Perut kembung amat mengganggu. Kondisi ini bisa diatasi dengan mengonsumsi makanan yang tepat, termasuk 5 jenis rempah ini.
Perut kembung dipicu oleh sejumlah faktor, mulai dari salah konsumsi makanan atau minuman hingga pengaruh lingkungan.
Namun, secara umum perut kembung disebabkan karena proses pencernaan makanan yang tidak lancar. Kondisi yang tidak nyaman ini bisa disertai sejumlah gejala lain, seperti sesak hingga perut yang terasa sangat penuh.
Saat kondisi pencernaan tidak lancar, maka hal lain yang akan terjadi yaitu penumpukan gas. Gas inilah yang menyebabkan perut kembung.
Perut kembung bisa diatasi dengan konsumsi obat atau makanan tertentu. Jika ingin mengatasinya dengan cara alami, kamu bisa mencoba konsumsi rempah-rempah.
Sejumlah rempah dan obat herbal memiliki kemampuan untuk menyehatkan usus, sekaligus membantu mengeluarkan gas yang terperangkap di dalam. Merangkum health.com (30/10), berikut 5 jenis rempah dan herbal yang mampu atasi masalah perut kembung:
1. Jahe
Jahe merupakan tanaman herbal yang memiliki kandungan untuk mengatasi masalah kembung. Foto: Getty Images/iStockphoto
Jahe merupakan tanaman herbal yang manfaatnya sudah dikenal sejak lama, terutama di China, India, dan Jepang. Sebenarnya jahe merupakan tanaman berdaun dengan bunga berwarna kuning kehijauan. Namun, yang sering dipakai sebagai obat-obatan ialah rimpang tanaman yang tumbuh dibawah tanah.
Jahe memiliki sejumlah sifat, mulai dari anti-inflamasi, antioksidan, dan anti-maag. Sifat tersebut bermanfaat untuk mengatasi perut kembung akibat kelebihan gas dalam tubuh. Jahe juga mengandung zingibain yang dikenal mampu membantu tubuh memecah protein yang bertumpuk.
Jahe memiliki sejarah panjang dalam penggunaannya sebagai ‘obat’. Tanaman herbal ini bisa mengurangi kram usus, perut kembung, mual, hingga muntah.
2. Lada hitam
Siapa sangka lada hitam rupanya memiliki manfaat untuk atasi masalah perut kembung. Foto: Getty Images/iStockphoto
Lada hitam biasanya ditambahkan ke masakan untuk menyempurnakan rasa. Namun, manfaat lada hitam lebih dari itu. Jenis rempah ini dikenal bisa mengatasi masalah perut kembung.
Di dalam lada hitam terdapat senyawa piperine, yang terbukti menyehatkan pencernaan dan penyerapan nutrisi. Senyawa di dalam lada hitam juga mendorong aliran darah ke saluran pencernaan. Membantu merangsang pelepasan enzim pencernaan yang diperlukan untuk mencerna makanan.
Pencernaan yang baik atau lancar akhirnya membuat kondisi kembung berkurang.
Rempah dan tanaman herbal lain yang bisa atasi perut kembung dapat dilihat pada halaman selanjutnya!
3. Kayu manis
Kayu manis selain enak, bisa bermanfaat untuk mengatasi perut kembung. Foto: Getty Images/iStockphoto/Sezeryadigar
Kayu manis merupakan salah satu jenis rempah yang banyak digunakan dalam masakan hingga campuran teh atau kopi. Rasanya sendiri manis dengan sentuhan rempah yang hangat.
Selain menambah rasa pada masakan atau racikan minuman, kayu manis juga menawarkan manfaat sehat. Penelitian yang diungkap health.com menunjukkan, kayu manis dapat menyembuhkan banyak kondisi dan gejala, termasuk muntah, batuk, hingga perut kembung.
Kayu manis dapat meningkatkan aliran darah, mendukung pencernaan sehat, dan menghilangkan kembung.
Kandungan zat di dalam kayu manis juga dapat membantu metabolisme lemak dalam proses pencernaan. Pencernaan lebih lancar dan rasa perut kembung berkurang.
JIka mengalami masalah perut kembung, kamu bisa mulai menambahkan kayu manis di racikan teh atau kopi. Kayu manis juga sekaligus bisa menjadi pengganti gula yang lebih baik.
