Tag: pengguna mobil

  • Ada Mobil Pribadi Berstrobo ‘Tot Tot Wiu Wiu’, Kasih Jalan Nggak?



    Jakarta

    Pengguna mobil pribadi yang memakai strobo dan sirene masih banyak beredar di jalan raya. Padahal, mobil pelat putih/hitam tidak berhak menggunakan strobo dan sirene dan bukan kendaraan prioritas.

    Di media sosial ramai dibahas sebuah mobil Toyota Land Cruiser berpelat putih dengan strobo dan sirene meminta diprioritaskan. Video viral itu diunggah akun Instagram Dashcam Owners Indonesia. Pengendara Land Cruiser berstrobo itu terus membunyikan sirene dan lampu dim agar pengendara di depannya minggir dan memberikan jalan.

    Namun, mobil di depannya tetap bertahan di lajurnya dan tidak memberikan ruang untuk Land Cruiser menyalip. Hingga akhirnya, Land Cruiser itu menjauh dan tidak mencoba menyalip mobil yang merekam video.


    [Gambas:Instagram]

    Menurut Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, hanya ada tujuh pengguna jalan yang memperoleh hak utama untuk didahulukan. Sesuai pasal 134 UU No. 22 Tahun 2009, kendaraan prioritas adalah:

    1. Kendaraan pemadam kebakaran yang sedang melaksanakan tugas;

    2. Ambulans yang mengangkut orang sakit;

    3. Kendaraan untuk memberikan pertolongan pada kecelakaan lalu lintas;

    4. Kendaraan pimpinan Lembaga Negara Republik Indonesia;

    5. Kendaraan pimpinan dan pejabat negara asing serta lembaga internasional yang menjadi tamu negara;

    6. Iring-iringan pengantar jenazah; dan

    7. Konvoi dan/atau kendaraan untuk kepentingan tertentu menurut pertimbangan petugas Polri.

    Kendaraan pribadi dengan pelat nomor putih/hitam tidak termasuk di dalamnya. Begitu juga kendaraan yang berhak menggunakan strobo/sirene. Perangkat strobo atau sirene terbatas untuk beberapa kendaraan seperti kendaraan Polri, mobil jenazah, mobil tahanan, pengawalan Tentara Nasional Indonesia, pemadam kebakaran, ambulans, serta Palang Merah Indonesia (PMI), dan beberapa kendaraan angkutan barang khusus lainnya.

    Belajar dari kejadian di video tersebut, perlukah kita memberikan jalan kepada pengguna mobil dengan strobo/sirene meski mereka bukan kendaraan prioritas?

    Praktisi keselamatan berkendara yang juga Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, mengatakan dari kacamata defensive driving tak sebaiknya kita sebagai pengguna jalan saling berbagi.

    “Saya menyikapi pengemudi yang menggunakan strobo/sirene sih biasa aja. Nggak perlu emosi, main hakim sendiri, merasa paling benar. Toh men-judge bukan urusan dan tanggung jawab kita juga. Cukup paham bahwa mereka kurang paham aturan dan etika,” kata Sony kepada detikOto, Selasa (23/7/2024).

    Dari video viral tersebut, Sony juga mengatakan lajur kanan hanya untuk mendahului. Terlepas dari pengguna strobo/sirene atau bukan, jika kendaraan lebih cepat maka bisa mendahului dari lajur kanan.

    “Nah, terkait ada stobo/sirene atau nggak sebaiknya tetap kasih jalan jika bisa. Apalagi kendaraan yang di belakangnya lebih cepat untuk mendahului di lajur kanan. Kan memang aturannya lajur kanan untuk menyusul. Jadi jangan melihat prioritas dari stobonya, tapi dari lajurnya,” sebut Sony.

    Hal senada juga disampaikan instruktur safety driving di Rifat Drive Labs (RDL) dan Road Safety Commission Ikatan Motor Indonesia (IMI) Erreza Hardia. Menurut Reza, kita sebagai warga sipil tidak berhak memberikan tindakan kepada para pelanggar pengguna strobo ilegal.

