Tag: pendirian

  • Cara Cek KTP dan NIK Dipakai Orang Lain untuk Pinjol atau Tidak

    Jakarta

    Masyarakat Indonesia tentu sudah tidak asing dengan pinjaman online atau pinjol. Meminjam uang secara online, dapat dilakukan hanya dengan menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP), sehingga tidak jarang disalahgunakan oleh pihak lain tanpa izin pemilik KTP.

    Kamu dapat mengetahui apakah KTP kamu digunakan untuk pinjol atau tidak, melalui Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Untuk mengeceknya, kamu dapat memilih secara online maupun offline melalui cara di bawah ini:


    Cara Mengecek KTP Dipakai Pinjol Secara Online

    Cara mengecek KTP melalui SLIK OJK secara online, cukup mudah. kamu hanya perlu menyiapkan beberapa dokumen pendukung seperti KTP, foto diri, dan foto diri dengan KTP. Untuk cara lengkapnya adalah sebagai berikut.

    1. Kamu perlu mengakses situs https://idebku.ojk.go.id atau mengunduh aplikasi iDebku OJK.
    2. Di halaman utama, pilih opsi ‘Pendaftaran’.
    3. Isi formulir dengan informasi yang diminta seperti jenis debitur, jenis identitas, nomor identitas, dan kode captcha.
    4. Pastikan semua informasi yang kamu masukkan benar.
    5. Klik ‘Selanjutnya’ setelah yakin informasi sudah sesuai.
    6. Unggah dokumen pendukung seperti KTP dan foto diri.
    7. Klik ‘Ajukan Permohonan’.
    8. Setelah pendaftaran selesai, kamu akan menerima nomor pendaftaran.
    9. Untuk mengecek status permohonan, gunakan menu ‘Status Layanan’ dengan memasukkan nomor pendaftaran yang telah kamu dapatkan.
    10. OJK akan memproses permohonan iDeb dalam waktu satu hari kerja melalui email yang kamu daftarkan.

    Cara Mengecek KTP Dipakai Pinjol Secara Offline

    Selain dengan cara online, kamu juga dapat mengecek apakah KTP kamu telah disalahgunakan untuk pinjol secara offline. Berikut ini langkah-langkahnya:

    1. Pemohon datang langsung ke kantor OJK yang terdekat.

    2. Siapkan dokumen-dokumen yang diperlukan sesuai jenis permohonan:

    • Untuk perseorangan: fotokopi KTP (untuk WNI) atau paspor (untuk WNA), dan surat kuasa jika diperlukan.
    • Untuk yang telah meninggal: fotokopi KTP/Paspor, dokumen asli surat keterangan kematian, dan dokumen yang membuktikan hubungan kekeluargaan/ahli waris.
    • Untuk badan usaha: fotokopi identitas badan usaha (NPWP, akta pendirian, perubahan anggaran dasar terakhir), identitas pengurus, dan surat kuasa jika diperlukan.
    • OJK akan melakukan pengecekan sesuai dengan formulir dan dokumen pendukung yang diserahkan.
    • Hasil dari permohonan akan dikirimkan melalui email yang telah didaftarkan sebelumnya.

    Pastikan semua dokumen yang dibawa adalah asli atau fotokopi yang sah dan sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan oleh OJK.

    Itu dia cara-cara yang dapat dilakukan untuk mengecek apakah KTP kamu digunakan untuk pinjol atau tidak, melalui layanan SLIK OJK secara online dan offline. Semoga membantu!

    *Artikel ini ditulis oleh Dita Aliccia Armadani, peserta Program Magang Bersertifikat Kampus Merdeka di detikcom.

    (afr/afr)



    Sumber : inet.detik.com

  • Masjid Kuno Ini Saksi Penyebaran Agama Islam di Madiun



    Madiun

    Di tengah pemukiman warga kelurahan Kuncen, berdiri sebuah masjid kuno yang menjadi saksi penyebaran agama Islam di Madiun.

    Masjid Kuno Kuncen, yang dikenal pula sebagai Masjid Nur Hidayatullah, kerap disebut sebagai salah satu saksi perkembangan Islam di Madiun dan telah menarik perhatian warga, peneliti, serta wisatawan religi.

