Tag: penginapan

  • Penginapan Unik dengan View Sawah Ini di Bawah Rp 600 Ribu Semalam



    Jakarta

    Bagi traveler yang bosan dengan hiruk-pikuk kota dan ingin kembali menyatu dengan alam, menginap di vila atau penginapan yang berada di tepi sawah bisa menjadi pilihan terbaik.

    Suasana alami, udara segar, dan pemandangan hijau yang terbentang luas menawarkan ketenangan yang sulit ditemukan di tempat lain. Lebih dari sekadar tempat bermalam, penginapan tepi sawah kini menjadi destinasi itu sendiri, menyuguhkan pengalaman menginap yang intim, tenang, dan menyegarkan jiwa.

    Bayangkan bangun pagi dengan suara gemericik air irigasi, burung-burung bernyanyi, dan kabut tipis yang masih menyelimuti hamparan padi hijau. Berikut beberapa penginapan yang memiliki suasananya tenang berada di tepi sawah dan tentunya dengan harga yang terjangkau, tak lebih dari Rp 600 ribu.


    1. Amatara Agung Raka, Bali

    Penginapan ini merupakan vila dengan lanskap persawahan yang menenangkan, tempatnya berada Desa Mas, Ubud. Tamu di Amatara Agung Raka juga bisa menikmati ketenangan dengan berkunjung ke Museum Seni Agung Rai, Galeri Gajah Mas.

    Kemudian, secara fasilitas cukup lengkap seperti restoran, kolam renang, dan lainnya, serta ikon bangunan penginapan bergaya joglo. Dan dengan harga yang mulai dari Rp 600 ribu.

    2. Ubud Sawah Scenery Villa and Homestay, Bali

    Masih di wilayah Ubud yang terkenal dengan suasana alam yang lebih tenang, Ubud Sawah Scenery Vila and Hometay juga menyuguhkan pengalaman menginap yang lebih dekat dengan alam. Letaknya berada di Jalan Banjar Dukuh, Kenderan, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar.

    Penginapan tepi sawah Ubud Sawah Scenery Vila and Homestay di BaliPenginapan tepi sawah Ubud Sawah Scenery Vila and Homestay di Bali. (Instagram/@ubudsawahhomestay)

    Ragam fasilitas penginapan juga diberikan oleh Ubud Sawah Scenery Villa and Homestay seperti kolam renang, fasilitas anak, Wi-Fi hingga bagi traveler yang membawa peliharaan tempat ini sangat pet friendly. Harga Ubud Sawah Scenery Villa and Homestay dimulai dari Rp 400 ribuan saja.

    3. Inang Vila, Bali

    Inang Vila juga menyuguhkan pengalaman menginap di tepi sawah yang akan membuat traveler lebih santai, tenang, dan menyatu dengan alam. Penginapan bintang tiga ini terdapat aktivitas yang bisa traveler nikmati yakni bersepeda, tentu dengan suasana persawahan yang menenangkan.

    Letaknya berada di Kelabangmoding, Temukuaya, Ubud, fasilitas yang diberikan juga terdapat kolam renang, Wi-Fi, hingga layanan antar-jemput bandara. Harga untuk per malan di Inang Vila ini dibanderol mulai dari Rp 350 ribu.

    4. Omah Minggir Homestay, Yogyakarta

    Omah Minggri Homesay ini berada di Jalan Ladrang Slamet, Dusun Ngaranan, Desa Sendangrejo, Sleman, Yogyakarta. Jadi bagi traveler yang sedang berada di area Yogyakarta dan hendak menginap dengan suasana berbeda bisa coba untuk merasakan Omah Minggir Homestay.

    Penginapan tepi sawah Omah Minggir di SlemanPenginapan tepi sawah Omah Minggir di Sleman. (Instagram/@omah_minggir)

    Dari segi fasilitas pun sangat mendukung, selain perlengkapan kamar yang disediakan juga terdapat restoran, fasilitas anak, dan juga Wi-Fi. Harga yang ditawarkan oleh Omah Minggir Homestay ini mulai dari harga Rp 200 ribuan.

    5. Rumah Kina Putih, Bandung

    Penginapan-penginapan di Kota Bandung, memang banyak pilihannya tapi jika ingin merasakan suasana yang jauh dari perkotaan, traveler bisa coba menginap di Rumah Kina Putih. Tempatnya berada di Jalan Raya Curug Sindulang, Cicalengka, Bandung.

    Penginapan tepi sawah Rumah Kina Putih di BandungPenginapan tepi sawah Rumah Kina Putih di Cicalengka, Bandung. (Instagram/@rumah.kina.putih)

    Landskap persawahan yang indah membuat traveler akan merasa tenang dan nyaman saat menginap di Rumah Kina Putih ini. Fasilitas yang diberikan mulai dari kelengkapan peralatan hingga Wi-Fi sudah tersedia di sini dan harga per malamnya dimulai dengan harga Rp 500 ribu.

    (upd/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • 5 Wisata Alam di Pinggir Kota buat Recharge Otak



    Ciamis

    Liburan tak perlu ambil cuti banyak-banyak dan macet-macetan, coba saja ke 5 wisata alam di pinggir kota ini untuk recharge otak.

    Lima wisata alam ini bisa jadi destinasi buat kabur dari stressnya kehidupan kota. Mulai dari desa wisata sampai hutan pinus yang sejuk dan bikin betah.

    1. Desa Wisata Cibeureum

    Yang pertama, ada Desa Wisata Cibeureum di Ciamis yang cocok dikunjungi bagi wisatawan yang ingin benar-benar healing dan menikmati alam.