    “Kalau mau naik kasta di jalan, berikan jalan itu aja sih. Tidak perlu jadi penegak peraturan, itu tugas polisi. Tidak perlu juga menghalangi karena kita bisa jadi pemicu dan tidak ada kewenangan apa pun selain sebagai pengguna jalan menjaga keselamatan diri dan orang lain. Maka jagalah dan berilah dia jalan karena itu bagian dari hazard di jalan. Dia sedang butuh bermanuver ekstrem dan sirene serta strobo sebagai tanda komunikasi dia dengan pengguna jalan lain,” ucap Reza kepada detikOto, Senin (22/7/2024).

    (rgr/dry)





    Sumber : oto.detik.com

  • Nyetir Mobil Matic di Tanjakan Macet, Ini Tips Amannya



    Jakarta

    Lagi menyetir mobil matic dan terjebak macet di tanjakan? Begini tips berkendaranya.

    Bagi pengguna mobil matic, jalan tanjakan mungkin bukan jadi kendala. Tak perlu ada pedal kopling yang ditahan saat melintas di tanjakan. Meski begitu, bukan berarti mengendarai mobil matic saat melintas di tanjakan bisa bersantai. Potensi mobil mundur secara tiba-tiba pun ada kalau pengendara tidak waspada. Ini tentu akan membahayakan pengendara dan pengguna jalan lainnya.

    Untuk itu, ada dua hal penting yang harus diperhatikan untuk mencegah hal yang tak diinginkan terjadi. Berikut ini cara mengendarai mobil di tanjakan saat macet agar tetap aman dikutip laman Daihatsu Indonesia.


    1. Sesuaikan Posisi Gigi dengan Permukaan Jalan

    Hal pertama yang perlu diketahui adalah medan jalan. Setidaknya kamu harus tahu akan kecenderungan jalan miring dan menanjak. Dengan begitu, kamu bisa dengan mudah mempersiapkan diri dan mengganti persneling sebelum mencapai tanjakan. Hal ini sangat penting karena persneling harus sudah ke arah D2 atau diturunkan ke Low terlebih dulu.

    Hal ini sangat penting karena persneling harus sudah ke arah D2 atau diturunkan ke Low terlebih dulu. Pada intinya, pastikan mobil ada di posisi gigi rendah agar mudah melibas tanjakan.

    2. Hindari Penggunaan Rem dan Memindahkan Tuas Transmisi Secara Bersamaan

    Hal penting lainnya adalah untuk tidak menginjak rem dan memindahkan transmisi secara bersamaan. Pertama injak pedal rem dulu, barulah memindahkan gigi ke posisi yang lebih rendah.

    Terpenting untuk diingat, sebelum melakukan perjalanan, kamu sudah mengetahui rutenya. Dengan begitu, kamu bisa memperkirakan perjalanan yang bakal ditempuh. Kalau sekiranya jalur yang dilalui akan menyulitkan, maka bisa mencari alternatif jalan lain. Atau kalau sudah memahami medan jalan, kamu akan lebih bisa menyiapkan diri.

    (dry/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • 7 Cara Merawat Power Window agar Tidak Mudah Rusak


    Jakarta

    Kini hampir setiap mobil dilengkapi dengan fitur power window. Jika dulu pengguna mobil harus memutar tuas untuk membuka jendela, kini cukup memencet tombol untuk membuka dan menutupnya. Meski begitu, power window butuh perawatan.

    Cara merawat power window sebenarnya cukup mudah, namun memang harus telaten. Jika tidak dirawat, maka power window mungkin akan cepat rusak. Untuk mengetahui cara-caranya, simak penjelasan di bawah ini.

    Cara Merawat Power Window

    Dirangkum dari situs Daihatsu dan Wuling, berikut ini 7 cara merawat power window agar tidak cepat rusak:


    1. Bersihkan Kaca Jendela

    Cara merawat power window yang pertama adalah dengan membersihkan kaca jendela. Jika melihat ada kotoran di kaca jendela, segeralah membersihkannya agar tidak masuk ke dalam dinamo power window yang bisa menyebabkan macet.

    Selain itu, bersihkan kaca mobil dengan rutin menggunakan alat pembersih kaca khusus atau memakai kanebo maupun kain yang permukaannya halus.

    2. Bersihkan Karet Kaca

    Selain bagian kaca, pastikan karet kaca jendela juga dibersihkan. Hindari penggunaan cairan penetran karena menyebabkan debu mudah menempel kembali.

