https://finance.detik.com/perencanaan-keuangan/d-7557619/hati-hati-berutang-jangan-jorjoran-giliran-bayar-sulit?single=1
Sumber : finance.detik.com
![]() |
| Image : unsplash.com / towfiqu barbhuiya |
https://finance.detik.com/perencanaan-keuangan/d-7557619/hati-hati-berutang-jangan-jorjoran-giliran-bayar-sulit?single=1
Sumber : finance.detik.com
![]() |
| Image : unsplash.com / towfiqu barbhuiya |
Jakarta –
Pernahkah detikers merasa baterai HP cepat habis meski tidak sedang dipakai atau baru di cas? Hal ini mungkin jadi masalah umum bagi pengguna smartphone.
Baterai HP yang cepat habis bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Mulai dari aplikasi yang berjalan di latar belakang hingga masalah pada perangkat keras itu sendiri.
Berikut adalah beberapa kemungkinan faktor penyebab kenapa baterai HP cepat habis:
Mengutip laman Android, menjalankan aplikasi di latar belakang secara bersamaan akan meningkatkan konsumsi daya baterai. Itulah sebabnya baterai jadi cepat habis.
Kecerahan layar yang diatur ke maksimal akan membuat konsumsi daya yang lebih besar. Jika ini digunakan sepanjang waktu, bentuk baterai akan lebih cepat terkuras.
Lebih baik, sesuaikan dengan lingkungan sekitar. Pakailah mode cerah saat matahari bersinar, san redup saat gelap.
Menggunakan adaptor atau kabel usb daya yang tidak asli, bisa menyebabkan pengaturan tegangan yang tidak tepat. Hal ini akan membuat perangkat menjadi panas.
Jadi, jika ingin menggunakan adaptor daya pihak ketiga, periksalah terlebih dahulu apakah adaptor itu kompatibel dengan spesifikasi perangkat yang kamu gunakan.
Menurut situs Make Use of, membiarkan Wi-Fi atau data seluler tetap aktif sepanjang waktu, jadi salah satu faktor yang menguras baterai HP secara signifikan. Karena, HP akan terus-menerus menerima notifikasi dan pembaruan latar belakang ketika kamu tidak membutuhkannya.
Maka dari itu, lebih baik mematikan Wi-Fi selama jam tidur. Kamu juga bisa mengalihkan ponsel ke mode pesawat.
Namun jika khawatir akan kehilangan panggilan penting, kamu bisa mematikan Wi-Fi dan data di daftar dropdown HP agar tetap bisa menerima panggilan telepon seluler.
Banyak sekali aplikasi yang bisa melacak lokasi, contohnya Google Maps, Bumble, hingga Uber. Namun, pemantauan lokasi yang terus-menerus akan membutuhkan energi sehingga bisa menghabiskan daya baterai HP.
Usia baterai itu sendiri juga jadi salah satu yang mempengaruhi pemakaian baterai. Setelah sekitar 2-3 tahun (tergantung pada model HP), baterai tidak akan bisa lagi mencapai kapasitas maksimum aslinya. Hal inilah yang dapat menyebabkan baterai cepat habis.
Tanda paling umum dari penurunan kualitas baterai, salah satunya masa pakai baterai yang lebih pendek.
Malware adalah software atau perangkat lunak berbahaya uang dirancang untuk tujuan jahat, seperti
merusak, mencuri data, hingga virus. Mengapa bisa terjadi? Karena malware berjalan di latar belakang, memantau aktivitas, menjalankan fungsi jarak jauh, atau mencuri data.
Di mana, aktivitas-aktivitas tersebut akan menguras daya baterai perangkat milikmu. Malware tetap bisa masuk ke HP melalui aplikasi berbahaya.
Aplikasi tertentu juga menghabiskan lebih banyak daya baterai daripada yang lain.
Alasan umum kenapa baterai HP cepat habis bisa karena variasi suhu. Membiarkan HP terkena panas atau dingin yang ekstrem berisiko mengurangi efisiensi baterai, sehingga menyebabkannya cepat habis.
Disarankan, untuk menghindari suhu di luar kisaran optimal 0° hingga 35°C. Terkena paparan sinar matahari langsung juga termasuk faktor penyebab hal ini.
