Tag: penyakit kronis

  • Rutin Minum Kopi Dapat Cegah 5 Penyakit Kronis Ini, Apa Saja?


    Jakarta

    Tak hanya kafein, kopi memiliki kandungan antioksidan dan komponen lain yang bermanfaat untuk tubuh. Bahkan rutin minum kopi dapat mencegah 5 penyakit kronis.

    Manfaat konsumsi kopi telah menjadi perdebatan pada kalangan ahli selama berpuluh-puluh tahun lamanya. Pada beberapa penelitian terakhir kopi juga dinyatakan sebagai minuman yang berkhasiat untuk kesehatan selam tidak dikonsumsi berlebihan.

    Pada 1991 World Health Organization (WHO) mendeklarasikan hasil penelitian selama 25 tahun dengan menyebut kopi dapat mengurangi risiko beberapa jenis kanker. Manfaatnya konon didapatkan dari kandungan biji kopi yang berasal dari buah ceri kopi dengan berbagai komposisi kimia alaminya.


    “Kopi memiliki ribuan komponen termasuk asam organik, asam amino, dan antioksidan yang dapat melindungi tubuh dari risiko perkembangan kondisi penyakit kronis tertentu,” kata Carey Shore selaku ahli gizi di Methodist Dallas.

    Baca juga: Buah Ini Tertulis Dalam Al-Qur’an, Ampuh Turunkan Kolesterol Tinggi

    Berikut ini 5 penyakit kronis yang dapat dicegah dengan minum kopi menurut Shine Online Health:

    Rutin Minum Kopi Dapat Cegah 5 Penyakit Kronis Ini, Apa Saja?Konsumsi kopi dengan rutin dapat meminimalisir terjadinya gangguan metabolisme pada jantung. Foto: Getty Images/iStockphoto/airdone

    1. Penyakit jantung

    Penyakit jantung menjadi salah satu penyebab kematian terbesar bagi orang dewasa menurut para peneliti. Tetapi hasil pengamatan tersebut juga membuktikan bahwa pria dan wanita yang rutin minum kopi memiliki risiko yang lebih rendah.

    “Kopi berkaitan dengan menurunkan risiko gangguan metabolis yang salah satunya meningkatkan penyakit jantung dan stroke yang berbahaya,” ungkap Shore.

    Setidaknya untuk mendapatkan khasiat sehat kopi terhadap jantung disarankan untuk konsumsi 2 cangkir kopi per hari. Efeknya disebut dapat menurunkan risiko gangguan kardiovaskuler, penyakit jantung koroner hingga kegagalan jantung.

    2. Diabetes tipe 2

    Diabetes tipe 2 menjadi salah satu penyakit yang banyak dialami oleh orang dewasa hingga lanjut usia di Indonesia. Kegagalan tubuh memproduksi insulin yang cukup membuat kadar gula darah sulit untuk dicerna oleh tubuh.

    Ada kandungan mineral tertentu pada kopi yang dapat mencegah dan mengendalikan risiko diabetes tipe 2. Komponen ini merupakan magnesium yang dapat meningkatkan efektivitas produksi insulin dan metabolisme glukosa di dalam tubuh.

    “Kopi memiliki kandungan magnesium, yang diketahui dapat meningkatkan efektivitas insulin hingga metabolismenya di dalam tubuh,” lanjut Shore.

    Penyakit kronis yang dapat dicegah lainnya ada di halaman berikutnya.

    3. Gangguan hati

    Pasien yang divonis mengalami risiko tinggi terhadap gangguan kesehatan hati atau liver sangat dianjurkan untuk konsumsi kopi. Pernyataan ini telah dibuktikan oleh sebuah penelitian pada 2021 yang melibatkan hingga 500 ribu orang partisipan dalam pengamatannya.

    Para peneliti mendapatkan kesimpulan bahwa orang yag minum 2 sampai 3 cangkir kopi sehari akan mengalami penurunan risiko kanker hati. Bahkan termasuk pada beberapa komplikasi yang bisa terjadi seperti kanker endometrium, fibrosis, hingga sirosis yang harus ditangani secara medis dengan tepat.