    Gunakan silicone spray karena sifatnya lebih netral, sehingga tidak menyebabkan debu mudah menempel kembali. Semprot sepanjang jalur karet, termasuk di frame pintu mobil menggunakan silicone spray.

    3. Bersihkan Rel Pada Power Window

    Kebersihan bagian jendela harus dilakukan secara menyeluruh, termasuk rel pada power window. Cek secara rutin apakah relnya sudah kotor. Biasanya semakin sering digunakan, rel semakin mudah kotor.

    Rutin mencuci mobil akan membuat rel power window tetap bersih. Pakailah shampo khusus mobil agar elastisitas karet dan kelembaban tetap terjaga.

    4. Gunakan Minyak

    Salah satu perawatan yang bisa dilakukan detikers adalah meminyaki bagian karet kaca agar tidak seret. Kalian bisa menggunakan minyak goreng untuk melapisi karet di jalur kaca. Cukup lapisi tipis agar karet tetap lentur.

    5. Jangan Terlalu Lama Dijemur

    Penting untuk memarkir mobil di tempat teduh, terutama jika diparkir dalam waktu lama. Jika terlalu lama dijemur di bawah terik matahari, maka bisa membuat komponen grease di motor pengatur kaca otomatis menjadi keras.

    Grease ini berfungsi sebagai pelumas dari poros motor pengatur kaca otomatis. Jika mengeras, maka power window akan seret. Jika terus dipaksakan, maka akan membuat kerusakan lebih parah.

    6. Gunakan Secara Tepat dan Seperlunya

    Gunakanlah power window secara tepat guna. Biasanya anak-anak suka bermain-main dengan power window. Nah, jika keseringan buat mainan bisa membuatnya cepat rusak.

    Tapi juga jangan sampai tidak digunakan. Misalnya ketika mobil jarang digunakan, panasi mobil sambil membuka dan menutup jendela. Jika lama tidak dipakai, power window juga bisa macet dan karatan.

    7. Cek Secara Rutin

    Setidaknya detikers harus mengecek kondisi power window secara rutin 6 bulan sekali. Bawalah ke bengkel spesialis pintu. Perawatan ini meliputi pembersihan menyeluruh dan penambahan pelumas.

    Demikian 7 cara merawat power window. Pastikan seluruh bagian kaca bersih dan gunakan dengan tepat agar tidak mudah rusak.

    (bai/row)



    Sumber : oto.detik.com

  • Buat Pengguna Mobil Matic, Ini Tips Aman Berkendara Menerobos Banjir



    Jakarta

    Terjadi banjir besar di sejumlah wilayah di Kota Bekasi dan Daerah Khusus Jakarta. Bagi pengendara mobil matic yang ingin menerobos genangan banjir, wajib memperhatikan beberapa tips berikut ini.

    Seperti dijelaskan Daihatsu dalam keterangan resminya, ada sejumlah kiat-kiat yang bisa dilakukan pengemudi mobil matic ketika harus berkendara melewati genangan banjir. Apa saja?

    1. Pastikan saluran masuk udara tidak terendam air. Jika saluran masuk udara (air inlet) ini sampai terendam, maka dapat membuat terjadinya water hammer, kondisi di mana air dapat masuk pada ruang pembakaran. Hal ini bisa menyebabkan mesin mobil menjadi rusak. Pastikan ketinggian genangan air tersebut tidak lebih dari setengah roda. Jangan memaksakan diri melewati jalan yang genangan airnya tinggi.


    2. Gunakan gigi transmisi paling rendah (1 atau L), hal ini bertujuan agar kecepatan mobil tetap stabil dan putaran mesin pun akan lebih bertahan. Selain itu, gas buang yang ada bisa dikeluarkan dari bagian knalpot sehingga air bisa tertahan dan tidak masuk ke bagian ruang mesin melalui jalur pembuangan.

    3. Melaju secara perlahan dan konstan akan membantu pengemudi mengantisipasi terjadinya hal-hal yang berpotensi membahayakan, seperti lubang besar di jalan yang tentu dapat membahayakan kendaraan.

