Tag: penamaan

  • Chiki Fawzi Ikut Misi Kemanusiaan untuk Gaza, Tembus Blokade Laut Israel

    Jakarta

    Selebriti dan desainer hijab Chiki Fawzi kini tengah menjalankan misi kemanusiaan mendukung warga Gaza dengan bergabung dalam Global Sumud Flotilla. Bersama relawan dari berbagai negara, Chiki berangkat menembus blokade laut Israel dengan membawa pesan perdamaian dan bantuan kemanusiaan.

    Di akun Instagramnya, ia sering menyuarakan dukungan untuk Palestina lewat desain busana yang diproduksi brand miliknya, Chikigo. Wanita kelahiran 28 Januari 1989 ini juga kerap melakukan aksi nyata untuk mendukung Palestina.

    Sebelum berangkat, Chiki mendapatkan restu dan doa dari ayahnya, musisi dan aktor Ikang Fawzi. Momen emosional tersebut terekam saat Chiki menangis memeluk sang ayah.


    Putri Marissa Haque ini juga menjalani pelatihan intensif selama dua hari sebagai persiapan menghadapi pelayaran menuju Gaza yang dijadwalkan mulai 4 September 2025 dari pelabuhan Tunisia. Pelatihan ini merupakan bagian dari gerakan Global Sumud Flotilla yang menggerakkan relawan untuk membawa bantuan ke wilayah yang terblokade.

    [Gambas:Instagram]

    Melalui akun Instagram @zakatingaza, Chiki menyampaikan langsung kondisi dan suasana di lokasi saat persiapan pelayaran. Ia mengajak masyarakat memberikan dukungan doa dan bantuan melalui zakat untuk membantu misi kemanusiaan ini. Dalam laporannya, Chiki memohon doa untuk langkahnya selama berada di sana.

    Teman-teman bismillah mohon doakan kami jadi sekarang ini kondisinya Masya Allah ya vibingnya tuh very-very supporting Palestine. Orang-orang yang berkumpul di sini berkumpul dari berbagai penujuru dunia Masya Allah,” ucap Chiki.

    Dan kita lagi bersiap-siap untuk trial berlayar selama tadi aku dikasih tahu sekitar 10 jam. Tapi kayaknya jadinya sekitar tiga jam. Berapa jam pun aku sudah siap, sudah ready. AKu dapat booth tiga dan doakan kami semuanya,” jelasnya.

    Dan acara ini, event ini gerakan Global Sumud Flotila, IGPC. Sorry we’re filming dan semua ini semua bisa berjalan lancar dan untuk kalian please support melalui Zakatingaza di sini. Bismillah semua untuk Gaza,” kata Chiki.

    Live Report, simulasi pelayaran ke Gaza๐Ÿ‡ต๐Ÿ‡ธโœŠ
    menembus blokade Gaza dan membawa pesan kemanusiaan untuk dunia. Setiap latihan adalah persiapan, setiap gerak adalah bentuk kepedulian yang nyata.
    Semoga Allah SWT senantiasa melindungi para relawan, mempermudah setiap langkah mereka, dan memberikan jalan menuju kebebasan bagi rakyat Gaza. Mari bersama mengawal dan mendukung misi kemanusiaan ini,” tulis keterangan postingan @zakatingaza, @indonesia.peace.convoy, @igpcofficial dan @chikifawzi.

    Chiki juga menegaskan pentingnya solidaritas antarnegara untuk membantu rakyat Gaza yang menghadapi kesulitan besar. Dengan semangat yang kuat, Chiki berharap misi ini berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi warga Gaza yang membutuhkan.

    From every river to every sea ๐ŸŒŠโ›ด๏ธ๐Ÿ‡ต๐Ÿ‡ธ let the aid enter!! Bersama teman2 @globalsumudflotilla @igpcofficial ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ @sumudnusantaraofficial bersama2 berusaha membuat koridor kemanusiaan untuk #LetTheAidEnter !! Bismillah #BreakTheSiege . It’s not about us, i’s about them. Ghazzah people ๐Ÿฅบ๐Ÿ‡ต๐Ÿ‡ธ Thankyou @zakatingaza @aqlislamiccenter for bringing me here to join the flotilla ๐Ÿฅน๐ŸŒŠ๐Ÿ‡ต๐Ÿ‡ธ disini kita semua bersatu atas nama Indonesia @igpcofficial โ˜บ๏ธ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ‡ต๐Ÿ‡ธ,” tulis keterangan postingan @chikifawzi.

    Chiki Fawzi bergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla, membawa bantuan dan pesan perdamaian untuk warga Gaza yang diblokade.Chiki Fawzi bergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla, membawa bantuan dan pesan perdamaian untuk warga Gaza yang diblokade. Foto: Dok. Instagram @chikifawzi.

    Namun, saat perjalanan menuju Gaza, misi kemanusiaan yang dijalankan Chiki Fawzi menghadapi kendala akibat cuaca buruk dan situasi politik yang tidak menentu. Chiki mengunggah di Instagram Story-nya, mereka sedang menunggu kedatangan kapal-kapal dari Barcelona, sambil mempersiapkan logistik dan membersihkan kapal.

    Manteman yg mendoakan, masyaAllah makasi doanya untuk kami, maapiin blum bs balas satu2 krn aku keterbatasan internet dan cukup padat kegiatan wajib disini. Sayaaangg
    semuaanya. Sebenarnya seharusnya kita berlayar hari ini dan kita semua activist dari berbagai dunia udah siap, tapi ada bbrp kondisi (cuaca dan politik dimari) yg bikin ini sedikit tertunda, tp insyaAllah untuk yg terbaik, karena kalau melihat kondisi laut lg gerhana bulan gini challenging ugak. Jadi insyaAllah penundaan ini yg terbaik, Allah knows best
    Sedang menunggu sebentaar lagi kapal2 dari Barcelona tiba. InsyaAllah persiapan segala logistik dan bersih2 kapal hari ini. Dan insyaAllahkita berlayar rabu. Bismillah.
    Doain ya manteman. Semoga manfaat untuk Gaza. Yg kita lakukan ini senuanya basic humanity. Bare minimum. Spotlightnya plis bukan kita, tapi Gaza.
    Bismillah kita bersamai terus Gaza dengan berbagai cara. Gaza, kami penuhi panggilanmu!” tulis Chiki.

    Dilansir dari Instagram @spiritofaqsanews dan Chiki Fawzi, Indonesia turut berpartisipasi dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla dengan mengerahkan lima kapal yang dinamai sesuai pahlawan nasional. Langkah ini sebagai bentuk solidaritas dan dukungan bagi perjuangan rakyat Palestina di Gaza yang masih diblokade.

