Model asal Somalia-Norwegia, Rawdah Mohamed, berjalan di karpet merah Festival Film Cannes ke-78 di Prancis pada Sabtu malam (17/5/2025). Rawdah Mohamed mengenakan high heels dari brand asal Indonesia, Buttonscarves dan busana dari Rizman Ruzaini, jenama fashion dari Malaysia. Foto: WireImage/Daniele Venturelli.
Tag: pesona
-
7 Foto Pesona Celine Evangelista Pakai Hijab Motif Palestina, Banjir Pujian
Ia tampil dengan hijab Palestina dalam sebuah unggahan yang langsung viral dan menuai pujian dari warganet. “Cantik sholehah celine MasyaAllah😍,” puji akun @ninasakina08. “Cantiq sholihah insyaa allah istiqomah aamiin.❤️🔥,” ujar akun @supriyantihamid. “Doa terbaik buat mama Celine semuga selalu Istiqomah dan dipermudah semua hajatnya . Dan sukses dan berkah selalu buat kak Igun,” ucap akun @difahqu_. Foto: Dok. Instagram @celine_evangelista.
-
Kisah Inspiratif Nabila, Alumni Hijab Hunt Kini Jadi Desainer Modest Fashion
Surabaya
–Mengawali langkah dari ajang pencarian bakat Hijab Hunt 2018 di Surabaya, Emha Basma Lazuwara Hasbi Nabila atau yang akrab disapa Nabila, membuktikan bahwa hijab bukan lah penghalang untuk tampil percaya diri dan berprestasi.
Nabila kini sukses merintis karier sebagai desainer modest wear dengan karya yang telah tampil di ajang bergengsi Soerabaia Fashion Trend 2025. Yuk, kenal lebih dekat dengan Nabila!
Berbincang kepada Wolipop, Nabila awalnya ikut audisi Hijab Hunt pada tahun 2018. Pada saat itu, Hijab Hunt sedang mencari muslimah yang memiliki potensi serta talenta yang menginspirasi.
“Tahun 2018 audisi di Surabaya. Awal ikut Hijab Hunt karena ingin lebih mengembangkan diri dengan hobi modeling dan menunjukkan bakat diri,” ungkap Nabila kepada Wolipop.
Kenal lebih dekat dengan Emha Basma Lazuwara Hasbi Nabila, alumni Hijab Hunt yang kini meraih mimpi menjadi desainer modest wear. Foto: Dok. Instagram @lazuwaranabila.Pengalaman mengikuti ajang Hijab Hunt 2015 menjadi titik awal yang tak terlupakan bagi Nabila. Wanita 31 tahun ini berhasil menembus tahap semifinalis audisi Surabaya. Saat itu, dia mendapat kesempatan berharga untuk bertemu dengan para juri ternama seperti Terry Putri, sekaligus merasakan atmosfer kompetisi yang membangun.
“Hijab Hunt memberikan panggung bagi saya wanita berhijab untuk menunjukkan bakat diri, saat audisi saya mendapatkan pengalaman berharga dalam pengembangan diri, seperti kepercayaan diri, public speaking dan banyak bertemu dengan teman baru dari berbagai daerah,” kenangnya.
Mendapatkan berbagai ilmu dari para mentor, Nabila merasakan semakin percaya diri usai mengikuti ajang Hijab Hunt.
“Usai ikut Hijab Hunt saya lebih percaya diri dan semakin fashionable walau dengan berhijab ,” ujarnya.
Pengalaman itu menjadi titik baliknya Nabila untuk mengejar impian sebagai desainer. Ia percaya bahwa dunia fashion bisa menjadi ruang berekspresi bagi wanita berhijab, sekaligus wadah untuk menyebarkan nilai-nilai positif lewat karya.
Nabila Jadi Desainer Modest Wear
Kenal lebih dekat dengan Emha Basma Lazuwara Hasbi Nabila, alumni Hijab Hunt yang kini meraih mimpi menjadi desainer modest wear. Foto: Dok. pribadi Emha Basma Lazuwara Hasbi Nabila.Perjalanan Nabila sebagai desainer tidak terlepas dari latar belakang pendidikannya. Dia merupakan lulusan Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana, Universitas Negeri Surabaya (UNESA).