    4. Matikan mesin saat Mogok. Ketika genangan air begitu tinggi hingga melewati setengah roda mobil dan membuat mesin mati/mogok maka pengemudi jangan mencoba buat menghidupkan mesin kembali, karena dapat membuat kerusakan parah pada bagian mesin mobil, sehingga sangat disarankan untuk menghubungi bengkel resmi terdekat.

    5. Keringkan rem dengan cara sederhana, yakni cukup berkendara dengan kecepatan lambat 5 km/jam. Setelah itu injaklah rem mobil berkali kali secara perlahan. Tujuannya untuk memastikan bahwa mobil memang masih dalam kondisi yang baik dan kampas rem kering. Jika dirasa ada yang tidak beres dengan kendaraan Sahabat, maka Anda dapat melakukan pengecekan mobil di bengkel resmi terdekat untuk mendapatkan penanganan terbaik.

    (lua/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • 9 Dampak Mobil Sering Terjebak Macet Seperti Saat Mudik


    Jakarta

    Situasi macet, termasuk saat mudik perlu diwaspadai oleh pengguna mobil karena bisa berdampak buruk bagi mesin dan komponennya. Risiko makin besar seiring makin seringnya terjebak macet.

    Dampak Mobil Sering Terjebak Macet

    Berikut ini sejumlah dampak mobil sering terjebak macet yang dirangkum dari situs Pertamina Lubricants dan Suzuki Indonesia:

    1. Mesin Terlalu Panas

    Dampak utama dari macet adalah mesin yang menjadi panas atau overheating. Hal ini terjadi karena mobil terus berjalan dengan kecepatan sangat rendah, sehingga aliran udara yang masuk ke dalam radiator terhambat dan membuat suhu mesin naik.


    Mesin yang terlalu panas akan berdampak pada hal lain, seperti merusak komponen-komponen mesin, bahkan bisa menyebabkan kerusakan permanen jika tidak segera diatasi.

    2. Mobil Terbakar

    Masalah overheat karena macet juga bisa membuat mobil terbakar. Dalam beberapa kasus kebakaran mobil, penyebabnya adalah kombinasi mesin overheat, masalah kelistrikan, atau kebocoran bahan bakar.

    Hal ini biasanya terjadi pada mobil yang kurang perawatan. Untuk itu selalu cek kondisi kabel listrik dan saluran bahan bakar sebelum melakukan perjalanan panjang. Waspadai juga ketika muncul asap atau bau terbakar, maka segera matikan mesin dan keluar dari mobil.

    3. Merusak Komponen Rem

    Kondisi macet membuat pengemudi lebih sering menggunakan rem karena lebih sering berhenti. Dengan demikian, rem juga bisa mengalami overheat sehingga mudah menyebabkan kerusakan komponen, misalnya kampas rem dan cakram.

    Suhu mesin yang naik signifikan akibat macet membuat oli lebih cepat teroksidasi dan tercemar partikel kotoran. Hal ini membuat kualitas oli menurun dan mengurangi kemampuan pelumasannya.

    Kualitas oli yang tidak prima juga akan meningkatkan risiko gesekan dan keausan pada komponen mesin. Pastikan untuk mengganti oli sebelum mudik.

    5. Komponen Transmisi Rusak

    Selain rem, komponen transmisi bisa cepat rusak akibat mobil sering terjebak macet. Terutama pada mobil bertransmisi otomatis, komponennya harus bekerja lebih keras karena mobil terus menerus melakukan stop and go.

    Ketika transmisi bekerja lebih berat, akan terjadi overheating pada sistem transmisinya dan membuat komponen cepat rusak. Untuk itu, saat berhenti lama, sebaiknya pindahkan tuas ke posisi netral.

    6. Boros Bahan Bakar

    Saat macet, mesin mobil akan terus bekerja meski tanpa bergerak. Meski demikian, pembakaran akan tetap terjadi, sehingga bahan bakar lama kelamaan akan cepat habis dibandingkan dalam kondisi lalu lintas normal.

    7. Polusi Udara

    Kemacetan juga menyebabkan polusi udara yang terpusat pada satu area. Hal ini bisa menyebabkan masalah lingkungan dan masalah kesehatan pada pengemudi serta penumpang.

    Gas karbon monoksida (CO) dari banyak kendaraan bisa dengan mudah masuk ke dalam kabin mobil melalui celah ventilasi. Hal ini bisa menyebabkan pusing, mual, hingga keracunan.

