Tag: pddikti

  • Gagal Magang Hub Kemnaker 2025? Cek Penyebabnya Agar Lolos di Batch 2!

    Gagal Magang Hub Kemnaker 2025? Cek Penyebabnya Agar Lolos di Batch 2!



    Jakarta

    Hasil seleksi Magang Hub Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) atau Magang Nasional 2025 sudah rilis. Pengumuman telah diinformasikan pada 16 Oktober 2025 kemarin.

    Total pendaftar Magang Hub Kemnaker 2025 batch 1 ini sebanyak 156.159 orang. Tentunya, tidak semua peserta bisa lolos diterima magang di perusahaan tujuannya.

    Sebagian peserta harus menerima bahwa dirinya tidak lolos ke seleksi tahap berikutnya. Ada berbagai faktor yang membuat peserta gagal dalam seleksi tahap awal ini.


    Salah satunya, keterangan atau status yang diterima peserta gagal adalah “Tidak Memenuhi Syarat”. Mengapa bisa dikatakan tidak memenuhi syarat?

    Penyebab “Tidak Memenuhi Syarat” di Magang Hub Kemnaker

    Dalam unggahan Instagram @kemnaker, dikutip Jumat (17/10/1015), dijelaskan bahwa ada beberapa kemungkinan peserta gagal karena alasan tidak memenuhi syarat.

    Pertama, bisa jadi karena tanggal kelulusan lebih dari satu tahun terakhir. Kemudian, data peserta belum masuk ke PDDikti karena kampus belum melaporkan atau memperbarui data kelulusan.

    “Kemnaker menggunakan data lulusan perguruan tinggi langsung dari Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti) milik Kemendiktisaintek,” tulis unggahan tersebut.

    Adapun data kelulusan yang diambil Kemnaker adalah yang berlaku pada periode 1 Oktober 2024-30 september 2025. Sementara penarikan data terakhir dilakukan per 1 Oktober 2025.

    “Jadi, kalau kampus Rekanaker baru memperbarui data setelah tanggal itu, datanya belum otomatis masuk ke sistem Magang Hub Kemnaker,” tulis @kemnaker.

    Masih Ada Lowongan Sebanyak 80.000 Peserta

    Bagi detikers yang gagal dalam batch ini, tak perlu khawatir dan sedih berlarut. Pasalnya, masih banyak lowongan yang tersedia untuk batch-batch berikutnya.

    Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli mengatakan kuota Magang Nasional sebesar 100 ribu orang. Sisa kuota untuk magang berikutnya masih ada 80.000 lowongan.

    “Kami menargetkan 100.000 lowongan magang dapat tersedia hingga akhir tahun 2025. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh dunia usaha untuk ikut serta membuka kesempatan magang bagi generasi muda Indonesia,” kata Yassierli Senin (13/10/2025), dikutip dari detikFinance.

    Kapan Magang Hub Kemnaker Batch 2 Dibuka?

    Magang Hub Kemnaker batch 2 akan dibuka pada 2 November 2025. Tak berhenti pada tahun ini, pemerintah berencana melanjutkannya pada 2026.

    “Kita selesaikan dulu batch 1, kita akan evaluasi batch 1. Sesudah itu, nanti kita lihat ada beberapa rekomendasi yang akan ditindaklanjuti di batch 2 atau bahkan di tahun depan,” ujar Menaker.

    Bagi detikers yang akan mencoba lagi di batch berikutnya, syarat utama yang harus dipenuhi untuk daftar Magang Hub Kemnaker yakni WNI, lulusan diploma atau sarjana maksimal satu tahun lalu, dan berasal dari kampus yang terdaftar di Kemendiktisaintek.

    Selamat mencoba kembali detikers dan semoga sukses ya di batch 2!

    (cyu/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Pendaftaran Beasiswa Penyelesaian Studi Doktor Dalam Negeri 2025 Dibuka, Tertarik Mendaftar?

    Pendaftaran Beasiswa Penyelesaian Studi Doktor Dalam Negeri 2025 Dibuka, Tertarik Mendaftar?



    Jakarta

    Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) kembali membuka Beasiswa Penyelesaian Studi Doktor Dalam Negeri. Siapa saja yang boleh mendaftar?

    Menurut Buku Panduan Pendaftaran, Beasiswa Penyelesaian Studi Doktor Dalam Negeri adalah beasiswa yangdiperuntukan bagi mahasiswa doktoral yang telah melaksanakan ujian proposal disertasi atau sedang menyelesaikan disertasi pada program pendidikan doktor.


    Manfaat beasiswa ini termasuk bantuan pembiayaan penelitian pada disertasi yang berkontribusi terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi. Seperti apa ketentuan lengkapnya? Simak di bawah ini.