4. Jintan
Jintan juga sering ditambahkan ke dalam masakan untuk menambah cita rasa. Tanaman berasal dari Mediterania Timur hingga Asia Selatan ini merupakan makanan pokok di banyak budaya. Mereka menawarkan aroma kuat yang menambah rasa berbeda pada masakan.
Di sisi lain, jintan dapat berfungsi menyembuhkan kondisi gejala perut kembung. Jintan memiliki efek antidiabetes, anti-inflamasi, dan pelindung jantung. Penelitian seperti yang dibagikan health.com menunjukkan kalau jintan mampu mendukung produksi empedu yang penting untuk pencernaan dan penyerapan nutrisi.
Peningkatan pencernaan dapat membantu mengurangi kembung dan mencegah kram perut.
5. Kapulaga
Kapulaga pun memiliki sifat anti oksidan dan anti inflamasi yang dapat mengobati berbagai kondisi kesehatan. Foto: iStock
Kapulaga biasa dipakai dalam masakan India dan masakan Indonesia. Kapulaga memberikan cita rasa unik ke dalam masakan sekaligus menawarkan khasiat sehat.
Kapulaga memiliki sifat anti-bakteri, anti-oksidan, dan anti-inflamasi. Bahan alami ini sering digunakan untuk mengobati berbagai kondisi kesehatan, termasuk infeksi periodontal, asma, hingga gangguan pencernaan.
Kapulaga bisa melawan gas setelah makan. Rempah ini juga bersifat diuretik sehingga dapat membuang kelebihan cairan yang mungkin menyebabkan rasa kembung.
Perut yang mengandung gas banyak bisa menyebabkan kembung, dan membuat tak nyaman. Kamu bisa mengonsumsi beberapa makanan kaya nutrisi ini untuk mengurangi gas tersebut.
Kamu pasti pernah merasakan perut terasa kembung dan begah. Kondisi itu disebabkan karena banyak gas di dalam perut. Umumnya, kondisi ini terjadi setelah makan-makanan yang tinggi serat.
Namun, selain pola makan, tingkat energi kita juga berpengaruh. Menurut dokter osteopati Dr. Joseph Mercola, ketika sel dalam tubuh tidak menghasilkan energi yang cukup, ini bisa mengganggu keseimbangan usus.
Kondisi tersebut dapat diatasi dengan mengonsumsi makanan kaya nutrisi. Misalnya makanan yang mengandung antioksidan, senyawa penting, hingga tinggi akan kadar airnya.
Dikutip dari Real Simple (17/09/24) berikut 5 makanan untuk mengurangi gas dalam perut:
1. Pepaya
Pepaya mengandung papain, enzim yang berperan mengurangi gas. Foto: Getty Images/iStockphoto/awayge
Pepaya tidak hanya rasanya saja yang manis, tetapi juga manfaatnya. Pepaya merupakan obat untuk pencernaan yang sehat. Itu karena pepaya mengandung enzim yang disebut papain.
“Papain adalah enzim pencernaan yang ampuh membantu memecah protein di saluran pencernaan,” ujar ahli gizi Mercola.
Ia menambahkan bahwa pepaya dapat mengurangi makanan yang tidak tercerna untuk difermentasi oleh bakteri penghasil gas. Rutin ngemil buah pepaya juga dapat membantu menghilangkan banyak gas.
2. Jahe
Jahe umumnya digunakan sebagai bumbu dapur untuk meningkatkan aroma dan rasa masakan. Namun, di samping itu, jahe bermanfaat untuk masalah pencernaan yang disebabkan oleh gas.
Mercola menjelaskan bahwa terdapat senyawa aktif dalam kandungan jahe. “Senyawa itu disebut gingerol dan shogaol, keduanya memiliki sifat anti-inflamasi dan karminatif yang kuat,” ujarnya.
Kamu bisa mendapatkan manfaat ini dengan menyeduh jahe dalam air panas, atau mencampurkan ke seduhan teh. Selain dapat mengurangi gas, jahe juga dapat menghangatkan perut.
Makanan untuk mengurangi gas dalam perut ada di halaman selanjutnya.
3. Mentimun
Kandungan air pada mentimun dapat melancarkan sistem pencernaan. Foto: Getty Images/iStockphoto/sasirin pamai
Mentium dikenal dengan kadar air yang tinggi dalam kandungannya, yakni mencapai 95%. Karenanya mengonsumsi mentimun dapat menghindari tubuh. Ini juga bagus untuk mengatasi masalah pencernaan.
