Tag: pelumas

  • Jangan Tertipu! Ini 5 Cara Mudah Membedakan Oli Asli dan Palsu


    Jakarta

    Penjualan oli palsu ternyata masih marak terjadi di berbagai tempat. Hal ini tentu sangat merugikan para pengendara yang ingin mengganti oli mesin.

    Dengan iming-iming harga yang lebih murah, hal ini membuat sejumlah masyarakat terkecoh dan akhirnya memilih oli palsu. Padahal, penggunaan oli palsu dapat memicu kerusakan mesin karena oli tersebut bisa saja bekas pakai dari kendaraan lain.

    Namun jangan khawatir, sebab ada sejumlah cara untuk membedakan antara oli asli dan palsu. Lantas, bagaimana caranya? Simak pembahasannya dalam artikel ini.


    Cara Membedakan Oli Asli dan Palsu

    Mengganti oli mesin secara berkala dapat menjaga kondisi mesin kendaraan agar selalu prima. Namun, ada sejumlah oknum di berbagai bengkel tidak resmi yang menjual oli palsu kepada konsumen.

    Sebagai pemilik kendaraan, tentu kamu harus jeli dan mengecek apakah oli yang dipakai merupakan asli atau justru palsu. Dilansir situs Auto2000, berikut cara mudah membedakan oli asli dan palsu.

    1. Cek Nomor Produksi di Botol Oli

    Cara yang pertama adalah mengecek nomor produksi dalam kemasan oli. Pada umumnya, nomor produksi akan tertera pada tutup dan botol kemasan.

    Coba bandingkan nomor produksinya, apakah yang tertulis di tutup dan botol sama? Jika iya, maka dapat dipastikan bahwa oli tersebut asli. Namun jika berbeda maka sudah pasti oli tersebut palsu.

    2. Cek Segel Kemasan di Botol Oli

    Untuk lebih memastikan lagi, cobalah cek pada botol kemasan oli apakah masih tersegel dengan benar atau tidak ada segel sama sekali. Sebab, segel tersebut hanya dapat dibuat menggunakan mesin di pabrik, jadi tak bisa ditiru oleh oknum pembuat oli palsu.

    3. Lihat Label dan Hologram di Botol Oli

    Cara selanjutnya adalah melihat label dan hologram yang tertempel di botol kemasan oli. Sebagai perbandingan, oli asli memiliki cetakan label yang kualitasnya baik, sehingga saat menyentuh cetakan labelnya akan terasa timbul.

    Lain halnya dengan oli palsu, di mana cetakan labelnya memiliki kualitas rendah dan terlihat kusam. Namun, para oknum sering mengakalinya dengan menggunakan botol oli asli yang bekas pakai, tetapi isinya telah diganti dengan oli palsu.

    Untuk itu, cek juga hologram yang terdapat pada botol oli. Oknum yang menjual oli palsu biasanya tidak menyertakan hologram atau hologram yang ditempel terlihat palsu.

    4. Muncul Bau Aneh

    Salah satu tanda-tanda oli palsu adalah mengeluarkan bau yang aneh. Memang, oli asli tidak memiliki aroma yang wangi layaknya parfum, namun setidaknya aromanya masih wajar dan tidak menyengat di hidung.

    Sedangkan oli palsu mengeluarkan bau yang aneh dan tidak sedap. Hal ini lantaran oli telah dicampur dengan bahan-bahan lain atau menggunakan oli bekas kendaraan yang baru diganti.

    5. Warna Oli

    Cara yang terakhir membedakan antara oli asli dan palsu adalah dengan melihat warna oli. Untuk oli asli memiliki warna kuning cerah layaknya minyak goreng baru. Lalu, oli asli berkualitas baik juga sedikit kental.

    Lain halnya dengan oli palsu, yang mana warnanya cenderung cokelat dan hitam karena bekas pemakaian. Selain itu, oli palsu juga terlihat lebih encer.

    Itu dia lima cara mudah membedakan antara oli asli dan palsu. Semoga artikel ini dapat membantu detikers agar lebih teliti saat membeli oli mesin, baik membelinya secara langsung atau lewat online.

    (ilf/fds)



    Sumber : oto.detik.com

  • Ganti Oli Motor Berapa Km? Ini Jarak dan Waktu yang Tepat


    Jakarta

    Salah satu cara merawat sepeda motor yakni dengan mengganti oli. Oli penting untuk diganti secara berkala karena berperan besar bagi kendaraan, yaitu sebagai pelumas, pendingin, serta pembersih mesin.

    Namun, masih ada pengguna motor yang bingung mengenai kapan waktu yang tepat untuk mengganti oli, apakah pelumas mesti diganti rutin tiap bulannya atau tergantung kilometer (km) jarak yang sudah motor tempuh.

    Daripada makin penasaran, cari tahu jawabannya pada uraian berikut.


    Kapan Waktu yang Tepat Untuk Ganti Oli Motor?

    Untuk menunjang kinerja sepeda motor, oli mesin dibutuhkan. Oli sangat penting lantaran berguna sebagai pelumas dan pendingin agar menjaga mesin dan komponen-komponen tetap sehat, mampu menahan gesekan, serta terlindungi dari kerusakan.

    Nah, agar oli bekerja optimal sehingga berkendara lancar dan terhindar masalah maka penggantian oli perlu dilakukan secara rutin. Lantas, ganti oli berapa km atau berapa bulan sekali?

    Agung Prabowo selaku Technical Specialist PT Pertamina Lubricants, menjelaskan bahwa pabrikan motor biasanya menyarankan untuk ganti oli setiap 2.000-3.000 km atau 2-3 bulan sekali, tergantung yang lebih dulu dicapai.

