Tag: program doktor

  • ITS Buka Pendaftaran Pascasarjana Angkatan 2025/2026, Tersedia Beasiswa!

    ITS Buka Pendaftaran Pascasarjana Angkatan 2025/2026, Tersedia Beasiswa!



    Jakarta

    Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) telah membuka pendaftaran mahasiswa baru pascasarjana angkatan 2025/2026. Pendaftaran dibuka mulai 6 Oktober hingga 29 Desember 2025.

    Tahun ini, ada sebanyak 27 program magister reguler, 16 program magister gelar bersama, 6 program magister kerjasama,14 program doktor jalur reguler, 4 program doktor gelar bersama dan 10 program pendidikan magister menuju doktor yang dibuka.

    Tak usah khawatir soal biaya, ada berbagai penawaran beasiswa ITS bagi mahasiswa pascasarjana. Beasiswa-beasiswa tersebut antara lain beasiswa fresh graduate, beasiswa penelitian dosen, dan beasiswa program fast track.


    Mengutip laman ITS, berikut informasi selengkapnya tentang pendaftaran pascasarjana ITS 2025/2026:

    Syarat Daftar Pascasarjana ITS 2025/2026

    1. Jalur Reguler

    • Lulus dari S1 dan S2 dengan IPK minimal 3,00 dan berasal dari PTN/PTS dan prodi terakreditasi minimal B.
    • Mendapatkan dua rekomendasi dari pimpinan instansi atau mantan dosen pembimbing secara online. Saat mendaftar harus menyertakan nama dan email rekomendator.
    • Memiliki sertifikat TOEFL like paper based dengan skor minimal 477 (S2) dan minimal 500 (S3).
    • Mempunyai sertifikat Tes Potensi Kemampuan Akademik (TPKA) dengan skor minimal 477 (S2) dan minimal 500 (S3).
    • Lulus seleksi masuk/tes masuk secara offline/online.
    • Menyatakan kesanggupan untuk memenuhi ketentuan/prosedur akademik.
    • Pendaftar S2 mengisi judul usulan topik penelitian pada saat pendaftaran dan pendaftar S3 harus memiliki rancangan usulan proposal disertasi bisa diunduh.

    2. Jalur Riset

    Program S2

    • Lulus ujian masuk program S2 meliputi tes potensi kemampuan akademik (TPKA) minimal 475, TEFL atau setara minimal 477, tes materi bidang minimal 66, dan wawancara minimal 66.
    • Memiliki RPL penelitian yang sudah dituliskan ke dalam portofolio disertai bukti-bukti yang dapat diekivalensikan dengan maksimal 3 SKS.
    • Memiliki usulan topik penelitian yang telah dikonsultasikan dengan calon pembimbing.
    • Nilai tugas akhir atau skripsi adalah A.

    Program Doktor

    • Lulus S2 dari prodi terakreditasi minimal B dengan IPK minimal 3,00.
    • Lulus ujian masuk program S3 meliputi tes potensi kemampuan akademik (TPKA) minimal 500, TEFL atau setara minimal 500, tes materi bidang minimal 66, dan wawancara minimal 66.
    • Memiliki RPL penelitian yang sudah dituliskan ke dalam portofolio disertai bukti-bukti yang dapat diekivalensikan dengan maksimal 6 SKS.
    • Memiliki usulan topik penelitian yang telah dikonsultasikan dengan calon promotor.

    Cara Daftar Pascasarjana ITS 2025/2026

    1. Daftar secara online lewat website https://www.its.ac.id/admission/pascasarjana/
    2. Isi formulir untuk mendapatkan kode akses dan PIN
    3. Kode akses dan PIN akan dikirim lewat email
    4. Bayar biaya pendaftaran Rp 500.000
    5. Masuk kembali ke website pendaftaran
    6. Isi formulir pendaftaran dan unggah dokumen-dokumen berikut:
    – Pas foto ukuran 4×6 berlatar belakang putih
    – Ijazah S1/surat keterangan lulus (SKL)
    – Transkrip S1
    – Ijazah dan transkrip S2 untuk pendaftar program S3
    – Mencantumkan nama dan email dua rekomendator
    – Sertifikat TOEFL/IELTS
    – Sertifikat TPA atau TPKA
    – Surat keterangan sehat
    – Pendaftar S2 mengisi usulan topik penelitian dan pendaftar S3 mengisi rancangan usulan proposal disertasi
    – Portofolio