    4. Kanker usus

    Rutin Minum Kopi Dapat Cegah 5 Penyakit Kronis Ini, Apa Saja?Kesehatan usus dapat dijaga dengan rutin minum kopi. Foto: Getty Images/iStockphoto/airdone

    Tidak hanya penting untuk pencernaan, usus yang sehat juga dapat mempengaruhi otak hingga imunitas tubuh. Konsumen kopi yang minum 1 hingga 3 cangkir kopi setiap hari konon akan mengalami stimulasi pergerakan usus besar yang lebih baik.

    Hasilnya pencernaan akan terjaga kelancarannya dan kadar karsinogen di dalam usus akan berkurang. Ketika usus bergerak lebih aktif maka sisa makanan dan kotoran akan lebih mudah didorong keluar dari sisa pencernaan.

    Shore mengatakan kopi juga dapat menstimulasi produksi asam empedu yang bermanfaat untuk pencernaan. Komponen ini dapat membantu memecah kolesterol terutama jika diseruput pada pagi hari.

    5. Batu empedu

    Selain batu ginjal ada juga gangguan berupa batu empedu yang sama berbahaya. Empedu dibutuhkan oleh tubuh untuk memproduksi cairan empedu yang dapat membantu melarutkan kolesterol yang masuk melalui asupan makanan.

    Tetapi ketika bekerja terlalu keras cairan empedu dapat membeku menjadi kristal yang mengendap. Asupan kopi yang masuk ke dalam tubuh dapat meningkatkan aliran empedu menjadi lebih lancar dan mencegah terbentuknya kristal.

    Pada sebuah penelitian yang dilakukkan selama 8 tahun lamanya menemukan bahwa konsumsi 6 cangkir kopi per hari dapat menurunkan risiko batu empedu hingga 23%. Selain itu pada peminum kopi ringan juga mengalami penurunan risiko 3%-17%. Penelitian ini telah dibuktikan dengan melibatkan lebih dari 100.000 partisipan.

    Baca juga: Asam Segar! 5 Buah Penghancur Batu Ginjal yang Kaya Nutrisi

    (dfl/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Cara Daftar dan Buat Akun SatuSehat Untuk Cek Kesehatan Gratis

    Jakarta

    Program cek kesehatan gratis (CKG) dimulai hari ini Senin (10/2/2025), serentak di seluruh puskesmas Indonesia, terkecuali bagi anak usia sekolah rentang 7 hingga 17 tahun. Inilah cara daftar dan buat akun SatuSehat untuk cek kesehatan gratis.

    Pemerintah menyesuaikan pemberian cek kesehatan gratis pada kelompok tersebut dengan periode ajaran baru Juli 2025.

    Program ini ditargetkan untuk 280 juta penerima dengan total anggaran mencapai Rp 4,7 triliun yang disiapkan pemerintah. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin usai bertemu Prabowo di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat pada Rabu 5 Februari 2025 lalu. Cek kesehatan gratis akan diberikan ketika masyarakat berulang tahun.


    Bagi yang berulang tahun, cek kesehatan bisa dilakukan mulai dari tanggal ulang tahunnya hingga sebulan berikutnya. Sementara itu, khusus untuk yang berulang tahun pada Januari, Februari, Maret, diperbolehkan melakukan cek kesehatan gratis hingga April 2025. Sebab, program ini baru berjalan pada pertengahan Februari.

    Cara Daftar Cek Kesehatan Gratis Ulang Tahun

    Dilansir dari laman Kemenkes, berikut cara untuk mendaftar cek kesehatan gratis yang bisa dilakukan masyarakat. Masyarakat bisa memilih tanggal pemeriksaan sesuai keinginan, mulai tanggal ulang tahun sampai 30 hari setelahnya.

