Tag: pipi

  • 5 Tutorial Hijab Shimmer, Jadi Tren Baju Lebaran 2024 Bikin Pipi Tirus

    Jakarta

    Baju bahan shimmer disebut jadi tren Lebaran 2024 hingga menjadi perbincangan di media sosial. Beragam meme dan video kocak saat memakai baju bahan shimmer pun viral.

    Baju bahan shimmer menjadi pilihan karena karakter bahannya yang halus, mengkilap, memberikan kesan feminin dan elegan. Itu lah salah satu alasan baju bahan shimmer menjadi incaran untuk Lebaran 2024.

    Kamu sudah membeli koleksi baju bahan shimmer untuk Lebaran? Bisa sontek gaya hijab shimmer untuk melengkapi penampilan kamu di Hari Raya.


    Hijab bahan shimmer juga bisa membuat wajah lebih cerah dan glowing. Pilih hijab shimmer dengan warna pastel yang lembut dan segar.

    Untuk membantumu tampil stylish saat Lebaran, Wolipop merangkum lima tutorial hijab bahan shimmer yang gampang dibentuk dan bisa membuat pipi kamu terlihat lebih tirus. Berikut tutorial hijab bahan shimmer:

    1. Tutorial hijab bahan shimmer satu jarum pentul

    Tutorial hijab bahan shimmer untuk Lebaran 2024.Tutorial hijab bahan shimmer untuk Lebaran 2024. Foto: Dok. Instagram @ohhijab.id.

    Kamu bisa meniru gaya hijab simple satu ini, caranya mudah dan membutuhkan satu jarum pentul. Langkah pertama, ambil sisi dalam hijab dan sematkan jarum pentul di bawah dagu. Agar menutupi pipi yang chubby. Kemudian sampirkan satu sisi hijab ke belakang! Mudah kan?

    2. Tutorial hijab bahan shimmer lipat

    Tutorial hijab bahan shimmer untuk Lebaran 2024.Tutorial hijab bahan shimmer untuk Lebaran 2024. Foto: Dok. Instagram @ohhijab.id.

    Tak jauh berbeda dengan tutorial hijab yang pertama, bedanya kamu lipat salah satu sisi hijab untuk membentuk pipi kamu terlihat lebih tirus. Satu sisi hijab lainnya biarkan jangan dilipat.

    Atur hijab hingga rapi dan sematkan jarum pentul. Kemudian sampirkan satu sisi hijab ke belakang.

    3. Tutorial hijab bahan shimmer

    Tutorial hijab bahan shimmer untuk Lebaran 2024.Tutorial hijab bahan shimmer untuk Lebaran 2024. Foto: Dok. Instagram @ohhijab.id.

    Tutorial hijab bahan shimmer selanjutnya, bisa juga kamu sontek untuk Hari Raya. Kali ini, kamu bisa pakai inner ninja untuk menutupi bagian rambut dan leher.

    Lalu, atur hijab dan bentuk sesuai dengan bentuk wajah sambil menyematkan jarum pentul di bawah dagu. Angkat hijab belakang ke atas kepala, ambil ujung hijab sebelah kiri dan lilitkan memutar ke leher.

    Kemudian tutup bagian belakang hijab sehingga lilitan hijab tak terlihat. Sampirkan kedua ujung hijab ke depan. Cantik ya!

    4. Tutorial hijab bahan shimmer Malaysia Look

    Tutorial hijab bahan shimmer untuk Lebaran 2024.Tutorial hijab bahan shimmer untuk Lebaran 2024. Foto: Dok. TikTok.

    Gaya hijab ala selebgram Malaysia masih menjadi favorit. Karena berlayer dan syari cocok untuk digunakan beragam kegiatan. Kamu bisa sontek gaya hijab bahan shimmer satu ini dengan gaya ala Malaysia Look.