    Di destinasi ini, pengunjung selain bisa melihat lanskap desa yang indah juga bisa bisa mengikuti banyak aktivitas. Seperti melihat sekaligus mencoba mengurus sapi, perikanan, pertanian dan perkebunan bersama masyarakat.

    Desa Wisata Cibeureum ini letaknya strategis, hanya 90 menit dari Bandara Kertajati dengan akses jalan yang bagus. Kemudian dari Jalan Nasional Gentong hanya ditempuh dalam waktu 30 menit saja.

    Desa Wisata Cibeureum memiliki alam yang eksotis. Memiliki daya tarik konservasi seperti Sapi Pasundan. Kemudian secara geografis mudah ditempuh dekat dengan Jalan Nasional.

    2. Telaga Biru Cicerem

    Telaga Biru Cicerem.Telaga Biru Cicerem. Foto: Bima Bagaskara/detikJabar

    Saatnya memanjakan mata di tempat wisata yang berlokasi di Desa Kaduela, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat ini. Telaga Biru Cicerem dengan luas areal 900 meter persegi berada di ketinggian 315 meter di atas permukaan laut menawarkan danau berwarna biru nan cantik.

    Pesona keindahan air sebening kristal, daya pikatnya yakni gradasi indah air telaga dengan warna hijau tosca dan biru akan menggoda wisatawan untuk berenang di sana.

    Tidak usah khawatir kelaparan saat berada di tempat ini. Warung-warung tersedia, begitu juga fasilitas penunjang seperti musala, toilet serta gazebo untuk santai menikmati pemandangan.

    3. Bumi Perkemahan Sukamantri

    Buper SukamantriBuper Sukamantri Foto: (Kharina Windi/d’Traveler)

    Suasana Bogor yang sejuk dan asri memang jadi incaran untuk liburan akhir pekan tanpa cuti. Kamu mau yang mau kemping bisa datang ke Bumi Perkemahan Sukamantri.

    Traveler bisa ke Bumi Perkemahan Sukamantri dengan naik angkot sewaan dari Stasiun Bogor sampai ke plang hijau bertuliskan Kujang Raider Sukamantri. Dari titik itu, perjalanan dilanjut dengan berjalan kaki sekitar 20 menit untuk mencapai area perkemahan.

    Deretan pohon pinus di sekitar area perkemahan seakan memanggil-manggil. Tak lengkap rasanya kalau tidak memasang hammock sambil menghirup udara segar di sini.

    4. Puncak Sunan Ibu

    Kawah Putih.Kawah Putih. Foto: Cindy Marsella/detikJabar

    Sunan Ibu adalah salah satu puncak dari Gunung Patuha, berada di ketinggian 2.343 mdpl. Tempat ini merupakan titik terbaik untuk menyaksikan keindahan Kawah Putih dari ketinggian, apalagi saat matahari mulai terbit.

    Dari puncak ini, kita bisa melihat hamparan kawah dengan air berwarna putih kehijauan yang diselimuti kabut, dihiasi cahaya keemasan dari matahari pagi di sisi timur.

    5. Hutan Pinus Guci

    Kemping Asyik di Guci ForestKemping Asyik di Guci Forest Foto: Imam Suripto/detikTravel

    Daya tarik dari Guci Forest adalah menawarkan tempat penginapan dengan view pemandangan alam yang indah. Selain itu, travelers juga bisa berkeliling kawasan Guci Forest sambil menghirup udara segar khas pegunungan.

    Di lokasi ini, wisatawan bisa menginap di kemping ground yang berada di bawah lebatnya hutan pinus sambil menikmati hawa sejuk alam pegunungan. Cocok untuk meredakan stress kota besar.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • 5 Penginapan Bersejarah di Indonesia, Saksi Bisu Masa Kolonial-Kemerdekaan



    Jakarta

    Indonesia ternyata punya banyak penginapan atau hotel yang bernilai sejarah, terutama terkait masa Kolonial dan Kemerdekaan. Berikut 5 di antaranya:

    Bangunan bersejarah tidak hanya gedung-gedung pemerintahan, hotel-hotel atau penginapan juga banyak yang dibangun sejak ratusan tahun silam. Buktinya ada di beberapa hotel berikut ini.

    Hotel-hotel ini tersebar di berbagai kota di Indonesia. Masing-masing punya kisah dan perannya sendiri dalam sejarah.


    Berikut 5 Penginapan Bersejarah di Indonesia:

    1. Hotel Majapahit

    Teatrikal Perobekan Bendera di Hotel Majapahit SurabayaTeatrikal Perobekan Bendera di Hotel Majapahit Surabaya Foto: Aprilia Devi

    Menyebut hotel atau penginapan bersejarah, tentu tidak bisa dilepaskan dari Hotel Majapahit di Surabaya. Hotel ini sudah ada sejak tahun 1910 dan dibangun oleh Lucas Martin Sarkies.

    Awalnya, hotel ini bernama Oranje Hotel. Ketika Indonesia dikuasai Jepang, hotel ini berubah nama menjadi Yamato Hoteru atau Hotel Yamato.

    Hotel ini pun menjadi saksi bisu peristiwa sejarah, yaitu perobekan bendera Belanda yang berwarna Merah-Putih-Biru menjadi Merah-Putih saja.

    Kala itu, tepatnya pada 19 September 1945, Mastiff Carbolic mengibarkan bendera Belanda di puncak hotel ini. Namun, hal itu malah memicu kemarahan Arek-arek Suroboyo. Dengan gagah berani, mereka memanjat tiang bendera di hotel ini dan merobek bendera Belanda itu hingga menjadi bendera merah putih.