    Indonesia resmi memastikan partisipasinya dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla dengan mengerahkan lima kapal. Masing-masing diberi nama pahlawan nasional yakni Soekarno, Sultan Hasanuddin, Pangeran Diponegoro, Pati Unus, dan Malahayati. Penamaan ini dimaksudkan sebagai simbol semangat nasionalisme dan solidaritas Indonesia terhadap perjuangan rakyat Palestina, khususnya Gaza, yang masih berada dalam blokade Israel,” tulis keterangan @spiritofaqsanews.

    Dalam postingan Instagram Story, Chiki memperlihatkan suasana saat tiba di pelabuhan Sidi Bou Said, Tunisia, untuk siap berlayar dan bergabung dengan kapal-kapal lainnya di Laut Mediterania. Unggahan siaran langsung Chiki tersebut sudah ditonton lebih dari 23,1 ribu kali di Instagram. Gerakan nyata Chiki Fawzi langsung mendapatkan banjir dukungan doa dari warganet.

    Bismillah. Ya Allah lindungilah para pejuang Gaza ini. Semoga mereka selamat sampai di Gaza hingga kembali ke tanah air mereka โค๏ธ๐Ÿ–ค๐Ÿค๐Ÿ’š,” ucap pengguna Instagram @est__thettka.

    Bismillah…. Smg pelayaran ini berjalan lancar sesuai harapan….. Fii amanillah bwt rombongan pelayaran….” ujar aun @christiantichinta.

    Semangat kak Chiki @chikifawzi semoga dilancarkan sehat selalu semua yang bertugas ๐Ÿคฒ,” timpal akun @go___telly.

    (gaf/eny)





    Sumber : wolipop.detik.com

  • Jejak Pahlawan Maluku di Ruang Literasi Blok M



    Jakarta

    Dari kisah heroik pejuang Maluku hingga semangat literasi anak muda, sebuah ruang baca di Blok M menghadirkan pertemuan sejarah dan modernitas dalam satu napas. Taman Literasi Martha Christina Tiahahu.

    taman itu terletak di Jl. Sisingamangaraja No. 2, Selong, Kecamatan Kebayoran Baru, Kota Jakarta Selatan. Lokasinya strategis di kawasan Blok M yang dapat dijangkau dengan kendaraan pribadi maupun transportasi umum.

    Taman itu dirancang sebagai ruang publik yang menggabungkan nuansa hijau dengan kegiatan literasi. Ada juga fasilitas keren seperti perpustakaan terbuka, sampai kafe yang bikin taman ini hidup dengan berbagai aktivitas kreatif dan edukatif.


    Kalau kamu sedang jalan-jalan ke kawasan Blok M, jangan sampai melewatkan satu spot keren ini: Taman Literasi Christina Martha Tiahahu.Kalau kamu sedang jalan-jalan ke kawasan Blok M, jangan sampai melewatkan satu spot keren ini: Taman Literasi Christina Martha Tiahahu. (Grandyos Zafna)

    “Di taman ini sering diselenggarakan acara, mulai dari workshop, ngobrolin buku, sampai pertunjukan seni atau konser ada di sini, biasanya ada di tengah taman pengunjung bisa duduk untuk menonton pertunjukan,” kata Muti, pemandu wisata dari Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Jakarta Selatan pada Kamis (25/9/2025).

    Sejarah Penamaan Taman Literasi Martha Christina Tiahahu

    Berdasarkan penjelasan dari Muti, pemandu wisata Sudin Parekraf Jakarta Selatan, nama taman ini diambil dari sosok pahlawan nasional asal Maluku, Martha Christina Tiahahu. Dia adalah pahlawan yang berani melawan penjajahan Belanda.

    Martha ditawan Belanda pada 1818. Saat ditawan Martha memilih tidak makan hingga akhirnya meninggal, dan jenazahnya bahkan dibuang ke laut.

    Atas keberaniannya, pemerintah menetapkan Martha Christina Tiahahu sebagai pahlawan nasional pada 1969. Semangat juang Marta Tiahahu menjadi filosofi taman ini, diharapkan dengan adanya taman ini, generasi muda berani berkarya dan belajar lewat literasi.

    Peresmian Taman Literasi Martha Christina Tiahahu

    Dulu, taman ini bernama Taman Martha Tiahahu. Kemudian, saat kawasan Blok M direvitalisasi bersamaan dengan pembangunan Cakra Selaras Wahana (CSW), taman ini ikut direnovasi dan diresmikan pada 2021 oleh Gubernur Jakarta Anis Baswedan dengan nama barunya ‘Taman Literasi Martha Christina Tiahahu’.

    Gubernur terpilih Jakarta Pramono Anung berencana membuka sejumlah taman di Jakarta 24 jam. Warga berharap taman nantinya tidak dijadikan tempat tidur tunawisma seperti di luar negeri.Taman Literasi Blok M (Andhika Prasetia)

    “Taman ini sempat berganti nama, awalnya bernama Taman Martha Tiahahu terus diganti sama bapak Gubernur jadi Taman Literasi Martha Christina Tiahahu dengan harapan warga Jakarta bisa mengakses literasi walau sedang di Taman dan pembangunan taman ini berbarengan dengan CSW,” kata Muti.

    Di taman ini mayoritas ada kafe kopi. Kopi yang paling mahal adalah kopi gajah dari hasil fermentasi gajah. Harga satu cangkir kopi mencapai Rp 50 ribu.

    “Asal mula kopi itu berasal dari kambing yang menari-nari, awal mulanya ada pengembala kambing asal Ethiopia yang melihat kambingnya begitu semangat setelah memakan buah beri merah dari pohon kopi,” kata Muti.

    Rute Menuju Taman Literasi

    Berkunjung ke Taman Literasi, traveler bisa menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum. Berikut rute transportasi umum dan kendaraan pribadi yang berhasil detik travel dapatkan untuk detikers gunakan menuju Taman Literasi.

    TransJakarta:

    Jika traveler berangkat dari pusat kota Jakarta, traveler bisa menggunakan TransJakarta koridor 1, lalu turun di Halte Blok M, dan bisa berjalan kaki 450 meter menuju Taman Literasi. Jika traveler berangkat dari arah Tangerang Selatan, traveler bisa menggunakan TransJakarta koridor s21, lalu turun di Bus Stop Hotel Melawai dan berjalan 450 meter menuju Taman Literasi.

    MRT:

    Traveler bisa menggunakan MRT menuju Taman Literasi, lalu turun di Stasiun Blok M BCA, dan berjalan 350 meter menuju Taman Literasi.

    Kalau detikers dari Jakarta Pusat menuju Taman Literasi menggunakan kendaraan pribadi, detikers dapat menempuh perjalanan sepanjang 8,9 km melalui jalur arteri dengan melintasi Jalan Jenderal Sudirman.

