Tag: produk susu

  • 5 Produk Olahan Susu Ini Cocok Dikonsumsi saat Diet


    Jakarta

    Kandungan lemak dalam olahan susu masih jadi keraguan bagi pelaku diet. Ternyata ada beberapa produk susu yang aman dikonsumsi saat diet.

    Ketika menjalani diet ada banyak keraguan yang timbul untuk memilih makanan. Mulai dari hitungan kalori, kadar lemak, dan berbagai komponen lain yang tengah dibatasi untuk dikonsumsi.

    Termasuk produk olahan susu yang dikatakan memiliki kandungan lemak tinggi. Padahal di dalam sebuah produk olahan susu terdapat nutrisi dan mineral yang penting dibutuhkan oleh tubuh.


    Tetapi para ahli gizi menyarankan beberapa produk olahan susu yang tetap bisa dikonsumsi saat diet. Kadar lemaknya yang tak terlalu tinggi dengan nutrisi yang seimbang disebut aman untuk dikonsumsi ketika diet.

    Baca juga: Penjual Teh Viral Liburan ke Burj Khalifa Usai Layani Bill Gates

    Berikut ini 5 produk olahan susu yang aman dikonsumsi saat diet menurut Eat This, Not That:

    5 Produk Olahan Susu Ini Cocok Dikonsumsi saat DietSusu dengan kadar 2% masih boleh dikonsumsi oleh pelaku diet. Foto: Getty Images/alvarez

    1. Susu 2%

    Menurut ahli gizi Lauren Manaker, susu dengan kandungan 2% lemak masih layak dan aman dikonsumsi untuk pelaku diet. Menurutnya tipe susu yang satu ini memiliki keseimbangan nutrisi yang tidak akan mengganggu program diet.

    “Susu2% memiliki komponen nilai nutrisi yang cocok untuk menurunkan berat badan dibantu dengan kesimbangan profil nutrisinya,” ujar Manaker.

    Ia lebih lanjut menjelaskan bahwa adanya kandungan protein dapat membantu memperbaiki sel-sel otot. Susu 2% ini disarankan untuk dikonsumsi setiap setelah berolahraga guna memperbaiki dan membangun massa otot yang rusak saat olahraga.

    2. Yogurt

    Yogurt dapat diandalkan menjadi asupan makanan yang sangat sehat untuk membantu program diet. Berasal dari susu yang difermentasi, yogurt memiliki kandungan protein yang dapat memberikan rasa kenyang lebih lama.

    Konsumsi yogurt juga dikaitkan dengan kemampuannya untuk meningkatkan metabolisme tubuh. Bagi pelaku diet yang juga giat berolahraga, konsumsi yogurt terbukti ampuh untuk membantu massa otot yang rendah lemak.

    Yogurt berbagai tipe, yogurt biasa dan greek yogurt, dilengkapi dengan kandungan prebiotik yang dibutuhkan oleh saluran pencernaan. Menurut sebuah pengamatan melalui 20 jurnal, konsumsi yogurt terbukti berdampak positif dalam menurunkan berat badan, mengecilkan ukuran pinggang, hingga menurunkan massa lemak.

    Produk olahan susu untuk pelaku diet lainnya ada di halaman berikutnya.

    3. Kefir

    Mirip dengan yogurt, kefir juga dibuat dari susu yang melalui proses fermentasi. Minuman ini disebut oleh Manaker memiliki kandungan yang tak kalah baik dengan konsumsi yogurt seperti yang telah dijelaskan.

    Dalam secangkir kefir Manaker mengatakan ada kandungan probiotik, protein, berbagai vitamin, dan mineral yang padat jumlahnya. Olahan produk susu yang satu ini dikatakan aman untuk dikonsumsi secara rutin walaupun sedang menjalankan program diet.

    “Proses fermentasi yang unik, degan melibatkan kultur dari biji kefir pada susu menghasilkan rasa yang kuat dengan sedikit sensasi seperti minuman karbonasi yang manfaatnya dapat menyehatkan pencernaan,” jelas Manaker.

    4. Keju cottage

    5 Produk Olahan Susu Ini Cocok Dikonsumsi saat DietDibandingkan dengan jenis keju lain, keju cottage lebih cocok untuk pelaku diet. Foto: Getty Images/alvarez

    Sempat viral karena tren Tiffany’s Plate di media sosial, keju cottage atau cottage cheese banyak diminati. Beberapa tahun yang lalu keju ini hanya dikenal sebagai campuran pada es krim, cocolan, atau pelengkap roti.