    Caranya bentuk hijab ke belakang hingga rapi dan sematkan jarum pentul, ambil sisi hijab sebelah kiri ke atas kepala. Kemudian masukkan ujung hijab ke dalam hingga membentuk ikat simpul. Agar hijab tetap rapi, sematkan jarum pentul di bagian kedua telinga dan di atas kepala. Simple kan?

    5. Tutorial hijab bahan shimmer syari

    Tutorial hijab bahan shimmer untuk Lebaran 2024.Tutorial hijab bahan shimmer untuk Lebaran 2024. Foto: Dok. Instagram @ohhijab.id.

    Tutorial hijab ini juga bisa kamu aplikasikan saat Lebaran 2024. Langkah pertama, atur ujung hijab sebelah kanan lebih pendek dibandingkan ujung hijab sebelah kiri.

    Ambil sisi dalam hijab (seperti tutorial hijab pertama) dan sematkan jarum pentul di bawah dagu. Atur hijab hingga rapi, ujung hijab sebelah kiri lilit ke leher dan ikat.

    Ujung hijab sebelah kanan bentuk hingga menutupi dada dan sematkan jarum pentul di belakang hijab agar terlihat rapi. Gaya hijab ini cocok kamu padukan dengan baju putih kesayangan kamu di Hari Raya.

    (gaf/eny)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • Tips Memilih Hijab Sesuai Bentuk Wajah, Oval hingga Berlian

    Jakarta

    Kamu baru memakai hijab? Ini dia tips memilih hijab sesuai bentuk wajah, mulai dari oval hingga berlian.

    Hijab bukan hanya sekadar penutup aurat tapi juga bagian dari fashion yang dapat menambah kepercayaan diri. Memilih hijab yang tepat tidak hanya tentang warna atau motif tapi juga tentang bagaimana hijab tersebut dapat menyempurnakan bentuk wajah kita.

    Setiap bentuk wajah memiliki karakteristik yang berbeda sehingga pemilihan hijab yang tepat dapat membantu menonjolkan keindahan wajah dan menyamarkan bagian yang kurang proporsional. Dengan memilih gaya hijab yang sesuai, kita bisa menciptakan tampilan yang lebih harmonis dan menonjolkan fitur terbaik wajah.


    Jika kamu sering kurang percaya diri saat berhijab, ini dia tips memilih hijab sesuai bentuk wajah:

    Memahami Bentuk Wajah

    Sebelum kita membahas tips memilih hijab sesuai bentuk wajah, mari kita kenali terlebih dahulu tipe wajahmu. Secara umum, bentuk wajah dapat dibagi menjadi beberapa kategori, yaitu:

    Wajah oval: Bentuk wajah ideal yang hampir semua gaya hijab cocok.
    Wajah bulat: Ciri-cirinya adalah panjang dan lebar wajah yang hampir sama.
    Wajah hati: Dagu yang lancip dan tulang pipi yang lebar.
    Wajah persegi: Dagu, tulang pipi, dan garis rahang yang tegas.
    Wajah panjang: Panjang wajah lebih menonjol daripada lebarnya.
    Wajah berlian: Tulang pipi menonjol dengan rahang dan dagu yang menyempit.

    Tips Memilih Hijab Sesuai Bentuk Wajah

    1. Wajah Oval

    Wajah oval dianggap sebagai bentuk wajah yang paling ideal karena proporsinya yang seimbang. Untuk pemilik wajah oval, hampir semua gaya hijab akan terlihat cocok.

    Meski demikian, untuk menonjolkan kecantikan alami wajah, pilihlah hijab yang tidak terlalu menutupi sisi wajah. Pilihlah bahan yang jatuh dengan alami seperti sifon atau sutra agar hijab terlihat lebih elegan.

    Tips:

    – Hindari memakai inner yang terlalu ketat atau menarik hijab terlalu ke belakang karena bisa membuat wajah terlihat lebih panjang.
    – Gunakan gaya hijab simpel dengan lipatan lembut mengikuti kontur wajah.