    Meski ukurannya tak seluas masjid-masjid agung metropolitan, nilai historis dan arsitekturnya membuat tempat ini istimewa. Struktur serupa joglo, tiang saka kayu berusia, serta pagar batu bata yang menjulang menjadi ciri khas yang mudah dikenali.


    Kompleks masjid ini juga letaknya berdekatan dengan sendang yang menurut tradisi setempat terkait dengan asal-usul nama kota Madiun. Air dari sendang ini juga dipercaya memiliki berkah dan sering digunakan untuk ritual jamasan (penyucian) benda-benda pusaka, terutama menjelang bulan Suro (Tahun Baru Jawa) atau saat perayaan Grebeg Maulud.

    Asal-usul Masjid Kuno Kuncen

    Dilansir dari laman resmi Kelurahan Kuncen, pergeseran kekuasaan besar terjadi pada tahun 1568 di Kesultanan Demak, yang dampaknya turut membentuk sejarah di Madiun.

    Era baru ini dimulai setelah Mas Karebet, atau Jaka Tingkir, memenangkan perang saudara. Dengan restu para wali, ia naik tahta menggantikan mertuanya, Sultan Trenggono, dan bergelar Sultan Hadiwijaya.

    Namun, Sultan Hadiwijaya menolak untuk berkedudukan di Demak dan memilih memindahkan pusat pemerintahannya ke Pajang. Sejalan dengan perubahan tersebut, putra Sultan Trenggono lainnya, Pangeran Timur, diangkat sebagai Bupati Madiun pada 18 Juli 1568.

    Pengangkatan adik ipar Sultan Hadiwijaya ini dilakukan oleh Sunan Bonang yang mewakili dewan wali. Pangeran Timur, yang memerintah Madiun dari tahun 1568 hingga 1586, kemudian dikenal dengan gelar Panembahan Rama atau Ki Ageng Panembahan Ronggo Jumeno.

    Pada tahun 1575, Pangeran Timur mengambil keputusan strategis untuk memindahkan pusat pemerintahan Madiun dari wilayah utara (Kelurahan Sogaten) ke lokasi baru di selatan, yaitu di Kelurahan Kuncen (sebelumnya bernama Wonorejo).

    Selain mengurus pemerintahan, Pangeran Timur juga mengemban misi dakwah untuk menyebarkan agama Islam. Karena penyebaran agama erat kaitannya dengan pendirian tempat ibadah, maka diyakini bahwa Masjid Kuno Kuncen (yang kini bernama Masjid Nur Hidayatullah) didirikan di Kuncen setelah perpindahan ibu kota tersebut, yakni sekitar akhir abad ke-16.

    Peninggalan Sejarah Masjid Kuncen

    Peninggalan sejarah di masjid di antaranya adalah bedug (kentungan besar) kuno yang diyakini seusia dengan masjid, serta mustaka (mahkota atap) asli masjid yang memiliki nilai sejarah tinggi.

    Selain itu, mimbar dan beberapa elemen arsitektur di dalam masjid juga masih mempertahankan keasliannya sejak era Pangeran Timur.

    Artefak terpenting di kompleks ini sesungguhnya adalah keberadaan makam-makam kuno, terutama makam Pangeran Timur (Ki Ageng Panembahan Ronggo Jumeno), Bupati Madiun pertama.

    Kompleks makam ini, yang letaknya menyatu dengan area masjid, menjadi bukti utama fungsi Kuncen sebagai pusat pemerintahan dan penyebaran Islam pertama di Madiun. Nisan-nisan kuno dari para kerabat dan abdi dalem yang dimakamkan di sekitar Pangeran Timur juga menjadi peninggalan sejarah yang tak ternilai.

    Karena nilai sejarah yang tinggi dan keunikan arsitekturnya, kompleks Masjid Kuno Kuncen (termasuk area makam Pangeran Timur) telah ditetapkan secara resmi oleh Pemerintah Kota Madiun sebagai Situs Cagar Budaya melalui SK Walikota pada tahun 2019.