    Rasanya yang hambar dengan tekstur gumpalan kasar ternyata keju cottage menyimpan banyak nutrisi untuk mendukung diet. Keju ini memiliki kadar protein yang tinggi dengan lemak yang rendah.

    Pada tren Tiffany’s Plate keju ini biasanya akan disandingkan bersama sayuran, sosis, dan mustard untuk pemberi rasa lainnya. Cara konsumsi keju cottage seperti tren berikut juga layak dilakukan ketika menjalani program diet.

    5. Susu fortified

    Susu kemasan yang dijual di supermarket tentu telah melalui proses pengolahan khusus. Susu tidak hanya langsung dikemas setelah melalui tahap pemerahan dari sapi.

    Ada beberapa produsen susu yang sengaja membuat susu dengan tambahan-tambahan nutrisi dan vitamin yang kemudian disebut sebagai susu fortified. Biasanya di dalam susu ini akan memiliki vitamin dan mineral tambahan yang tidak ada di dalam susu lain.

    Misalnya seperti vitamin A dan D yang jika dikonsumsi secara rutin dapat membantu menurunkan berat badan saat diet. Bahkan menurut International Journal of Preventive Medicine dijelaskan juga orang yang rendah konsumsi vitamin Dnya memiliki risiko obesitas yang tinggi.

    Baca juga: Kacau! Keluarga Ini Kabur Tak Bayar Tagihan Makanan Rp 6,6 Juta

    (dfl/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Makan Keju Bisa Bantu BB Cepat Turun, Ini Faktanya


    Jakarta

    Keju biasanya menjadi pendamping makanan lezat, seperti burger. Ternyata tak hanya lezat, tapi keju juga dapat membantu menurunkan berat badan agar ideal

    Banyak orang menganggap jika keju adalah makanan yang tak sehat. Lantaran karena keju sering menjadi pelengkap hidangan siap saji, seperti burger, pizza, dan lainnya.

    Dilansir dari Food NDTV (6/5/2025), anggapan mengenai keju yang tak menyehatkan ini tak seluruhnya benar. Karena, ada juga beberapa fakta yang menjabarkan tentang manfaat keju dalam proses diet.


    Studi tentang fakta manfaat keju untuk diet itu dijelaskan dalam Nutrition and Diabetes yang menunjukkan bahwa mengonsumsi produk susu tinggi lemak (keju) mungkin membahayakan, tapi juga bisa bermanfaat dalam menurunkan berat badan dan kesehatan jantung.

    Studi lain yang menjelaskan tentang manfaat keju juga dijelaskan oleh University College Dublin. Studi yang meneliti sekitar 1.500 orang dewasa berusia 18-90 tahun mengungkapkan, “Mereka yang mengonsumsi lebih banyak produk susu, termasuk keju ditemukan memiliki indeks massa tubuh yang lebih rendah, begitu juga dengan persentase lemak yang lebih rendah dan lingkar pinggang lebih kecil.”

    Makan Keju Ternyata Bisa Bikin Ketagihan Seperti Konsumsi HeroinMakan Keju Foto: GettyImages

    “Partisipan itu juga memiliki tekanan darah dan kolesterol yang lebih rendah,” lanjutnya.

    Dr. Emma Feeney yang menjadi peneliti utama menyoroti studi itu juga menyoroti tentang pola makan secara keseluruhan. “Dengan kata lain, ini bukan hanya tentang keju, tapi juga bagaimana caranya mengonsumsi makanan tersebut.”

    Tak hanya menjelaskan tentang manfaat keju yang dapat efektif menurunkan berat badan, tapi juga mengenai konsumsi dari produk susu lain. Seperti halnya produk susu rendah lemak, seperti susu skim atau yogurt.

    Kedua produk susu itu ternyata jika dikonsumsi membuat orang cenderung lebih banyak makan karbohidrat. Asupan karbohidrat yang tinggi berpotensi menyebabkan kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat) yang lebih tinggi. Itu artinya, tak semua yang ‘rendah lemak’ berarti menyehatkan.

    Lantas, menurut Eating Well (11/3/2025), ada 5 jenis keju yang baik dikonsumsi untuk menurunkan berat badan. Kelima jenis keju itu ada keju cottage, mozzarella, feta, keju Swiss, dan ricotta.

    Jenis keju yang baik untuk diet ini dipertimbangkan berdasarkan kandungan kalori, natrium, lemak, serta proteinnya yang padat. Kandungan protein pada 5 jenis keju dalam takaran 100 gram di antaranya ada keju cottage 28 gram, keju mozzarella mengandung 6 gram protein, keju feta 4 gram, keju Swiss 8 gram, dan keju ricotta 9 gram.

