Tag: performa mobil

  • Berapa Kilometer Idealnya untuk Ganti Oli CVT Mobil? Ini Efeknya Jika Telat


    Jakarta

    Demi menjaga performa mobil dan membuat sistem umur panjang, oli mesin perlu diganti secara berkala. Pasalnya, beberapa komponen mesin punya batas usia pakai.

    Tak terkecuali untuk oli model Continuously Variable Transmission (CVT) yang membutuhkan perawatan rutin untuk diganti. Dilansir Boulder Nissan, CVT sendiri adalah jenis transmisi otomatis yang menggunakan sistem sabuk dan katrol, untuk menyediakan rasio gigi yang tak terbatas.

    Hal ini memungkinkan akselerasi yang halus dan efisien. Namun, dengan teknologi yang dimiliki CVT muncul juga tanggung jawab untuk merawatnya dengan benar.


    Mengetahui Kapan Waktu Ganti Oli CVT Mobil Berdasarkan Km

    Pemilihan mobil dengan transmisi CVT atau jenis lainnya bergantung pada preferensi maupun kebutuhan masing-masing.

    Menurut Honda Surabaya Center, disarankan oli CVT mobil diganti setiap 40.000 km atau sekitar 2 tahun. Ada juga yang melakukan penggantian oli pada transmisi CVT setiap kelipatan jarak tempuh mencapai 30.000 kilometer.

    Beberapa merekomendasikan penggantian oli CVT setiap per 20.000 km sampai 50.000 km.

    Dari informasi di atas, sejatinya tidak ada patokan pasti mengenai waktu penggantian oli CVT. Waktu penggantian oli CVT ditentukan berdasarkan pemakaian dan kondisi oli.

    Saat mobil digunakan dalam keadaan berat maka kerja transmisi juga akan menjadi lebih berat. Semantara jika mobil jarang digunakan, tidak menjamin juga oli bisa bertahan lama.

    Dilansir laman Suzuki Indonesia, kualitas oli mesin mobil yang tidak digunakan hingga 3 bulan lebih juga akan menurun. Mulanua berwarna bening, oli akan berubah menjadi kehitaman.

    Meskipun mobil tidak dipakai dan km tidak bertambah, oli masih tetap bisa rusak. Artinya, penggantian oli juga tidak hanya berpatokan pada kilometer.

    Efek Telat Ganti Oli Transmisi CVT

    Jika oli transmisi terkontaminasi atau kehilangan viskositasnya, kinerja transmisi bisa menurun. Dalam skenario terburuk, hal ini bahkan bisa menyebabkan kegagalan transmisi.

    Pastikan cairan transmisi tetap bersih dan pada level yang tepat. Oleh karena itu, penggantian tepat waktu dilakukan untuk menjaga transmisi dan mempertahankan kinerja kendaraan yang optimal.

    Penggunaan jenis cairan transmisi yang salah juga bisa menyebabkan kerusakan yang signifikan.

    Sebagai catatan, beberapa kendaraan mungkin memerlukan penggantian cairan yang lebih sering. Hal ini juga tergantung pada jenis pengendaraan dan usia kendaraan.

    Beberapa produsen mobil bahkan mungkin merekomendasikan pengurasan cairan transmisi, daripada penggantian cairan sederhana.

    Keunggulan dan Kelemahan Transmisi CVT

    Dirangkum dari situs resmi Hyundai, berikut merupakan beberapa keuntungan utama CVT dalam kendaraan secara umum:

    Keunggulan Transmisi CVT

    • Memiliki kemampuan untuk menjaga mesin dalam kecepatan secara optimal.
    • Mampu secara otomatis menyesuaikan rasio transmisi dengan kecepatan kendaraan.
    • Membuat mesin bisa bekerja dengan efisien pada setiap kecepatan.
    • Mobil bisa lebih hemat bahan bakar, sehingga menghasilkan emisi yang lebih rendah.
    • Memberikan pengalaman mengemudi yang lebih lancar serta nyaman.
    • Perpindahan gigi yang halus sehingga bisa membuat pengemudi lebih nyaman.

    Kelemahan Transmisi CVT

    • Tidak cocok untuk mobil bertenaga besar, karena bisa mengurangi performa mesin.
    • Biaya perawatannya cenderung bisa lebih mahal.
    • Kurang cocok untuk kondisi berkendara yang ekstrem, karena cenderung lebih cepat panas kalau dibandingkan dengan jenis transmisi lainnya.

    Semoga informasi di atas bisa menambah pemahaman dan gambaran detikers dalam mengganti oli untuk mobil dengan sistem transmisi CVT.

    (khq/fds)



    Sumber : oto.detik.com

  • Ini 5 Dampak Menggunakan Oli Palsu, Mesin Mobil Bisa Jebol!


    Jakarta

    Mengganti oli mesin wajib dilakukan secara berkala. Beberapa pengendara memilih mengganti oli di bengkel resmi, namun sebagian lebih memilih di bengkel umum.