    Status ini memberikan perlindungan hukum penuh, yang berarti segala bentuk pemugaran atau penambahan fasilitas baru di kawasan tersebut harus dilakukan atas seizin dan pengawasan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur.

    Masjid Kuno Kuncen adalah bukti konkrit yang menghubungkan masa lalu dengan keseharian warga Madiun. Perdebatan tentang tanggal pendirian atau nama pendiri menggambarkan hidupnya tradisi dan arsip, keduanya perlu disandingkan agar sejarah kawasan ini bisa ditulis lebih lengkap.

    Upaya pelestarian dan pengelolaan wisata yang menghormati nilai asli akan menentukan apakah generasi mendatang masih bisa menyentuh, melihat, dan belajar dari warisan ini.

    ——–

    Artikel ini telah naik di detikJatim.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • 5 Hutan Ngetop di Korea yang Wajib Dikunjungi saat Musim Gugur

    5 Hutan Ngetop di Korea yang Wajib Dikunjungi saat Musim Gugur

    Jakarta

    Musim gugur di Korea jadi momen yang paling jadi favorit wisatawan Indonesia. Beberapa alasan utama wisatawan Indonesia suka dengan musim gugur Korea adalah karena cuaca yang tidak terlalu dingin sehingga masih bisa menikmati suasana luar ruangan di Korea.

    Wisatawan juga bisa menikmati nuansa coklat kuning emas yang berasal dari tumbuhan – tumbuhan di sekitar yang tidak bisa dinikmati di negara dua musim, seperti Indonesia, dan banyaknya tawaran aktivitas dan hiburan di Korea yang spesial hanya tersedia di musim gugur.

    Selain itu, musim gugur tidak hanya spesial bagi wisatawan asing yang berkunjung ke Korea, tetapi pada musim gugur juga banyak hal spesial untuk orang Korea, seperti banyaknya hari libur nasional Korea, seperti Chuseok, Hari Pendirian Negara Korea, Hari Hangeul dan sebagainya, sehingga makin banyak hal-hal spesial yang bisa dinikmati di Korea.


    Apa saja yang bisa dinikmati oleh wisatawan Indonesia di Korea saat musim gugur? Tentunya banyak. Mulai dari tempat wisata, sampai festival musim gugur yang bisa dikunjungi. Berikut beberapa pilihannya:

    5 Hutan Top di Korea yang bisa dikunjungi untuk menikmati musim gugur secara maksimal:

    1.Seoul Forest, Seoul

    Seoul Forest
    Seoul Forest. Foto: Korea Tourism Organization

    Seoul Forest terletak di Seongsu-dong, salah satu kawasan paling populer di Seoul. Sebelumnya digunakan untuk berbagai kegiatan, termasuk arena pacuan kuda, lapangan golf, dan kemudian instalasi pengolahan air.

    Hutan ini semakin indah menjelang musim gugur, ketika pohon metasequoia dan ginkgo berganti warna menjadi keemasan. Jalan setapaknya tidak beraspal, sehingga nyaman untuk berjalan. Setelah menikmati piknik di Seoul Forest, kunjungi juga kafe, restoran, atau toko di sepanjang jalan Seongsu-dong.

    2. Hwadam Botanic Garden, Gwangju, Gyeonggi-do

    Hwadam Botanic Garden Korea
    Foto: Korea Tourism Organization

    Hwadam Botanic Garden adalah arboretum ekologi yang berjarak sekitar 1,5 jam dari Seoul dengan transportasi umum. Wisatawan dapat berjalan-jalan di antara sekitar 4.300 spesies tanaman dalam suasana yang seperti hutan.

    Wisatawan juga dapat menaiki monorel, yang mengelilingi taman dan menikmati pemandangan musim gugur yang menakjubkan. Wisatawan yang berjalan-jalan di sepanjang dek pejalan kaki bahkan dapat bertemu dengan hewan liar kecil, seperti landak atau tupai.

    3. Haneul Park, Seoul

    Haneul Park terletak di dataran tinggi dengan ketinggian 98 meter di atas permukaan laut dan menawarkan pemandangan taman dan lanskap kota yang luar biasa. Sebagian besar puncaknya ditutupi oleh kumpulan rumput perak yang megah.
    Foto: Korea Tourism Organization

    Haneul Park terletak di dataran tinggi dengan ketinggian 98 meter di atas permukaan laut dan menawarkan pemandangan taman dan lanskap kota yang luar biasa. Sebagian besar puncaknya ditutupi oleh kumpulan rumput perak yang megah.