Sejak duduk di bangku kuliah, ia mulai membangun bisnis fashion sendiri. Fokus utamanya adalah pada pembuatan custom kebaya muslimah dan busana modest yang elegan dan tetap syari. Perpaduan keahlian teknik menjahit, kreativitas desain, dan pemahaman tren membuat karyanya semakin diminati.
Pada 18 Juli 2025 Nabila menampilkan delapan koleksi terbaiknya dalam ajang Soerabaia Fashion Trend 2025, yang diselenggarakan oleh Indonesian Fashion Chamber (IFC) Chapter Surabaya. Organisasi tersebut menaungi para desainer dan pelaku industri mode di Indonesia.
Dengan persiapan kurang dari satu bulan, ia merancang setiap look dengan teliti mulai dari riset bahan, pembuatan mood board, teknik manipulating fabric, bordir, hingga aksesori hijab.
“Ada delapan look modest wear di Soerabaia Fashion Trend 2025. Persiapan kurang dari satu bulan mulai dari riset bahan, mood board, pembuatan manipulating fabric, bordir, proses menjahit dan pembuatan aksesoris hijab. Alhamdulillah semua terlaksana dengan baik, ini pengalaman pertama karya saya mengikuti fashion show modest wear,” ucapnya haru.
Kenal lebih dekat dengan Emha Basma Lazuwara Hasbi Nabila, alumni Hijab Hunt yang kini meraih mimpi menjadi desainer modest wear. Foto: Dok. pribadi Emha Basma Lazuwara Hasbi Nabila.Ibu satu orang anak ini menuturkan inspirasi koleksinya bertajuk Enchanted Noir, dengan detail seperti bordir floral, permainan kerut, teknik pleats manipulating fabric, hingga taburan beads yang halus menciptakan tekstur dan dimensi yang memikat.
“Enchanted Noir adalah perwujudan dari romansa yang tersembunyi dalam kegelapan, keanggunan yang muncul dari bayangan, dan daya pikat bunga yang mekar di tengah malam, menciptakan busana dan aksesoris yang misterius, dan tak lekang oleh waktu,” jelasnya.
“Setiap desain dirancang untuk membangkitkan kekuatan dan daya tarik yang memikat, seolah-olah penggunanya adalah bunga yang mekar dalam cahaya rembulan, memancarkan pesona yang tak terlupakan. Enchanted Noir menjadi simbol keberanian untuk merangkul sisi gelap yang indah, dengan perpaduan dominan hitam dan burgundy, koleksi ini memancarkan aura kemewahan gotik modern yang romantis,” lanjutnya lagi.
Wanita yang tinggal di Surabaya, Jawa Timur ini ingin mengajak wanita muda lainnya untuk terus menggapai impian dan percaya akan potensi dalam diri. Ia juga membuktikan jika wanita berhijab bisa tampil stylish dan sesuai dengan nilai ajaran agama.
“Wanita muslimah berhijab bisa tampil fashionable tanpa melupakan nilai-nilai kesopanan dan ajaran agama, tampil menarik dan stylist dengan sentuhan modern namun tetap menutup aurat dengan sempurna,” pungkasnya.
(gaf/eny)
-
Tanah Lot, Destinasi Khas Bali yang Wajib Masuk Daftar Itinerary Liburan
Jakarta –Tanah Lot sudah lama dikenal sebagai ikon wisata Bali yang ramai dikunjungi wisatawan. Pura yang berdiri kokoh di atas batu karang ini memadukan keindahan laut dengan nuansa spiritual yang kental.
Selain pesona alamnya, Tanah Lot juga menyimpan nilai budaya yang kuat. Sejak abad ke-16, pura ini berfungsi sebagai tempat pemujaan roh penjaga laut bagi umat Hindu Bali dan masih aktif digunakan hingga sekarang.
Pengalaman lengkap mengunjungi Tanah Lot bisa didapatkan dengan mudah melalui Balinesia Travel. Agen ini menawarkan Paket Wisata Bali 3 Hari 2 Malam untuk 2-3 orang dengan harga mulai Rp 3 jutaan saja.