    8. Cetak file kartu bukti pendaftaran
    9. Menandatangani kartu bukti pendaftaran
    10. Membawa kartu saat tes materi bidang dan wawancara
    11. Hasil seleksi merupakan keputusan dari prodi berdasarkan akumulasi

    Masa Daftar Pascasarjana ITS 2025/2026

    • Pendaftaran: 6 Oktober-29 Desember 2025
    • Batas pembayaran pendaftaran: 29 Desember 2025
    • Batas pengisian pendaftaran: 31 Desember 2025
    • Ujian masuk: 5-9 Januari 2026
    • Pengumuman: 12 Januari 2026
    • Pengisian SIPMABA (termasuk unggah dokumen data): 13-15 Januari 2026
    • Verifikasi SIPMABA: 16-20 Januari 2026
    • Penerbitan LoA (letter of acceptance): 19-23 Januari 2025
    • Daftar ulang/pembayaran SPP: 21-23 Januari 2026
    • Awal perkuliahan: 23 Februari 2026

    Demikian informasi pendaftaran pascasarjana ITS angkatan 2025/2026. Selamat mendaftar.

    (cyu/faz)



    Sumber : www.detik.com

  • Bantuan Riset hingga Rp 2 M, MoRA The Air Fund 2025 Segera Dibuka

    Bantuan Riset hingga Rp 2 M, MoRA The Air Fund 2025 Segera Dibuka


    Jakarta

    Kementerian Agama (Kemenag) bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) kembali membuka pendaftaran program bantuan riset kolaboratif MoRA The Air Fund 2025. Pendaftaran akan dibuka mulai 13 Oktober 2025.

    Informasi ini disampaikan oleh Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Setjen Kemenag, Ruchman Basori, dalam kegiatan Sosialisasi Program Penelitian Kolaboratif MoRA The Air Fund 2025 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Jumat (3/10/2025) lalu.

    “Riset berdampak sangat penting agar kehadiran periset PTKIN dirasakan kehadirannya oleh masyarakat dan juga menjadi penyelesai akan masalah-masalah kebangsaan dan kemasyarakatan,” kata Ruchman, dikutip dari laman Kemenag, Selasa (7/10/2025).


    4 Fokus Riset dengan Dana hingga Rp 2 M

    Program MoRA The Air Fund menyoroti empat fokus bidang riset yaitu sosial humaniora, ekonomi, lingkungan, dan sains teknologi.

    Setiap penerima akan disiapkan dana dihingga Rp500 juta per proposal. Adapun untuk bidang sains dan teknologi, anggaran bisa mencapai maksimal Rp 2 miliar.

    Sejak 2024, total anggaran bantuan riset ini mencapai Rp 50 miliar per tahun.

    Ruchman mengatakan, bantuan ini ditujukan untuk membantu para dosen dalam melakukan riset yang produktif dan bermanfaat bagi masyarakat.

    Syarat Mengajukan MoRA The Air Fund 2025

    Untuk menjadi periset utama MoRA The Air Fund, dosen harus memenuhi sejumlah kriteria, di antaranya:

    Syarat Dosen PTK

    • Warga Negara Indonesia (WNI)
    • Berasal dari perguruan tinggi keagamaan (PTK) atau fakultas agama Islam di bawah binaan Kemenag
    • Memiliki rekam jejak akademik baik
    • Lulusan program doktor (S3) dengan jabatan minimal Lektor
    • Memiliki Sinta Score Overall minimal 100
    • Berkolaborasi dengan periset dari perguruan tinggi dalam atau luar negeri yang masuk 500 besar dunia versi QS World University Rankings
    • Hanya dapat mengusulkan satu proposal riset.