Menurut Moskovitz, mentimun dapat mengurangi gas yang membuat perut kembung. “Menghidrasi tubuh adalah cara terbaik untuk menjaga pencernaan tetap teratur dengan baik,” ujar Moskovitz.
Selain itu, mentimun juga berperan sebagai pelumas alami untuk mencegah makanan yang terjebak berfermentasi di usus.
4. Yogurt
Ahli gizi Moskovitz dan Mercola sama-sama setuju bahwa yogurt yang dibuat dari susu mentah dan tidak dipasteurisasi adalah makanan yang bagus untuk mengurangi gas di perut.
Yogurt mengandung kultur aktif atau yang dikenal sebagai bakteri sehat. “Bakteri tersebutlah yang akan mengatasi gangguan pencernaan dalam jangka panjang,” turur Moskovitz.
Dengan begitu, perut tidak akan terasa kembung karena kandungan gasnya berkurang. Yogurt bisa jadi pilihan sarapan atau camilan yang sehat.
5. Teh herbal
Teh hijau menganduk antioksidan yang berperan mengurangi gas dalam perut. Foto: Getty Images/kuppa_rock
Teh mengandung senyawa penting yang memiliki sifat anti-inflamasi dan antivirus. Moskovitz mengatakan bahwa senyawa tersebut mendukung sistem pencernaan yang sehat.
Beberapa teh herbal yang bisa kamu coba adalah, teh peppermint, serai, chamomile, dan teh hijau. Teh herbal tersebut dikemas dengan antioksidan dalam jumlah yang tinggi.
Ketika diminum hangat-hangat, perut terasa hangat, nyaman, dan meningkatkan kerja usus. Kondisi tersebut tentu akan membuat perut menjadi lebih rileks.
Setelah berbuka puasa, tak jarang perut mengalami kembung. Penyebabnya karena makanan dan minuman yang disantap dalam jumlah banyak sekaligus.
Perut yang kembung terasa penuh, tampak membuncit, dan sangat tidak nyaman. Ada cara untuk meredakan perut kembung terutama usai berbuka puasa. Simak caranya di bawah ini.
Minuman untuk Redakan Kembung saat Buka Puasa
Dilansir Health dan Business Insider, berikut deretan minuman yang bisa diminum setelah buka puasa untuk meredakan kembung:
1. Air Kelapa
Air kelapa memiliki kandungan kalium yang bantu mengatur kadar elektrolit dan menjaga jumlah cairan tubuh tetap seimbang. Kalium dalam air kelapa bahkan lebih banyak dari pisang.
Dalam 240 ml air kelapa menyediakan 600 mg kalium sementara pisang hanya mengandung 422 mg. Ditambah lagi, air kelapa merupakan alternatif cairan yang berguna menghidrasi tubuh di saat badan kekurangan air.
2. Teh Hijau
Ilustrasi teh hijau Foto: Getty Images/MARINA BOGACHYOVA
Teh hijau bersifat antiinflamasi yang menenangkan sistem pencernaan. Minuman ini cocok untuk mendapatkan asupan kafein tapi tidak sebanyak kopi. Untuk pilihan yang lebih baik, minumlah teh hijau tanpa gula.
3. Teh Jahe
Saat makanan tidak dipecah dalam pencernaan, ia mulai berfermentasi dalam usus sehingga menyebabkan gas dan perut kembung. Jahe mengandung senyawa gingerol yang bersifat antiinflamasi dan bantu melancarkan pencernaan.
Teh jahe juga memberikan efek relaksasi dan mengurangi peradangan pada usus, sehingga bantu makanan melewati sistem pencernaan dengan lebih mudah. Pada gilirannya, mengurangi kembung dan gas yang dialami.
4. Teh Kunyit
Ilustrasi teh kunyit Foto: Getty Images/udra
Kunyit sumber senyawa kurkumin, yang memberikan warna oranye keemasan pada rempah tersebut. Bukti menunjukkan kurkumin bisa meringankan gejala sindrom iritasi usus besar (IBS). IBS merupakan gangguan pencernaan yang dapat menyebabkan perut kembung, sembelit, dan diare.
5. Teh Peppermint
Teh peppermint telah banyak digunakan untuk membantu mengatasi berbagai gangguan pencernaan. Menurut studi, teh peppermint bisa mengurangi kembung dan rasa tidak nyaman lain usai makan.
