Tag: protes

  • Viral Hijabers Ini Protes Genosida di Gaza Saat Perayaan 50 Tahun Microsoft

    Amerika Serikat

    Viral aksi karyawan berhijab di Microsoft menggaungkan keresahan hatinya terhadap perusahaan yang ditudingnya membantu dalam genosida di Gaza. Ia mengungkapkan hal tersebut tepat saat Microsoft sedang merayakan ulang tahun yang ke-50 pada 4 April 2025.

    Ialah Ibtihal Abu Saad, alumnus Universitas Harvard yang berasal dari Palestina dan menjabat sebagai Software Engineer di Microsoft. Pada saat perayaan ulang tahun Microsoft, ia berani untuk maju dan berbicara langsung kepada CEO Microsoft AI Mustafa Suleyman.

    Protes dimulai ketika Ibtihal Aboussad berjalan menuju panggung tempat seorang eksekutif mengumumkan fitur produk baru dan visi jangka panjang AI Microsoft. Saat sudah dekat, dia langsung berteriak dan menyuarakan protesnya.

    [Gambas:Instagram]


    “Anda mengklaim bahwa Anda peduli tentang penggunaan AI untuk kebaikan tetapi Microsoft menjual senjata AI kepada militer Israel,” teriak Ibtihal Aboussad kepada CEO Microsoft AI Mustafa Suleyman.

    “Lima puluh ribu orang telah tewas dan Microsoft mendukung genosida ini di wilayah kami. Anda adalah seorang pencari untung dari perang. Hentikan penggunaan AI untuk genosida,” ucapnya dengan lantang.

    “Hentikan penggunaan AI untuk genosida di wilayah kami. Tangan Anda berlumuran darah. Seluruh Microsoft berlumuran darah. Beraninya Anda semua merayakan Pesta ketika Microsoft membunuh anak-anak. Malu pada Anda semua,” ujar Ibtihal Aboussad yang langsung dikawal oleh petugas keamanan saat melakukan aksi protes.

    Dikutip dari Associated Press, Microsoft telah memecat dua karyawan yang mengganggu perayaan ulang tahun ke-50 perusahaan tersebut, salah satunya Ibtihal. Dalam surat pemutusan hubungan kerja (PHK), Microsoft menyebut pekerja yang melakukan protes melakukan pelanggaran yang dirancang untuk mendapatkan ketenaran dan menyebabkan gangguan maksimal pada acara ulang tahun yang sangat dinantikan. Microsoft mengatakan pekerja lainnya telah mengumumkan pengunduran diri. Tapi perusahaan memerintahkannya untuk berhenti lima hari lebih awal.

    Protes tersebut memaksa CEO Microsoft untuk menghentikan pidatonya yang disiarkan langsung dari kantor Microsoft di Redmond, Washington. Peringatan 50 tahun berdirinya Microsoft ini dihadiri salah satu pendirinya Bill Gates dan mantan CEO Steve Ballmer.

    Melalui akun Instagramnya, Ibtihal Aboussad menyerukan untuk memboikot produk raksasa teknologi tersebut. Ia pun mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang memberikan dukungan terhadapnya.

    (gaf/eny)





    Sumber : wolipop.detik.com

  • Asosiasi Pemain Tolak Keras Villarreal Vs Barcelona di Miami!


    Madrid

    Suara sumbang terus muncul terkait rencana menggelar laga Villarreal vs Barcelona di Amerika Serikat. Kali ini datang dari Asosiasi Pemain Spanyol (AFE).

    Seperti diberitakan sebelumnya, Presiden LaLiga Javier Tebas mengumumkan Villarreal melawan Barcelona akan diselenggarakan di Miami. Keputusan ini diambil sebagai bagian dari upaya LaLiga untuk memperluas jangkauan global dan memperkuat pasar sepak bola Spanyol di Amerika Serikat.

    Namun, keputusan tersebut langsung memicu kontroversi di kalangan pemain dan sejumlah pihak yang menilai langkah itu mengabaikan kepentingan tim serta para suporter di Spanyol.


    Protes pun bermuncunulan dari para pemain klub LaLiga. Setelah gelandang Barcelona Frenkie de Jong, lalu ada juga pemain Real Oviedo dan Espanyol yang mematung setelah kickoff laga itu, Sabtu (18/10/2025) dini hari WIB tadi.

    Asosiasi Pemain Liga Spanyol (AFE) langsung mengeluarkan protes keras secara resmi kepada LaLiga. Menurut AFE, keputusan LaLiga itu belum disetujui sama sekali oleh para pemain.

    AFE juga meminta klub dan LaLiga menghormati hak pemain yang menolak bermain di Miami.