    Nah, detikers perlu hati-hati ketika ingin mengganti oli mesin. Sebab, ada beberapa oknum bengkel nakal yang menjual oli palsu kepada konsumen.

    Penggunaan oli palsu sangat berbahaya bagi kesehatan mobil, terutama pada komponen mesin. Hal tersebut akan mempengaruhi performa mobil ketika berkendara di jalan.


    Lantas, apa saja dampak yang ditimbulkan dari oli palsu? Berikut penjelasannya.

    Dampak Menggunakan Oli Palsu

    Ada sejumlah dampak yang ditimbulkan dari penggunaan oli palsu untuk mesin mobil. Dilansir laman Suzuki, berikut sejumlah dampaknya:

    1. Tarikan Mesin Terasa Berat

    Dampak yang paling mudah dirasakan adalah tarikan mesin terasa lebih berat. Hal ini terjadi karena oli palsu menghasilkan endapan kotoran yang membuat komponen di dalam mesin, seperti piston, klep, dan lain sebagainya tidak bisa berfungsi secara optimal.

    2. Mesin Cepat Panas

    Oli palsu tentunya tidak bekerja secara optimal dibandingkan oli asli bawaan pabrikan. Dalam jangka panjang, penggunaan oli palsu menyebabkan mesin jadi cepat panas (overheat).

    Kondisi itu disebabkan karena oli palsu tidak mampu memberikan pelumasan yang maksimal di mesin. Alhasil, terjadi gesekan antara komponen hingga menimbulkan panas yang berlebihan pada mesin.

    3. Mesin Mobil Sulit Dihidupkan

    Dampak selanjutnya adalah mesin mobil jadi sulit untuk dihidupkan. Umumnya, kondisi ini terjadi ketika kamu ingin memanaskan mobil di pagi hari sebelum beraktivitas.

    Selain sulit dihidupkan, suara dari mesin juga terdengar kasar. Kalau dibiarkan secara terus-menerus, bukan tak mungkin mesin mobil mengalami kerusakan parah.

    4. Mesin Jebol

    Penggunaan oli yang asli akan membuat usia mesin lebih panjang dan performanya tetap stabil. Lain halnya jika menggunakan oli palsu, hal ini menyebabkan umur mesin jadi pendek karena sering mengalami kerusakan.

    Dalam jangka panjang, penggunaan oli palsu bisa menyebabkan mesin jebol. Soalnya, oli palsu tidak mampu untuk melumasi berbagai komponen di dalam mesin.

    5. Terdapat Endapan Lumpur di Dalam Mesin

    Ketika mesin sudah jebol, biasanya terdapat endapan lumpur atau gumpalan oli yang tebal di dalam rongga mesin. Kondisi ini disebut sebagai oil sludge.

    Oil sludge disebabkan oleh kotoran hasil oksidasi yang terbentuk karena adanya endapan, sisa pembakaran, atau kerak oli yang bercampur dengan pelumas baru. Sisa pembakaran tersebut akan menggumpal dan menempel di permukaan komponen mesin.

    Adanya oil sludge di dalam mesin dapat menyumbat saluran oli mesin yang kecil, sehingga mesin tidak dapat bekerja secara optimal. Maka dari itu, dampaknya bisa membuat komponen mesin cepat rusak hingga berpotensi jebol.

    Cara Membedakan Oli Asli dan Palsu

    Sebagian dari detikers mungkin ada yang kesulitan dalam membedakan oli asli dan palsu. Sebenarnya, cara membedakan kedua oli tersebut cukup mudah jika kamu teliti.

    Dilansir situs Auto2000, berikut cara membedakan oli asli dan palsu:

    1. Cek nomor produksi di botol oli, jika yang tertera di tutup dan botol kemasan berbeda, ada indikasi oli tersebut palsu.
    2. Cek segel kemasan di botol oli, pastikan masih tersegel dengan baik.
    3. Lihat label dan hologram di botol oli, jika cetakan labelnya punya kualitas rendah maka dicurigai oli tersebut palsu.
    4. Lihat warna olinya, jika kuning cerah tandanya oli tersebut asli dan masih baru. Kalau warna oli cenderung cokelat kehitaman, ada indikasi oli tersebut palsu.

    Itu dia dampak menggunakan oli palsu pada mesin mobil. Jadi, tetap waspada saat membeli oli agar tidak mendapatkan oli palsu.

    (ilf/fds)



    Sumber : oto.detik.com

  • 7 Penyebab Setir Mobil Bergetar saat Kecepatan Tinggi dan Cara Mengatasinya


    Jakarta

    Saat memacu mobil dalam kecepatan tinggi, detikers mungkin merasakan setir mobil bergetar. Hal ini bisa berbahaya, karena mengindikasikan ada bagian yang rusak dan bermasalah.

    Jika dibiarkan, setir yang bergetar bisa meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan. Karena itu, detikers sebaiknya mencari tahu penyebab setir mobil bergetar dan mengatasinya.