    Daun-daunnya berwarna perak di bawah matahari siang, tetapi berubah menjadi emas beberapa jam sebelum senja tiba. Haneul Park menjadi tempat penyelenggaraan Festival Rumput Perak Seoul setiap tahun pada Oktober, dengan pertunjukan cahaya, pertunjukan budaya,zona foto, dan masih banyak lagi untuk menikmati pengalaman yang lebih indah di antara rumput perak.

    4. Wondae-ri Birch Forest, Inje, Gangwon

    Wondae-ri Birch Forest adalah salah satu destinasi terbaik untuk menikmati dedaunan musim gugur di Inje.
    Foto: Korea Tourism Organization

    Wondae-ri Birch Forest adalah salah satu destinasi terbaik untuk menikmati dedaunan musim gugur di Inje.

    Hutan ini terkenal dengan pemandangannya yang indah dan terdiri dari sekitar 70.000 pohon birch yang ditanam rapi dan dedaunan musim gugur yang berwarna-warni. Untuk menikmati Wondae-ri Birch Forestsecara maksimal silakan pergi saat matahari terbit dan kabut sedikit menghilang.

    5. Gwanbangjerim Forest, Damyang, Jeollanam-do

    Gwanbangjerim Forest, Damyang, Jeollanam-do
    Foto: Korea Tourism Organization

    Gwanbangjerim adalah tanggul sepanjang 6-kilometer yang dibangun di sepanjang Sungai Gwanbangcheon dan hutan Gwanbangjerim sepanjang 2-kilometer. Pada musim gugur, hutan ini diwarnai dengan warna musim gugur yang cerah.

    Berbagai patung di luar ruangan diterangi cahaya terang saat matahari terbenam, menciptakan suasana romantis untuk pasangan – pasangan muda yang berkunjung. Hutan Gwanbangjerim terkenal dengan perpaduan indah dedaunan musim gugur dan kabut pagi yang menyelimutinya. Jika Anda ingin mengambil foto kenang-kenangan yang fantastis, kunjungi hutan ini di pagi hari.

    Selanjutnya: Festival Musim Gugur di Korea

    Jinju Namgang Yudeng Festival adalah acara untuk melanjutkan tradisi menyampaikan permohonan dengan
mengapungkan lentera warna-warni di Sungai Namgang.
    Foto: Korea Tourism Organization

    Jinju Namgang Yudeng Festival

    Jinju Namgang Yudeng Festival adalah acara untuk melanjutkan tradisi menyampaikan permohonan dengan mengapungkan lentera warna-warni di Sungai Namgang. Tradisi yang telah berlangsung lebih dari 400 tahun ini berawal dari Pengepungan Jinju pada tahun 1592.

    Festival ini dimulai saat matahari terbenam ketika lentera- lentera dengan berbagai bentuk dan ukuran dinyalakan di Sungai Namgang. Lentera – lentera tersebut, kembang api dan pertunjukan cahaya menghiasi malam dengan cahaya warna-warni, bersamaan dengan berbagai pertunjukan budaya. Festival ini juga mengoperasikan truk makanan tempat wisatawan dapat menikmati hidangan lezat dari seluruh dunia.

    Halaman 2 dari 7

    Seoul Forest terletak di Seongsu-dong, salah satu kawasan paling populer di Seoul. Sebelumnya digunakan untuk berbagai kegiatan, termasuk arena pacuan kuda, lapangan golf, dan kemudian instalasi pengolahan air.

    Hutan ini semakin indah menjelang musim gugur, ketika pohon metasequoia dan ginkgo berganti warna menjadi keemasan. Jalan setapaknya tidak beraspal, sehingga nyaman untuk berjalan. Setelah menikmati piknik di Seoul Forest, kunjungi juga kafe, restoran, atau toko di sepanjang jalan Seongsu-dong.