    “Menghadapi penolakan terus-menerus dan proposal yang tidak realistis dari LaLiga, Asosiasi Pemain Sepakbola Spanyol (AFE) dengan tegas menolak proyek yang tidak disetujui oleh para pemain utama di olahraga kami,” tulis pernyataan Ketua AFE David Aganzo seperti dikutip The Athletic.

    “Dan kami menuntut agar asosiasi pengusaha membentuk meja perundingan di mana semua informasi dibagikan dan karakteristik luar biasa dari proyek tersebut dianalisis, kebutuhan dan kekhawatiran para pemain ditangani, serta perlindungan hak-hak buruh dan kepatuhan mereka terhadap peraturan yang berlaku dijamin.”

    (mrp/yna)



    Sumber : sport.detik.com

  • Soal Cedera Yamal, Pelatih Spanyol: Memangnya Flick Protes?


    Madrid

    Timnas Spanyol dikritik karena membuat bintang Barcelona Lamine Yamal cedera. Pelatih Tim Matador Luis de La Fuente santai saja menanggapinya.

    Yamal mengalami cedera pangkal paha usai membela Spanyol di Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa bulan ini. Cedera itu membuat Yamal abse di empat pertandingan terakhir, termasuk kala Barcelona mengalahkan Real Oviedo 3-1, Jumat (26/9) dini hari WIB tadi.

    Yamal digeber oleh De La Fuente karena bermain hampir 80 menit di dua pertandingan. Hal ini bikin Flick kesal bukan main karena Yamal diklaim sudah mengalami cedera saat gabung dengan timnas.


    Meski tanpa Yamal, Barcelon masih bisa menyapu bersih empat laga dengan kemenangan. Tapi, kehadiran Yamal dibutuhkan mengingat Barcelona akan menghadapi sejumlah laga berat dalam 1-2 bulan ke depan.

    Sebab Yamal bisa beristirahat lebih lama karena cederanya tersebut. Terkait komplain dari pihak Barcelona, De La Fuente tidak tertarik untuk membahasnya.

    “Saat ini, saya tak ingat tuh apa yang Flick katakan. Saya sama sekali tidak tertarik membahasnya,” ujar De La Fuente seperti dikutip ESPN.

    (mrp/aff)



    Sumber : sport.detik.com

  • Vinicius Marah pada Xabi Alonso


    Madrid

    Bintang Real Madrid Vinicius Junior disorot lagi karena protes usai diganti. Vini diyakini marah kepada pelatihnya sendiri Xabi Alonso, sembari diperingatkan.

    Vinicius kembali masuk dalam starting XI Madrid saat mengalahkan Espanyol 2-0 pada Sabtu (20/9/2025). Winger top Brasil itu bersinar setelah mengkreasikan gol kedua Los Blancos yang diciptakan Kylian Mbappe di awal babak kedua. Ditambah melahirkan tiga percobaan, dan tiga umpan kunci.

    Akan tetapi, Vinicius toh lagi-lagi tidak menyelesaikan pertandingan. Alonso memutuskan menarik keluar Vinicius untuk digantikan Rodrygo pada menit ke-77. Pemain terbaik FIFA tersebut merespons dingin.


    Vinicius Junior melempar botol minumnya, mengangkat kedua lengannya, dan langsung masuk ke ruang ganti Real Madrid setelah meninggalkan area permainan. Sekalipun, Vinicius kemudian kembali untuk menyaksikan sisa pertandingan dari bangku cadangan Madrid.

    Mantan pemain, pelatih, dan direktur Real Madrid Jorge Valdano menyoroti sikap Vinicius Junior. Valdano mendesak Vinicius agar bermain lebih baik demi meyakinkan Xabi Alonso sekaligus diperingatkan karena Madrid tidak akan ragu melego pemainnya yang bermasalah.

    “Vini tak lagi sama seperti sebelumnya, dan pealtihnya pun berbeda,” ungkap Valdano kepada Movistar Plus. “Sekarang yang pertama, dia akan harus meningkatkan levelnya baru kemudian meyakinkan si pelatih.”

    “Sikap-sikap yang dia tunjukkan di depan publik tidak sehat. Tidak sehat dalam hal apapun. Vinicius itu kan orang yang selama ini sangat didukung Real Madrid. Dia melawan dunia. Orang-orang, dan bahkan klub, memilih Vinicius di antara dunia dan Vinicius.”

    “Namun, di sini kita mulai memasuki masalah baru. Vinicius tidak lagi marah dengan dunia, melainkan dia marah dengan pelatihnya sendiri, dan orang-orang di Real Madrid itu selalu mengutamakan klub di atas pemain,” Valdano memperingatkan.