    Berikut ini tiga cara daftar cek kesehatan gratis:

    1. Lewat Aplikasi SatuSehat

    • Unduh dan buka aplikasi SatuSehat Mobile di App Store atau Play Store
    • Login akun SatuSehat menggunakan email, nomor HP atau PIN
    • Klik “Periksa Kesehatan Gratis”
    • Klik “Tiket Pemeriksaan”
    • Klik “Buat Tiket Baru”, lalu isi dan lengkapi data diri
    • Selanjutnya, pilih jadwal dan lokasi pemeriksaan
    • Jika sudah, periksa kembali data dan klik “Simpan”
    • Pendaftaran berhasil dan mendapatkan tiket untuk ditunjukkan ke petugas saat pemeriksaan

    2. Lewat WhatsApp Kemenkes RI

    • Simpan nomor WhatsApp Kemenkes 0811 10500567
    • Ketik “Halo” atau “Hai” di kolom chat WhatsApp Kemenkes
    • Nanti akan Muncul pesan balasan, lalu klik “Cek Kesehatan Gratis”
    • Klik “Ya” untuk setuju melanjutkan pendaftaran
    • Plih ‘SatuSehat Mobile’ untuk mendaftar lewa aplikasi SatuSehat Mobile
    • Jika tidak punya aplikasi SatuSehat Mobile, klik “Tidak”, nanti akan diarahkan ke menu baru. Lalu ikuti langkah selanjutnya
    • Setelah itu tunggu untuk mendapatkan notifikasi tiket CKG untuk ditunjukkan saat pemeriksaan.

    3. Datang Langsung ke Puskesmas

    • Mendatangi puskesmas setempat dengan membawa KTP
    • Datangi langsung puskesmas terdekat sambil membawa KTP
    • Lalu, scan barcode daftar cek kesehatan gratis yang tersedia di puskesmas
    • Isi formulir dengan lengkap
    • Kemudian, scan barcode skrining mandiri yang tersedia di puskesmas
    • Isi data yang diminta
    • Selanjutnya, tunggu sesuai antrian yang berlaku di puskesmas.

    Daftar Pemeriksaan Cek Kesehatan Gratis Ulang Tahun

    Berikut daftar apa saja yang diperiksa dalam program CKG yang disesuaikan dengan kategori usia, antara lain:

    1. Pemeriksaan untuk Bayi

    Deteksi dini pada bayi sangat penting, terutama untuk mencegah komplikasi serius. Beberapa penyakit yang bisa diperiksa, antara lain:

    • Hipotiroid kongenital
    • Penyakit jantung bawaan kritis
    • Hiperplasia adrenal kongenital
    • Defisiensi G6PD
    • Pertumbuhan dan perkembangan
    • Indera pendengaran dan penglihatan
    • Kelainan saluran empedu (hepar)
    • Gigi dan mulut

    2. Pemeriksaan untuk Balita dan Anak Pra-Sekolah

    Kategori usia ini dapat menjalani delapan jenis pemeriksaan yang berfokus pada pertumbuhan, perkembangan, serta kesehatan indera dan gigi. Beberapa di antaranya:

    • Indera pendengaran
    • Indera penglihatan
    • Talasemia
    • Gigi dan mulut
    • Pertumbuhan dan perkembangan fisik

    3. Pemeriksaan untuk Remaja (Hingga Usia 18 Tahun)

    Pada usia remaja, pemeriksaan kesehatan bertujuan untuk memantau risiko penyakit kronis sejak dini. Jenis penyakit yang dapat diperiksa, antara lain:

    • Diabetes melitus
    • Hipertensi
    • Anemia
    • Talasemia
    • Kesehatan jiwa
    • Kebugaran dan obesitas

    4. Pemeriksaan untuk Dewasa (18-39 Tahun)

    Pemeriksaan pada usia dewasa mencakup 14 jenis penyakit dan kondisi kesehatan, termasuk risiko penyakit serius seperti kanker. Beberapa di antaranya:

    • Penyakit ginjal kronik
    • Faktor risiko jantung dan stroke
    • Diabetes melitus
    • Kanker payudara
    • Kanker leher rahim
    • Osteoporosis