Dalam paket ini, Tanah Lot bukan satu-satunya pilihan destinasi. Anda juga bisa menikmati rangkaian destinasi lain yang dirancang agar liburan semakin berkesan. Itinerary ini memberi kesempatan merasakan keindahan alam sekaligus kekayaan budaya Bali.
Dengan layanan penjemputan, akomodasi nyaman, hingga kuliner khas yang telah disiapkan, paket ini menjadi pilihan tepat bagi para wisatawan. Pastikan Tanah Lot dan pengalaman bersama Balinesia Travel masuk dalam agenda perjalanan Anda!
(prf/ega)

image : unsplash.com / Thomas Tucker -
Uji Adrenalin di Wisata Belitar Seberang, Menuruni Tebing Air Terjun Puspa Dewi
Bengkulu –Para pecinta wisata alam ekstrem wajib datang ke Wisata Belitar Seberang yang ada di Bengkulu. Selain pemandangan alam yang memukau, wisatawan bisa merasakan ketegangan dengan menuruni tebing air terjun menggunakan tali.
Lokasi Wisata Belitar Seberang
Destinasi wisata ini berada di Desa Belitar Seberang, Kecamatan Sindang Kelingi, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu. Di sini detikers bisa menikmati dua air terjun sekaligus yakni Air Terjun Tri Sakti dengan ketinggian 85 meter dan Air Terjun Puspa Dewi dengan ketinggian 120 meter.
Para wisatawan yang mau berkunjung nanti bisa langsung datang ke Desa Belitar Seberang. Nantinya pihak pemandu wisata akan menjemput para pengunjung menggunakan mobil offroad menuju ke destinasi wisata.
“Kalau pengunjung yang mau menuju ke sini kita semua itu berhenti di desa, nanti diangkut menggunakan kendaraan wisata offroad menuju ke destinasi ini dengan estimasi perjalanan sekitar 20 sampai 30 menit,” ujar Ketua kelompok cagar Wisata Belitar Seberang, Hendri Hendika.
Selain air terjun, di sini juga ada pemandian air panas yang alami sehingga pengunjung bisa berendam sambil menikmati pesona alam di sana. Tak hanya untuk berswafoto dan berenang saja, wisatawan juga bisa melakukan kegiatan canyoneering di Air Terjun Puspa Dewi yang memuji adrenalin.
Tidak hanya menguji adrenalin, di sini juga sudah disiapkan fotografer untuk mengabadikan momen wisatawan saat menuruni air terjun. Nantinya para wisatawan diberikan waktu untuk bergelantung sambil mengekspresikan berbagai gaya yang nantinya akan diabadikan oleh fotografer.
Air Terjun Puspa Dewi sendiri merupakan air terjun hangat sehingga menjadikan tempat ini menjadi satu-satunya canyoneering air panas di Indonesia. Hal inilah yang menjadi daya tarik bagi para wisatawan untuk memberanikan diri berwisata canyoneering di Desa Belitar Seberang ini.
Wisata air terjun di Desa Belitar Seberang, Bengkulu Foto: M. Rizky PratamaHendri mengatakan kedua air terjun tersebut berposisi bersebelahan sehingga menjadi salah satu fenomena yang sudah diakui oleh Kementerian Pariwisata Indonesia.
“Satu-satunya fenomena air terjun yang berpasangan di Indonesia. Yang satu air dingin yaitu Tri Sakti, yang satu air hangat yakni Puspa Dewi,” katanya.
Hendri mengungkapkan pihaknya baru mengembangkan wisata canyoneering pada tahun 2025 yang diberi nama Belirang Canyoneering.
“Wisata pemacu adrenalin canyoneering memang itu memang lagi hits banget di Indonesia dalam 3 tahun terakhir dan kita sebagai pengelola wisata Belitar Seberang sudah memiliki alat yang lengkap sejak tahun 2021, dan di tahun 2025 ini membuka secara resmi Belirang Canyoneering. Ini satu-satunya canyoneering dengan air terjun bersuhu air panas di Indonesia, cuman ada disini,” ungkapnya.
Hendri memastikan para pemandu di Wisata Belirang Seberang sudah ahli dalam bidangnya serta semua peralatan keselamatan di sana sudah memenuhi standar.
“Sangat aman karena memang peralatan yang kita gunakan itu sudah berstandar dan semua pegawai kita tersertifikasi untuk memang menguasai di bidang ini,” ujarnya.