    Taman Literasi Martha Christina Tiahahu bukan hanya ruang hijau untuk bersantai, tetapi juga wadah bagi generasi muda untuk belajar dan berkarya. Dengan perpaduan sejarah, literasi, dan aktivitas kreatif, taman ini menjadi destinasi publik yang patut dikunjungi di Jakarta Selatan.

    (fem/fem)

    Sumber : travel.detik.com

    Alhamdulillah ุงู„ู„ู‡ู… ุตู„ู‘ ุนู„ู‰ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ู…ุญู…ุฏ wisata mobil
    image : unsplash.com / Thomas Tucker
  • Konon Gua di Pangandaran Ini Tempat Semedi Putra Nyi Roro Kidul



    Pangandaran

    Taman Wisata Alam (TWA) Cagar Alam Pangandaran menyimpan kisah tentang gua yang konon dipakai sebagai tempat semedi putra Nyi Roro Kidul. Bagaimana kisahnya?

    Tidak hanya menyimpan pesona flora dan fauna, TWA Cagar Alam Pangandaran juga punya Gua Panggung yang diyakini sebagai tempat semedi terakhir Putra Nyi Roro Kidul, Embah Jaga Lautan.

    Sepintas Gua Panggung Pangandaran terlihat seperti lubang karang yang terbelah dua. Di dalam gua itu ada 10 anak tangga yang menuntun menuju makam Embah Jaga Lautan. Aroma mistis langsung menyambar tubuh kala masuk ke dalam gua tersebut.


    Selain sensasi mistis yang kuat, pemandangan ciamik turut mendekap tubuh pengunjung kala berada di mulut Gua Panggung. Pesona alam yang begitu indah dan memanjakan mata pungunjung.

    Ketika masuk ke dalam, sekitar berjarak lima meter dengan mulut gua, pengunjung disuguhkan dengan kokohnya bebatuan stalaktit dan stalagmit. Dinding gua yang basah menambah kesan yang tak biasa. Air di dinding gua terus menetes.

    Gua Panggung seperti lorong yang menghubungkan ke pantai pasir putih Pantai Timur Pangandaran. Di sebelah baratnya, bisa langsung menatap Samudera Hindia.

    Gua Panggung memiliki nilai historis yang kuat antara cerita Nyi Roro Kidul dan anak angkatnya, Embah Jaga Lautan.

    Sosok Embah Jaga Lautan diceritakan sebagai seseorang yang memiliki wangsit dan diperintahkan langsung Roro Kidul untuk menjaga laut Pangandaran khususnya, lautan Nusantara pada umumnya.

    Goa Panggung, Pangandaran.Goa Panggung, Pangandaran. Foto: Aldi Nur Fadillah

    Juru Kunci Gua Panggung Edwar mengatakan goa ini merupakan tempat Embah Jaga Lautan mendapat tugas untuk lautan di daerah Jawa Barat pada khususnya, dan menjaga pantai Nusantara pada umumnya.

    “Embah Jaga Lautan mempunyai istri tujuh orang dan hidupnya selalu bertengkar satu sama lainnya. Pada suatu hari istri yang ketujuh tidak sempat ditengok karena pergi memancing dan mendapatkan ikan tempel pada pancingannya,” terang dia.

    Setelah mendapatkan petunjuk dari Nyi Roro Kidul, kata Edwar, Embah Jaga Lautan mengajak ketujuh istrinya makan bersama dengan ikan hasil tangkapannya, terbukti ketujuh istrinya hidup rukun.

    Pada suatu hari, dia memberitahu kepada istrinya, bahwa dirinya akan melakukan semedi yang lama.

    “Namun waktu semedinya itu, dalam waktu yang tidak tentu,” ucapnya.

    Ia mengatakan karena terlalu lama merasa penasaran di tinggal dalam waktu yang tak sebentar, para istrinya menengok ke tempat semedi.

    “Tapi saat sampai suaminya sudah tidak ada, menunggu dengan waktu yang lama tidak kunjung datang juga, maka untuk mengenangnya para istrinya membuat makam sebagai tanda setia kepada suaminya,” katanya.

    Ia menjelaskan sebetulnya makam Embah Jaga Lautan yang ada di Gua Panggung hanyalah simbol. Tidak ada jenazah di dalam makam tersebut.

    “Makom itu dibuat ketujuh istrinya sebagai penghormatan dan simbol kesetiaan,” ucapnya.

    Pemandu wisata sekaligus Polisi Cagar Budaya Pangandaran Haris Bugis menyatakan Gua Panggung memiliki geometri berupa ceruk berukuran tinggi 5 meter, lebar 17 meter dan panjang goa 61 meter menembus bukit batu gamping hingga berakhir di pantai timur.

    Goa Panggung, Pangandaran.Gua Panggung, Pangandaran. Foto: Aldi Nur Fadillah

    “Pada ujungnya goa menghadap ke laut terdapat semacam panggung, yang atapnya dihiasi stalaktit, sebagai sarang burung walet,” kata Haris.

    Menurutnya, nama Gua Panggung karena makam di atas goa itu menyerupai panggung pertunjukan. “Apalagi disertai dengan anak tangga menuju ke atasnya,” ucapnya.

    Ia mengatakan penamaan Gua Panggung memang secara turun temurun alamiah. “Alamiah turun temurun, kalau saat masih ada Embah Jaga nggak tahu namanya apa,” katanya.

    ——-

    Artikel ini telah naik di detikJabar.

    (wsw/wsw)

    Sumber : travel.detik.com

    Alhamdulillah ุงู„ู„ู‡ู… ุตู„ู‘ ุนู„ู‰ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ู…ุญู…ุฏ wisata mobil
    image : unsplash.com / Thomas Tucker
  • Begini Cara Memisahkan Chat Kerja dan Pribadi di WhatsApp, Gampang!


    Jakarta

    WhatsApp sekarang asyik banget ya, soalnya bisa memisahkan antara chat kerja dan pribadi. Ditambah, cara melakukannya mudah sekali. Yuk simak penjelasan singkatnya berikut.

    Bagi yang belum tahu atau kalian pengguna baru WhatsApp, ada fitur menarik nih. Nama fiturnya adalah List, yang telah dirilis sejak tahun 2024.

    Fitur tersebut memudahkan pengguna mengelola dan mencari pesan. Jadi kalian bisa membuat filter khusus sesuai dengan kategori yang diinginkan.


    Seperti yang diberitakan sebelumnya, sebelum menyempurnakan fitur List, WhatsApp hanya menyediakan tiga pilihan filter, yakni Semua, Belum dibaca, dan Favorit. Namun setelah fitur baru ini hadir, orang-orang bisa membuat kategorinya lebih bervariasi, mulai dari membuat kategori Teman Kerja, Sahabat Kecil, Tetangga, Keluarga, atau lainnya sesuai dengan selera penamaan kalian.