    Hwadam Botanic Garden adalah arboretum ekologi yang berjarak sekitar 1,5 jam dari Seoul dengan transportasi umum. Wisatawan dapat berjalan-jalan di antara sekitar 4.300 spesies tanaman dalam suasana yang seperti hutan.

    Wisatawan juga dapat menaiki monorel, yang mengelilingi taman dan menikmati pemandangan musim gugur yang menakjubkan. Wisatawan yang berjalan-jalan di sepanjang dek pejalan kaki bahkan dapat bertemu dengan hewan liar kecil, seperti landak atau tupai.

    Haneul Park terletak di dataran tinggi dengan ketinggian 98 meter di atas permukaan laut dan menawarkan pemandangan taman dan lanskap kota yang luar biasa. Sebagian besar puncaknya ditutupi oleh kumpulan rumput perak yang megah.

    Daun-daunnya berwarna perak di bawah matahari siang, tetapi berubah menjadi emas beberapa jam sebelum senja tiba. Haneul Park menjadi tempat penyelenggaraan Festival Rumput Perak Seoul setiap tahun pada Oktober, dengan pertunjukan cahaya, pertunjukan budaya,zona foto, dan masih banyak lagi untuk menikmati pengalaman yang lebih indah di antara rumput perak.

    Wondae-ri Birch Forest adalah salah satu destinasi terbaik untuk menikmati dedaunan musim gugur di Inje.

    Hutan ini terkenal dengan pemandangannya yang indah dan terdiri dari sekitar 70.000 pohon birch yang ditanam rapi dan dedaunan musim gugur yang berwarna-warni. Untuk menikmati Wondae-ri Birch Forestsecara maksimal silakan pergi saat matahari terbit dan kabut sedikit menghilang.

    Gwanbangjerim adalah tanggul sepanjang 6-kilometer yang dibangun di sepanjang Sungai Gwanbangcheon dan hutan Gwanbangjerim sepanjang 2-kilometer. Pada musim gugur, hutan ini diwarnai dengan warna musim gugur yang cerah.

    Berbagai patung di luar ruangan diterangi cahaya terang saat matahari terbenam, menciptakan suasana romantis untuk pasangan – pasangan muda yang berkunjung. Hutan Gwanbangjerim terkenal dengan perpaduan indah dedaunan musim gugur dan kabut pagi yang menyelimutinya. Jika Anda ingin mengambil foto kenang-kenangan yang fantastis, kunjungi hutan ini di pagi hari.

    Jinju Namgang Yudeng Festival

    Jinju Namgang Yudeng Festival adalah acara untuk melanjutkan tradisi menyampaikan permohonan dengan mengapungkan lentera warna-warni di Sungai Namgang. Tradisi yang telah berlangsung lebih dari 400 tahun ini berawal dari Pengepungan Jinju pada tahun 1592.

    Festival ini dimulai saat matahari terbenam ketika lentera- lentera dengan berbagai bentuk dan ukuran dinyalakan di Sungai Namgang. Lentera – lentera tersebut, kembang api dan pertunjukan cahaya menghiasi malam dengan cahaya warna-warni, bersamaan dengan berbagai pertunjukan budaya. Festival ini juga mengoperasikan truk makanan tempat wisatawan dapat menikmati hidangan lezat dari seluruh dunia.

    (ddn/ddn)

    Simak Video “Video: Intip Atraksi Naga Api di Perayaan Musim Gugur Hong Kong
    [Gambas:Video 20detik]






    Sumber : travel.detik.com

  • Hadiri Forum WZWF, Menag Nasaruddin Berharap Zakat dan Wakaf bisa Jadi Solusi Masalah Global



    Jakarta

    Kementerian Agama (Kemenag) bersama Bank Indonesia menggelar Konferensi dan Pertemuan Tahunan World Zakat and Waqf Forum (WZWF). Acara yang dirangkai dengan perhelatan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) itu juga didukung Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan Badan Wakaf Indonesia (BWI).

    Forum ini mengusung tema “Tatanan Global Zakat-Wakaf Baru: Komunitas Global yang Bersatu Berdasarkan Keadilan, Kasih Sayang, dan Kesejahteraan Bersama.” Kegiatan yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta pada Jumat-Sabtu (1-2/11/2024) disambut antusias oleh peserta forum.