Berbagai teh untuk meredakan kembung ini sebaiknya dikonsumsi langsung dengan sedikit gula. Tujuannya adalah menjaga kandungan vitamin dan mineral dalam teh sehingga tubuh memperoleh manfaat maksimal.
Khasiat anti-inflamasi pada kunyit telah dimanfaatkan sejak lama untuk mengatasi perut kembung. Kunyit juga bisa dikombinasikan dengan 5 bahan ini untuk manfaat lebih baik.
Sejak lama, kunyit dikenal dengan khasiatnya untuk kesehatan tubuh. Menambahkan kunyit ke dalam makanan atau minuman bisa membantu menyehatkan pencernaan dan meningkatkan kesehatan usus secara keseluruhan.
Secara khusus, mengonsumsi kunyit bisa mengatasi masalah perut kembung akibat sifat anti-inflamasinya. Kandungan kurkumin pada kunyit juga bisa mengurangi tekanan gas pada perut, dan membantu lambung menghentikan produksi asam berlebihan.
Namun, kunyit tidak hanya bisa dikonsumsi sendiri, tapi juga dikombinasikan dengan bahan lainnya. Melansir Times of India (05/09/2024), berikut 5 racikan kunyit yang bisa membantu atasi perut kembung.
1. Teh kunyit jahe
Teh kunyit campur jahe punya khasiat yang baik untuk meredakan kembung. Foto: Getty Images/iStockphoto
Kunyit dan jahe adalah dua bahan yang terkenal dengan khasiat melancarkan pencernaan.
Kunyit dapat menenangkan sistem pencernaan dan mengeluarkan gas yang terjebak di dalam perut. Sedangkan jahe juga memiliki sifat anti-inflamasi yang mampu mengatasi kelebihan gas dalam perut.
Teh kunyit jahe juga mudah dibuat. Hanya perlu merebus air dengan satu sendok teh bubuk kunyit dan parut sejumlah jahe segar. Biarkan mendidih selama 5-10 menit.
Saring, lalu sajikan di dalam cangkir. Kamu bisa menambah madu sebagai pemanis atau irisan lemon yang menyegarkan.
Teh ini tidak hanya menenangkan saluran pencernaan, tetapi juga mengurangi peradangan dan membantu melancarkan pencernaan.
2. Infused water kunyit dan peppermint
Air infus kunyit dengan tambahan peppermint bisa menghilangkan kembung dan gas berlebihan. Foto: Getty Images/iStockphoto
Untuk minuman yang menyegarkan dan menyehatkan usus, kamu bisa mencampurkan satu sendok teh bubuk kunyit ke dalam satu liter air, dan tambahkan daun mint segar. Biarkan meresap selama minimal 30 menit di dalam kulkas.
Daun peppermint dapat membantu menenangkan sistem pencernaan dan membantu meredakan kembung. Sedangkan kunyit memberikan manfaat anti peradangan yang juga dapat menghilangkan gas berlebihan di perut.
Racikan minuman kunyit lain bisa dilihat pada halaman selanjutnya!
3. Smoothie kunyit dan jinten
Siapa sangka smoothie yang dibuat dari mencampurkan kunyit dan jinten juga berkhasiat. Foto: iStock
Kunyit juga bisa diolah menjadi smoothie yang tidak kalah enak dengan smoothie buah atau sayuran.
Kamu bisa mencampurkan secangkir yogurt tawar, setengah sendok teh bubuk kunyit, dan setengah sendok teh jinten bubuk. Tambahkan setengah pisang dan segenggam bayam agar lebih nikmat.
Smoothie ini pun menawarkan manfaat lebih besar dalam membantu pencernaan. Jinten dan kunyit keduanya dikenal dapat mendukung pencernaan dan mengurangi kembung.
Yogurt sebagai bahan tambahan probiotik yang dapat meningkatkan kesehatan usus.
4. Minuman detoks lemon dan kunyit
Jika ingin membuat ramuan detoksifikasi, kamu bisa memadukan kunyit dan lemon.
Campurkan setengah sendok teh bubuk kunyit dengan perasan setengah lemon dalam secangkir air hangat. Aduk rata dan tambahkan madu jika mau.
Lemon yang dicampur dengan air hangat menjadi diuretik alami yang memiliki sifat pencahar ringan. Di sisi lain kunyit juga mengandung kurkumin yang dapat meredakan gejala perut kembung dan menyejukkan sistem pencernaan.