    “Jika kilometernya tidak tercapai, biasanya bengkel menyarankan datang lagi misalnya motor 2-3 bulan suruh ke bengkel lagi untuk ganti oli, padahal kilometernya belum tercapai,” kata Agung, dikutip dari catatan detikOto.

    Pemakaian sepeda motor juga menjadi faktor yang mesti diperhatikan dalam mengganti oli. Apabila motor sering digunakan, oli perlu diganti lebih cepat. Misalnya, tiap bulan ganti oli.

    “Kalau sering dipakai apalagi di Jakarta yang kebanyakan stop and go, itu diharuskan tiap bulan ganti oli. Jangan menunda apalagi tunggu hitam. Karena sewaktu-waktu, walau dipakainya sudah lama oli bisa jadi bening lagi, loh. Tidak hitam,” ujar Adrian Baskoro, Vice President Director MPM Lubricants, dalam arsip detikOto.

    Ini direkomendasikan agar mesin sehat dan kendaraan tetap awet. Lain hal jika motor dipakai lebih sering, seperti untuk ngojek online. Menurut Adrian, setidaknya oli diganti 2-3 minggu sekali.

    “Kalau sudah dipakai ojek online, ini mending dua minggu atau tiga minggu sekali deh ganti oli,” katanya.

    Tidak seperti motor manual, motor matic memerlukan pelumas tambahan selain oli mesin, yaitu oli gardan atau oli transmisi matic. Adapun penggantian oli gardan lebih lama dibandingkan oli mesin. Meski begitu, oli transmisi ini juga harus diganti secara berkala.

    Menurut Brahma Putra Mahayana, Technical Specialist PT Pertamina Lubricants, oli gardan sebaiknya diganti tiap 12.000 km atau 12 bulan sekali untuk penggunaan motor yang normal.

    Jika pemakaian berat atau motor kerap digunakan untuk jarak jauh, durasi penggantian oli lebih bagus dipercepat.

    “Coba ganti dengan perbandingan 2:1. Penggantian oli transmisi dilakukan setelah dua kali ganti oli mesin,” ucap Brahma.

    Risiko Jarang Ganti Oli Motor

    Oli motor mesti diganti berkala, sekalipun motor jarang dipakai. Tapi, kalau kamu tidak rutin mengganti oli, terutama oli mesin, ada beberapa risiko yang bisa terjadi.

    1. Oli Cepat Berwarna Hitam

    Wahyu Budhi selaku Training Analyst Wahana Makmur Sejati (WMS), dikutip dari catatan detikOto, memaparkan bahwa warna hitam pada oli disebabkan oleh kerak sisa pembakaran yang bercampur oli. Bentuk cairan ini akan encer sehingga tidak layak untuk digunakan.

    Jika sudah begini, pelumas perlu lebih sering diganti agar tidak merusak mesin kendaraan.

    2. Komponen Lebih Cepat Rusak

    Penggantian oli secara berkala bisa membuat mesin tetap terjaga. Dengan begitu, usia komponen akan awet.

    Di sisi lain, kekentalan oli akan menurun jika tidak diganti terlalu lama. Ini dapat membuat proses pelumasan menjadi tidak optimal sehingga gesekan antar komponen bisa terjadi. Demikian mesin motor nantinya akan lebih cepat rusak.

    3. Mesin Panas Berlebih

    Salah satu fungsi oli untuk bantu mendinginkan mesin motor. Apabila oli jarang diganti maka fungsi pendinginan akan berkurang, sehingga panas berlebih bisa terjadi di mesin.

    “Ini yang turut memicu panas berlebih dari mesin,” kata Wahyu.

    4. Motor Tidak Nyaman

    Motor yang jarang ganti oli akan lebih terasa getarannya. Karena itu, pengendara mungkin bisa merasa tidak nyaman saat mengendarai motor.

    5. Boros BBM

    Volume oli akan berkurang seiring pemakaian motor. Selain itu, gesekan antar komponen bisa makin keras. Kalau sudah begini, performa mesin jadi lebih berat.

    Kondisi yang demikian memerlukan konsumsi bahan bakar yang lebih banyak supaya sejumlah komponennya bisa bekerja. Alhasil, bahan bakar jadi lebih boros.

    Nah, itu dia penjelasan mengenai waktu yang tepat untuk mengganti oli motor. Jadi, kamu jangan sampai terlewat untuk ganti oli ya.

    (azn/fds)



    Sumber : oto.detik.com

  • Pentingnya Memilih Oli Mobil Hybrid yang Tepat, Kenali Kelebihannya


    Jakarta

    Mobil hybrid atau hibrida eksistensinya terus meningkat. Mobil hybrid adalah jenis mobil yang menggunakan dua sistem penggerak pada mesinnya, yakni bahan bakar minyak, dan motor listrik.

    Bisa disebut, mobil hybrid menggunakan 3 unit dasar yang berbeda yaitu mesin pembakaran internal atau internal combustion (IC), motor listrik, dan paket baterai.

    Oleh sebab itu, pemilihan olinya perlu diperhatikan. Oli mobil hybrid dirancang untuk mendukung efisiensi bahan bakar dan kinerja mesin yang optimal


    Apakah Mobil Hybrid Ganti Oli?

    Dilansir laman Valvoline Global, kendaraan hybrid memerlukan penggantian oli hybrid yang teratur dan konsisten.

    Dalam hal ini, penggantian oli mobil hybrid tidak harus dilakukan sesering mesin pembakaran internal biasa (terutama jika pengguna sering mengendarai mobil hibrida dengan kecepatan rendah di dalam kota).

    Menggunakan oli hibrida yang tepat sangatlah penting. Umumnya, mesin hibrida beroperasi di suhu yang lebih rendah.

