Tag: pengelolaan uang

  • Gen Z-Milenial Simak! Ini Tips Biar Gaji Kamu Nggak Numpang Lewat


    Jakarta

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan banyak generasi Z dan milenial yang hidup dari paycheck to paycheck alias gaji hanya numpang lewat. OJK menyebut milenial hingga gen Z hidup tanpa cadangan uang dan menjadi sandwich generation yang masih ngurus orang tua, adik, atau keponakan.

    Di tengah krisis ekonomi, PHK, dan kesehatan mental yang makin rentan, OJK menyebut punya dana darurat itu bentuk self-care yang paling nyata. Dana darurat ini berbeda dengan tabungan biasa.

    Dana darurat merupakan uang yang disiapkan khusus untuk menghadapi situasi yang tidak terduga dan tidak bisa ditunda. Tabungan biasa punya tujuan jelas, seperti liburan, gadget, atau DP rumah.


    “Misalnya, motor tiba-tiba mogok, laptop rusak padahal lagi banyak kerjaan. Orang tua sakit dan butuh biaya atau terkena PHK,” tulis OJK dilansir dari unggahan akun Instagram @sikapiuangmu, dikutip Minggu (27/7/2025).

    Dana darurat mempunyai beberapa karakteristik. Pertama, likuid atau mudah dicairkan kapan saja. Kedua, aman atau tidak disimpan di instrumen keuangan berisiko tinggi (bukan saham ataupun bukan kripto).

    Ketiga, terpisah dari rekening utama agar tidak mudah terpakai. Keempat, tidak perlu diutak-atik, kecuali untuk kondisi benar-benar darurat.

    Lantas berapa banyak dana darurat yang ideal? OJK telah memberikan tips jumlah dana darurat ideal berdasarkan status finansial. Pertama, status finansial single dengan penghasilan tetap. Menurut OJK, jumlah dana darurat idealnya tiga hingga enam bulan pengeluaran.

    Bagi status finansialnya yang mempunyai tanggungan, seperti orang tua dan anak, maka jumlah dana darurat idealnya enam hingga dua belas bulan pengeluaran. Apabila freelancer atau pekerja lepas, minimal jumlah dana daruratnya enam bulan dari pengeluaran. Untuk mahasiswa/anak kos, jumlah dana daruratnya satu hingga tiga bulan pengeluaran dasar.

    “Sobat tinggal di Jakarta, pengeluaran bulanan Rp 4 juta (kos, makan, transport), maka dana darurat minimal= 3 bulan x Rp 4 juta= Rp 12 juta,” tulis OJK.

    (kil/kil)

    Sumber : finance.detik.com

    Alhamdulillah kaya raya uang اللهم صل على رسول الله محمد
    Image : unsplash.com / towfiqu barbhuiya
  • 7 Kesalahan Ini Bikin Orang Susah Jadi Kaya!

    Jakarta

    Investor ternama sekaligus penulis buku “Rich Dad Poor Dad”, Robert Kiyosaki, ada sejumlah kesalahan pengelolaan keuangan yang sering dilakukan anak muda. Semisal tidak menginvestasikan uang yang ada karena merasa masih muda dan memiliki banyak waktu di masa mendatang.

    Selain itu dirinya juga selalu menyarankan para kaum muda untuk tidak memprioritaskan keinginan mereka dengan hanya melakukan pekerjaan yang disukai daripada membangun kekayaan sejak dini.

    Melansir New Trader U, Sabtu (22/2/2025), ini 7 kesalahan pengelolaan uang ala Robert Kiyosaki:


    1. Terlalu Fokus pada Pekerjaan yang Disukai

    Menurutnya saat ini terdapat banyak anak muda tumbuh dengan keyakinan bahwa kunci menuju kesuksesan dan kehidupan yang memuaskan adalah menemukan pekerjaan yang disukai.

    Namun, ia berpendapat hanya melakukan apa yang disukai dapat menghambat seseorang dalam membangun kekayaan dan mencapai kebebasan finansial.

    Kiyosaki berargumentasi bahwa generasi muda harus fokus terlebih dahulu pada investasi, perolehan aset, dan membangun aliran pendapatan pasif dibandingkan hanya mengejar passion dalam karir mereka.

    2. Tak Investasi Sejak Dini

    Kiyosaki mengatakan banyak konglomerat yang memperoleh kekayaan mereka dari aset yang menghasilkan pendapatan di luar pekerjaan sehari-hari mereka. Aset yang dimaksudnya ini seperti real estat, bisnis, royalti, dan investasi.

    Menurutnya seringkali generasi muda hanya fokus pada jenjang pendidikan yang baik dan meniti karier di perusahaan alih-alih berinvestasi pada aset yang sesuai dan memperoleh pendapatan pasif.

    3. Mengutamakan Semangat Dibanding Kebebasan Finansial

    Kaum muda saat ini cenderung fokus pada karier yang mereka sukai. Namun Kiyosaki memperingatkan bahwa hasrat ini dapat membawa mereka ke jalur finansial yang salah.

    Dia menyoroti bahwa terkadang Anda harus menunda kepuasan dan melakukan kerja keras yang mungkin tidak Anda sukai dalam jangka pendek untuk membangun kekayaan dalam jangka panjang.

    Sebagai contoh Kiyosaki sendiri tidak tertarik mempelajari ilmu akuntansi, hukum bisnis, dan investasi. Namun ia tahu bahwa memperoleh pengetahuan ini terkait hal-hal ini akan mempercepat kemampuannya menghasilkan pendapatan pasif dari aset seperti real estat dan kepemilikan bisnis.

    5. Hanya Bergantung pada Karier

    Kiyosaki menyarankan kaum muda untuk berinvestasi pada apa yang disukai daripada hanya mengejar karir di bidang yang mereka minati.

    “Meskipun Anda mungkin menyukai menulis atau seni, berinvestasi lah secara finansial pada aset yang dapat meningkatkan kekayaan Anda sehingga Anda dapat mengejar minat Anda sebagai karier,” tulis New Trader U dalam laporannya.

    Bagi Kiyosaki dengan cara seperti ini yang bersangkutan dapat menjalani pekerjaan yang disukai sambil tetap membangun kariernya sebagai wirausaha.

    6. Beralasan Masih Muda

    Kiyosaki mengatakan banyak orang menggunakan masa muda mereka sebagai alasan untuk menunda menginvestasikan waktu dan tenaga untuk membangun kekayaan.

    Mereka berpikir akan selalu ada waktu di masa depan setelah karier mereka mapan. Namun, ia menggarisbawahi bahwa semakin dini mulai memperoleh aset dan mengembangkan kecerdasan finansial, semakin mudah untuk membangun kekayaan besar seiring berjalannya waktu.

    7. Tak Banyak Luangkan Waktu untuk Belajar

    Kiyosaki menyoroti betapa sedikitnya waktu yang digunakan oleh kebanyakan orang untuk mempelajari ilmu keuangan dan investasi. Padahal menurutnya berbagai macam pengetahuan ini penting untuk mulai berinvestasi sejak dini.

    Ia mendesak generasi muda untuk mengambil tanggung jawab atas pendidikan keuangan mereka daripada menyerahkannya ke tangan sekolah tradisional. Dedikasikan waktu yang konsisten untuk mempelajari pengelolaan uang, penganggaran, dan investasi cerdas untuk membangun kekayaan.

    (fdl/fdl)



    Sumber : finance.detik.com