Jam buka Wisata Belirang Seberang
Hendri menjelaskan Wisata Belirang Seberang dibuka setiap hari bagi para pengunjung yang ingin menikmati Air Terjun Tri Sakti dan Air Terjun Puspa Dewi. Sementara untuk canyoneering hanya buka pada Sabtu dan Minggu saja.
“Untuk harga kunjungan biasa itu tiket masuknya hanya Rp 20 ribu, untuk naik mobil offroad itu Rp 70 ribu per-orang, dan untuk canyoneering itu satu orang Rp 400 ribu,” tuturnya.
—
Artikel ini sudah tayang di detiksumbagsel. Klik di sini untuk membaca selengkapnya.
(dai/ddn)

image : unsplash.com / Thomas Tucker -
6 Kota Favorit untuk Liburan Slow Travel di Indonesia
Jakarta –Slow travel jadi tren liburan terkini yang ingin lebih menikmati pesona destinasi wisata. Slow travel identik dengan kegiatan yang lebih mengenal (ngeblend) kebiasaan, kebudayaan, dan karakter masyarakat sekitar. Penikmat slow travel biasanya tinggal lebih lama di kota tujuan.
Kota Favorit Slow Travel
Destinasi wisata populer ternyata menjadi tujuan utama penikmat slow travel. Berikut rekomendasi kota tujuan slow travel
Kalegowa, Sulawesi Selatan
Ilustrasi sawah Kalegowa (dok. Fahmi Labibinajib)Kota ini dinobatkan sebagai kota terbaik kedua untuk slow travel di Asia versi Agoda. Kalegowa terkenal dengan sejarahnya yang panjang sebagai lokasi pertama benteng kerajaan Gowa. Kota ini juga punya pesona sawah hijau, pohon rindang, arsitektur Bugis masih lestari, serta warga lokal yang hangat dan ramah.
Yogyakarta, DI Yogyakarta
tempat penyambutan pengunjung Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat Foto: Arawinda Dea AlisiaPenikmat slow travel bisa memilih destinasi wisata dan lokasi menginap yang jauh dari pusat. Selain Yogya, kamu bisa memilih lokasi wisata di Bantul, Gunung Kidul, Kulon Progo, dan daerah lagi di Yogyakarta. Untuk lokasi wisata, kamu sebaiknya memilih museum, candi, situs sejarah dan budaya lain yang bisa dinikmati tanpa harus buru-buru.
Purwokerto, Jawa Tengah
Wisata Baturaden, Baturraden, Purwokerto Foto: Ari SaputraIbu kota Kabupaten Banyumas ini kerap disebut mirip Yogya, namun tidak seramai kota tersebut. Purwokerto terkenal dengan hawa sejuk, adem, minim macet, masyarakat ramah, dan biaya hidup murah. Kendati begitu, Puwokerto tidak sulit diakses internet dan sangat adaptif pada perkembangan teknologi.
Bandung, Jawa Barat
Suasana Braga, Bandung Foto: Rifat AlhamidiKota Bandung secara umum adalah destinasi wisata populer karena dekat Jabodetabel dan mudah diakses. Namun, Bandung menyediakan tempat bagi penikmat slow travel yang ingin berlama-lama meniknati keindahannya. Kamu bisa memilih destinasi wisata alam, sejarah, dan budaya yang tidak terlalu ramai pengunjung.
Raja Ampat, Papua Barat Daya
Laguna berbentuk bintang di Raja Ampat Foto: Johanes RandyPotongan surga dunia ini sangat disayangkan jika tidak bisa dinikmati berlama-lama. Slow travel sangat direkomendasikan agar bisa menikmati keberagaman flora dan fauna Raja Ampat, hewan endemik, pasir putih, air laut biru hijau yang jernih. Selain itu, sungguh disayangkan jika harus meninggalkan Raja Ampat tanpa tahu kekayaan budaya dan sejarah masyarakatnya.
Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur
Kapal-kapal wisata di perairan Labuan Bajo Foto: Ambrosius Ardin/detikBaliDestinasi wisata ini adalah gerbang menuju habitat asli komodo di Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur. Di sini ada beragam spot wisata yang bisa kamu nikmati tanpa harus terburu-buru yaitu Goa Rangko, Air Terjun Cunca Rami, Bukit Sylvia, Sawah Lingko, dan Kampung Compang To’e Melo untuk mengenal budaya lokal Labuan Bajo.