    2. Hotel Savoy Homann

    Hotel Savoy HomannHotel Savoy Homann Foto: (Siti Fatimah/detikcom)

    Beranjak ke Bandung, ada hotel Savoy Homann yang tak kalah bersejarah. Hotel ini menjadi saksi bisu peristiwa sejarah, yaitu Konferensi Asia Afrika.

    Pada tahun 1955, hotel ini menjadi tempat peristirahatan Presiden Sukarno dan kepala negara peserta Konferensi Asia Afrika lainnya.

    Hotel Savoy Homann dibangun pada tahun 1937 oleh arsitek A.F Albers. Namun bangunan hotel sebenarnya sudah ada sejak tahun 1871. Hotel ini dibangun dengan gaya art deco dan menghadap langsung ke Jalan Asia Afrika Bandung.

    3. Hotel Indonesia Kempinski

    Meski tidak setua hotel-hotel lainnya, tapi Hotel Indonesia Kempinski layak untuk disebut bersejarah. Keberadaan hotel ini awalnya diprakarsai langsung oleh Presiden Sukarno.

    Presiden Sukarno bahkan sangat menyukai restoran Signatures yang ada di hotel ini. Hotel Indonesia pertama kali diresmikan pada tahun 1962 untuk menyambut ajang Asian Games IV.

    Pada tahun 2004, hotel ini dikelola oleh Kempinski Group, sehingga namanya menjadi Hotel Indonesia Kempinski. Hotel ini pun menjadi tempat menginap favorit pejabat tinggi negara dan tamu-tamu penting kenegaraan lainnya.

    4. Hotel Salak The Heritage, Bogor

    Napak tilas jejak Eduard Douwes Dekker di Hotel Salak, Bogor.Napak tilas jejak Eduard Douwes Dekker di Hotel Salak, Bogor. Foto: Sudrajat/detikcom

    Di Bogor, juga ada hotel bersejarah, yaitu Hotel Salak the Heritage. Hotel yang usianya sudah ratusan tahun ini dibangun pada tahun 1856 pada masa kolonial Belanda.

    Awalnya, hotel ini bernama Bellevue-Dibbets Hotel milik keluarga Gubernur Jenderal VOC kala itu. Hotel ini pun digunakan sebagai tempat menginap pejabat-pejabat VOC kala itu.

    Saat Indonesia diduduki Jepang, bangunan hotel ini difungsikan sebagai markas militer. Setelah Indonesia merdeka, baru hotel ini berubah nama menjadi Salak the Heritage.

    5. Hotel Hermitage

    Terakhir, ada hotel Hermitage di Jakarta yang bangunannya juga bersejarah. Hotel ini menjadi saksi bisu masa kolonial Belanda karena sudah dibangun pada tahun 1920-an.

    Awalnya, bangunan hotel ini merupakan kantor pusat telekomunikasi pemerintah Hindia Belanda. Namun pada tahun 2008, bangunan itu akhirnya diubah menjadi The Hermitage Hotel dan difungsikan sebagai tempat menginap.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Yoga di Kolam, Fashion Show, Menu Baru



    Tanjungpinang

    Di bulan September yang identik sebagai bulan yang penuh warna dan semangat baru, ASTON Tanjungpinang dan Trans Studio Garden menghadirkan berbagai acara, promo, dan kreasi kuliner yang siap memanjakan tamu maupun masyarakat Tanjungpinang.

    Mulai dari yoga di kolam renang, fashion show anak dan remaja, hingga promo kamar dan menu terbaru di restoran Verbena.

    Yoga di Kolam Renang

    Rangkaian acara yang akan diadakan September ini dibuka dengan energi positif melalui Zenrise Yoga, sesi yoga pagi bersama instruktur profesional yang dirancang untuk menyegarkan tubuh dan pikiran.


    Acara ini terbuka untuk tamu hotel maupun masyarakat umum yang ingin merasa rileks & tenang. Tarif yang dikenakan adalah Rp 288.000, sudah termasuk sarapan dan akses kolam renang. Acara yoga ini akan diadakan 2 kali, yaitu tanggal 7 & 21 September.

    Fashion Show

    Selain acara Yoga bersama instruktur, ASTON Tanjungpinang dan Trans Studio Garden bekerja sama dengan ForsFortuna akan mengadakan lomba Fashion Show Casual Colorful, yang bisa diikuti oleh anak usia PAUD hingga usia kuliah.

    Promo Hotel Aston TanjungpinangFashion Show Foto: Aston Tanjungpinang

    Acara ini akan diselenggarakan pada 27 September 2025. Untuk memeriahkan lomba fashion show ini, digelar juga photo challenge yang berlokasi di Trans Studio Garden. Photo Challenge ini akan dimulai dari tanggal 12-26 September 2025. Peserta dengan likes terbanyak akan mendapatkan hadiah menarik.

    Promo kamar

    Promo kamar yang akan menambah keseruan September ini adalah Promo Kamar 9.9 dan Aston Escape. Promo Kamar 9.9 memberikan pengalaman menginap nyaman, sarapan, dan dessert fried banana hanya dengan Rp 650.000 yang hanya berlaku di periode 1 September hingga 30 November 2025. Periode bookingnya mulai dari 1-10 September 2025.

    Promo Hotel Aston TanjungpinangPromo Hotel Aston Tanjungpinang Foto: Aston Tanjungpinang

    Selain itu, bagi masyarakat yang mau menikmati liburan lebih lama, ASTON Tanjungpinang menyajikan paket eksklusif yaitu Aston Escape 3 Hari 4 Malam dengan harga Rp 2.250.000.