    Penyebab Setir Mobil Bergetar

    Dirangkum dari situs Honda Sukun Malang dan Hyundai, berikut ini 7 kemungkinan penyebab setir mobil bergetar:


    1. Roda Tidak Seimbang

    Jika setir mobil bergetar meski berada di jalan halus, kemungkinan permasalahannya ada pada roda yang tidak seimbang. Hal ini terjadi karena balancing roda mobil sudah aus dan tidak pernah dilakukan balancing dan spooring.

    2. Kerusakan Pada Velg

    Masalah velg salah satunya adalah mengalami deformasi pada lingkar dan permukaannya. Velg yang tidak melingkar secara rata bisa mengakibatkan putaran ban tidak seimbang. Pengecekan velg ini harus dilakukan sebelum melakukan perbaikan balancing dan spooring.

    3. Bagian Kaki-kaki Bermasalah

    Kaki-kaki mobil juga menjadi bagian penting untuk diperhatikan. Jika komponennya sudah aus, maka bisa berpengaruh pada setir mobil.

    Salah satu kerusakan adalah ball joint yang menyebabkan roda berbunyi dan bergetar. Ball joint kemungkinan rusak pada bagian upper arm dan lower arm.

    Komponen lainnya adalah tie rod yang menghubungkan long tie rod atau rack end. Ketika tie rod rusak, maka akan menimbulkan bunyi aneh saat mobil melaju kencang, serta setir mobil tidak bisa otomatis lurus setelah menikung.

    Selain itu, bearing atau bantalan roda yang aus dapat menyebabkan setir mobil bergetar saat berkecepatan tinggi. Bantalan roda aus karena mengalami gesekan berulang akibat pergerakan roda dan beban kendaraan.

    4. Rem Bermasalah

    Kemungkinan lainnya adalah masalah pada rem. Cek bagian rem cakram apakah sudah tidak rata. Masalah ini bisa menyebabkan setir mobil bergetar.

    5. Kinerja Engine Mounting

    Kinerja engine mounting yang sudah tidak baik akan menimbulkan getaran mesin, bahkan getarannya bisa terasa sejak mesin dihidupkan. Saat mobil berjalan, setir mobil pun terasa bergetar dan membuat laju mobil terganggu.

    6. Tekanan Angin Kurang Pas

    Tekanan angin juga harus sesuai setelan pabrikan. Jika tekanan angin kurang pas, baik kurang maupun terlalu penuh, maka bisa mempengaruhi performa mobil, termasuk menyebabkan setir mobil bergetar.

    7. Kondisi Tapak Ban Menipis

    Kondisi tapak ban yang menipis juga mempengaruhi getaran pada setir. Jika permukaan ban sudah tipis, maka segera ganti ban dengan yang baru.

    Cara mengeceknya adalah dengan memperhatikan Tradewear Indicator (TWI) atau penanda yang biasanya terletak di sela-sela alur ban. Jika permukaan ban sudah sejajar dengan TWI, berarti sudah harus segera diganti.

    Cara Mengatasi Setir Mobil Bergetar

    Jika mengalami setir mobil bergetar, detikers bisa mengatasinya dengan beberapa cara. Berikut ini cara mengatasi setir mobil bergetar yang dikutip dari situs Astra-Daihatsu:

    1. Lakukan Balancing dan Spooring

    Melakukan perawatan balancing dan spooring dilakukan untuk membuat setir lebih nyaman seperti kondisi semula. Balancing dilakukan untuk menyeimbangkan keempat roda, sedangkan spooring dilakukan untuk memastikan sudut roda sesuai dengan spesifikasi pabrik.

    2. Cek Kondisi Ban dan Velg

    Cek kondisi ban dan velg. Ban yang sudah tipis harus segera diganti. Velg harus dipastikan dalam melingkar rata atau tidak bengkok. Velg bengkok dapat disetel agar kembali seperti semula.

    3. Cek dan Ganti Komponen yang Aus

    Jika ada komponen aus, terutama pada kaki-kaki, seperti bearing roda, tie rod, dan ball joint aus, maka sebaiknya dilakukan penggantian.

    4. Periksa Setelan Mesin dan Pengapian

    Periksa juga setelah mesin dan pengapian apakah masih bekerja dengan baik. Komponen busi, kabel busi, dan sistem pengapian lainnya juga harus dalam kondisi baik. Lakukan servis rutin untuk memastikannya tetap optimal.

    Itulah tadi 7 kemungkinan penyebab setir mobil bergetar saat kecepatan tinggi. Detikers dapat mengecek dan mengatasinya sendiri, atau bawalah ke bengkel untuk bisa dilakukan pengecekan menyeluruh.

    (bai/row)



    Sumber : oto.detik.com

  • Amankah Ganti Oli Mobil Lebih Cepat dari Biasanya? Ini Penjelasannya


    Jakarta

    Oli mesin mobil harus diganti secara berkala. Apabila detikers jarang mengganti oli mesin, hal tersebut dapat mempengaruhi performa mobil hingga bahkan memicu sejumlah kerusakan.