Sebelum memilih destinasi wisata untuk slow travel, pastikan kamu sudah menyusun itinerary yang tepat sehingga waktu liburan terasa lebih efisien.
(row/fem)

image : unsplash.com / Thomas Tucker -
Mengenal Menara Doa Sinatapan, Tempat Menikah dengan Latar Danau Toba
Samosir –Pesona danau Toba memang tiada duanya. Traveler yang mau menikah dengan latar danau cantik ini bisa mencobanya di Menara Doa Sinatapan.
Menara Doa Sinatapan adalah destinasi wisata yang relatif baru di Samosir, Sumatera Utara. Dari spot ini, traveler bisa mengadakan acara pernikahan dengan berlatarkan kecantikan danau Toba.
Menara Doa Sinatapan dibangun pada 20 Desember 2017. Menara ini berfungsi sebagai tempat doa sekaligus destinasi wisata rohani dengan pemandangan menakjubkan Danau Toba dari ketinggian.
Lokasi tepatnya berada di desa Partungko Naginjang, Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir. Kata ‘Sinatapan’ sendiri berarti ‘melihat’ atau ‘menatap’ dalam bahasa Batak.
Bangunan sederhana nan cantik ini pun sarat akan makna religius, serta mencerminkan tempat untuk merenung sambil menatap kebesaran ciptaan Tuhan.
Menara Doa Sinatapan lantas semakin dikenal luas berkat pesona alam Danau Toba yang dapat dinikmati dari menara setinggi 10 meter.
Keindahan pulau Samosir yang tampak jelas ditambah dengan hamparan bukit hijau, menjadikan kawasan ini destinasi rohani sekaligus wisata alam yang banyak dikunjungi.
Salah satu pasangan yang melangsungkan acara pernikahan di Menara Doa Sinatapan adalah Hendry Donald Hanesty Sinurat, B.Eng., M.Sc dan Efriska Ginasti Mayangsari Br. Nadeak, S.KPm., M.Si.
Mereka memilih Menara Doa Sinatapan sebagai lokasi pernikahan karena kedekatan emosional terhadap tanah leluhur.
Meskipun keduanya bukan berasal dari Samosir, tapi rasa kedekatan itu mendorong keputusan mereka untuk menggelar acara pernikahan di sana.
“Ini adalah wujud syukur kami sekaligus bentuk kepedulian untuk ikut melestarikan keindahan alam dan budaya Samosir. Kami berharap semakin banyak generasi muda yang juga mencintai tanah leluhur,” ujar Efriska.
Fenomena pernikahan dengan latar nuansa alam diyakini akan terus berkembang dan jadi tren, seiring meningkatnya kesadaran akan pentingnya pelestarian budaya dan alam.
Lokasi-lokasi yang menawarkan nilai spiritual serta keindahan panorama menjadi pilihan yang banyak dipertimbangkan pasangan muda. Terlebih ketika tempat tersebut sarat makna bagi sejarah dan budaya keluarga mereka.
(wsw/wsw)

image : unsplash.com / Thomas Tucker -
Dulu Ini Lokasi Tambang, Sekarang Jadi Surga Wisata
Jakarta –Pertambangan di Raja Ampat telah membuat masyarakat khawatir. Tak banyak yang tahu, ada tempat yang dulunya galian tambang menjadi surga wisata.
Bangka Belitung (Babel) merupakan provinsi penghasil timah terbesar dunia. Di Pulau Bangka, Kabupaten Bangka Tengah, terdapat bekas galian tambang yang kini jadi obyek wisata, namanya Danau Kaolin.
Terletak di Desa Nibung, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung, Danau Kaolin merupakan satu dari beberapa objek wisata bekas tambang timah yang ada di wilayah Babel. Namanya mencuat setelah viral di media sosial.
Keindahan alamnya pun tak perlu diragukan lagi, danau ini pernah masuk dalam nominasi Destinasi Unik Terpopuler pada Anugerah Pesona Indonesia tahun 2019.