    Karena motor listrik meringankan beban dari mesin IC, berarti mesin tidak bisa mencapai suhu operasi optimal yang diperlukan dalam menguapkan air yang terkondensasi dalam oli mesin.

    Karena oli dalam mesin hibrida juga beroperasi di suhu yang lebih rendah, seringnya oli tidak bisa melumasi semua komponen mesin dengan baik.

    Oli mesin hibrida dan oli mesin pembakaran internal biasa memiliki perbedaan. Meskipun banyak yang beranggapan kalau perbedaan ini dapat diabaikan.

    Faktanya, meskipun mesin IC yang digunakan dalam kendaraan hibrida (baik diesel maupun bensin) merupakan mesin pembakaran internal tradisional yang menggunakan oli biasa, produsennya pun menyediakan spesifikasi sama untuk oli hibrida dan oli biasa.

    Mesin pembakaran mobil hybrid tidak bekerja sepanjang waktu, karena motor listrik menangani sebagian besar daya, suhu pengoperasian mesin IC biasanya lebih rendah daripada kendaraan non-hibrida.

    Peralihan konstan dari mesin IC ke motor listrik ini bisa membuat jumlah start dingin mesin yang terlalu tinggi. Itulah mengapa mobil asan utama mengapa kami merekomendasikan penggunaan oli mesin hibrida ketimbang oli biasa.

    Inilah alasan utama mengapa kami merekomendasikan penggunaan oli hybrid ketimbang oli biasa.

    Kelebihan Oli Mobil Hybrid

    Menggunakan oli mobil hybrid yang tepat bermanfaat dalam:

    • Mengurangi keausan mesin secara signifikan
    • Pembentukan lumpur akan berkurang.
    • Mendorong umur mesin bisa lebih panjang.

    Oli hybrid dan pelumas transmisi untuk kendaraan hybrid perlu bersifat listrik dan konduktif yang berbeda dari oli kendaraan tradisional. Hal ini bertujuan untuk sepenuhnya kompatibel dengan bahan isolasi, dan pelapis yang akan bersentuhan dengannya.

    Oli hibrida punya sifat viskositas suhu optimal, sehingga mampu melindungi dari keausan dan korosi pada titik pelumasan penting dalam kondisi dingin.

    Pemilik mobil mobil hybrid disarankan untuk menggunakan oli mobil hybrid berikut:

    • Oli hibrida yang berkarakter pendinginan 0W atau 5W
    • Oli hybrid yang memiliki lapisan viskositas, dengan karakter halus SAE 20, 30 atau di bawahnya.

    (khq/fds)



    Sumber : oto.detik.com

  • Ini Jenis Oli yang Cocok Buat Mobil Hybrid



    Jakarta

    Varian mobil hybrid semakin banyak di Tanah Air. Berbeda dengan mobil konvensional, mobil hybrid punya tambahan berupa baterai, generator, dan motor listrik. Lantas dari segi oli mesin, adakah perbedaan antara oli mesin mobil hybrid dan mobil konvensional?

    Dijelaskan Osmar Wijaya dari Sunda Motor Express, oli mobil hybrid punya perbedaan dari oli mobil konvensional. Kata Osmar, mobil hybrid yang kerja mesinnya lebih ringan, tak perlu menggunakan oli yang terlalu kental.

    Innova Zenix Hybrid dan Innova Zenix.Ilustrasi mesin mobil hybrid Foto: dok. Toyota-Astra Motor

    “Kalau mesin hybrid butuh viskositas yang lebih encer, lebih tipis, karena kerja mesinnya kan nggak terlalu berat lagi,” ungkap Osmar dalam keterangannya, Selasa (24/9).


    “Jadi (mobil hybrid) butuh oli yang lebih encer. Biasa 0W, kalau yang paling kental mungkin 5W. Ada biasanya 0W-20 bahkan 0W-16. Daya pelumasan yang cepat dan mampu menjangkau bagian tersempit, membuat viskositas yang dibutuhkan rendah,” jelas Osmar lagi.

    Sementara untuk interval penggantian oli mesin mobil hybrid, umumnya sama, yakni setiap interval 10 ribu km atau per enam bulan sekali. Penggantian oli mobil hybrid juga bergantung beberapa faktor, seperti jarak tempuh, kondisi jalan, dan juga gaya mengemudi.

    “Melihat tren mobil hybrid yang terus berkembang, membuat Sunda Motor Express menyediakan beragam merek pelumas untuk mobil hybrid dari yang harganya terjangkau (budget oil) hingga merek premium,” ungkap Osmar.

    “Sunda Motor Express juga melayani penggantian oli, kuras oli transmisi matic, purging diesel, dan injector cleaner. Buat pengerjaan, lokasi kami bisa memuat 5-8 mobil yang bisa dikerjakan bersamaan. Prosesnya pun singkat, misal penggantian oli hanya butuh 15 menit dan pekerjaan injector cleaner hanya 1 jam,” tukas Osmar.

    (lua/dry)



    Sumber : oto.detik.com

  • Kapan Ganti Oli Mobil yang Tepat? Awas Kelewat, Efeknya Bisa Begini


    Jakarta

    Oli mobil harus rutin diganti untuk menjaga kualitas mesin dan kinerjanya. Sebagai pelumas, oli mencegah gesekan antara komponen satu dengan lainnya. Tanpa oli, komponen akan saling bergesekan sehingga rentan rusak.

    Karena fungsi oli sangat vital, maka kita tidak boleh terlambat mengganti oli. Lantas kapan waktu yang tepat mengganti oli mobil agar mesin tetap awet? Simak penjelasannya di bawah ini, lengkap dengan tanda-tanda oli butuh diganti dan akibatnya jika telat ganti oli.

    Kapan Seharusnya Mengganti Oli Mobil?