    Sedikit informasi, oli mesin berfungsi untuk melindungi komponen dalam mesin yang saling bergesekan saat mobil berjalan. Penggunaan oli dapat menjaga komponen agar tidak cepat aus, tahan lama, dan performa mesin tidak cepat menurun.

    Dilansir situs Auto 2000, pada umumnya oli mesin mobil perlu diganti setiap interval 10.000 Km atau enam bulan sekali. Namun, frekuensi mengganti oli mesin juga tergantung dari mana yang lebih dulu tercapai, apakah hitungan jarak tempuh atau waktu.


    Akan tetapi, apakah boleh jika mengganti oli mesin sebelum mencapai batas kilometer yang telah ditentukan? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

    Apakah Aman Mengganti Oli Mesin Mobil Lebih Cepat?

    Masih mengutip Auto 2000, sebenarnya sah-sah saja jika detikers mengganti oli mesin mobil lebih cepat dari biasanya. Namun, sebaiknya pertimbangankan lebih dulu sebelum benar-benar memutuskan untuk mengganti oli mesin lebih cepat dari yang telah ditentukan.

    Adapun hal-hal yang membuat detikers perlu mengganti oli mesin lebih cepat, di antaranya:

    1. Menggunakan Jenis Oli Non Sintetis

    Kebanyakan oli mesin yang dijual di pasaran telah mengusung teknologi sintetis. Namun, ada juga sejumlah oli yang non sintetis.

    Jika kamu menggunakan oli non sintetis, disarankan untuk segera mengganti oli ketika sudah mencapai 5.000 Km. Sebab, penggunaan oli non sintetis memiliki daya tahan yang lebih rendah sehingga cepat menguap, mudah teroksidasi, dan struktur molekulnya yang tidak rata.

    2. Melalui Jalan dengan Medan yang Berat

    Jika kamu menggunakan mobil hanya untuk berkendara di perkotaan, tentu tak harus buru-buru mengganti oli mesin. Lain halnya jika kamu melalui jalur menanjak dan medan yang berat setiap hari, sudah sepatutnya untuk lebih sering mengganti oli mesin.

    Soalnya, mesin mobil harus bekerja lebih keras dan selalu berada di putaran tinggi. Alhasil, mesin jadi lebih cepat panas sekaligus mempengaruhi fungsi oli dalam melumasi mesin.

    Apabila oli mesin tak diganti secara berkala, dikhawatirkan bisa menyebabkan degradasi pada komponen mesin. Tak hanya mempengaruhi performa mobil, tetapi juga bisa memicu kerusakan yang merembet ke bagian lainnya.

    3. Mengangkut Beban yang Berat

    Jika mobil detikers sering membawa beban berat, seperti mengangkut barang atau penumpang, maka disarankan untuk lebih cepat mengganti oli mesin. Beban yang berat juga dapat mempengaruhi kinerja mesin karena harus bekerja lebih ekstra untuk menghasilkan tenaga besar.

    4. Melalui Jalanan yang Panas dan Berdebu

    Apakah mobil detikers sering melalui jalanan yang suhunya panas dan berdebu? Jika iya, maka dianjurkan untuk lebih cepat mengganti oli dari waktu yang ditentukan.

    Sebab, suhu udara yang panas dapat mempengaruhi kondisi mesin, salah satunya bisa memicu overheat. Jika mesin sudah terlalu panas maka oli tidak dapat berfungsi dengan optimal.

    5. Sering Melalui Jalanan Macet

    Ketika melintasi jalanan yang macet, tentu detikers akan lebih sering stop and go. Kondisi ini ternyata dapat mempengaruhi kualitas oli mesin, soalnya komponen mesin akan terus berputar walaupun mobil lebih banyak berhenti dan sedikit berjalan.

    Jika tetap mengganti oli mesin sesuai jarak tempuh interval, dikhawatirkan kondisi oli sudah buruk sehingga tak bisa melumasi komponen mesin secara optimal. Maka dari itu, sebaiknya ganti oli mesin lebih cepat demi menjaga performa mobil tetap oke.

    Itu dia lima hal yang bisa menjadi pertimbangan untuk mengganti oli mesin mobil lebih cepat. Semoga dapat membantu detikers!

    (ilf/fds)



    Sumber : oto.detik.com

  • Habis Dipakai Long Weekend, Ini 10 Komponen Mobil Hybrid yang Perlu Diperiksa



    Jakarta

    Bagi Anda yang bepergian menggunakan mobil pribadi saat momen long weekend pekan lalu jangan lupa mengecek sepuluh komponen yang ada di kendaraan Anda, apalagi jika mobil yang digunakan adalah jenis hybrid. Hal ini bertujuan untuk memastikan mobil hybrid Anda tetap terjaga kondisinya dan siap digunakan lagi buat aktivitas harian.

