Tag: pemain tim

  • Barca Umumkan Gavi Absen 4-5 Bulan


    Jakarta

    Gelandang Barcelona Gavi diprediksi absen maksimal sampai 5 bulan setelah menjalani operasi atas cedera meniscus pada lutut kanannya.

    Sebelum ini Gavi sebenarnya baru saja kembali bermain sejak dibekap cedera ACL di lutut yang sama pada musim lalu. Ia belum bermain lagi sejak tampil dua kali di bulan Agustus.

    “Pemain tim pertama Pablo Páez Gavira ‘Gavi’ telah menjalani artroskopi untuk mengatasi cedera meniskus medial, yang dijahit untuk mempertahankan meniskusnya,” sebut Barcelona dalam pernyataan resmi.


    “Waktu pemulihannya diperkirakan berjalan 4-5 bulan.”

    Pesepakbola berusia 21 tahun itu sebelumnya sempat menepi selama 11 bulan akibat kena cedera ACL pada saat membela Timnas Spanyol pada bulan November 2023.

    Setelah pulih dan kembali bermain, Gavi masih dihantui cedera. Ia absen membela Spanyol di Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa dan di Barcelona saat bermain 1-1 oleh Rayo Vallecano sebelum jeda internasional.

    Pada saat itu, Gavi sudah dinyatakan mengalami masalah pada meniskus lututnya. Barcelona awalnya berharap bisa menghindari langkah operasi, walaupun pada akhirnya harapan itu tidak terwujud.

    Dengan potensi menepi 4-5 bulan, Gavi belum akan kembali bermain untuk Barcelona sampai bulan-bulan terakhir musim kompetisi dan menjelang Piala Dunia 2026 pada musim panas tahun depan. Hal itu bikin kesiapannya tampil di Piala Dunia pun kini menjadi tanda tanya.

    (krs/krs)



    Sumber : sport.detik.com

  • Barcelona Tak Bisa Akali Aturan Daftarkan Bardghji ke Tim Muda


    Barcelona

    LaLiga menegaskan Barcelona takkan bisa mengakali aturan dengan mendaftarkan Roony Bardghji di tim cadangan. Ia belum bisa didaftarkan karena masalah beban gaji.

    Roony Bardghji merapat ke Barcelona dari FC Copenhagen musim panas ini dengan nilai transfer 2,5 juta euro. Namun, Barghji belum bisa dimainkan El Barca dalam tiga laga awal LaLiga musim ini.

    Hal ini terjadi karena Bardghji tak bisa didaftarkan Barcelona ke LaLiga. Masalah registrasi pemain terus membayangi Barcelona karena beban gaji mereka yang masih terlalu tinggi dari batas aman sesuai aturan financial fair play.


    Barcelona kabarkan berusaha mengakali situasi ini dengan mendaftarkan Bardghji sebagai pemain reserve tim atau tim muda. Mengingat usia pemain asal Swedia ini masih berusia 19 tahun ini. Pemain reserve tim bisa sewaktu-waktu dipromosikan ke tim utama.

    Namun pihak LaLiga dilaporkan menegaskan bahwa Barcelona takkan bisa mengakali regristrasi Bardghji di tim utama dengan mendaftarkannya ke tim cadangan. Manajer Perusahaan LaLiga, Javier Gomez, mengatakan Barcelona harus tetap membuktikan memiliki ruang di batas gaji untuk bisa mendaftarkan Bardghji.

    “Jika seorang pemain muda berada di sistem pembinaan pemain muda klub, atau di tim cadangan, dan klub ingin dia bermain untuk tim utama, mereka harus mengajukan visa, dan kami akan membubuhkan stempelnya. Untuk membubuhkan stempel, ada memo dari tahun 2022 yang mengatakan ‘Saya akan mengizinkannya, tetapi ini tidak boleh menjadi celah untuk melanggar fair play,” ujar Gomez dikutip dari Barca Blaugranes.