    Ganti oli mobil umumnya dilakukan ketika jarak tempuhnya sudah mencapai 10.000 km. Dikutip dari situs Hyundai, jarak ini biasanya dicapai pada waktu 6 bulan.


    Namun, waktu yang tepat mengganti oli mobil bergantung pada jarak tempuh mobil yang ditandai dengan jumlah kilometernya. Selain itu, penggantian oli juga bisa berdasarkan jangka waktu penggunaan.

    Pada mobil yang sering dipakai, tentunya akan mencapai jarak 10.000 km tak sampai 6 bulan. Jika mobil jarang dipakai, oli sebaiknya tetap diganti 6 bulan sekali, meski belum mencapai jarak 10.000 km.

    Berdasarkan situs Suzuki, mobil yang sering dipakai untuk jarak jauh dan menempuh medan berat, seperti tanjakan, kemacetan, muatan lebih berat, maka direkomendasikan untuk mengganti oli setiap 7.500 km.

    Selain itu, detikers juga harus mengetahui kondisi mobil kamu. Mobil dengan masalah tertentu kemungkinan akan lebih cepat menghabiskan oli, sehingga harus ganti oli lebih cepat dari biasanya.

    Tanda Mobil Harus Ganti Oli

    Pemilik mobil juga harus peka dengan kondisi mobilnya. Dikutip dari situs Astra-Daihatsu, berikut ini tanda-tanda mobil harus ganti oli:

    Salah satu tanda oli harus segera diganti adalah ketika kualitasnya sudah menurun. Kamu harus mengecek kondisi oli untuk mengetahui kualitasnya.

    Oli baru memiliki tekstur yang licin, lengket, dan berwarna jernih. Ketika oli sudah berputar ke seluruh komponen dalam waktu lama, maka warnanya akan berubah menjadi keruh dan coklat gelap.

    Warna oli yang gelap ini dikarenakan oli membersihkan permukaan dinding silinder mesin yang berkerak akibat oksidasi. Ketika sudah sangat keruh, maka itu tandanya oli mobil sudah harus segera diganti.

    2. Akselerasi Terasa Lambat

    Tanda lainnya adalah ketika akselerasi mobil sudah terasa lambat. Kualitas oli yang menurun akan menyebabkan gesekan yang lebih tinggi dalam mesin. Ini akan menyebabkan kinerja mesin menjadi kurang responsif karena mesin harus bekerja lebih keras.

    3. Mesin Bergetar Lebih Kuat

    Ketika mesin dalam keadaan idle, yaitu dalam kondisi diam tetapi mesin menyala, coba rasakan getarannya. Jika getaran mesin lebih kuat dari biasanya, maka kemungkinan menjadi tanda bahwa ada masalah dengan oli mesin.

    Ketika oli mesin sudah diganti, biasanya getaran mesin akan terasa halus kembali. Pemilik mobil harus lebih sensitif terhadap getaran mesin, baik dalam kondisi idle maupun saat berjalan.

    4. Suara Kerja Mesin Lebih Kasar

    Selain getarannya, pemilik mobil juga harus peka dengan suara mobil. Saat mobil dinyalakan, cek apakah suaranya kasar atau tidak. Jika terdengar kasar atau berisik, maka kemungkinan oli sudah butuh diganti.

    Akibat Terlambat Ganti Oli

    Penting bagi pemilik untuk mencatat kapan dan pada jarak berapa terakhir kali mengganti oli. Jangan sampai lupa untuk mengganti oli jika sudah tiba waktunya. Dikutip dari situs Suzuki, berikut ini beberapa akibat jika terlambat ganti oli:

    1. Mesin Cepat Panas

    Ketika terlambat ganti oli, maka mesin akan menjadi cepat panas. Sebab oli yang buruk tidak akan melumasi mesin dengan baik, sehingga gesekan meningkat dan menyebabkan mesin overheating atau cepat panas. Jika ini bertahan dalam waktu lama, maka akan merusak komponen mesin dan bahkan bisa menyebabkan kebakaran.

    Ketika komponen sering bergesekan karena oli sudah kotor, maka mesin akan terasa berat saat bekerja. Hal ini mengakibatkan akselerasi menjadi lambat dan suara mesin menjadi kasar. Bahkan saat oli habis, mesin tidak akan bisa dinyalakan sama sekali.

    3. Bahan Bakar Semakin Boros

    Kualitas oli yang sudah turun membuat mesin bekerja lebih keras, konsumsi bahan bakar pun jadi meningkat. Kamu pun akan semakin sering mengisi bahan bakar.

    4. Kerusakan Turbocharger

    Pada mobil dengan turbocharger, oli yang sudah kotor juga bisa merusak komponen ini. Turbo bekerja pada suhu tinggi, sehingga membutuhkan pelumas yang baik. Jika telat ganti oli, maka bisa membuatnya cepat rusak dan biaya perbaikannya mahal.

    5. Penyumbatan Katalisator

    Saat telat ganti oli, pembakaran mesin menjadi tidak sempurna. Hal ini membuat katalisator tersumbat dan rusak, sehingga mobil bisa jadi tidak lolos uji emisi.

    6. Penurunan Performa Sistem Lainnya

    Berbagai komponen mobil juga membutuhkan oli sebagai pelumas. Jika kekurangan pelumas atau oli kotor, maka bisa mempengaruhi pelumas lain, seperti oli transmisi dan gardan, sehingga menurunkan performa sistem lainnya.

    Nah, sekarang detikers sudah tahu kan kapan waktu yang tepat untuk mengganti oli? Waspada jika kinerja mesin mobil terasa turun, yang bisa jadi mengindikasikan oli harus segera diganti.