    “Jadi dia harus sedikit lebih hati-hati, soalnya gerakan seperti itu juga menyiratkan kurangnya rasa hormat terhadap pemain yang akan memasuki lapangan,” lugas dia menambahkan tentang Vinicius Junior.

    (rin/krs)



    Sumber : sport.detik.com

  • Pemain Rayo Sebut Wasit Ngaku Salah Kasih Penalti ke Barca


    Jakarta

    Rayo Vallecano mengalami kerugian karena VAR tidak berfungsi saat melawan Barcelona. Isi Palazon menyebut wasit sudah akui salah memberikan Barca penalti.

    Rayo vs Barca berlangsung di Campo de Futbol de Vallecas dalam lanjutan LaLiga, Senin (1/9/2025) dini hari WIB. Insiden terjadi di babak pertama saat Pep Chavarria dianggap pelanggar Yamal di kotak penalti.

    Para pemain Rayo melakukan protes, termasuk Cavarria. Jika melihat dari tayangan ulang, nyaris tidak ada sentuhan kepada Yamal.


    Wasit Mateo Busquets tak bisa meninjau insiden itu karena VAR di pertandingan mengalami masalah. Mau tidak mau, Busquets harus teguh dengan pendiriannya.

    Yamal kemudian maju sebagai eksekutor dan membawa Barcelona memimpin 1-0 di menit ke-40. Rayo menyamakan keduduk menjadi 1-1 lewat Feran Perez di menit ke-67 dan skor tersebut bertahan sampai laga tuntas.

    DAZN merekam sebuah suasana di lorong stadion selepas laga. Dalam video itu Isi mengatakan bahwa wasit telah mengakui kesalahannya.

    Gelandang Rayo, Pathe Ciss, mengaku bahwa tim sudah bekerja sangat baik. Rayo sama sekali bertarung tanpa mengandalkan keputusan-keputusan wasit.

    “Kami sudah melakukan bagian kami, itu saja. Kami tidak mengandalkan mereka,” Ciss menegaskan.

    (ran/krs)



    Sumber : sport.detik.com

  • Aktivis Lingkungan yang Semprotkan Cat Oranye ke Stonehenge Diadili

    Aktivis Lingkungan yang Semprotkan Cat Oranye ke Stonehenge Diadili



    Jakarta

    Juni tahun lalu, dua aktivis dari kelompok Just Stop Oil melancarkan aksi protes dengan cara menyemprotkan cat bubuk berwarna oranye ke situs Stonehenge. Di pengadilan mereka mengatakan ingin menyampaikan pesan dengan cara spektakuler.

    Dilansir dari Daily Mail, Jumat (24/10/2025) dalam sidang yang digelar hari Kamis, salah satu aktivis Rajan Naidu (74) mengatakan bahwa tabung yang digunakan untuk menyemprotkan bubuk oranye sama dengan yang digunakan dalam festival warna Hindu. Dia membela diri, aksinya bersama mahasiswa Universitas Oxford, Niamh Lynch (23 tahun) bukanlah aksi yang mengancam.

    Dalam aksinya, mereka berdua ditemani oleh Luke Watson, 36. Ketiganya menyangkal tuduhan sengaja menyebabkan gangguan publik dan merusak monumen kuno yang dilindungi.


    Pada hari Senin, pengadilan mendengar bahwa Watson mengantar mereka berdua ke Stonehenge dengan Ford Fiesta, sementara Lynch dan Naidu menggunakan alat pemadam kebakaran untuk menyemprotnya dengan tepung maizena dan bedak talk yang ‘bernoda’ oranye.

    “Stonehenge dipilih sebagai target oleh aktivis Just Stop Oil untuk memberikan dampak maksimal,” kata jaksa penuntut.

    Naidu mengatakan kepada pengadilan ia menggunakan bubuk oranye itu hanya untuk menimbulkan efek spektakuler saja, tanpa mengurangi pesan yang ingin mereka sampaikan.

    “Kami ingin melakukannya dengan cara yang spektakuler, seperti trik sulap, tetapi tidak akan menimbulkan kerusakan atau kerugian apa pun. Akan terlihat spektakuler, tetapi ketika debu mereda, semuanya akan bersih,” katanya.

    Naidu mengatakan bahwa tabung yang digunakan adalah merek yang digunakan di India sebagai bagian dari perayaan festival warna Hindu, Holi. Dan bubuk warna itu aman dan mudah dibersihkan.

    “Saya berharap tidak ada biaya, tetapi kami telah menyampaikan pesan kami,” ujarnya.