    2. Wajah Bulat

    Bagi pemilik wajah bulat, tujuan utama adalah memberikan ilusi wajah yang lebih panjang. Hijab yang longgar dan tidak terlalu ketat di bagian pipi dapat membantu menyamarkan bentuk wajah bulat. Pilihlah hijab dengan warna gelap yang bisa menyamarkan bentuk wajah sehingga terlihat lebih ramping.

    Tips:

    – Hindari memakai hijab yang terlalu menempel di wajah karena ini akan menonjolkan pipi.
    – Cobalah gaya hijab dengan aksen layer atau lipatan di bagian atas kepala untuk memberikan efek wajah lebih panjang.

    3. Wajah Persegi

    Wajah persegi memiliki garis rahang yang tegas dan dahi yang lebar. Untuk melembutkan garis wajah yang tegas ini, pilihlah hijab yang melingkar dengan lembut di sekitar wajah. Gaya hijab dengan sedikit volume di bagian atas kepala juga dapat membantu menyamarkan bentuk wajah persegi.

    Tips:

    – Hindari memakai hijab yang terlalu ketat di sekitar rahang karena akan menonjolkan bentuk wajah yang persegi.
    – Pilih bahan hijab yang ringan dan fleksibel seperti viscose atau jersey untuk memberikan efek yang lebih lembut.

    4. Wajah Panjang

    Tips memilih hijab sesuai bentuk wajah yang panjang, tujuan utamanya membuat wajah terlihat lebih proporsional. Hijab dengan lipatan horizontal atau gaya turban dapat membantu memotong panjang wajah, memberikan ilusi wajah yang lebih pendek.

    Tips:

    – Hindari memakai hijab yang terlalu ketat di bagian atas kepala atau inner yang menonjolkan dahi.
    – Gunakan hijab dengan gaya yang lebih bervolume di sisi samping wajah untuk memberikan keseimbangan.

    Bagaimana memilih hijab sesuai bentuk wajah untuk wajah segitiga atau hati dan wajah berlian? KLIK HALAMAN SELANJUTNYA.

    5. Wajah Segitiga (Hati)

    Wajah segitiga memiliki dahi yang lebar dan dagu yang lancip. Untuk mengurangi fokus pada bagian dahi yang lebar, pilihlah hijab dengan gaya yang menutupi sebagian dahi. Tambahkan aksen di bagian bawah hijab untuk memberikan keseimbangan antara dahi dan dagu.

    Tips:

    – Hindari memakai hijab yang terlalu menarik ke belakang pada bagian atasnya karena akan menonjolkan dahi.
    – Gunakan hijab dengan lipatan lembut dan hindari aksen yang menumpuk di bagian atas kepala yang bisa menonjolkan kekurangan pada dahimu.

    6. Wajah Berlian

    Wajah berlian memiliki dahi dan rahang sempit dengan tulang pipi yang tinggi dan lebar. Untuk menyeimbangkan proporsi ini, pilihlah hijab yang memberikan volume di sekitar dahi dan rahang tapi tidak terlalu menonjolkan tulang pipi.

    Tips memilih hijab sesuai bentuk wajah berlian:

    – Hindari memakai hijab yang menonjolkan tulang pipi.
    – Pilih gaya hijab yang longgar di sekitar rahang untuk melembutkan garis wajah.

    Pemilihan Warna dan Motif Hijab

    Selain menyesuaikan hijab dengan bentuk wajah, pemilihan warna dan motif juga penting. Warna netral seperti hitam, abu-abu, dan nude biasanya cocok untuk semua bentuk wajah.

    Untuk menambah keceriaan, Bunda bisa memilih warna yang sesuai dengan tone kulit. Motif kecil cocok untuk wajah bulat, sedangkan yang besar bisa memberikan dimensi pada wajah persegi atau panjang.

    Memilih hijab yang sesuai dengan bentuk wajah adalah langkah penting untuk meningkatkan penampilan dan kepercayaan diri. Dengan memahami bentuk wajah dan memilih gaya hijab yang tepat, kamu bisa menonjolkan keindahan alami serta menyamarkan bagian yang kurang ideal.