    (row/row)



    Sumber : oto.detik.com

  • Cek 7 Komponen Ini sebelum Pergi Liburan Pakai Mobil Pribadi



    Jakarta

    Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) segera tiba. Masyarakat menantikan dan siap menikmati momen ini dengan berwisata atau pulang ke kampung halaman menggunakan mobil pribadi bersama keluarga. Jangan lupa mengecek 7 komponen sebelum berpergian menggunakan mobil pribadi.

    Selama perjalanan liburan, biasanya ditemukan kondisi jalanan macet sebab jumlah pemudik yang melonjak, aturan ruas buka-tutup jalan, kendala mogok, hingga berbagai kondisi lainnya.

    Kondisi-kondisi tersebut tentunya dapat mempengaruhi performa kendaraan, seperti suhu mobil lebih cepat panas, bahan bakar yang tidak efisien, hingga berbagai kondisi yang tidak diinginkan lainnya.


    Supaya kondisi mobil tetap optimal, berikut beberapa tips dari Daihatsu terkait perawatan mobil agar momen perjalanan liburan tetap aman, nyaman, dan menyenangkan:

    1. Periksa komponen lampu dan wiper. Jika karet wiper tidak berfungsi dengan baik, segera lakukan penggantian dengan yang baru agar dapat menyapu air dengan baik dan menjaga visibilitas ketika berkendara dalam kondisi hujan.

    2. Periksa aki dan sistem kelistrikan mobil. Aki mobil adalah sumber daya utama kelistrikan pada mobil yang dapat menjaga kinerja lampu, audio, dan mesin agar berjalan optimal. Sebaliknya, aki yang jarang dirawat atau bahkan tidak pernah dicek dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan kinerja kurang maksimal atau mogok pada saat kendaraan akan digunakan.

    3. Ganti oli mobil. Sebagai pelumas penting komponen dalam mesin, periksa dan ganti oli mesin bila diperlukan sebelum bepergian, mulai dari oli mesin, oli gardan, oli rem, oli power steering, dan lain-lain. Pastikan pilih oli terbaik sesuai dengan spesifikasi mesin.

    4. Ganti air radiator. Sebagai peredam panas mesin mobil akibat kinerja mesin yang tinggi, Anda disarankan menggunakan air radiator khusus agar kinerja pendingin mesin lebih optimal dan mampu mencegah karat pada sela mesin.

    5. Cek kondisi ban dan kaki-kaki. Periksa tekanan udara dan ketebalan tapak ban. Ban yang aus atau tekanan udara yang tak sesuai dapat mempengaruhi stabilitas kendaraan dan berdampak pada efisiensi konsumsi bahan bakar. Cek juga bagian kaki-kaki kendaraan, dan lakukan spooring dan balancing bila perlu untuk menyeimbangkan kembali sudut-sudut roda supaya dapat berputar dengan seimbang.

    6. Periksa komponen rem dan pastikan dalam keadaan baik, mulai kualitas minyak (oli) rem, kondisi kampas rem, dan piston rem. Perhatikan juga apakah ada suara aneh atau getaran saat pengereman, karena hal ini bisa menjadi tanda adanya masalah.

    7. Filter pendingin dan AC. Mobil dengan suhu yang dingin dan sejuk memberikan kenyamanan tersendiri selama perjalanan. Lakukan pengecekan filter pendingin pada AC, termasuk pembersihan kondensor dan evaporator agar kinerja AC tetap optimal.

    (lua/dry)



    Sumber : oto.detik.com

  • Cara Mudah Tahu Kapan Harus Servis Motor, Cukup Lihat Speedometer



    Jakarta

    Waktu paling tepat untuk melakukan servis motor dapat diketahui dengan mudah. Nggak perlu bingung, kamu hanya perlu melihat jarak tempuh kendaraan, karena perawatan motor itu bisa ditentukan dari jarak tempuh setiap harinya.

    Dikutip dari situs Federal Oil, ada cara paling mudah untuk mengetahui kapan waktu yang tepat untuk melakukan service atau perawatan motor, menghitung dari speedometer.

    Motor yang bekerja terus menerus membutuhkan perhatian khusus dengan servis yang lengkap. Perawatan secara rutin ini bertujuan untuk mengecek kondisi suku cadang dan mesin motor tetap dalam kondisi prima serta melakukan perbaikan-perbaikan yang dibutuhkan.


    Terdapat interval atau jarak batas waktu antar servis motor, biasanya interval servis motor ini merujuk pada waktu penggunaan atau pada angka di speedometer. Pada motor yang sering digunakan, idealnya servis motor dilakukan setiap 2-3 bulan.

    Hal ini untuk mengecek kondisi oli dan ban pada motor agar tetap berada dalam kondisi yang prima. Namun, jika motor sering digunakan untuk aktivitas yang berat, seperti perjalanan yang jauh, membawa beban berat, melalui medan yang sulit, tentu saja servis motor dapat dilakukan lebih sering.

    Yamaha All New R15M Connected-ABSIlustrasi Yamaha All New R15M Connected-ABS Foto: Muhammad Hafizh Gemilang

    Jika ragu, detikers juga dapat menentukan interval servis dengan memperhatikan angka speedometer yang ada pada motor. Angka tersebut akan menunjukkan jarak yang sudah ditempuh.

    Cara ini lebih disarankan karena dapat menjadi patokan kapan harus dilakukan servis. Sebaiknya lakukan servis setiap 2.000 – 3.000 kilometer agar kondisi motor tetap prima dan tentunya makin nyaman saat digunakan.

    Beri Oli dan Service Gratis kepada 10.100 Pengendara

    Berkaitan dengan perawatan motor, mengawali tahun 2025, Dewa Motor Indonesia bersama pelumas Federal Oil, berhasil mencetak sejarah baru dengan mencatatkan Rekor MURI sebagai penyelenggara program pemberian oli mesin dan servis motor gratis kepada 10.100 orang yang tersebar di seluruh outlet Dewa Motor seluruh Indonesia.