    Pengadilan sebelumnya telah mendengar bahwa biaya pembersihannya adalah £620. Naidu menambahkan bahwa ia dan Lynch akan dengan senang hati membersihkan batu-batu itu sendiri dengan alat yang tepat jika polisi meminta mereka.

    Para aktivis ini pun membela diri dan membantah tuduhan merusak situs Stonehenge.

    “Stonehenge adalah sesuatu yang begitu kuat, bahkan pikiran untuk merusaknya pun tidak muncul, itu adalah tempat suci, tempat yang sangat istimewa bagi semua manusia,” kata Naidu.

    Rekaman ponsel yang diputar di pengadilan sebelumnya menunjukkan Lynch menyemprotkan bubuk oranye ke monumen tersebut, lalu beberapa detik kemudian Naidu bergabung dengannya dan mulai melakukan hal yang sama.

    Klip video lainnya menunjukkan Lynch dan Naidu mengabaikan seorang petugas polisi ketika ditanya mengapa mereka melakukan demonstrasi, beberapa saat setelah mereka diduga melakukan vandalisme terhadap Stonehenge. Terdapat juga rekaman saat keduanya ditangkap dan diborgol di depan Stonehenge. Sidang kasus ini masih berlanjut.

    (sym/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • Heboh Warga vs Pengembang! Akses Jalan Balboa Ciputat Jadi Sumber Konflik Panas

    Heboh Warga vs Pengembang! Akses Jalan Balboa Ciputat Jadi Sumber Konflik Panas



    Jakarta

    Sebuah pengembang perumahan tengah menghadapi konflik dengan warga setempat. Sebab, pihak pengembang membuat pintu masuk kompleks melalui akses jalan dari perumahan warga dan membangun jembatan tanpa izin.

    Perselisihan ini melibatkan pihak Balboa Estate (PT Kawan Properti Sejahtera) dengan warga Perumahan Pondok Hijau, Pisangan, Ciputat Timur. Usut punya usut, masalah ini telah berlangsung sejak dua tahun terakhir.

    Semua berawal dari pihak Balboa Estate yang membangun perumahan sebanyak 81 unit di Kelurahan Cipayung, Kecamatan Ciputat Timur, Tangerang Selatan. Pembangunan rumah awalnya berjalan normal sampai terdapat satu masalah, yakni akses keluar masuk kompleks.


    Semula pihak Balboa Estate akan menggunakan akses masuk dari Jalan Masjid Arriyadh, Kelurahan Cipayung, Ciputat. Jalan tersebut langsung terhubung dengan Jalan Dewi Sartika yang merupakan jalan raya penghubung Jakarta dan Tangerang Selatan.

    Namun, lebar Jalan Masjid Arriyadh dinilai terlalu sempit karena lebarnya kurang dari 3 meter. Hal tersebut membuat pihak Balboa akhirnya mencari akses lain untuk pintu masuk ke dalam perumahan.

    Lalu dipilih Jalan Duta Darma, yang mana jalan tersebut masuk ke dalam Perumahan Pondok Hijau, Kelurahan Pisangan, Ciputat. Jalan tersebut dipilih karena dianggap lebih lebar dan layak digunakan sebagai akses pintu masuk.

    Namun, masalah muncul ketika warga Pondok Hijau mengetahui rencana pihak Balboa untuk menggunakan jalan di perumahan mereka sebagai akses masuk. Soalnya, pihak Balboa Estate tidak melakukan izin terlebih dahulu dengan warga setempat. Hal tersebut yang memicu terjadinya konflik antara warga dan pihak pengembang perumahan.

    Masalah semakin rumit ketika pihak Balboa membangun jembatan. Sebagai informasi, terdapat kali kecil yang memisahkan antara Pondok Hijau dan Balboa Estate. Kali tersebut juga menjadi pembatas antara Kelurahan Cipayung dan Kelurahan Pisangan.

    Jembatan itu dibangun agar kompleks Balboa Estate bisa terhubung dengan Jalan Duta Darma. Agar bisa tersambung, pihak Balboa harus membeli satu unit rumah di Pondok Hijau untuk diratakan dengan tanah, sehingga bisa digunakan sebagai akses masuk.

    Namun, pembangunan jembatan tersebut juga mendapat protes karena dinilai mengganggu kenyamanan warga. Di sisi lain, pembangunan jembatan dinilai telah merusak lingkungan sekitar yang berimbas kepada komplek Perumahan Pondok Hijau.

    Salah satu warga Pondok Hijau, Moch Aminullah mengatakan pembangunan jembatan serta pintu masuk Balboa Estate tidak melalui izin terlebih dahulu dengan warga Pondok Hijau. Kondisi itu yang menimbulkan konflik antara masyarakat dengan pihak pengembang.