    Jangan takut untuk bereksperimen dengan berbagai gaya dan warna hijab untuk menemukan tampilan yang paling sesuai denganmu.

    (eny/eny)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • Anti Kusam! Rahasia Padu Padan Hijab yang Bikin Wajah Auto Fresh

    Jakarta

    Memilih warna dan gaya hijab sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi para hijabers. Kesalahan dalam pemilihan warna dapat membuat wajah terlihat kusam, sementara gaya yang kurang tepat bisa mengurangi rasa percaya diri.

    Menyikapi hal ini, brand hijab lokal naPocut yang didirikan oleh Dina Fadia, Amanda Zada, dan Cut Desi Ardila, hadir dengan terobosan inovatif. Salah satu pendirinya, Amanda Zada, membagikan kiat penting mengenai cara memilih hijab yang paling sesuai dengan warna kulit dan bentuk wajah melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI).

    Amanda Zada menjelaskan bahwa naPocut menggandeng Wardah untuk memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan yang mampu menganalisis dan mempersonalisasi warna kulit setiap individu. Dengan proses pemindaian wajah menggunakan AI tersebut, sistem akan mengidentifikasi tipe warna kulit pengguna yang terbagi dalam empat kategori utama: autumn, winter, summer, dan spring.


    Koleksi brand hijab dan busana muslim, Napocut di North Skywalk, Pondok Indah Mall 2, bertajuk Puzzle Of Mine mulai dari 17–30 November 2025.Koleksi brand hijab dan busana muslim, Napocut di North Skywalk, Pondok Indah Mall 2, bertajuk Puzzle Of Mine mulai dari 17–30 November 2025. Foto: Gresnia/Wolipop.

    Pengenalan tipe warna ini menjadi langkah krusial. Misalnya, seseorang dengan tipe winter cenderung lebih cocok menggunakan warna-warna yang deep atau pekat. Pemahaman ini berfungsi sebagai panduan tambahan agar konsumen tidak salah dalam memilih warna hijab atau busana lain yang akan dikenakan.

    “Sering kali, rasa tidak percaya diri (insekuritas) muncul karena ketidaktahuan akan warna yang paling sesuai. Kadang-kadang kita tuh nggak kenal sama diri kita, sehingga kadang-kadang kita tuh suka insecure pas pergi, misalnya kok gue pakai warna ini jadi jelek, kusam,” ujar Amanda kepada Wolipop, saat ditemui dalam acara naPocut Puzzle Of Mine, mulai dari 17-30 November 2025, di North Skywalk, Pondok Indah Mall 2, Jakarta (18/11/2025).

    Dengan mengetahui warna personalnya, hijabers diharapkan menjadi lebih bijaksana dalam memilih pakaian. Inovasi ini tidak hanya sebatas pada warna, melainkan juga gaya (styling) hijab yang cocok untuk bentuk wajah tertentu.

    Meskipun seseorang merasa tidak cocok dengan model hijab yang menempel karena bentuk wajahnya bulat, sistem AI akan memberikan konfigurasi gaya yang ternyata cocok. Amanda Zada juga menjelaskan beberapa poin gaya hijab yang sesuai dengan bentuk wajah. Seperti apa?

    Berikut paduan gaya hijab sesuai dengan bentuk wajah:

    Wajah Kotak:

    Gaya hijab yang sesuai dengan bentuk dan warna kulit agar terlihat segar, cantik dan fresh.Gaya hijab yang sesuai dengan bentuk dan warna kulit agar terlihat segar, cantik dan fresh. Foto: Dok. Instagram @napocut

    Posisikan satu sisi hijab lebih panjang dan biarkan menjuntai ke bawah. Bentuk hijab dengan dahi dan rahang secara presisi.