    8. Dampak Kelelahan dan Stres

    Dampak lain pada manusia adalah kelelahan dan stres. Mengemudi dalam waktu lama tanpa pergerakan signifikan akan menurunkan konsentrasi dan kondisi fisik. Emosi juga bisa meningkat akibat macet, sehingga risiko terjadi pertengkaran dengan pengguna jalan lain semakin besar.

    9. Pengeluaran Membengkak

    Terakhir, karena banyak dampak negatif yang telah disebutkan di atas, maka pengeluaran bisa semakin membengkak, mulai dari memperbaiki kerusakan mesin, rem, transmisi, hingga bahan bakar yang boros.

    Risiko macet saat mudik, atau dalam kehidupan sehari-hari, tentunya harus dipertimbangkan pengguna mobil. Untuk mencegah risiko ini, pengendara bisa memilih rute atau mengatur jadwal perjalanan agar terhindar dari macet.

    (bai/row)



    Sumber : oto.detik.com

  • Jangan Langsung Matikan Mesin Fortuner Diesel Usai Digunakan, Ini Sebabnya



    Jakarta

    Jangan langsung mematikan Fortuner bermesin diesel setelah selesai digunakan. Begini penjelasannya.

    Mematikan mesin menjadi hal pertama yang umumnya dilakukan ketika pengendara selesai digunakan. Tapi rupanya, tidak semua mobil disarankan langsung dimatikan setelah digunakan. Pada mobil diesel khususnya yang menggunakan mesin turbo, hal itu justru tak disarankan.

    Kepala Bengkel Auto2000 Jatiasih Wahono menjelaskan, mobil bermesin diesel dengan teknologi turbo seperti yang tersemat pada Fortuner jangan langsung dimatikan usai digunakan. Ada baiknya didiamkan dulu sekitar satu menit.


    “Turbo ini kan perlu pendinginan nah kalau langsung dimatikan, turbonya masih panas belum sama dengan suhu ruangan atau lingkungan, dia bisa retak, turbonya,” jelas Wahono ditemui detikOto belum lama ini.

    Wahono mengatakan, sebelum mesin dimatikan, suhu pada mesin dan lingkungan sebaiknya sama. Kalau hal ini sering dilakukan, turbo bisa retak dan lama kelamaan mesin bisa rusak.

    “Kalau retak efeknya apa? Ya kan turbonya rusak, ekstremnya cepat rusak, retak, bearingnya kena,” lanjut Wahono.

    Menurutnya, ada beberapa pemilik mobil yang mengabaikan hal tersebut. Ujungnya, mobil jadi rusak. Jadi kamu harus ingat ya, jangan langsung mematikan mesin saat suhu lagi panas-panasnya.

    “Itu efeknya lama ya bukan langsung sehari, dua hari, tahunan. Ya kan kalau turbo ada intercoolernya itu emang nggak boleh langsung. Tunggu semenit cukup. Makanya dulu pernah dengar nggak turbo timer? Mobil dimatikan kita cabut supaya langsung aktivitas, kunci, mobil masih hidup,” jelasnya lagi.

    Ya, tidak sedikit pengguna mobil bermesin diesel dengan turbo menggunakan turbo timer. Dikutip laman Auto2000, turbo timer merupakan komponen tambahan pada mobil yang mencegah mesin turbocharger mengalami perubahan suhu secara drastis. Komponen turbo timer ini akan menahan kunci kontak tetap dalam posisi ‘On’ meski kunci sudah dicabut. Dengan adanya kapasitor, turbo timer akan menahan mesin tetap menyala sampai suhunya mulai turun. Ketika kapasitor mulai habis muatannya, otomatis kunci kontak akan ikut mati begitupun dengan mesinnya.

    (dry/rgr)



    Sumber : oto.detik.com

  • Gokil! Ini Mobil 5 in 1 dari Chery, Bisa Jadi SUV Sampai Pikap Double Cabin

    Gokil! Ini Mobil 5 in 1 dari Chery, Bisa Jadi SUV Sampai Pikap Double Cabin



    Wuhu, China

    Chery International User Summit di Wuhu, China, menjadi saksi kelahiran mobil yang sangat unik dan mungkin pertama kalinya di dunia. Mobil bisa bertransformasi jadi mobil 7 seater, 5 seater, pick up, camping car atau jadi convertible SUV (mobil SUV beratap terbuka). Mobil 5 in 1 ini namanya!

