Tag: penyayang

  • Dulu Wanita Berhijab Pertama di Miss Universe, Khadija Omar Kini Lepas Hijab

    Somalia

    Kabar mengejutkan datang dari Khadija Omar, wanita berhijab yang mencetak sejarah di ajang Miss Universe 2024. Dulu jadi wanita berhijab pertama yang menjadi finalis Miss Universe, kini Khadija memutuskan untuk tidak lagi memakai hijab.

    Wanita kelahiran Kenya ini pernah membuat gebrakan di dunia kontes kecantikan. Pada 2024, Miss Universe mengumumkan Khadija Omar mewakili Somalia.


    Khadija Omar terpilih sebagai Miss Universe Somalia pada 17 September 2024. Dia pun melenggang ke ajang Miss Universe 2024 di Meksiko. Kehadiran Khadija Omar menjadikan dirinya sebagai wanita berhijab pertama yang berpartisipasi dalam kompetisi Miss Universe ke-73 yang digelar pada November 2024.

    Foto Khadija Omar.Foto Khadija Omar. Foto: Dok. Instagram @khadija.omar.

    Sebelum menjadi wanita berhijab pertama yang masuk Miss Universe, ia juga menjadi wanita berhijab pertama mengikuti Miss World pada 2021.

    Khadijah lahir di kamp pengungsi Hagadera, Kenya, yang dikelola oleh Kantor Lapangan UNHCR Alinjugur. Pada usia 10 tahun, dia dan keluarganya bermigrasi ke Kanada untuk mencari kehidupan yang lebih baik.

    Pengalamannya itu mendorongnya untuk menjadi wanita seperti sekarang ini. Sebagai perempuan yang tangguh, ia menjadi bukti bagi gadis-gadis muda Muslim yang gigih melakukan perubahan.

    Khadija mempunyai beragam talenta yang menginspirasi. Dikutip dari Grazia, Khadija menjadi influencer, model kecantikan dan seorang wanita yang bangga dengan keterampilan tata riasnya.

    Khadija Omar Putuskan Lepas Hijab

    Dikutip melalui akun Instagram pribadinya @khadija.omarr, ia mengunggah foto OOTD dengan tidak menggunakan hijab. Pada Maret 2025 ini, dia memperlihatkan rambut panjangnya yang terurai.

    Tepat pada ulang tahunnya, Khadija mengumumkan perjalanan kariernya dalam ajang kecantikan dunia. Ia pun mengucapkan terima kasih terhadap dukungan yang sudah diberikan untuknya.

    “21 Maret, saya berusia 24 tahun. Selama beberapa bulan terakhir, saya telah meluangkan waktu untuk merenungkan perjalanan saya tentang pertumbuhan, tantangan, dan evolusi siapa saya,” tulis Khadija di akun Instagramnya.

    “Menjadi Miss Universe Somalia dan mewakili gadis-gadis Somalia dalam kontes kecantikan telah menjadi salah satu kehormatan terbesar dalam hidup saya. Saya akan selamanya berterima kasih atas dukungan yang saya terima dari komunitas saya dan kesempatan untuk membuka pintu yang pernah ditutup untuk kami,” ucapnya.

    Khadija memutuskan untuk melepas hijab setelah memikirkan secara matang dan mempertimbangkannya. Baginya keputusan melepas hijab tidaklah datang dengan mudah.

    “Hari ini, saya membagikan keputusan yang sangat pribadi: saya telah memilih untuk tidak lagi mengenakan hijab. Pilihan ini tidak datang dengan mudah, itu datang setelah bertahun-tahun mencoba yang terbaik, menghadapi pertempuran internal, dan masih sangat menghormati apa yang diwakili oleh hijab. Tetapi saya telah datang ke tempat di mana saya siap untuk merangkul pertumbuhan, perubahan, dan melakukan apa yang terasa benar bagi saya di kehidupan ini,” tuturnya.