    Wajah Oval:

    Gaya hijab yang sesuai dengan bentuk dan warna kulit agar terlihat segar, cantik dan fresh.Gaya hijab yang sesuai dengan bentuk dan warna kulit agar terlihat segar, cantik dan fresh. Foto: Dok. Instagram @napocut

    Bentuk hijab bagian dahi sedikit tinggi serta garis rapi di dahi agar terlihat lebih cerah. Kamu bisa mengatur hijab dengan seimbang, bisa juga sedikit lebih panjang dari lebar dahi.

    Wajah Segitiga:

    Atur sisi hijab dengan sedikit volume di pipi bagian bawah, biarkan sisi lainnya jatuh lembut ke bahu.

    Wajah Bulat:

    Gaya hijab yang sesuai dengan bentuk dan warna kulit agar terlihat segar, cantik dan fresh.Gaya hijab yang sesuai dengan bentuk dan warna kulit agar terlihat segar, cantik dan fresh. Foto: Dok. Instagram @napocut

    Gaya hijab dengan puncak (point) di atas sedikit lebih tinggi dari dahi dan lekukan tajam di sisi pipi. Panjang dan lebar hijab, hampir sama dan bentuk hijab dengan lekukan yang halus.

    Wajah Bentuk Hati

    Bagi kamu yang mempunyai wajah bentuk hati, bisa bentuk hijab dengan memperlihatkan dahi lebih lebar, pipi dan dagu dengan bentuk meruncing.

    Wajah Diamond

    Untuk kamu pemilik wajah diamond, bisa atur bentuk hijab yang menutupi tulang pipi. Bentuk wajah pear, karakternya rahang lebar, kamu bisa bentuk hijab dengan dahi bentuk lebih rapat.

    Itulah tips styling hijab untuk berbagai bentuk wajah. Mana gaya hijab yang paling cocok buat kamu?

    (gaf/eny)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • Panggilan Sayang Rasulullah SAW kepada Istrinya yang Romantis

    Panggilan Sayang Rasulullah SAW kepada Istrinya yang Romantis


    Jakarta

    Rasulullah SAW adalah sosok yang romantis dalam memperlakukan para istrinya. Beliau memiliki beberapa panggilan sayang kepada istrinya yang bernama Aisyah RA.

    Aisyah RA adalah istri Rasulullah SAW yang dinikahi saat usianya masih gadis. Menurut riwayat, setelah wafatnya Khadijah RA, tak ada istri yang lebih dicintai oleh Rasulullah SAW melebihi cintanya kepada Aisyah.

    Panggilan Sayang Rasulullah SAW kepada Istrinya, Aisyah

    Mengutip buku Agungnya Taman Cinta Sang Rasul yang ditulis oleh Ustadzah Azizah Hefni, salah satu bentuk sikap romantis Rasulullah SAW adalah panggilan sayang Rasulullah SAW kepada istrinya, Aisyah RA. Beliau selalu memanggil Aisyah dengan panggilan-panggilan sayang.


    Salah satu panggilan sayang Rasulullah SAW kepada Aisyah RA adalah Humaira’ (pipi yang kemerah-merahan). Panggilan ini karena Aisyah RA adalah wanita berkulit putih, yang jika tersipu, marah, atau tertawa pipinya selalu berubah menjadi merah.

    Panggilan Humaira’ sering diucapkan Rasulullah SAW kepada Aisyah RA saat sedang berduaan atau sedang berkumpul bersama banyak orang. Para sahabat sudah sangat familier dengan panggilan sayang Rasulullah SAW kepada istrinya ini.

    Dikisahkan dalam buku Misteri Bidadari Surga yang ditulis oleh Joko Syahban, terlihat adegan mesra antara Rasulullah SAW dan Aisyah RA ketika orang-orang Habsyah bermain tombak saat akan masuk masjid.

    “Wahai Humaira! Apakah engkau suka melihat mereka? panggil Rasulullah SAW.

    Lalu, dijawab oleh Aisyah, “Ya.”