5. Teh kunyit dan adas
Tambahan kunyit dan adas dapat mengatasi perut kembung. Foto: Getty Images/iStockphoto
Kombinasi kunyit dan adas juga bermanfaat untuk mengatasi perut kembung.
Rebus air yang sudah ditambahkan dengan satu sendok teh bubuk kunyit dan satu sendok teh biji adas selama 5-10 menit, lalu saring. Sajikan dalam cangkir dan minum saat masih hangat.
Biji adas terkenal dengan manfaatnya bagi pencernaan, termasuk mengurangi kembung dan gas. Dikombinasikan dengan kunyit, teh ini mendukung proses pencernaan seimbang.
Perut kembung secara umum disebabkan karena proses pencernaan yang tak lancar. Kondisi ini bisa ditimbulkan setelah menyantap makanan dan minuman tertentu.
Perut kembung adalah kondisi yang terjadi ketika sistem pencernaan sulit memecah komponen makanan tertentu. Memang ada beberapa makanan yang lebih sulit untuk dicerna.
Umumnya yang dirasakan ketika perut kembung adalah perut terasa kencang dan penuh. Kondisi ini dikarenakan adanya gas di dalam perut sehingga membuat rasa tak nyaman.
Dilansir dari Times of India (12/10), ada beberapa makanan dan minuman yang dapat menyebabkan perut kembung jika dikonsumsi terlalu banyak. Di antaranya beberapa jenis sayuran, produk susu, buah, hingga minuman berkarbonasi.
Berikut 5 makanan dan minuman yang dapat menyebabkan perut kembung:
1. Kembang kol dan brokoli
brokoli Foto: tiktok/istock
Sayuran cruciferous termasuk golongan tanaman Brassica. Sayuran ini juga kerap disebut keluarga kubis. Misalnya kembang kol, brokoli, pakcoy, selada, dan lainnya.
Sayuran-sayuran tersebut diketahui mengandung senyawa sulfur dan karbohidrat kompleks yang menyebabkan gas di dalam perut. Agar mudah dicerna, jenis sayuran ini harus dimasak terlebih dahulu. Konsumsinya lebih menyehatkan dibandingkan disantap mentah.
2. Produk Susu
Sebagian orang yang mengonsumsi produk susu dapat merasakan manfaat sehat pada tubuhnya, tetapi sebagian lain justru merasa tak enak. Hal ini dikarenakan kandungan laktosa yang terdapat pada produk susu.
Mereka yang intoleransi terhadap laktosa berarti tubuhnya kekurangan enzim yang diperlukan untuk mencerna laktosa. Akibatnya bisa merasakan perut kembung, penuh dengan gas, dan tak nyaman.
Jika ingin tetap mengonsumsi susu, dapat menggantinya dengan produk susu nabati. Misalnya seperti susu kacang kedelai, susu almond, maupun susu oat.
3. Produk Gluten
Pada makanan yang terbuat dari gandum, seperti roti dan pasta, kebanyakan mengandung gluten. Gluten adalah senyawa protein yang terdapat di dalam biji-bijian dan serealia.
Mereka yang sensitif terhadap gluten, maka akan merasakan perut kembung ketika mengonsumsi makanan tersebut. Alternatifnya bisa mempertimbangkan untuk mencoba konsumsi nasi, quinoa, atau oats.
4. Minuman Berkarbonasi
Soft Drink Foto: Site News
Minuman berkarbonasi yang terlalu banyak dikonsumsi juga dapat menyebabkan perut kembung. Di antaranya adalah minuman soda dan sparkling water yang dapat menyebabkan timbulnya gas dalam perut.
Agar perut tak kembung, pilihlah konsumsi minuman yang sehat. Kamu bisa menikmati berbagai jenis teh yang memiliki manfaat dalam mengurangi masalah pencernaan.
5. Buah
Tak hanya sayuran saja, tapi buah juga dapat menyebabkan perut kembung. Diketahui kalau pada beberapa jenis buah mengandung kadar fruktosa dan sorbitol yang tinggi.
Kandungan tersebut dapat menyebabkan gas dan perut kembung pada orang-orang yang lebih sensitif. Serat yang terdapat pada buah juga dapat menyebabkan ketidaknyamanan pencernaan jika dikonsumsi berlebihan.
Perut kembung sering dialami banyak orang. Tidak perlu bingung mengatasinya, karena bisa dibantu dengan minum 5 jenis teh herbal ini.