    10 Komponen Mobil Hybrid yang Perlu Diperiksa

    Dijelaskan Auto2000 dalam keterangan resminya, berikut 10 komponen mobil hybrid yang perlu diperiksa setelah digunakan untuk perjalanan jauh:

    1. Ban

    Selain menopang bobot mobil beserta penumpang dan barang, ban juga bertugas menyalurkan akselerasi dan memberikan pengereman yang optimal. Ban harus dapat pula dibelokkan dengan mudah untuk membantu manuver di jalan.


    Cek kondisi ban dengan memperhatikan tekanan pada ban sesuai arahan pabrikan, dan cek tanda keausan pada tapak ban. Bersihkan alur ban dari kerikil dan pastikan tidak ada yang sobek atau benjol. Perhatikan pula kondisi dinding ban dari risiko kerusakan serupa. Segera ganti ban yang bermasalah.

    2. Kaki-kaki

    Shock absorber tak boleh ada kebocoran, termasuk karet-karet penyangga yang getas dan robek. Pastikan juga kemudi tetap bisa bekerja dengan baik tanpa kendala. Jangan sampai kerusakan pada part kaki-kaki malah mengganggu saat berkendara harian maupun saat menemani wisata libur panjang.

    3. Motor Listrik

    Komponen lain yang wajib dicek adalah motor listrik mobil hybrid. Karena meneruskan tenaga terus-menerus, kerja motor listrik terbilang berat, apalagi kalau mobil melewati jalan banjir atau rusak. Pastikan tidak ada masalah pada parts penting ini dengan melakukan servis berkala.

    4. Baterai Hybrid

    Meskipun memiliki pelindung yang kuat, lokasi baterai di bawah dek penumpang cukup rawan masalah seperti terkena benturan, panas, juga air. Cek baterai dan rumahnya, termasuk kisi-kisi pendingin seperti milik Kijang Innova Zenix HEV yang berada di bawah jok penumpang depan. Jangan sampai lubang udara tersebut tertutup karena akan membuat baterai overheat.

    Kemudian jangan lupa juga bagi mobil hybrid Toyota yang jarang digunakan, jangan hanya rutin memanaskan mobil, tapi juga menjalankan mobil, supaya performa baterai tetap terjaga.

    5. Rem

    Waspada kebocoran pada selang rem, jangan lupa periksa kondisi kampas rem yang bekerja paling berat untuk mengurangi laju mobil. Segera ganti kampas rem jika sudah sampai titik aus supaya tidak gagal bekerja di jalan.

    Pastikan volume cairan rem tidak berkurang, serta tidak ada perubahan warna dan endapan lumpur. Cairan rem yang kurang merupakan salah satu tanda kampas rem mulai menipis. Tambah cairan rem bila kurang.

    6. Oli Mesin

    Mesin mobil hybrid butuh perawatan oli supaya dapat bekerja dengan baik. Cek takaran oli mesin lewat dipstick dan pastikan tidak kurang. Perhatikan apakah ada perubahan warna oli mesin, kalau berubah coklat susu merupakan indikator tercampur air. Ganti oli mesin setiap 6 bulan bersamaan dengan servis berkala.

    7. Radiator Coolant

    Pastikan warna radiator coolant tidak berubah apalagi sampai keruh karena ada risiko masalah, seperti tercampur kotoran yang dapat membuatnya mampat. Periksa selang dan rumah radiator karena ada kemungkinan terkena lontaran kerikil yang dapat membuat cairan radiator habis.

    8. Cairan Kendaraan Lainnya

    Jangan lupakan cairan mobil penting lainnya seperti minyak kopling mobil manual, air pembersih kaca, oli transmisi, serta cairan power steering hidrolis untuk mobil non EPS. Pastikan volumenya tidak berkurang dan tidak ada perubahan warna sebagai indikator masalah.

    9. Kabin

    Gunakan vacuum cleaner untuk mengangkat kotoran, keluarkan karpet, dan bersihkan seluruh area kabin, termasuk rongga dan celah hingga kolong kabin. Bersihkan pula bagasi dari potensi kotor supaya perjalanan terasa nyaman dan tidak ada bau aneh.

    10. AC

    AC bekerja mendinginkan kabin mobil di tengah kemacetan dan cuaca panas sehingga ada risiko kemampuannya menurun. Filter kabin juga bekerja keras memastikan udara di kabin tetap bersih, sedangkan ada kemungkinan kotoran ikut bersirkulasi. Kotoran yang terbawa ke dalam kabin akan membuat penumpang tidak nyaman dan berpotensi membawa bibit penyakit.

    Langkah pemeriksaan dan perbaikan di atas belum tentu dapat dilakukan sendiri, khususnya komponen elektrifikasi seperti motor listrik dan baterai hybrid. Daripada salah, solusinya adalah servis berkala di bengkel Auto2000 yang sudah memenuhi standar Toyota global untuk mengurus mobil hybrid.