    Kegiatan yang secara resmi dibuka pada Selasa (21/01) bertempat di outlet Dewa Motor di Kalisari, Jakarta Timur ini merupakan bagian dari strategi besar Dewa Motor untuk memperkenalkan diri lebih dekat kepada masyarakat, setelah berhasil membuka 100 outlet hanya dalam waktu satu tahun. Serta, kolaborasi bersama Federal Oil dalam menghadirkan produk dan pelayanan yang pasti makin nyaman bagi para pelanggan.

    “Kami percaya bahwa kerjasama strategis bersama Dewa Motor ini akan membawa dampak yang positif melalui berbagai program yang telah kami rencanakan ke depannya. Program ini juga sejalan dengan kampanye Federal Oil yaitu Pasti Makin Nyaman, dimana Federal Oil dan Dewa Motor ingin menghadirkan kenyamanan dari produk dan pelayanan yang sudah terjamin kualitasnya,” ucap B2C Sales Director PT ExxonMobil Lubricants Indonesia (PT EMLI), Herry Hambali.

    Danu Sofwan, Chief Bussines Development Dewa Motor Indonesia menambahkan, bersama dengan Federal Oil, Dewa Motor bisa melayani masyarakat lebih baik.

    “Dengan menggunakan produk terbaik dari Federal Oil, kami yakin dapat memberikan pengalaman servis yang luar biasa dan menjaga performa motor para pelanggan pasti makin nyaman,” ucap Danu.

    Service motorService motor Foto: dok. Federal Oil

    Hal senada juga disampaikan Komisaris Utama Dewa Motor Indonesia, Arief Muhammad menyatakan bahwa program ini bukan hanya soal memberi layanan, tetapi juga menjadi cara bagi Dewa Motor untuk semakin dekat dengan pelanggan dan komunitas.

    “Melalui program ini, kami ingin menunjukkan komitmen kami dalam memberikan kualitas terbaik dan akses yang mudah bagi seluruh pelanggan,” tutup Arief Muhammad.

    (lth/dry)



    Sumber : oto.detik.com

  • 8 Barang yang Harus Dibawa Saat Mudik Naik Motor, Catat!


    Jakarta

    Motor menjadi transportasi mudik pilihan banyak orang. Dibandingkan angkutan umum seperti kereta, bus, dan pesawat, mudik menggunakan motor dirasa lebih hemat.

    Selain memperhatikan kondisi motor sebelum mudik, sejumlah perlengkapan dan barang juga perlu dipersiapkan dan dibawa saat berkendara agar perjalanan jauh aman dan nyaman.

    Barang yang Harus Dibawa Saat Mudik Naik Motor

    Sejumlah barang tidak boleh terlupakan untuk dibawa selama perjalanan mudik menggunakan sepeda motor. Mengutip pemberitaan detikcom, berikut daftar barangnya:


    1. Surat-surat Berkendara Aktif

    Pastikan membawa STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan) dan SIM (Surat Tanda Mengemudi) C yang masih berlaku. Surat-surat ini membuktikan legalitas administratif kendaraan dan bukti pengendara telah memenuhi syarat mengemudikan sepeda motor.

    Jika tidak membawa surat-surat lengkap dan surat tidak aktif, bisa-bisa menyulitkan pengendara nantinya. Karena kita tidak tahu kelak kondisi di jalan seperti apa, entah akan ada razia tilang atau mungkin kecelakaan maut.

    2. Helm SNI

    Karena berkendara jauh, pemudik harus menggunakan helm sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) yang ditandai ada logo SNI di produknya. Pastikan sistem penguncian tali pengikat helmnya berfungsi dan kaca helm bersih jernih sehingga tidak mengganggu pandangan.

    Disarankan menggunakan helm full face dengan perlindungan seluruh wajah, kepala, hingga dagu dan leher. Helm jenis ini dianggap paling aman dan kokoh serta cocok untuk berkendara perjalanan jauh.

    3. Jaket dan Sepatu

    Perlengkapan dasar yang harus dipakai pemudik yaitu jaket, celana panjang, dan sepatu. Kenakan jaket cukup tebal untuk melindungi tubuh dari angin. Begitu juga dengan celana panjang.

    Pengendara sebaiknya menggunakan sepatu agar kaki tidak licin saat berada di atas footstep sepeda motor atau ketika kaki menopang motor berhenti di atas aspal. Penggunaan sepatu juga mengurangi risiko cedera serius pada kaki saat terjadi kecelakaan.

    4. Sarung Tangan dan Masker

    Sarung tangan, kaos kaki, dan masker termasuk perlengkapan wajib pengendara motor. Perlengkapan ini berguna melindungi dari sinar matahari terik yang menyengat kulit selama perjalanan. Di sisi lain juga berfungsi sebagai pelindung anggota tubuh dari cedera serius.

    Masker juga berguna untuk melindungi dari paparan polusi udara dan debu yang mungkin terhirup ke dalam pernapasan.

    5. Jas Hujan

    Cuaca sangat tidak bisa ditebak, terkadang panas dan kadang hujan. Maka dari itu, pastikan membawa jas hujan untuk mengantisipasi hujan turun.

    Jika tidak membawa jas hujan, pengendara mungkin akan berhenti dan menunggu hujan reda sebelum melanjutkan perjalanan. Jika memilih menerobos hujan tanpa jas pelindung, pengendara justru bisa jadi sakit nantinya.