    Konferensi ini dihadiri peserta dari 43 negara anggota dan menjadi media yang mempertemukan pemimpin global, praktisi, pengusaha, dan generasi muda untuk membahas inovasi dan masa depan pengelolaan zakat dan wakaf.


    Menteri Agama Nasaruddin Umar berharap, konferensi ini menghasilkan gagasan baru yang memaksimalkan pemberdayaan zakat dan wakaf sebagai solusi atas masalah global. “Kita perlu mengkaji bagaimana zakat dan wakaf dapat menjadi jawaban atas berbagai tantangan dunia,” ungkapnya dalam konferensi pers usai membuka acara secara resmi, Jumat (1/11/2024).

    Dalam kesempatan ini, Menag menekankan pentingnya kemajuan teknologi dalam pengelolaan zakat dan wakaf. Menurutnya, teknologi digital mendukung transparansi dan efektivitas distribusi bagi masyarakat yang membutuhkan.

    “Justru teknologi bisa memperluas jangkauan pengumpulan zakat dan wakaf hingga skala global, serta memastikan pemanfaatan dana secara produktif dan tepat sasaran,” lanjutnya.

    Kemenag saat ini mengimplementasikan empat program utama untuk memperkuat peran zakat dan wakaf, yaitu meliputi Kampung Zakat, KUA Pemberdayaan Ekonomi Umat, Inkubasi Wakaf Produktif, dan Kota Wakaf. Program-program ini bertujuan mengoptimalkan zakat dan wakaf sebagai alat pemberdayaan ekonomi, bukan hanya sebagai ibadah.

    Menag turut menyoroti bonus demografi di Indonesia sebagai peluang untuk memberdayakan generasi muda melalui pendidikan dan keterampilan yang didukung oleh dana zakat dan wakaf.

    “Jika berhasil, dampak jangka panjang dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat akan semakin terasa,” jelasnya.

    Gerakan Indonesia Berwakaf

    Dalam forum tersebut, Kamaruddin Amin selaku Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) memperkenalkan Gerakan Indonesia Berwakaf. Gerakan ini menjadi salah satu langkah strategis untuk memaksimalkan potensi aset wakaf nasional. Melalui pilar inklusivitas, keberlanjutan, dan inovasi, gerakan ini berupaya memanfaatkan aset wakaf yang luas demi kesejahteraan masyarakat.

    Kamaruddin yang juga menjabat sebagai Dirjen Bimas Islam ini menyebut, Indonesia memiliki 445.410 lokasi tanah wakaf, termasuk 36.240 madrasah, 1.100 kantor KUA, 220.000 masjid, dan 266.413 musala.

    “Gerakan ini akan fokus mengembangkan aset-aset tersebut dalam sektor pendidikan, kesehatan, dan konservasi lingkungan. Selain mendukung madrasah, gerakan ini juga mendorong pendirian rumah sakit, pemberian beasiswa, serta inisiatif wakaf hijau untuk pelestarian alam,” jelasnya.

    Kamaruddin juga mengajak negara-negara dan organisasi internasional untuk bekerja sama dalam mengoptimalkan dampak wakaf secara global. Dengan teknologi digital, Gerakan Indonesia Berwakaf dapat memastikan pengelolaan wakaf yang transparan dan berkelanjutan demi masa depan yang lebih inklusif.

    Inovasi pengelolaan zakat dan wakaf, seperti wakaf korporasi dan wakaf saham, terus didorong agar relevan di dunia modern dengan peluang investasi yang semakin luas. Selain itu, kegiatan konferensi mencakup sesi pembelajaran dari para ahli yang berbagi praktik terbaik, solusi inovatif, dan kerangka kerja terbaru.

    Forum ini turut dihadiri Menteri Agama Malaysia, Mohd Na’im Mokhtar, dan diikuti 250 peserta dari 43 negara anggota WZWF. Gelaran WZWF juga didukung sejumlah sponsor seperti Bank Mega Syariah, Bank CIMB Niaga Syariah, dan PT Paragon Technology and Innovation.

    (dvs/inf)



    Sumber : www.detik.com