    Keju-keju itu dapat dinikmati dengan memperhatikan porsinya, sebaiknya dalam porsi kecil untuk tambahan kalori. Bisa juga menggunakan keju untuk pengganti topping saus kental yang berlemak. Selain itu, keju juga dapat dikombinasikan dengan makanan berserat tinggi.

    (yms/odi)

    Sumber : food.detik.com

    Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد
    Source : unsplash.com / Eater Collective

  • Konsumsi Produk Susu Disebut Tak Menyehatkan, Ini Kata Ahli


    Jakarta

    Sebagian orang mengonsumsi produk susu karena manfaat sehatnya. Namun, ada juga yang tak mengonsumsinya karena dianggap tak menyehatkan. Benarkah hal tersebut?

    Produk susu sangatlah beragam, di antaranya ada susu, keju, yogurt, mentega, dan lainnya. Meski terbuat dari susu yang notabene adalah produk minuman sehat, banyak juga produk susu yang menimbulkan efek buruk bagi kesehatan.

    Jenis produk susu yang berpotensi meningkatkan kadar kolesterol adalah keju dan mentega. Jadi, apakah produk susu benar-benar buruk untuk kesehatan? Alan Aragon selaku konsultan nutrisi Men’s Health Magazine mengatakan tidaklah demikian.


    Dilansir dari Muscle and Fitness (7/12), Aragon juga mengatakan bahwa kekhawatiran produk susu dapat berdampak negatif adalah hal yang berlebihan.

    Hasil studi produk olahan susu

    5 Produk Olahan Susu Ini Cocok Dikonsumsi saat DietProduk Olahan Susu Foto: Getty Images/alvarez

    “Produk susu mencakup berbagai macam makanan dengan beragam efek. Misalnya, mentega adalah makanan olahan susu dan efeknya berbeda dengan yogurt Yunani,” lanjutnya.

    Aragon juga menyimpulkan bahwa produk susu lebih banyak memberikan manfaat daripada bahaya bagi kesehatan manusia. Hal ini dibuktikan pada sebuah studi terhadap keju.

    “Meskipun keju secara teori memiliki efek merugikan pada tekanan darah dan profil lipid darah, karena kandungan natrium dan lemak jenuhnya yang tinggi. Tetapi buktinya menunjukkan bahwa konsumsi keju tidak meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, penyakit jantung koroner, dan stroke,” ungkap Aragon.

    Fakta susu sebagai sumber makanan sehat

    Aragon juga mengungkapkan fakta mengenai susu sebagai sumber makanan sehat. Faktanya susu terbukti dapat menurunkan risiko kanker kolorektal, penyakit kardiovaskular, obesitas, dan osteoporosis.

    “Namun, hal itu tidak terlalu mengejutkan, karena susu adalah sumber nutrisi terbaik dalam pembentukan tulang dan otot sekaligus,” lanjutnya.

    Masalah utama dari produk susu ini adalah kandungan laktosa di dalamnya yang untuk sebagian orang menimbulkan efek samping. Untuk produk susu berupa keju dan yogurt ternyata adalah makanan yang rendah laktosa.

    Aragon juga memberikan saran kepada mereka yang intoleransi terhadap laktosa. “Mereka yang intoleran terhadap laktosa perlu mencari versi bebas laktosa, atau bisa juga dengan membatasi porsi konsumsi hingga batas maksimal hanya sekitar 12 gram laktosa per porsi, dan sebaiknya dikonsumsi dengan kelompok makanan lain untuk meminimalkan potensi gangguan masalah pencernaan,” saran Aragon.

    Kandungan nutrisi pada susu

    Ini yang Terjadi pada Tubuh Jika Minum Susu Setiap HariMinum Susu Setiap Hari Foto: iStock

    Menurut Fat Secret, dalam 100 ml susu mengandung 62 kalori. Selain itu, ada juga kandungan 3,35 gram lemak, 4,6 gram karbohidrat, dan 3,32 gram protein.

    Nutrisi lain yang terdapat pada susu adanya zat kalsium, potasium, vitamin A, vitamin D, vitamin B12, zinc, dan lainnya. Susu yang kaya nutrisi ini juga aman dikonsumsi setiap hari dalam menjaga pola makan yang seimbang, seperti dikutip dari Eating Well.

    (yms/odi)



    Sumber : food.detik.com