    6. Toolkit

    Toolkit motor juga harus dibawa, apalagi selama perjalanan mudik yang jauh. Toolkit yang dibawa antara lain obeng, kunci busi, tang, dan kunci pas ring nomor 10 mm, 12 mm, 17 mm, dan 19 mm. Pelumas serbaguna juga patut dipertimbangkan untuk dibawa saat mudik.

    Aneka toolkit berguna saat sepeda motor mengalami masalah dan jauh dari bengkel sehingga pengendara dapat memperbaiki sendiri masalah yang dialami. Misalnya, jika rantai motor kendur atau putus bisa gunakan tang untuk menyambungkan rantai yang putus dan kunci pas nomor 10 mm, 12 mm, 17 mm, dan 19 mm untuk menyetel kerenggangan rantai.

    Kunci busi sangat bermanfaat ketika motor mengalami masalah seperti mendadak brebet atau mogok. Apabila mengalami hal ini, busi menjadi komponen pertama yang perlu dicek kondisinya.

    Pelumas serbaguna dapat dipakai saat motor mengalami masalah kelistrikan. Misalnya, tombol sein yang tiba-tiba macet atau keras, klakson tidak berbunyi, tombol starter elektrik bermasalah, hingga membuka baut motor yang keras.

    7. Kotak P3K

    Penting juga membawa kotak P3K selama mudik naik motor. Fungsinya untuk memberikan pertolongan awal saat mengalami cedera atau kondisi medis tertentu.

    Di dalam kotak P3K biasanya terdiri dari perban, plester, kasa dan gunting medis, dan alkohol pembersih luka. Bisa juga isikan kotak ini dengan obat-obatan atau salep yang diperlukan maupun balsem atau minyak pengobatan.

    8. Uang Tunai

    Disarankan membawa uang tunai secukupnya saat perjalanan mudik. Hindari hanya mengandalkan uang di akun ATM karena bisa menyulitkan nantinya. Sebab tidak semua tempat yang dilewati menyediakan fasilitas ATM.

    Di sisi lain, tidak semua tempat yang disinggahi selama perjalanan bisa menggunakan pembayaran online seperti QRIS. Jadi penting menyiapkan uang tunai.

    Penting dicatat, ada baiknya tidak membawa barang melebihi kapasitas karena dapat mengganggu keseimbangan saat berkendara. Berlebihan membawa barang berisiko membuat rusak mesin, ban, rantai dan shockbreaker sepeda motor.

    (azn/row)



    Sumber : oto.detik.com

  • Oli yang Cocok untuk Honda Supra X 125, Ini Rekomendasinya


    Jakarta

    Oli merupakan cairan pelumas yang sangat penting bagi motor. Oli dapat mengurangi gesekan antara komponen satu dengan yang lain, sehingga mencegah keausan dan menjaga suhu mesin tetap dingin.

    Namun oli memiliki spesifikasi masing-masing, apakah cocok untuk motor bebek (cub), matic, atau sport. Ada juga perbedaan mengenai tingkat kekentalan, semakin tinggi angkanya maka akan semakin kental.

    Misal oli dengan kode SAE 10W-30, dengan 10W berarti oli tetap encer di suhu dingin dan angka 30 menunjukkan oli agak kental pada suhu tinggi. Sementara pada oli SAE 20W-50, kode 20W menunjukkan oli memiliki kekentalan sedang pada suhu dingin dan angka 50 berarti lebih kental pada suhu panas.


    Dalam artikel ini akan kita ulas secara khusus apa saja oli yang cocok untuk Supra X 125, mulai dari oli AHM, Astra, hingga Shell.

    Pilihan Oli untuk Supra X 125

    Supra X 125 merupakan motor bebek produksi Honda sejak 2006 dan masih diproduksi hingga sekarang. Tentu akan lebih optimal jika menggunakan oli dari produsennya, yakni Astra Honda Motor (AHM).

    Namun tak ada salahnya juga jika menggunakan oli dari produsen lain, tapi harus sesuai dengan kecocokannya. Berikut beberapa rekomendasinya:

    1. AHM Oil MPX 1

    Dilansir dari situs Astra-Honda, AHM Oil MPX 1 merupakan oli untuk motor bebek dan sport dengan spesifikasi SAE:10W-30, API-SL, JASO:MA. Oli ini diformulasikan oleh Honda R&D Japan yang diklaim membuat mesin lebih irit namun bertenaga, serta awet untuk penggantian lebih lama.

    • Harga 0,8L: Rp 57.000
    • Harga 1L: Rp 65.500

    2. AHM Oil MPX 3

    Oli ini menjadi alternatif dari MPX 1 yang memiliki spesifikasi SAE:20W-40, API-SJ, JASO:MA. Oli ini lebih kental dan cocok untuk motor Honda tipe bebek dan sport yang berusia lebih tua. Supra X 125 lawas juga cocok menggunakan ini.

    • Harga 0,8L: Rp 50.500
    • Harga 1L: Rp 55.500

    3. AHM Oil SPX 1

    AHM Oil SPX 1 merupakan pilihan yang lebih canggih dengan spesifikasi SAE:10W-30, API-SL, JASO:MA. Dengan base oil fully synthetic, SPX1 diklaim mampu menjaga kondisi mesin yang digunakan untuk performa lebih tinggi.

    Tingkat ketidakmurnian (impurities) pada oli ini lebih sedikit, sehingga dapat mengurangi gesekan pada tekanan dan temperatur yang lebih tinggi. Tak heran harganya juga lebih mahal.

    • Harga 0,8L: Rp 69.500
    • Harga 1L: Rp 77.500

    4. Astra Aspira Oil 15W-40

    Aspira Oil 15W-40 merupakan pelumas semi sintetik yang dirancang untuk segala jenis sepeda motor bebek non matic, termasuk Supra X 125. Pada suhu dingin, tingkat kekentalannya 15, sedangkan pada suhu panas bisa lebih kental.

