Tag: penyangga

  • 6 Hal yang Harus Diperhatikan Saat Pasang Roof Box untuk Mudik, Jangan Asal!


    Jakarta

    Tak sedikit mobil yang memasang roof box selama musim mudik Lebaran. Kompartemen besar di atap mobil itu berguna sebagai wadah ekstra untuk menaruh barang bawaan. Roof box mencegah bagasi tidak kepenuhan dan kabin lebih lega.

    Namun pemasangan roof box tidak boleh sembarangan. Sejumlah hal wajib diperhatikan sebelum instalasi koper besar itu, agar tidak mengganggu performa mobil selama di perjalanan. Apa saja?

    Hal yang Harus Diperhatikan Saat Pasang Roof Box

    Pengendara yang menaruh barang di atap mobil memang disarankan menggunakan roof box alih-alih hanya menutupinya dengan terpal lalu diikat dengan tali. Namun, mengutip pemberitaan detikcom, sejumlah hal berikut mesti diperhatikan:


    1. Struktur Mobil

    Penting memperhatikan struktur kendaraan sebelum memasang roof box. Lihat apakah ada sudut yang keropos/berkarat atau umur mobil sudah lawas.

    Sebelumnya, rangka penyangga atau roof rack dipasang di atap sebagai pondasi roof box. Instalasinya juga perlu mempertimbangkan kelayakan roof rail yang telah terpasang.

    2. Kualitas Kompartemen

    Roof box dan rangka penyangganya harus menggunakan bahan berkualitas yang kokoh dan aman. Harganya cenderung lebih mahal, tapi minim potensi bergetar saat terkena laju angin dengan daya tahan lebih baik.

    3. Cara Pemasangan

    Sebelum memasang roof box, roof rack dan roof rail harus terpasang lebih dulu di atap mobil. Pemasangan roof box yang tidak tepat bisa mempengaruhi faktor aerodinamika mobil.

    “Instalasi pastikan box ada di tengah, tidak menjorok ke depan atau ke belakang, ini bisa dilakukan oleh bengkel yang memang sudah terbiasa instalasi box,” tambah Praktisi Keselamatan Berkendara, Andry Berlianto, pada kesempatan berbeda.

    4. Daya Tampung Maksimum

    Tidak disarankan menaruh bobot terlalu berat di atap mobil. Sebaiknya roof box hanya untuk barang ringan dengan memperhatikan daya tampung maksimalnya. Barang yang terlalu berat hingga melebihi kapasitas maksimal bisa membahayakan kendaraan.

    “Penempatan barang-barang disesuaikan dengan beratnya. Tempatkan yang ringan-ringan dan perhatikan load index nya. Jangan melebihi load index yg tertera,” ucap Training Director Safety Driving Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, kepada detikcom.

    Meningkatkan beban di atap mobil sama dengan memindahkan pusat gravitasi ke area lebih tinggi. Jika hal ini dilakukan, titik keseimbangan mobil menjadi berbeda dari semula. Aspek aerodinamika mobil berubah akibat kehadiran barang bawaan di atasnya.

    5. Gaya Berkendara

    Penambahan roof box yang mengubah titik gravitasi kendaraan ini, membuat pengemudi harus menguasai cara berkendara yang lebih aman. Keberadaan kompartemen roof box memberi efek resistensi pada arah laju mobil.

    “Gaya berkendara tidak boleh zig zag. Karena jika melakukan zig zag, bobot di atas mobil bisa dengan mudah menggoyang badan mobil dan jika ada hambatan angin bisa berakibat buruk mobil oleng,” kata Andry.

    Sementara Sony menyarankan pengemudi tidak terlalu agresif untuk menjaga keseimbangan mobil. Pengemudi wajib menyetir kendaraan dengan lebih hati-hati dan mengutamakan keselamatan.

    6. Laju Mobil

    Kecepatan berkendara juga perlu diturunkan setelah roof box terpasang. Dianjurkan mengurangi laju 10 km per jam dari batas kecepatan normal yang ditentukan jalur.

    “Dikurangi 10 km/jam dari kecepatan yang dianjurkan rambu ya. Untuk mengantisipasi terpaan angin yang datang ke kendaraan,” kata Sony.