    Promo Hotel Aston TanjungpinangPromo Hotel Aston Tanjungpinang Foto: Aston Tanjungpinang

    Harga sudah termasuk sarapan selama menginap dan 1 kali makan malam. Dapatkan juga diskon 10% untuk semua menu F&B dan nikmati fasilitas hotel berbintang dengan harga lebih hemat yang cocok untuk family getaway maupun staycation bersama sahabat.

    Promo Hotel Aston TanjungpinangSop buntut bakar di Hotel Aston Tanjungpinang Foto: Aston Tanjungpinang

    Menu baru Aston Tanjungpinang

    ASTON Tanjungpinang juga meluncurkan menu terbaru untuk melengkapi pengalaman bersantap yaitu Sop Buntut Bakar yang merupakan sajian otentik dengan cita rasa khas, memadukan kelembutan daging buntut dan bumbu bakar yang kaya rasa. Juga Nata de Coco Melon Mojito yang merupakan minuman segar dengan kombinasi manis alami melon, sensasi soda mojito, dan tekstur kenyal nata de coco.

    Promo Hotel Aston TanjungpinangNata de Coco Melon Mojito yang mengunggah selera Foto: Aston Tanjungpinang

    “Bulan September ini kami ingin menghadirkan pengalaman yang berwarna bagi para tamu, mulai dari relaksasi, hiburan, promo kamar, hingga sajian kuliner yang unik. Semua kami siapkan untuk memberikan pilihan terbaik bagi masyarakat Tanjungpinang maupun wisatawan dan harapannya semua bisa menikmati produk-produk kami,” ujar Manager FB Aston Tanjungpinang, Iwan.

    Untuk informasi lebih lanjut dan reservasi, hubungi 0852 1851 5451 atau kunjungi situs hotel Aston Tanjungpinang.

    (ddn/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • Pesan Hotel untuk Liburan Akhir Tahun, Lebih Hemat di Trans Hotel Group!



    Jakarta

    Akhir tahun sudah di depan mata, saatnya mulai merencanakan liburan bersama keluarga, pasangan, maupun sahabat. Jangan tunggu hingga mendekati tanggal keberangkatan, karena biasanya harga hotel akan melonjak dan ketersediaan kamar semakin terbatas.

    Kabar baiknya, Trans Hotel Group menghadirkan berbagai pilihan hotel bintang 5 dengan layanan premium dan fasilitas lengkap yang bisa kamu pesan lebih awal dengan harga lebih bersahabat. Mulai dari destinasi favorit di Bandung, Bali, hingga Kota Makassar semua siap memberikan pengalaman menginap terbaik untuk liburan akhir tahun kamu.

    Mengapa Harus Booking Lebih Awal di Trans Hotel Group?

    Harga Lebih Murah

    Pesan sekarang, nikmati tarif kamar yang lebih hemat dibandingkan saat high season akhir tahun.


    Pilihan Kamar Lebih Lengkap

    Dengan booking lebih awal, kamu punya kesempatan memilih tipe kamar sesuai kebutuhan, baik untuk liburan keluarga besar maupun intimate trip berdua.

    Fasilitas Premium

    Setiap hotel di Trans Hotel Group menawarkan pengalaman menginap berkelas, mulai dari infinity pool, spa, restoran mewah, hingga akses strategis ke pusat kota dan destinasi wisata.

    Momen Liburan Lebih Tenang

    Dengan reservasi lebih cepat, kamu tidak perlu khawatir kehabisan kamar atau terburu-buru mencari penginapan di detik terakhir.

    Hotel Favorit Pilihan untuk Liburan Akhir Tahun

    1. The Trans Luxury Hotel Bandung
    Cocok untuk keluarga, lengkap dengan fasilitas kids club dan akses langsung ke Trans Studio Bandung.

    2. The Trans Resort Bali
    Suasana tropis khas Pulau Dewata dengan villa private pool yang memanjakan.

    3. The Trans Hotel Makassar
    Penginapan strategis dengan pemandangan laut yang indah dan fasilitas modern.

    Segera Pesan untuk Liburan Lebih Hemat

    Liburan akhir tahun adalah momen yang selalu dinantikan, jadi jangan sampai rencana liburanmu terganggu karena harga hotel melonjak atau kamar sudah penuh. Dengan booking sekarang di Trans Hotel Group, kamu bisa memastikan liburan berjalan lancar, nyaman, dan pastinya lebih hemat.

    Jangan tunggu lagi, reservasi lebih awal selalu jadi pilihan terbaik untuk liburan akhir tahun yang berkesan!

    (ddn/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • Liburan Keluarga Hemat di The Trans Resort Bali, Nikmati Diskon Hingga 35%



    Jakarta

    Bali selalu jadi pilihan favorit untuk liburan keluarga, dan kali ini ada kabar gembira untuk kamu yang ingin menikmati kenyamanan resort mewah dengan harga lebih hemat.

    The Trans Resort Bali menghadirkan promo spesial “Liburan Transtastik” dengan potongan harga hingga 35%, khusus untuk membuat momen liburan bersama keluarga semakin berkesan.

    Bayangkan pagi yang hangat di Seminyak. Anak-anak ceria bermain di kolam pasir putih, sementara orang tua bersantai di tepi kolam dengan minuman segar di tangan. Suasana resort yang elegan berpadu dengan tawa keluarga, menciptakan pengalaman liburan yang sulit dilupakan.