    Syarat Dosen Ma’had Aly

    • Warga Negara Indonesia (WNI)
    • Memiliki rekam jejak akademik baik
    • Lulusan program magister (S2)
    • Memiliki karya akademik sesuai bidang keilmuan Melampirkan surat keputusan pengangkatan
    • Melampirkan surat rekomendasi dari Mudir Ma’had Aly

    Jika detikers tertarik daftar, informasi selengkapnya bisa dilihat di https://risprolpdp.kemenkeu.go.id/. Selamat mencoba!

    (cyu/twu)



    Sumber : www.detik.com

  • NUS Buka PhD Musik yang Gabungkan Praktik dan Riset, Disebut Pertama di Asia

    NUS Buka PhD Musik yang Gabungkan Praktik dan Riset, Disebut Pertama di Asia



    Jakarta

    National University of Singapore baru saja membuka program PhD bidang musik. Program ini disebut sebagai prodi PhD musik pertama di Asia yang integrasikan praktik artistik dan riset.

    Prodi tersebut bernama PhD Music Practices di Yong Siew Toh Conservatory of Music (YST) NUS. Dikatakan dalam laman resmi NUS, mahasiswa yang mengejar program doktor ini akan memiliki akses ke sumber daya yang lebih luas daripada yang biasanya tersedia di konservatori musik lain.


    Mahasiswa Bisa Lakukan Proyek Lintas Disiplin

    Mahasiswa berkesempatan untuk mengikuti perkuliahan dan memulai proyek yang bersinggungan dengan bidang-bidang yang berdekatan maupun kontras seperti ilmu komputer, kesehatan masyarakat, hukum, bisnis, ilmu sosial, dan banyak lagi.

    Berbeda dengan kebanyakan program PhD internasional yang murni berbasis praktik atau riset, program PhD Music Practices menekankan kombinasi antara analisis ilmiah dan keahlian artistik. Program ini ditujukan bagi para praktisi musik terkemuka dengan kemampuan artistik dan akademis yang kuat, yang ingin melakukan riset yang menantang paradigma dan mempelopori praktik musik baru.

    “Program PhD ini merepresentasikan perubahan penting dalam cara kita memahami dan menghargai karya seni di dunia akademis. Dalam program ini, praktik seni bukan sekadar komponen riset; program ini berdiri berdampingan dan berdialog dengannya,” jelas Dekan YST, Profesor Peter Tornquist.

    “Hal ini membuka peluang baru bagi mahasiswa untuk berkreasi dan merefleksikan karya mereka melalui berpikir dan bertindak, berkontribusi pada pengetahuan dan karya seni baru secara terintegrasi dan interdisipliner,” imbuhnya.

    Menurutnya pendekatan semacam itu menurut NUS memungkinkan karya kreatif dan analisis ilmiah tidak hanya dalam musik, tetapi juga dalam interseksi dengan bidang lain seperti teknologi, bisnis, atau bahkan kesehatan masyarakat.

    “Seorang komposer dapat bereksperimen dengan kecerdasan buatan dalam komposisi musik sambil meneliti implikasi etisnya terhadap kepenulisan kreatif; seorang penampil dapat menyelidiki pelestarian dan reinterpretasi tradisi musik sambil menciptakan karya-karya baru yang terinspirasi olehnya; atau seorang konduktor dapat memimpin pertunjukan berbasis komunitas sambil menyelidiki bagaimana kebijakan budaya dapat memengaruhi penonton di antara komunitas lokal,” beber Prof Tornquist.

    Mahasiswa juga dapat memperoleh manfaat dari sumber daya dan kemitraan YST yang luas dalam industri musik global, termasuk keanggotaan di beberapa jaringan pendidikan tinggi musik seperti ConNext Network, Pacific Alliance of Music Schools, Southeast Asian Directors of Music Association, Association of European Conservatoires, dan lembaga-lembaga International Benchmarking Exercise.

    Ujian kualifikasi, mata kuliah komprehensif, dan tesis doktoral merupakan persyaratan umum untuk program PhD berbasis riset di NUS dan institusi lainnya. Namun, program ini juga mencakup komponen artistik di mana mahasiswa diwajibkan untuk mempresentasikan karya seni yang berkaitan erat dengan riset mereka. Ini akan menunjukkan kemampuan mereka dalam mengintegrasikan praktik musik dan inkuiri akademis.

    (nah/nwk)



    Sumber : www.detik.com