    “Kepada setiap gadis Somalia, setiap gadis berhijab: perjalanan kamu adalah milik kamu sendiri. Bagaimana kamu memilih untuk berpakaian atau tampil di dunia sepenuhnya adalah keputusan kamu, dan bukan milik orang lain. Aku melihatmu, aku mencintaimu, dan aku akan selalu membela hakmu untuk memilih sendiri,” jelas Khadija lagi.

    Dalam foto yang diunggah, Khadija terlihat mengenakan busana pengantin tradisi khas Somalia rancangan @erewor_by_priye. Dia menjelaskan makna dari busananya tersebut.

    “Terima kasih kepada @erewor_by_priye untuk gaun khusus yang indah ini yang memadukan kain Somalia dan desain Nigeria untuk menandai babak baru ini, dan untuk @pytartistry untuk kemewahan yang menakjubkan. Ini untuk melanjutkan misi menciptakan lebih banyak kesempatan bagi gadis-gadis Somalia terutama di ruang-ruang seperti pageantry. Kita baru saja memulai,” ucap Khadija.

    Postingan Khadija Omar yang memutuskan melepas hijabnya itu sudah mendapatkan 280 komentar dan mendapatkan beragam reaksi netizen.

    “Khadija. Kami mencintaimu. Di mana hijabmu? Itu identitasmu, kamu sudah meninggalkannya? Benarkah?” ucap pengguna TikTok @sleek_blessing.

    “Semoga Allah membuat memakai hijab lebih mudah untukmu dan semua wanita Muslim dan menghilangkan segala perjuangan yang menyertainya. Kalian semua cantik dengan hijab kalian!” ujar akun @Rudebwoyy_00.

    “Kamu adalah putri Tuhan dan dia mencintaimu apa adanya. Dan itu adalah antara kamu dan yang maha besar dan maha penyayang. Tidak ada yang bisa menilai kecuali dia. Kamu ikuti hatimu, hidup ini adalah perjalananmu dan tidak ada orang lain,” saut akun @therealsilviasacademy.

    “Hijabmu membuatmu berbeda di sana. Banyak pecinta kontes mengikutimu hanya karena itu,” timpal akun @Andramover.

    (gaf/eny)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • Sosok Kan’an, Putra Nabi Nuh AS yang Durhaka dan Pura-pura Beriman

    Sosok Kan’an, Putra Nabi Nuh AS yang Durhaka dan Pura-pura Beriman



    Jakarta

    Kan’an adalah salah putra dari Nabi Nuh AS. Ia merupakan anak yang durhaka dan menyembunyikan kebencian terhadap sang ayah dengan berpura-pura beriman.

    Menukil dari buku Menengok Kisah 25 Nabi & Rasul karya Ustaz Fatih, Nuh AS memiliki empat orang putra. Putra pertamanya bernama Kan’an, putra kedua bernama Yafith, ketiga bernama Sam dan keempat bernama Ham.

    Suatu hari, Nabi Nuh AS memerintahkan kaumnya untuk naik ke bahtera. Ia juga membawa hewan-hewan naik ke bahtera tersebut agar selamat dari azab yang Allah SWT ditimpakan.


    Kala itu, Allah SWT mengazab kaum Nabi Nuh AS yaitu bani Rasib seperti dijelaskan dalam Qashash al-Anbiyaa oleh Ibnu Katsir yang diterjemahkan Umar Mujtahid. Mereka memperlakukan Nuh AS dengan kasar dan menyekutukan sang Khalik hingga akhirnya Allah SWT menurunkan banjir bandang yang luar biasa dahsyatnya.

    Allah SWT berfirman dalam surah Al Ankabut ayat 14-15,

    وَلَقَدْ اَرْسَلْنَا نُوْحًا اِلٰى قَوْمِهٖ فَلَبِثَ فِيْهِمْ اَلْفَ سَنَةٍ اِلَّا خَمْسِيْنَ عَامًا ۗفَاَخَذَهُمُ الطُّوْفَانُ وَهُمْ ظٰلِمُوْنَ ١٤
    فَاَنْجَيْنٰهُ وَاَصْحٰبَ السَّفِيْنَةِ وَجَعَلْنٰهَآ اٰيَةً لِّلْعٰلَمِيْنَ ١٥

    Artinya: “Sungguh, Kami benar-benar telah mengutus Nuh kepada kaumnya, lalu dia tinggal bersama mereka selama seribu tahun kurang lima puluh tahun. Kemudian, mereka dilanda banjir besar dalam keadaan sebagai orang-orang zalim. Maka, Kami selamatkan Nuh dan para penumpang bahtera serta Kami jadikannya sebagai pelajaran bagi alam semesta.”