    5. Pemeriksaan untuk Dewasa (40-59 Tahun)

    Pada usia ini, risiko penyakit degeneratif meningkat. Program ini menyediakan pemeriksaan untuk 18 jenis penyakit, di antaranya:

    • Kolesterol
    • Faktor risiko stroke
    • Penyakit ginjal kronis
    • Kanker usus besar
    • Paru-paru
    • Kesehatan jiwa

    6. Pemeriksaan untuk Lansia (60 Tahun ke Atas)

    Bagi lansia, pemeriksaan kesehatan mencakup hampir semua organ tubuh, termasuk deteksi penyakit kronis dan degeneratif. Beberapa pemeriksaan yang tersedia:

    • Diabetes melitus
    • Kolesterol
    • Penyakit jantung dan risiko stroke
    • Kanker payudara, kanker leher rahim, dan kanker usus
    • Osteoporosis
    • Geriatri (perawatan kesehatan khusus lansia)

    Program cek kesehatan gratis ini bertujuan untuk mendeteksi penyakit lebih awal, sehingga bisa mencegah komplikasi yang lebih serius. Selain itu, deteksi dini juga membantu masyarakat menjalani gaya hidup sehat dan meningkatkan kualitas hidup di masa depan.

    Jadi, jangan lewatkan kesempatan untuk memeriksa kesehatan secara gratis di Puskesmas atau klinik terdekat. Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan mengikuti program ini!

    Semoga membantu!

    (jsn/fay)

    Sumber : inet.detik.com

    Alhamdulillah اللهم صل على رسول الله محمد teknologi
    ilustrasi gambar : unsplash.com / Jannis Brandt
  • Cara Memperoleh Pin Prioritas MRT, Buat yang Punya Penyakit Kronis

    Cara Memperoleh Pin Prioritas MRT, Buat yang Punya Penyakit Kronis


    Jakarta

    MRT Jakarta menyediakan pin prioritas bagi penumpang dengan penyakit kronis hingga perlu perhatian. Dalam unggahannya di media sosial X, MRT Jakarta menjelaskan penumpang dengan kondisi tersebut masuk kategori Pelanggan Prioritas.

    “Di MRT Jakarta ada pin berwarna ungu yang merupakan tanda bahwa Teman MRT ini memiliki kondisi kondisi khusu yang memerlukan perhatian,” tulis MRT Jakarta dilihat detikTravel pada Jumat (24/10/2025).

    Pengelola MRT Jakarta menjelaskan pin ungu tersebut adalah upaya menghargai tiap penumpang dengan cerita dan perjuangan yang berbeda. Para Pelanggan Prioritas nantinya akan memperoleh perlakuan sesuai kondisinya, misal dibantu untuk menemukan tempat duduk.


    Pin prioritas MRT JakartaPin prioritas MRT Jakarta (dok. X MRT Jakarta)

    Cara Memperoleh Pin Prioritas MRT

    Bagi penumpang MRT yang merasa punya penyakit kronis, berikut cara memperoleh pin prioritas

    • Datang langsung ke loket untuk memperoleh informasi dari petugas
    • Menghubungi contact centre MRT Jakarta di nomor 1500 332 atau kanal media sosial MRT Jakarta.

    Unggahan cara memperoleh pin prioritas MRT Jakarta ini diserbu pelanggan yang memang punya penyakit kronis, atau untuk orang-orang di sekitarnya. Pihak MRT Jakarta menyarankan untuk segera menghubungi loket atau contact centre untuk informasi lebih detail, misal membawa riwayat kesehatan penumpang yang akan memperoleh pin prioritas.

    Sebagai informasi, penyakit kronis adalah gangguan kesehatan yang sudah berlangsung lama biasanya sudah beberapa bulan atau tahun. Penyakit kronis sulit sembuh total, sehingga harus dikelola dengan baik sehingga pasien bisa tetap produktif.