    Servis berkala sanggup menjaga performa mobil dan selalu hemat bensin. Kegiatan ini dapat segera mendeteksi potensi masalah supaya dapat diperbaiki. Sehingga, biaya lebih besar karena kerusakan semakin berat atau mobil mogok dapat dihindari.

    “Silakan booking servis berkala mobil hybrid Toyota sebagai persiapan berkendara harian dan wisata di masa libur sekolah. AutoFamily juga bisa memanfaatkan armada THS – Auto2000 Home Service siap memberikan layanan servis berkala kendaraan elektrifikasi Toyota di lokasi pelanggan,” ucap Nur Imansyah Tara selaku Marketing Division Head Auto2000.

    (lua/dry)



    Sumber : oto.detik.com

  • Awas Kena Tipu, Kenali Ciri-ciri Mobil Bekas Tabrakan


    Jakarta

    Beli mobil bekas memang gampang-gampang susah. Jangan sampai tertipu, apalagi beli mobil bekas tabrakan. Berikut ini ciri-ciri mobil bekas tabrakan.

    Mobil bekas bisa jadi solusi buat yang budgetnya terbatas. Ya dibandingkan model baru, harga mobil bekas memang lebih ramah kantong. Kendati demikian, meminang mobil bekas tak bisa asal. Kamu harus sangat teliti dan jangan langsung tergiur dengan harga yang miring. Sebab, membeli mobil bekas yang punya riwayat rusak parah berpotensi menimbulkan masalah di kemudian hari. Apalagi kalau yang kamu beli mobil bekas tabrakan.


    “Riwayat bekas tabrakan bisa sangat mempengaruhi kondisi mobil dalam jangka waktu panjang. Tidak hanya terkait biaya perbaikan, namun juga risiko kecelakaan akibat kerusakan komponen penting. Karena itu, AutoFamily harus hati-hati ketika ‘berburu’ mobil bekas supaya nyaman dan aman saat mobilitas,” terang Yagimin, Chief Marketing Auto2000, Jumat (26/9/2025).

    Ciri Mobil Bekas Tabrakan

    Nah supaya nggak tertipu, ada beberapa hal yang bisa kamu kenali dari mobil bekas tabrakan. Rinciannya sebagai berikut.

    1. Gangguan Mesin

    Pada sektor mesin, gangguan dapat terjadi akibat benturan yang terjadi. Pastikan kamu menjajal langsung performa mobil sebelum membeli. Jika dirasa ada masalah, kamu patut curiga. Mesin yang kurang prima dapat menyebabkan mobil mudah mogok dan berisiko terhadap keamanan berkendara. Selain itu, biaya perbaikan mesin cukup merepotkan, tergantung jenis dan tingkat kerusakan.

    Dampak tabrakan bisa mengganggu kabel-kabel, soket, dan konektor, menyebabkan malfungsi pada berbagai sistem seperti lampu, sistem audio, power window, bahkan sistem safety seperti airbags dan ABS. ECU juga bisa rusak akibat benturan atau getaran.

    2. Bodi Penyok

    Lalu pada bagian bodi, akan tampak dari baret, penyok, hingga sasis rusak. Meskipun mobil sudah diperbaiki, mungkin tak kembali seperti semula, terutama jika tabrakan yang dialami cukup parah dan melibatkan sasis.

    Cara Cek Mobil Bekas Tabrakan

    Kamu bisa melakukan pengecekan visual untuk memastikan tidak ada bekas tabrakan. Periksa celah antara kap mesin, pintu, bagasi, dan fender. Celah yang tidak konsisten atau terlalu lebar bisa menginformasikan perbaikan bodi mobil yang kurang presisi. Perhatikan perbedaan warna atau tekstur cat antar panel bodi sebagai penanda pengecatan ulang setelah tabrakan. Periksa bagian-bagian tersembunyi seperti di bawah karpet bagasi atau di sekitar rangka pintu.

    Bekas las yang tidak rapi atau lapisan dempul yang terlalu tebal bisa menjadi indikator perbaikan rangka yang kurang baik. Periksa baut dan mur pada bodi dan rangka. Jika terlihat ada bekas dilepas atau diganti baru, ada kemungkinan perbaikan setelah tabrakan.

    Agar bisa mencegah hal yang tak diinginkan, kamu bisa menggunakan layanan inspeksi dari mekanik terpercaya. Salah satunya THS Inspector dari Auto2000. Layanan ini menyediakan jasa pemeriksaan atau inspeksi mobil bekas oleh teknisi Auto2000 yang berpengalaman, disertai laporan inspeksi yang dikirim otomatis disertai sertifikat bergaransi. Terdapat sekitar 177 item pemeriksaan pada bagian eksterior, interior, mesin dan transmisi, serta mengecek keaslian dokumen penting kendaraan. Semua tuntas dikerjakan hanya dalam waktu 90 menit sejak mobil dipegang oleh teknisi THS – Auto2000 Home Service.