    Lantas bagaimana sih cara memisahkan chat kerja dan pribadi di WhatsApp dengan memanfaatkan fitur List? Berikut ini informasinya, sebagaimana detikINET mencobanya sendiri, Senin (11/8/2025).

    Cara Memisahkan Chat Kerja dan Pribadi di WhatsApp

    Cara menggunakan fitur ini tidak sulit sama sekali. Namun kalau kalian masih bingung, bisa menyimak dan mengikuti langkah-langkah ini ya. Kendati begitu pastikan aplikasi WhatsApp kalian sudah menjalan versi terbaru.

    1. Masuk ke dalam WhatsApp.
    2. Di bagian atas pada kategori Unread, Favorite, dan Group geser ke kiri sampai ketemu ikon +.
    3. Tekan ikon tersebut.
    4. Masukan nama list yang kalian inginkan.
    5. Kemudian klik tombol Add people or groups.
    6. Selanjutnya pilih siapa saja yang masuk kategori tersebut.
    7. Lalu terakhir cukup tekan tombol centang yang ada di pojok kanan bawah.

    Setelah membuat Daftar, pengguna dapat mengedit daftar untuk mengganti nama, menambah, atau menghapus anggota chat di dalamnya. Caranya juga mudah, karena hanya perlu menekan dan menahan daftar yang ingin diedit. Opsi ini juga bisa digunakan untuk menghapus kategori yang sudah dibuat.

    Demikian cara memisahkan chat kerja dan pribadi di WhatsApp. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba ya, detikers.

    (hps/fay)



    Sumber : inet.detik.com

  • Cara Memisahkan Chat Kerja dan Pribadi di WhatsApp, Gampang!


    Jakarta

    WhatsApp sekarang asyik banget ya, soalnya bisa memisahkan antara chat kerja dan pribadi. Ditambah, cara melakukannya mudah sekali. Yuk simak penjelasan singkatnya berikut.

    Bagi yang belum tahu atau kalian pengguna baru WhatsApp, ada fitur menarik nih. Nama fiturnya adalah List, yang telah dirilis sejak tahun 2024.

    Fitur tersebut memudahkan pengguna mengelola dan mencari pesan. Jadi kalian bisa membuat filter khusus sesuai dengan kategori yang diinginkan.


    Seperti yang diberitakan sebelumnya, sebelum menyempurnakan fitur List, WhatsApp hanya menyediakan tiga pilihan filter, yakni Semua, Belum dibaca, dan Favorit. Namun setelah fitur baru ini hadir, orang-orang bisa membuat kategorinya lebih bervariasi, mulai dari membuat kategori Teman Kerja, Sahabat Kecil, Tetangga, Keluarga, atau lainnya sesuai dengan selera penamaan kalian.

    Lantas bagaimana sih cara memisahkan chat kerja dan pribadi di WhatsApp dengan memanfaatkan fitur List? Berikut ini informasinya, sebagaimana detikINET mencobanya sendiri.

    Cara Memisahkan Chat Kerja dan Pribadi di WhatsApp

    Cara menggunakan fitur ini tidak sulit sama sekali. Namun kalau kalian masih bingung, bisa menyimak dan mengikuti langkah-langkah ini ya. Kendati begitu pastikan aplikasi WhatsApp kalian sudah menjalankan versi terbaru.

    • Masuk ke dalam WhatsApp.
    • Di bagian atas pada kategori Unread, Favorite, dan Group geser ke kiri sampai ketemu ikon +.
    • Tekan ikon tersebut.
    • Masukan nama list yang kalian inginkan.
    • Kemudian klik tombol Add people or groups.
    • Selanjutnya pilih siapa saja yang masuk kategori tersebut.
    • Lalu terakhir cukup tekan tombol centang yang ada di pojok kanan bawah.

    Setelah membuat Daftar, pengguna dapat mengedit daftar untuk mengganti nama, menambah, atau menghapus anggota chat di dalamnya. Caranya juga mudah, karena hanya perlu menekan dan menahan daftar yang ingin diedit. Opsi ini juga bisa digunakan untuk menghapus kategori yang sudah dibuat.

    Demikian cara memisahkan chat kerja dan pribadi di WhatsApp. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba ya, detikers.

    (hps/fyk)



    Sumber : inet.detik.com

  • 8 Wisata Sejarah di Bandung, Jejak Peninggalan Perjuangan Kemerdekaan



    Jakarta

    Kota Bandung tidak hanya memiliki wisata kuliner dan wisata alam. Kota kembang juga memiliki wisata sejarah saat memperjuangkan merebut kemerdekaan.

    Perayaan hari ulang tahun ke-80 RI menjadi momentum untuk mengenang jasa pahlawan. Kota Bandung memiliki jejak perjuangan mereka, mulai dari Gedung Sate yang ikonik hingga Taman Sejarah.

    Rekomendasi 8 Tempat Wisata Sejarah Kemerdekaan di Bandung

    1. Gedung Sate


    Gedung Sate.Gedung Sate. (Bima Bagaskara/detikJabar)

    Alamat: Jalan Diponegoro nomor 22, Bandung

    Gedung Sate amat lekat sebagai identitas Kota Bandung dan Provinsi Jawa Barat. Nama Gedung Sate berasal dari suara warga, bahkan bermula dari bentuk protes yang bernuansa satire.

    Adalah desain bangunan berupa ornamen menyerupai tusuk sate di bagian puncaknya, sebuah struktur menara kecil berbentuk tumpeng bertingkat dengan hiasan enam bola di ujungnya, yang menjadikan gedung itu dinamai dengan Gedung Sate. Menara itu penangkal petir.

    Gedung megah bergaya Indo-Eropa itu mulai dibangun pada 1920 sebagai Departement Verkeer en Waterstaat atau Gedung Departemen Pekerjaan Umum. Arsiteknya berasal dari Belanda Ir. J. Gerber, yang menggabungkan unsur klasik Eropa dengan sentuhan arsitektur lokal Nusantara.

    Penamaan Gedung Sate itu karena warga kesulitan menyebut nama bangunan tersebut, yakni Departement Verkeer en Waterstaat. Saat pembangunan rampung, warga Bandung yang melihat bentuk gedung ini punya reaksi unik. Alih-alih menyebut nama resminya yang panjang dan rumit dalam bahasa Belanda, masyarakat lebih nyaman menyebutnya Gedung Sate.

    Protes yang dibungkus dengan guyonan ini pun menyebar cepat. Dari warung kopi hingga pasar, orang-orang menyebut bangunan megah itu dengan nama Gedung Sate hingga akhirnya nama itu bertahan hingga sekarang.