    “Jadi saya minta permohonan tapi baru dikasih surat keterangan. Mungkin surat keterangan itu bisa dipakai, tapi kan intinya kalau sudah dapat izin dari warga. Tapi tidak pernah ada izin kepada warga Pondok Hijau dan sudah pernah ditolak beberapa kali dalam pertemuan yang dimediasi oleh lurah,” kata Aminullah saat diwawancara detikcom, Kamis (16/10/2025).

    Pria yang kerap disapa JQ itu kemudian membentuk Tim 9 Warga Pondok Hijau dan ia menjabat sebagai ketua. Dibentuknya tim ini berfungsi untuk menangani masalah warga di RW 9 Pondok Hijau dengan pihak pengembang Balboa Estate.

    Dalam penyelidikannya bersama anggota Tim 9, JQ menemukan ada beberapa kejanggalan terutama soal surat perizinan. JQ berujar kalau pihak Balboa Estate tidak memiliki izin untuk membangun jembatan dan membuka akses pintu masuk melalui Jalan Duta Darma di Pondok Hijau.

    “Kalau enggak kasih tahu ke warga sekarang, datang ke kami dan tunjukkan izin dari Balboa (untuk bangun jembatan), ini sudah dapat rekomendasi. Tapi ini rekomendasi bangun jembatan saja tidak ada,” ujarnya.

    Permasalahan antara warga Pondok Hijau dengan Balboa Estate telah berlangsung selama dua tahun terakhir. Pihak Lurah Pisangan bersama Polsek dan Polres telah beberapa kali melakukan mediasi antara warga dengan pihak pengembang, tapi semua berujung buntu.

    Protes warga Pondok Hijau ditunjukkan lewat spanduk-spanduk yang dibentangkan di sepanjang Jalan Duta Darma. Dari pantauan tim detikProperti di lokasi, Kamis (16/7/2025), ada tiga buah spanduk yang dipasang di jalan tersebut yang bertuliskan “Warga Perumahan Pondok Hijau MENOLAK Penggunaan Jalan Komplek Sebagai Akses Masuk BALBOA Estate”.

    Kondisi akses jalan dan jembatan menuju Balboa Estate yang diprotes warga Pondok HIjau, Ciputat, Tangerang Selatan.Kondisi akses jalan yang diprotes warga Pondok Hijau, Ciputat, Tangerang Selatan. Foto: Ilham Satria Fikriansyah/detikcom

    Terbaru, warga Pondok Hijau telah bertemu dengan Komisi IV DPRD Kota Tangerang Selatan untuk melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Tangerang Selatan pada Senin (13/10/2025). Rapat tersebut digunakan warga untuk menyampaikan masalah yang dihadapi dengan Balboa Estate.

    Usai melakukan RPD dengan warga, anggota Komisi IV DPRD Tangsel langsung melakukan sidak ke lokasi Balboa Estate, terutama ke akses pintu masuk yang menjadi perdebatan oleh warga. Dalam sidak tersebut juga hadir Satpol PP Tangsel bersama pihak kepolisian.

    Meski sudah melakukan sidak bersama anggota Komisi IV DPRD Tangsel, JQ mengaku kurang puas. Sebab, ia berharap pihak berwenang langsung menindak tegas pihak Balboa Estate karena telah melakukan pelanggaran, seperti dengan melakukan penyegelan.

    “Padahal mereka sudah pegang kertas segel, sudah datang ke sini. Cuma apa gunanya datang? Kan kita ingin dia datang ke sini langsung ambil keputusan,” imbuh JQ.

    Ditemui secara terpisah, Manager Operasional Balboa Estate Yohanes Setiawan membantah tudingan tidak melakukan izin ke warga Pondok Hijau terkait pembangunan jembatan dan memakai akses jalan. Ia menyebut telah melakukan mediasi dengan warga sebanyak sembilan kali sejak 2023, tapi hasilnya buntu.

    “Dari 2023, lalu kita baru dapat izin itu tuh Mei. Sebelum izinnya keluar saya kan ngobrol dulu dengan warga, menjalin koneksi dulu sama warga di situ,” kata Yohanes saat ditemui di Balboa Estate Ciputat, Jumat (17/10/2025).

    Yohanes berujar bahwa tidak ada pelanggaran yang dilakukan dalam membangun jembatan untuk akses masuk ke perumahan Balboa Estate. Menurutnya, jika dinas terkait sudah mengeluarkan izin artinya sudah diperbolehkan.

    “Kayak gini loh, tidak ada pelarangan di mana saya dilarang membangun jembatan menghubungkan kedua tanah saya. Kalau ada mana pasalnya sini kasih lihat saya. Artinya kalau dinas sudah keluarin izin artinya kan boleh,” papar Yohanes.