    Auto2000 membagi tipe pemeriksaan berdasarkan ukuran mobil Toyota yakni LCGC, Economy, Standart, Medium Luxury, Luxury, dan CBU Non TAM. Ada pula layanan Old Models untuk varian Toyota yang sudah stop produksi di Indonesia.

    Biaya layanan THS Inspector sangat bersaing dengan layanan lain oleh pihak ketiga. Pengusaha jual-beli mobil bekas dapat memanfaatkan layanan ini karena memberikan jaminan kendaraan yang dijual dalam kondisi terbaik dan meningkatkan harga mobkasnya.

    (dry/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • Servis Mobil, Baiknya Ikuti Panduan Kilometer atau Lama Waktu Pemakaian?



    Jakarta

    Mobil harus diservis secara berkala supaya performanya selalu prima. Tapi kadang pemilik mobil dibingungkan, apakah harus servis berdasar waktu pemakaian (time-based) atau jarak tempuh (mileage-based)?

    “Servis berkala secara rutin dapat menjaga performa mobil agar selalu prima dalam mendukung mobilitas. Kondisi mobil yang selalu sehat dapat mengurangi kemungkinan masalah seperti mogok atau kecelakaan. Performa yang terjaga juga membuat mobil dapat bekerja lebih efisien sehingga lebih irit bahan bakar dan yang tak kalah penting daya tahan komponen mobil jadi lebih terjaga,” jelas Nur Imansyah Tara, Marketing Division Head Auto2000, dalam keterangannya, Senin (06/10/2025).

    Waktu Pemakaian atau Jarak Tempuh?


    Banyak yang mengira situasi jalan yang kerap macet khususnya di kota besar seperti Jakarta, bikin perhitungan servis berkala berdasarkan waktu pemakaian (time-based) menjadi paling relevan. Alasannya secara teori, jarak tempuh 10.000 km bisa diselesaikan kurang dari 6 bulan.

    Faktanya, macet panjang di kota besar membuat target tersebut sulit tercapai. Padahal di situasi macet mesin mobil tetap bekerja, bahkan lebih berat akibat tak mendapat pendinginan yang memadai. Paling buruk, idle berkepanjangan membuat campuran bensin dan udara tidak ideal sehingga memicu pembakaran tidak sempurna.

    Dampak dari Pembakaran yang Tidak Sempurna

    Tumpukan karbon akibat pembakaran tak sempurna akan menempel di ruang bakar dan komponen bergerak sehingga membuat performa mesin menurun. Efek negatifnya, tenaga mesin turun dan konsumsi bensin meningkat. Efek buruk berikutnya adalah berkurangnya daya tahan komponen mesin yang saling bergesekan.

    Selain itu, sisa pembakaran tak sempurna dapat menyusup ke dalam sistem sirkulasi oli mesin, merusak senyawa kimia oli, sehingga tidak mampu melaksanakan tugasnya dengan baik. Ditambah pemaksaan mesin bekerja ekstra akibat performa turun, tinggal menunggu waktu sebelum akhirnya mesin mobil rontok.

    Di waktu bersamaan, komponen lain juga bekerja keras melebihi batas normal. Seperti komponen rem, transmisi berikut oli transmisi, ban, cairan mobil, serta aki. Padahal jarak tempuh praktis tidak bertambah banyak.

    Rekomendasi Interval Servis Berkala

    Menimbang kondisi itu, Auto2000 merekomendasikan penggunaan waktu (time-based) untuk menghitung interval servis berkala, yaitu setiap 6 bulan sekali, khususnya buat mobilitas perkotaan. Tapi kalau ternyata jarak tempuh mobil sudah melewati 10.000 km padahal belum 6 bulan, sebaiknya segera servis berkala.

    Ingat, jangan tunggu mencapai 6 bulan jika mobil mobil Anda masuk dalam kategori ‘high usage’. Banyak komponen kendaraan wajib dicek ulang untuk memastikan tak ada potensi rusak. Oli juga harus diganti secara berkala supaya tak kehilangan kemampuannya dalam melindungi mesin, termasuk cairan lain seperti radiator coolant dan brake fluid.

    (lua/dry)



    Sumber : oto.detik.com

  • Rotasi Ban Mobil Penting Dilakukan, Ini Tujuannya



    Jakarta

    Banyak pemilik mobil kerap menyepelekan urusan ban, padahal komponen ini punya peran penting dalam keselamatan dan kenyamanan berkendara. Salah satu perawatan sederhana tapi sering dilupakan adalah rotasi ban. Langkah ini penting dilakukan karena bisa memperpanjang usia pakai ban dan menjaga performa mobil tetap optimal.

    Dijelaskan Auto2000 dalam keterangannya, ban mobil bisa aus tak merata, meski belum waktunya diganti. Misalnya sisi luar ban bisa lebih cepat habis dibanding sisi dalam. Keausan yang tidak merata ini bisa membuat daya cengkeram ban berkurang, bahkan berpotensi menyebabkan aquaplaning di jalan basah, yaitu kondisi berbahaya saat ban kehilangan traksi di atas air.