    2. Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat

    Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat di Jalan Japati, Kota Bandung, Jawa Barat, tengah direvitalisasi. Revitalisasi monumen bersejarah ini terus dikebut.Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat di Jalan Japati, Kota Bandung, Jawa Barat, tengah direvitalisasi. Revitalisasi monumen bersejarah ini terus dikebut. (Wisma Putra)

    Alamat: Jalan Dipatiukur nomor 58

    Dikutip dari detikjabar, Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat berhadapan dengan Gedung Sate dan di depan Kampus Universitas Padjadjaran (Unpad), Kota Bandung. Monumen berdiri di atas tanah seluas ยฑ 72.040 mยฒ dan luas bangunan ยฑ 2.143 mยฒ.

    Monumen itu berbentuk bambu runcing yang dipadukan dengan gaya arsitektur modern. Monumen diresmikan oleh Gubernur Jawa Barat, R. Nuriana pada tanggal 23 Agustus 1995.

    Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat memiliki koleksi hanya berupa tujuh diorama pada ruang pameran tetap. Ada pun koleksi diorama pada ruang pameran tetap tersebut adalah:

    1. Diorama Perjuangan Sultan Agung Tirtayasa Bersama Rakyat Menentang Kolonial Belanda Tahun 1658
    2. Diorama Partisipasi Rakyat Dalam Pembangunan Jalan di Sumedang
    3. Diorama Perundingan Linggarjati 1946
    4. Diorama Bandung Lautan Api 24 Maret 1946
    5. Diorama Long Mach Siliwangi Januari 1949
    6. Diorama Konfrensi Asia Afrika di Bandung 1955
    7. Diorama Operasi Pagar Betis (Operasi Brata Yuda) 1962.

    3. Goa Belanda dan Goa Jepang

    Monumen Patung Taman Hutan Raya DjuandaMonumen Patung Taman Hutan Raya Djuanda (detik)

    Alamat: Kompleks Tahura Juanda, Jalan Ir.H.Juanda nomor 99

    Goa Belanda dan Goa Jepang terletak di kompleks Taman Hutan Raya (Tahura) Juanda. Traveler hanya perlu berjalan sekitar 500 meter dari pintu masuk utama.

    Sementara itu, Hutan Raya Ir. H. Juanda, adalah hutan lindung seluas 590 ha dibangun Hindia Belanda pada 1912. Hutan lindung dengan nama Hutan Lindung Pulosari, dibangun bersamaan dengan terowongan penyadap air Sungai Cikapundung atau Gua Belanda diresmikan pada 1922.

    Sejak Indonesia merdeka, kawasan Hutan Lindung Pulosari menjadi aset pemerintah Republik Indonesia dan dikelola oleh Djawatan Kehutanan. Pada 1960, ketika Mashudi menjabat Gubenur Jawa Barat, digagas Pembangunan Taman Hutan Wisata Alam sekaligus berfungsi sebagai Kebun Raya.

    Saat ini, Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda Bandung, banyak dikunjungi oleh wisatawan, baik domestik maupun mancanegara dan warga Bandung.

    4. Museum Pos Indonesia

    MuseumMuseum Pos Indonesia (Satria Nandha/detikTravel)

    Alamat: Jalan Cilaki nomor 73

    Museum ini terletak di dalam kompleks Gedung Sate Bandung. Dikutip dari situs resmi pos indonesia, Museum Pos Indonesia sudah ada sejak masa Hindia Belanda dengan nama Museum PTT (Pos Telegrap dan Telepon), tepatnya pada 1931.

    Museum itu memiliki koleksi prangko, baik dalam maupun luar negeri. Sayangnya, akibat peristiwa Perang Dunia ke II Museum itu kurang terurus, bahkan nyaris terlupakan.

    Hingga kemudian, muncul gagasan untuk mendirikan Museum Pos dan Giro yang koleksinya tidak hanya terdiri dari prangko-prangko tetapi juga benda-benda lainnya berupa foto-foto, peralatan pos dan lain sebagainya yang bernilai sejarah.

    Untuk mewujudkan gagasan yang sudah lama ada ini maka pada tanggal 18 Desember 1980 oleh Direksi Perum Pos dan Giro telah dibentuk sebuah panitia dengan nama Panitia Persiapan Pendirian Museum Pos dan Giro dengan tugas utama melakukan inventarisasi dan mengumpulkan benda-benda bersejarah yang layak dijadikan isi museum.

    Pada 27 September 1982 dilakukan peresmian penerapan Sistem Kode Pos Indonesia untuk keperluan intern Perum Pos dan Giro oleh Direktur Utama Perum Pos dan Giro di ruangan lantai bawah gedung Kantor Pusat Perum Pos dan Giro. Dan setahun kemudian pada 27 September 1983 bertepatan dengan Hari Bakti Postel ke 38 ruangan lantai bawah tersebut oleh Menteri Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi, Achmad Tahir telah diresmikan sebagai museum dengan nama Museum Pos dan Giro.

    Kemudian, seiring perkembangan perusahaan pos, mulai 20 juni 1995 nama dan status perusahaan berubah dari Perusahaan Umum Pos dan Giro menjadi PT. Pos Indonesia (persero) maka nama museum juga diubah menjadi Museum Pos Indonesia.

    5. Museum Mandala Wangsit Siliwangi

    Museum Mandala Wangsit Bandung.Museum Mandala Wangsit Bandung. (Elia Amaliana)

    Alamat: JalanLembong nomor 38

    Dikutip dari situs Kemdikbud, Museum Mandala Wangsit merupakan museum khusus yang diresmikan pada 23 Mei 1996 oleh Panglima Divisi Siliwangi, yakni Kolonel Ibrahim Adjie. Nama Mandala Wangsit diartikan sebagai tempat untuk menyimpan amanat dan nasihat. Adapun, Siliwangi merupakan nama Kodam TNI-AD di Jawa Barat dan Banten yang diambil dari nama Raja Kerajaan Sunda.

    Museum ini menjadi institusi sejarah yang berperan penting dalam melestarikan warisan dari divisi Siliwangi. Sekaligus mengedukasi masyarakat tentang kontribusi dan pengorbanan TNI dalam mempertahankan Indonesia.

    Ruangan dalam museum dibagi menjadi beberapa bagian berdasarkan kejadian-kejadian yang ada di masa lampau. Seperti ruangan koleksi penumpasan Angkatan Perang Ratu Adil (APRA), Operasi Seroja Timor Timur, Pemberontakan DI/TII, Palagan Bandung, dan peristiwa lainnya yang terjadi di masa pergerakan Indonesia.

    Sejumlah koleksi senjata tajam yang pernah digunakan di masa pergerakan seperti Kujang Pajajaran, keris, golok, pedang, bambu runcing, panah juga tersusun rapih di dalam etalase. Di setiap ruangan juga memajang diorama dan lukisan realis yang menggambarkan kondisi pada saat itu.