    Kemudian beliau berdiri di pintu dan Aisyah RA mendatanginya, Aisyah RA pun meletakkan dagunya di atas bahu Nabi SAW dan disandarkan wajahnya pada pipi beliau.” (HR An-Nasa’i di dalam As-Sunan Al-Kubra dan Ahmad).

    Sebutan “Humaira” adalah isim tasghir bentuk kata yang menunjukkan makna sesuatu yang mungil untuk memanjakan dan kecintaan, yang diambil dari kata hamra. Kata tersebut brmakna si putih berambut pirang.

    Rasulullah SAW juga memanggil Aisyah RA dengan Muwaffaqah, yang berarti diberi petunjuk. Dalam sebuah riwayat Ibnu Abbas, pernah disebutkan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda,

    “Barang siapa mempunyai dua orang pendahulu (maksudnya mayat) di antara umatku, Allah akan memasukkannya ke surga dengan dua orang tersebut.” Aisyah berkata, “Dan orang yang mempunyai satu pendahulu (mayat) di antara umatmu.”

    Rasulullah menjawab, “Ya, barang siapa mempunyai satu orang pendahulu, wahai Muwaffaqah?” Ibnu Abbas bertanya, “Bagaimana dengan orang yang tidak mempunyai satu orang pendahulu pun di antara umatmu?”

    Rasulullah SAW bersabda, “Aku adalah pendahulu umatku. Mereka tidak akan diuji sepertiku.” (HR Tirmidzi)

    Terkadang Rasulullah SAW juga memanggil Aisyah RA dengan namanya tapi hanya sebagian saja, yakni Aisy.

    Pernah juga, Rasulullah SAW memanggil Aisyah RA dengan sebutan Ummu Abdullah. Itu adalah panggilan sayang Rasulullah SAW kepada istrinya yang sangat terhormat. Aisyah RA yang ditakdirkan Allah SWT tidak memiliki keturunan dari Rasulullah SAW, seolah tidak mungkin mendapatkan panggilan ibu dari suaminya. Namun ternyata, Rasulullah SAW memanggilnya dengan sebutan Ummu Abdullah untuk menghormatinya.

    Adapun ketika Asma’, saudara Aisyah RA, melahirkan seorang bayi, Aisyahlah yang membawanya pertama kali ke hadapan Rasulullah SAW. Saat itu, Rasulullah SAW pun memanggilnya dengan Ummu Abdullah. Padahal, anak yang dibawa Aisyah RA bukanlah anaknya, namun Aisyah RA tetap mendapatkan panggilan ibu dari Rasulullah SAW. Apa yang dilakukan Rasulullah SAW itu sungguh membuat Aisyah RA tersanjung.

    Ibnu Hibban meriwayatkan hadits tentang ini dari Aisyah RA, “Ketika Abdullah bin Zubair lahir, Aisyah membawanya kepada Rasulullah SAW. Kemudian Rasulullah SAW membasahi bibir Abdullah bin Zubair dengan ludahnya, dan itulah sesuatu yang pertama kali masuk ke perutnya. Rasulullah SAW lalu bersabda, ‘Dia Abdullah dan engkau Aisyah adalah Ummu Abdullah.” (HR Ibnu Hibban)

    Sejak kelahiran Abdullah bin Zubair itu, Aisyah RA pun selalu dipanggil sebagai Ummu Abdullah. Syekh Muhammad bin Yusuf Ad-Dimasyqi mengatakan, “Sejak itu, Aisyah dipanggil dengan sebutan Ummu Abdullah, meskipun sebenarnya ia bukanlah ibu yang melahirkan Abdullah. Sampai wafat, Aisyah tetap dipanggil dengan sebutan Ummu Abdullah.”

    Beberapa panggilan ini merupakan bentuk panggilan sayang Rasulullah SAW kepada istrinya. Rasulullah SAW selalu melakukannya dengan penuh cinta dan kelembutan. Panggilan itu hanya diserukan Rasulullah SAW dan tidak seorang pun memanggil istrinya itu dengan sebutan demikian.

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com