    5. Pertamina Enduro 4T 20W-50

    Oli Enduro ini dirancang khusus untuk sepeda motor 4T dan atau sepeda motor underbone, terutama yang sudah berusia di atas 5 tahun, seperti Supra, Revo, Blade, Smash, Vega, dan Jupiter.

    Menggunakan base oil mineral, oli ini memiliki tingkat kekentalan tinggi, yakni 20W-50. Oli ini diklaim memiliki keunggulan anti slip kopling dan mampu menjaga kebersihan mesin.

    6. Federal Ultratec 20W-50 1L

    Federal Ultratec diformulasikan khusus untuk bebek 100-200 cc. Beberapa motor yang direkomendasikan adalah berbagai varian Supra, Revo, Kharisma, F1ZR, Vixion, RX King, Shogun, hingga Satria.

    Formula Ultratec cocok untuk mesin injeksi dan karburator yang dapat menjaga performa mesin. Motor sport berkapasitas 150-200 cc juga cocok menggunakan oli ini.

    7. Shell Advance AX7 10W-40

    Terakhir ada Shell Advance AX7 10W-40 yang juga cocok untuk Supra X 125. Oli semi-sintetik diformulasikan untuk berbagai motor bebek. Tingkat kekentalan yang rendah meningkatkan respons mesin yang konsisten.

    Harga 0,8L: Rp 50.800

    Itulah tadi berbagai pilihan oli yang cocok untuk Supra X 125 dan berbagai motor bebek. Jangan lupa untuk mengganti oli secara rutin agar performa motor tetap optimal.

    (bai/row)



    Sumber : oto.detik.com

  • Ini Toolkit Mobil yang Wajib Dibawa untuk Perjalanan Mudik



    Jakarta

    Bagi masyarakat Indonesia yang ingin melakukan perjalanan mudik menggunakan mobil, wajib membawa perlengkapan toolkit untuk mendukung kelancaran berkendara. Ini adalah beberapa toolkit yang wajib ada di kendaraan Anda saat melakukan perjalanan jarak jauh.

    Multimeter Digital

    Sistem kelistrikan perlu mendapatkan perhatian khusus selama perjalanan mudik. Hujan deras, juga kelembapan tinggi dapat memicu gangguan pada aki maupun komponen elektronik lainnya. Multimeter Digital membantu memastikan kondisi aki dan komponen elektronik tetap stabil, menghindari risiko kendaraan mogok di tengah perjalanan. Dengan alat ini, pengemudi dapat mendeteksi potensi masalah kelistrikan sejak dini, sehingga perjalanan lebih aman dan bebas kendala.


    Tire Pressure Gauge

    Menjaga tekanan ban yang optimal sangat penting untuk mendukung kenyamanan dan keamanan selama perjalanan mudik, terutama di jalanan basah. Tire Pressure Gauge atau alat pengukur tekanan angin ban kendaraan membantu pengemudi memastikan tekanan ban tetap ideal, sehingga mengurangi risiko selip dan meningkatkan efisiensi bahan bakar. Tekanan ban yang tidak sesuai juga dapat mempercepat keausan ban yang berpotensi berbahaya saat berkendara di jalan licin.

    Toolkit yang wajib dibawa untuk perjalanan mudik dengan mobilToolkit yang wajib dibawa untuk perjalanan mudik dengan mobil Foto: Dok. Tekiro

    Kunci Roda

    Kunci roda adalah peralatan wajib bagi setiap pemudik. Perjalanan mudik sering kali melewati berbagai medan yang berisiko menyebabkan ban kempis atau bocor. Dengan alat ini, pengemudi dapat mengganti ban dengan lebih mudah dan cepat. Dipadukan dengan Tire Seal String (obat karet tambal ban tubless), pemudik dapat menangani ban bocor secara mandiri tanpa harus bergantung pada bengkel terdekat, sehingga perjalanan tidak terganggu terlalu lama.

    Lampu LED

    Untuk kondisi darurat di malam hari atau saat kondisi hujan deras, senter LED tahan air dengan daya tahan baterai tinggi dapat menjadi alat bantu yang berguna. Selain bisa membantu visibilitas saat memperbaiki kendaraan, lampu LED juga dapat digunakan sebagai sinyal darurat jika kendaraan mengalami kendala di jalan raya.

    “Dengan persiapan yang tepat dan perkakas yang memadai, perjalanan mudik akan lebih aman, nyaman, dan bebas dari kendala teknis di tengah cuaca ekstrem,” ujar Brand Marketing Manager Tekiro Tools Novitasari, dalam keterangannya.

    Penting juga buat pemudik untuk memperhatikan potensi karat yang bisa terjadi di mobil. Kondisi hujan deras dan kemacetan panjang dapat juga menyebabkan kelembapan berlebih yang memicu karat pada engsel pintu mobil, aki mobil atau komponen dari metal atau besi lainnya.

    Kalau terjadi di pintu mobil dan kelembapannya dibiarkan, gesekan antar bagian logam bisa semakin terasa, membuat pintu berbunyi atau bahkan sulit dibuka. Menggunakan Multipurpose Lubricant (pelumas serbaguna) dapat mencegah karat dan memastikan komponen kendaraan tetap bekerja dengan optimal.

    “Setelah hujan deras, perjalanan jauh sering kali melewati jalan berlumpur atau terkena cipratan air banjir di badan kendaraan. Membersihkan bagian ini secara rutin dengan multipurpose lubricant, degreaser, dan contact cleaner dapat membantu menjaga performa kendaraan tetap optimal,” ujar Tomy Tambrani selaku Brand Marketing Manager Rexco Chemical.

    (lua/din)



    Sumber : oto.detik.com