    “Jadi, berapa penghasilan pemain ini? Apakah dia mendapatkan gaji yang sama dengan pemain tim cadangan? Itu tidak akan masalah. Apakah gajinya mendekati gaji di tim utama? Ini untuk persetujuan untuk memberi Anda visa, [tetapi] saya akan menghitungnya sebagai pemain di tim utama,” jelasnya.

    (pur/krs)



    Sumber : sport.detik.com

  • Gila Lu, Dro! Satu Lagi Calon Bintang Barcelona dari La Masia


    Jakarta

    La Masia seolah tak pernah kehabisan bakat untuk diorbitkan ke tim utama Barcelona. Terbaru, ada Pedro Fernandez yang tampil menonjol selama pramusim.

    Pemain 17 tahun yang biasa dipanggil Dro itu ikut dalam skuad Hansi Flick dalam tur pramusim ke Asia. Ia mencetak satu gol saat Barcelona menekuk Vissel Kobe pada Minggu (27/7/2025) silam namun disimpan saat menghajar FC Seoul pada Kamis kemarin.

    Saat menghadapi Kobe, Dro menjadi satu dari dua pemain akademi (selain Jofre Torrents) yang diturunkan Flick. Sisanya merupakan pemain tim utama. Namun Torrents diturunkan usai Gerard Martin tidak fit, sementara Dro tampil murni dari keputusan Flick.


    Sebelum berangkat ke Asia, Dro telah memikat pelatih asal Jerman itu selama latihan. Padahal musim lalu ia banyak bermain di kelompok U-18, bukan di Barcelona B yang merupakan tim utama akademi La Masia atau Barcelona U-19 yang berkiprah di UEFA Youth League.

    Namun Dro berhasil memanfaatkan kesempatan yang ia punya. Golnya menjadi bukti bahwa ia punya potensi yang bisa dimaksimalkan Barcelona.

    “Saya tak tahu caranya merayakan gol, jujur saja,” ujar Dro usai laga melawan Kobe, dikutip The Athletic.

    “Sulit dipercaya. Saya sedikit gugup, pertama kalinya bermain untuk klub terbaik di dunia, lalu bola datang ke kaki saya di tepi kotak penalti dan saya langsung menembaknya. Hansi dan rekan setim menenangkan saya sebelum laga dan saya merasa nyaman.”

    “Flick memberi tahu saya untuk melakukan yang harus saya lakukan dengan bola, lalu menekan lawan sekeras mungkin saat tanpa bola. Semua orang memberi selamat atas gol itu, sungguh luar biasa,” jelasnya.

    Dro direkrut Barca dari klub kecil bernama Val Minor pada 2022 silam. Nama Dro diambil karena ada rekan setimnya bernama yang juga bernama Pedro Villar. Nama terakhir akhirnya dipanggil Villi untuk membedakan keduanya.

    Untuk posisi bermain, Dro merupakan gelandang serang namun juga bisa menjadi winger kiri. Ia juga tangguh saat bermain di ruang sempit antarlini, sesuatu yang menjadi nilai lebih untuk pemain sepertinya.

    Barca tak berniat mempromosikannya buru-buru ke tim utama, namun jelas ada prospek ke sana. Dro bertekad tampil maksimal dalam setiap kesempatan yang diberi.

    “Ruang ganti tim utama sangat brilian dan mereka sangat membantu saya. Hari pertama saya bergabung dengan mereka untuk latihan, saya bahkan tidak berani sarapan bersama mereka. Saya tidak tahu apakah saya boleh. Saya tetap di ruang ganti dan saya tidak tahu apakah saya diizinkan untuk mengecek ponsel saya di sana.”

    “Saya menganggap diri saya sebagai pemain yang teknikal. Saya suka menggiring bola melewati pemain lain dan bersenang-senang di lapangan. Saya mencoba melakukan apa yang saya tahu, itu saja. Sekarang saya harus bersabar, selangkah demi selangkah karena ini baru permulaan,” tegasnya.

    (adp/aff)



    Sumber : sport.detik.com