Ada beberapa hal yang bisa lakukan untuk membantu menghentikan baterai Android atau iPhone Anda yang cepat habis. Caranya yaitu dengan mengoptimalkan penggunaan baterai dengan:
Lebih lanjut, dilansir laman Avast, berikut adalah langkah-langkah mengatasi baterai HP yang cepat habis agar tidak boros:
(khq/fds)
Jakarta –
Mempersiapkan masa tua sebaik mungkin menjadi hal yang perlu dilakukan setiap orang. Bahkan persiapan itu perlu dilakukan sedini mungkin. Ada berbagai persiapan yang bisa dilakukan, salah satunya terkait dengan finansial.
Hal itu karena penurunan produktivitas yang kerap terjadi di masa tua. Supaya masa tua tidak terbebankan oleh finansial, ada sejumlah cara yang bisa dilakukan seperti memanfaatkan instrumen investasi.
Nah berikut adalah instrumen investasi yang bisa dimanfaatkan untuk merealisasikan merdeka finansial.
1. Emas
Emas masih dianggap sebagai salah satu aset yang menguntungkan, mengingat nilainya cenderung terus naik tanpa terpengaruh inflasi. Nyatanya, menabung emas memang bisa didapatkan dengan mudah dan murah. Apalagi seiring berkembangnya zaman, sekarang menabung emas juga bisa dalam versi digital.
2. Saham
Jika ingin berinvestasi dan tak takut risiko, pasar saham bisa jadi pilihan. Kuncinya, ketika berinvestasi membeli saham tertentu, jangan sampai asal-asalan ikut apa kata influencer.
Sebaiknya pelajari terlebih dahulu sebelum membeli. Pastikan dana yang dimiliki diinvestasikan pada perusahaan yang menjanjikan.
3. Obligasi
Obligasi atau surat utang merupakan salah satu pilihan investasi populer karena sifatnya yang bisa diprediksi, dan melengkapi reksa dana sebagai pilihan diversifikasi.
Instrumen ini bisa jadi pilihan untuk mendapat pemasukan rutin berupa bunga berkala dari hasil membeli obligasi, baik yang dikeluarkan pemerintah maupun perusahaan. Instrumen ini cocok untuk investasi jangka menengah-panjang, dengan tingkat risiko cukup minim, tapi imbal hasilnya lebih tinggi dari deposito.
4. SBN
Surat Berharga Negara (SBN) merupakan jenis investasi yang dirancang oleh pemerintah untuk para pemula. Dengan berinvestasi di SBN, investor membeli surat utang yang diterbitkan oleh negara dengan imbal hasil menarik, biasanya lebih dari 6%.
SBN mencakup beberapa instrumen investasi, seperti SBR (Saving Bond Ritel), ORI (Obligasi Negara Ritel) yang merupakan surat utang khusus bagi investor ritel, serta sukuk tabungan yang berbentuk Surat Berharga Syariah Negara. Investasi di SBN dapat dimulai dengan modal minimal Rp 1 juta, dengan jangka waktu investasi berkisar antara 6 hingga 12 bulan.
Supaya investasi lebih cuan, dompet digital DANA menghadirkan promo menarik untuk para pengguna yang ingin berinvestasi di berbagai instrumen investasi tersebut. Salah satu promonya yakni diskon sampai dengan Rp 80 ribu untuk transaksi 1 Agustus-31 Agustus 2025.
Tidak hanya itu, DANA juga menghadirkan beragam promo untuk setiap instrumen investasi tersebut. Berikut adalah daftar promonya:
– Beli eMAS di DANA dapat Voucher eMAS sampai dengan Rp 80 ribu untuk pembelian kedua.
– Investasi Reksa Dana di DANA diskon sampai dengan Rp 80 ribu.
– Isi Saldo DANA+ diskon sampai dengan Rp 80 ribu.
– Investasi e-SBN di DANA cashback sampai dengan Rp 80 ribu.
– Investasi obligasi di DANA cashback sampai dengan Rp 80 ribu.
– Beli asuransi Xtra Protection di DANA diskon sampai dengan 80%. Asuransi ini pas untuk lindungi semua aset investasi.
Dengan kombinasi fitur-fitur yang user-friendly dan sistem keamanan yang ketat, DANA tidak hanya menawarkan kemudahan dalam transaksi, tetapi juga memberikan rasa aman yang lebih baik dibandingkan aplikasi dompet digital lainnya. Yuk, segera ‘amankan’ masa depanmu bersama DANA, sekarang juga!