    Kan’an enggan ikut dengan sang ayah meski Nabi Nuh AS sudah memintanya. Ini diceritakan dalam firman Allah SWT dalam surah Hud ayat 42-43,

    وَهِىَ تَجْرِى بِهِمْ فِى مَوْجٍ كَٱلْجِبَالِ وَنَادَىٰ نُوحٌ ٱبْنَهُۥ وَكَانَ فِى مَعْزِلٍ يَٰبُنَىَّ ٱرْكَب مَّعَنَا وَلَا تَكُن مَّعَ ٱلْكَٰفِرِينَ قَالَ سَـَٔاوِىٓ إِلَىٰ جَبَلٍ يَعْصِمُنِى مِنَ ٱلْمَآءِ ۚ قَالَ لَا عَاصِمَ ٱلْيَوْمَ مِنْ أَمْرِ ٱللَّهِ إِلَّا مَن رَّحِمَ ۚ وَحَالَ بَيْنَهُمَا ٱلْمَوْجُ فَكَانَ مِنَ ٱلْمُغْرَقِينَ

    Artinya: “Dan bahtera itu berlayar membawa mereka dalam gelombang laksana gunung. Dan Nuh memanggil anaknya, sedang anak itu berada di tempat yang jauh terpencil: “Hai anakku, naiklah (ke kapal) bersama kami dan janganlah kamu berada bersama orang-orang yang kafir,”

    Anaknya menjawab: “Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air bah!”

    Nuh berkata: “Tidak ada yang melindungi hari ini dari azab Allah selain Allah (saja) Yang Maha Penyayang.”

    Dan gelombang menjadi penghalang antara keduanya; maka jadilah anak itu termasuk orang-orang yang ditenggelamkan.” (QS. Hud: 42-43)

    Dikisahkan dalam buku Insan Pilihan Tuhan tulisan M Arief Hakim, Kan’an tidak mendengar sang ayah dan mendaki ke atas gunung untuk menyelamatkan diri tanpa rasa takut. Air terus mengejarnya sampai ke puncak gunung.

    Putra Nuh AS berpikir dia akan selamat namun nyatanya air bah menelan Kan’an dan ia tenggelam dalam pusaran air yang dahsyat bersama kaum Nuh AS yang zalim. Dalam keadaan seperti itu, Nabi Nuh AS memohon kepada Allah SWT agar putranya diselamatkan seperti disebutkan pada surah Hud ayat 45,

    وَنَادَىٰ نُوحٌ رَّبَّهُۥ فَقَالَ رَبِّ إِنَّ ٱبْنِى مِنْ أَهْلِى وَإِنَّ وَعْدَكَ ٱلْحَقُّ وَأَنتَ أَحْكَمُ ٱلْحَٰكِمِينَ

    Artinya: “Dan Nuh berseru kepada Tuhannya sambil berkata: “Ya Tuhanku, sesungguhnya anakku termasuk keluargaku, dan sesungguhnya janji Engkau itulah yang benar. Dan Engkau adalah Hakim yang seadil-adilnya.”

    Lalu, Allah SWT menjawab dalam firman-Nya pada surah Hud ayat 46,

    قَالَ يَٰنُوحُ إِنَّهُۥ لَيْسَ مِنْ أَهْلِكَ ۖ إِنَّهُۥ عَمَلٌ غَيْرُ صَٰلِحٍ ۖ فَلَا تَسْـَٔلْنِ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِۦ عِلْمٌ ۖ إِنِّىٓ أَعِظُكَ أَن تَكُونَ مِنَ ٱلْجَٰهِلِينَ

    Artinya: “Allah berfirman: “Hai Nuh, sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu (yang dijanjikan akan diselamatkan), sesungguhnya (perbuatan)nya perbuatan yang tidak baik. Sebab itu janganlah kamu memohon kepada-Ku sesuatu yang kamu tidak mengetahui (hakekat)nya. Sesungguhnya Aku memperingatkan kepadamu supaya kamu jangan termasuk orang-orang yang tidak berpengetahuan.”

