapan pelaksanaan makan bergizi gratis (MBG).

    SPPG Pejaten sedikitnya melayani sekitar 3.000 penerima manfaat yang terdiri atas siswa-siswi tingkat TK, PAUD, SD, SMP, hingga SMK. Distribusi makanan dilakukan secara bertahap dalam beberapa kloter.

    Kloter pertama mulai siap dikirim pada pukul 07.45 WIB untuk siswa TK, PAUD, serta SD kelas 1 hingga 2. Kloter kedua dikirim pada pukul 09.00 WIB untuk siswa SD kelas 3 hingga 5, sementara distribusi terakhir dilakukan menjelang jam makan siang bagi siswa SMA dan SMK.


    Pihak SPPG memastikan proses memasak hingga pendistribusian tidak melampaui enam jam demi menjaga kualitas dan keamanan pangan.

    Sudah Terapkan Rapid Test Kualitas Pangan

    penampakan rapid test untuk MBGPotret rapid test untuk MBG Foto: Nafilah Sri Sagita/detikHealth

    SPPG Pejaten menjadi salah satu unit yang sudah menerapkan kebijakan baru Badan Gizi Nasional (BGN), yakni pelaksanaan rapid test makanan. Pemerintah mewajibkan seluruh SPPG di Indonesia untuk menjalani pemeriksaan cepat semacam ini, sebagai upaya memastikan keamanan makanan sebelum dikonsumsi, belajar dari pengalaman panjang Jepang.

    Sebagai negara dengan pengalaman lebih dari 100 tahun dalam menjalankan program mirip MBG, Jepang pernah mencatat insiden keracunan makanan akibat masalah pada kualitas bahan baku.

    Pembelajaran ini yang kemudian diterapkan di Indonesia melalui peningkatan standar keamanan MBG.

    Tiga Hal yang Jadi Teladan

    Direktur Pascasarjana Universitas YARSI, Prof Tjandra Yoga Aditama, menilai SPPG Pejaten bisa menjadi percontohan bagi wilayah lain, terutama setelah munculnya sejumlah laporan kasus keracunan makanan di beberapa daerah.

    “Menurut saya ada tiga hal penting. Pertama, SOP harus ditetapkan dengan sangat rinci. Kedua, pelaksanaannya harus disiplin, karena SOP yang bagus tapi tidak dijalankan dengan baik tentu jadi catatan. Ketiga, perlu disebarkan dan dibuka agar pihak lain bisa melihat langsung bahwa SPPG yang baik itu seperti apa,” kata Prof Tjandra saat ditemui detikcom Selasa (21/10/2025).

    Ia juga menekankan pentingnya pengawalan mutu secara konsisten, mulai dari fasilitas penyimpanan bahan makanan, proses pengolahan, hingga distribusi.

    Peran Sanitarian dan Pengawasan Rutin

    Prof Tjandra Yoga Aditama, pengamat kesehatan yang tengah mengunjungi dapur makanan bergizi gratis SPPG Pejaten Polri.Prof Tjandra Yoga Aditama, pengamat kesehatan yang tengah mengunjungi dapur makanan bergizi gratis SPPG Pejaten Polri. Foto: Nafilah Sri Sagita/detikHealth

    Untuk menjaga keamanan pangan, Prof Tjandra menyarankan agar pengawasan rutin melibatkan tenaga sanitarian, yang juga bisa diperbantukan puskesmas setempat. Menurutnya, keberadaan sanitarian juga diperlukan untuk memastikan aspek sanitasi dan higiene di setiap tahap produksi makanan.

    “Di sini juga sudah dilakukan pemeriksaan, apakah ada kandungan seperti arsen, formalin, dan nitrit, yang bisa terdeteksi sejak dini,” ujarnya.

    Selain itu, SPPG Pejaten juga telah menerapkan sistem penyimpanan bahan makanan yang terpisah antara bahan kering dan basah, dengan pengaturan suhu ruang yang disesuaikan. Langkah ini menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan dan kualitas pangan.

    Prof Tjandra berharap model seperti SPPG Pejaten dapat diadopsi oleh daerah lain, termasuk wilayah terluar dan tertinggal, agar seluruh anak Indonesia mendapat akses makanan bergizi dan aman dengan standar yang sama.

    Dalam kesempatan yang sama, Wakasatgas MBG Polri Irjen Nurwono Danang menyebut pihaknya telah membangun 645 SPPG. Polri menargetkan 1.500 SPPG dibangun di seluruh daerah Indonesia.

    “Kita wajibkan untuk seluruh polres-polres yang awalnya satu Polres membangun satu SPPG, saat ini kita wajibkan bisa membangun satu Polres tiga SPPG. Sehingga diharapkan Polri bisa membangun sampai 1.500 SPPG di seluruh Indonesia,” kata Danang.

    Simak juga Video: Melihat Rapid Test Menu MBG di SPPG Polri yang Dipuji BGN

    (naf/kna)



    Sumber : health.detik.com