    Dengan promo Liburan Transtastik, The Trans Resort Bali menghadirkan fasilitas lengkap yang ramah keluarga:

    • Kamar elegan dengan sofa bed nyaman untuk 2 dewasa + 2 anak di bawah 6 tahun.
    • Sarapan lezat setiap pagi untuk energi liburan yang maksimal.
    • Kids Club yang penuh aktivitas seru untuk si kecil.
    • Fitness Centre & Sauna untuk relaksasi orang tua.
    • Ikon kolam pasir putih sepanjang 80 meter, seperti pantai pribadi di tengah Seminyak.
    • Shuttle gratis ke Seminyak Square, bikin perjalanan lebih praktis

    Promo Spesial Liburan di Bali

    Tak hanya fasilitasnya yang mewah, setiap tamu juga disambut dengan welcome drink khas Bali yang hangat. Semua ini dirancang agar liburan bersama keluarga bukan hanya menyenangkan, tapi juga penuh kehangatan.

    Promo Liburan Transtastik berlaku setiap Jumat, Sabtu, dan Minggu. Kamu bisa mendapatkan penawaran istimewa ini dengan menggunakan kode promo TRANSTASTIK saat melakukan pemesanan di transhotelgroup.com/detik.

    Saatnya Rencanakan Liburan Keluarga

    Liburan bukan sekadar perjalanan, tapi tentang menciptakan momen bersama yang tak terlupakan. The Trans Resort Bali mengajak kamu untuk berhenti sejenak dari rutinitas, merayakan kebersamaan, dan menikmati kemewahan resort di tengah Seminyak dengan harga spesial.

    Segera rencanakan liburan keluarga impianmu di The Trans Resort Bali dengan diskon hingga 35%!

    (ddn/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • Nyamannya Sensasi Air Hangat Gunung Guntur di Cahaya Villas Garut



    Garut

    Berkali-kali liburan ke Garut, baru di akhir pekan kemarin akhirnya kami kesampaian menginap di Cahaya Villas. Tak seperti hotel dan penginapan lain, Cahaya Villas yang berlokasi di Jl. Cipanas Baru No. 83, Langensari memanfaatkan air panas alami dari Gunung Guntur untuk shower, kolam renang, maupun water parknya.

    Sekalipun demikian, air panas ini tak beraroma belerang dan tak bikin pedih di mata. Setelah menempuh perjalanan sekitar 4 jam dari Depok, saat check-in selepas Ashar bersama anak-anak kami langsung melepas penat dengan berenang di kolam renang. Benar-benar bikin fresh. Sementara istri memilih berendam di kolam Jacuzzi yang tersedia di setiap tipe villa.


    “Kami merupakan resort hotel yang mengakomodir semua segmentasi market (individu, family , komunitas, government & corporate),” tutur GM Cahaya Villa Antoni Gultom saat berbincang dengan detikTravel.

    Berdiri di atas lahan sekitar 18 ribu m2, Cahaya Villas yang beroperasi mulai Oktober 2018 dilengkapi hotel berkapasitas 120 kamar, dan 43 kamar villa untuk tipe standar, suites, dan penthouse. Cahaya Villas, kata Antoni, dilengkapi 2 ballroom, yakni Papandayan Meeting Hall berkapasitas 500 orang dan ⁠Cahaya Grand ballroom (1.200 orang).

    “Kalau untuk okupansi rata-rata per bulan 85%, kalau libur panjang Maulid pekan lalu tingkat hunian sampai 95%,” imbuh alumnus Akademi Perhotelan Aktripa Bandung itu.

    Tak seperti hotel dan penginapan lain, Cahaya Villas yang berlokasi di Jl. Cipanas Baru No. 83, Langensari memanfaatkan air panas alami dari Gunung Guntur untuk shower, kolam renang, maupun water parknya.  SFasilitas bermain perahu di Cahaya Villas Foto: Sudrajat

    Fasilitas lainnya, dari pengamatan selintas detikTravel Cahaya Villas dilengkapi area fitness, danau buatan untuk anak-anak dan keluarga bermain perahu, kafe, dan lainnya.

    Area parkir di halaman depan cukup luas. Untuk para tamu yang menginap di villa, setiap kendaraan dapat langsung diparkir di depan atau samping villa.
    Resto untuk sarapan cukup luas, menyajikan aneka menu lokal, Asia, maupun Eropa.

    Cahaya Villas, GarutCahaya Villas Hotel, Garut (Foto:Sudrajat/detikcom)

    Selain soal ras, vie ke arah Gunung Guntur yang seolah berada di pelupuk mata menjadi sensasi tersendiri. Di tengah menikmati sarapan, kebanyakan tamu asyik berselfie ria dengan latar gunung tersebut.

    “Semuanya sih oke, kecuali WiFi-nya agak lemot. Mungkin karena cuaca dan daerah ini dikelilingi pegunungan ya,” kata Mukti Rahardi, mahasiswa asal Semarang yang menginap bersama keluarganya.

    Ia terlihat menutup laptopnya dan kemudian asyik berselancar di dunia maya melalui iPhone di genggamannya.

    (jat/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • Menginap di Dekat Pantai Sanur Tanpa Bikin Kantong Jebol? Cek Promo Spesial Ini!



    Denpasar

    Bali selalu punya cara untuk memanjakan siapa saja yang datang, dan jika kamu sedang mencari hotel yang nyaman, modern, dan strategis, terutama dekat Pantai Sanur, Four Star by Trans Hotel bisa jadi pilihan yang paling pas.

    Lokasi Hotel

    Berlokasi di kawasan Renon, Denpasar, tepatnya di Jalan Raya Puputan No. 200, Renon, Denpasar, hotel berbintang empat ini menawarkan pengalaman menginap yang simpel, cozy, dan ramah, cocok untuk liburan maupun perjalanan bisnis.