    6. Gedung Merdeka

    Gedung MerdekaGedung Merdeka Bandung (detikcom)

    Alamat: Jalan Asia Afrika nomor 65

    Gedung Merdeka adalah gedung bersejarah yang terletak tak jauh dari Alun-alun Kota Bandung. Gedung ini pernah digunakan sebagai lokasi penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Aisa Afrika di tahun 1955, sekaligus gedung tempat kelahiran Dasasila Bandung.

    Dikutip dari bandung.go.id, bangunan itu dirancang pada 1926 oleh Van Galen Last dan C.P. Wolff Schoemaker. Mereka adalah Guru Besar pada Technische Hoogeschool te Bandoeng (TH Bandoeng, yang kemudian menjadi Institut Teknologi Bandung atau ITB).

    Gedung itu kental sekali dengan nuansa art deco dan gedung megah ini terlihat dari lantainya yang terbuat dari marmer buatan Italia yang mengkilap, ruangan-ruangan tempat minum-minum dan bersantai terbuat dari kayu cikenhout, sedangkan untuk penerangannya dipakai lampu-lampu bias kristal yang tergantung gemerlapan. Gedung ini menempati areal seluas 7.500 m2.11.

    7. Taman Sejarah Bandung

    Taman Sejarah BandungTaman Sejarah Bandung (Fitroh Rara Azzahro)

    Alamat: Jalan Aceh nomor 53

    Taman yang terletak di area belakang Balai Kota Bandung ini didesain untuk mengenang para pemimpin daerah sejak awal berdirinya Kota Bandung. Di area taman ini juga sempat ada wahana kolam air yang kerap digunakan warga untuk bermain air. Areanya cukup luas, cocok digunakan untuk duduk bersantai.

    8. Penjara Banceuy Soekarno

    Warga berduyun-duyun mengunjungi Situs Penjara Banceuy yang ada di Jalan ABC, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (1/6/2022) pagi. Kunjungan warga ini memperingati Hari Kelahiran Pancasila.Situs Penjara Banceuy yang ada di Jalan ABC, Kota Bandung, Jawa Barat (Wisma Putra)

    Alamat: Jalan Banceuy

    Penjara Banceuy menjadi salah satu saksi bisu perjalanan perjuangan Soekarno. Di penjara ini, Soekarno pernah ditahan oleh pemerintah kolonial Belanda pada tahun 1930 sebelum diadili di Gedung Indonesia Menggugat.

    Kini, bangunan bekas sel Soekarno masih dilestarikan dan bisa dikunjungi oleh masyarakat. Di dalamnya terdapat sel tahanan yang masih mempertahankan bentuk aslinya, lengkap dengan tiruan perabot yang digunakan Bung Karno selama ditahan.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Sejarah Unik Pantai Duduk, Ternyata Berasal dari Upeti Kerajaan Lombok



    Lombok Barat

    Lombok tak hanya punya pantai Kuta Mandalika, ada juga pantai Duduk yang punya sejarah unik tentang upeti zaman kerajaan. Bagaimana kisahnya?

    Pantai yang hanya berjarak 20 menit dari Kota Mataram ini terletak di Dusun Duduk, Desa Batu Layar Barat, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB). Lokasi tepatnya berada setelah tikungan Batu Layar di depan Crystal Cafe.

    Pantai Duduk memadukan wisata pantai yang penuh dengan ketenangan, keindahan alam, kuliner dan aktivitas wisata yang seru. Dengan segala keunggulan itu, pantai Duduk patut masuk daftar kunjungan jika liburan ke Lombok.


    Sejarah Pantai Duduk

    Banyak orang mengira bahwa pemberian nama ‘duduk,’ berkaitan dengan tersedianya banyak tempat duduk oleh warung atau lapak yang berjualan di Pantai Duduk.

    Namun siapa sangka, nama ‘duduk’ sendiri berasal dari kata ‘dudukan,’ yang bagi warga lokal diartikan sebagai ‘pungutan’ dalam bahasa Indonesia.

    Kasirim, salah satu warga lokal, mengatakan bahwa kata ‘Dudukan’ tersebut merujuk pada tindakan kerajaan pada masa lampau.

    Pada zaman itu, orang-orang selalu mengambil pungutan terhadap warga yang memasuki kawasan Pantai Duduk setiap kali mereka akan beraktivitas.

    “Dudukan itu bagi kami adalah pungutan, ya semacam upeti lah yang dipungut oleh pihak kerajaan pada zaman dulu ke nenek moyang kita yang memasuki kawasan ini, karena ini dulu hutan sebenarnya. Makanya disebut Dusun Duduk, Pantai Duduk Sekarang,” jelas pria berusia sekitar 70 tahun tersebut, Minggu (10/8).

    Mantan Kepala Dusun Duduk periode 2003-2018 itu mengatakan, bahwa sejarah penamaan tersebut merupakan cerita yang sudah turun temurun diwariskan dari orang tua zaman dahulu di wilayah itu.

    Daya Tarik Wisata Pantai Duduk

    1. Sunset dengan View Gunung Agung

    Pantai Duduk tidak hanya memberi ruang bagi siapa pun untuk sekadar duduk, menarik napas panjang, dan membiarkan alam bercerita lewat sisiran ombak, pasir, dan langit biru.

    Pantai ini menawarkan panorama alam yang memukau. Pesona utamanya adalah pemandangan matahari terbenam yang indah, berpadu dengan siluet megah Gunung Agung di Bali yang terlihat jelas dari bibir pantai.

    2. Bisa Sewa Kuda

    Jika bosan dengan aktivitas duduk dan hanya menatap senja, tenang! Karena pantai ini juga menyediakan aktivitas lain yang tak kalah serunya.

    Pantai duduk sendiri menyediakan tempat penyewaan kuda bagi siapapun yang hendak menjajaki bibir pantai sembari menikmati angin laut. Fasilitas penyewaan ini juga sudah didampingi profesional, sehingga pengunjung tak perlu khawatir jika masih tergolong pemula dalam hal menunggangi kuda.

    3. Wisata Kuliner

    Kurang afdal rasanya jika hanya duduk dan sekedar menatap senja. Sebab, Pantai Duduk juga menyediakan berbagai macam kuliner yang bisa disantap sembari menikmati suasana.

    Mulai dari hidangan laut bakar, kelapa muda segar, kopi hingga jajanan ringan lainnya, siap memanjakan lidah pengunjung.

    4. Bisa Kemah di Pantai Duduk

    Pantai Duduk sangat dikenal dengan kebersihan lingkungannya, sehingga membuat pengunjung betah berlama-lama menikmati suasana.