    Untuk mencegahnya, rotasi ban sebaiknya dilakukan secara rutin setiap 10.000 km atau saat servis berkala. Biasanya, ban depan lebih cepat aus karena menanggung beban pengereman dan arah belokan. Itulah sebabnya ban perlu ditukar posisi agar keausannya merata.

    Namun, pola rotasi ban tak bisa asal tukar. Untuk ban bias, bisa dilakukan secara menyilang (crossing) — ban depan kanan dipindah ke belakang kiri, dan sebaliknya. Sedangkan untuk ban radial dengan pola telapak searah (directional), rotasi hanya bisa dilakukan depan-belakang pada sisi yang sama. Jika sampai dibalik kiri-kanan, suara ban bisa jadi berisik dan traksinya berkurang.

    Di samping itu, bagi mobil yang punya ban cadangan full size, ban serep juga bisa masuk ke siklus rotasi, sehingga semua ban mendapat beban kerja yang seimbang.

    Selain rotasi, jangan lupa juga melakukan spooring dan balancing. Spooring berfungsi menyetel ulang sudut roda agar lurus sempurna, sementara balancing menjaga putaran roda tetap stabil. Kedua hal ini bisa dilakukan bersamaan dengan rotasi ban saat servis berkala.

    Dengan melakukan rotasi, spooring, dan balancing secara rutin, mobil lebih nyaman dikendarai, ban lebih awet, dan risiko kehilangan kendali bisa diminimalkan.

    (lua/rgr)



    Sumber : oto.detik.com

  • Mengintip Kabin Mobil Listrik Jaecoo J5 EV, Mewah dan Modern

    Mengintip Kabin Mobil Listrik Jaecoo J5 EV, Mewah dan Modern



    Jakarta

    Jaecoo mengajak sejumlah media untuk merasakan langsung performa mobil listrik terbaru mereka dalam test drive singkat, Bekasi-Bogor, belum lama ini. Salah satu hal yang ditonjolkan adalah interior Jaecoo J5 EV, yang mewah dan berbalut teknologi modern.

    Begitu masuk ke kabin, kesan premium langsung terasa. Interior Jaecoo J5 EV didominasi material soft touch di hampir seluruh permukaannya. Kemudian, disempurnakan oleh aksen metal dan ambient light yang elegan. Sebagai catatan, unit yang dites merupakan Jaecoo J5 EV varian tertinggi, yakni premium.

    Nuansa futuristis juga hadir di mobil ini berkat layar sentuh besar berukuran 13,2 inci di tengah dasbor, yang berfungsi sebagai pusat kendali seluruh fitur kendaraan mulai dari pengaturan AC, audio, hingga sistem navigasi. Tersedia pula fitur konektivitas Apple Car Play yang bisa dioperasikan secara nirkabel, juga ada wireless charging daya 50 watt.


    Jaecoo J5 EVJaecoo J5 EV Foto: Luthfi Anshori/detikOto

    Selain itu, Jaecoo J5 EV juga dilengkapi panel instrumen full digital di balik kemudi dengan tampilan grafis yang tajam juga mudah dibaca. Sayangnya, dimensinya terlalu kecil, sehingga butuh pembiasaan.

    Bicara kemudi, mobil ini menggunakan setir flat-bottom berbalut kulit, memberikan kesan sporty sekaligus ergonomis. Tak ketinggalan, terdapat pengisian daya nirkabel ganda, port USB di setiap baris, serta sistem audio premium yang memanjakan telinga.

    Soal kenyamanan, Jaecoo J5 EV dibekali kursi elektrik dengan fitur pemanas dan ventilasi, lengkap dengan memori posisi untuk pengemudi. Ruang kaki di baris kedua terasa lega, sementara atap panoramic berukuran besar menambah kesan lapang di dalam kabin.

    Jaecoo J5 EVJaecoo J5 EV Foto: Luthfi Anshori/detikOto

    Interior Jaecoo J5 EV juga cukup clean lantaran mengurangi kehadiran tombol fisik. Artinya, sebagian besar pengaturan mobil dioperasikan melalui layar sentuh di tengah. Tapi jangan khawatir, konsumen tetap dimudahkan dengan dukungan fitur perintah suara (voice command) yang sudah bisa berbahasa Inggris dan Indonesia.

    Dengan desain elegan dan teknologi canggih, Jaecoo J5 EV menyasar konsumen yang mencari kombinasi antara kemewahan, kenyamanan, dan gaya hidup modern. Mobil ini resmi dijual di Indonesia dengan harga pre-booking mulai Rp 350 juta untuk varian Standard dan Rp 450.000.000 untuk varian Premium.

    Jaecoo J5 EVJaecoo J5 EV Foto: Istimewa

    (lua/rgr)



    Sumber : oto.detik.com