Meskipun perut kembung merupakan hal biasa, tetapi kondisi ini kerap membuat tubuh menjadi tidak nyaman.
Perut kembung muncul karena penumpukan gas di dalam perut. Seringkali akar masalahnya disebabkan oleh pola makan yang kurang tepat atau mungkin minum dan makan sesuatu yang membuat perut lebih rentan. Perut kembung juga bisa menjadi tanda adanya bakteri dalam usus yang tidak seimbang.
Jika mengalami masalah perut kembung, jangan khawatir. Sebab, sejumlah teh herbal telah terbukti dapat mengatasi kondisi tersebut.
Melansir Nutratea (23/06/2024), berikut 5 jenis teh herbal yang ampuh atasi masalah perut kembung:
1. Teh peppermint
Minum teh peppermint disebut dapat atasi perut kembung karena senyawa di dalam pepermint. Foto: Getty Images/iStockphoto
Teh peppermint mengandung sejumlah nutrisi, mulai dari vitamin A, vitamin C, kalsium, asam folat, hingga flavonoid. Kandungan tersebut membuat teh ini bermanfaat bagi kesehatan, termasuk untuk mengatasi masalah pencernaan.
Penelitian yang disebutkan oleh situs Healthline menemukan bahwa senyawa dalam peppermint dapat menghambat aktivitas sel imun pada usus, penyebab kembung.
Penelitian itu juga menunjukkan bahwa peppermint dapat menenangkan usus hingga mengatasi kembung dan nyeri yang menyertainya.
2. Teh jahe
Minum teh jahe juga merupakan solusi untuk atasi perut kembung. Foto: Getty Images/Prasenjit Kar
Jahe juga sejak lama terkenal dengan khasiatnya. Salah satu khasiat paling terkenal yaitu mengatasi masalah pencernaan.
Minum teh jahe dapat mengatasi dispepsia, yaitu sindrom atau sekumpulan gejala yang timbul akibat gangguan pencernaan, seperti perut kembung, nyeri ulu hati, dan lain sebagainya.
Minum teh jahe dapat mempercepat proses pengosongan perut dan dapat meredakan gejala perut kembung atau begah, yang biasa timbul akibat asam lambung atau proses pencernaan tidak lancar.
Kandungan parasol dan gingerol di dalam jahe juga dapat melawan bakteri penyebab infeksi saluran pencernaan.
Rekomendasi teh herbal lain yang dapat atasi masalah kembung dapat dilihat pada halaman selanjutnya!
3. Teh chamomile
Tidak hanya menenangkan pikiran, tetapi teh chamomile juga baik untuk atasi kembung. Foto: dok. detikFood
Anggota keluarga bunga Asteraceae ini memang lebih dikenal dengan manfaatnya yang bisa menenangkan pikiran dan tubuh.
Namun, efek menenangkan itu juga berlaku pada sistem pencernaan. Chamomile secara tradisional digunakan untuk mengatasi masalah perut bergas, kembung, gangguan pencernaan, dan nyeri perut.
Senyawa antispasmodik yang ada di dalam chamomile juga dapat meredakan gejala gangguan pencernaan, seperti kembung, sakit perut, hingga dapat mengurangi keasaman di lambung.
4. Teh kayu manis
Teh kayu manis juga bisa membantu atasi perut kembung karena kandungannya. Foto: Getty Images/iStockphoto/margouillatphotos
Tidak hanya digunakan sebagai penyedap makanan atau penambah rasa pada kue, kayu manis juga bisa diolah menjadi teh yang bermanfaat.
Kayu manis memiliki sifat antiradang dan dapat digunakan sebagai pereda nyeri alami.
Rempah-rempahan ini juga memiliki kandungan antispasmodik yang dapat mengurangi jumlah gas yang diproduksi oleh usus, hingga membantu meredakan kembung, kram perut, sampai mual.
5. Teh ketumbar
Ketumbar tidak hanya dipakai sebagai bumbu makanan, tetapi bisa juga diolah jadi teh. Caranya dengan merebus biji ketumbar yang sudah bersih di air sampai mendidih. Hasil rebusan itu bisa disaring terlebih dahulu untuk menghilangkan ampasnya, lalu diminum.
Teh ini pun menawarkan manfaat beragam, salah satunya obat alami untuk masalah pencernaan.