    Akan Dilakukan Musyawarah Lagi Antara Balboa Estate dan Pondok Hijau

    Lurah Pisangan Martyasto Adhi mengatakan hasil tinjauan lapangan terakhir oleh Dinas Penanaman Modal dan Layanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) akan melakukan pemanggilan terhadap pengembang Balboa Estate dan warga Pondok Hijau. Pemanggilan ini untuk menyelesaikan masalah terkait akses masuk dan jembatan yang dibangun Balboa Estate.

    “Hasil tinjau lapangan terakhir DPMPTSP akan melakukan pemanggilan terhadap pengembang dan warga,” kata Tyas dalam pesan singkat kepada detikcom, Kamis (16/10/2025).

    Usai RDP bersama DPRD Tangsel, Tyas mengatakan untuk saat ini pembangunan jembatan di Balboa Estate diberhentikan untuk sementara waktu. Setelah itu, akan dilakukan mediasi kembali untuk menyelesaikan permasalahan antara Balboa dengan warga Pondok Hijau.

    “Insya Allah ada (mediasi kembali). Dari hasil pertemuan terakhir, untuk wilayah Cipayung berlanjut dan untuk wilayah Pisangan berhenti terlebih dahulu,” tulisnya.

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • Ramai Protes Jembatan Balboa Estate Ciputat, Warga Sebut Banjir Makin Parah

    Ramai Protes Jembatan Balboa Estate Ciputat, Warga Sebut Banjir Makin Parah



    Jakarta

    Warga di Perumahan Pondok Hijau, Ciputat, Tangerang Selatan memprotes pembangunan jembatan yang dilakukan oleh pengembang perumahan Balboa Estate. Sebab, pembangunan jembatan itu dinilai telah merusak lingkungan dan berdampak buruk bagi warga sekitar.

    Pembangunan jembatan oleh Balboa Estate digunakan untuk menghubungkan akses pintu masuk dengan kompleks perumahan. Jembatan tersebut melintasi kali kecil yang lebarnya kurang lebih 5 meter.

    Meski jembatan sangat pendek, tetapi warga Pondok Hijau tetap menolak pembangunan jembatan yang dilakukan oleh pihak pengembang Balboa Estate. Sebab, pembangunan ini telah berdampak terhadap lingkungan di sekitar Perumahan Pondok Hijau.


    Salah satu warga yang memprotes pembangunan jembatan tersebut adalah Moch Aminullah. Ia mengatakan pembangunan jembatan itu telah menyebabkan banjir di lingkungan Perumahan Pondok Hijau. Bahkan, banjir tersebut telah menggenangi sejumlah RT yang berada di RW 9, Kelurahan Pisangan, Kecamatan Ciputat Timur, Tangerang Selatan.

    “Masalah banjir ini bukan berimbas ke RT 08 saja, tapi RT lain juga pernah kena imbas. Di RT 01 pernah, terus RT 07, lalu RT 06 dan RT 09 juga kena banjir. Total 650 kepala keluarga terdampak,” kata Aminullah atau kerap disapa JQ kepada detikcom, Kamis (16/10/2025).

    JQ juga mempermasalahkan pihak Balboa Estate yang membangun tembok pembatas perumahan di atas bantaran kali. Ia menuturkan beberapa bulan lalu pagar tersebut roboh dan menyebabkan aliran air jadi tersumbat. Kondisi itu menyebabkan air kali meluap dan membanjiri perumahan warga.

    “Ini yang masalah lagi, bikin pagar di atas bantaran kali. Harusnya itu mundur sekitar 1,5 sampai 2 meter. Akhirnya tembok yang pertama kali dibangun roboh dan kena warga, masuk juga ke kali,” paparnya.

    Menurut JQ, pembangunan jembatan tersebut juga menyebabkan kali menjadi dangkal dan lebarnya sempit. Kondisi ini dapat memengaruhi aliran air terutama saat hujan deras, sehingga kali jadi cepat meluap dan bisa membanjiri Perumahan Pondok Hijau.

    Dari pantauan tim detikProperti di lokasi, Jumat (17/10/2025), terlihat tembok pembatas rumah sudah kembali dibangun pasca roboh akibat longsor beberapa waktu lalu. Kondisi bantaran kali terbilang cukup aman walau dibangun tembok pembatas yang tingginya sekitar 2,5 meter.

    Tepat di seberang kali terdapat rumah-rumah warga di Pondok Hijau. Dari pengamatan tim detikProperti, tinggi tanah di kompleks Balboa Estate memang sedikit lebih tinggi sekitar 2 meter daripada perumahan Pondok Hijau.