    Salah satu tindak pengelolaan adalah kontrol dan minum obat teratur untuk memperlambat perkembangan dan menekan risiko gejala. Contoh penyakit kronis adalah hipertensi, diabetes, serta gangguan jantung dan pembuluh darah.

    (row/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Pakar Ungkap 5 Kelompok Paling Rentan Saat Cuaca Panas Mendidih, Kamu Termasuk?

    Pakar Ungkap 5 Kelompok Paling Rentan Saat Cuaca Panas Mendidih, Kamu Termasuk?


    Jakarta

    Indonesia sedang dilanda cuaca panas yang cukup ekstrem. Bahkan, terdapat wilayah dengan suhu udara mencapai 38 derajat Celcius.

    Cuaca panas ekstrem ini juga berdampak pada kegiatan manusia sehari-hari. Pakar kesehatan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Evi Rinata MKeb mengatakan jika cuaca panas ekstrem dapat memberikan dampak yang cukup serius terhadap kesehatan.


    Menurut Evi, tubuh akan bekerja lebih ekstra untuk menjaga suhu tetap stabil. Jika mekanisme ini tidak berjalan optimal, seseorang dapat mengalami dehidrasi, kelelahan akibat panas, hingga heat stroke yang bisa mengancam nyawa.

    Panas yang berlebihan dapat memperburuk penyakit-penyakit kronis seperti hipertensi, gangguan jantung, atau asma. Heat stroke juga termasuk dalam salah satu kondisi yang paling serius dan bisa menyebabkan kematian.

    Heat stroke bisa terjadi karena kegagalan proses pengendalian panas dan kegagalan sistem jantung serta pembuluh darah tubuh,” terangnya dalam laman Umsida, dikutip Senin (20/10/2025).

    Cara Tubuh Merespons Cuaca Panas Ekstrem

    Evi menyebut jika tubuh manusia sebenarnya memiliki sistem yang sangat canggih untuk menyesuaikan diri terhadap perubahan suhu, atau disebut termoregulasi.

    “Ketika suhu lingkungan meningkat, tubuh akan meningkatkan pengeluaran keringat dan memperlebar pembuluh darah di kulit untuk membantu mengeluarkan panas,” paparnya.

    Sebaliknya, saat suhu menurun, tubuh akan berusaha mempertahankan panas dengan cara mempersempit pembuluh darah dan menimbulkan rasa menggigil. Namun bila perubahan suhu terjadi secara tiba-tiba dan ekstrem, mekanisme adaptasi ini bisa terganggu.

    Akibatnya, seseorang lebih mudah mengalami stres panas, pusing, atau bahkan gangguan keseimbangan cairan tubuh.

    5 Kelompok Rentan Saat Suhu Panas

    Menurut Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Umsida itu, ada beberapa kelompok masyarakat yang tergolong lebih rentan, yakni:

    1. Lansia

    Kemampuan tubuh lansia dalam menyesuaikan suhu sudah menurun.

    2. Anak-anak

    Sistem pengaturan suhu dalam tubuh anak-anak masih belum sempurna.

    3. Ibu Hamil

    Perubahan hormon dan metabolisme tubuh membuat ibu hamil lebih mudah mengalami dehidrasi.

    4. Pekerja Lapangan

    Pekerja lapangan seperti petani atau nelayan memiliki risiko tinggi karena mereka berada di luar ruangan dalam waktu yang lama.

    5. Individu dengan Penyakit Kronis

    Individu dengan penyakit kronis, seperti hipertensi, diabetes, atau gangguan jantung rentan cuaca panas karena panas dapat memperberat kerja organ vital.

    Cara Menjaga Kesehatan Saat Cuaca Panas

    Beberapa hal sederhana ini bisa dilakukan saat cuaca panas ekstrem, seperti:

    1. Perbanyak minum air putih

    2. Konsumsi makanan bergizi seimbang

    3. Menggunakan pakaian longgar

    4. Hindari aktivitas fisik berat di luar ruangan pada siang hari

    5. Ventilasi rumah yang baik

    (nir/twu)



    Sumber : www.detik.com