    Mobil dengan Roof boxMobil dengan Roof box Foto: Getty Images/iStockphoto/Oleksandr Filon

    Risiko Pasang Roof Box Sembarangan

    Instalasi roof box yang asal-asalan dan penempatan barang bawaan berlebih memiliki risiko selama berkendara. Berikut penjelasannya:

    1. Stabilitas Mobil Berkurang

    Barang yang diletakkan di atap menambah ketinggian kendaraan. Akibatnya, efek body roll bertambah dan kestabilan mobil berkurang. Kondisinya semakin berbahaya ketika mobil melesat kencang di jalan tikungan, lantaran berisiko limbung dan terguling.

    2. Tarikan Lebih Berat

    Aerodinamis mobil bakal terpengaruh barang yang ditaruh di dalam roof box. Tarikannya menjadi berat saat mobil melaju kecepatan tinggi karena semakin besarnya hambatan angin. Kondisi ini jelas berbeda dengan saat mobil tidak diberi roof box dan bawaan ekstra, tapi mengendarai teman dan keluarga

    3. Boros BBM

    Bobot di atap kendaraan berdampak pada aerodinamika hingga penggunaan bahan bakar. Pemakaian bahan bakar akan menjadi lebih boros dari biasanya. Belum lagi beban berat juga dikarenakan jumlah penumpang yang banyak.

    (azn/row)



    Sumber : oto.detik.com

  • Maskapai yang Aneh, Penumpang Mau Rebahkan Kursi Malah Disuruh Bayar

    Maskapai yang Aneh, Penumpang Mau Rebahkan Kursi Malah Disuruh Bayar



    Vancouver

    Maskapai penerbangan WestJet akan segera mengumumkan kebijakan baru. Penumpang yang merebahkan kursi akan kena biaya tambahan!

    Maskapai penerbangan asal Kanada ini akan melakukan perombakan kabin besar-besaran di seluruh armadanya. Kalau sebelumnya hanya punya kelas ekonomi, maskapai ini akan mempromosikan kelas premium.

    Inovasi ini punya efek samping pada kelas ekonomi, kursi yang biasanya bisa direbahkan tidak akan tersedia lagi pada Boeing 737-8 MAX dan 737-800.


    Renovasi ini akan menghadirkan 43 pesawat dengan desain kabin baru. Pesawat pertama yang dikonfigurasi ulang diperkirakan akan mulai beroperasi bulan ini, sementara sisanya akan selesai awal tahun depan, dikurip dari USA Today, Jumat (17/10).

    Maskapai terbesar kedua di Kanada itu mengatakan bahwa desain ‘sandaran tetap’ membantu menjaga ruang pribadi penumpang kelas ekonomi. Nantinya, perbaikan kursi juga akan mencakup sandaran kepala, bantalan kursi, dan penyangga punggung.

    “Sepanjang pengujian pengguna oleh tamu kami, separuhnya menyatakan bahwa mereka lebih menyukai sandaran tetap untuk menghindari rasa terganggu oleh penumpang lain yang mengganggu ruang mereka,” kata maskapai tersebut.

    Kursi yang dapat direbahkan akan tetap ditawarkan bagi penumpang di kabin premium baru dan kursi nyaman yang diperluas, yang harganya lebih mahal.

    Tak hanya kursi penumpang, fasilitas seperti kamar mandi dan dapur juga akan diperbarui. Seluruh armada WestJet juga akan menerima Wi-Fi berkecepatan tinggi yang ditingkatkan, yang gratis bagi anggota WestJet Rewards. Peningkatan Wi-Fi diperkirakan akan terjadi pada akhir tahun 2025.

    “Kabin ini telah dirancang dengan cermat untuk menawarkan layanan WestJet yang ramah di setiap anggaran,” kata Samantha Taylor, wakil presiden eksekutif dan kepala bagian pengalaman WestJet.

    “Hal ini mencerminkan komitmen kami untuk meningkatkan setiap aspek pengalaman perjalanan dan memenuhi permintaan tamu akan penawaran produk yang lebih beragam.”

    (bnl/wsw)



    Sumber : travel.detik.com