    Pantai ini juga menyediakan area perkemahan yang dapat digunakan oleh wisatawan yang ingin menikmati suasana hingga malam hari di tepi pantai.

    Harga Tiket dan Jam Buka Pantai Duduk

    Dengan kombinasi panorama yang memanjakan mata, aktivitas seru, kuliner yang beragam, dan kebersihan yang terjaga. Pantai Duduk layak menjadi salah satu pilihan utama bagi wisatawan.

    Suasana pantainya tenang, namun tetap menawarkan pengalaman wisata yang lengkap. Tak seperti pantai Kuta Mandalika yang sudah mainstream, pantai Duduk layak disebut hidden gem.

    Cukup dengan membayar tiket masuk Rp 10.000 per mobil dan Rp 5.000 per motor, pengunjung sudah bisa memasuki kawasan pantai ini.

    Pantai ini buka setiap hari mulai pukul 07.00 Wita sampai 21.00 Wita. Waktu terbaik untuk berkunjung adalah pagi hari ketika udara masih sejuk dan sore hari menjelang matahari terbenam.

    ——-

    Artikel ini telah naik di detikBali.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Di Istana Cipanas Bung Karno Menikah hingga Memotong Nilai Rupiah



    Cianjur

    “Ibu-ibu, Bapak-bapak ada yang masih ingat apa itu sanering?,” tanya Lena, pemandu wisata sejarah Istana Cipanas, Rabu (20/8/2025) lalu. Para ibu dan bapak anggota Komunitas Japas (Jalan Pagi Sejarah) Bogor sebagian menggelengkan kepala dan saling pandang kebingungan.

    Namun ada juga yang dengan lantang menyebut sanering sebagai pemotongan rupiah. Lena membenarkan dan hadirin pun bertepuk tangan.

    Semula ia menjelaskan riwayat bangunan yang kini dikenal sebagai Istana Cipanas. Bangunan utama di kompleks tersebut dibangun di masa pemerintahan kolonialis Belanda Gustav W. Baron Van Imhoff pada 1740 sebagai tempat peristirahatan. Oleh Sukarno kemudian ditetapkan menjadi salah satu Istana Kepresidenan.


    Salah satu koleksi yang kerap membuat penasaran para pengunjung Istana Cipanas adalah lukisan bertajuk ‘Jalan Seribu Pandang’. Lukisan karya Soejono D.S. pada 1958 itu menggambarkan pohon yang di tengahnya terdapat jalanan lurus. Berbeda dengan lukisan lainnya, jalan tersebut tetap terlihat lurus seolah mengikuti arah dimana kita melihatnya jika dilihat dari berbagai arah.

    Lukisan yang bernama lain ‘Lukisan Menuju Kaliurang’ itu merupakan salah satu dari 10 lukisan favorit Presiden Joko Widodo pada saat dipamerkan di Pameran Lukisan Galeri Nasional pada Agustus 2016. Namun dalam kunjungan di Istana Cipanas Rabu kemarin kami harus cukup puas mengintipnya dari teras.

    Kembali ke soal sanering, pada 13 Desember 1965 Presiden Sukarno memimpin sidang cabinet bidang ekonomi di Istana Cipanas. Salah satu keputusan yang dibuat adalah menetapkan perubahan nilai mata uang rupiah dari Rp 1.000 menjadi Rp 1 atau dikenal dengan istilah sanering.

    Jauh sebelum itu, tepatnya pada 7 Juli 1953, Sukarno menikah dengan Hartini secara sederhana dan tertutup di Istana Cipanas. Akibatnya, tak cuma menerima kecaman dari berbagai kelompok masyarakat dan media massa kala itu, Sukarno pun harus kehilangan ‘Ibu Negara’ Fatmawati. Ibunda dari Megawati itu memilih pergi dari Istana Merdeka karena tak sudi dimadu lalu tinggal di rumah pribadinya di Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan.

    Sementara Hartini oleh Sukarno ditempatkan di salah satu pavilion Istana Bogor. Di sana Hartini ikut mendampingi berbagai acara kenegaraan Presiden Soekarno, seperti menerima kunjungan Presiden Vietnam Utara Ho Chi Minh, Norodom Sihanouk (Kamboja) dan Kaisar Hirohito dari Jepang.

    Khusus Ho Chi Minh, Sukarno pernah menerimanya secara khusus di Gedung Bentol pada Maret 1959. Gedung tempat dia tetirah itu dibangun pada 1954. Di sana masih terdapat meja kerja berbentuk L, kursi, dan tempat tidur kecil. Di atas meja terpajang beberapa bingkai foto antara lain Sukarno bersama Fatmawati, dan seorang bidan. Juga foto Ho Chi Minh dan Sukarno.

    Kenapa dinamai gedung bentol? Menurut Kepala Subbagian Protokol dan Layanan Cecep Koswara penamaan itu karena di sekitar dinding bangunan terpasang batu-batu yang sengaja dibuat menonjol seperti bentol di kulit.

    Di bangunan karya arsitek kenamaan F. Silaban itu, kata Cecep, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pernah beberapa kali memanfaatkannya untuk membuat lagu dan lukisan.

    (jat/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • Keris Naga Siluman Itu Bakal Pulang Kampung dari Belanda ke Indonesia

    Keris Naga Siluman Itu Bakal Pulang Kampung dari Belanda ke Indonesia



    Jogja

    Keris Naga Siluman milik Pangeran Diponegoro kabarnya bakal segera pulang kampung dari Belanda ke Indonesia.

    Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon menyebut keris pusaka tersebut bersama dengan ribuan artefak lainnya bakal dipulangkan ke Indonesia dari negeri Kincir Angin.

    “Kita dengan menerima artefak-artefak penting, fosil, dan kita juga terus melakukan repatriasi benda-benda bersejarah kita, termasuk keris-keris dari tokoh-tokoh pahlawan nasional kita, ada keris Teuku Umar nanti yang rencananya akan kembali, keris dari Diponegoro yang Naga Siluman masih ada di sana,” ujar Fadli Zon kepada wartawan di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Rabu (1/10/2025), dikutip dari detikNews.


    “Kemudian, keris Sultan… keris Sultan Madura, dan banyak lagi keris-keris bersejarah, dan juga perangkat yang waktu itu disita oleh Belanda di dalam sejumlah peperangan, itu akan kita minta kembali sudah ada daftarnya yang sudah dibicarakan memang ada provenance research,” imbuhnya.

    Fadli Zon menjelaskan, pemulangan sejumlah benda bersejarah tersebut akan dilakukan secara bertahap.

    “Jadi ada research yang sedang berlangsung, nanti secara bertahap ini akan kembali juga ke Indonesia,” katanya.

    Usai dipulangkan, Fadli Zon menyebut benda-benda tersebut bakal dipajang di Museum Nasional Indonesia.