Ketumbar dapat membantu merangsang produksi asam lambung yang berarti makanan bisa dicerna lebih cepat. Ketumbar juga bisa merelaksasikan otot usus, sehingga gas tidak mudah terperangkap dan menyebabkan kembung.
Sarapan merupakan salah satu waktu terpenting bagi tubuh untuk mendapat asupan makanan. Namun, makanan yang dikonsumsi perlu diperhatikan karena beberapa bisa sebabkan perut kembung.
Sarapan menjadi penting karena menyediakan energi dan nutrisi yang dibutuhkan tubuh untuk beraktivitas seharian.
Sarapan juga bisa meningkatkan fokus dan konsentrasi karena membantu otak mendapat nutrisi yang dibutuhkan.
Meskipun begitu, pilihan makanan sarapan perlu diperhatikan. Sebab, beberapa makanan bisa menyebabkan perut justru jadi kembung dan berat.
Lantas, makanan apa saja yang baik dikonsumsi saat sarapan agar tidak sebabkan perut kembung?
Melansir Times of India (29/05/2025), berikut makanan yang disaranakan oleh Dr. Joseph Saihab, seorang ahli gastoenterologi.
1. Alpukat
Buah alpuka segar bisa cegah kembung karena enzim pencernaan di dalamnya. Foto: Thinkstock
Menurut Joseph, konsumsi alpukat merupakan pilihan tepat. Alpukat mengandung enzim pencernaan, berupa lipase dan amilase yang membantu membantu tubuh mencerna dan menyerap lemak sehat secara lebih efisien. Selain itu, enzim ini juga dapat memecah karbohidrat menjadi gula sederhana.
Alpukat juga tidak membuat perut kembung karena tinggi akan serat dan rendah fruktosa. Serat membantu memperlambat pencernaan dan memberikan rasa kenyang. Sedangkan fruktosa rendah bisa mengurangi risiko penumpukan gas di perut.
2. Roti sourdough
Proses fermentasi alami roti sourdough bisa membuat roti ini cegah kembung. Foto: Getty Images/MEDITERRANEAN
Bagi yang mencari roti rendah gluten atau rendah fruktan, roti sourdough bisa menjadi pilihan tepat. Roti ini mengandung lebih sedikit gas dan kaya akan prebiotik.
Roti sourdough cenderung tidak menyebabkan kembung karena proses fermentasi alami yang panjang. Proses tersebut membantu memecah gluten dan membuat roti lebih mudah dicerna. proses ini juga bisa meningkatkan penyerapan nutrisi.
Dr. Salhab juga sangat menyarankan konsumsi roti sourdough karena baik juga untuk kesehatan usus.
Rekomendasi makanan sarapan lain yang tidak bikin kembung bisa dibaca pada halaman selanjutnya!
3. Pepaya
Konsumsi pepaya juga bisa menxegah perut kembung. Foto: Getty Images/Chatiyanon
Pepaya dianggap bisa mengatasi perut kembung karena kandungan enzim papain dan serat di dalamnya.
Enzim papain bisa memecah protein menjadi asam amino yang lebih mudah diserap. Konsumsinya membuat pencernaan jadi lebih lancar.
Kandungan serat pada pepaya juga bisa melancarkan buang air besar dan mencegah sembelit yang sering jadi penyebab kembung.
4. Teh jahe madu
Kandungan gingerol di jahe dan nutrisi dalam madu bisa mengatasi kembung. Foto: Getty Images/Prasenjit Kar
Jika mencari racikan teh yang tepat untuk sarapan, Dr. Salhab menyarankan untuk mencoba teh jahe dengan madu sebagai pemanis.
Menurut ahli tersebut, madu mengandung enzim pencernaan, seperti amilasi yang mampu memecah pati menjadi gula sederhana dan membantu pencernaan karbohidrat.
Selain itu, madu juga mengandung enzim disebut katalase. Enzim ini membantu menyeimbangkan stress oksidatif dalam usus.
Kandungan gingerol di dalam jahe juga membantu meredakan mual dan mengatasi gangguan pencernaan, seperti dispepsia.
5. Nanas
Nanas mengandung bromelain yang bisa mengurangi pembengkakan hingga baik untuk pencernaan. Foto: Getty Images/Teen00000
Menurut ahli gastroenterologi, nanas mengandung bromelain yang membantu mencerna protein. Selanjutnya bisa meningkatkan kesehatan usus dan mencegah kembung.
Bromelain di dalamnya berupa proteolitik yang membantu memecah protein menjadi peptida dan asam amino lebih kecil.