    Sasaran Penerima Beasiswa Penyelesaian Studi Doktor Dalam Negeri 2025

    1. Mahasiswa program Doktoral dari Perguruan Tinggi Dalam Negeri yang belum menerima beasiswa dari pihak manapun

    2. Mahasiswa dengan topik penelitian yang termasuk dalam kategori riset unggulan dan/atau prioritas pemerintah namun tidak memiliki sumber daya pendanaan yang memadai dalam menyelesaikan program disertasinya

    Mekanisme Pemberian Beasiswa Penyelesaian Studi Doktor Dalam Negeri 2025

    Skema waktu pemberian beasiswa adalah satu kali pembiayaan. Pembayaran dilakukan setelah ditetapkan sebagai penerima beasiswa dan melakukan registrasi ulang pada sistem monitoring dan evaluasi.

    Dana beasiswa diberikan secara lumsum dengan besaran Rp 25 juta. Komponen beasiswa hanya dapat diajukan sesuai Tahun Anggaran berjalan.

    Persyaratan Pendaftar Beasiswa Penyelesaian Studi Doktor Dalam Negeri 2025

    Pendaftar beasiswa wajib memenuhi syarat sebagai berikut:

    1. Warga Negara Indonesia
    2. Memiliki NIDN bagi dosen tetap pada perguruan tinggi negeri dan swasta di bawah koordinasi Kemdiktisaintek
    3. Mahasiswa Program Doktoral yang telah lulus seminar proposal disertasi
    4. Sedang menempuh studi S3 paling tinggi semester 7 pada saat mengajukan pendaftaran beasiswa dibuktikan dengan Transkrip nilai semester terakhir
    5. Telah menyelesaikan atau dinyatakan lulus ujian proposal disertasi
    6. Studi pada perguruan tinggi Dalam Negeri daan program studi yang memiliki akreditasi minimal Baik Sekali/B berdasarkan data PDDikti, atau masuk dalam daftar Perguruan Tinggi dan Program Studi pada laman https://beasiswa.kemdikbud.go.id/informasi/
    7. Menandatangani surat pernyataan pendaftar Beasiswa Bergelar sesuai format
    8. Tidak sedang mengajukan, akan, atau sedang menerima beasiswa dengan komponen bantuan disertasi dari sumber lain termasuk Hibah Penelitian Disertasi Doktor dari Kemdiktisaintek yang mengakibatkan double funding selama menjadi penerima Beasiswa Program Doktor Penyelesaian Studi di Dalam Negeri
    9. Melampirkan Rencana Anggaran Biaya (RAB) sesuai dengan satuan biaya yang berlaku
    10. Pendaftar menyampaikan proposal penelitian dengan ketentuan:
      a. proposal sekurang-kurangnya memuat: judul, latar belakang, rumusan masalah, pertanyaan/tujuan penelitian, metode dan desain, manfaat, kesimpulan dan saran, dan daftar pustaka
      b. ditulis dalam bahasa Indonesia
      c. ditulis antara 1500 – 2000 kata
    11. Melampirkan surat rekomendasi dari promotor yang menyatakan bahwa mahasiswa sedang melaksanakan penelitian
    12. Melampirkan Curriculum Vitae (CV)
    13. Melampirkan Surat Keterangan Mahasiswa Aktif (SKMA) dari pejabat berwenang di perguruan tinggi tempat studi
    14. Melampirkan Rencana Penyelesaian Disertasi (dalam tabelperminggu)

    Mekanisme Pendaftaran Beasiswa Penyelesaian Studi Doktor Dalam Negeri 2025

    Pendaftar beasiswa bisa mengunjungi laman https:// www.beasiswa.kemdikbud.go.id. Pendaftara tinggal mengunggah dokumen persyaratan dan mengisi form yang disediakan dalam laman tersebut.

    Jadwal Seleksi Beasiswa Penyelesaian Studi Doktor Dalam Negeri 2025

    Pendaftaran: 18-26 Oktober 2025
    Seleksi Administrasi: 28 Oktober-2 November 2025
    Pengumuman Hasil: 3-5 November 2025
    Seleksi wawancara: 6-9 November 2025
    Pengumuman Hasil: 10-12 November 2025
    Registrasi ulang: 17-20 November 2025

    Informasi lebih lengkap mengenai Beasiswa Penyelesaian Studi Doktor Dalam Negeri 2025 dapat diakses melalui https://beasiswa.kemdiktisaintek.go.id/

    (nir/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Catat! Ini Beda Seleksi PPG Calon Guru 2025 dengan Tahun Sebelumnya

    Catat! Ini Beda Seleksi PPG Calon Guru 2025 dengan Tahun Sebelumnya



    Jakarta

    Direktur Jenderal (Dirjen) Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Nunuk Suryani menjelaskan perbedaan seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Calon Guru tahun 2025 dan tahun-tahun sebelumnya.