    “Rencananya akan kita ekshibit di Museum Nasional,” kata Fadli Zon kepada wartawan di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Rabu (1/10/2025).

    Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto melawat ke Belanda dan terjadi kesepakatan terkait 30 ribu fosil hingga artefak Jawa akan dikembalikan ke Indonesia. Fosil tersebut di antaranya merupakan fosil Manusia Jawa yang dibawa Belanda saat masa penjajahan.

    Saat melawat ke Negara Kincir Angin itu, Prabowo bertemu dengan Raja Belanda Willem-Alexander di Istana Huis ten Bosch, Den Haag, Belanda. Usai pertemuan tersebut, Kerajaan Belanda pun bakal mengembalikan sejumlah benda bersejarah itu ke Indonesia.

    “Presiden Prabowo bersama Raja Willem-Alexander dan Ratu Mรกxima berdiskusi mengenai berbagai isu penting, termasuk penguatan hubungan bilateral kedua negara di berbagai bidang strategis,” ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam akun Instagram Sekretariat Kabinet, Jumat (26/9).

    30 Ribu Artefak Bersejarah Dipulangkan ke RI

    “Salah satu agenda penting yang dibahas adalah komitmen Pemerintah Belanda untuk melakukan proses pengembalian 30 ribu benda dan artefak Jawa bersejarah milik Indonesia,” lanjut Teddy.

    Dilansir DW, Sabtu (27/9), Belanda membuat pengumuman pada Jumat (26/9) terkait pengembalian koleksi ribuan fosil ke Indonesia.

    Terdapat 28 ribu lebih fosil yang terdiri dari sejumlah tulang Manusia Jawa. Manusia Jawa merupakan Homo Erectus yang merupakan pendahulu dari Homo Sapiens.

    “Atas permintaan Indonesia, Belanda akan mengembalikan lebih dari 28 ribu fosil dari koleksi Dubois,” kata pemerintah Belanda.

    Fosil dari Koleksi Dubois itu merupakan penamaan dari antropolog Belanda Eugene Dubois. Fosil-fosil tersebut diekstraksi oleh Dubois dari Indonesia pada 1891 kala masih dijajah Belanda.

    Manusia Jawa yang merupakan Koleksi Dubois itu dianggap sebagai fosil pertama yang menguak hubungan kera dan manusia. Penamaan Manusia Jawa itu lantaran ditemukan di Pulau Jawa.

    “Koleksi ini merupakan sumber daya penting dalam penelitian evolusi manusia,” kata pemerintah Belanda.

    Keris Pangeran Diponegoro Pernah Diragukan Keasliannya

    Pada 2020 silam, pemerintah Belanda juga pernah mengembalikan sebilah keris yang diyakini sebagai keris Kiai Naga Siluman milik Pangeran Diponegoro. Namun ternyata keris tersebut memiliki dhapur atau rancang bangun nagasasra, bukan naga siluman. Polemik soal keaslian pun muncul.

    Soal keaslian keris Pangeran Diponegoro itu dipersoalkan oleh keturunannya.

    “Kalau kita bicara dhapur, keris yang dikembalikan oleh Belanda itu bukan ber-dhapur naga siluman. Itu dhapur-nya adalah nagasasra kamarogan (keris dhapur nagasasra yang dilapisi hiasan emas),” papar keturunan ketujuh Pangeran Diponegoro, Roni Sodewo, kepada detikcom, dalam wawancara 2020 lalu.

    Namun, Roni tidak memastikan bahwa keris yang dikembalikan tersebut bukan keris milik Diponegoro. Sebab bisa jadi, nama keris naga siluman sebagai milik Diponegoro selama ini tidak merujuk pada dhapur, tapi sebutan.

    Dalam tradisi Jawa, memang ada kebiasaan menamai benda-benda khusus dengan nama dan bahkan gelar sesuai kemauan pemiliknya.

    ——-

    Artikel ini telah naik di detikJogja.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Lorong Rahasia Kaisar di Colosseum, Italia Kini Dibuka untuk Umum

    Lorong Rahasia Kaisar di Colosseum, Italia Kini Dibuka untuk Umum



    Jakarta

    Sebuah lorong tersembunyi yang dulunya hanya bisa diakses oleh kaisar Romawi kini dibuka buat umum untuk pertama kalinya. Indah nan menakjubkan.

    Lorong tersebut dikenal dengan nama Commodus Passage. Penamaan itu merujuk pada Kaisar Commodus, tokoh kontroversial yang juga digambarkan dalam film Hollywood populer Gladiator. Lorong eksklusif itu dulu memungkinkan sang kaisar memasuki arena Colosseum tanpa harus berbaur dengan penonton.

    Commodus Passage dipahat di fondasi Colosseum antara akhir abad ke-1 dan awal abad ke-2 Masehi, sebagai tambahan dari struktur asli amfiteater yang diresmikan pada tahun 80 M.


    “Jalan ini sekarang terbuka untuk umum, ini pertama kalinya. Jadi, pengunjung bisa merasakan bagaimana rasanya menjadi seorang kaisar,” ujar arkeolog Barbara Nazzaro dikutip dari Reuters, Kamis (9/10/2025).

    Jejak Sejarah Kaisar Commodus

    Lorong itu diyakini berkaitan dengan Kaisar Commodus berdasarkan catatan sejarah yang menyebutkan ia pernah selamat dari percobaan pembunuhan di jalur bawah tanah tersebut. Commodus Passage pertama kali ditemukan pada abad ke-19, dan sejak saat itu dikaitkan dengan sang kaisar.

    “Sangat mudah untuk membuat koneksi,” kata Nazzaro yang memimpin proyek restorasi sebelum lorong ini dibuka untuk publik.

    Menurut keterangan dari Taman Arkeologi Colosseum, dinding lorong itu awalnya dilapisi marmer, namun kemudian diganti dengan plester yang dihiasi pemandangan alam. Beberapa bagian masih mempertahankan ukiran semen yang menggambarkan adegan mitologi di bagian kubah, serta tontonan khas arena seperti pertarungan beruang dan aksi akrobat yang diukir pada ceruk di pintu masuk.

    Meskipun kondisi lorong yang lembap menyulitkan upaya konservasi, sebagian dekorasi masih bisa dilihat hingga kini. Untuk membantu pengunjung membayangkan seperti apa suasananya di masa lalu, pihak pengelola menampilkan rekonstruksi virtual melalui sebuah tayangan video di area tersebut.

    Langkah itu menjadi bagian dari upaya pelestarian sekaligus edukasi sejarah agar pengunjung dapat merasakan langsung atmosfer kejayaan Kekaisaran Romawi di balik tembok Colosseum yang megah.

    (upd/fem)



    Sumber : travel.detik.com