Lihat juga Video: Merdeka Finansial Dengan Investasi Reksadana
(hnu/ega)
Jakarta –
Masa tua sering identik dengan penurunan produktivitas, sementara kebutuhan hidup terus berjalan. Karena itu, menyiapkan strategi keuangan sejak dini jadi kunci agar tetap tenang dan mandiri di usia tua.
Salah satu yang bisa dilakukan adalah berinvestasi. Ada banyak instrumen investasi yang bisa dipilih sesuai kebutuhan dan profil risiko, mulai dari emas, reksa dana, obligasi, hingga Surat Berharga Negara (SBN). Dengan pemilihan jenis investasi yang tepat, masa depan finansial Anda bisa lebih terjamin.
1. Emas
Emas dikenal sebagai aset yang relatif stabil dan tahan terhadap inflasi. Saat terjadi gejolak ekonomi, logam mulia ini justru sering mengalami kenaikan harga karena dianggap sebagai aset lindung nilai. Hal ini membuat emas tetap relevan untuk investasi jangka panjang.
Kini, investasi emas pun semakin mudah dijangkau. Selain membeli emas fisik, masyarakat juga bisa berinvestasi lewat tabungan emas maupun emas digital dengan harga yang bisa disesuaikan dengan kemampuan. Fleksibilitas ini menjadikan emas sebagai pilihan populer di kalangan investor.
2. Reksa Dana
Reksa dana merupakan instrumen investasi yang praktis dan cocok untuk pemula karena dikelola oleh manajer investasi. Investor cukup menanamkan modal, sementara pengelolaan portofolio akan dilakukan oleh pihak profesional. Modal awal yang dibutuhkan pun relatif kecil, mulai dari Rp100 ribu saja.
Instrumen ini hadir dalam berbagai jenis, mulai dari reksa dana pasar uang, pendapatan tetap, campuran, saham, hingga syariah. Dengan variasi tersebut, investor dapat memilih produk yang sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangannya.
3. Obligasi
Obligasi adalah surat utang yang diterbitkan pemerintah maupun perusahaan dengan imbal hasil berupa kupon. Investor akan menerima bunga secara rutin hingga jatuh tempo, sehingga instrumen ini menarik bagi mereka yang mencari pendapatan stabil. Risikonya pun lebih rendah dibandingkan saham.
Jenis obligasi juga cukup beragam, mulai dari kupon tetap, kupon variabel, hingga zero coupon. Pemerintah bahkan menawarkan produk ritel seperti Obligasi Ritel Indonesia (ORI) yang bisa dibeli masyarakat. Dengan karakteristik tersebut, obligasi menjadi alternatif bagi investor yang ingin keuntungan lebih tinggi dibanding tabungan biasa atau deposito.
4. SBN
Surat Berharga Negara (SBN) adalah instrumen investasi yang diterbitkan pemerintah untuk membiayai APBN dan pembangunan nasional. Produk ini mencakup Surat Utang Negara (SUN) serta Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk. Dengan modal mulai Rp1 juta, masyarakat sudah bisa berpartisipasi dalam pembelian seri ritel.
Keunggulan SBN sendiri terletak pada keamanannya karena pembayaran pokok dan imbal hasil dijamin negara. Tingkat imbalannya juga kompetitif dengan pembayaran rutin setiap bulan. Selain memberi keuntungan, membeli SBN berarti ikut mendukung pembangunan Indonesia.
Supaya investasi makin cuan, dompet digital DANA menghadirkan promo menarik sepanjang 1-31 Agustus 2025. Ada diskon hingga Rp 80 ribu untuk transaksi emas, reksa dana, obligasi, e-SBN, dan isi saldo DANA+. Tak ketinggalan, ada juga diskon 80% untuk asuransi Xtra Protection yang bisa melindungi seluruh aset investasi.
Berikut daftar promonya:
Beli emas di DANA dapat voucher eMAS sampai Rp80 ribu untuk pembelian kedua.
Investasi Reksa Dana di DANA diskon sampai Rp80 ribu.
Isi Saldo DANA+ diskon sampai Rp80 ribu.
Investasi e-SBN di DANA cashback sampai Rp80 ribu.
Investasi obligasi di DANA cashback sampai Rp80 ribu.
Beli asuransi Xtra Protection di DANA diskon sampai 80%.
Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, manfaatkan promo investasi di DANA sekarang juga dan bikin rencana keuanganmu lebih siap untuk masa depan.