    Ribuan pasang mata termasuk detikcom yang menyaksikan langsung perkenalan perdana mobil Chery dengan kode TT1P terkesima melihat mobil yang bisa bertransformasi ini.

    Mobil diperkenalkan langsung oleh Vice President of Chery Brand, Zheng Song Zhi di Chery International Park, Jumat (17/10/2025) malam.


    Dari depan, mobil memang terlihat seperti mobil biasa, dengan grille yang lebar, namun di bagian atapnya lebih tebal, dengan ban berukuran besar yang membuat mobil bisa menembus berbagai medan. Wading depth mobil ini mencapai 700 mm, jadi mudah melalui medan atau jalan yang tergenang air.

    “Mobil ini merupakan masukan dari pengguna mobil dari seluruh dunia,” ujar Zheng Song Zhi yang menyebut mobil ini sebagai Transformable Multi-SUV.

    Chery International User Summit di Wuhu, China, menjadi saksi kelahiran mobil yang sangat unik dan mungkin pertama kalinya di dunia. Mobil bisa bertransformasi jadi mobil 7 seater, 5 seater, pick up, camping car atau jadi convertible SUV (mobil SUV beratap terbuka). Mobil 5 in 1 ini namanya!Chery International User Summit di Wuhu, China, menjadi saksi kelahiran mobil yang sangat unik dan mungkin pertama kalinya di dunia. Mobil bisa bertransformasi jadi mobil 7 seater, 5 seater, pick up, camping car atau jadi convertible SUV (mobil SUV beratap terbuka). Mobil 5 in 1 ini namanya! Foto: Dadan Kuswaraharja/detikCom

    Dia mencontohkan seorang pengguna mobil di Brazil, Diego (34 tahun), yang selama ini mengendarai mobil kecil, ingin upgrade ke mobil besar yang lebih keren dan mempunyai ruang yang cukup untuk membawa alat mancingnya.

    Pengendara dari Indonesia juga dia sebut, yang bernama Ari (38 tahun). Ari menginginkan sebuah mobil yang kuat dan bisa dipakai untuk kegiatan camping. “Saya merasa tidak nyaman tinggal di hotel, saya ingin keluarga saya terbangun melihat pemandangan alam,” tulis Ari.

    Karena itulah mobil ini dibangun oleh Chery, sebuah mobil yang bisa dipakai untuk pergi memancing, road trip, berkemah, bersepeda, bekerja, berbelanja atau sekedar mengantar anak-anak sekolah.

    Chery International User Summit di Wuhu, China, menjadi saksi kelahiran mobil yang sangat unik dan mungkin pertama kalinya di dunia. Mobil bisa bertransformasi jadi mobil 7 seater, 5 seater, pick up, camping car atau jadi convertible SUV (mobil SUV beratap terbuka). Mobil 5 in 1 ini namanya!Chery International User Summit di Wuhu, China, menjadi saksi kelahiran mobil yang sangat unik dan mungkin pertama kalinya di dunia. Mobil bisa bertransformasi jadi mobil 7 seater, 5 seater, pick up, camping car atau jadi convertible SUV (mobil SUV beratap terbuka). Mobil 5 in 1 ini namanya! Foto: Dadan Kuswaraharja/detikCom

    Dalam video yang dilihat detikcom, memang mobil ini cukup menarik. Dalam hitungan beberapa saat, mobil bisa terlipat bagian atapnya menjadi mobil pikap double cabin dengan kapasitas bagasi belakang mencapai 600 liter yang bisa menampung 4 sepeda MTB, atau menjadi mobil 5 seater dengan bagian belakang yang sangat luas untuk menampung berbagai barang.

    “Sungguh menakjubkan ya,” ujar Zheng Song Zhi.

    Untuk powertrainnya, Chery belum menyebutkan, namun di bagian belakang mobil ini ada tulisan CSH (Chery Super Hybrid) yang menandakan mobil memiliki powertrain ganda.

    (ddn/lth)



    Sumber : oto.detik.com