    Sebagai bagian dari Trans Hotel Group, hotel ini dikenal dengan pelayanan profesional yang tetap terasa hangat. Letaknya sangat strategis, dekat Icon Mall, Pantai Sanur, Pelabuhan Sanur, Bali International Hospital, dan Monumen Bajra Sandhi, membuat mobilitas wisatawan maupun pebisnis makin efisien.


    Kenapa Menginap di Four Star by Trans Hotel?

    Bukan hanya lokasi yang strategis, hotel ini juga dikenal sebagai salah satu business hotel terbaik di Denpasar Renon. Pelayanan cepat dan fasilitas lengkap memudahkan tamu yang butuh kenyamanan sekaligus produktivitas.

    Beberapa fasilitas unggulan yang bisa kamu nikmati:

    • Fast Check-In: lebih cepat, lebih praktis, tanpa ribet.
    • Best Breakfast: menu lokal hingga internasional yang variatif dan lezat.
    • Fasilitas bisnis lengkap: ruang meeting nyaman dan Wi-Fi cepat.

    Buat kebutuhan liburan, hotel ini juga dilengkapi fasilitas lengkap seperti: kolam renang, gym, restoran, hingga ballroom untuk berbagai jenis acara.

    Salah satu keunggulan Four Star by Trans Hotel adalah akses mudah ke berbagai destinasi top di Bali. Dari hotel ini, kamu bisa mencapai Sanur hanya dalam beberapa menit, sementara Kuta dan Ubud juga mudah dijangkau. Cocok untuk yang ingin fleksibel menjelajahi Bali tanpa buang waktu di perjalanan.

    Buat kamu yang sudah merencanakan liburan atau staycation akhir tahun, ada kabar baik ada promo spesial yang hanya bisa didapat dengan booking melalui detikcom. Harga lebih hemat untuk pengalaman menginap di hotel berbintang empat, penawaran terbatas dan sayang dilewatkan.

    Sejak berdiri pada 2019, hotel ini menjadi salah satu pilihan favorit untuk keperluan MICE, wedding, social event, staycation, hingga perjalanan bisnis.

    Dengan fasilitas restoran, gym, kolam renang, ballroom, dan area meeting lengkap, tamu bisa menikmati pengalaman menginap yang praktis dan tetap mewah. Pesan tiket kamar hotelmu sekarang juga, sebelum kehabisan promo spesial melalui https://transhotelgroup.com/detik/.

    (ddn/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Lokasi Nabi Musa Berdialog dengan Allah Dikabarkan Dijadikan Resor Mewah

    Lokasi Nabi Musa Berdialog dengan Allah Dikabarkan Dijadikan Resor Mewah



    Jakarta

    Lokasi yang diyakini sebagai tempat Nabi Musa berdialog dengan Allah dikabarkan bakal disulap menjadi resor mewah. Kabar itu memicu perdebatan antara pelestarian situs suci dan komersialisasi pariwisata.

    Selama bertahun-tahun, Gunung Sinai di Mesir menjadi destinasi wisata religi. Di tempat suci bagi umat Yahudi, Kristen, dan Islam inilah Nabi Musa diyakini berdialog dengan Allah melalui semak duri yang menyala serta menerima Sepuluh Perintah Allah.

    Lokasi itu kini masuk dalam rencana megaproyek pariwisata baru. Rencana itu menjadi sumber kekhawatiran mengenai keutuhan situs Warisan Dunia UNESCO yang terdiri dari biara, kota, dan gunung. Apalagi hotel-hotel mewah, vila, dan pusat perbelanjaan sedang dibangun di sana.


    Dikenal secara lokal sebagai Jabal Musa, Gunung Sinai mencakup Biara St. Catherine dari abad ke-6, yang dikelola oleh Gereja Ortodoks Yunani. Pemerintah Mesir, di bawah tekanan Yunani, membantah ingin menutup biara tersebut. Gunung Sinai juga merupakan rumah bagi komunitas Badui tradisional, suku Jebeleya.

    Suku yang dikenal sebagai Penjaga St. Catherine itu telah menyaksikan bagaimana rumah dan perkemahan wisata mereka dihancurkan dengan sedikit atau tanpa kompensasi.

    Mereka bahkan terpaksa mengeluarkan jenazah-jenazah leluhur dari kuburan setempat karena kompleks permakaman tersebut hendak dijadikan tempat parkir mobil baru.

    Gunung Sinai

    Proyek ini dijanjikan sebagai pembangunan berkelanjutan yang sangat dibutuhkan dan akan meningkatkan pariwisata. Namun, suku Badui dipaksa menerimanya, kata Ben Hoffler, seorang penulis perjalanan asal Inggris yang telah bekerja sama erat dengan suku-suku di Sinai.

    “Ini bukanlah pembangunan yang diminta oleh suku Jebeleya, melainkan pembangunan yang terlihat dipaksakan dari atas ke bawah untuk melayani kepentingan orang luar di atas kepentingan masyarakat lokal,” ujarnya kepada BBC.

    “Sebuah dunia urban baru sedang dibangun di sekitar suku Badui yang memiliki warisan nomaden,” dia menambahkan.

    “Mereka memilih untuk terpisah dengan dunia [baru], yang pembangunannya tidak mereka setujui, dan yang akan mengubah tanah air mereka selamanya,” ujar Ben.

    Penduduk setempat, yang berjumlah sekitar 4.000 orang, enggan berbicara langsung tentang perubahan tersebut.

    Pembangunan Dataran el-Raha pada 2024.