    Kondisi akses jalan dan jembatan menuju Balboa Estate yang diprotes warga Pondok HIjau, Ciputat, Tangerang Selatan.Kali yang membatasi antara perumahan Pondok Hijau dan Balboa Estate di Ciputat, Tangerang Selatan. Foto: Ilham Satria Fikriansyah/detikcom

    Jembatan yang diprotes oleh warga selama beberapa bulan tersebut kini sudah dibeton bagian atasnya, tapi belum diaspal. Terlihat juga ada pos satpam yang telah dibangun di depan pintu masuk utama.

    Selain mempermasalahkan pembangunan jembatan, warga setempat juga memprotes akses pintu masuk melalui Jalan Duta Darma yang masuk ke dalam kompleks Perumahan Pondok Hijau. JQ berujar pihak Balboa juga tidak melakukan izin terlebih dahulu kepada masyarakat, sehingga mereka menolak Jalan Duta Darma digunakan oleh kompleks perumahan lain.

    “Kalau misalnya masuk buat akses masuk lewat Pondok Hijau, kan harus melalui prosedur dulu. Selain mendapat izin dari dinas terkait, mereka juga harus minta izin sama warga setempat agar bisa lancar. Tapi mana? Orang warga (Pondok Hijau) saja nggak setuju kalau lewat sini,” ujar JQ.

    Ditemui secara terpisah, Manager Operasional Balboa Estate Yohanes Setiawan mengatakan Perumahan Pondok Hijau disebut memang sudah banjir sejak lama, bahkan sebelum ada pembangunan jembatan dan kompleks Balboa Estate. Bahkan, jika memang kawasan tersebut rawan banjir tentu pihaknya tidak akan membangun rumah di kawasan tersebut.

    “Memang problem-nya kan sudah sering banjir dari dulu, sebelum ada ini (Balboa Estate) juga sudah banjir. Tapi sekarang ini warga menyalahi kita, rumahnya saja belum ada gimana kita menyebabkan banjir? Banjirnya juga sudah dari zaman dulu,” papar Yohanes saat ditemui di Balboa Estate Ciputat, Jumat (17/10/2025).

    Meski begitu, Yohanes mengakui jika tembok pembatas perumahan milik Balboa Estate pernah roboh akibat dinding bagian bawah longsor. Hal itu dipicu oleh aliran air kali yang sangat deras dan konstruksi dinding yang tidak kuat.

    “Itu kejadiannya beberapa bulan lalu, jadi dinding bawah tembok ikut keseret. Bukan roboh dan menimpa perumahan ya, tapi jatuh ke air dan airnya meluap hingga ke aliran sungai yang ada di tengah Pondok Hijau,” ujar Yohanes.

    Kini, akses pintu masuk yang dibuat oleh pihak Balboa telah ditutup oleh seng setinggi kurang lebih 4 meter. Di depan pintu masuk juga dipasangi patok-patok oleh warga Pondok Hijau sebagai bentuk protes karena pembangunan jembatan dan akses pintu masuk yang tanpa melalui izin dengan penduduk setempat.

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Warga Pondok Hijau Protes Jalanannya Dipakai Balboa Meski Sudah Jadi Fasum

    Warga Pondok Hijau Protes Jalanannya Dipakai Balboa Meski Sudah Jadi Fasum



    Jakarta

    Terjadi perselisihan antara warga Perumahan Pondok Hijau dengan pengembang perumahan Balboa Estate. Masalah ini dipicu karena pihak pengembang membuat akses masuk ke dalam kompleks melalui jalan di Pondok Hijau.

    Warga memprotes sikap Balboa Estate yang tidak berkoordinasi terlebih dahulu dengan mereka. Bahkan, pihak Balboa sebenarnya tidak mendapat ‘lampu hijau’ dari masyarakat untuk menggunakan jalan di Perumahan Pondok Hijau sebagai akses masuk ke dalam kompleks.

    Salah satu warga Pondok Hijau, Moch Aminullah mengatakan permasalahan ini telah berlangsung sejak 2023. Semua berawal ketika pihak Balboa tidak mendapat izin untuk menggunakan akses masuk dari Jalan Masjid Arriyadh yang langsung terhubung dengan Jalan Dewi Sartika, Ciputat.


    “Dia (Balboa Estate) nggak punya jalan ke sana yang memenuhi syarat 3 meter. Jadi diarahkan ke Pondok Hijau untuk akses masuk mereka, sedangkan jalan di sini lebih lebar,” kata Aminullah atau kerap disapa JQ saat diwawancara detikcom, Kamis (16/10/2025).