Danau Kaolin sering disebut dengan istilah Camoi Aik Biru (kolam biru) oleh masyarakat setempat. Lokasi ini merupakan bekas pertambangan bijih timah dan kaolin yang telah ditinggalkan sejak 1971.
Foto udara memperlihatkan wisatawan menikmati keindahan alam Danau Kaolin di Kabupaten Bangka Tengah, Bangka Belitung, Minggu (9/7/2023). Danau Kaolin atau Camoi Aik Biru (kolam biru) itu merupakan bekas pertambangan bijih timah dan kaolin, saat ini dijadikan destinasi wisata unggulan di Bangka Belitung yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Nibung Jaya Abadi. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/Spt. Foto: ANTARA FOTO/YULIUS SATRIA WIJAYAGalian tambang yang berbentuk cekungan lambat laun terisi air hingga terbentuklah danau seperti saat ini. Ya, butuh waktu puluhan tahun agar alam mampu memperbaiki diri.
Danau kaolin ini punya keindahan yang khas yaitu air danau yang berwarna biru toska. Warna biru berasa dari sisa mineral pertambangan timah dan kaolin.
Wisatawan boleh mengeksplorasi keindahan danau yang berwarna biru toska ini. Meskipun bekas tambang namun kawasan ini memiliki udara yang sejuk dan segar. Tapi ingat, dilarang berenang di danau ini, karena ada efek radiasi logam radioaktif bekas penambangan biji timah dan kaolin.
Jadi, aktivitas yang diperbolehkan hanya foto-foto. Biasanya, spot terbaik untuk mengambil foto adalah berada di titik tertinggi dengan background danau yang indah.
Untuk menuju lokasi ini, wisatawan perlu menempuh perjalanan dari pusat kota Pangkalpinang sejauh 68,6 kilometer atau sekitar 1,2 jam. Tiketnya pun murah meriah mulai dari Rp 5-10 ribu.
Tebing Breksi
Tebing Breksi Foto: Jauh Hari Wawan S/detikcomContoh lain area tambang yang berubah menjadi tempat wisata yang mendatangkan cuan bagi warga sekitar adalah Tebing Breksi di Desa Sambirejo, Sleman, DI Yogyakarta. Dari catatan detikcom, bekas tambang yang satu ini begitu cantik dengan sentuhan seni.
Tebing Breksi dulunya adalah tempat penambangan batu alam untuk material bangunan. Pada 2014, Pemerintah Kabupaten Sleman berinisiatif untuk menutupnya demi kelestarian lingkungan. Barulah setelah itu, tepatnya pada 2015, Tebing Breksi dikembangkan menjadi objek wisata.
Ini untuk membantu perekonomian masyarakat yang dulunya bergantung pada tambang. Tahun 2021 lalu, yang awalnya jadi salah satu desa termiskin di Sleman ini bertransformasi menuju desa wisata berpenghasilan Rp 1 miliar.
Tebing Breksi. Foto: KemenparekrafSaat ini, Tebing Breksi menjadi salah satu dari 5 tempat favorit yang dikunjungi wisatawan di Kabupaten Sleman selain Candi Prambanan, Jip Wisata Merapi, Kaliurang dan Kaliadem.
Hal menarik dari Tebing Breksi adalah ukiran pada dindingnya. Terdapat berbagai jenis ukiran, mulai dari wayang hingga naga. Inilah yang kemudian menjadi magnet bagi wisatawan Yogyakarta dan luar daerah untuk datang ke sana.
Selain melihat ukiran pada tebing, kegiatan favorit wisatawan di Tebing Breksi adalah melihat matahari terbenam alias sunset. Sunset dari Tebing Breksi ini sering disebut sebagai sunset terbaik di Yogyakarta. Kamu dapat menikmati pemandangan Kota Yogyakarta secara leluasa dari atas sana.
Belitung dan Tebing Breksi adalah bukti nyata bahwa sebuah daerah bisa bangkit dan berbenah. Dari tanah yang dulu dikuras untuk hasil bumi, kini daerah bekas tambang ini menyambut dunia dengan pesona alam dan keramahan budaya. Sebuah metamorfosis luar biasa-dari pulau tambang menjadi surga wisata yang membanggakan Indonesia.
(bnl/ddn)