Tonton juga video “Reksadana Jadi Opsi Terbaik Untuk Investor Pemula Di Kondisi Market Saat Ini” di sini:
(prf/ega)
Jakarta –
Ekonomi Indonesia belakangan ini masih dihantui berbagai persoalan, mulai dari pemutusan hubungan kerja (PHK) massal diberbagai lini sektor, penurunan daya beli hingga kelas menengah yang turun.
Oleh karena itu, kondisi ini harus selalu diwaspadai oleh masyarakat Indonesia dengan menyiapkan dana darurat. Hal ini penting dilakukan lantaran kita tidak pernah tahu kapan akan menghadapi situasi tidak terduga, misalnya terkena PHK, sakit ataupun kondisi lainnya yang membutuhkan biaya.
Mengutip unggahan akun Instagram @sikapiuangmu OJK Minggu (2/2), sebaiknya hindari untuk membeli barang hanya karena ingin ikut tren atau takut ketinggalan (FOMO). Fokuskan pengeluaran pada barang yang benar-benar kamu butuhkan, bukan karena dorongan sementara untuk mengikuti tren. Dibandingkan ikutan FOMO, lebih baik dana tersebut ditabung untuk masa depan.
“Hari gini kayaknya udah nggak trend deh buat FOMO dan foya-foya setiap saat. Lebih keren kalau Sobat bisa bijak dalam mengatur keuangan demi masa depan yang sejahtera, salah satunya dengan menyiapkan dana darurat,” tulis keterangan dalam IG @sikapiuangmu dikutip Minggu (2/2/2025).
“Yuk sisihkan pendapatanmu untuk menabung dana darurat. Nggak ada yang pernah tahu situasi apa yang bisa kita hadapi dalam hidup yang penuh gebrakan ini,” tambahnya.
Perlu dipahami, dana darurat sebaiknya tidak boleh digabungkan dengan tabungan, karena sifatnya adalah pendukung keadaan darurat.
1. Tentukan Tujuan Utama Memiliki Dana Darurat
– Menetapkan jumlah dana darurat yang dibutuhkan
– Faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah dana darurat
2. Rencana Pengeluaran dan Penghematan
– Membuat daftar pengeluaran bulanan
– Mengidentifikasi area penghematan untuk mengalokasikan ke dana darurat
3. Pilih Metode Tabungan yang Tepat
– Memilih rekening tabungan atau investasi yang sesuai
– Keuntungan dan kerugian dari setiap opsi tabungan
– (Hyperlink to Allo Grow’s product & promo page)
4. Automatisasi Proses Menyisihkan Dana Darurat
– Menggunakan fitur otomatisasi dari bank atau aplikasi keuangan
– Atau menyisihkan jumlah yang pasti setiap bulannya
5. Review Secara Berkala
– Mengadaptasi rencana sesuai dengan perubahan kehidupan atau keuangan
Memiliki dana darurat adalah langkah penting dalam memastikan kestabilan keuangan kita dan dana darurat juga memberikan ketenangan pikiran dan keamanan finansial dalam menghadapi ketidakpastian masa depan.
Cobalah untuk perlahan sisihkan uang dana darurat. Idealnya, jumlah dana darurat adalah 1 tahun pendapatan, namun jika masih terasa berat, kamu bisa mulai perlahan dari 3 bulan pendapatan sampai 6 bulan pendapatan.
Jika setiap bulannya kamu sudah berhasil menyisihkan uang untuk dana darurat, dan masih ada uang yang bisa ditabung, pastikan kamu menabung di tempat yang minim risiko namun tinggi keuntungan.
Simak Video: Pentingnya Dana Darurat untuk Orang Tua yang Baru Punya Anak
(kil/kil)
Jakarta –
Biaya pendidikan menjadi biaya terbesar kedua setelah biaya kesehatan yang memiliki kenaikan cukup tinggi setiap tahunnya. Untuk itu, orang tua perlu menyiapkan biaya pendidikan sedini mungkin, salah satunya dengan cara berinvestasi.
Direktur PT Bahana TCW Investment Management (Bahana TCW) Danica Adhitama mengatakan merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS), uang pangkal sekolah swasta rata-rata naik sebesar 10-15% setiap tahun, sementara inflasi pendidikan nasional mencapai 2,83%. Alhasil, dana pendidikan jadi salah satu tujuan keuangan yang krusial dan perlu direncanakan sedini mungkin.