    JQ sudah mengetahui rencana penggunaan akses masuk kompleks Balboa Estate melalui Jalan Duta Darma, yang mana jalan tersebut masuk dalam kawasan Perumahan Pondok Hijau. Namun, kala itu pihak pengembang hanya menyerahkan surat keterangan untuk penggunaan Jalan Duta Darma.

    “Jadi saya sudah minta surat permohonan kepada mereka, lalu baru dikasih keterangan. Surat keterangan itu kemungkinan bisa, tapi kan intinya kalau sudah diizinkan dari warga. Lalu diserahkan juga surat rekomendasi, tapi tidak pernah ada izin dan tidak pernah ada niat Balboa untuk melakukan permintaan izin kepada Pondok Hijau,” ujarnya.

    JQ mengaku jika jalanan yang berada di Pondok Hijau dulunya merupakan milik kompleks. Namun sejak enam tahun lalu, jalanan ini diubah statusnya menjadi jalan umum dan telah diserahkan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan.

    Walau statusnya sudah berubah menjadi jalan umum, JQ berujar tetap harus ada izin kepada warga Pondok Hijau jika ingin melakukan kegiatan. Sebab, warga setempat yang akan dirugikan akibat penggunaan jalan tanpa izin terlebih dahulu.

    “Baru 6 tahun yang lalu jalan ini diubah menjadi fasum (fasilitas umum). Fasum ini sudah diserahkan ke Pemkot Tangsel, tapi itu dengan syarat izin ke warga kalau mau digunakan. Misalnya ada pelebaran jalan, maka izin dulu ke warga nggak boleh semena-mena. Karena ini milik kita dan sudah 35 tahun kita swadaya membangun jalan ini,” ungkap JQ.

    Untuk menangani permasalahan ini, telah dilakukan mediasi oleh Lurah Pisangan dan Lurah Cipayung bersama Polsek Ciputat dan Satpol PP. Sayangnya, mediasi yang telah dilakukan sebanyak sembilan kali itu masih belum menemui jalan keluar.

    JQ mengatakan warga Pondok Hijau pernah ditawari kompensasi dari pihak Balboa terkait penggunaan akses masuk dari Jalan Duta Darma. Namun karena Balboa tidak melakukan izin kepada warga terlebih dahulu, akhirnya kompensasi tersebut ditolak.

    “Dulu kita pernah bahas masalah kompensasi, benar-benar soal kompensasi, tapi sekarang nggak ada. Warga sudah nggak mau karena kelakuan Balboa sendiri. Dulu kita nggak tahu kalau ada izin, oke kalau ada izin kita terima kompensasi nggak apa-apa, tapi ini kan nggak ada izinnya,” pungkas JQ.

    Ditemui secara terpisah, Manager Operasional Balboa Estate mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Tangerang Selatan soal pemilihan jalan untuk akses masuk. Pada awalnya akses masuk ke perumahan melalui Jalan Masjid Arriyadh yang langsung terhubung dengan Jalan Dewi Sartika, Ciputat.

    Namun jalan tersebut dianggap terlalu sempit karena lebarnya kuran dari 3 meter. Jalan Masjid Arriyadh tidak bisa dilalui oleh dua mobil sekaligus, sehingga salah satunya harus mengalah. Kemudian dipilih akses masuk melalui Jalan Duta Darma yang masuk ke dalam kawasan Perumahan Pondok Hijau.

    “Dari Dishub aturannya satu, jalannya harus lebar di mana di situ (Jalan Duta Darma) jalannya lebih lebar dan besar. Kedua, Dishub itu harus mengurangi beban ke jalan utama. Ini kan jalan nasional nih (Jalan Dewi Sartika), makanya dibuang ke situ,” kata Yohanes saat ditemui di Perumahan Balboa Estate Ciputat, Jumat (17/10/2025).

    Selain mendapat usulan dari Dishub, Yohanes mengatakan pihaknya juga memilih Jalan Duta Darma sebagai akses masuk ke Balboa Estate. Sebab, jalan ini dinilai lebih layak karena lebar dan bisa dilalui dua mobil sekaligus.

    Namun, tidak ada jalan penghubung antara Perumahan Pondok Hijau dengan Balboa Estate. Akhirnya pihak Balboa membeli satu unit rumah yang berada di ujung Jalan Duta Darma. Rumah tersebut dirobohkan dan diubah menjadi pintu masuk.

    Tim detikcom telah mencoba menghubungi Dishub Tangerang Selatan mengenai ketentuan penggunaan jalan dan akses masuk ke Balboa Estate. Namun sampai berita ini diturunkan masih belum ada jawaban.

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com