    Kisah Kan’an, putra Nabi Nuh AS, yang ingkar terhadap ayat-ayat Allah SWT semoga menjadi pelajaran bagi kita semua. Semoga kita tidak termasuk ke dalam golongan orang-orang yang ingkar. Naudzubillah min dzalik.

    (aeb/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • Kisah Nabi Ya’qub AS Kehilangan Penglihatan setelah Menangisi Yusuf AS

    Kisah Nabi Ya’qub AS Kehilangan Penglihatan setelah Menangisi Yusuf AS



    Jakarta

    Nabi Ya’qub AS merupakan ayah dari Nabi Yusuf AS. Ia sangat menyayanginya hingga menimbulkan kecemburuan di antara saudara-saudara Yusuf AS.

    Menukil dari buku Hikmah Kisah Nabi dan Rasul karya Ridwan Abdullah Sani, saudara-saudara Yusuf AS lantas memiliki rencana buruk. Mereka menjebloskan Yusuf AS kecil ke dalam sebuah sumur.

    Allah SWT berfirman dalam surah Yusuf ayat 15,


    فَلَمَّا ذَهَبُوْا بِهٖ وَاَجْمَعُوْٓا اَنْ يَّجْعَلُوْهُ فِيْ غَيٰبَتِ الْجُبِّۚ وَاَوْحَيْنَآ اِلَيْهِ لَتُنَبِّئَنَّهُمْ بِاَمْرِهِمْ هٰذَا وَهُمْ لَا يَشْعُرُوْنَ ١٥

    Artinya: “Maka, ketika mereka membawanya serta sepakat memasukkannya ke dasar sumur, (mereka pun melaksanakan kesepakatan itu). Kami wahyukan kepadanya, ‘Engkau kelak pasti akan menceritakan perbuatan mereka ini kepada mereka, sedangkan mereka tidak menyadari.’”

    Setelah itu, para saudara Yusuf AS berbohong dan mengatakan bahwa Nabi Yusuf AS telah tewas akibat diterkam binatang buas. Mendengar cerita itu, Nabi Ya’qub AS sedih bukan main hingga terus menerus menangis sampai-sampai kedua matanya buta.

    Meski demikian, Allah SWT memberi kekuatan kepada Ya’qub AS untuk tetap tegar melewati ujian. Padahal, putra-putranya berbohong karena sebetulnya Nabi Yusuf AS masih hidup.

    Dikisahkan dalam Qashash Al Anbiya oleh Ibnu Katsir terjemahan Umar Mujtahid dkk, setelah sekian lama waktu berlalu, ia dapat mencium aroma baju Yusuf AS. Seperti diketahui, Ya’qub AS dikaruniai mukjizat indra penciuman yang tajam.

    Setelah mencium aroma baju Nabi Yusuf AS, tiba-tiba Nabi Ya’qub AS dapat melihat kembali. Ini terjadi ketika baju tersebut diusapkan ke wajah sang nabi.

    Mengetahui hal itu, Nabi Ya’qub AS memohon ampunan atas perbuatan anak-anaknya seperti tertuang dalam surah Yusuf ayat 98,

    قَالَ سَوْفَ اَسْتَغْفِرُ لَكُمْ رَبِّيْ ۗاِنَّهٗ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ ٩٨

    Artinya: “Dia (Ya’qub) berkata, “Aku akan memohonkan ampunan bagimu kepada Tuhanku. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

    Saudara-saudara Yusuf AS juge memohon ampun kepada Allah SWT atas kejahatan yang pernah mereka perbuat. Sang Khalik yang Maha Pemaaf, memberi mereka ampun dan mengabulkan permohonan mereka.

    Wallahu a’lam

    (aeb/kri)



    Sumber : www.detik.com