Danica menyebut pada realitasnya, memang biaya pendidikan selalu mengalami kenaikan setiap tahunnya, sehingga para orang tua membutuhkan strategi khusus dalam mempersiapkan dana pendidikan. Salah satu pilihan paling rasional adalah mempersiapkan skema investasi yang tepat sejak dini.
“Berbagai pilihan investasi yang tersedia dapat dimanfaatkan oleh orang tua dalam mempersiapkan dana Pendidikan. Orang tua perlu cermat dalam memilih Instrumen keuangan dengan risiko yang terukur dan imbal hasil yang stabil. Salah satu alternatif yang bisa dipertimbangkan adalah investasi pada reksa dana, yang menawarkan fleksibilitas jangka waktu investasi sesuai kebutuhan, serta manajemen risiko yang terkelola dengan baik oleh Manajer Investasi” kata Danica dalam keterangan tertulis, Jakarta, Jumat (19/7/2024).
Dia menjelaskan investasi pendidikan merupakan langkah strategis di mana penting untuk melakukan penyesuaian produk, jumlah dana dan tujuan pendidikan di masa depan. Untuk mengatasi tingkat kenaikan biaya pendidikan, para orang tua perlu secara teratur menyisihkan dana investasinya dalam jangka waktu tertentu, misalnya dengan mengalokasikan sebagian pendapatan setiap bulan.
Menurutnya, orang tua dapat memastikan memiliki dana yang cukup untuk membiayai pendidikan anak-anak mereka dengan tenang dan efisien. Reksa dana adalah salah satu alternatif investasi yang ideal untuk mempersiapkan dana pendidikan. Hal ini karena reksa dana menawarkan berbagai jenis dengan karakteristik berbeda yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan investor.
Meski begitu, berinvestasi di reksa dana juga tak bisa lepas dari faktor risiko. Banyak hal yang perlu diperhitungkan untuk meminimalisir risiko di setiap instrumen investasi.
“Maka dari itu, peran manajer investasi menjadi penting. Berbekal pengalaman dan sumber daya manusia yang mumpuni di bidang investasi, manajer investasi dapat membantu investor mengelola portofolionya. Dan tak lupa, terpenting adalah diversifikasi investasi juga perlu dilakukan oleh investor untuk meminimalisir potensi penurunan nilai investasinya,” terangnya.
Berikut pilihan reksa dana yang dapat dipertimbangkan dalam mempersiapkan dana pendidikan, di antaranya:
1. Reksa Dana Pasar Uang
Reksa dana pasar uang cocok untuk investor yang menginginkan investasi dengan risiko rendah. Meskipun memiliki rata-rata imbal hasil historis relatif lebih rendah dibanding jenis reksa dana yang lain, yaitu dengan potensi return sebesar 5- 6%. Namun, tingkat risiko dan jangka waktu yang relatif lebih pendek. Reksa dana ini cocok untuk mempertahankan nilai investasi dari gerusan inflasi.
2. Reksa Dana Pendapatan Tetap
Reksa dana jenis ini menawarkan expected return relative sedikit lebih tinggi dibanding reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap memiliki return di kisaran 7-10%. Tingkat return ini terbilang cukup aman karena lebih tinggi dari tingkat inflasi pada umumnya.
Pada reksa dana pendapatan tetap, investor akan mendapatkan keuntungan dari investasi yang ditempatkan dalam bentuk surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah atau korporat. Meski lebih aman dan relatif lebih stabil, investor disarankan untuk menempatkan dananya dalam jangka waktu lebih dari dua tahun untuk meminimalisir risiko fluktuasi pasar.
3. Reksa Dana Campuran
Reksa dana ini dianggap cocok untuk investor yang memiliki profil risiko moderat dan memiliki tujuan jangka menengah panjang (3-5 tahun atau lebih). Reksa dana campuran adalah investasi yang menempatkan dana kelolaannya di berbagai macam efek, antara lain ekuitas (saham), surat utang (obligasi), dan pasar uang (deposito).
Penempatan dana di efek yang bervariasi ini membuat investor lebih fleksibel, terdiversifikasi optimal, dan risikonya lebih rendah dibandingkan reksa dana saham. Reksa dana ini cocok dilakukan dengan jangka waktu panjang karena menawarkan estimasi tingkat pengembalian hingga 10% setiap tahunnya.