Bromelain juga memiliki efek anti radang yang bisa digunakan untuk mengurangi pembengkakan atau nyeri. Nanas juga kaya akan air dan serat yang baik untuk pencernaan.
6. Pisang
Pisang juga menjadi pilihan tepat untuk sarapan. Buah ini cenderung tidak menyebabkan perut kembung karena beberapa alasan.
Buah pisang mengandung serat larut air yang bisa meningkatkan produksi gas, tetapi juga ada kandungan kalium dan magnesium untuk mengatasi perut kembung.
Pisang yang sudah matang juga mengandung pati yang lebih mudah dicerna karena akan diubah menjadi gula sederhana.
Di tengah rutinitas yang serba cepat, banyak orang kini terbiasa makan sambil berdiri atau berjalan. Misalnya, sarapan cepat sambil berangkat kerja, mengambil camilan di perjalanan menuju acara, atau berdiri sambil makan sudah menjadi kebiasaan umum.
Sebagian orang memilih kebiasaan ini untuk menghemat waktu atau menyeimbangkan pekerjaan kantor yang banyak duduk. Sekilas, kebiasaan ini tampak ‘membantu’ pencernaan. Namun, makan sambil berdiri setiap hari dapat berdampak signifikan terhadap kesehatan dan sistem pencernaan.
Penting untuk memahami bagaimana postur tubuh, kecepatan makan, dan proses pengolahan makanan saling berinteraksi dengan pencernaan agar usus tetap sehat dan terhindar dari ketidaknyamanan.
Dampak Makan Sambil Berdiri pada Aliran Darah dan Pencernaan
Dikutip dari Times of India, saat seseorang makan sambil berdiri, gravitasi menyebabkan darah mengalir lebih banyak ke kaki. Hal ini mengurangi jumlah darah yang menuju organ pencernaan yang berperan penting dalam memecah makanan secara efisien.
Suplai darah yang tidak cukup dapat mengganggu proses pencernaan dan menimbulkan gas, kembung, atau gangguan pencernaan. Postur tubuh saat makan juga memengaruhi seberapa cepat lambung mengosongkan isinya.
Penelitian yang diterbitkan dalam Canadian Science Publishing Journal menunjukkan makanan bergerak lebih lambat di lambung ketika seseorang duduk atau berbaring dibandingkan saat berdiri.
Penelitian tersebut juga menemukan makan protein dalam posisi duduk tegak dapat memperbaiki pengosongan lambung, pencernaan protein, serta ketersediaan asam amino dalam darah dibandingkan dengan posisi berbaring.
Sementara itu, makan sambil berdiri sering kali dikaitkan dengan cara makan yang lebih cepat. Kebiasaan makan terburu-buru dapat menyebabkan udara tertelan lebih banyak, meningkatkan rasa tidak nyaman akibat gas, dan mengurangi proses mengunyah yang memadai, sehingga lambung memerlukan waktu lebih lama untuk memecah makanan.
Kecepatan makan yang terlalu cepat dapat berdampak buruk terhadap pencernaan dan menimbulkan perut kembung. Karena itu, penting untuk mempertahankan kebiasaan makan yang lebih lambat dan penuh kesadaran agar terhindar dari ketidaknyamanan dan meningkatkan penyerapan zat gizi.
Di sisi lain, sebuah penelitian yang diterbitkan dalam European Journal of Preventive Cardiology menemukan berdiri dapat membantu membakar sedikit lebih banyak kalori.
Studi ini menyebutkan berdiri selama enam jam dapat membakar sekitar 54 kalori lebih banyak dibandingkan duduk, yang secara teoritis dapat menyebabkan penurunan berat badan hingga 10 kilogram dalam empat tahun pada individu dengan berat 65 kilogram.
Makan sambil berdiri memang bisa mempercepat proses pencernaan, tetapi kadang membuat seseorang merasa lebih cepat lapar. Lambung mengirimkan sinyal kenyang ke otak berdasarkan seberapa besar peregangan dan berapa lama tetap penuh.
Makanan yang cepat dicerna, seperti karbohidrat olahan, bisa membuat seseorang cepat merasa lapar lagi, sedangkan makanan tinggi serat dan protein memberi rasa kenyang yang lebih lama.
Dengan demikian, pencernaan yang terlalu cepat akibat makan sambil berdiri bisa tanpa disadari mendorong seseorang makan berlebihan.