    Pendaftaran PPG Calon Guru tahun ini masih dibuka hingga 6 November 2025. Program PPG ini ditujukan bagi guru honorer atau guru yang tidak terdaftar Data Pokok Pendidikan (Dapodik) atau Simpatika.

    Dengan mengikuti PPG Calon Guru, peserta akan mendapatkan sertifikat pendidik. Selain menjamin kesejahteraan guru lewat sertifikat pendidik tersebut, program PPG juga meningkatkan kompetensi pendagogik, kepribadian sosial, dan profesionalisme guru.


    Sebelum mendaftar program PPG tahun ini, guru harus tahu dulu perbedaa proses seleksinya dengan tahun lalu. Mengutip Instagram @ditjen.gtk.kemdikbud, berikut informasinya.

    Beda Seleksi PPG Calon Guru 2025 dengan Tahun Sebelumnya

    1. Kurikulum

    Dalam segi kurikulum, pada penyelenggaraan PPG Calon Guru tahun ini akan berbeda. Kurikulum akan lebih diperkaya.

    Nantinya, ada materi seputar pembelajaran mendalam, pendidikan nilai, pola pikir bertumbuh (growth mindset), dan pemahaman tentang layanan dasar BK bagi seluruh peserta PPG.

    2. Lokasi Perkuliahan

    Perbedaan selanjutnya ada pada lokasi perkulihan. Jika pada tahun 2024, lokasi perkuliahan tidak bisa peserta pilih secara bebas.

    Sementara pada tahun ini, peserta bisa memilih lokasi perkuliahan sesuai dengan ketersediaan/kapasitas kampus yang sesuai dengan bidang studi PPG yang dipilih.

    3. Proses Pendaftaran

    Dalam pendaftaran PPG tahun ini, peserta diberikan kesempatan untuk memilih keberminatan lokasi mengajar. Tujuannya agar calon guru memahami potensi lokasi mengajar.

    Hal itu membuat guru bisa memahami lokasi mengajar sesuai dengan kebutuhan guru di suatu wilayah. Dengan begitu, calon guru sap berkontribusi lokasi mana pun yang tengah membutuhkan.

    Syarat Daftar PPG Calon Guru Tahun 2025

    Pendaftaran PPG Calon Guru tahun ini bisa dilakukan secara online lewat laman https://ppg.kemendikdasmen.go.id. Sebelum daftar, calon peserta harus memenuhi syarat-syarat berikut ini:

    • WNI
    • Tidak terdaftar sebagai guru atau kepala sekolah dalam Dapodik dan Simpatika
    • Berusia maksimal 32 tahun per 31 Desember 2025
    • Mempunyai kualifikasi akademik S1 atau D4 yang terdaftar dalam Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti) atau terdata pada basis data penyetaraan ijazah luar negeri bagi lulusan luar negeri
    • Mempunyai IPK minimal 3,00
    • Mempunyai surat keterangan sehat jasmani dan rohani
    • Mempunyai surat keterangan berkelakuan baik
    • Mempunyai surat keterangan bebas narkotika
    • Menandatangani pakta integritas
    • Mengikuti tahapan seleksi administrasi, tes substantif, dan tes wawancara.

    Pilihan Bidang Studi yang Dibuka pada 2025

    Bidang Studi Umum

    1. Pendidikan guru sekolah dasar (PGSD)
    2. Pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan (PJOK)
    3. Bimbingan dan konseling (BK)
    4. Informatika
    5. Pendidikan Pancasila
    6. Bahasa Indonesia
    7. Ilmu pengetahuan sosial (IPS)
    8. Seni budaya
    9. Ilmu pengetahuan alam (IPA)
    10. Matematika
    11. Pendidikan luar biasa
    12. Pendidikan guru anak usia dini (PGPAUD)

    Bidang Studi Kejuruan

    1. Teknik otomotif
    2. Teknik jaringan komputer dan telekomunikasi
    3. Manajemen perkantoran dan layanan bisnis
    4. Kuliner
    5. Pengembangan perangkat lunak dan gim
    6. Teknik elektronika
    7. Teknik ketenagalistrikan
    8. Teknik mesin
    9. Teknik pengelasan dan fabrikasi logam
    10. Agroteknologi pengolahan hasil pertanian
    11. Broadcasting dan perfilman
    12. Desain komunikasi visual

    Itulah bocoran perbedaan proses seleksi PPG Calon Guru tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya. Bapak-Ibu Guru sudah siap daftar?

    (cyu/twu)



    Sumber : www.detik.com