    Pembangunan hotel di Dataran el-Raha pada 2024. (Ben Hoffler)

    Sejauh ini, Yunani adalah negara yang paling vokal tentang rencana Mesir karena punya relasi dengan biara tersebut.

    Ketegangan antara Athena dan Kairo memanas setelah pengadilan Mesir memutuskan pada Mei bahwa Biara St. Catherine-biara Kristen tertua di dunia yang masih digunakan-berada di tanah negara.

    Setelah perselisihan selama beberapa dekade, para hakim menyatakan bahwa biara tersebut hanya “berhak menggunakan” tanah tempatnya berdiri dan situs-situs keagamaan yang tersebar di sekitarnya.

    Uskup Agung Ieronymos II dari Athena, kepala Gereja Yunani, segera mengecam keputusan tersebut.

    “Properti biara sedang disita dan diambil alih. Mercusuar spiritual Ortodoks dan Helenisme ini sekarang menghadapi ancaman eksistensial,” ujarnya dalam sebuah pernyataan.

    Dalam sebuah wawancara langka, Uskup Agung St. Catherine yang telah lama menjabat, Damianos, mengatakan kepada sebuah surat kabar Yunani bahwa putusan tersebut merupakan “pukulan telak bagi kami… dan sebuah aib”.

    Penanganannya terhadap kasus ini menyebabkan perpecahan sengit di antara para biarawan dan keputusannya baru-baru ini untuk mundur.

    Gunung Sinai di Mesir diyakini tempat Nabi Musa berdialog dengan Allah melalui semak duri yang menyala serta menerima Sepuluh Perintah Allah.Gunung Sinai di Mesir diyakini tempat Nabi Musa berdialog dengan Allah melalui semak duri yang menyala serta menerima Sepuluh Perintah Allah. (Ben Hoffler)

    Patriarkat Ortodoks Yunani Yerusalem menyatakan bahwa situs suci tersebut-yang berada di bawah yurisdiksi gerejawi mereka-telah diberikan surat perlindungan oleh Nabi Muhammad.

    Biara era Bizantium itu-yang juga menampung sebuah masjid kecil yang dibangun pada era Fatimiyah-merupakan “sebuah tempat suci perdamaian antara umat Kristen dan Muslim dan tempat perlindungan harapan bagi dunia yang terjerumus dalam konflik”.

    Meskipun putusan pengadilan yang kontroversial tersebut masih berlaku, serangkaian diplomasi akhirnya mengerucut pada deklarasi Yunani dan Mesir yang menjamin perlindungan identitas dan warisan budaya Biara Ortodoks Yunani St. Catherine.

    Rencana tersebut mencakup pembukaan hotel, pondok ramah lingkungan, pusat pengunjung, serta perluasan bandara kecil dan kereta gantung ke Gunung Musa.

    Pemerintah Mesir menyebut pembangunan ini sebagai “hadiah Mesir untuk seluruh dunia dan semua agama”.

    “Proyek ini akan menyediakan semua layanan pariwisata dan rekreasi bagi pengunjung, mempromosikan pengembangan kota [St Catherine] dan sekitarnya sambil melestarikan karakter lingkungan, visual, dan warisan alam yang masih asli, serta menyediakan akomodasi bagi mereka yang mengerjakan proyek-proyek St Catherine,” ujar Menteri Perumahan Sherif el-Sherbiny tahun lalu.

    Meskipun pekerjaan tampaknya terhenti untuk sementara karena masalah pendanaan, Dataran el-Raha-yang menghadap Biara St. Catherine-telah mengalami perubahan. Pembangunan jalan-jalan baru terus berlanjut.

    Di dataran itulah para pengikut Musa konon menunggunya selama sang nabi berada di Gunung Sinai. Para kritikus mengatakan bahwa karakteristik alam yang istimewa di daerah tersebut sedang dihancurkan.

    UNESCO mencatat bagaimana “lanskap pegunungan yang terjal di sekitarnya… membentuk latar belakang yang sempurna untuk Biara tersebut”.

    UNESCO menyatakan: “Penempatannya menunjukkan upaya yang disengaja untuk membangun ikatan yang erat antara keindahan alam dan keterpencilan di satu sisi, serta komitmen spiritual manusia di sisi lain.”

    Gunung Sinai

    Pemandangan Gunung Sinai (Ben Hoffler)

    Pada 2023, UNESCO meminta Mesir menghentikan pembangunan, memeriksa dampaknya, dan menyusun rencana konservasi. Hal ini belum terjadi.

    Pada Juli lalu, World Heritage Watch mengirimkan surat terbuka yang menyerukan Komite Warisan Dunia UNESCO untuk menempatkan kawasan St. Catherine dalam Daftar Situs Warisan Dunia yang Terancam.

    Para pegiat juga telah menghubungi Raja Charles sebagai pelindung Yayasan St. Catherine, untuk membantu melestarikan dan mempelajari warisan biara tersebut, antara lain koleksi manuskrip Kristen kuno yang berharga.

    Raja menyebut lokasi itu sebagai “harta karun spiritual yang luar biasa yang harus dilestarikan untuk generasi mendatang”. Megaproyek ini bukanlah proyek pertama di Mesir yang menuai kritik karena kurangnya kepekaan terhadap sejarah unik negara tersebut.

    Namun, pemerintah memandang serangkaian rencana megah diperlukan sebagai kunci untuk menyegarkan kembali perekonomian yang sedang lesu.Sektor pariwisata Mesir yang dulunya berkembang pesat mulai pulih dari dampak pandemi Covid-19 ketika rentetan aksi kekerasan terjadi di Gaza dan gelombang baru ketidakstabilan regional.