4. Reksa Dana Saham
Jenis reksa dana ini cocok untuk profil investor yang agresif karena menawarkan potensi tingkat pengembalian keuntungan yang lebih tinggi dibanding reksa dana jenis lainnya. Namun sesuai dengan pepatah, high risk high return, reksa dana ini memiliki tingkat risiko yang lebih tinggi pula dibanding reksa dana jenis lain.
Hal ini lebih dikarenakan dana investasi akan dialokasikan pada pasar saham yang terkenal lebih fluktuatif dan sensitif terhadap sentimen. Untuk memaksimalkan tingkat keuntungan, banyak pihak menyarankan untuk melakukan investasi di reksadana ini dalam jangka waktu panjang.
(kil/kil)

Jakarta –
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melakukan penelitian persentase ketersediaan air di wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN) dan sekitarnya. Riset tersebut dilakukan melalui Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN.
Kajian ini dilakukan menggunakan pendekatan metode Artificial Neural Network (ANN) atau Jaringan Saraf Tiruan (JST). Kajian dilakukan menggunakan data satelit selama Januari hingga Desember 2022.
Berdasarkan studi yang dilakukan oleh BRIN, ketersediaan air di IKN dan sekitarnya menunjukkan ketersediaan air tinggi atau high water (HW) 0,51%, air vegetasi atau vegetation water (VW) sebanyak 20,41%, dan non air atau non water (NW) 79,08%.
Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN, Laras Toersilawati mengatakan, contoh dampak apabila ketersediaan air di IKN tidak tercukupi yakni perubahan iklim dan lingkungan. Kondisi ini mengakibatkan berkurangnya hujan, baik jumlah hari hujan maupun curah hujan. Hal ini juga menimbulkan penurunan kualitas air menjadi asam dan tercemar zat besi.
Terlebih, menurutnya ketersediaan air yang tidak tercukupi juga dapat menimbulkan dampak sosial serta lingkungan terhadap peningkatan kebutuhan air. Pasalnya, pendatang yang tertarik ke IKN dapat meningkatkan kebutuhan air bersih.
Laras menyebut, untuk mengatasi kemungkinan kelangkaan air di IKN, maka pemerintah dapat membangun bendungan dan sistem perpipaan baru, serta embung.
Ia juga mengusulkan agar pemerintah membangun hutan kota dan melakukan konservasi lahan melalui reboisasi atau penanaman pohon pengganti. Sebab,terjadi alih lahan dari hutan industri eucalyptus menjadi lahan terbangun.
“Penerapan Kota Spons (Sponge City) dengan cara mengelola air hujan secara alami, menyerap dalam tanah, dan memanfaatkan kembali. Serta tak kalah penting melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat akan pentingnya menghemat dan tidak mencemari air, ini bisa menjadi solusinya,” jelas Laras, dikutip melalui keterangan tertulis BRIN, pada Rabu (1/9/2025).
Penelitian BRIN menggunakan citra Sentinel-2A yang dianalisis langsung melalui Google Earth Engine (GEE) untuk menghitung tiga indeks spektral, yakni Indeks Air Permukaan Tanah (LSWI), Indeks Perbedaan Vegetasi Ternormalisasi (NDVI), serta Indeks Perbedaan Air Ternormalisasi (NDWI).
Ketiga indeks tersebut digunakan sebagai prediktor dalam model ANN atau JST.
“JST atau ANN ini merupakan sistem pemrosesan informasi dengan karakteristik yang mirip dengan jaringan saraf biologis, yaitu jaringan saraf pada otak manusia,” jelas Laras.
Ia mengatakan, JST semula dirancang sebagai alat pengenalan pola dan analisis data yang unggul daripada metode statistik konvensional yang mengharuskan data berdistribusi normal.
Lebih komprehensif Laras menjelaskan, model yang dibuat mengikuti tahapan-tahapan dalam jaringan saraf tiruan, yakni menentukan arsitektur jaringan saraf tiruan yang meliputi lapisan masukan dan keluaran, penyiapan data sampel, pelatihan data sampel, serta pengujian data yang sudah dan belum dilatih.
Ia menilai, penginderaan jauh dengan satelit digunakan untuk mendeteksi perubahan kadar air dalam tanah atau vegetasi dengan menggunakan indeks inframerah dekat (NIR) 0,7-1,3 μm dan SWIR.
Tiga metode citra satelit multiband dipakai dalam penelitian untuk memperkirakan badan air permukaan, yakni NDVI; NDWI; dan LSWI.
(nah/twu)