    Untuk membangkitkan pariwisata, pemerintah Mesir mencanangkan target untuk mencapai 30 juta pengunjung pada 2028. Di bawah pemerintahan Mesir yang berganti-ganti, pembangunan komersial Sinai telah dilakukan tanpa berkonsultasi dengan masyarakat adat Badui.

    Semenanjung itu direbut oleh Israel selama Perang Timur Tengah 1967 dan baru dikembalikan ke Mesir setelah kedua negara menandatangani perjanjian damai pada 1979.

    Sejak saat itu, masyarakat Badui mengeluh karena diperlakukan seperti warga negara kelas dua. Pembangunan destinasi wisata di Laut Merah Mesir, termasuk Sharm el-Sheikh, dimulai di Sinai Selatan pada 1980-an. Banyak yang melihat kemiripan apa yang terjadi saat itu dengan yang terjadi di St Catherine’s sekarang.

    “Suku Badui adalah penduduk asli wilayah tersebut, dan mereka adalah pemandu, pekerja, dan orang-orang yang bisa disewa,” kata jurnalis Mesir, Mohannad Sabry.

    “Kemudian pariwisata industri datang dan mereka terdesak keluar – tidak hanya terdesak keluar dari bisnis, tetapi juga secara fisik terdesak dari laut ke belakang,” tambahnya.

    Pembangunan hotel di Dataran el-Raha pada 2024.

    Ben Hoffler/Pembangunan hotel di Dataran el-Raha pada 2024. (Ben HOffler)

    Sebagaimana yang terjadi dalam pembangunan di Laut Merah, warga Mesir dari berbagai penjuru negeri diperkirakan akan didatangkan untuk bekerja dalam proyek St Catherine yang baru. Namun, pemerintah mengatakan mereka juga sedang “memperbaiki” kawasan permukiman Badui. Biara St Catherine telah mengalami banyak pergolakan selama satu setengah milenium terakhir. Dulu tempat itu masih merupakan tempat peristirahatan terpencil.

    Kondisi itu mulai berubah seiring perluasan resor Laut Merah yang membawa ribuan peziarah berkunjung ke sana.

    Dalam beberapa tahun terakhir, kerumunan besar sering terlihat berbaris melewati lokasi yang konon merupakan sisa-sisa semak yang terbakar saat Nabi Musa berdialog dengan Allah atau mengunjungi museum yang memamerkan halaman-halaman dari Codex Sinaiticus-salinan Perjanjian Baru tertua di dunia yang masih ada, hampir lengkap, dan ditulis tangan.

    Kini, meskipun biara dan makna religius yang mendalam dari situs tersebut akan tetap ada, lingkungan sekitarnya dan cara hidup yang telah berlangsung selama berabad-abad tampaknya akan berubah secara permanen.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Messi Vs Ronaldo, Siapa Paling GOAT dalam Bisnis Hotel?

    Messi Vs Ronaldo, Siapa Paling GOAT dalam Bisnis Hotel?



    Jakarta

    Pesepakbola Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo adalah bintang di lapangan hijau. Mereka memang bersaing keras untuk gelar GOAT, bahkan sampai ranah bisnis.

    Messi (31) baru saja membeli Seasun Fona di S’Illot di Majorca untuk menambah portofolio hotelnya yang mencakup hotel-hotel di Ibiza dan Barcelona. Sementara Ronaldo (34) memilih jalur bujet dengan mendirikan jaringan hotel Pestana CR7 di Madeira dan Lisbon, Portugal.

    Dikutip dari All Foot Ball App pada Kamis (2/10/2025), hubungan mereka tak banyak berubah, selalu penuh persaingan.


    Mari bandingkan dua hotel pertama mereka. Messi membeli hotel mewah khusus dewasa pada awal 2018. Hotel MiM Ibiza Es Vive ini memiliki 52 kamar dengan gaya bangunan Art Deco. Tak jauh dari pesisir tenggara Pulau Balearic, resor ini memiliki tarif mulai Rp 4 jutaan per malam. Rating dari Trip Advisor 4,3 dari 5.

    Ronaldo membuka hotel pertamanya pada bulan Juli 2016 dengan nama Pestana CR7 Funchal. Hotel ini masuk kategori bintang 4. Berada di tepi laut di seberang terminal kapal pesiar Funchal, hotel ini bisa dinikmati dengan harga sekitar Rp 6-7 juta per malam. Hotel ini mendapat rating 4,3 dari 5 oleh Trip Advisor.

    Kemudian ada Hotel MiM Sitges dari Messi yang berbintang 4 dengan 77 kamar, lima di antaranya adalah junior suites, sementara satu kamar superior suites. Sayangnya, rating dari hotel ini hanya 4,3 dari 5.

    Sedangkan Pestana CR7 Lisboa, yang terletak di Madeira menarik perhatian dunia. Lokasinya yang strategis, dekat tepi laut tapi masih berada di pusat kota, membuat hotel ini menjadi pilihan banyak turis.

    Uniknya lagi, hotel ini menyediakan ponsel gratis jika tamu perlu terhubung ke internet. Tamu bahkan dapat membawanya keluar.

    Walaupun hotel budget, namun ratingnya 4,4 dari 5 oleh Trip Advisor.

    Kesimpulannya, dua pesepakbola ini sukses dalam usaha hotel. Messi terus memperluas cabangnya di Eropa. Di sisi lain, Ronaldo melebarkan sayap ke belahan bumi lain. Pemain asal Portugal ini, ingin membawa merek Pestana CR7 ke New York, Paris, Madrid, dan Maroko.

    (bnl/ddn)



    Sumber : travel.detik.com